[EXOFFI FREELANCE] The Archilless (Chapter 1)

tumblr_static_94438kcyg30ocgscgow0kw84k_640_v2

THE ARCHILLESS

Author:

@Haralorenqk

Length:

Series

Genre:

Fantasy, Romance, Friendship

Rating:

PG-15

Main cast:

PARK CHANYEOL

YOO HARA (OC)

KIM JONG IN

OH SEHUN

BYUN BAEKHYUN

LUHAN

KIM JONGDAE

Additional Cast:

IM JANGMI (OC)

OTHERS EXO’S MEMBER

2AM JOKWON

F(X) VICTORIA

2PM CHANSUNG

BEAST GIKWANG

RM KIM JONGKOOK

RM YOO JAESUK

 

Disclaimer:

Fanfiction ini terinspirasi dari beberapa cerita fantasy seperti Narnia, Harry Potter, dan Percy Jackson. Ide cerita asli buatan sendiri dan pernah diupload di blog pribadi kpopidoldreamland@blogspot.com

“Setiap gerhana matahari di tahun yang ke dua puluh, di saat itulah para Percy di Barnsteen harus bersiap-siap dengan perang besar mereka melawan para Titan. Mereka harus berperang melindungi kotak Pandora, benda milik bangsa Titan yang jika dibuka, maka Barnsteen termasuk bumi serta manusia akan dilanda kejahatan abadi. Para Percy harus mengirim pahlawan-pahlawan terbaik mereka, yakni para Archilless.“


 

Synopsis :

 

Kenyataan tentang siapa jati dirinya yang sebenarnya membuat Park Chanyeol stress berat. Pemuda yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas itu tidak percaya jika dirinya adalah manusia istimewa, seperti yang dikatakan oleh Byun Baekhyun, pemuda asing yang tiba-tiba muncul dari lukisan kuno di museum tempat Chanyeol bekerja. Chanyeol dikatakan sebagai seorang Percy, manusia keturunan zaman Troya yang memiliki kekuatan menakjubkan. Chanyeol yang awalnya tidak percaya mengingat kembali tentang kejadian-kejadian aneh yang selalu dialaminya selama delapan belas tahun terakhir.

Pertama, Chanyeol mengidap diseleksia. Anehnya di saat dia tidak bisa membaca tulisan negaranya, dia bisa membaca tulisan-tulisan kuno seperti Yunani dan Romawi. Padahal dia adalah seorang warga Korea asli. Kedua, Chanyeol pernah selamat dari kebakaran yang menimpa keluarganya saat dia berusia 3 tahun. Chanyeol yang saat itu dipresepsikan tidak selamat karena terjebak di dalam rumah, selamat tanpa luka bakar sedikitpun. Ketiga, Chanyeol bisa menahan napas di dalam air lebih dari tiga puluh menit. Dan yang paling aneh yang Chanyeol pernah alami adalah saat dia marah besar karena perbuatan teman sekolahnya, tiba-tiba petir datang. Padahal saat itu sedang musim panas dan cuaca tidak mendung sedikitpun. Pada akhirnya, Chanyeol mendapat jawaban dari keanehan-keanehan dirinya selama ini. Dia adalah seorang Percy, bahkan Percy yang special dengan takdir yang menakjubkan.

CHAPTER 1

 

[ National Art Museum of Anyang, 9 p.m. ]

 

“Kepada pengunjung Art Museum of Anyang dipersilahkan untuk segera menyelesaikan seluruh kegiatan karena museum akan segera ditutup. “

 

 

“Sekali lagi kepada seluruh pengunjung Art Museum of Anyang dipersilahkan untuk segera menyelesaikan aktivitasnya karena museum akan segera ditutup…“

 

 

 

“Baiklah… kau tidak perlu mengulanginya lagi karena aku rasa mereka sudah mendengarnya,“ celetuk seorang office boy berbadan tinggi yang sedang mengelap salah satu lukisan yang ada di sudut ruangan.

 

“Kepada pengunjung Art Museum of Anyang dipersilahkan untuk segera menyelesaikan aktivitasnya karena museum akan segera ditutup. Sekali lagi … “

 

“Aisshhh!!!! Berisik!!!”

 

Pemuda berseragam office boy itu pun menghentikan pekerjaan bersih-bersihnya dan duduk di lantai. Dengan kesal ia melepaskan topinya dan mengipas-ngipaskannya sambil melihat ke seluruh ruangan. Di bagian dada kiri sang office boy, terpasang papan nama bertuliskan Chanyeol Park.

Ruangan yang dilihat oleh office boy bernama Park Chanyeol itu dipenuhi dengan lukisan-lukisan antik dari berbagai negara. Ya. Lukisan koleksi museum Anyang memang yang nomor satu di Korea Selatan. Mereka mengoleksi lukisan-lukisan baik dari Korea sendiri, China, Jepang, India, Indonesia, bahkan Yunani. Chanyeol sendiri hampir  hapal dengan identitas lukisan-lukisan itu. Apa namanya, siapa penciptanya, dari negara apa, dan jika dijual berapa harganya. Chanyeol hampir menghapal itu semua. Tugasnya yang setiap hari bertanggung jawab atas kebersihan ruangan khusus lukisan itu membuatnya sudah bosan membaca tulisan-tulisan di tiap lukisan yang ada. Saking bosannya, dia seperti mau muntah. Seperti saat ini.

 

“Percuma mereka memasang alarm pengusir seperti tadi toh tidak ada pengunjung yang datang!”

 

Memang benar, hari ini bukan hari libur ataupun weekend. Jadi tidak ada pengunjung di museum ini. “Baiklah, jam pulang sudah tiba…“ Chanyeol  bersemangat membereskan perlengkapan bersih-bersihnya dan segera meninggalkan ruangan itu. Ia mematikan lampu ruangan dan melangkah menuju pintu keluar. Namun…

 

“Eoh?”

 

Chanyeol berbalik. Ia merasa ada yang aneh dengan salah satu lukisan yang dilewatinya barusan. Chanyeol kemudian berhenti di depan lukisan besar yang ada di dekat pintu keluar dan memperhatikan lukisan itu dengan seksama. “Aku seperti melihat sesuatu yang bersinar?” Chanyeol mulai mencari-cari. “Apa sinar barusan berasal dari lukisan ini? Atau halusinasiku saja?”

 

Lukisan yang menjadi perhatian Chanyeol adalah lukisan Yunani Kuno yang dia lupa siapa penciptanya. Lukisan tersebut menggambarkan sebuah negri khayalan yang sangat indah. Ada rumah-rumah penduduk, ada kumpulan anak-anak desa sedang bermain di tepi pinggiran sungai, dan yang menambah efek hidup di lukisan itu adalah matahari. Ya. Matahari yang terletak di sudut kanan atas lukisan yang… jankamman!

 

“Mwo?” Chanyeol menyadari sesuatu. “Mataharinya??”

 

Chanyeol panik minta ampun begitu dia melihat lukisan yang di depan matanya itu kehilangan matahari. Matanya melotot kaget seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ini mustahil! Bagaimana gambar matahari di dalam lukisan bisa hilang? Lukisan itu dibingkai dengan kaca, dan tidak ada tanda-tanda pembobolan bahkan lukisan itu terlihat seperti tidak pernah disentuh oleh siapapun. Dan setidaknya pasti ada tanda-tanda pengrusakan jikalau itu memang perbuatan tangan manusia.

 

“Jankamman!” Chanyeol mengeluarkan ponselnya lalu membuka gallery foto. Di gallery tersebut, terdapat sebuah foto Chanyeol yang sedang berpose di depan lukisan yang sama. Ya. Chanyeol memang foto di lukisan tersebut. “Seolma??”

 

Di dalam handphone Chanyeol, terdapat foto lukisan yang mirip dengan lukisan itu. Itu memang foto yang diambil beberapa hari yang lalu saat Chanyeol dengan iseng memotret satu per satu lukisan yang ada di museum itu. Dari foto yang ada di ponselnya, lukisan tersebut masih memiliki gambar matahari di sudut kanan atasnya. Tapi, entah kenapa matahari itu bisa hilang secara tiba-tiba dari lukisan yang asli.

 

“Apa sinar yang kulihat barusan… “ Chanyeol mulai menduga-duga. “Ahh!! Seolma! Itu tidak mungkin…”

 

Chanyeol berusaha berpikir dan mengingat-ingat kembali tentang apa yang barangkali terjadi pada lukisan itu. Chanyeol ingat betul, di saat dia masuk kerja pada pukul tiga sore dan membersihkan lukisan-lukisan di ruangan itu, lukisan Yunani itu masih utuh. Dan masih ada sampai akhirnya Chanyeol mau pulang, lalu tidak sengaja menyadari ada sesuatu di lukisan itu saat Chanyeol melewatinya.

 

“Hei anak muda!!”

 

Jantung Chanyeol seperti mau copot rasanya begitu seseorang membentaknya dari pintu ruangan, “Apa kau berencana menginap di sini?” teriaknya kepada Chanyeol yang langsung menggeleng dengan panik.

 

“Kalau begitu cepat pergi sebelum aku benar-benar membuatmu menginap malam ini!”

 

“Yy…ye!” Sambil sesekali melirik lukisan itu, Chanyeol pun dengan perlahan meninggalkan lukisan itu. Pada akhirnya Chanyeol mengambil kesimpulan kalau dirinya terlalu lelah, sehingga dia menghalusinasikan hilangnya gambar matahari di lukisan itu.

 

Namun, di saat Chanyeol telah keluar dari ruangan itu, sebuah sinar yang bersembunyi di balik lukisan itu melayang-layang dan menyusul Chanyeol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sssrrrr!!!

 

Chanyeol langsung membenamkan mukanya ke wastafel yang telah dia penuhi dengan air. Ia membiarkan seluruh wajahnya tenggelam di wastafel karena itu yang biasa dia lakukan saat pulang kerja. Anehnya, Chanyeol mampu membiarkan wajahnya terendam air dalam waktu yang sangat lama tanpa bernafas. Rekor terlama Chanyeol adalah lima belas menit. Chanyeol memang bangga dengan kemampuannya yang satu ini. Ia sering menggunakannya, terutama di saat dia sedang ingin menenangkan pikirannya seperti saat ini.

Chanyeol mengangkat wajahnya. Ia kemudian menggosok-gosok permukaan wajahnya dengan sebuah facial foam yang entah milik siapa. Facial foam itu berbeda dengan yang ia pakai tadi pagi. Mungkin karena facial foam yang tidak ia pakai dengan konsisten yang membuat wajah mulusnya menjadi berjerawat seperti saat ini.

Di saat wajah Chanyeol sudah putih karena penuh dengan foam, Chanyeol membenamkan lagi mukanya ke wastafel dan membilas. Di saat itulah Chanyeol mulai mengingat kejadian di museum tadi. Tentang gambar matahari yang hilang.

 

“Ahh, Chanyeol-ah! Itu hanya halusinasimu saja kan! Lupakan kejadian itu dan mari kita tidur!” Chanyeol segera mengambil handuk dan membasuh wajahnya. Begitu dia mau membuka pintu toilet, tiba-tiba…

 

Buukkk!!!!

 

Lagi-lagi seseorang membuat jantung Chanyeol hampir copot. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, seorang gadis berdiri dengan tatapan garang yang membuat Chanyeol melupakan rasa kagetnya dan mematikan keran air. Untung saja dia sudah mengenakan celananya begitu dia selesai mandi tadi.

 

“YAA!! Apa kau memakai facial foam-ku lagi?”

 

Chanyeol mengangguk dengan sedikit rasa takut. “YAAA!!!” gadis itu melangkah mendekati Chanyeol dan langsung mendaratkan cubitannya ke perut Chanyeol.

 

“Aakk!! Aphoo!! Noona!!”  Gadis itu pun melepaskan tangannya dari perut Chanyeol. “Aisshh…” Chanyeol mengelus-ngelus perutnya yang sudah pasti memerah itu. “Apa tidak ada cara lain yang lebih lembut untuk memberitahuku? Perutku ini sudah kurus! Akan bertambah kurus jika harus dicubit oleh Noona setiap hari!”

 

“Kau sendiri yang membuat masalah! Kau tidak tahu kan kalau facial foam yang kau pakai itu mereknya sangat mahal!” Gadis itu mengambil facial foam-nya yang dipakai oleh Chanyeol tadi. “Lagipula ini punya yoeja!”

 

Chanyeol cengengesan mendengar rengekan dari kakak sepupunya itu. “Lain kali kau harus menuliskan namamu di sana. Hong Minah. Jadi aku tahu kalau itu punya Noona!”

 

“Ini… hampir habis! Ya!! Kau menggunakannya dengan banyak kan? Ini hanya boleh digunakan sebanyak seperempat pasta gigi yang biasa kita pakai waktu gosok gigi. Kau menggunakannya seberapa banyak?”

 

“Biar kutunjukkan…”

 

Minah membiarkan Chanyeol mengambil facial foam miliknya. Chanyeol kemudian membuka tangan Minah dan memencet facial foam itu dengan sekuat tenaga. Alhasil, setumpuk busa fasial foam keluar memenuhi telapak tangan Minah.

 

“YAAA!!!! PARK CHANYEOL!!!!

 

“Hahahaha… “ Chanyeol segera keluar dari toilet sebelum perutnya dihajar lagi oleh Hong Minah.

*********

 

 

 

 

 

“Chanyeol-ah…”

 

“Mpph?” jawab Chanyeol dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.

 

“Kau sampai kapan mau tinggal di keluarga kami seperti ini?”

 

Chanyeol menelan makanannya dan meletakkan mangkuk serta sumpit di atas meja. Melihat wajah serius imo-nya, nafsu makan Chanyeol menjadi sedikit berkurang. “Apa sudah saatnya aku pergi?”

 

“Bukan begitu. Kau sudah dewasa sekarang. Umurmu sudah 21 tahun! Seharusnya kau mulai memikirkan tentang masa depanmu sekarang. Apa kau tidak berniat ke perguruan tinggi? Apa kau akan terus-terusan bekerja part-time menjadi office boy di museum dan sales obat-obatan China?”

 

Chanyeol terdiam. Ia akui dua pekerjaan memalukan itu memang dilakukannya sejak ia tamat dari sekolah menengah atasnya dua tahun yang lalu.

 

“Imo hanya ingin kau sukses! Kau itu tampan dan… “

“Ccsshh… “ inilah yang dikeluarkan Minah begitu dia mendengar orang lain memuji Chanyeol tampan. Dan biasanya Chanyeol akan mengeluarkan jurus aegyonya kalau noona-nya seperti itu. Tapi kali ini, Chanyeol terlihat begitu serius berbicara dengan imo-nya sehingga tidak begitu memperdulikan Minah.

 

“Kau beruntung memiliki wajah seperti abeoji-mu! Jadi kau pasti bisa sukses seperti dia, dan mendapatkan seorang istri seperti eomma-mu!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Malam ini Chanyeol tidak bisa tidur. Bukan karena dia masih memikirkan lukisan di museum tadi. Tapi dia memikirkan perkataan imo-nya saat makan malam barusan. Chanyeol telah tinggal bersama imo-nya dan sepupu yang tiga tahun lebih tua darinya, Minah, sejak berusia 5 tahun. Sejak musibah kebakaran menimpa keluarganya dan merenggut nyawa kedua orangtuanya, Chanyeol memang tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya ada Hong Soohyun, kakak perempuan ibunya yang bersedia menampung Chanyeol di rumahnya.

Chanyeol sendiri bukan tidak ingin memiliki pekerjaan yang layak dan bagus seperti teman-temannya yang lain. Hanya saja Chanyeol merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa. Nilai ujian akhirnya hampir di bawah rata-rata dan sangat susah bagi Chanyeol untuk masuk ke perguruan tinggi negri dengan nilai segitu. Apalagi ditambah dengan penyakit diseleksia Chanyeol yang selalu membuat Chanyeol kesal dan mengutuk dirinya sendiri.

Mungkin hanya satu yang membuat Chanyeol sedikit yakin dengan dirinya. Yaitu wajahnya. Benar kata imo, wajah Chanyeol memang mirip sang abeoji. Tampan.  Apalagi tubuh tinggi Chanyeol yang jangkung. Itu bisa Chanyeol manfaatkan untuk menjadi artis, boyband atau seorang model. Tapi… Chanyeol mulai berhenti memikirkan itu saat dia melihat foto kedua orangtuanya di atas meja belajar.

 

“Appa… Eomma… sampai kapan kalian membiarkan putramu ini hidup seperti tak memiliki masa depan?” Ia tatap foto kedua orangtuanya yang sedang menggendong dirinya yang berusia 3 tahun di tengah mereka. Chanyeol melipat tangannya di atas meja dan menopang dagunya di atas tangannya sendiri. Di tengah perasaannya yang begitu gelisah, sebuah sinar muncul dari layar ponsel miliknya. “Eoh?”

 

Chanyeol melangkah menuju tempat tidurnya dan mengambil ponsel miliknya. Chanyeol bingung karena tiba-tiba ponselnya menyala dan yang ada di layar adalah foto lukisan di museum.

 

“Ige mwo ya?”

 

Tiba-tiba dari layar ponsel Chanyeol, keluar sinar yang begitu terang. Chanyeol segera melemparkan ponselnya ke tempat tidur dan menjauh. Kali ini, untuk ketiga kalinya Chanyeol dikagetkan setengah mati. Apalagi yang mengagetkannya saat ini adalah hal yang begitu mustahil. Sebuah sinar kecil keluar dari ponsel Chanyeol dan melayang-layang di kamarnya.

 

“Maldeo andwae” gumam Chanyeol sambil melotot dan menganga. Sinar itu perlahan turun ke lantai kamar dan bersinar lebih terang lagi sampai-sampai Chanyeol menutup matanya karena silau. Beberapa saat kemudian, sinar itu hilang dan Chanyeol memberanikan diri membuka matanya.

“Anyeong??” seseorang tiba-tiba muncul di hadapan Chanyeol dan melambai kepadanya.

 

“Omo!!” Chanyeol jatuh terduduk saking kagetnya. “Nuguya!”

 

Chanyeol meraih penggaris panjang yang biasa ia gunakan untuk pelajaran menggambar di sekolahnya dan mengarahkannya ke sosok pemuda seusianya yang entah muncul dari mana.

 

“Na?” tanya anak laki-laki bermata sipit itu menunjuk dirinya sendiri. “Nugu? Aaa… Aku Baekhyun… Byun Baekhyun…”

 

“Aku tidak mengenalmu! Dan datang darimana kau?” Chanyeol membentak anak bernama Baekhyun itu dengan penggaris yang mengacung lurus ke arahnya.

 

“Dari lukisan itu…” Baekhyun menunjuk ponsel Chanyeol. “Aku tadi ingin muncul dari lukisan yang ada di museum, tapi saat aku keluar dari lukisan itu, aku tiba-tiba sadar kalau ada manusia lain selain kau di dalam museum.”

 

“Ja…jankamman! Aku tidak mengerti! Siapa kau sebenarnya? Apa maksudmu muncul dari lukisan dan… “ Chanyeol berpikir sejenak. Ia mengambil kembali ponselnya di tempat tidur. Gambar lukisan Yunani Kuno masih mengisi layar ponsel Chanyeol dan… “Ige mwoya? Mataharinya hilang lagi?“

 

Baekhyun menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah Chanyeol yang menurutnya begitu berlebihan. ”Ekspresimu terlalu berlebihan! Tentu saja mataharinya hilang! Mataharinya kan di sini!” Baekhyun menunjuk dirinya yang membuat Chanyeol ingin sekali menghantam kepala anak itu dengan penggarisnya.

 

“Maksudmu?”

 

“Dasar babo cheoreom! Naaa… “ kali ini Baekhyun menepuk-nepuk dadanya untuk meyakinkan Chanyeol. “Aku mataharinya!”

 

Chanyeol terdiam. Baekhyun tersenyum dan merasa Chanyeol telah mengerti dengan maksudnya. Baekhyun pun duduk di tempat tidur Chanyeol dengan santai sambil membersihkan kemejanya yang sedikit berdebu. ”Aku suka baju Seoul!” celetuknya sambil melihat pakaian yang sedang ia pakai sekarang. Setelan kaos oblong dengan celana santai berwarna cokelat. Tiba-tiba…

 

“YAA! Sekarang juga kau pergi dari kamarku dasar orang gila!!”

 

Baekhyun beranjak menjauh dari Chanyeol yang mau memukulnya dengan penggaris. Terjadilah kejar-mengejar antara Chanyeol dan Baekhyun di kamar sempit itu.

 

“Apa katamu? Kau bilang aku orang gila?”

 

“Kau pasti orang gila yang sudah bersembunyi di kamarku sejak aku belum masuk kan?”

 

 

[ Di tempat lain … ]

 

“Dasar bodoh!”

 

Seorang pria tua yang berada di sampingnya hanya tersenyum melihat tingkah Byun Baekhyun, salah satu muridnya di Akademi Empire. Lewat benda sejenis monitor yang ditembakkan di dinding putih ruangan bernuansa klasik itu, kedua pria itu dapat melihat dan mendengar percakapan antara murid mereka dengan Park Chanyeol.

 

“Kita tidak salah memilih orang kan?” tanya pria yang lebih muda yang tadi mengatai Baekhyun bodoh.

 

“Menurutmu?”

 

“Jangan membuatku khawatir, Master. Aku hanya iseng menyebutkan nama murid bebal itu karena aku kira Anda tidak akan pernah memberinya tugas penting ini. Tapi ternyata Anda malah mendukungnya…

 

Master Yoo, nama pria tua itu. Dia hanya tersenyum mendengar ocehan bawahannya, “Tanpa kau menyebut namanya, Guru Kwon, aku tetap akan memilih Tuan Byun itu sebagai percy penjemput calon murid istimewa kita. Kita percayakan saja tugas ini kepadanya, dan berdoa agar ia berhasil…“ Master Yoo pun kembali melihat ke monitor dan tampak Baekhyun dan Chanyeol masih berkejar-kejaran di dalam kamar.

 

“Ccssh…” Guru Kwon melipat tangannya. “Yaa… aku harap Tuhan mengabulkan doa kita… “ gumamnya dengan maksud mengejek Master Yoo.

 

Sementara itu di balik pintu bilik, dua orang siswa yang mengenakan seragam Empire sedang mengintip dan menguping pembicaraan Master Yoo dan Guru Kwon.

 

“Kau bisa mendengar apa yang mereka bicarakan?” tanya salah satu di antara mereka.

 

“Apa kau yakin mereka sedang membicarakan murid istimewa itu?”

 

“Tadinya iya. Tapi setelah aku mendengar kalau Byun Baekhyun yang menjemput, sepertinya orang itu bukan si Zeus. Mereka tidak mungkin membiarkan murid bodoh seperti si Byun itu untuk menjemput si Zeus! Aku yakin yang dijemput si bodoh Byun hanyalah manusia pilihan biasa…”

*******

 

 

 

Bukk!!!

 

Nyonya Hong muncul di balik pintu membuat Chanyeol berhenti mengejar Baekhyun. “Apa yang kau lakukan malam-malam begini?”

 

“Imo! Imo!” Chanyeol segera menghampiri bibinya dan merasa sedikit senang karena dia bisa meminta pertolongan. “Tolong usir dia da..ri “ omongan Chanyeol berhenti saat dia mendapati Baekhyun hilang dari kamarnya.

 

“Usir siapa?”

 

“Ta….ta…tadi… “

 

“Chanyeol-ah, apa kau stress karena perkataanku saat makan malam tadi?”

 

“Imooo… “ Chanyeol mulai kesal dengan bibinya.

 

“Lupakan saja! Anggap aku tidak pernah mengatakan apapun… “

 

Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Dia kemudian masuk kembali ke kamarnya dan menutup pintu, lalu…

 

“Mau main kejar-kejaran lagi?”

 

“Neo!!” Chanyeol mengecek-ngecek isi kamarnya. Dia tahu betul kalau kamarnya yang sempit itu tidak memiliki tempat persembunyian untuk seseorang sama sekali. Lalu bagaimana orang asing ini bersembunyi dan muncul lagi?

 

“Kau penasaran di mana aku bersembunyi tadi?” senyuman Baekhyun benar-benar semakin membuat Chanyeol tampak seperti orang bodoh. “Di situ… “ Baekhyun menunjuk ke atas langit-langit kamar Chanyeol.

 

Chanyeol melongo ke atas dan tangan Baekhyun sedang menunjuk bola lampu kamar Chanyeol. “ Aku seorang percy berkekuatan Apollo, ya… sekalipun aku belum ikut upacara pemasangan lencana tapi aku tahu kekuatan aku memilikinya karena kedua orangtuaku juga merupakan Apollo“

 

“Per…percy apa katamu?”

 

Percy Apollo, pemilik kekuatan matahari dan cahaya…. Jadi aku bisa menyatukan diriku dengan cahaya manapun termasuk cahaya yang di gambar sekalipun. Keren bukan?”

 

Chanyeol melongo diam. “Arasseo…” Chanyeol pun meletakkan penggaris yang ternyata masih ia pegang dari tadi ke atas meja. “Baik aku tidak akan marah lagi karena kau masuk tanpa izin ke kamarku, tapi tolong hentikan omong kosong ini! Apa kau pikir aku akan percaya dengan cerita khayalanmu itu? Dan… WOOAA!!”

 

Baekhyun memotong pembicaraan Chanyeol dengan memunculkan cahaya dari telapak tangannya. Hal ini langsung membuat Chanyeol membungkam mulutnya sekalipun saat ini mulut yang banyak bicara itu sedang ternganga lebar karena kaget.

 

“Eotte?”

 

Dan itu akhirnya membuat Chanyeol tidak bisa lagi berkata-kata, sekalipun mulutnya sedang menganga lebar karena semua kejadian yang dialaminya malam ini.

*********

 

 

 

 

 

 

Pagi ini Chanyeol bangun dengan lingkaran panda yang cukup hitam di matanya. Semua cerita dari Baekhyun berhasil membuat pria jangkung ini tidak bisa tidur. Chanyeol membayangkan tentang negri Barnsteen yang disebut Baekhyun sebagai tempat tinggal mereka. Tentang Akademi Empire yang akan segera membuka tahun ajaran baru. Tentang musuh mereka titan, serta hal-hal aneh lainnya yang membuat Chanyeol seperti ingin gila. Dan pagi ini, sepertinya Chanyeol akan merasa lebih gila lagi karena ternyata semuanya yang didengarnya semalam bukanlah mimpi. Baekhyun tertidur di sampingnya!

 

“Jadi semalam temanmu ini yang membuatmu sangat ribut?”

 

“Ee… “ pertanyaan dari bibinya itu membuat Chanyeol sedikit tegang. “Di…dia…”

 

“Aku tiba-tiba muncul dari jendela, Ajumma! Sampai-sampai aku mengagetkan Chanyeol dan dia mengiraku penjahat!”

 

Ny. Hong tertawa. Chanyeol hanya diam membiarkan Baekhyun merekayasa cerita pertemuan mereka yang tidak wajar menjadi sewajar mungkin. Dia melihat wajah Baekhyun yang begitu tenang, tidak seperti dirinya yang tampak seperti orang gila. Ya, sejak semalam dia memang sudah sah menjadi orang gila. Namun seseorang membuat Chanyeol akhirnya memikirkan hal lain, “Apa yang kau lihat, Noona?”

 

Minah terpecah dari lamunannya begitu ditegur Chanyeol. Chanyeol menyadari kalau noona-nya yang menyebalkan itu sedang melamun sambil tersenyum melihat ke arah Baekhyun. “ Umurmu berapa, Baekhyun-ssi?”

 

“Ng… “ Baekhyun menelan makanan di mulutnya. “Tahun ini sepertinya 21… Noona sendiri?”

 

“Ah, aku hanya 2 tahun lebih tua dari… “

 

“Ehem!” Chanyeol berdeham dengan suara beratnya. “3 tahun…”

 

“Ccshh…” Minah menaikkan tangannya ingin memukul Chanyeol, namun dia melirik Baekhyun lagi dan mengurungkan niatnya. “Ya, maksudku 3 tahun lebih tua… Oh iya, jangan panggil aku noona… panggil saja aku, Minah-ssi… “

 

Chanyeol dan Baekhyun hanya bisa diam melihat Minah yang sepertinya sedang jatuh cinta pada Baekhyun.

*****

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sekarang kita ke mana?”

 

“Ke bandara…”

 

Langkah Chanyeol berhenti. “Bandara? Jadi kita harus naik pesawat untuk ke Barn… Barn apa?”

 

“Barnsteen… Cepat cari taksi!”

 

Chanyeol dengan masih setengah bingung pun meninggalkan tasnya di samping Baekhyun dan mencari taksi. Keduanya pun segera menuju bandara karena Chanyeol harus segera ke Barnsteen.

 

“Jadi apa aku harus menyiapkan uang sewa rumah di sana?”

 

“Tidak perlu…”

 

“Lalu bagaimana dengan biaya makanku sehari-hari? Apa di sana aku bisa bekerja part time?”

 

“YAA!! Diam…” Baekhyun menutup matanya. “Aku sedang berusaha menghubungi seseorang yang akan menjemput kita.”

 

Chanyeol bingung. Baekhyun tidak sedang memegang telepon. Bahkan ponsel. Lalu dia menghubungi dengan apa? Baiklah Chanyeol mengerti dan berharap suatu saat Baekhyun akan mengajarinya jurus itu. Jurus menelepon tanpa telepon. Jadi Chanyeol tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli pulsa lagi.

 

Setibanya mereka di bandara internasional Incheon, Baekhyun dan Chanyeol menuju ke lantai paling atas gedung bandara. Lebih tepatnya lagi menuju balkon atas.

 

“Jadi kita naik apa?”

 

“Naik pesawat ala percy…”

 

“Hahaha… Kita tidak akan naik elang seperti yang di TV-TV kan?” Chanyeol mengejek Baekhyun karena  membuatnya penasaran.

 

“Suiiitttttt!!!!! “ Baekhyun menyiul dengan tangannya.

 

Pandangan mata Baekhyun menuju ke langit sebelah Barat. Dia tampak bersemangat sementara Chanyeol semakin penasaran. Apa dia benar-benar akan naik elang?

Beberapa saat kemudian, dari arah langit Barat ada tumpukan awan yang semakin lama semakin mendekat ke arah Baekhyun dan Chanyeol. Saat awan itu sudah berada di kejauhan lima meter, wujudnya berubah menjadi seekor kuda terbang.

 

“Ya Tuhan!” gumam Chanyeol membelalakkan matanya.

 

“Biar kuperkenalkan… Dia adalah Byun-Pegasus, binatang peliharaanku di Barnsteen.”

 

Chanyeol hanya bisa diam. Haruskah dia membungkukkan badan sembilan puluh derajat saat diperkenalkan dengan makhluk yang hanya pernah Chanyeol temui di cerita bergambar itu? Atau dia harus mengulurkan tangannya seperti kebiasaan orang-orang saat ingin bermain dengan peliharaan mereka?

 

“Byunnie… ini Chanyeol, teman baruku.”

 

Ngggeeekkk!!!

 

Kuda terbang itu seperti memberi salam pada Chanyeol.

 

“Chanyeol-ah, bersiaplah! Perjalanan kita akan sangat panjang dan melelahkan! Ayo naik!”

 

Dan, pengalaman tak terlupakan untuk Chanyeol saat ini adalah naik kuda terbang bernama Byun-Pegasus. Lebih penting lagi, dia terbang. Namun Chanyeol tidak tahu, kalau hal itu hanyalah pengalaman biasa untuk dirinya. Karena mulai hari ini, Chanyeol akan menerima pengalaman seumur hidup yang tak terlupakan.

 

 

 

 

 

 

Uuueeekkk!!!!

 

Perjalanan yang cukup panjang dengan kuda terbang membuat Chanyeol mabuk. Dia memuntahkan hampir semua sup kalpittang yang dibuat oleh imo-nya tadi pagi.

 

“Apa kau mau istirahat? Kita sudah sampai. Hanya tinggal berjalan kaki sekitar 20 menit lagi.” tanya Baekhyun sambil menepuk-nepuk punggung Chanyeol.

 

“Kau punya minum?”

 

Baekhyun mengeluarkan sebuah botol dari dalam tasnya dan memberikannya ke Chanyeol, yang langsung meminumnya namun… “Ini apa? Rasanya aneh…”

 

“Enak kan? Itu nectar, minuman favorit para Percy, dan mungkin sebentar lagi akan menjadi minuman favoritmu…”

 

“Yaa, setidaknya ini tidak sepahit soju!”

 

“Jadi kita bisa mulai jalan?”

 

Chanyeol mengangguk. Mereka pun mulai melangkah dan bersiap memasuki negri Barnsteen.

******

 

 

 

 

 

 

 

 

Sepanjang perjalanan, Chanyeol ditakjubkan dengan pemandangan negri Barnsteen yang begitu indah. Chanyeol seperti pernah melihat pemandangan seperti ini, tapi dia lupa melihatnya di mana. Sebenarnya Barnsteen terlihat seperti bumi biasa. Tunggu, apa Barnsteen memang bukan bumi? Yang jelas Chanyeol merasa Barnsteen terlihat normal di matanya. Hanya saja, ada sebuah bangunan megah yang membuat Chanyeol penasaran. Bangunan itu terletak di dekat gunung, terlihat seperti kastil Harry Potter, namun terlihat juga seperti gedung putih America. Perpaduan yang menarik.

 

“Itu gedung apa?”

 

“Itu Empire, satu-satunya sekolah di Barnsteen. Kita akan ke sana sekarang.”

 

“Dan akan bersekolah di sana?”

 

“Kau pasti sudah tidak sabar untuk itu kan?”

 

“Sedikit. Apa aku akan menjadi juniormu?”

 

“Aniyeo! Kita seangkatan… “

 

“Hee? Tunggu, apa aku tidak membawa ijazah SMA-ku ke sini bagaimana aku bisa mendaftar?”

 

“Aisshh… kau terlalu banyak pertanyaan, teman. Sebaiknya kita percepat saja langkah kita. Di sana ada seseorang yang akan menjawab pertanyaanmu dengan lengkap.”

 

 

 

 

 

 

Chanyeol terdiam sejenak melihat gedung megah yang tadi dilihatnya kini sudah berada di depan matanya. Gedung yang mirip kastil itu dipenuhi oleh orang-orang seusia Chanyeol dan sudah pasti mereka adalah murid dari Akademi Empire. Chanyeol terus membiarkan matanya melihat dengan perlahan setiap sudut kastil itu karena sebentar lagi Chanyeol akan bersekolah di sini.

 

“Hei, Byun, siapa dia?” teriak seseorang begitu dilewati oleh Baekhyun dan Chanyeol.

 

“Calon murid yang aku jemput…”

 

“Manusia?”

 

Chanyeol hanya tersenyum mendengar pertanyaan-pertanyaan dari teman2 Baekhyun yang melihat dirinya dengan tatapan asing. Pertanyaan itu terdengar aneh karena apa alasan mereka menanyakan Chanyeol manusia apa bukan? Selama kaki Chanyeol masih menyentuh tanah, selama dirinya punya akal dan pikiran tentu saja dia seorang manusia.

 

“Mereka pasti heran dengan pakaian Seoul-mu itu… “ seru Baekhyun yang membuat Chanyeol langsung melihat dirinya sendiri. Dia masih mengenakan setelan jeans hitam, kaos oblong berwarna putih yang dilapisi dengan kemeja kotak-kotak berwarna ungu. Sedangkan anak-anak lain telah mengenakan seragam akademi mereka yang benar-benar mirip seragam Harry Potter. Baekhyun sendiri entah kapan dia sempat berganti pakaiannya dengan seragam itu.

 

“Kapan aku bisa mendapatkan seragamku?”

 

“Sebentar lagi… “

 

Baekhyun berhenti di depan sebuah ruangan. Pintu ruangan itu terlihat yang paling istimewa dari pintu-pintu lain yang dilewati mereka. Baekhyun pun mengetuk pintu itu lalu membukanya dan menarik Chanyeol masuk ke dalam ruangan itu. Sebuah ruangan klasik yang dipenuhi dengan buku-buku tebal, juga benda-benda antik lainnya. Itulah isi ruangan yang dimasuki Chanyeol saat ini. Tepat di tengah ruangan, berdiri dua orang pria yang tersenyum menyaksikan kehadiran Chanyeol. Baekhyun segera menunduk di depan mereka, lalu berdiri di samping pria yang tampak lebih muda, dan meninggalkan Chanyeol sendirian di tengah-tengah mereka.

“An… anyeonghasseyo!!” Chanyeol membungkukkan badannya 90 derajat. “Aku…”

 

“Tuan Park?”

 

“Nnn…ne… “

 

“Lihat Guru Kwon, bukankah kita seperti sedang melihat sosok Jungsoo di sini?” Master Yoo merangkul Chanyeol seakan-akan sebelumnya mereka pernah dekat.

 

“Mereka memang sangat mirip.”

 

“Anda kenal dengan uri-appa?”

 

“Tentu saja aku mengenal appa-mu! Bahkan seluruh Barnsteen mengenalinya. Dia sangat terkenal di sini, dan kau sebentar lagi juga akan terkenal.”

 

Chanyeol tidak tahu apakah dia harus senang atau tidak mendengar hal itu. Terkenal? Bagaimana bisa? Ini baru hari pertamanya di Barnsteen, dia juga baru mengetahui tentang jati dirinya semalam, dia pertama kalinya naik kuda terbang, bertemu dengan dua pria asing yang mengenali ayahnya, bahkan Chanyeol saat ini sedang mengkhawatirkan akan seperti apa tes masuk di sekolah ‘luarbiasa’ ini.

 

“Kau pasti lelah kan jika harus mendengar tentang semua hal yang harus kau ketahui? Tuan Byun, biarkan teman barumu ini istirahat dulu di kamarnya.

 

“Ye. Algeutseumnida… “

**********

 

 

 

 

 

“BYUN BAEKHYUN!!! “

 

Baekhyun tersentak kaget mendengar seseorang memanggilnya dengan sangat kasar. Dia bahkan tak berani menoleh ke belakang untuk memastikan siapa gadis yang memanggilnya itu. “Apa dia gadis berpipi tembem dengan mata bulat dan memakai bando yang warnanya sama dengan jam tangannya?” tanya Baekhyun sambil mematung.

 

“Ne… “

 

“Khajaa!!” Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan segera pergi dari sana.

 

 

 

“ YAA!! Byun Baekhyun!!! “

 

Gadis itu mengejar Baekhyun dan Chanyeol. Siapa dia? Dia sepertinya sangat marah dengan Baekhyun. Apa mereka pacaran dan sedang bertengkar? Entahlah, yang jelas mereka saat ini tengah berlari menelusuri koridor kastil namun…

“Awasss!”

 

Bukk!

Baekhyun yang mengerem langkahnya dengan mendadak membuat dirinya dan Chanyeol jatuh di depan seorang anak laki-laki yang tiba-tiba muncul di depan mereka. Anak laki-laki itu mengenakan seragam dengan warna yang sama seperti Baekhyun. Dia terlihat tampan. Matanya bulat, bibirnya membentuk gambar hati. Tapi tatapannya begitu serius sehingga membuat Chanyeol sedikit takut.

 

“Aiisshh… Kyungsoo-ah! Kau tidak merasa bersalah dan minta maaf pada kami? Apalagi pada dia…” kata Baekhyun sambil membantu Chanyeol berdiri. “Kau harus memberi sambutan yang baik untuk anak ba…” belum selesai Baekhyun berbicara, anak bernama Kyungsoo itu berjalan meninggalkan mereka. “Baik. Aku semakin penasaran, apa kekuatannya sih?”

 

“Siapa dia?”

 

“Kyungsoo. Do Kyungsoo. Dia seangkatan dengan kita. Anaknya memang misterius tapi sebenarnya baik. Ya setidaknya, dia adalah teman masa kecilku yang jauh lebih baik daripada Jangmi. Ckckck… Pokoknya Jangmi jauh lebih buruk dari pada dia.”

 

“Apa Jang-mi itu gadis yang mengejar kita tadi?”

 

“Ya.” Baekhyun mulai bersemangat saat membicarakan nama Jangmi. Tepat sebelum aku pergi ke Seoul dan menjemputmu, aku mencuri salah satu sepatu miliknya dan menaruhnya di locker milik Sehun. Hahaha. Anak itu kan menyukai Sehun. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana pipinya memerah saat harus mengambil sepatunya di locker Sehun.”

 

Chanyeol mengetuk bahu Baekhyun pelan. Lalu menunjuk ke belakang mereka. Di sana, berdiri seorang gadis berpipi tembem, bermata bulat, dan mengenakan bando yang warnanya sama dengan warna jam tangannya. Dia adalah Im Jangmi.

 

“BYUUUN BAEEKKKHYUUUNN!!!!!!!”

 

 

 

 

 

 

 

Tok! Tok! Tok!

 

Chanyeol mengetuk pintu kamar di hadapannya dengan sedikit deg-degan. Kira-kira siapa yang akan menjadi teman sekamarnya? Apa orang sebawel Baekhyun? Atau sedingin Kyungsoo? Yang jelas Chanyeol hanya ingin menambah jumlah temannya di negri asing ini. Dan pintu kamar nomor 109 itu pun terbuka.

 

“Anyeonghasseyo… “

 

Seorang anak laki-laki dengan kacamata dan rambut berantakan menyambut Chanyeol. “Hai? Apa kau Park Chanyeol?”

 

“Ne… “

“Jadi kau teman sekamarku? Ayo masuk… “

 

Kamar yang akan menjadi kamar Chanyeol adalah sebuah ruangan yang luasnya lima kali lebih luas dari kamar Chanyeol di rumah  Ny. Hong. Kamar untuk dua orang itu menyediakan masing-masing satu tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian dan semuanya terkesan klasik. Chanyeol sepertinya akan tidur di sisi sebelah kiri, dekat pintu masuk. Pasalnya sisi sebelah kanan kamar itu sudah dipenuhi dengan barang-barang milik Jongdae yang sebagian besar adalah pot-pot kecil berisikan benih tanaman.

 

“Kau sepertinya seorang maniak flora?” tanya Chanyeol sambil menyentuh sebuah bunga yang ada di dekat tempat tidur Jongdae.

 

“Ya. Dan aku berharap aku memiliki kekuatan Pan. “

 

“Pan? Apa itu Pan?”

 

“Astaga, kau tidak tahu Pan? Pan adalah salah satu kekuatan para Percy, kekuatan pengendali tumbuhan dan hutan. “

 

“Ng… maaf aku benar-benar tidak tahu. Aku baru tiba di Barnsteen hari ini.“

 

“Eoh? Kau tidak berasal dari Barnsteen?”

 

“Aku dari Seoul… tepatnya daerah Anyang.”

 

“Seoul? Anyang? Ah, maksudmu itu bumi? Tempat tinggal para manusia?” Jongdae sepertinya terkejut dengan kenyataan bahwa Chanyeol berasal dari bumi. “Jadi kau selama ini tinggal dan besar di bumi?”

 

“Apa itu terdengar aneh?”

 

“Tentu saja. Sangat jarang ada percy yang tinggal di bumi. Kecuali sepasang percy suami istri yang menjadi sejarah Barnsteen. Mereka meninggalkan Barnsteen setelah mengalahkan Titania, namun entah kenapa mereka malah pergi meninggalkan Barnsteen yang indah ini dan hidup di bumi. Lalu hidup menjadi manusia seutuhnya. Mereka bahkan mempunyai seorang anak. Dan aku yakin, kalau anak itu tinggal di sini dia pasti akan sehebat ayahnya dan mungkin akan menjadi Archille1 pilihan.”

 

Jongdae melihat wajah Chanyeol yang dipenuhi kebingungan. “Hahaha. Maaf, kau pasti bingung kan?”

 

“Ng… sedikit. Tunggu. Aku belum tahu siapa namamu?”

 

“Jongdae. Kim Jongdae.”

 

“Baik, Kim Jongdae. Apa kau tahu nama sepasang percy suami istri yang kau bilang meninggalkan Barnsteen itu?”

 

“Tentu saja. Nama mereka akan menjadi salah satu pertanyaan di pelajaran sejarah. Mereka adalah Park Jungsoo dan Hong Beom.”

 

“Mwo??“

Jongdae yang melihat Chanyeol kaget merasa mulai tahu tentang apa yang dibicarakan. “Tunggu. Kau bilang kau dari bumi dan namamu tadi…”

 

“Park Chanyeol. Dan Park Jungsoo juga Hong Beom adalah nama kedua orangtuaku…”

 

 

TO BE CONTINUED

17 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Archilless (Chapter 1)”

  1. Hahahah lucuuu bgt sih chanyeol jd inget film harry potter ma percy jackson pas awal2 mereka tau klo diri mereka berbeda.. Seruu thor lanjutkan fightingg nee!!!

  2. Epep nye keren aned !! Chanyeol nya bkin ngocok perut terus . Gak bisa negbayangin bila ada didunia nyata ? Mungkin bukan dia aja yang gila tapi pens nya juga ikut gila . Kocak banget .

  3. Gilaaa!!!!! Aku sukaaaa, bacaini benar benar membayang film percy dgn harry apalgi sekolah harry coba aja ada golongan gryfinddor dll hahah
    Tapi dari cerita narnia sih kayaknya belum ada yg sama dgn ff nya
    Tapi semangat yaaa^^

  4. Woah!!!!! Daebak!
    Oemji!!!!
    Keren bgt kak! Ini tidak seperti ff kebanyakan..
    Kyak! Di jadiin anak misterius,, keren lah… Hm… Kekuatan dio itu apa?? Bumi??… Hua…. Klw chanyeol?? Phonix? Api ?? Uahhhhh gk sabar nih kak!

    Yang semangat nulisnya! Jangan kelamaan postnya ne?? Fighting!!!!!!!

  5. Waaaww daebaakkk ^^
    seru seru seru cerita nya .. Lanjut thor jangan lama” yaa ntar keburu lumutan nih nunggu nya :v

    fighting authorrr ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s