[EXOFFI FREELANCE] Red Hot (Chapter 16)

PICT.jpg

twitter : @priciliaab

Tittle/judul fanfic: RED HOT

Author: Icil

Length: Chaptered

Genre: Romance, School-life

Rating: PG-15

Main cast : Park Chanyeol , OC , Do Kyung Soo , additional cast bisa dicari sendiri diceritanya.

Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, hasil imajinasi penulis. Apabila terjadi kesamaan tokoh dan lokasi, mungkin kita jodoh hahaa

HAPPY READING ~~


PREVIEW

Ayah jasmine membelalakan matanya tak percaya hal ini akan terjadi lagi pada anaknya. Ayah jasmine bergegas keluar ruangan rawat, lalu memanggil dokter denga nada khawatir.

“Euisa –“

Sedangkan ibunya hanya memandang kaget kearah jasmine sambil membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, juga menahan airmata.

“mom .. ada apa ini?”

 

RED HOT CHAPTER 16

 

 

“sepertinya ingatan jasmine mundur sangat jauh, kembali kurang lebih 2 tahun yang lalu.” Ujar luhan euisa.

“apaa?? tapi bagaimana bisa??” ayah jasmine tak percaya.

“akibat benturan yang cukup keras dikepalanya, menyebabkan luka disini.” luhan menunjuk suatu spot di hasil xray kepala jasmine.

Ayah jasmine memijit dahinya, perasaannya campur aduk. Senang karena jasmine bisa selamat setelah koma selama 3 hari, tapi juga sedih karena lagi-lagi anaknya mengalami amnesia seperti ini.

“apa yang harus ku lakukan? Adakah cara untuk menyembuhkannya?”

“kupikir aku akan melakukan operasi, tapi saat ini kondisinya sangat tidak memungkinkan. Mengingat dia baru saja bangun dari koma. Sebelum saat untuk operasi itu tiba, kau harus rajin membawa jasmine kesini. Dan pastikan tidak membuat traumanya bertambah, itu akan semakin memperburuk keadaannya.”

“dan satu lagi, kuharap anda bisa tetap tegar walau seberat apapun kondisinya karena saat ini jasmine sangat membutuhkan dukungan anda dan keluarga.”

 

“apa kau benar-benar tak mengingatku?” namja dihadapan jasmine menatap jasmine dengan lekat, sedikit mengiba.

Jasmine menggeleng pelan.

“kau tidak sedang berbohong padaku karena kejadian itu kan?”

“kejadian? Kejadian apa?” tanya jasmine.

Percakapan mereka terhenti saat suara pintu terbuka mengagetkan mereka. Dan jasmine melihat beberapa orang masuk kedalam ruangan rawat inapnya.

“urii jasminee.” Seorang gadis masih berpakaian sekolah menghapirinya dan memeluknya.

“aku senang kau sudah siuman, kami merindukanmu.” Ujar minyoung.

“aku benci mengakuinya, tapi kali ini aku memang merindukanmu, merindukan pukulanmu lebih tepatnya.” Ujar sehun asal. Membuat semua orang yang ada diruangan itu tertawa kecuali jasmine dan chanyeol.

Jasmine hanya diam, dia memperhatikan semua orang yang ada disekelilingnya, melihatnya satu persatu dengan seksama. Ada satu orang yeoja dan tiga orang namja kecuali chanyeol. Lalu salah seorang diantara mereka menghampirinya.

“apa semuanya baik-baik saja?” tanya kyungsoo. Chanyeol memandang kyungsoo penuh kesal.

“kami tak sengaja bertemu dengannya di lobby rumah sakit.” Baekhyun menjelaskan tanpa diminta.

“apa kalian teman-temanku?” pertanyaan jasmine membuat seisi ruangan membelalakan matanya tak percaya.

 

@ Sehun’s Apartment

“MWOOO??!” teriak semuanya kompak saat chanyeol menceritakan apa yang terjadi pada jasmine.

“bagaimana ini bisa terjadi?” tanya sehun.

“jasmine sebelumnya memang pernah mengalami hal seperti ini, itu sebabnya orang tuanya membawanya ke korea. Dan sepertinya traumanya belum sembuh, ditambah lagi luka dikepalanya.” Ujar chanyeol lemah.

Minyoung yang sedaritadi merasakan panas dimatanya akhirnya tak dapat menahan air bening yang keluar dari matanya, lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“ini semua salahku. Seandainya saja jasmine tidak membelaku, hyemin tak akan mungkin membencinya, dan hal ini tak akan terjadi.”

“tenanglah young-ah.”

“ini salahku, harusnya aku tak perlu masuk dalam kehidupan hyemin. Dia juga hancur karenaku.”

“young-ah –“

“aku tak seharusnya ada disini, diantara kalian. Tak seharusnya ak—“

“Park Min Young !!!” baekhyun menaikan nada bicaranya, mengeratkan pegangan tangannya pada bahu minyoung.

“ini bukan salahmu, jadi berhentilah merasa bersalah pada apapun yang terjadi disini –”

“kumohon –“ tambah baekhyun mengiba.

Minyoung terdiam, lalu baekhyun menarik tubuh minyoung kedalam pelukannya.

“aku yang salah –“

“aku yang seharusnya disalahkan dalam kejadian ini, aku telah membuat wanita yang kucintai menangis dan terluka.” Ucap chanyeol, matanya nanar menatap keluar jendela.

“apa yang harus kulakukan ? bukankah aku pria yang jahat? Melukai wanita yang ku cintai?”

“sudahlah yeol, sekarang bukan waktunya untuk menyesalinya.” Ujar sehun.

Chanyeol terlihat menahan supaya airmatanya tak jatuh. Sampai akhirnya dia tak tahan lagi, meraih jaket dan kunci mobilnya lalu berjalan keluar dari apartemen sehun.

“chanyeol, park chanyeol, jangan melakukan hal bodoh, chan—“ teriak sehun sia-sia karena chanyeol sudah menghilang dibalik pintu.

 

@ Seoul Hospital

 

“bagaimana keadaanmu lee jasmine?” tanya luhan euisa sambil menyorotkan sebuah senter kecil kearah bola mata jasmine.

“tak pernah lebih baik dari hari ini.” jasmine tersenyum.

Tentu saja dia tersenyum karena hari ini dia sudah diperbolehkan pulang oleh luhan. Dengan segala persyaratan yang mengikatnya tentunya. Seperti makan dan minum obat tepat waktu, kontrol rutin dan bla bla bla …. tak bisa disebukan satu persatu.

“kau ingatkan apa saja pesanku?”

“tentu saja, euisa tak perlu khawatir. Aku telah mengingat semuanya.” Jasmine mengedipkan matanya.

“jaga dirimu baik-baik, karena aku tak ingin sering-sering bertemu denganmu.” Luhan mengacak rambut jasmine.

“kenapa semua orang suka sekali mengacak rambutku?” protes jasmine.

“benarkah? siapa yang suka melakukan itu padamu?”

“eemmm entahlah, aku hanya mengingat seseorang sering melakukan itu padaku. Terlintas begitu saja dikepalaku.”

Luhan tersenyum. “chaa !! sudah selesai, kau boleh pulang sekarang.”

“euisa, boleh aku bertanya sesuatu?”

“apa? katakan saja?” jawab luhan sambil membereskan stetoskop dan peralatan lainnya.

“berapa umur euisa?”

Ayah dan ibu jasmine terkejut dengan pertanyaan spontan jasmine. “kau tidak seharusnya bertanya seperti itu sayang.” Ucap ayah jasmine.

Membuat luhan tertawa. “tak apa paman. aku berumur 27 tahun. kenapa? Kau menyukaiku?” goda luhan.

“kau memang tampan sih, tapi itu tak cukup membuat jantungku berdegup kencang saat didekatmu.” Jawaban jasmine membuat luhan makin terbahak.

“wah, tak ku sangka aku ditolak oleh remaja kecil sepertimu.”

“hush mine, kau tak boleh berkata seperti itu.”

“haha tak apa bi” luhan menenangkan ibu jasmine. “lalu beritahu aku siapa yang bisa membuat jantungku berdegup kencang?”

“eemmm, ayahku.. dia yang tak pernah melepaskan genggaman tangannya hingga aku bisa siuman. Iaa kan yah?” tanya jasmine.

“eoh, ayah tak ingat. Sepertinya bukan ayah yang menggenggam tanganmu saat kau siuman.”

“mungkin chanyeol?” celetuk ibu jasmine.

“aahh pemuda yang membawamu kerumah sakit itu? apa dia pacarmu?” tanya luhan spontan.

“chanyeol… ?” jasmine terdiam mencoba mengingat nama itu, dan yang dia ingat hanya saat dia siuman chanyeol memang berada didekatnya.

Melihat jasmine yang sudah menyerengitkan dahinya karena kesulitan untuk mengingatnya, luhan mengalihkan pembicaraan. “tapi sudahlah, kau harus mencoba mengingatnya pelan-pelan, jangan terlalu dipaksakan nanti kau sakit, arra?” ucap luhan mengagetkan jasmine.

“eo..eoh arraseo—“

“—luhanie oppa ^^” tambah jasmine.

 

“mau sampai kapan kau kabur seperti ini park chanyeol?!!”

“kenapa kau jadi pengecut seperti ini hahh?”

“harusnya kau yang menjemputnya hari ini, harusnya kau yang menemaninya !!”

Chanyeol bermonolog didalam kamarnya, setelah diam-diam mengamati jasmine saat dia keluar dari rumah sakit. Dia terduduk disamping ranjangnya, memeluk kedua lututnya. Kenyataan bahwa dia gagal menjaga orang yang sangat dia cintai sangat menghancurkan hatinya.

“aku tak ingin melihatmu makin terluka karena keberadaanku.”

 

 

Setelah selama dua minggu jasmine tak masuk sekolah karena insiden itu, akhirnya hari ini jasmine diperbolehkan untuk kembali duduk didalam kelasnya. Ayah jasmine sudah menceritakan semua kondisi jasmine pada pihak sekolah, agar dapat membantunya untuk mengejar ketertingalan selama dua minggu kemarin.

“apa chanyeol sudah mengabarimu?” tanya baekhyun pada sehun. Mereka berdua terduduk lemas dikursi masing-masing karena chanyeol menghilang semenjak kejadian dia pergi begitu saja dari apartemen sehun.

Sehun menggeleng.

Hyemin yang juga memiliki andil dalam insiden ini sudah tak pernah terlihat lagi batang hidungnya. Dia kabur dari rumah, entah apa tujuannya.

Tak lama jasmine masuk kedalam kelasnya. Semua mata tertuju pada jasmine. tentu saja, pasti diotak semua anak yang ada dikelas penuh dengan tanda tanya. ‘apa dia benar amnesia?’ ‘apa yang terjadi padanya?’ benarkan ini ulah hyemin?’.

Jasmine hanya berjalan lurus kearah kursinya setelah salah seorang guru memberitahu dimana kusinya berada tanpa menoleh kekanan atau ke kiri. Jasmine duduk dengan tenang, lalu mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya.

Karena chanyeol tak ada, minyoung berinisiatif duduk disamping jasmine. “hai, bagaimana keadaanmu?”

Jasmine menoleh kearah jasmine seraya tersenyum. “tak pernah sebaik ini. kau tau? sangat membosankan berada dirumah seharian tanpa melakukan apapun. Aku senang bisa kembali lagi kesini.”

Minyoung tersenyum lega. “kau sama sekali tak berubah, si cerewet berlapis keangkuhan.”

“maksudmu?”

“kau tak sadar, betapa angkuhnya wajahmu saat kau masuk kekelas tadi. Lalu sejurus kemudian tersenyum manis dan banyak bicara padaku. Kau benar-benar tak berubah, aku rindu padamu.” Minyoung memeluk jasmine, memeluknya seperti sudah seratus tahun lamanya tak bertemu.

“benarkah?”

Minyoung mengangguk sambil tetap memeluk jasmine.

“park minyoung…”

Minyoung melepaskan pelukannya, beralih menatap jasmine. “ada apa?”

“maukah kau membantuku? Aku ingin segera mengingat semuanya.”

Minyoung terdiam sebentar. “tentu saja, aku akan memberikan seluruh waktuku untuk membantumu. Kau hanya tinggal memanggil atau menelfonku jika kau perlu sesuatu, ok?”

Jasmine tersenyum, mengangguk.

Saat jam istirahat berlangsung, jasmine menolak ajakan minyoung untuk pergi kekantin. “aku makan disini saja, lagipula sangat tidak nyaman saat kau makan lalu semua orang menatap aneh kearahmu bukan ?” Jasmine merasakan hal itu semenjak dia datang kesekolahan tadi pagi.

“benarkah? kalau begitu aku akan menemanimu disini.” Ucap minyoung.

“sudahlah kau pergi saja, aku tak ingin melihatmu mati kelaparan nanti.” Canda jasmine.

Setelah minyoung dan yang lainnya pergi ke kantin, jasmine hanya sendirian dikelasnya. Dia meraih kotak makan yang dibawakan ibunya, lalu meletakkannya diatas meja. Lalu seseorang duduk tepat disampingnya.

“kau tak ke kantin?”

Jasmine menoleh kearah sumber suara, dan mendapati kyungsoo disampingnya. “ahh kyungsoo sunbae”

“kenapa? Dari nada bicaramu kau terdengar kecewa saat melihatku disini.”

Yaa jasmine memang merasa sedikit kecewa, entah kenapa jasmine merasakan dia mengharapkan kehadiran orang lain. Tapi pikirannya tak mampu menemukan siapa orang yang diharapkannya.

“tidak, sama sekali tidak. Aku hanya… terkejut.”

“apa aku mengagetkanmu?” jasmine menggeleng pelan.

“lalu ada apa sunbae kesini?”

“aku kesini sengaja ingin menemuimu. Dan seharusnya kau tak lagi memanggilku sunbae. Panggil aku oppa.”

“op..oppa?”

“eoh !” kyungsoo mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan singkat yang jasmine kirim padanya untuk memanggilnya ‘oppa’. “lihatlah, kau sudah menyetujui untuk memanggilku oppa. Jadi panggil aku ‘oppa’.”

Jasmine lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya saja. “boleh aku bertanya sesuatu padamu sun .. oppa” ucap jasmine agak canggung untuk memanggil kyungsoo dengan sebutan ‘oppa’.

“kenapa kau sangat perhatian padaku? Apa sebelumnya kita memang sangat dekat?”

Kyungsoo terdiam sesaat. “eoh, kita sangat dekat. Kau bisa lihat diponselmu –“

“ponselku hilang saat kecelakaan itu. jadi ini hanya ponsel baru yang kosong.” Ucap jasmine seraya memperlihatkan ponselnya pada kyungsoo.

“ahh begitu, kalau begitu kau kita lihat ponselku saja.” Kyungsoo memberikan ponselnya pada jasmine, lalu jasmine membuka galeri foto.

“kita satu klub beladiri. Lihatlah yang ini, apa kau tau kenapa kau berekspresi seperti ini? ini saat kau dikalahkan oleh salah satu seniormu, kau tak terima lalu meminta pertandingan diulang. Itu hal yang sangat lucu.”

“kau orang yang sangat kompetitif, dan ambisius, kau benci menjadi yang nomor dua.” Tambah kyungsoo. Jasmine terlihat sangat serius melihat galeri foto itu,hanya terdapat beberapa fotonya dan video demo beladiri. Sama sekali tak ada foto kyungsoo didalamnya.

“ini …” jasmine terhenti pada satu foto. Foto selca yang dia ambil untuk ditunjukkan kepada teman-temannya di indonesia. Fotonya bersama kyungsoo. Jasmine melihat dirinya difoto itu tersenyum dengan sangat manis, mendekatkan pipinya pada pipi kyungsoo.

Bagaimana kyungsoo memiliki foto itu ? tentu saja dia mencurinya tanpa sepengetahuan jasmine. terlebih lagi jasmine bukan tipe orang yang suka mengunci ponselnya, karena menurutnya itu buang-buang waktu untuk mengingat sederet angka tak penting.

“ahh itu, sejujurnya aku sangat tidak suka berfoto tapi kau memaksaku. Kau bilang kau ingin memamerkan foto itu pada temanmu.” Jawab kyungsoo sambil mengaruk lehernya yang tidak gatal.

“sepertinya aku sangat dekat dengannya –“

 

“yaakk !! park chanyeol !! mau sampai kapan kau mengurung diri dan membolos sekolah eoh ??” ibu chanyeol menggedor pintu kamar chanyeol agak keras.

“chanyeol keluarlah, apa yang terjadi?”

“ibu mengkhawatirkanmu nak.” Ibu chanyeol melunak.

“apa kau bertengkar dengan jasmine? kenapa kau malah mengurung diri dirumah, keluarlah ibu mohon.”

Hanya kesunyian yang membalas perkataan ibu chanyeol. Sudah seminggu semenjak chanyeol terakhir kali keluar untuk melihat keadaan jasmine. ibu chanyeol masih berdiri didepan kamar anaknya.

TING TONG ~~

Ibu chanyeol beranjak dari kamar chanyeol, menuju kepintu untuk mengecek siapa yang datang.

“selamat malam bi, apa chanyeol ada dirumah?”

“ohh sehun baekhyun, sukurlah. Ayo masuk.” Ibu chanyeol mempersilahkan keduanya masuk. “chanyeol sudah seminggu ini tak keluar dari kamarnya.”

“benarkah? kami sudah berusaha menghubunginya selama seminggu ini bi, tapi ponselnya dimatikan. Kami sudah berkeliling seoul untuk mencarinya, syukurlah jika dia ada dirumah.” Jelas baekhyun.

Ibu chanyeol memandu sehun dan baekhyun menuju kekamar chanyeol. “sebenarnya apa yang terjadi padanya?”

“akan ku ceritakan nanti bi. Boleh kami masuk sekarang?” ibu chanyeol mengangguk, baekhyun mulai mengetuk pintu kamar chanyeol.

“chanyeol-ah, buka pintunya. Ini aku baekhyun. Buka pintunya yeol.”

Pintu kamar chanyeol tetap bergeming, tak ada reaksi apapun dari kamar chanyeol.

“mau sampai kapan kau kabur seperti ini huuh? Kalau kau tetap diam aku dan baekhyun akan mendobrak pintu kamarmu.”

“bibi tunggu dibawah saja, biar kami yang atasi ini.” jelas baekhyun. Dengan wajah khawatir, ibu chanyeol meninggalkan baekhyun dan sehun didepan kamar chanyeol.

“chanyeol-ah buka pintunya, ayo kita pikirkan semuanya bersama.” Teriak baekhyun.

“baiklah, aku akan mendobrak pintunya. Satu .. dua.. ti—“ hitungan sehun berhenti saat mendengar suara pintu berdecit, perlahan membuka. Sehun dan baekhyun melesat kedalam kamar chanyeol.

“ohh astaga park chanyeol apa yang terjadi padamu.” Baekhyun dan sehun ternganga tak percaya dengan pemandangan yang ada dihadapannya.

Yaa chanyeol terlihat sangat buruk, rambutnya acak-acakan, kantung matanya menghitam. Walaupun dia tidak mengobrak-abrik kamarnya, tetap saja kamar itu terlihat berantakan.

“tanganmu –“

Terlihat darah yang sudah mengering ditangannya. Yaa, chanyeol dengan sangat konyolnya memukul kaca yang ada dikamarnya. Baekhyun segera meraih tangan kanan chanyeol yang terluka.

“sehun ambilkan aku air, handuk dan perban.”

Chanyeol tetap bergeming saat baekhyun dengan cekatan membersihkan luka serta menutup lukanya dengan perban.

“apa maumu?” ucap sehun langsung to the point.

“kau tau, kau terlihat sangat menyedihkan.” Chanyeol menatap sehun.

“ooh sehun turunkan nada bicaramu.” Titah baekhyun.

“apa ini yang kau sebut mencintai huh? Kabur begitu saja setelah membuat orang yang kau cintai terluka? Kau sebut itu cinta huuhh?”

Chanyeol menarik tangannya yang sedang diobati baekhyun, lalu beralih menghadap pada sehun.

“kau pengecut !!”

Chanyeol terperanjak dengan ucapan sehun, tenggorokannya tercekat. Lalu dia beranjak dari duduknya, hendak menghampiri sehun. “apa katamu?”

“KAU PENGECUT !!”

BUUGHH –

Chanyeol mendaratkan pukulannya pada pipi sehun, membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah dari ujung bibirnya. Sehun mengeluarkan smirknya kearah chanyeol, chanyeol menghampiri sehun lalu menarik kerah baju sehun dengan kedua tangannya.

“KAU PIKIR INI MUDAH HUUH? Melihat wanita yang kau cintai terluka dihadapanmu? Menangis kesakitan dihadapanmu? Hilang ingatan? Dan itu semua karenamu!! APA KAU BISA TAHAN ???”

“aku mencintainya. Aku sangat .. mencintainya.” Chanyeol menundukkan kepalanya, menahan agar airmatanya tak jatuh dari tempatnya.

Chanyeol menurunkan nada bicaranya, melepasan genggaman tangannya dari kerah baju sehun. “aku tak ingin menyakitinya. Dan saat dia melupakanku, ku pikir aku harus merelakannya kembali pada dunianya sebelum bertemu denganku. Dia sudah sangat menderita sebelumnya, bagaimana mungkin aku membuatnya menderita lagi untuk yang kedua kalinya. Aku tak berhasil menjaganya.” Chanyeol tertunduk, tak mampu menahan airmatanya.

Sehun menghampirinya, lalu menarik kerah baju chanyeol. “KALAU BEGITU, BERJUANGLAH BERSAMA!!!”

“apa kau tak memikirkan perasaannya? Dia mengorbankan dirinya untuk melindungimu. Kenapa kau tak melakukan hal yang sama padanya?”

“Dia membutuhkanmu. Bagaimana kau bisa membiarkannya berjuang sendirian melewati semuanya? Sadarlah park chanyeol. Kau satu-satunya orang yang bisa membantunya.”

“aku .. aku merasa sangat kasihan padanya. Kau tau? Setiap hari orang-orang disekolah menatapnya dengan aneh. Dia tak pernah lagi pergi kekantin atau keluar dari kelas, dia menghindari interaksi dengan murid lain.” Sehun mengendurkan genggaman tangannya dari kerah baju chanyeol.

Baekhyun menghampiri chanyeol dan sehun. Menepuk bahu chanyeol pelan, lalu berjalan kearah sehun untuk membantunya berdiri. “benar apa yang dikatakan sehun. Kalau kau memang mencintainya, bersikaplah sebagaimana mestinya. Meninggalkannya seperti ini bukan solusi untuk membuatnya bahagia. Pikirkan baik-baik park chanyeol, kembalilah, dan berjuanglah bersamanya.”

 

@ Jasmine’s House

 

“ada apa mine? Aku sangat khawatir saat ku menelfonku tadi.”

“tidak ada apa-apa sih, aku hanya butuh bantuanmu.”

“bantuan? Bantuan apa, katakan saja.”

“aku ingin segera mengingat semuanya. Aku merasa sangat tidak nyaman karena tak bisa mengingat apapun.”

“baiklah, jadi aku harus mulai darimana?”

“kau kan sudah banyak cerita bagaimana sifat dan kebiasaanku. Aku sangat penasaran, siapa sebenarnya kyungsoo sunbae itu?”

“entalah, aku tak bergitu mengenalnya. Yang aku tau hanya kau dan kyungsoo sunbae adalah rekan dalam klub beladiri. Aku juga sering melihatmu bersamanya. Emm maksudku, kau lumayan sering mengobrol dengannya.”

Jasmine ber-ohh-ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “apa dia namjachinguku?”

“namjachingu? Aniyaa, tentu saja bukan.”

“jadi dia bukan pacarku?!” batin jasmine.

Lalu jasmine teringat satu nama, nama yang sering sekali disebut oleh orang-orang disekitarnya.

“park chanyeol! Siapa park chanyeol?”

“dia orang yang paling dekat denganmu.. dia namjachingumu.” Jasmine terdiam.

 

“aku mencintaimu –“

“—jadilah yeojachinguku”

“kau baik-baik saja, apa kau terluka? –“

“taman itu akan jadi milikmu, Ny. Park –“

“—Ny. Park..”

 

Beberapa kilasan kejadian muncul begitu saja dikepala jasmine tanpa diminta. Potongan-potongan cerita yang membuat jasmine semakin tak mengerti.

“park chanyeol .. siapa park chanyeol??”

 

Jasmine memejamkan matanya, lalu sebuah rasa sakit yang besar menghantam kepala jasmine. jasmine memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

“aarghh”

“mine, mine apa kau baik-baik saja? Haruskah aku memanggil ibumu?” jasmine meraih pergelangan tangan minyoung sebelum dia benar-benar memanggil ibunya.

“jangan!! .. aku baik-baik saja.”

 

“apa menurutmu hari ini chanyeol akan datang?” sehun menyenggol siku baekhyun yang sedang menyalin pelajaran.

“seharusnya sih dia datang. Kata-katamu kemarin, sungguh aku tak menyangka bisa keluar dari mulut orang sepertimu.” Baekhyun tertawa sambil menutup mulutnya.

“akupun tak menyangka –“

“—hei tunggu, apa kau baru saja mengejekku?”

Lalu shin seonsaeng masuk kedalam kelas. “keluarkan pekerjaan rumah kalian.”

“dia tak datang. Padahal aku sudah menyuruh minyoung untuk tidak duduk disamping jasmine.” baekhyun mendengus pelan.

“aku heran, apa yang sebenarnya ada diotak chanyeol?” sehun mengambil buku PR nya, lalu meletakkannya diatas meja.

“maaf aku terlambat.” Ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam kelas.

“sudah ku bilang, chanyeol pasti datang.” Sehun dan chanyeol berhigh-five seraya tersenyum kearah jasmine.

Chanyeol yang baru saja datang, langsung menduduki tempat kosong disamping jasmine. Jasmine menoleh kearah chanyeol cukup lama. Tanpa disadari jantungnya berdegup kencang, lebih kencang dari biasanya, lebih kencang daripada saat dia didekat luhan taupun kyungsoo.

“apa ada sesuatu diwajahku?” chanyeol berucap tanpa menoleh kearah jasmine.

“aa..ahh maafkan aku.” Jasmine memalingkan wajahnya, kembali fokus pada buku-buku dihadapannya.

 

“entah yang kulakukan ini benar atau salah, maafkan aku. Sulit bagiku untuk menatapmu, mine.”

“Sekarang aku hanyalah orang asing bagimu. Apa kau baik-baik saja?”

 

Saat jam istirahat berlangsung, chanyeol meninggalkan jasmine dikelas sendirian. hatinya masih belum sanggup untuk melihat gadisnya. Gadisnya terluka dan kenyataan bahwa jasmine melupakannya juga sangat menyakitkan baginya.

Semenjak chanyeol tidak ada, kyungsoo jadi lebih sering mendatangi jasmine. menemaninya makan siang atau hanya sekedar membaca buku diperpustakaan. Jasmine benar-benar menutup dirinya dari orang lain. Dan siang ini pun kyungsoo tak absen untuk menemani jasmine makan siang.

“ini ku bawakan susu strawberry untukmu. Kau pasti bosan selalu meminum rasa coklat.”

“terima kasih sun.. oppa.” Jasmine tersenyum miring karena lagi-lagi dia lupa kalau harus memanggil kyungsoo dengan sebutan ‘oppa’.

Jasmine meraih kotak susu yang diberikan oleh kyungsoo untuk menutupi kegugupannya pada kyungsoo. Dia membuka tutup kemasan susu itu, bersiap untuk memasukkan cairan berwarna pink itu kedalam mulutnya. Tapi sepasang tangan menghentikannya.

“jangan minum itu, kau minum saja ini.” chanyeol merebut kotak susu itu dari tangan jasmine, lalu menggantinya dengan jus jeruk. Tentu saja chanyeol melarangnya minum itu karena chanyeol tau kalau jasmine alergi strawberry dan hanya menyukai susu coklat.

“kalau kau sudah tak ada urusan, pergilah dari sini. Aku ingin duduk ditempatku.” Titah chanyeol. Kyungsoo menatap chanyeol tajam, tatapan yang sudah biasa meraka lakukan dulu.

Kyungsoo berdiri dari kursi chanyeol. “aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik eoh.” Ucap kyungsoo sebelum meninggalkan jasmine dikelasnya.

“jaga diri baik-baik apanya, cih …”

“apa kau mengatakan sesuatu chanyeol-ssi?”

Chanyeol memilih untuk tak menjawab pertanyaan jasmine. sungguh menyebalkan melihat kyungsoo mendekati jasmine seperti itu dihadapannya. Ingin sekali rasanya dia memukul wajah kyungsoo dengan kedua tangannya, tapi itu tak mungkin dilakukan mengingat jasmine ada dihadapannya dan takut akan mempengaruhi psikologisnya. Chanyeol tak sebodoh itu.

Jam pelajaran pun selesai, tapi jasmine dan chanyeol masih sama-sama sibuk dengan buku mereka masing-masing. Chanyeol tentu saja harus belajar lebih banya karena sudah seminggu membolos sekolah, begitu juga dengan jasmine. hingga tak terasa surya sudah bersembunyi dibelahan bumi yang lain. Chanyeol baru menyadari kalau jasmine telah tertidur disampingnya, karena (tak sengaja) menunggunya.

Chanyeol melihat gadisnya tertidur, wajahnya terlihat sangat manis. Sekuat tenaga chanyeol menahan tangannya agar tak mengelus atau memeluk wanita kesayangannya itu. alih-alih membangunkannya, chanyeol justru mengelus pipi jasmine lembut.

“mine.. lee jasmine, bangun.”

Jasmine membuka matanya. “eoh .. kau sudah selesai?”

“kenapa kau tak pulang?”

“kau menghalangiku.”

“…..” mereka terdiam selama beberapa detik.

“aku hanya bercanda, aku sedang bosan dirumah. Jadi kupikir tinggal sedikit lebih lama disini tak masalah.”

“….” lagi-lagi kesunyian bersarang diantara mereka. Chanyeol terlihat sedang berfikir, apa kalimat yang tepat untuk dikeluarkan.

“maafkan aku –“ chanyeol menundukkan kepalanya.

“nde ??”

“aniya .. ayo ku antar kau pulang.”

“aa..ahh tidak perlu, aku naik bis saja.” Jasmine tersenyum kearah chanyeol, lalu segera merapihkan buku-bukunya yang masih berantakan diatas meja.

Chanyeol terdiam, senyuman itu benar benar senyuman yang sangat dirindukannya. Senyuman yang selama ini dinantikannya. Tanpa diminta ingatannya memutar semua kenangan manis yang telah mereka lalui berdua, ingatan dimana senyuman itu selalu menghiasi bibir jasmine, wanita yang sangat dicintainya.

“chanyeol-ssi .. chanyeol-ssi” jasmine melambai-lambaikan tangannya kearah wajah chanyeol yang sedang melamun.

“apa dia sedang melamun? Menyebalkan sekali -.-“ setelah menunggu cukup lama tetapi chanyeol tetap bergeming ditempatnya, akhirnya jasmine memutuskan untuk mendorong meja dibelakang chanyeol supaya bisa keluar. “eegghh, kenapa meja ini begitu berat.”

Setelah berhasil keluar, lagi-lagi jasmine melambaikan tangannya kedepan wajah chanyeol. “chanyeol-ssi, apa kau baik-baik saja? Aahh sepertinya ini tidak bekerja, baiklah kalau begitu aku duluan.”

Belum ada selangkah jasmine beranjak dari tempatnya, tangan chanyeol berhasil meraih tangan jasmine lalu menarik tubuh mungil wanita ini kedalam pelukannya.

Waktu seakan berhenti, jasmine melebarkan tatapan matanya. Kesunyian makin membuat pelukan itu semakin hikmad. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir mereka berdua, seakan setiap kata yang keluar akan menghancurkan suasana.

Pelukan itu seakan menghancurkan segala kecanggungan yang ada, meruntuhkan segala kerinduan yang selama ini bersarang dalam diri chanyeol, dan tanpa disadari jasmine juga merasakan hal yang sama. Saat chanyeol mengeratkan pelukannya, jasmine merasakan matanya memanas.

‘aku tak mengerti apa ini, kenapa jantungku berdetak sangat cepat ><’

“Tapi aku merindukan … ini.’ Batin jasmine. Otak jasmine berkata ini tidak seharusnya terjadi, tapi hati dan tubuhnya berkata sebaliknya dengan membalas pelukan chanyeol. Jasmine melingkarkan tangannya pada pinggang chanyeol, membenamkan wajahnya di dada chanyeol.

“maafkan aku .. mine.”

“….”

Kata-kata chanyeol berhasil membuat airmata jasmine mengalir di pipinya. Entah kenapa dadanya terasa sangat sesak saat mendengar permintaan maaf dari chanyeol.

 

 

TBC

Im so sorry for very late uptade, i hope yall enjoy the story :’)

Makasih banyak buat yang udah nungguin ff ini, dan buat yang gga bosen ingetin aku buat terusin ff ini, makasih banyaakk :*

Oia gimana nih LuxionINA ?? udah pada dapet tiketnya kaahh ?? hehehee

Sampe ketemu di chapter selanjutnya *ketjup jauh*

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Red Hot (Chapter 16)”

  1. ㅠ~ㅠ baru tau kalo komenku ga ke kirim ㅠ~ㅠ syedih pala yoon, pusing ati yoon –”
    Baca lagi aah :v
    chanyeol sedikit lengah kyungsoo pun dengan gesit mengambil alih :v
    dokter luhan jangan baver ya :v mine cuman goda >~< jadi sampe next chap belum update mereka tetep pelukan wkwkwk

  2. Huaaa~😢 akhirnya mie ingat namchinnya😊😊😅
    Duh.. . Gk sabar nunggu kelanjutannya😤😍😍
    #chanyeol❤💙💛💚

  3. meski lagi amnesia tapi tetap perasaan dan hati tidak bosa di bohongin
    next thor di tunggu jangan lamam lama yah semangat

  4. Yeeyyy akhirnya dipost juga 🙌
    Huhh kenapa chanyeol malah ngejauhin jasmine kan jadi dimanfaatin sama kyungsoo buat deketin jasmine..gemes deh

  5. Kyungsoo memanfaatkan jasmine yang tak bisa mengingat chanyeol dan mendekatinya. Ugh sangat menyebalkan apalagi chanyeol merasa bersalah gitu. Aku gak tahan lihat mereka seperti itu. Next chapternya ya

  6. aaaaaa!! akhirnya dipost juga. Udh lma nih nungguinnya. aaa nambah keren dan seru deh ff nya. Semngat terus dan jngn lma-lma ya ka post nys hehehehe 😀 FIGHTING!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s