About Love #1 [Sehun Vers.] – deagoldea

About Love [Sehun Vers.].jpg

About Love by deagoldea. series. fluff, romance, school life, teen.

 

Starring by EXO’s Sehun and OC’s Lee Eunjin.

 

Supported by EXO’s member.

 

The storyline is purely from my imagination. Don’t be plagiator and siders!

Thanks IRISH for the poster!

 

Happy Reading!

 

“It’s an unexplainable feeling, an expression. It’s a touch, it’s a feel. Once you feel it, it’s like no other thing in the world.” — Snoop Dogg on love 

 

Lelaki jangkung ini berjalan santai menuju lokernya. Sepasang earphone putih menghiasi sepasang telinganya. Alunan musik klasik dari earphone itu menggema di gendang telinga sang lelaki. Sesekali lelaki berkulit pucat ini menguap karena rasa kantuk yang belum hilang semenjak pagi. Oke, memang kesalahannya yang salah menyetel alarm hingga jam sialan itu berbunyi pukul tiga pagi. Ingatkan lelaki ini jika saat pulang nanti ia akan membuang jam sialan yang mengganggu ketenangan tidurnya.

Lelaki ini membuka sebuah loker bernomor 216 dan dibawah angka itu tertulis nama Oh Sehun –sang pemilik loker. Sebelum sempat mengambil buku pelajaran yang ada di dalam loker, mata sang pemilik tertuju pada sebuah sticky note berwarna merah muda yang tertempel di pintu loker bagian dalam. Tidak perlu menebak-nebak, Sehun sudah tahu siapa yang menulis sticky note itu dan menempelkannya di dalam loker miliknya.

Pagi, tuan es. Kusiapkan beberapa potong sandwich ayam. Selamat menikmati!

Sebuah senyum menghiasi wajah tampan lelaki bermarga Oh ini. Pandangannya ia alihkan ke dalam loker. Benar saja, sebuah kotak bekal bening sudah tersimpan rapi di sana. Tampak beberapa potong sandwich di dalamnya. Dengan cepat lelaki ini mengambil beberapa buku pelajaran yang diperlukannya dan memasukkannya ke dalam tas hitam kesayangannya. Sedangkan kotak bekal berisi sandwich itu ia bawa di tangannya beserta sticky note merah muda di atasnya. Langkahnya yang panjang berjalan menyusuri koridor sekolah yang masih cukup sepi karena memang waktu yang masih menunjukkan pukul enam pagi. Ayolah, masih terlalu pagi untuk datang ke sekolah.

Kedua kaki jenjang Sehun berjalan menuju kelasnya. Gadisnya memang berada di kelas yang sama dengannya, memudahkan keduanya berinteraksi lebih banyak. Sesampainya di depan kelas, ia langsung berjalan menuju deretan bangku belakang dan meletakkan tasnya di bangku pojok kanan. Bukan tanpa alasan Sehun duduk di sana, tentu saja karena kesialan sedang berpihak padanya saat kelasnya sedang menentukan tempat duduk dengan cara undi dan Sehun mendapatkan tempat paling belakang di pojok kanan. Beruntung gadisnya duduk tepat berada di depan tempat duduknya. Dengan leluasa Sehun dapat menggaggu kekasihnya kapanpun ia mau.

Kelasnya tampak sepi, tidak ada seorangpun di dalam kelas kecuali Sehun. Lelaki ini menatap tempat duduk di depannya. Sebuah tas biru sudah berada di bangku itu namun entah di mana sang pemilik. Tiba-tiba terlintas sebuah tempat di pikirannya, langsung saja Sehun membawa kedua kaki jenjangnya berjalan keluar kelas. Ia langkahkan kedua kakinya menuju rooftop. Sehun yakin gadisnya ada di sana karena ia memang sering berada di rooftop saat pagi seperti ini.

Sehun membuka sebuah pintu yang membatasi rooftop dengan bagian dalam gedung. Tampak seorang gadis berambut pendek tengah berdiri di pagar pembatas sambil memunggunginya. Sehun mengernyitkan dahinya bingung, bukankah kemarin gadisnya berambut panjang? Tapi jika dilihat dari sepatu dan postur badannya, ia yakin jika gadis yang sedang memunggunginya itu kekasihnya. Dengan ragu Sehun melangkahkan kakinya untuk menepis jarak di antara keduanya. Saat jarak mereka tinggal beberapa senti lagi, Sehun dapat mencium aroma parfum yang sering digunakan gadisnya. Tanpa ragu lagi, Sehun langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang sang gadis yang sedari tadi berdiri memunggunginya. Gadis itu cukup terkejut dengan sepasang lengan yang tiba-tiba saja melingkar di pinggangnya. Ditambah sebuah kepala yang bertumpu pada bahu sebelah kanannya, membuatnya sontak menolehkan kepala ke kanan dan menemukan wajah sang kekasih yang tersenyum simpul.

“Kau mengagetkanku, Hun.” ujar gadis itu dengan nada sebal sementara Sehun hanya memamerkan cengirannya.

“Memangnya siapa lagi yang akan melakukan ini padamu selain aku? Jika ada maka akan kuhajar orang itu.” ujar Sehun dengan nada santainya. Gadis bersurai hitam kecokelatan yang sedang berada dalam pelukan Sehun ini hanya mendengus sebal mendengar perkataan kekasihnya. Gadis ini melirik sebuah kotak bekal yang masih berada dalam genggaman Sehun beserta sticky note merah muda itu.

“Kenapa tidak dimakan?” tanya gadis itu bingung. Gadis ini yakin seratus persen jika Sehun belum sarapan. Salah satu kebiasaan buruk Sehun adalah ia selalu melewatkan sarapan. Bahkan Sehun pernah hampir pingsan karena tidak sarapan padahal jam pelajaran pertama adalah pelajaran olahraga. Dan dua jam pelajaran itu berakhir dengan Sehun yang terbaring lemas di ruang kesehatan.

“Aku ingin memakannya bersamamu. Tidak boleh?” tanya Sehun sambil melepaskan pelukannya pada sang gadis. Gadis ini hanya tersenyum singkat mendengar nada ketus yang terselip di balik perkataan Sehun barusan. Hal yang wajar bukan jika gadis ini memanggil Sehun tuan es?

“Makanlah. Aku sudah sarapan tadi.”

“Aku tidak bisa makan sendiri.”

Gadis yang mengenakan name tag Lee Eunjin itu tersenyum geli mendengar jawaban Sehun. Tentu gadis ini mengerti apa yang Sehun maksud. Sehun memintanya untuk menyuapi lelaki itu. Sungguh menggelikan, seingatnya Sehun tidak pernah bermanja-manja seperti ini padanya dulu saat mereka belum menjalin hubungan. Malah kebalikannya, Sehun sangat dingin seperti es. Bahkan Eunjin sempat heran saat lelaki yang tampak seperti balok es berjalan itu tiba-tiba melakukan pendekatan padanya. Tidak sedikitpun terlintas di benaknya jika ia akhirnya akan jatuh cinta pada lelaki sedingin es seperti Sehun.

“Berapa umurmu, Oh Sehun? Kau tampak seperti anak kecil jika seperti ini.”

Sehun hanya menampilkan cengirannya sementara Eunjin masih tersenyum geli melihat tingkah manja Sehun. Gadis ini segera merajut langkah mendekati sebuah bangku panjang yang memang sudah tidak dipakai lagi di rooftop diikuti Sehun di belakangnya. Dengan segera kotak bekal bening itu sudah berpindah ke tangan Eunjin. Jemari lentik gadis ini mulai membuka kotak bekal itu dan mengambil sepotong sandwich dari dalamnya. Lantas gadis ini menyodorkan sepotong sandwich itu ke hadapan Sehun. Lelaki itu memberikan tatapan memelasnya yang seakan berkata ‘tolong suapi aku’ sementara Eunjin membalasnya dengan gelengan singkat disertai senyum tipis di wajahnya. Sehun kembali menekuk wajahnya dan mengalihkan posisi duduknya menjadi membelakangi Eunjin dan melipat kedua tangannya di dada. Astaga, seorang Oh Sehun ternyata tidak jauh berbeda dengan anak umur lima tahun yang sedang merajuk.

“Hei, kau tidak mau makan?” tanya Eunjin yang tidak disahuti Sehun. Ia masih terus saja duduk membelakangi Eunjin tanpa sedikitpun berniat merubah kembali posisinya menjadi menghadap sang kekasih. Rupanya lelaki ini masih betah dalam mode merajuknya.

Dering ponsel Eunjin yang cukup nyaring membuat sang pemilik segera merogoh saku blazer sekolahnya dan melihat siapa yang meneleponnya sepagi ini. Nama murid lelaki dari kelas sebelah muncul di layar ponselnya. Murid lelaki yang dulu sempat menyukainya dan menyatakan perasaannya pada Eunjin namun gadis ini malah menolak lelaki itu. Tentu gadis ini menolaknya dengan halus agar lelaki itu tidak merasa sakit hati. Meskipun Eunjin tidak yakin jika lelaki itu tidak merasa sakit hati. Namun sikap lelaki itu tidak berubah, tetap bersikap biasa saja meskipun Eunjin saat ini sudah menjalin hubungan dengan Sehun. Bahkan lelaki itu tidak menunjukkan tanda-tanda jika ia akan menjauhi Eunjin.

Yeoboseyo? Ada apa Baekhyun-ah?”

Sehun membolakan matanya saat mendengar Eunjin menyebut-nyebut nama Baekhyun. Oh astaga, jangan bilang Baekhyun yang Eunjin sebut namanya barusan adalah Baekhyun yang pernah menyatakan perasaannya pada Eunjin. Tapi setahu Sehun, tidak ada lagi lelaki bernama Baekhyun yang Eunjin kenal selain Baekhyun yang berada di kelas sebelah. Untuk apa lelaki itu menelepon kekasihnya? Oh, Sehun mulai merasa panas rupanya.

“Ah, aku baru mengingatnya. Mengantarnya? Tidak usah, itu merepotkan.”

Baiklah, Sehun mulai merasa jika udara di sekitarnya mendadak terasa sangat panas padahal matahari baru mulai tampak. Rasanya seperti sinar matahari sudah sangat terik seperti jam dua belas siang. Heol, seorang Oh Sehun sedang cemburu sekarang. Ingin rasanya Sehun menemui lelaki bernama Baekhyun itu dan melayangkan sebuah tinju padanya.

“Sungguh? Baiklah, sampai jumpa nanti.”

Setelah menyelesaikan percakapannya dengan Baekhyun, pada saat yang sama Sehun segera membalikkan badannya menghadap Eunjin dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Membuat sang gadis hanya balas menatap dengan kening berkerut. Sehun mendekatkan wajahnya pada Eunjin sementara reaksi berbeda ditunjukkannya, gadis itu malah memundurkan wajahnya.

“Ada apa Baekhyun meneleponmu sepagi ini?” tanya Sehun dengan mata yang sedikit memicing. Tatapannya seakan sedang mengintrogasi kekasihnya yang saat ini hanya memandangnya dengan kening berkerut.

“Dia hanya ingin mengembalikan buku yang ia pinjam.”

“Lalu mengapa kau bilang sampai jumpa?”

“Karena dia akan mengantarkannya ke rumahku. Dia bilang tadi ia lupa membawanya.”

Sehun kembali membolakan matanya mendengar pernyataan Eunjin yang kelewat santai. Apa katanya? Baekhyun akan ke rumah kekasihnya? Oh tidak, itu tidak boleh terjadi. Tidak tahukah Eunjin jika Sehun sedang dilanda cemburu berat pada lelaki pendek –menurut Sehun–bermarga byun itu? Jika disandingkan dengannya, tentu Sehun yakin jika ia yang lebih tampan dari Baekhyun. Masalah tinggi badan pun tidak perlu diragukan lagi, Baekhyun akan tampak seperti seorang hoobae jika berdiri di samping Sehun. Yah, meskipun jika masalah suara memang Sehun kalah telak sih. Tapi tetap saja Sehun merasa dirinya lebih baik daripada Baekhyun –sekali lagi, ini menurut Sehun sendiri.

“Kapan dia akan ke rumahmu?”

“Dia bilang mungkin sepulang sekolah atau nanti sore.”

“Kalau begitu aku akan ke rumahmu sepulang sekolah.”

Kening Eunjin berkerut bingung mendengar pernyataan sang kekasih. Ada apa dengannya? Mengapa mood nya menjadi sangat gampang berubah seperti seorang gadis yang sedang datang bulan? Bahkan Eunjin tidak seperti itu saat tamu bulanannya datang. Butuh waktu beberapa sekon sebelum akhirnya gadis ini mengerti mengapa Sehun tiba-tiba berubah menjadi protektif seperti itu.

“Kau cemburu?”

Pertanyaan Eunjin barusan sukses membuat Sehun hampir tersedak karena sedari tadi ia sibuk mengunyah sandwich buatan kekasihnya ini –ingat, hanya hampir. Heol, memang kekasihnya sedang lemot atau apa? Eunjin baru menyadari jika sedari tadi Sehun cemburu? Yang benar saja, bahkan ahjumma pemilik kedai di sebrang sekolah saja tahu jika Sehun sedang cemburu. Oke, sedikit berlebihan memang. Ah, tapi mengakui jika ia cemburu juga memalukan. Ayolah, padahal Sehun sangat percaya diri jika ia memang lebih segala-galanya –kecuali suara– dari lelaki pendek bermarga byun itu. Tentu ia masih memiliki sedikit rasa malu untuk ia pertahankan di hadapan gadis ini.

“Tidak, siapa bilang aku cemburu.” jawab Sehun sambil kembali mengunyah sandwich yang ada dalam genggamannya. Setelah habis, Sehun kembali mengambil potongan kedua sandwich dan memakannya dengan gaya cuek. Menghiraukan Eunjin yang masih menatapnya penasaran. Benarkah Sehun tidak merasa cemburu pada Baekhyun? Tidak mungkin, Sehun adalah tipe kekasih yang cukup pencemburu setahu Eunjin.

“Mengaku saja, aku tahu kau cemburu.”

“Tentu saja tidak. Untuk apa aku cemburu.”

“Baiklah, aku akan mengajak Baekhyun jalan-jalan nanti sore. Pasti dia mau.”

Sehun mendelik pada gadis di sampingnya. Sungguh, demi apapun di dunia ini, mengapa Eunjin seakan memojokkannya seperti ini? Senyum jahil sudah menghiasi wajah Eunjin. Gadis itu sudah mengeluarkan ponsel layar sentuhnya dan mencari nama lelaki byun itu di deretan kontak.

“Baiklah, baiklah. Iya, aku cemburu.”

Eunjin mengembangkan senyum kemenangannya sementara Sehun malah menekuk kembali wajahnya. Heol, harga dirinya sengaja ia korbankan agar gadisnya tidak mengirimkan pesan pada lelaki lain. Walaupun begitu tetap saja ia merasa harga dirinya sebagai pria jatuh karena ketahuan cemburu.

“Mengapa kau memotong rambutmu?” tanya Sehun mengalihkan pembicaraan setelah teringat rambut Eunjin yang panjang kemarin berubah menjadi lebih pendek. Jujur saja, ia tampak lebih manis dengan rambut pendeknya. Dan membuat Sehun makin mengangumi gadisnya sekaligus kesal. Kesal karena jika Eunjin bertambah manis maka semakin banyak siswa yang akan menggoda atau bahkan sekedar melirik kekasihnya. Yah, tidak sepenuhnya salah Eunjin memang, semua gadis pasti ingin terlihat manis ataupun cantik. Itu sudah hukum alam.

“Tidak ada. Hanya ingin suasana baru saja.”

“Aku tidak suka.”

“Kenapa?”

“Kau tampak lebih manis dari sebelumnya. Pasti siswa lain akan menggoda atau sekedar melirikmu. Aku tidak suka saat lelaki lain menatapmu.”

Tiba-tiba saja sebuah ciuman mendarat di pipi Sehun, membuat lelaki itu terdiam mematung. Butuh beberapa sekon agar Sehun mengerti apa yang baru saja terjadi. Setelah terdiam beberapa sekon, dengan gerakan cepat ia langsung menolehkan kepalanya ke samping dan menemukan Eunjin yang sudah menundukkan kepalanya dalam sambil memainkan jari-jari lentiknya. Bukannya reaksi Sehun yang berlebihan, tapi memang sikap Eunjin yang sama sekali tidak terduga dengan mencium pipi Sehun. Bahkan selama mereka berpacaran belum pernah Eunjin yang menciumnya seperti ini, selalu Sehun yang memulainya. Tunggu dulu, suatu kemajuan yang bagus bukan?

“Jangan cemburu pada Baekhyun atau siapapun. Aku tetap mencintaimu.”

Dua kalimat. Hanya dua kalimat sederhana saja namun dapat membuat sebuah senyum mengembang di wajah tampan lelaki bermarga Oh itu. Antara merasa geli dan senang. Senang karena mendengar pernyataan cinta dari gadisnya dan geli melihat sikap Eunjin yang saat ini masih menundukkan kepalanya seakan tak berani menatapnya. Oh, Sehun yakin jika wajah Eunjin sudah memerah sekarang.

Sehun menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan kekasihnya. Tangannya terangkat dan menarik dagu Eunjin agar wajah gadis itu dapat terlihat jelas. Benar saja, wajah gadis itu sudah memerah sekarang. Bukannya aneh, Sehun menganggap wajah gadis ini justru bertambah lucu karena memerah.

“Senang mendengar pengakuan bahwa kau mencintaiku. Aku juga mencintaimu.”

Setelah mengatakannya, Sehun segera mendekatkan wajahnya pada Eunjin. Tidak perlu waktu lama menunggu sebuah kecupan mendarat di kedua bibir tipis milik Eunjin. Gadis itu hanya diam saja, tidak menolak maupun membalas perlakuan Sehun padanya. Selang beberapa sekon kemudian barulah Eunjin mulai membalas perlakuan lelaki yang menyandang status sebagai kekasihnya selama beberapa bulan belakangan.

BRAK!

Tiba-tiba saja seseorang membuka pintu pembatas rooftop dengan gedung bagian dalam dengan kasar. Ah, sepertinya lebih pantas disebut dengan mendobrak daripada membuka dengan kasar. Sontak Sehun dan Eunjin melepaskan tautan mereka dan menoleh ke sumber suara. Tampak seorang lelaki berambut cokelat tengah berdiri di sana dan memandang ke arah mereka. Oh, lelaki itu juga tampak terkejut melihat Sehun dan Eunjin yang berada di sana. Ia tidak menyangka jika mereka berdua ada di sana sehingga ia dengan leluasa membuka pintu itu dengan kasar.

“Maaf aku mengganggu kalian.” ujar lelaki itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan kembali menutup pintu itu. Sementara Sehun hanya mendengus kesal karena lelaki itu datang secara tiba-tiba. Sial, padahal jika lelaki itu tidak datang maka adegan antara Sehun dan Eunjin pasti akan terus berlanjut. Dasar lelaki pendek menyebalkan! umpat Sehun dalam hati.

“Sebaiknya kita ke kelas. Kurasa sudah mulai banyak siswa yang sudah datang.”

“Eh?”

“Kenapa?”

“Tidak mau melanjutkan yang tadi?”

Dan pertanyaan Sehun barusan hanya dijawab dengan sebuah pukulan yang cukup keras di kepalanya.

 

 

-END-

 

 

Series pertama udah keluar hohoho. Kenapa yang pertama itu Sehun? Karena dia bias utama wkwkwk XD

Setiap series akan berkaitan satu sama lain. Tapi nggak maksa kok buat kalian baca satu satu karya nggak penting ini. Cuma ngasih tahu aja, takutnya ntar pada nanya di series yang lain kenapa ada pemeran tambahan dan lain sebagainya 😀

Oh ya, nanti aku bakalan kasih spoiler buat siapa lagi yang bakalan di post untuk series selanjutnya. Spoilernya bisa aja yang sangat jelas sampe yang nggak jelas kayak aku. Oh satu lagi, dimohon dengan sangat untuk meninggalkan jejak setelah membaca karya absurd ini. Aku bukannya haus komentar atau apapun, aku cuma pengen dihargai aja. Aku sadar kok kalo karyaku ini memang masih jauh dari kata sempurna. Maklumlah penulis amatiran ya gini.

Mind to review? Silahkan tuangkan di kolom komentar~

 

Regards,

Dea

27 tanggapan untuk “About Love #1 [Sehun Vers.] – deagoldea”

  1. alamaaaaaaakkkkk knp jd gue yg ngefly pdhal yg jadi.pacarnya siapa yg senyum” gaje siapa ooohh astagaaaa mau bgt itu jd cewe nya *plak hahahah 😁😁😁

  2. Uuuuuuhhhhh maniSnya. Baru buka mata iseng baca ff malah nemu ni ff. Sampe geli rasanya saking manis nya…. Lanjut ya… Hwaiting

  3. neptunus…. apa kau membubuhi fict ini dengan banyak gulaa??
    seriuss… ini manis skaliiii…
    rasanya aku akan diabetes…
    hahaha…
    oke.. di tunggu series selanjutnya…
    hwating……!!

    1. makasih juga udah buat fict semanis ini.. kekeke..
      ngomong2 siapa itu laki2 pendek yg mengganggu acara sehun dan eunjin??
      tdk mungkin baekhyun kan?? apa xiumin? atau d.o?
      *kepo
      haha

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s