[Vignette] Once Upon a Night

OUAN-l18hee.jpg

-Once Upon a Night-

Oh Sehun / OC’s Kwon Runa / slight!Kwon Jiyong

Vignette / AU / lilComedy / Romance / Teen

a present by l18hee

 

I own the plot and OC

 

-RnR Please-

 

Di salah satu malam musim dingin, Runa bertutur:

“Sehun, kau tidak mabuk ‘kan?”

 

“Jangan lupa makan malam. Kututup ya.”

Suara di seberang sana menghilang. Tanda sambungan telah diputus. Runa meletakkan ponsel di meja bar setelah mendengus panjang. Dia menuju lemari pendingin untuk mengambil air. Namun tangannya terhenti kala ia mengingat sesuatu.

Ah, iya.

Ini ‘kan musim dingin. Harusnya dia membuat coklat panas atau minuman hangat lain.

Niatnya berbelok seketika. Sekian saat kemudian cairan coklat bersuhu hangat sudah memenuhi cangkir kelabu kesayangannya.

“Nah, begini lebih baik.” Runa bergumam sendiri. Seharusnya kedua kakaknya sudah di rumah sekarang. Tapi yang terjadi adalah Yuri yang pergi untuk perayaan yang entah apa Runa lupa namanya. Dan Jiyong yang baru saja menelpon harus tinggal sedikit lebih lama di bengkel untuk pemeriksaan bulanan.

Bukan masalah besar sih. Lagipula masih setengah delapan malam. Hitung-hitung Runa bisa tidur dengan tenang sedikit lebih lama. Suara musik dari kamar Jiyong sering mengganggu, omong-omong.

Setelah meletakkan cangkir di meja yang terletak di depan televisi layar datarnya, Runa memutuskan menuju kamar Jiyong. Membuka lemari pakaian dan meraih salah satu hoodie sang kakak. Salah satu kebiasaan yang kadang memancing decak kesal Jiyong. Tapi toh, akhirnya dipinjamkan juga.

Duduk bersila di atas sofa dengan bantal di pangkuan adalah yang Runa lakukan sekian menit kemudian. Siaran acara komedi sesekali menariknya untuk tertawa. Ah, ini benar-benar liburan-musim-dingin-sekali. Malam hari yang dingin, menonton acara televisi dengan baju hangat serta coklat panas. Runa hanya tinggal menunggu kantuk tiba agar ia bisa cepat terlelap di kasur empuk kamarnya. Dan benar saja, jarum pendek jam bahkan baru berputar setengahnya kala si gadis menguap.

Ting Tong…

Runa menegakkan tubuhnya tiba-tiba. Ini efek dia mengantuk atau memang benar-benar ada yang menekan bel apartemen?

Ting Tong…

Oh, berbunyi lagi. Itu artinya benar-benar ada yang bertamu. Langsung saja Runa bergumam kesal, “Siapa sih yang bertamu malam-malam di musim dingin?” Dia beranjak menuju layar intercom. Namun tak ada siapa pun di sana.

Ting Tong…

“Sebentar.” Walau tak tahu siapa yang membunyikan bel, Runa berucap pelan. Langkahnya tercipta menuju pintu depan. Seraya mengucek mata, pintu terbuka perlahan. Menampilkan sosok Sehun dengan mantel tebal di sana. Dan jangan lupakan cengiran menyebalkannya.

Untuk sejenak Runa kaget, tentu saja. Dia bisa berteriak mengatakan betapa gilanya Sehun malam-malam begini datang tanpa memberi kabar. Coba saja kalau Jiyong sudah pulang, pasti Sehun akan dapat lemparan sandal.

“Makan yuk. Aku lapar.”

Hah?

Apa katanya? Makan?

“Makan?”

“Iya, makan.”

“Sehun, kau tidak mabuk ‘kan?”

“Aku masih pelajar, ingat?”

Runa mendengus. Dia terlihat bodoh sekarang. Tapi melihat Sehun yang datang malam-malam hanya untuk berujar ‘Makan yuk’ sudah termasuk dalam kategori tak waras. Ditatapnya lelaki yang sudah resmi menyandang gelar sebagai kekasihnya sejak liburan musim dingin dimulai.

“Kaubisa beli kimbab atau menyeduh ramen di minimarket. Aku tidak bisa keluar.” Akan menjadi masalah jika Jiyong atau Yuri tak mendapati dirinya di apartemen nanti.

Untuk menanggapi penuturan Runa, Sehun mengangkat tangannya yang tengah menenteng sebuah kantung plastik putih. Cengiran itu kembali terlihat, “Aku sudah bawa ramen sendiri.”

“Ya? Ya? Ya?” Dia berusaha bertingkah lucu dengan marik ujung hoodie Runa yang justru menatap risih, “Jangan sok imut!”

.

.

.

.

.

Dengan sumpit di tangan, Sehun menatap cup ramen berkepul di depannya.

“Selamat makan.”

Dan selanjutnya hanya seruput kecil yang terdengar dari kegiatan si lelaki. Runa yang melihatnya hanya menyangga dagu malas. Acara menonton televisi sampai kantuk datang, terlanjur gagal. Bukannya pulas di atas kasur empuk, kini dia justru duduk di karpet menatap Sehun menyantap ramen. Tidak, dia tidak sedang terpesona. Dia hanya tak habis pikir kenapa Sehun masih bisa menikmati ramen dengan tenang sementara kemungkinan Jiyong akan pulang sebentar lagi begitu besar.

“Kalau sudah habis, langsung pulang loh.”

Hanya mengangkat pandangan sekilas sebelum mengangguk mengiyakan adalah yang Sehun lakukan. Sesudah mengirim ramen yang sudah dikunyah untuk menuju lambung, ia menatap Runa.

“Mau coba?” Sepasang sumpit terulur.

“Tidak deh. Aku sudah tau rasa ramen bagaimana.” Tolakan ini memicu Sehun mengedik bahu. Dia kira Runa akan diam saja dan membiarkannya menandaskan cup ramen. Namun yang terjadi selanjutnya adalah Runa yang tiba-tiba beranjak dan menariknya paksa untuk berdiri.

“Sehun, perasaanku tidak enak. Sepertinya kakakku akan pulang sebentar lagi.”

Ditarik seperti itu, Sehun tak mau, “Tinggal seperempat lagi.” Dia kembali duduk, kembali menyantap ramen. Namun dengan cepat Runa menariknya lagi, “Sudah, habiskan di jalan saja.”

Yaa! Yaa! Yaa!” Beberapa cipratan kuah ramen keluar dari mulut Sehun. Posisi Runa sekarang di belakang si lelaki ─mendorongnya paksa menuju pintu. Posisi yang menguntungkan gadis itu terhindar dari cipratan kuah ramen. Setengah memaksa, Runa menyerahkan jaket Sehun.

Yaa! Kwon Runa! Kau tidak bisa melakukan ini pada kekasihmu!”

Percuma saja melawan, Runa tetap pada pendiriannya mendorong Sehun agar segera pergi. Dia baru saja memaksa Sehun untuk memakai sepatu kala sebuah suara terdengar. Suara sandi apartemen di tekan. Sontak saja pasangan itu berpandangan.

“Mati kau, Kwon Runa.” Bisikan kurang ajar ini Sehun layangkan. Dan dengan sebuah dorongan paksa Runa menjawab, “Kau yang mati, bodoh! Ke dapur!” Jika yang sedang memasukkan kata sandi adalah Jiyong, keduanya mati. Bisa-bisa Jiyong mengamuk malam-malam. Sama sekali bukan hal yang seru.

Masih menenteng cup ramen, sepatu, dan jaket, Sehun segera menuju dapur. Menyembunyikan diri di bawah meja bar. Sementara Runa langsung mendudukkan diri di sofa. Berlagak mengganti channel televisi mencari acara menarik. Seraya diam-diam mengatur degub jantung tak beraturannya.

“Oh, belum tidur?” Benar saja. Jiyong sudah berdiri di sana seraya memasukkan sepatu dalam rak.

“Sebentar lagi. Aku ‘kan menunggu kakak pulang.” Runa mencoba terlihat begitu mengantuk dengan mata sayu dan kuapan dari mulut.

“Tumben. Biasanya juga sudah tidur.” Langkah Jiyong berbelok, “Ah, aku lapar sekali. Apa persediaan ramen kita masih ada?”

Seketika Runa berseru heboh, “KAK JIYONG!” Cukup keras untuk menarik Jiyong menaikkan alis tak mengerti. Tidak lucu jika Runa tergagap nantinya. Tak mungkin ia mengalihkan perhatian Jiyong dengan cara melakukan salto atau dance gila tiba-tiba. Walau pasti berhasil, dia masih punya segelintir rasa malu sekarang. Itu hanya digunakan pada saat-saat genting saja, omong-omong.

Mungkin karena terlalu lama menunggu Runa yang tak kunjung berucap, Jiyong kembali berniat meneruskan langkahnya. Namun sekali lagi seruan Runa kembali terdengar.

“KAK JIYONG!”

“Apa sih?!” Jiyong kesal juga diteriaki tak jelas sedangkan perutnya sudah demo minta diisi.

“Itu… Mandi dulu baru makan! Kakak bau, tahu!” Runa berlagak ingin muntah dengan memencet hidung, “Kakak bau sekali. Memangnya pengecekan bulanan memberi bau seperti ini?”

Perlahan Jiyong mencium bau tubuhnya sebelum kembali menatap Runa, “Memangnya sampai situ ya?”

“Iya! Oh, astaga bau sekali!” Dengan kekuatan ekting yang pas-pasan Runa mengibas-kibaskan tangan di depan hidung, “Sana! Mandi dulu!”

Tatapan Jiyong masih tak percaya. Tapi toh akhirnya dia mengedik bahu juga sebelum menuju kamar mandi. Ketika terdengar pintu kamar mandi ditutup, Runa langsung angkat kaki. Berlari kecil menuju tampat Sehun berada.

Yang ia dapati adalah Sehun yang baru saja menandaskan tegukan kuah ramen terakhirnya. Kurang ajar! Runa susah payah mengalihkan perhatian dan Sehun justru asyik makan ramen? Di saat seperti ini masih bisa makan ramen?

“Cepat, Sehun!” Dia menarik sang kekasih. Membuat kepala Sehun terkantuk meja. Tanpa mau susah payah peduli, Runa begitu saja menarik lengan Sehun dan berlari ke pintu depan. Mendorong si lelaki keluar.

“Sepatunya pakai di bawah saja. Sana pulang!” Masih dengan nada panik, Runa mengibaskan tangan sebagai sebuah kode agar Sehun cepat mengenyahkan diri.

“Sebentar, sebentar.” Sehun menolak didorong lagi. Dia berbalik cepat menghadap gadisnya. Melayangkan sebuah kecupan singkat di pipi dan berucap, “Kau terlihat lucu dengan hoodie itu,” sebelum akhirnya angkat kaki. Meninggalkan Runa yang tertegun sendiri.

Kala sosok Sehun yang menenteng sepasang sepatu, dan cup ramen kosong sudah menghilang, Runa mengusap pipinya dengan ujung hoodie.

“Dasar! Lain kali aku tidak mau pakai hoodie Kak Jiyong. Pipiku jadi bau ramen.”

.

.

.

.

Jiyong yang sudah wangi kini terlihat meraih sebuah bungkus ramen. Dia baru akan meraih panci ketika maniknya menangkap sesuatu di bawah meja bar.

“Runa, sejak kapan kau pakai jaket model ini?”

.

.

.

Baiklah Kwon Runa, mungkin ini saatnya mengalihkan perhatian dengan melakukan salto dan dance gila-gilaan.

fin!

AYEH RUNA MAU SALTO/gak/

Sehun-Runa lagi wakaka ❤ ❤ ❤

Walau menstrim, tetep cinta ❤ ❤

galau gak punya kuota ya gini, sengkleknya jadi kumat :’

buat mba mba exoffi yang baca, he, aku kangen wkwk

.nida

13 tanggapan untuk “[Vignette] Once Upon a Night”

  1. wew. dipossst januaaari. sekarang akuu baru baca. bacanyaa kapan nih? paas hari palentin. cupp cupp hari palentin massih sendiri bacaaa yang beginiaaan. wkwkw. somplaaaak semuah. wkwkw. kanidaaaaaaa kangeeeeeen ff muuuuuu… XD XD XD

    1. AKU JUGA SUKA SEHUN RUNA KYAAA/plak
      ah, yaampun aku terharu :””’) padahal masih banyak yang lebih dari aku, tapi intinya makasih banyak yaaa peluk cium ({}) :* ❤ ❤ ❤
      eaaaakkkkkk sehun dikatain manis eaaakkk bisa bisa dia ge er nanti/nid plis/

  2. aaaaa… sehun runa comeback.. hahahaha
    kangen sama mereka..
    ini gk ada sequel behind the scene festival ya…???/ngarep..
    semoga aja ada amiin.. hehe
    aku tunggu fanfic sehun runa selanjutnya ya 🙂

    1. KYAAAAAAA/histeris sendiri/ setelah sekian lama gak buat ff sehun, akhirnya kejadian juga :’)
      kalok diperhatikan… ini ada semacam keterkaitan lho sama SHTWSHTL ituu wkwk (inget bagian ‘resmi menjadi kekasihnya awal liburan musim dingin lalu’/intinya ini aku lupa kalimatnya gimana/ nha itu kan semacam merujuk ke akhir festival yang ada di awal musim dingin wkwk/oke ini muter muter) cuman gak mau kukasih penjelasan, biar gak kebeban kalok2 aku gak ada ide wkwk

  3. Salto sambil kayang :v leh ugha. Sehun bknny cptan abisin malah nyantai2 pengen aku bejek2 mukanya, eh tp nanti g ganteng lg, jgn deh. Ditunggu karya2 selanjutny y kak ^^

    1. sip, silahkan dicoba/gak/
      hahaha lha iya… dia mah yang penting kenyang dulu :v
      oke sip avatar (aku belum tau harus manggil kamu gimana hehe) makasih udah mampir ya ❤ ❤

  4. BUAHAHAHAHAHAHA ANE NGANGGUR DIKAMAR MANDI /KEMUDIAN DI TENDANG/ DAN BACA FF ENTE JD NGEKEK SENDIRI. INI ANTARA NIATAN SO SWEET SAMA ENGGA/? SEMACEM LABIL KEK IDUPNYA NIDUL. EH TP UNTUNGNYA YA JAKETNYA SEHUN BUKAN JAKET TANTE KERR XD

    1. KAK KOK SAMAAN DI KAMAR MANDI MAINAN HAPE/plak
      lha ini kepslok semua, berasa ditreakin
      sek sek, bentar… kalok itu jaketnya tante, jadi yang mampir ke rumah runa itu tante dong?/nid….
      KAK AKU GAK LABIL KAK/telat nid/

    2. XD ane kan hobi cari inspirasi dikamar mandi wkwkwkwkkwkw XD ADOH DOH COBA ITU JAKET SI TANTE KAN JIYONG NTAR NGIZININ SEHUN BUAT MAIN SAMA TANTE /EH XD

Tinggalkan Balasan ke IRISH Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s