[EXOFFI FREELANCE] Cool Prince (Chapter 2)

bg-blue.png

 

Okey tibalah di chapter dua… apakah kalian penasaran dengan kelanjutan kisah Nea Yeon yang akan selalu berurusan dengan cool prince  Oh Sehun? Yap mungkin ini akan menjadi awal dari kisah yang penuh dengan lika liku yang tidak terdunga di antara mereka. Cieilehh.. author jangan mendramatisir deh.. nah loh? Baiklah author tidak akan banyak cuap2 lagi. Kasian readers entar kelamaan baca curcol author yang nggak jelas.. :V okelah silah selamat membaca COOL PRINCE #chap2. DON’T BE PLAGIAT! Hati2 typo bertebaran.. :V 😀

COOL PRINCE

 

CHAPTER 2

Author  : nea_sandya

Main cast  : Oh Sehun [EXO] | Park Nea Yeon [OC] | Kim Jong In(kai) [EXO]-

Support Cast  : Kim Yoona (OC) |  EXO OT12 and others

Genre  : School life, romantic, comedy(maybe)

Rating  : PG 17

Leght  : CHAPTER

Please enjoy reading…

 

 

Setelah tiba di depan pintu masuk kelas A aku langsung masuk untuk mencari tempat duduk. Aku kan juga tidak mau nanti kalau harus duduk di barisan belakang. Kuedarkan pandanganku ke penjuru kelas. BUT??? WAIT THE MINUTE? Apa aku tidak salah lihat? Kukedip2kan mataku berharap ini cuma khayalan ku.

“Kyaaaaaaaa!!!! Neo!!!! Kenapa kau disini????”

 

#Chapter 2

 

“Bagaimana bisa aku satu kelas dengan gank EXO dan namja itu…. OH TIDAAAKKKKK!!!” seketika seisi kantin menoleh ke arah ku. Dan satu jitakan berhasil mendarat mulus di atas kepalaku.

“yakkk appo…” ku elus2 kepalaku yang mungkin akan benjol karena jitakan Yonna. Itu sungguh sangat menyakitkan. Seakan sebentar lagi akan muncul benjolan sebesar bola tenis di atas kepalaku.

“makanya jaga mulutmu! Teriakanmu seperti orang kemalingan! Lihat seisi kantin melihat kita! Kau sungguh membuatku malu.”  Wajah Yonna sangat mengerikan. Lebih mengerikan dari wajah Mak lampir. Eh tunggu? Memang siapa Mak Lampir? Apa aku mengenalnya? Ah sudahlah lupakan.

“jangan marah Yonna ah. Mianneyo… nih minum bubble tea nya dulu.” Kusodorkan dengan hati2 segelas bubble tea ku. Ya walau semarah apapun kalau sudah di suap dengan bubble tea dia pasti akan segera jinak kembali. Eh?

Entah kenapa sekarang perasaan ku sangat kacau. Seakan semua nasib sial ku berujung pada hari ini. Wae? Wae? Wae? Apa salah ku? Jinja! Dari seluruh kelas yang ada kenapa aku harus masuk kelas A? Kelas yang rata2 di isi yeoja2 centil dan gank exo di tambah namja byuntae itu? Kyaaaa bagaimana nasib hidupku untuk satu tahun ke depan? Aku benar2 tidak bisa memikirkannya. Padahal aku sudah bersyukur tidak satu kelas dengan namja es itu, eh malah aku satu kelas dengan namja byuntae. Ini lebih mengerikan.

 

#Flash Back

 

“Kyaaaaaaaa!!!! Neo!!!! Kenapa kau disini????” teriakanku berhasil menyita perhatian seluruh kelas. Dan kini semua mata tertuju padamu Park Nea Yeon.

Namun dari pada menghiraukan pandangan seisi kelas, mataku malah terfokus pada seorang namja berkulit tan yang sedang memandang ke arahku dengan menampakkan smrik andalannya. Ohhh tidaaakkk!!!mungkin untuk yeoja lain itu akan membuat mereka pingsan di tempat. Tapi tidak buatku. Dia adalah manja terbyuntae yang pernah aku kenal. Okey sekarang aku benar2 syok tingkat berkelanjutan.

Eh tunggu? Untuk apa mataku melihatnya? Aku kan harus segera mencari tempat duduk. Kembali kuedarkan pandangan ku untuk mencari tempat duduk. Namun… hanya tinggal dua bangku yang tersisa yaitu pertama ada di depan namja byuntae itu, dan kedua lebih parahhhh bangku yang berada tepat di samping manja byuntae itu. Dan keduanya benar2 pilihan yang amat sangat membuatku gila.

Dengan berat hati kulangkahkan kakiku menuju bangku yang berada di depan namja byuntae yang sering di panggil Kai padahal nama aslinya Kim Jong In. Entah dari mana asal muasal nama Kai. Padahal lebih cocok di panggil Kamjong, mengingat warna kulitnya lebih gelap dari rata2. :V

“jeosonghamnida.. bolehkah aku duduk di sini?” Yeoja yang sedari tadi hanya membaca buku ini akhirnya menoleh kepadaku.. Ternyata dia cukup manis walaupun tubuhnya sedikit yaaa agak besar dari yeoja lain. Namun sepertinya dia baik.

“anjeuseo.”

“naneun Park Nea  Yeon imnida, bhagapseumnida.” Aku memulai memperkenalkan diri. Dan kujulurkan tanganku agar bersalaman dengannya.

“kai imnida. Cheongmal bhagapseumnida.” Malah kai menyerobot dan menggemgam tanganku. Kembali dengan smirknya andalannya Kai menatapku.

“yakkkkkk… apa yang kau lakukan.. lepaskan lepaskan.” Aku kini sudah di luar kendali kupukul2 tangannya dengan membabibuta  agar segera melepaskan genggammannya. Namja ini benar2 membuatku gila.

“hahahaha kau benar2 lucu kalau sedang marah”

“michi anyiya!”Ku kibas2kan tangaku yang sudah berhasil lepas dari cengkramannya.

 

#Flash Back End

“Yonna ah.. bagaimana nasibku bisa seburuk ini?” ku guncang2 tubuh sahabatku ini. Aku tidak bisa menerima nasib ini.

“sudahlah Yeonnie. Itu semua sudah takdir. Kau kenapa sih? Jangan hanya terfokus pada Kai. Bukan hanya Kai tapi kau satu kelas juga dengan gank EXO. Kau tahu kan banyak yeoja yang ingin satu kelas dengan gank EXO. Pikirkan itu baik2. Daripada kau menyalahkan nasib terus menerus?” Di saat seperti ini Yonna akan berubah menjadi orang yang paling bijak. Ya dia sudah seperti psikolog yang sedang menenangkan pikiran pasiennya. Eh?

Hmmm … tapi perkataannya juga ada benarnya. Karena aku juga tidak bisa protes dengan para guru. Aku hanya bisa menerima semua ini dengan lapang dada. Bersabarlah untuk satu tahun ke depan Park Nea Yeon. Fighting !!! Ku kepalkan tangan ku untuk menyemangati diriku sendiri.

“nah begitu. Ayo semangat Park Nea Yeon! Hwaiting!” Yonna pun ikut memberiku semangat dengan mengepalkan tangannya. Aku hanya membalasnya dengan tatapan yang penuh semangat berkobar2 seperti api yang membara. Untung di dekatku tidak ada barang yang mudah terbakar. Kalau ada mungkin sudah terjadi kebakaran. Eh?

“Yeonnie jadi siapa yang menjadi teman sebangku mu? Tadi kau belum sempat mengatakannya.”

“ohhh dia Lee Hyejin. Apa kau mengenalnya Yonna?” mungkin saja Yonna mengenalnya mengingat dia rata2 sangat hafal nama dari seluruh murid di JHS. Aku terkadang heran kenapa dia mau menghafal semua nama murid? Sungguh seperti tidak ada pekerjaan lain. Berbanding terbalik dengan ku. Aku hanya mengenal beberapa di angkatannku apalagi untuk sunbae/hoonbae amat sangat jarang aku mengenalnya. Yap karena sebenarnya aku paling lemah untuk mengingat nama dari orang lain paling aku hanya hafal wajahnya tapi tidak degan namanya. 😀

“oh dia itu anaknya Lee seonsaeng nim. Masa kau tidak tahu? Dia anak yang lumayan gemuk tapi dia pintar, rajin dan juga ramah.” Tuh kan benar apa kataku tadi Yonna mengenalnya. Bahkan dia bisa mendiskripsikannya. Hebat bukan? Aku hanya membalas dengan cengiran. hehe

 

DING DING DING

 

Tanda jam istirahat sudah selesai . Aku dan Yonna sesera kembali ke dalam kelas melanjutkan pembelajaran. Entah kenapa kepalaku terasa seperti di taruh berkarung2 beras. Rasanya aku ingin sekali segera pulang dan tidur di kasur empukku. Bayang2 kasur dan rumah sudah mengelilingi pikiranku. Nyuutt nyutt nyuut. Akupun meletakkan kepalaku di atas meja. Sampai saat kim saem memasuki kelas. Dia menyampaikan jadwal pelajaran yang baru. Namun ketika Kim saem menjelaskan tiba2 pintu kelas di ketuk dari luar.

 

Tok.. tok.. tok..

 

“deuro osipsiyo(silahkan masuk)” seorang namja berlahan masuk ke dalam kelas.

“Sillyehamnida (permisi) seonsaemnim, tadi aku di beritahu bahwa ada kesalahan pengetikan dalam pembagian kelas. Seharusnya saya berada di kelas A. ini surat keterangannya. ” namja tersebut menyarahkannya kepada Kim saem.

“oh begitu, baiklah. Kau bisa duduk di samping Jong In karena hanya itu yang tersisa. Cepatlah.”

“ne. kamsahamnida.” namja itu langsung berjalan menuju tempat duduk jong In. Terdengar sedikit bisik2 tetengga dari para yeoja centil yang terdengar mungkin agak keras. Bayangkan letak kursi ku dengan mereka jaraknya sangat jauh karena aku di sudut paling kiri sedangkan mereka berada di sudut kanan. Tapi aku bisa mendengar bisik2 mereka. Benar2 menyebalkan memang siapa sih yang datang tadi? Aku memang tadi tidak memperhatikannya karena malas. Namun setelah namja itu melewati ku aku baru sadar siapa dia. Seketika kepalaku seperti tersengat listrik 1000 watt. Matakupun membulat dan melotot hampir jatuh mungkin. Eh?

Diaa…. Namja es… Apa aku tidak salah lihat? Mataku masih sehat bukan? Aku juga tidak memiliki riwayat kesehatan yang berhubungan dengan mata. Senantiasa mataku tak berkedip melihat dia melintas di sampingku. Namun seketika dia mengalihkan pandangannya kepadaku, kemudian kembali tersenyum seperti tadi pagi. Omooo!! Kurasa aku akan menjadi patung es di tempat. But wait? Kenapa dia tersenyum padaku? Aku hanya terperangah melihat senyumannya. Namun aku masih bisa mengontrolnya, sehingga mulutku tidak ikut terbuka. :V

Dan bisa di tebak setelah itu bisik2 yeoja centil itu semakin keras dan aku juga mendengar dengan jelas mereka mengataiku. Jebbal rasanya aku ingin menyumpal mulut mereka dengan gulungan roll tissue. Tapi tunggu sebentar , sepertinya tadi sepersekian detik saat tersenyum dia matanya memandang ke arah sampingku. Jangan2 dia tidak tersenyum padaku! Tapi pada Hyejin! Aku berbalik melihat Hyejin yang kini masih senyum2 sendiri. Benar bukan? Ayolah Park Nea Yeon jangan ke GE-ER’an. Kupukul2 kepalaku sebentar dan  kembali aku fokuskan pandanganku ke Kim Saem.

 

–o0o—

 

“Yeonnie,, ayo kita pulang jalan kaki. Mungkin kau juga butuh udara segar mengingat harimu sangat berat bukan? Nanti kita mampir ke green café. Aku traktir deh.” ditariknya tangan ku untuk mengikuti langkahnya. Sebenarnya kepala ku masih terasa berat. Namun aku hanya pasrah di tarik oleh Yonna karena aku tidak memiliki energy lagi untuk memberontak. Tenaga ku sudah cukup terkuras hari ini. Padahal jarak sekolah dan rumahku lumayan jauh, jadi aku lebih sering naik bis ke sekolah. Namun jika sedang mood aku akan berjalan kaki. Tapi tadi Yonna juga sudah mengatakan akan mentraktirku jadi apa salahnya jalan kaki.

Setelah beberapa menit berjalan kaki, sampailah di Green café. Begitu masuk nuansa hijau memenuhi ruangan café. Terlihat sangat menyejukkan mata. Di tambah desain café yang memiliki taman luas membuat pengunjung sangat nyaman.

“Yonna ah, kau pesankan aku Yi.Kon ice Cream ya. Aku tunggu di tempat biasa.” Yoona mengangguk dan pergi memesan. Akupun langsung memilih tempat duduk faforit kami yang berada di bawah pohon maple yang ada di taman. Kurasa aku akan kembali merebahkan kepalaku yang masih cekut2 ini.

Apakah nasibku untuk satu tahun ke depan akan baik2 saja ya? Semakin di pikirkan kepalaku malah menjadi semakin sakit. Yoona juga lama sekali memesannya. Aku jadi sedikit mengantuk.

#author POV

Tanpa Nea Yeon sadari sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak geriknya. Dia memperhatikan  Nea Yeon sejak awal masuk ke café. Café saat ini sedang tidak begitu ramai jadi orang tersebut bisa leluasa melihat Nea yeon dari jauh. Nea Yeon terlihat sungguh sangat damai dalam tidurnya. Tak terusik oleh pelanggan lain yang berjalan silih berganti. Entah apa yang di pikirkan orang tersebut namun dia tetap memandang ke arah Nea Yeon. Dengan tatapan misterius.

 

 

=èèauthor

Tadaaaaa… chapter 2 selesai…. kira2 menurut kalian siapa yang sedang menatap Nea Yeon? Ayoo tebak.. 😀  kalian penasaran apa tidak? Aku juga penasaran loh.. eh? Kan author juga belum buat lanjutannya yaa jadi masih misteri. Author juga tidak tahu. Kekeke

Okeyy … buat para READERS jangan lupa ninggalin jejak yaa… Kalo kaga ada yang comment ya mungkin cukup sampai disini. Karena comment kalian selalu membuatku memiliki energy dan pikiran buat ngelanjutin ff ini. Cukup sekian cuap2 author yang mungkin akan jadi panjang banget bila di lanjutin. Jadi cukup sekian dan terima kasih sudah mampir dan meluangkan waktu untuk membaca ff ini. 😀

 

 

 

 

 

 

 

12 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Cool Prince (Chapter 2)”

    1. Selamat menikmati satu tahun kedepan bersama namja byuntae dan namja es.. kekeke ciee ada yg nguntit tuh.. ceritanya makin seru ma lucuuu kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s