[EXOFFI FREELANCE] Death Game Alley (Chapter 1)

1452341771245_2.jpg

Death Game Alley

By Alona C.

Thankseu For AMAZING Poster, By; I R I S H

Starring;OC’s Jung Hye Mi – Oh Sehun – Lu Han –

And Supported By EXO

¤

MultiChapter

Fantasy | Romance | Hurt/Comfort | School Life | Friend Ship

PG-15 Rated

¤

Disclaimer;

 

I just Own The PLOT. Not The CAST. This FF ONLY MINE, If theres is a similarity, Sorry .. it was accidental.

¤

 

The Begin[NOW]|

 

“Can you stop the game?”

 

 

© 2016 JAN, ALONA.C. PRESENT

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Hutan itu sangat gelap. Meski sinar rembulan bersinar. Tapi masih tetap gelap, akibat pohon rindang dan lebat yang tumbuh tinggi hingga menutupi cahaya bulan.

 

Beberapa orang nampak berlarian. Berlari sangat cepat, seolah takut apapun dibelakang mereka menangkap atau membunuh mereka.

 

“Sialan… Mereka masih menembak!”Ucap seorang pemuda bersurai hitam.

 

“Apa ini akan berlanjut? Sepertinya didepan sana jurang..”Sahut pemuda berambut berambut Pirang.

 

“SIAL..”

 

Mereka terus saja berlari. Mencoba menghiraukan suara tembakan dan ledakan dibelakang. Mereka terus berlari hingga didepan mereka tak ada lagi jalan. Dalam artian, didepan mereka tidak ada lagi jalan atau tanah. Yaa… Didepan mereka jurang terbentang luas.

 

“Sial…”

 

DUK

 

“Akhh..”

 

Seorang pria berambut coklat kehitaman meringis. Memegang kepalanya yang menubruk nakas meja disamping tempat tidurnya.

 

“Mimpi sialan itu datang lagi…”Umpatnya.

 

Pemuda itu menyingkap selimut abu – abu polosnya lalu berjalan menuju kamar mandi. Mengabaikan tempat tidurnya yang berantakan.

Dasar anak laki – laki.

 

 

— Death Game Alley —

 

 

“Ada apa denganmu sobat?”

 

Suara serak khas seorang namja membuat Sehun menengok. Menampilkan wajah malasnya.

 

“Kau tau? Mimpi sialan itu… ARGGH… Aku ingin membunuh pembuat mimpi itu!”Geram Sehun. Sungguh, ini sudah hampir berpuluh kalinya mimpi itu menyapanya. Iya, sebuah mimpi tentang dimana dirinya dan teman seganknya dikejar. Entah dikejar aapa?

 

“Aku juga memimpikan itu!”Sahut seorang namja bermata panda. Semua yang ada diruang makan itu mengangguk, membetulkan bahwa mereka memang memimpikan hal yang sama.

 

“Apa kita benar – benar diikutsertakan lagi? Harusnya ini sudah berakhir bukan? Misi kita sudah selsai? Bukankah kita sudah keluar?”Tanya Baekhyun dengan otak berpikir keras. Apa maksudnya? Urusan mereka sudah selsai. Ada apa? Dunia ini penuh dengam kebohongan.

 

Keheningan melekat erat diruang makan itu. Semua sibuk memikirkan apa yang terjadi.

 

“Kupikir, kita memang diikutsertakan lagi…”Jawab pemuda yang paling tua dari kelompoknya.

 

Mereka kesal, marah, dan lelah. Mereka pernah mengikuti permainan ini. Dan waktu itu sudah selsai bukan? Kenapa kini mereka ikut lagi?

 

Sebenarnya permainan apa? Reader bingung wahai para Pria tampan. Ceritakan…

 

 

—Death Game Alley—

 

 

“Eommaku bilang, Permainan itu disebut Death Game. Kau tau film Hunger Games? Aku tak percaya, bahwa ada permainan seperti itu di dunia nyata ini.Jika di film itu mereka memang harus mengikutinya. Maka Death Game juga. Para peserta diundang melalui mimpi. Di Death Game ini para peserta dikelompokkan. Motonya ‘Siapa yang dapat bertahan maka dia menang’. Egois bukan? Oia… Kudengar ada yang mau menghentikan Game kematian itu. Apa dia bisa? Secara Death Game dibuat oleh penyihir. Itu sih gossipnya..”Jelas seorang gadis berambut pink.

 

Hye Mi hanya menguap. Sungguh, apa hal seperti itu perlu dipercayai? Itu hanya dongeng anak untuk tidur dan mimpi indah. Bagaimana gadis dewasa seperti Eun Bi masih hal mempercayai itu? Astaga, mereka sudah SHS?

 

“Iih.. Ini menyeramkan bukan? Bagaimana jika kita diundang?”Lirih gadis berwarna pink itu.

 

“Ya sudah, bertahanlah hidup. Biarlah egois, bukankah manusia memang begitu? Kalau tidak bisa ya MATI!”Ketus Hye Mi. Ck, gadis berambut coklat ini geram, Bagaimana bisa teman sebangkunya itu membawa dirinya yang sedang membaca buku Kimia dengan Khidmat ke Kantin hanya untuk membicarakan Hal tak penting seperti aapa? Death Game itu?

 

“ASTAGA.. Hye Mi.. Kau tak berperasaan sekali ya? Eh, bagaimana jika ucapanmu didengar oleh penyihir? Kau mau diikutsertakan dalam game itu?”Tanya Eun Bi-si gadis pink- dengan mata melotot, tak percaya bahwa teman berotak pintarnya itu begitu berani?

 

“Aish… Eun Bi hilangkan pikiran soal game bodoh itu! Sekarang pikirkan soal ulangan mu… Buang jauh – jauh soal fantasy mu itu!”Geram Hye Mi. Tangan rantingnya memukul kepala Eun Bi pelan.

 

“OMO… Apa diotakmu hanya pelajaran eoh? Isilah dengan kesenangan walau sedikit Hye Mi… Jangan hanya hal baku!”Beo Eun Bi. Gadis berambut pink itu mengusap kepalanya kasar, mencoba menghapus rasa ngilu di pinggir kepalanya, Meski tak berhasil.

 

“Terserah.. Aku akan ke perpus! Jangan cari aku kalau hanya untuk membicarakan hal tidak penting!”Omel Hye Mi. Berharap bahwa sahabatnya yang suka bergossip itu berhenti menjerumuskannya pada hal tidak penting.

 

“Kau tidak percaya eoh? Saudaraku mengalaminya! Bahkan dia tak ditemukan hingga kini..”Lirih Eun Bi. Sangat pelan. Karna meski dia berteriak juga Hye Mi tak akan dengar. Toh, gadis itu sudah menghilang.

 

 

—Death Game Alley—

 

 

Sehun mendudukan dirinya di sofa berukuran sedang berwarna hitam.

 

Membawa lamunan yang tadi dipikirkannya. Berkelana jauh, hanya untuk memikirkan jawaban dari semua pertanyaan. Kenapa serumit ini-pikirnya.

 

PLUK

 

Sebuah minuman soda jatuh dipangkuannya. Lantas lamunanya mengudara, Onyx violetnya beradu dengan manik Zamrud hijau milik sahabat seperjuangnya. Kai.

 

“Kau keberatan?”

 

Pria tinggi itu hanya diam. Tak ada ekspresi diwajahnya. Hanya memandang Kai dingin. Seolah tak menyukai keberdaan lelaki tan itu.

 

“Aku tau kau tak pernah menolakku, Kawan!”Canda Kai seraya meninju pelan bahu Sehun lalu duduk disebelah pria berkulit pucat itu. Mereka hanya diam. Saling memikirkam jawaban atas pertanyaan rumit mereka.

 

“Aku tidak tau bahwa pria tua bangka itu begitu menginginkan kematiannya dalam jangka waktu singkat?”Beo Sehun. Senyum meremehkan terlukis dibibir tipisnya.

 

Kai yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Tau kemana arah pembicaraan pria yang lebih muda darinya itu. Dia lupa, bahwa Sehun selalu punya ambisi untuk selalu menang. Tak perduli bagaimanapun keadaannya. Dia Keras kepala.

 

“Hun.. Dengar! Bagaimanapun juga, lelaki tua bangka yang sialnya pernah jadi Ketua kita itu. Dan sialnya lagi membuat kita mengikuti permainan kotornya. Tidak bisa begitu mudahnya dibunuh!”Ucap Kai. Jujur, dia lelah harus menjelaskan hal ini berkali – kali pada pria berkulit putih pucat itu. Tapi, dia ingin menyadarkan Sehun bahwa setiap kali mereka melakukan perlawanan, tak akan ada hasilnya.

 

Sehun menoleh. Senyum remeh di plum tipisnya hilang. Yang ada hanyalah wajah mengeras. Dan urat nadinya yang menyembul.

 

“Aku tau Hun.. Aku juga membencinya sama seperti yang kau rasa. Kami semua juga. Hanya saja, pikirkanlah resikonya!? Kau akan membunuh banyak nyawa tak bersalah!”Sahut Kai. Ingin memberi Sehun sedikit perncerahan. Bisa jadi pria itu berubah pikiran. Ya, meski mustahil untuk orang keras kepala sepertinya.

 

Sehun tak mengatakan apapun. Pria jangkung itu hanya berdiri lalu melangkah meninggalkan Kai yang berdoa dalam hati.

 

 

—Death Game Alley—

 

 

Seorang pria berambut blonde memandang seluruh temannya dingin dan datar.

 

“Lu.. Apa menurutmu mereka sudah tau?”Tanya seorang pria berwajah Eropa.

 

Fokus Luhan berpindah pada onyx hitam pria jangkung itu. Memandangnya penuh makna. Seolah berusaha membaca apa arti di manik mata tajam itu.

 

“Belum. Mereka tidak tau!”Jawabnya dingin.

 

“Tau apa?”Seorang namja bermata bulat ikut mendudukan dirinya disana. Menanyai hal apa yang dilewatkannya.

 

Luhan hanya diam. Malas dan tidak mau yang lain tau.

 

“Kita bisa menghentikan Death Game ini…”Pada akhirnya Chanyeol menjawab.

 

Mata bulat Kyungsoo makin membola. Wajahnya berbinar.

 

“Benarkah? Bagaimana? Ayo lakukan!”Ujar Kyungsoo. Pria mungil itu Berjalan mendekati Luhan. Sedikit menarik lengan Luhan, bersemangat mengajak pria china itu untuk menghentikan penderitaan mereka.

 

“Tidak semudah itu! Kau pikir ini ular tangga hah?”Desis Luhan, tangan kirinya melepaskan tangn Kyungsoo dari lengannya. Merasa risih, karna pria pendek itu meremas lengan kemejanya.

 

“Jadi, bagaimana caranya?”Tanya Suho. Merasa sedikit tertantang.

 

“Aku benci mengatakan ini.. Tapi ini harus..Kita harus bersatu dengan grup Sehun!”

 

“APA? KAU GILA?”

 

“Tidak. Ini adalah salah satu caranya. Kau ingin ini cepat selesaikan bukan?”

 

“Bagaimana?”

 

“Astaga, Kris. Kau menerimanya?”

 

“Diamlah, dan dengarkan dia bicara!”

 

“Kita harus bersatu. Karna setelah itu kita akan mendapat petunjuk!”

 

 

— Death Game Alley—

 

 

Hampir 1 minggu belakangan ini, Hye Mi merasa aneh pada dirinya sendiri. Seolah merasa, bahwa dia tidak bisa mengontrol seluruh tubuhnya.

 

Merasa ada yang mengawasinya. Merasa akan ada hal buruk terjadi. Ditambah Eun Bi ijin pulang karna sakit. Jdi dia akan pulang sendiri? Uuh, sempurna.

 

Langit menjelang malam. Bulan menerangi negri ginseng ini dengan adil. Tak ada yang terlewatkan sedikitpun meski pojokan gang sempit.

 

Lampu rumahnya menyala. Oh, dia melupakan sebuah hal. Eun Bi memang ijin pulang. Tapi, gadis berambut pink itu mau menginap dirumahnya. Uh, pastu bicara soal Death Game itu!

 

“Astaga, akhirnya kau sampai! Tak taukah kau? Diluar sana mendung? Apalagi di TV katanya, beberapa hari kedepan badai akan datang! Jangan pulang malam lagi Ok?”Omel Eun Bi panjang lebar. Astaga, bukankah gadis itu tadi menangis karna pusing? Kini dia sudah memerahiku?-Pikir Hye Mi.

 

Hye Mi melangkah semakin mendalami rumahnya. Mengganti bajunya lalu mendudukan dirinya diranjang. Eun Bi pun mengikuti gadis cantik itu.

 

“Hye Mi.. Kupikir mereka akan bertarung kini?”

 

Hye Mi menengok dari buku novel yang ia baca. Sedikit penasaran, tapi jadi malas saat tau apa arti dibalik kata ‘ bertarung’.

 

“Lupakan soal itu! Sekarang sebaiknya kau tidur!”

 

JGER

 

DUAR

 

BUGH

 

“AAAAA”

 

Hye Mi dan Eun Bi berteriak. Sedikit kaget karna ada suara petir dan jatuhnya sebuah benda. Iih, ini menyeramkan.

 

“A-Apa itu Hye Mi?”Tanya Eun Bi takut. Potongan film horror yang ditontonnya membuatnya takut.

 

“Diamlah! Aku akan mengecek didepan. Ini, bawa payungku!”

 

Hye Mi berjalan mendekati Eun Bi. Memeluk gadis itu hangat lalu melepasnya.

 

“Masih ada aku! Bertahanlah!”

 

Eun Bi akhirnya mengangguk. Berjalan mengikuti Hye Mi dengan dirinya diposisi akhir.

 

Tok.. Tok.. Tok..

 

Mereka berhenti berjalan. Ketakutan menghantui mereka. Jadi mereka hanya diam terpaku.

 

Tok.. Tok.. Tok..

 

Ketukan kedua?

 

Hye Mi dan Eun Bi saling berpandangan. Seolah berunding.

 

Tok… Tok.. Tok

 

“Kumohon, tolong aku!”Lirih seorang pria.

 

Hye Mi dan Eun Bi merasakan takut luar biasa.

 

Tapi, Hye Mi tetap melangkah menuju pintu masuk rumahnya. Lalu membukanya.

 

Didepan sana, seorang pria berambut blonde, tubuh pendeknya dibaluti kaos hitam dengan gambar kubus didepannya(logo Exodus). Dan celana katun hitam. Apa pria ini habis melayat apa?

 

 

“Kau.. Siapa?”Tanya Eun Bi. Sedikit gemetar, karna bagaimanapun. Pria itu bisa saja mafia. Melihat banuak luka dalam dan memar disekujur tubuhnya.

 

 

 

“Jongdae. Kim JongDae!”Jawan pria itu lalu tersenyum.

 

“Ooh.. Apa yang kau lakukan pada malam ini?”Tanya Hye Mi. Lalu menaruh air hangat dihadapan pria bernama Jongdae itu. Sedangkan JongDae hanya tersenyum manis dan lembut.

 

JGER

 

Hye Mi dan Eun Bi sangat terkejut. Bagaimana tidak? Saat petir menyambar, Jongdae mengambilnya dengan tangannya.

 

” Ini adalah-”

 

“Kau terlalu lama Chen! Cepatlah…”Tiba – tiba seorang pria pendek dengan hidung bangir. Berdiri di pintu masuk rumah Hye Mi.

 

Pria berambut blonde itu mendekati Hye Mi dan Eun Bi.

 

“Maafkan aku.. Tapi, tak seharusnya kalian tau! Selamat tinggal!”

 

TAK

 

Jentikan pria itu membuat kedua gadis ini pingsan. Dan akan terbangun dengan Melupakan sesuatu yang harusnya mereka ketahui.

 

TBC/Stop?

 

 

Hy.. Adakah yang tau aku? Hehehe, Aku Author FF, Baby(dont Cry). Lona bawa FF Fantasy.

Siap menghibur kalian!

 

Oia, gimana? Ini anehkah? Absurdkah? Hehehe maaf kalau gk maksimal. Aku Author Pemula. Mungkin ini kecepatn ya? Tp jujur, emg hrs gini. Karna aku gj mau terlalu banyak basa – basi. Hehehe XD… Oia, FF ini adalah ide cerita sahabatku dan juga aku. Makasih bantuannya Kak Tyalfh. I Love U So Much.

 

So, sesuai kalimat diatas. TBC/Stop? Tp kayaknya kalau pada milih Stop aku bakl tetep Next. Hehehe… XD

 

So, Wanna comment?

 

Gomawoyo

 

Signed,

 

ALONA.C

19 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Death Game Alley (Chapter 1)”

  1. duh salah fokus dan sesaat ngakak pas ada kalimat pria pendek dengan hidung bangir :v
    itu hyemi ama eunbi bakal ikutan jadi peserta dadakan death game? :3 ini menarik. Ditunggu kelanjutannya!!

  2. Omo?!!!!hunger games itu film favoritku, ini ff nya bagus pake banget bikin kepo nya juga pake banget oh iya adegan romance dong:v wkwk mungkin komentar pendek ini aja yang bisa aku kasiih keep writing, hwaiting

    1. Heheh… AKU JUGA SUKA BANGEET^^

      adegan romance untuk Chap ini blm, mungkin chap 2 hehehe^^

      iya makasih kak…^^ udh komen sm nyempetin baca^^

    1. ASTAGA… KAMU MIKIRIN, MERHATIIN? IIH, TERHARU AKU… :3

      Bukan…heheheh… nanti di chap depan dikasij tau…^^

      masa??? siiip… ditunggu ya ;3 =g

      Makasih udh komen^^

  3. Hmm sepertinya bakal seru nihhh.. HUNGER GAMES itu novel kesukaanku yg bahkan 3 serinya udah aku punya dan udah tak terhitung berapa kali ku baca… wahhh ga nyangka deh bakal ada yg bikin versi ff nya wkwkkwk seneng banget dehh…
    Eh itu jongdae numpang minum doang ? Wkwkwkkwkw
    Next yaa..

    1. Waaah, km suka??Makasih banget^^. AKU JUGA SUKA FILM SM NOVELNYA:3

      Iya, ini dapet ide dr Novel sm filmnya..^^

      Wkwkw, XD iya.. Jongdae numpang minum…

      Makasih udh komen^^

  4. TBC dooong, ayo kak lanjutin ini seru abis demi apa pun, amalh aku suka bgt sm the hunger games 😍😍😍 semangat y kak lanjutinnyaa!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s