[EXOFFI FREELANCE] The Misty Roses (Chapter 6)

image

Title : The Misty Roses chapter 6
Author : UHanE
Length : Chapter
Main Cast/ Additional Cast : Han Jin Yi(OC), Byun Baekhyun(EXO), Kim Kai (EXO), Yura (OC), HanBin(IKON), SeolHyun(AOA)

Genre : romance,angst, action?, other, find by yourself
Rating : general
Disclaimer : FF ini sangat sangat murni hasil dari pemikiran dan imajinasi aku sendiri, jika terdapat kesamaan dengan yang lain itu adalah unsur ketidaksengajaan, don’t be plagiator!!!!!
hargai karya orang lain. Okay. Selamat membaca ^^

Han Jin Yi Pov..
“ huwaaa… aku kenyang.. teriakku bahagia, setelah minum obat maag yang dibelikan baekhyun dan selesai makan , sakit nya lumayan berkurang, perihnya tidak terlalu seperti tadi.
“ bagaimana? Tanya baekhyun. Aku baru sadar dia ada di hadapanku saat ini.
Emm, kalian tau aku sekarang dimana? Mungkin para fangirl baekhyun akan membully ku habis habisan jika mereka mengetahui aku dimana sekarang padahal aku hanya orang asing baginya.
Ya sekarang aku berada di apartemen seorang byun baekhyun.
“ eum, sudah baikan, perihnya sudah berkurang.
“ syukurlah.. ujarnya, aku melihat kelegaaan di wajahnya, dan itu membuatku sedikit heran dengan tingkahnya seperti ini.
“ em,, baekhyun ssi, sebelumnya aku sangat berterima kasih kau sudah menolongku,maaf aku merepotkanmu, seharusnya tadi aku tidak minta tolong padamu, padahal kau sibukkan?. Sekali lagi terima kasih dan maaf,
“ gwenchana.. aku benar benar tidak apa. Balasnya.
“ aa, tapi ada yang ingin kutanyakan, kenapa kau mau membantuku? Padahal kita hanya bertemu 2 kali, dan aku hanya orang asing bukan, aku hanya seorang pelayan, dan seharusnya aku bukan apa apa untuk seseorang yang terkenal bagimu, kau seharusnya tidak perlu kerepotan mengurusku, bisa saja kau meninggalkanku tadi bukan, tapi kau malah sampai membawaku ke apartemenmu , apa itu tidak berlebihan? Ujarku, pertnyaan yang bersarang di kepalaku sekarang sudah ku keluarkan.
Kulihat baekhyun hanya diam, dan tersenyum kecil menunduk. Ia menghela nafas
“ aku juga tidak tau. Jawabannya sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Heughh..
“ mungkin itu karena rasa kasihan saja. sambungnya.
“ mwo? Kasihan, aku dikasihani ? andwee aku tidak mau orang mengasihaniku. Aku paling tidak suka dikasihani. Teriakku dalam hati.
“ aaa.. begitukah. Balasku dengan senyuman yang dipaksakan, ya aku tidak menyukai jawabannya.
“ em, satu lagi, hani? Kau , darimana mendapatkan nama itu?
“ aaaa ne, mungkin aku juga menolongmu karena kau kekasih teman rekan kerjaku.
“ ke..keka..kekasih? em, nugu? Tanyaku. Siapa yang menganggapku kekasih? Pikirku
“ em, kenapa kau bertanya? Bukankah kau kekasihnya B.I?
“ NEEE? Teriakku, dapat kulihat baekhyun terkejut dengan reaksiku. Aku membungkam mulutku. Dan tersenyum kaku.
“ haha mianhae, aku ..aku kaget dan kelepasan tadi. Mianhae
“ eeh, ne, gwenchana. Balasnya.
“ emm, apa nama itu, dia juga memberitaunya? Selidikku.
“ em, ya dia bilang kau kekasihnya dan namamu hani.
‘ kim hanbiiinnn… apa yang kaulakukaaaannn.. awas saja kauu!!!! Tapi, kurasa aku harus sedikit berterima kasih padanya, paling tidak baekhyun tidak mengenalku, cukup dengan nama hani. Ini juga demi misi ini. hani, bukan nama yang buruk hehe, tapi aku tidak akan rela jika disebut kekasihnya, siapa dia! Enak saja mengklaim ku kekasihnya. Ini akan membuatku sulit mendekati baekhyun.
“ aa.. baekhyun ssi, ada sesuatu yang harus kuluruskan, ne, namaku memang hani, kim hani. tapi mengenai kekasih hanbin, aku sama sekali bukan kekasihnya. Aku dan hanbin adalah teman saat masih masa sekolah dulu, tapi sungguh aku dan dia sama sekali tidak punya hubungan apa apa, yang kutau hanbin yang dari dulu terlalu terobsesi padaku , makanya dia selalu mengangguku dan menyebutku kekasihnya. Aku tidak tau apa yang sebenarnya namja itu pikirkan meskipun aku sudah menolaknya berkali kali. Huuh.. ceritaku panjang lebar. Kulihat baekhyun hanya terdiam lurus menatapku. Kenapa dia hanya diam. Pikirku.
“ baekhyun ssi, kau mendengarkanku kan. ?
“ em, aku mendengarkanmu. Jadi kau tidak punya hubungan apa apa dengannya.
“ eobseo, menyukainya saja tidak. Mungkin hubungan yang bisa dikatakan antara kami hanya teman, teman lama tepatnya, aku baru bertemu dengannya. Ujarku.
“ ne, araseo, aku tidak akan salah paham lagi. Tapi kenapa kau menjelaskan ini padaku? Bukankah ini kesempatan.
“ kesempatan? Apa maksudmu? Tanyaku bingung.
“ banyak yeoja diluarsana yang ingin diistimewakan olehnya dan kalau perlu semua orang tau dia adalah miliknya. Tapi kenapa kau malah menolaknya.
“ aku bukan tipe yeoja seperti itu baekhyun ssi. Aku tidak suka menjadi seseorang yang seperti itu. Mencari sensasi atau perhatian orang ramai dengan kebohongan itu bukan gayaku hehe. Makanya aku tidak suka dengan dunia entertain seperti ini. ujarku.
“ tidak suka?
“ em, makanya aku sangat menyesali perbuatan ku waktu itu, kau masih ingat kan kejadian pagi itu. Heeuhh.. aku sangat malu diperhatikan seperti itu. Haaah.. sudahlah itu sudah berlalu.
“ apa kau juga tidak ingin berhubungan dengan dunia entertain?
“ em, bisa dibilang begitu.
“ berarti kau tidak ingin berteman dengan seseorang seperti ku yang bekerja di dunia entertain? Tanyanya. Aku terdiam sejenak.
“ em, haaaa itu berbeda baekhyun ssi.. aku akan berteman dengan siapa saja, asalkan dia baik , ramah dan mau menerimaku. Kalau masalah dengan pekerjaannya , itu bukan urusanku dan jangan membawaku masuk dalam urusan pekerjaannya.
“ aaaaa… araseo. Balsnya mengangguk anggukkan kepalanya.
“ aaaa.. baekhyun ssi, apa aku tidak apa berlama lama di apartemenmu? Bagaimana jika ada yang datang?
“ gwenchana, aku tinggal sendiri, tidak ada yang tau aku tinggal disini, kecuali manager ku.
“ ahni, sekarang sudah 2 orang yang tau kau tinggal disini. ‘ oo..nugu? tanyanya. Heuh, dasar namja aneh, apa dia tidak sadar, aku sudah mengetahui dimana dia tinggal, bisa sajakan aku mengambil keuntungan dari ini semua ini.
“ kau tidak menyadarinya?
“ nugu?
“ heh, dasar lamban, umpatku.
“ tentu saja aku. Kau tidak sadar kau membawaku kemana. lanjutku
“ aaaaa..ara ara. Mianhae, aku tidak menyadarinya.
“ baekhyun ssi.. apa sekarang kau tidak merasa khawatir, dari awal kau membawaku kesini?
“ khawatir kenapa? Tanyanya.
“ kau membawaku kesini artinya kau membiarkanku tau dimana kau tinggal, bisa sajakan aku mengambil keuntungan dari ini semua.
“ kau ingin memberi tau ke seluruh penggemarku aku tinggal disini? Tebaknya .
“ em, kau benar. Otte? Godaku.
“ aku tidak yakin, kau melakukan itu. Ujarnya
“ wae?
“ kalau kau melakukan itu, kau akan menjadi pusat perhatian, bukan kah kau tidak suka menjadi pusat perhatian?
“ em kau benar.
Kurasa namja ini sudah mengetahui kelemahanku.
“ meskipun kau melakukan itu, aku tidak akan tinggal diam, aku juga akan menyerangmu.
“ dengan apa? Selidik ku.
“ mudah saja, aku tinggal mengatakan ke media kalau kau adalah kekasih kim hanbin. Dan kau akan menjadi perhatian orang banyak, aku yakin hidupmu tidak akan tenang setelah itu.
“ heeoll.. kau menang baekhyun ssi. Balasku malas.
“ hahaha.. tenang saja hani ssi. aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku tidak ingin membalas orang lain dengan kebohongan seperti itu. Selain itu aku yakin kau tidak akan melakukannya. karena aku percaya padamu. Ucapannya membuatku sedikit tertegun. Dia mempercayaiku? Benarkah? Tapi kenapa bisa? Secepat itukah? Padahal aku baru bertemu dengannya. Apa yang sebenarnya dipikirkan baekhyun tentangku. Bagaimana jika dia tau aku sedang mengawasinya.apa dia juga akan mempercayaiku semudah ini. tapi baguslah , ini kesempatan untukku. aku akan mudah mendekatinya dan mendapat bukti darinya. Ini akan semakin mudah . aku beruntung tidak sarapan karena ini membawaku kepada baekhyun meskipun harus sekarat dulu.
“ hani ssi.. ada apa?
“ aa? Ah ahniya, aku hanya heran padamu, kenapa kau bisa mempercayaiku semudah itu? Bukankah kita baru saja bertemu? Tanyaku menopang daguku.
“ heem, molla, aku juga tidak tau kenapa aku bisa mempercayaimu secepat ini. tapi entahlah perasaanku rasanya tidak masalah dengan ini. ujarnya memandang keluar jendela.
“ hem baiklah kalau begitu, aku juga akan mempercayaimu. Ujarku melebarkan senyumku.diapun membalasnya.
“ em, kau bekerja di restorant jajangmyeon itu?
“ aaa? En, ne. aku.. baru saja bekerja ditempat itu. Bohongku.
“ kudengar jajangmyeon di tempat itu sangat enak.
“ em, tentu saja,. balasku girang
“ baiklah, karena kau juga bekerja disitu, mungkin aku akan sering datang kesana. Siapkan aku jajangmyeon yang paling lezat. Ujarnya senang sambil mendorong badannya kedepan dan melipat tangannya di meja.
Ne?? apa aku harus menjadi pekerja tetap disana mulai sekarang? Tapi tidak masalah, ini adalah jalanku untuk menyelesaikan misi ini lebih cepat, dengan baekhyun sering kesana, ada kemungkinan aku akan mudah dekat dengannya dan aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan.
“ tentu ssaja. Datanglah sesukamu, aku pasti akan menyiapkan jajangmyeon special untukmu nanti, aku juga akan menyiapkan ruang makan yang khusus agar kau bisa menikmati nya dengan santai tanpa ada gangguan. Percayakan padaku. Ujarku girang.
cukup menyenangkan berbicara dengan nya, bercanda, dan bebrapa kali melihat senyuman juga tawa lepasnya, kurasa bukan hanya bullyan yang akan kuterima jika fangirlnya mengetahui ini, mungkin aku akan dibunuh juga. Huh.. kuharap tidak akan terjadi, aku juga harus menjaga langkahku. Jika ada yang mengetahui ini, tamatlah riwayatku.

Han Jin Yi Pov End
——
Baekhyun POV..
Aku tidak tau mengapa, aku baru saja selesai mengantarkan yeoja itu kembali ke tempat kerjanya. Rasanya ada rasa geli yang kurasakan saat ini, sungguh waktu yang kuhabiskan bersamanya dengan hanya sekedar mengobrol rasanya sungguh menyenangkan, aku tidak tau sebelumnya yeoja itu benar benar mengasyikkan, aku senang bisa mengobrol bersamanya. Tanpa sadar aku terus tersenyum dari tadi. Haaah. Entahlah aku sangat ingin mengobrol dengannya lagi. Dan kurasa aku sudah cukup mengenalnya. Yeoja yang unik.
Sampai ke apartemen aku merebahkan tubuhku di sofa ruang tamu, hari ini sebenarnya tidak ada jadwal, tapi seharusnya aku ada pertemuan dengan sutradara jang, yang akan memimpin drama yang akan kubintangi selanjutnya, tapi yah gara gara kejadian yang diluar dugaanku, aku membatalkan janji itu. Ya mau bagaimana lagi, aku melihat orang sekarat di depan mataku, tidak mungkin kan, aku meninggalkannyaa begitu saja, meskipun aku termasuk orang yang tidak peduli tapi aku bukan orang yang tega melihat orang lain sekarat dan membiarkannya begitu saja.
Teng…
Ada yang datang? Pikirku mendengar bunyi bel kamar apartemenku. Siapa? Manager jo? Tapi, untuk apa, ? kurasa tidak ada yang perlu di bicarakan. Kalau ada mungkin dia akan menghubungiku dulu. Hani? aah maldo andwee. Aku bangkit dari tidurku dan membuka pintu apartemen pelan. Namun ada keraguan dalam diriku saat ini. aku mencoba melihat siapa yang ada diluar dengan monitor. Tapi tidak terlihat. Em? Tidak ada orang? Akupun segera membuka pintu apartemen. Cklek…
Seseorang tiba tiba muncul dihadapanku dan membuatku terlonjak kaget, dan apa ini?
“ annyeonghaseo nae namja.
“ seo..seolhyun ssi??
Apa yang dia lakukan? Kenapa dia tau aku disini? Aku melihat kesisi kanan dan kiri luar. Memastikan bahwa tidak ada yang melihat kami. Setelahnya aku menarik seolhyun ke dalam apartemen dan menutup pintu cepat. Dasar yeoja gilaa.
“ seolhyun ssi.. apa yang kau lakukan oo? Kenapa kau datang? Kau tau ini berbahaya? Bagaimna jika ada paparazzi atau apapun itun mengikutimu ha? Haaaishh..
Aku benar benar kesal padanya sekarang.
“ aku hanya ingin mengunjungimu baekhyun ssi;
“ dari mana kau tau aku ada disini?
“ wae? Apa itu penting?
“ seolhyun ssi!!! Geramku.
“ tenang baekhyun ah.. ujarnya mendekat ke arahku , dapat kurasakan tangannya mulai menarik tanganku.
“ apa yang kau inginkan?
“ aku ingin bertemu saja dengamu, aku sedang dikejar makanya aku melarikan diri, dan kurasa bertemu denganmu dan berbagi cerita mungkin beban yang sedang aku pikirkan sekarang bisa sedikit teratasi. Ujarnya dan kulihat ia mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan memandang kea rah luar jendela. Sepertinya yeoja ini sedang dalam masalah. Baiklah kali ini akan kubiarkan dia.
“ apa maumu. Ujar ku duduk bersebrangan dengannya.
“ haah.. baekhyun ah, aku rasa dari kemarin suasana hatiku sedang buruk.
“ wae?
“ entahlah, tadi pagi, aku baru saja diomeli oleh manager di agensiku, dan aku dikejar kejar media yang masih ingin tau tentang hubungan kita.
“ hubungan ? heeh.. yang benar saja.
“ ne, hubungan yang sebentar lagi akan kau akui juga.
“ aku tidak akan pernah mau ikut dalam permainan itu,
“ itu bukan permainan baek.
“ terserah.
“ dan aku bertemu dengan orang yang membuatku kehilangan kesabaranku kemarin, dia benar benar sudah menginjak harga diriku dengan mempermalukanku.
Mempermalukannya? Siapa? Mungkin cerita ini sedikit menarik.pikirku
“ siapa? Kenapa kau berfikiran dia mempermalukanmu? Apa yang terjadi?
“ kenapa kau sangat ingin mendengarnya?
“ ahniya, apa tidak boleh, bukankah kau kesini untuk melepas semua beban pikiranmu dan membaginya denganku?
“ em, geureu.tadi pagi aku melarikan diri dari kejaran media, dan aku lari ke apartemen managerku, sampai disana aku malah bertemu dengan adiknya yang gila itu , dia mengetaiku seenaknya, dia kira siapa dia. Seenaknya saja menghinaku, dasar tidak sopan.
“ mungkin kau yang tidak sopan. Balasku.
“ nee? Dia menatapku masih dengan wajah kesalnya. Kurasa aku tidak salah, ya yang aku tau seolhyun adalah yeoja yang sedikit tidak sopan dan gois, mungkin memang itu yang terjadi aku akan sama pemikiran dengan orang itu.
“ kau membelanya? Sambungnya.
“ ahniya, mungkin boleh juga sekali kali kau mendapat hal semacam itu.
“ byun baekhyun. Tukasnya
“aku tidak tau apa yang terjadi, tapi kurasa ada sesuatu darimu yang membuatnya jadi seperti itu. Dan kuharap kau bisa belajar.
“ byun baekhyun kau …
“ tenanglah seolhyun ssi, aku hanya tidak ingin kau menjadi yeoja yang buruk, dan kurasa kau harus memperbaiki dirimu.ujarku bangkit dan mendekat kea rah jendela, pemandangan diluar benar benar menyejukkan mataku.
“ haha baekhyun ah.. apa setelah aku menjadi yeoja yang lebih baik, kau akan menyukaiku?
Sejenak aku terdiam karena pertanyaannya. Pertanyaan yang membuatku sedikit berfikir.
“ kenapa kau menanyakan itu. Aku berbalik dan melihat seolhyun sudah berada di hadapanku saat ini. ia mengalungkan tangannya keleherku.
“ kau tau, mungkin selama ini keberanianku belum sebesar ini, tapi, sekarang aku tidak ingin kehilanganmu, dengan adanya skandal kita aku sangat senang, aku menyukaimu, aku mencintaimu byun baekhyun. Dan aku akan membuatmu menjadi milikku. Ujarnya . tapi ada apa denganku, kenapa aku diam saja seperti ini, kenapa aku tidak bisa menanganinya.
“ jangan gugup seperti itu baek. Nanti kau juga akan terbiasa denganku.
Sungguh kalau aku jadi perempuan mungkin akan kujambak rambutnya, tapi sekarang aku tidak tau harus bagaimana menghadapi yeoja ini.
Drrt drrt drrt…
“ em, ponselku.
Haaah..syukurlah, aku bebas sekarang dari yeoja singa ini, terima kasih untuk seseorang diluar sana yang sudah menghubunginya. Haha . ku lihat ia menyudahi pembicaraannya di ponsel.
“ wae? Kau harus pergi? Tebakku melihat raut wajahnya yang mulai muram.
“ kau senang? Balasnya menatapku kesal
“ ah.. ahniya bukan begitu. Tapi melihat raut mukamu yang aneh jadi muram begitu, itu tandanya ada sesuatu diluar kan?
“ haah.. baiklah aku harus pergi. Sampai jumpa. Ujarnya dan berlari kearahku dan tiba tiba memegang bahu lalu mencium pipiku dan pergi berlari keluar dari apartemen ini.
Sungguh apa yang terjadi denganku, kenapa aku tidak melawannya. Haaah.. apa yang dilakukan yeoja singa itu.. aku mengelap pipiku bekas ciumannya. jika sehun yang mandapat ciuman darinya mungkin dia tidak akan mencuci mukanya sampai ada yang menyiramnya.
Hughg menjijikan.
Baekhyun pov end
——-
Author pov

“ biarkan aku bekerja disini untuk beberapa waktu. Sekarang jin yi sedang bicara dengan manager restorant jajangmyeon ini untuk menerima nya sebagai pekerjanya hanya saat misi nya.
“ aku harus melihat berkas berkas mu dulu. Ujar manager resto itu.
“ maaf sebelumnya, aku bukanlah seseorang yang melamar bekerja, tapi aku hanya memintamu menerimaku untuk beberapa waktu, kau tidak usah membayar ku, karena aku bekerja disini untuk menyelesaikan pekerjaanku.
“ maaf sebelumnya, tapi kami tidak bisa menerima yang seperti ini.
Jin yi mulai jengah, ia mengambil kartu nama dan menunjukkannya pada manager itu
“ ee kau? Kau seorang detektif? Kaget manager itu.
“ em, wae? Sekarang bagaimana? Kau menerimaku kan tuan? Ini perintah dari kepolisian, da nada seseorang yang harus kami kejar saat ini, ini semua demi keselamatan bersama. Kau tidak ingin restomu ini jadi korbankan?
“ ee tentu saja tidak. Baiklah, kau bisa bekerja disini. Aku tidak akan membatasimu. Kau bebas melakukan apa saja nona.
“ baiklah, terima kasih ahjussi.
“ ee nona, tapi apa yang sedang kalian cari.
“ ini rahasia Negara. Kau lihat saja nanti akhirnya. Ujar jin yi dan pergi dari ruangan manager itu, namun dia kembali berbalik menghadap manager.
“ satu lagi, jangan sampai yang lain tau tentangku, dan ahjussi tolong tutup mulutmu, ini demi kebaikan bersama. Dan panggil aku dengan namaku seperti yang kau lakukan dengan pelayan lainnya, jangan memanggilku nona. cukup kim hani. araseo.
“ baiklah, aku mengerti Hani ssi.
Jin yi pun keluar dari ruangan itu dan duduk di salah satu kursi pelanggan , memandang kea rah luar.
“ mulai saat ini aku akan bekerja disini, mungkin dalam waktu sedikit lama, tidak mudah untuk langsung mendapatkan bukti darinya, heeh mungkin yura onnie akan senang dengan berita ini, menjadi pelayan restorant jajangmyeon tidak buruk. Heeh.. hari hari ku akan diisi dengan baau jajangmyeon. Menyenangkan, sekalian aku bisa melihat cara memasak yang baik, dan aku bisa membawa jajangmyeon lezat disini untuk yura onnie, makanan favoritenya. Gumamnya.

Drrt drrt drrrt drrt…
“ ne yeobseo.
“ bagaimana?
“tenang saja tuan, aku sudah mengurusnya. Ujar jin yi malas.
“ lalu bagaimana dengan kartu nama itu? Kau menyukainya.
“ hem, terima kasih, ini sesuai . aku menyukainya.
“ kim hani? darimana kau mendapatkan nama itu.
“ apa aku harus mengatakannya padamu ?
“ ahniya, ku kira kau akan memakai nama aslimu nona han.
“ akan lebih baik, jika mereka tidak mengenaliku kan tuan. Bukankah kau yang mengatakan untuk berhati hati dengan langkahku. apa kau lupa? Heh..kau sudah pikun ya. ejeknya
“ heh.. sudahlah aku sedang tidak ingin adu mulut denganmu.
“ ne, kau tau itu. Aku juga sedang malas. Jin yi menidurkan kepalanya di atas meja dengan pandangan yang masih menghadap le arah jendela.
“ baiklah berhati hatilah , satu langkah yang kau ambil jangan sampai siapapun mengetahuinya.
“ baiklah, aku akan berhati hati, aku jamin tidak aka nada satupun yang mengetahui hal ini. mantap jin yi.
“ mengetahui hal apa? Berhati hati karna apa? Tanya seseorang yang tiba tiba sudah berada di belakang jin yi. Jin yi yang kaget sontak berdiri dan berbalik.

“ eee.. neeoo..??!!

TBC

Mohon tinggalkan jejak, Kritik dan saran sangat aku tunggu untuk perbaikan fanfic ini., tidak menerima bashing atau flame. Terima kasih ><

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Misty Roses (Chapter 6)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s