[EXOFFI FREELANCE] Memories of Winter Love (Chapter 2)

image

Memories Of Winter Love (Chapter 2)

Tittle : Memories Of Winter Love
Author : Allea^^
Cast :
Oh Sehun – EXO Han Seulhyun – OC
Other Cast :
Xi Luhan – Ex EXO Park Nuri – OC Han Seulmi – OC Oh Sena – OC
Genre : Romance, Friendship, Family,
PG : 15
Length : Chapter
Credit poster by Blaxxjae @IFA
Disclaimer : Semua cast yang ada disini bukan milikku kecuali Luhan.. hehe.. cerita yang ada disini real berasal dari imajinasiku yang tingkat tinggi. Kalau ada kesamaan cerita, mianhae (, cerita ini cuma jadi penghibur aja, jadi kalau ada yang sakit hati karna cerita ini, juga Mianhae T_T /nangis berlian/ \he?\ oke lupakan.. hehe lagi pengen buat ff castnya Sehun, lagi bosen buat ff luhan /kok malah curcol sih?/ \oke maafkan aku\ langsung aja ya..
Happy Reading, Don’t be Plagiators 😉 jangan lupa comment ya!
Give you Kiss and Hug!! Let’s Make a Fantastic Party!! – From Allea o_O

~[]{}||***||{}[]~
“Aku menunggumu, ayo kita pulang bersama” ucap Sehun.
“Ne, ayo kita pulang” aku menyetujui ajakannya, dan dia tersenyum padaku lagi.
Sehun menggandeng tanganku, dan kami berjalan bersama pulang kerumah. Oh Tuhan Tangannya.
Kami berjalan menuju ke halte, dan kebetulan sudah ada bis yang berhenti jadi kami langsung masuk. Aku melihat kursi tidak ada yang kosong, kami memilih berdiri. Aku melihat kearah sekitarku. Banyak orang yang sedang berbisik dan melihat kearahku. Mengapa mereka membicarakan aku? Apa aku ada yang salah? Aku terus memperhatikan mereka.
Akhirnya aku tersadar, aku masih berpegangan dengan Sehun. Secepat mungkin aku melepaskan pegangan tangannya. Dia juga baru sadar kalau dari tadi kami berpegangan tangan –sebenarnya dia yang memegang tanganku– dan aku hanya menunduk malu. Setelah beberapa saat, akhirnya kami sampai dikomplek perumahan. Sehun mengantarku sampai kedepan rumah, berjalan kaki.
“Kamshamnida, sudah mengantarku pulang.. oh ya Sehun-ssi rumahmu dimana? Aku ingin tahu.. rumahmu di perumahan ini juga?”
“Ehm aku diperumahan ini juga. Kau tahu kan Cafe ‘The Sun and The Moon’? rumahku didekat situ. Komplek E nomor-18. Baiklah aku pulang sekarang, bye Seulhyun” aku mengangguk mengerti dan Sehun melambaikan tangannya padaku.
“Sehun-ssi!” panggilku dan ia langsung berhenti dan berbalik.
“Kamshamnida, kau sudah membantuku mengerjakan tugasku. Jeongmal kamshamnida.. hati-hati dijalan Sehun-ssi” ucapku dan ia membalasku dengan senyum cerahnya. Dan Sehun berjalan pulang.
~[]{}||***||{}[]~
Tak terasa aku sudah hampir 2 bulan berteman dengan Sehun Oppa. Dan hari-hariku berjalan seperti biasa, tapi ada yang sedikit yang berbeda. Dan kalian pasti tahu kan?. Ya ada Sehun Oppa, dia selalu menemani hariku. Hampir setiap hari Sehun Oppa mengirimiku pesan. Dan hampir setiap hari juga aku selalu berangkat dan pulang kuliah bersamanya.
Dan apa kalian bertanya bagaimana bisa aku memanggilnya Oppa? Itu karena dia yang memintanya. ‘kita kan sudah dekat,untuk apa kau memanggilku dengan embel-embel ‘–ssi’, jadi panggil aku Oppa saja. Oke!” itu alasannya saat aku bertanya kenapa aku harus memanggilnya Oppa. Terkadang aku lupa memanggilnya masih dengan embel-embel ‘-ssi’. Dan kau tahu, Sehun Oppa pasti menatapku tajam dan marah. Aku tahu tatapannya itu hanya bercanda, dan menurutku itu lucu.
Sekarang aku sedang berada didepan kelas sahabatku, Park Nuri. Sahabat terbaikku dari SMA hingga sekarang. Aku setiap hari selalu bertemu dengannya walaupun kami berbeda jurusan. Terkadang kami berada dikelas dosen yang sama. Nuri selalu mengerti aku begitu juga dengannya, aku mengerti dia. Jika aku sedang sedih ataupun senang dia akan tahu hanya dengan melihat wajahku.
Nuri seseorang yang sangat menyenangkan, bahkan sedikit cerewet. Tapi banyak yang suka berteman dengannya. Sekarang aku sedang menunggunya, untuk makan siang bersama dikantin kampus. dia yang memintaku menunggunya.
Taklama aku melihat dosen yang mengajar dikelas Nuri sudah keluar, dan aku membungkukkan badan ketika ia melewatiku. Setelah itu Nuri sedang berjalan menghampiriku.
“Kau sudah lama menunggu?” ucapnya dan aku hanya memutar bola mataku.
“Seperti biasa” ucapku malas padanya. Dia sering membuatku menunggu lama apalagi aku sangat kelaparan sekarang.
“Hehe, mianhae.. aku lapar, ayo kekantin aku yang traktir” sepertinya dia tahu apa isi kepalaku.
“Baiklah.. kajja” ucapku dan menariknya kekantin.
Dikantin, aku langsung membeli makanan tentu yang bayar Nuri, dia kan sudah berjanji mau menraktirku. Aku membeli nasi goreng dan jus jeruk, begitu juga dengan Nuri. Setelah mendapatkan makananku, aku melihat meja yang ada. Eobseo? Tidak ada meja yang tersisa? Lalu aku mau makan dimana?
“Seulhyun-ah!” aku mendengar ada yang memanggil namaku dan itu jelas bukan suara Nuri, itu suara laki-laki. Aku mencari orang itu, dan aku melihat dia tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Seulhyun-ah duduklah disini” ucapnya sedikit berteriak sambil menunjuk 2 bangku kosong yang ada didepannya.
“Sehun Oppa!” ucapku melihatnya senang.
Aku berjalan kearahnya, dan aku melihat ada namja yang duduk disebelah Sehun Oppa. Rambutnya coklat, hidungnya mancung dan bibirnya mengulas senyuman manis. Itu temannya Sehun Oppa? Aku hanya menundukan kepalaku sedikit dan tersenyum padanya dan ia membalasku hal yang sama, kelihatannya dia sama baiknya dengan Sehun Oppa. Setelah itu aku duduk didepan Sehun Oppa.
“Seulhyun-ah, igeo nae chingu. Luhan dari China. Dia baru pindah universitas kesini. Jangan khawatir dia bisa bahasa Korea.” Sehun Oppa memperkenalkannya, oh namanya Luhan.
“Annyeonghaseyo, Luhan-ssi. Aku Han Seulhyun. Panggil aku Seulhyun saja” ucapku memperkenalkan diri.
“Aku Luhan, senang bertemu denganmu” Luhan memperkenalkan diri dengan senyumnya.
Tak lama aku mendengar sebuah teriakan memanggil namaku lagi dan aku sudah tahu, itu pasti Nuri.
“Seulhyun-ah! Neo eodiseo?” ucapnya berteriak. Aku langsung berbalik dan melambaikan tanganku padanya.
“Aku disini.” Nuri langsung menghampiriku, dan dia mentapaku sedikit marah, mungkin dia mencariku. Dan dia langsung duduk disampingku.
“Oh.. Sehun Oppa!” Nuri melihat kearah Sehun Oppa, dia mengenalnya?.
“Eoh, Park Nuri!, bagaimana kabarmu?” Sehun Oppa terkejut melihat Nuri, sepertinya mereka sudah saling mengenal lama.
“Aku baik-baik saja Oppa” balas Nuri.
“Nuri? Kau adiknya Chanyeol?” Nuri langsung melihat kearah Luhan, dan menatap Luhan dengan pandangan yang aneh, sepertinya Nuri tidak kenal padanya. Tapi tidak mungkin, Luhan mengenal Oppanya Nuri.
“Ne. Nuguseyo? Oppa dia siapa?” Nuri bertanya pada Sehun.
“Kau lupa padanya? Kau pernah menangis saat kau masih SMP karena dia berbicara padamu dengan bahasa China. Kau punya ingatan yang sangat buruk Nuri” Nuri mencoba mengingatnya dan melihat kearah Luhan.
“Kau Luhan Oppa!? Apa yang Oppa lakukan disini?.. jangan mencoba berbicara padaku dengan bahasa China lagi Oppa, aku akan mengabaikanmu” Nuri terkejut dan sedikit malas pada Luhan.
“Tentu, karena aku tidak mau membuatmu menangis lagi, apalagi ini tempat umum. Kau ingat Sehun-ah ketika kita di rumah Chanyeol, aku berbicara padanya dengan bahasa China dan dia menangis ke Chanyeol” Ucap Luhan ke Sehun mengingat apa yang pernah terjadi diantara mereka sambil tertawa.
“Luhan Oppa!!” Nuri meneriaki dan memukul lengan Luhan.
“Ya Appo!”Ucap Luhan sambil memegang lengannya yang dipukul Nuri tadi.
“Aish, sudahlah ayo kita makan. Makanan kita akan dingin” Sehun menengahi Luhan dan Nuri.
Kami pun makan bersama dan mengobrol. Tapi Sehun Oppa banyak berbicara pada Nuri dan Luhan. Sehun Oppa juga sesekali berbicara padaku, tapi menurutku aku sedikit terabaikan. Dan entah mengapa aku sedikit tidak suka jika Sehun Oppa banyak berbicara pada Nuri. Aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang kurasakan saat ini aku merasa ingin pergi dari sini secepatnya.
Mereka banyak membicarakan tentang kenangan mereka dulu, bahkan kenangan tentang Chanyeol Oppa yang sudah meninggal akibat kecelakaan. Itu juga mereka bicarakan. Saat pembicaraan mereka mengarah ke Chanyeol Oppa, Luhan langsung mengganti topik.
Jadi yang kulakukan saat ini hanya diam dan tersenyum sesekali melihat Luhan dan Sehun Oppa menggoda Nuri. Aku merasa terabaikan oleh Sehun Oppa.
“Aku akan pulang, adikku sendirian dirumah” ucapku setelah mereka kehabisan topik pembicaraan.
“Aku akan pulang bersama Seulhyun, rumah kami searah. Jadi kalian berdua pulanglah bersama” Sehun Oppa berbicara dan aku hanya diam.
“Mwo? Untuk apa aku pulang dengan Luhan Oppa? Shireondeyo. Lebih baik aku pulang sendiri” Nuri menatap sinis pada Luhan.
“Ya kau pikir aku mau? Tapi karena kau adik temanku. Jadi lebih baik aku mengatarmu pulang. Sekaligus berkunjung kerumahmu.” Mendengar itu Nuri membelalakan matanya.
“Baiklah kalau begitu, annyeong Nuri-ya. Annyeong Luhan-ssi” ucapku dan membungkuk sebentar. Setelah itu aku berjalan, sebelum aku berjalan jauh, Luhan memanggilku.
“Seulhyun-ah” aku mendengar Luhan memanggilku dan aku segera berbalik.
“Ne, waeyo?” tanyaku.
“Kau memangil Sehun sebutan ‘Oppa’. Kenapa kau tidak memanggilku dengan sebutan itu juga?” Luhan mengucapkan kalimatnya, aku sedikit tertawa mendengarnya.
“Dasar tukang genit!” Nuri langsung menyahut.
“Memang kau siapa?” ucap Luhan dengan enteng. Nuri menghela nafas mendengar jawaban Luhan.
“Ne, annyeong Luhan Oppa, hati-hati dijalan Oppa.” Ucapku dan aku berjalan pergi.
Sehun Oppa juga ikut berjalan disampingku. Tapi entah mengapa ada yang berbeda karena aku terus diam. Aku masih tidak suka jika Sehun Oppa sudah sangat akrab dengan Nuri tadi. Seakan Sehun Oppa merasakan keheningan, dia bertanya padaku.
“Seulhyun-ah kenapa kau diam saja?” ucapnya.
Aku hanya diam dan memilih berjalan mendahuluinya. Dan segera masuk ke dalam bis yang kebetulan berhenti. Sehun Oppa duduk disampingku.
“Neo gwaenchana? Kau sakit? Kenapa kau diam saja?” tanyanya khawatir.
Sebenarnya aku tidak tahu apa yang membuatku untuk mengacuhkan Sehun Oppa. Hanya saja aku merasa perlu sedikit menjauh. Tapi saat Sehun Oppa bertanya khawatir seperti itu, aku sedikit merasa bersalah karena mengacuhkannya. Baiklah, aku tidak akan mengacuhkannya. Lagi pula aku tidak punya alasan kenapa aku tiba-tiba mengacuhkannya seperti ini.
“Na gwaenchana. Aku hanya ingin diam saja” ucapku membalasnya dan tersenyum seperti biasanya. Dan jawabanku itu membuatnya tersenyum lega.
“Ahh kupikir kau sakit.” Dan aku hanya tersenyum saja.
Setelah itu seperti biasanya, Sehun Oppa mengantarku sampai kerumah.
~[]{}||***||{}[]~
Aakk aku bahagia sekali sekarang, apa kau tahu? Sekarang ini sudah libur musim dingin.. haha akhirnya libur juga setelah aku harus mati-matian memakai banyak baju agar aku bisa berangkat kuliah tidak kedinginan. Setidaknya beberapa saat aku tidak harus bertemu dengan Dosen Park. Dan aku lebih sangat bahagia lagi kalau sekarang adalah malam natal.
Tapi ada juga sedihnya, aku tidak bisa pulang ke Busan, karena Seulmi mempunyai kegiatan sekolah, semacam pesta sekolah untuk merayakan natal. Dan tidak mungkin kan aku meninggalkannya ke Busan. Huft apa yang akan kulakukan? Aku sendirian dirumah.
Tiba-tiba aku mendapat pesan dari Sehun Oppa.
“Apa Kau sedang sendirian dirumah? Bagaimana kalau kita keluar? Aku sendirian dirumah. Adikku sedang ada acara.” Oh adiknya keluar ya? Aku bahkan tidak tahu seperti apa adiknya.
Seakan tahu bagaimana keadaanku sekarang. Akhirnya aku menyetujuinya.
“Baiklah, ayo kita keluar. Adikku juga ada acara. Jemput aku ya” aku mengirimkan pesan.
“ehm, besiap-siaplah, aku akan menjemputmu” isi pesannya lagi.
Aku pun bersiap-siap, mengganti bajuku dengan celana black jeans, navy sweater, grey jacket, dan black scarf. Tak lama terdengar bunyi klackson dari motor sport. Itu pasti Sehun Oppa pikirku. Aku mengambil tas kecil dan langsung keluar.
“Kita mau kemana?” tanyaku setelah aku berada di hadapannya.
“Bagaimana kalau kita ke bioskop? Lalu ke Cafe ‘Black and White’ dekat Sungai Han?” usulnya.
“Baiklah terserah Oppa saja” ucapku setelah itu dia memberiku helm dan aku naik ke motor sportnya.
Sehun Oppa langsung mengemudikan motornya, karena ini musim salju dan sekarang malam hari, apalagi aku menaiki motor, aku merasa kedinginan walaupun aku sudah menggunakan sweater dan jaket tetap saja dingin serasa menusuk tulangku. Dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dan Sehun Oppa berhenti ketika lampu merah.
“Jika kau kedinginan, kau bisa memelukku” ucapnya saat kami berhenti dilampu merah. Bagaimana dia bisa tahu aku kedinginan? Oh mungkin karena aku terus bergerak tadi karena kedinginan.
Tidak apa-apakah aku memeluknya? Ah pasti tidak apa-apa bahkan Sehun Oppa yang menawariku.
Akhirnya lampu hijau, Sehun Oppa langsung menancapkan gasnya. Dan seperti katanya tadi, aku memeluknya. Seketika rasa dingin itu menghilang walaupun masih kurasakan sedikit. Punggung Sehun Oppa sangat hangat dan nyaman. Aku bahkan menyandarkan kepalaku dipunggungnya. Hingga aku tak terasa kalau kami sudah sampai digedung bioskop.
“Kita akan menonton film apa Oppa, biar aku yang pesan tiketnya” tanyaku padanya.
“Ehm? Bagaimana kalau film Horror? Itu pasti seru! Lihat itu film ‘The Conjuring’ ayo kita lihat itu” Sehun Oppa terlihat bersemangat.
Baiklah aku akan menonton film horror itu, aku langsung mengantri membeli tiketnya sedangkan Sehun Oppa membeli 1 popcorn yang berwadah besar dan 2 cocacola. Setelah aku mendapatkan 2 tiket film ‘The Conjuring’ aku dan Sehun Oppa masuk dan memilih tempat yang berada ditengah-tengah.
Film itupun dimulai, aku menontonnya dengan santai. Sudah menjadi kebiasaanku menonton film dengan camilan. Aku memakan popcorn yang berada diantara kursiku dan Sehun Oppa. Tak jarang tanganku sering bersentuhan dengannya untuk mengambil popcorn. Dan kau tahu seperti apa rasanya? Jantungku benar-benar berdetak cepat. Dan aku mulai sibuk menenangkan jantungku.
Setelah aku berhasil membujuk jantungku agar tenang. Aku mulai menikmati film ini. Aku terkadang ketakutan dengan suara teriakan dari film itu. Apalagi banyak adegan yang menegangkan dan mengejutkan. Tiba-tiba Sehun Oppa menggenggam tanganku, tangannya yang hangat itu seolah mengatakan “jangan takut, ada aku disini”. Aku tersenyum saja menanggapi hal itu.
Akhirnya film yang kutonton sudah selesai, dan aku masih sedikit ketakutan. Sehun Oppa masih menggenggam tanganku.
“Ayo kita ke Cafe ‘Black and White’ aku lapar” Ucapnya.
“Ne” ucapku singkat dan ia menggandengku keluar gedung bioskop. Aku menunggunya mengambil motornya, tak lama Sehun Oppa sudah berada didepanku. Aku menaiki motornya dan Sehun Oppa langsung pergi ke Cafe’ dekat Sungai Han.
Sama seperti tadi, aku memeluknya. Jantungku berdetak cepat lagi, aku tersenyum saja tapi ada sedikit yang aku khawatirkan. Bagaimana kalau Sehun Oppa tahu kalau jantungku berdetak seperti ini?. Aish kuharap dia tak akan tahu. Tak terasa kami sudah sampai di Cafe’
Kami memilih duduk dekat kaca dan memperlihatkan langsung Sungai Han. Indah sekali Sungai Han jika dilihat dari sini. Aku memesan Ice cream vanilla pancake dan capucino, sedangkan Sehun Oppa memesan Sphagetti dan macchiato. Setelah kami mendapatkan makanan, kami langsung memakannya terutama Sehun Oppa memakan sphagettinya sangat lahap, apa dia sangat lapar?.
Aku hanya membiarkan hal itu dan melanjutkan memakan pancakeku. Akhirnya kami pun menyelesaikan makanan kami.
“Aku punya sesuatu untukmu.. ini” dia memberikan sebuah gantungan kunci berbentuk rusa yang sangat imut.
“Yeppota!, kamsahamnida” ucapku berterima kasih dan masih melihat gantungan kunci itu.
“Itu hadiah natalku untukmu” Sehun Oppa tersenyum padaku.
“Tapi, aku tidak punya hadiah natal untukmu Oppa” ucapku sedikit kecewa padanya.
“Tidak apa, kau bisa memberiku lain kali, ayo kita pulang sekarang. Ini sudah malam” aku membalasnya dengan anggukan, dan ia menggandeng tanganku lagi dan membayar makanan kami. Setelah itu aku dan Sehun Oppa pulang, ia mengantarku sampai kedepan rumah.
“Kamsahamnida.. ini hari yang menyenangkan” aku tersenyum padanya.
Sehun Oppa mengusap pipiku lembut. Seketika aku merasakan wajahku memerah.
“Masuklah, kau pasti kedinginan. Bye Seulhyun-ah” aku melambaikan tangan dan Sehun Oppa langsung pergi. Aku memegang pipiku yang disentuh Sehun Oppa tadi. Aku merasa senang dan terkejut.
Aku masuk kerumah masih memegangi pipiku tadi, mendapati Seulmi sudah pulang dan tertidur di sofa ruang tamu. Aku membangunkannya dan menyuruhnya tidur dikamar. Seulmi langsung bangun dan berjalan kekamarnya. Aku masuk ke kamarku dan mengganti baju dengan pakaian rumah.
Aku masih mengingat bagaimana Sehun Oppa mengusap pipiku dengan lembut. Aku mencoba menjernihkan kepalaku, tapi pikiranku masih tertuju pada Sehun Oppa. Aku memilih memejamkan kepalaku. Mencoba untuk tidur.
Apa aku jatuh cinta padanya? Oh Tuhan dia benar-benar membuatku gila.
~[]{}||***||{}[]~
“Apa kau ada waktu? Ayo kita pergi keluar. Aku bosan dirumah” itu suara Sehun Oppa, dia menelponku
“Ya aku punya waktu, tapi adikku sendirian dirumah. Tidak mungkin aku meninggalkannya sendiri malam ini dirumah” Ucapku. Aku tidak masalah jika diajak keluar Sehun Oppa, tapi masalahnya pada Seulmi, dia takut sendirian.
“Pergilah Eonnie, aku juga akan pergi kerumah temanku” Seulmi langsung menyahut.
“Benarkah kau tidak apa jika kutinggal?” tanyaku pada Seulmi.
“Ya, aku tidak apa. Aku juga akan pergi” ucap Seulmi sekali lagi.
“Baiklah,.. Oppa adikku juga akan pergi. Jadi ayo kita keluar. Jemput aku ya”
“Ehm.. aku akan segera kesana” ucapnya dan menutup telpon. Aku pergi kekamarku dan mengganti baju. Menggunakan denim jeans, grey casual, maroon blazer, dan navy scarf. Tak lama aku mendengar motor Sehun Oppa.
“Seulmi-ya, Eonnie keluar ya. Hati-hati jika kau akan pergi” Ucapku sebelum menutup pintu. Dan aku segera menghampiri Sehun Oppa.
“Kau ingin kemana?” tanya Sehun Oppa. Bukankah dia yang mengajakku pergi? Kenapa dia bertanya padaku? Oh mungkin dia kehabisan ide akan pergi kemana.
“Bagaimana kalau ke Namsan Tower saja?”
“Baiklah ayo kita pergi” ucapnya bersemangat.
Aku menaiki motor sportnya, seperti biasa karena sekarang malam hari dan musim salju, aku memeluk Sehun Oppa. Kami langsung menuju Namsan Tower. Aku menyandarkan kepalaku di punggung Sehun Oppa, dan aku dapat dengan mudah mencium bau parfumnya. Lagi-lagi jantungku berdetak cepat.
Setelah aku sampai di Namsan Tower, kami langsung menaiki cable car. Banyak sekali pengunjung yang datang kesini. Setelah sampai diatas, kami memilih tempat yang pas untuk bisa melihat kota Seoul dengan indah.
“Jinjja Yepposeo.. Seoul sangat indah jika dilihat dari sini” ucapku antusias. Baru kali ini aku melihat kota Seoul dari Namsan Tower dimalam hari.
“Ehm, apalagi sekarang musim salju, dan juga banyak lampu yang menyala. Indah” Sehun Oppa juga ikut menambahi.
Dan kami kembali dalam diam, disibukan oleh pikiran masing-masing. Aku kembali merasa kedinginan, seharusnya aku memakai jaket saja bukannya blazer. Aku hanya bisa menggosokkan tangan dan menempelkannya ke pipiku.
“Kau, kedinginan? Mau pakai jaketku?” Sehun Oppa ternyata tahu jika aku kedinginan, tapi aku tidak mungkin memakai jaketnya, bagaimana kalau Sehun Oppa kedinginan.
“Tidak mungkin Oppa, kau pasti akan kedinginan tanpa jaketmu” tolakku lembut. Aku masih bergelut dengan pikiranku sambil menggosokkan telapak tangan.
Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang, itu Sehun Oppa? Aku melirik kearah samping, tidak ada Sehun Oppa disampingku. Jadi aku dapat menyimpulkan kalau Sehun Oppa yang memelukku.
“O-Oppa, apa yang kau lakukan?” Ucapku sedikit bergetar karena terkejut, seperti biasa jantungku selalu berdetak cepat.
“Kau kedinginan bukan? Aku memelukmu agar kau tak kedinginan” Ucapnya lembut. aku kembali diam tak tahu aku harus bicara apa padanya.
Aku dapat merasakan hembusan nafasnya melalu leherku, itu membuatku sedikit merasa geli. Dan aku juga dapat merasakan detak jantung Sehun Oppa yang berdetak cepat dari punggungku. Apa? Berdetak cepat? Kenapa?
“Oppa, banyak orang yang melihat kita. Aku takut kalau mereka berpikir kita berpacaran” Ucapku sedikit khawatir juga kalau ada yang melihat kami berpelukan seperti ini.
“Lalu kenapa kau tidak menjadi pacarku saja?” tanyanya. Apa katanya? Aku tidak bisa mencerna kalimatnya dengan baik. Apa katanya tadi?
“A-apa?” ucapku terkejut. Sehun Oppa kembali diam. Setelah beberapa saat Sehun Oppa berbicara padaku lagi.
“Seulhyun-ah aku ingin berbicara padamu” aku langsung berbalik menghadap kearahnya.
“Ehm katakanlah” aku mengangguk padanya.
“Tapi dengarkan dengan baik, aku tidak akan mengulanginya lagi” aku hanya mengangguk lagi membalasnya.
“Aku tidak tahu harus mulai darimana…. aku menyukaimu” ucapnya. Mwo? Dia bilang apa? Oh dimana otakku, kenapa aku belum mengerti apa yang dia katakan.
“M-mwo?” aku bertanya padanya lagi. Aku masih belum percaya apa yang dia katakan.
“Aku menyukaimu Seulhyun-ku yang cantik.. jadi kau mau menjadi pacarku?” ucapnya sekali lagi. Aku merasa jadi orang yang paling bahagia disini. Aku benar-benar senang.
“Jadi apa jawabanmu?” tanyanya sekali lagi. Aku menatap kearah matanya, apakah dia benar-benar serius dengan apa yang dibicarakannya? Tapi aku tidak ada tanda kebohongan dari matanya itu.
“Ya aku mau” ucapku sambil mengangguk. Sehun Oppa tersenyum manis padaku. Aku juga membalas senyumannya. Sehun Oppa memelukku lagi hangat. Aku menyandarkan kepalaku di dada bidangnya, aku dapat mendengar dengan mudah bagaimana jantungnya itu berdegup kencang.
Sehun Oppa melihat kearah wajahku, dan dia mengecup pipiku. Aku langsung menyembunyikan wajahku di dadanya itu, takut kalau dia melihat wajahku yang merah.
“Jadi sekarang kita sepasang kekasih?” Tanyaku padanya masih belum percaya kalau kami benar-benar berpacaran saat akan pulang.
“Iya sayangku” Sehun Oppa menjawabku dengan senyumnya dan mengacak rambutku. Aku benar-benar Blushing ketika Sehun Oppa memanggilku ‘sayang’ tadi.
“Ayo kita pulang” Dia menggengam tanganku. Aku benar-benar jadi orang bahagia sekarang.
Setelah sampai didepan rumah, aku menatapnya lagi dan tersenyum padanya.
“Masuklah. Kau kedinginan” aku hanya membalasnya dengan anggukan kepalaku.
Sehun Oppa mencium pipiku lagi, dan tersenyum manis sebagai tanda perpisahan dia mau pulang. Aku tersenyum malu padanya. Sehun Oppa melambaikan tangannya, aku juga melambaikan tanganku. Setelah itu Sehun Oppa pulang kerumah.
Aku masuk kerumah dengan senyumku yang masih tertempel, mungkin senyumku ini tak akan pernah hilang. Aku melihat Seulmi sudah ada di rumah, dan tidur dikamarnya. Aku masuk kekamar dan melihat kalenderku.
Aku melingkari tanggal hari ini, tanggal 27 Desember dengan spidol. Aku menuliskan ‘Aku dan Sehun Oppa’ aku juga memberi tanda Love disana.
Kurasa aku benar-benar jatuh cinta padanya.
~[]{}||***||{}[]~
“Oppa kau akan membawaku kemana?” tanyaku pada Sehun Oppa. Sekarang ia sedang menarikku ke sebuah hutan tapi tidak seperti hutan karena hanya sedikit pohon dan lebih terlihat seperti bukit.
“Nanti kau juga akan tahu” huh dia tak mau memberi tahuku. Jadi aku hanya pasrah saja padanya dan mengeratkan tanganku padanya. Aku takut hilang, apalagi ini malam hari.
Entah mengapa Sehun Oppa sangat suka pergi denganku dimalam hari.
“Sudah sampai” Ucapnya setelah kami berhenti. Aku melihat kearah depan.
“Wah, Daebak.. ini indah.. aku belum pernah melihat kota Seoul dari sini. Oppa darimana kau tahu tempat ini?” aku merasa takjub pada objek yang ada didepanku.
“Tapi masih ada yang indah lagi dari ini tunggulah sebentar lagi.. Ini kan malam tahun baru” Ucapnya lagi. Aku masih merasa takjub.
Ini benar-benar tempat yang indah. Aku duduk disampingnya dan melingkarkan tanganku di lengannya. Aku masih mengamati objek didepanku ini.
“Seulhyun-ah” panggil Sehun Oppa. Lantas aku menoleh kearahnya. Aku menatap wajahnya dengan tatapan ‘apa?’ padanya.
Sehun Oppa terus melihat kearah wajahku, aku masih penasaran dengan apa yang akan dilakukannya.
Dia mendekatkan kepalanya padaku, dan sekarang aku sudah merasakan ada sesuatu yang lembut diatas bibirku. Ini Firstkiss ku. Aku memejamkan mataku dan menikamati bibir Sehun Oppa yang dengan lembut melumat bibirku. Sehun Oppa menarik tengkukku, ia bisa leluasa menciumku.
Tak lama aku mendengar bunyi kembang api saling bersahutan. Sekarang sudah tahun baru.
Sehun Oppa masih menciumku.
.
.
‘Apa aku jatuh cinta padanya? Kurasa iya’ – Oh Sehun.

TBC^^

Ciah haha akhirnya selesai juga chapter 2-nya.. mianhae kalo kurang romantis, dan agak aneh.
Jangan lupa Comment ya!! Typo selalu bertebaran!!
Hahah^^ see you later.

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Memories of Winter Love (Chapter 2)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s