IRRESISTIBLE LOVE – SIDE STORY [LEARN TO LOVE] — IRISH’s Story

irish-learn-to-love

Learn To Love

SIDE STORY OF IRRESISTIBLE LOVE

With EXO’s Park Chanyeol and OC’s Na Inryung

A fantasy and romance story rated by T in vignette length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Karenamu… sekarang aku mengerti bagaimana rasanya mencintai.”—Park Chanyeol.


This Story Related to Irresistible Love:

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Side Story || Chapter 11

[NOW] Learn To Love

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Chanyeol’s Eyes…

“Rasanya, aku pernah mengenalmu di suatu tempat.”

Waktu terhenti kala kalimat itu terucap dari bibir Inryung. Sungguh, aku tak ingin ia merasa pernah mengenalku. Aku hanya monster mengerikan yang tidak seharusnya diingat bahkan jika ia hanya ‘merasa’ mengenalku.

“Kurasa kau salah orang, Inryung-ssi.” aku akhirnya berucap memecah keheningan sejenak yang sempat tercipta.

Dahi Inryung berkerut bingung. “Mungkin juga,” ia menyetujui, sekon selanjutnya, ia kembali memandangku. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya ramah.

“Umm, hanya menghabiskan waktu saja. Bagaimana denganmu?” aku balik bertanya, memang benar, aku menghabiskan waktuku yang tersisa bukan?

“Sama, aku juga menghabiskan waktu.” ujarnya sambil mengulum senyum. Ia kemudian melongokkan kepala melewati bahuku, dan sebuah senyum lebar segera terukir di wajahnya.

“Ah! Lihat, ada karnaval di sana, kau tidak mau melihatnya?” ujarnya, menunjuk ke belakang punggungku.

Melihat karnaval bersamanya? Di waktu singkat yang tersisa ini?

“Ayo kita lihat.” aku meraih pergelangan tangannya, untuk pertama kalinya kontak fisik dengan manusia tidak membuatku merasa benci.

Ia juga tampak tidak menolak perlakuanku. Kami berlari kecil ke arah gerumbulan orang-orang yang menonton karnaval, Inryung tampak kesulitan melihat karena ia berulang kali melongok-longokkan kepalanya melewati orang lain.

Aku tanpa sadar terkekeh geli. “Inryung,” ujarku membuatnya menoleh menatapku. “Ada apa?” tanyanya, ekspresi bingung sangat kentara muncul saat aku berjongkok di hadapannya.

“Naiklah ke punggungku.”

“A-Apa?”

“Kau mau menunggu barisan karnaval itu habis?” tanyaku membuatnya cepat-cepat menimbamg-nimbang, dan akhirnya memutuskan untuk naik ke punggungku.

Dengan tinggi tubuhku, sekarang ia bisa melihat karnaval dengan jelas. Entah apa yang orang-orang pikirkan tentang kami, aku tak begitu peduli. Yang jelas aku tengah bersama Inryung sekarang.

Beberapa menit ia habiskan dengan menonton karnaval, sampai barisan itu berangsur-angsur sepi. Sementara Inryung masih ada di atas gendonganku.

“Umm, apa aku boleh turun sekarang?” tanyanya terdengar ragu-ragu, seolah ia tak ingin menyinggungku dengan perkataannya.

Kembali, mendengar suaranya membangkitkan kenanganku yang jelas merekam suara tangisnya kala ia menangisi bayiku. Beratus tahun aku hidup dengan membenci manusia, dan sekarang seorang gadis berhasil mengubah pandanganku.

Bukankah sangat terlambat?

Tanpa bicara apapun, aku menurunkan Inryung, sementara ia menatap takut-takut. “Maaf ya, aku jadi merepotkanmu.” ujarnya penuh nada sesal.

“Tidak apa,” yang kulakukan rasanya tidak ada apa-apanya dengan yagn seharusnya kubayarkan setelah ia membagi sedikit rasa iba dan kasih sayangnya pada bayiku.

“Apa kau ingin makan sesuatu? Aku akan traktir!” tawar Inryung membuatku segera menggeleng. “Tidak perlu, aku akan pergi sekarang.” ujarku.

Tak tahan berlama-lama terjebak dalam kenangan memilukan seperti ini. Aku sungguh benci keadaan seperti ini.

“Ah, baiklah… sampai bertemu lagi.” Inryung tersenyum padaku.

Aku menjawabnya dengan anggukan sebelum akhirnya aku berbalik hendak melangkah menjauhinya. Tindakanku terhenti kala kurasakan lengan seseorang melingkar di tubuhku, diikuti dengan menempelnya suhu tubuh seseorang di punggungku.

“I-Inryung-ssi?” ujarku, menolehkan kepala untuk memastikan jika benar-benar seorang Na Inryung yang sekarang memelukku.

“Terima kasih…”

“Apa?” aku berucap tak mengerti.

“Karena sudah menyelamatkanku dan Heekyung, terima kasih.”

“A-ah, ya, sama-sa—k-kau… mengingatnya?”

Aku melepaskan rengkuhan Inryung, berbalik menatap wajahnya sementara sepasang matanya kini berkaca-kaca.

“Aku mengingatmu, Chanyeol-ssi.”

Inryung… mengingatku? Sejak kapan? Bagaimana bisa?

“Sejak kita bertemu pertama kali, aku tiap malam selalu memimpikanmu, mimpi yang sama, tentang kematian Heekyung, dan pembicaraan samar yang tak kumengerti. Akhir-akhir ini, aku yakin jika ada beberapa hal yang aku lupakan, dan kurasa, mimpi yang kualami adalah sebuah kenangan.”

Inryung menatapku, jemari kurusnya bergerak menyentuh wajahku sementara aku masih mematung. “Wajahmu sama sempurnanya seperti dalam mimpiku, walaupun aku sangat marah padamu dan temanmu karena sudah merenggut Heekyung, tapi aku sadar jika kami berdua baik-baik saja, karenamu.”

Aku memejamkan mataku, tak sanggup untuk terus menatap wajah Inryung yang kini sarat akan kesedihan.

“Maafkan a—”

“Terima kasih, Chanyeol-ssi. Kau tahu aku tidak akan pernah bisa membalas hutang nyawa itu.”

Aku terdiam. Inryung mungkin tidak tahu, jika ia telah menjadi alasan hilangnya kebencianku pada bangsanya. Ia juga sekaligus menjadi seorang yang telah membuatku tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang, mengasihinya.

Tanpa bisa kucegah, tanganku bergerak meraih Inryung ke dalam pelukan, walau ragu, aku akhirnya tahu benar bagaimana rasanya memeluk seseorang dengan penuh perasaan.

“Aku tidak tahu bagaimana bisa kau mengingat semuanya karena pertemuan kita, tapi aku sangat beruntung karena kau mengingatku, Na Inryung.” ujarku pada Inryung sementara ia masih bergeming dalam rengkuhanku.

“Aku benci padamu, tapi di kala lain aku merasa tak bisa melupakanmu. Tidakkah aku aneh?” ia bergumam.

Tidak. Memang tidak aneh.

Memang inilah aturan dunia abadi kami. Sebuah ketertarikan yang diistilahkan manusia sebagai ‘cinta sejati’ bagi kami adalah saat ketika dua orang telah saling menemukan, saling menginginkan, dan saling mengharapkan, tanpa alasan.

Lagipula, memangnya mencintai seseorang membutuhkan alasan?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Masuklah, kita sudah sampai di rumahmu.”

“Apa kau akan kembali lagi besok?”

Aku menatap Inryung kala ia bertanya. “Mungkin,” sahutku pendek. Ia mengangguk-angguk pelan. “Bagaimana dengan temanmu? Dia sudah menemui Heekyung?” lagi-lagi Inryung bertanya.

Baekhyun?

“Kurasa ia sudah menemuinya.” ujarku lagi.

Inryung akhirnya tersenyum padaku, dan berbalik, melangkah ke arah gerbang pendek rumahnya. Tapi baru beberapa langkah meninggalkanku, ia sudah berbalik.

“Ya Inryung?”

“Kau tahu, dulu aku pikir kau dan temanmu itu jahat, Chanyeol-ssi. Tapi sekarang aku sadar, berita tentang kalian semuanya bohong. Kalian tidak hanya sempurna dari segi fisik, tapi kalian juga sangat baik.”

Aku mencelos. Bagaimana bisa kalimat itu teruntai begitu indah dari bibirnya? Bagaimana bisa tiap silabel yang terucap membuatku merasa begitu janggal?

Inryung berdeham pelan. “Tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapa pun tentang kalian, jadi kau tidak perlu khawatir.” katanya seolah aku khawatir tentang eksistensi kami yang bisa dibocorkannya pada semua orang.

Padahal, aku percaya padanya.

Entah atas dasar apa, yang jelas aku mempercayainya.

“Masuklah dan istirahat, Inryung-ah.”

Ia mengangguk. Untuk kedua kalinya berbalik untuk melangkah meninggalkanku tapi lagi-lagi ia terhenti.

“Ya?” ujarku kala ia berbalik.

“Umm, jika temanmu, dan Heekyung, bisa saling menyukai padahal mereka berbeda. Apa kau juga bisa menyukai manusia?” tanyanya membuat tatapanku melebar.

Apa maksud pertanyaannya sebenarnya? Apa ia secara tak langsung ingin mengatakan jika ia berharap aku dan dirinya bisa—

“Jika aku terus mengingatmu dan bahkan bermimpi tentangmu, bukankah itu artinya aku suka padamu, Chanyeol? Jika kuingat lagi… setelah kita bertemu hari itu di rumah sakit, aku juga tidak pernah bisa melupakan wajahmu.”

Aku tersentak.

“K-Kau ingat aku saat itu?”

Inryung mengangguk.

“Walaupun saat itu aku dalam keadaan kacau, tapi aku mengingatnya dengan jelas. Mungkin terdengar aneh bagi orang lain, tapi sosok sempurna sepertimu dan juga temanmu, kurasa akan sangat sulit untuk dilupakan.”

Aku merajut langkah mendekati Inryung, tersenyum padanya seraya menyarangkan jemariku di puncak kepalanya.

“Apa menurutmu Incubus dan manusia bisa saling menyukai dan memiliki?” tanyaku membuat Inryung menyernyit.

“Ya, cinta adalah perasaan yang tulus dan tidak bisa dipaksakan juga tidak bisa dibatasi.” tuturnya. “Lalu, pertanyaanmu tentang apa aku bisa menyukai manusia, apa secara tidak langsung kau menanyakan padaku tentang ketertarikanku padamu?”

Tatapan Inryung sontak membulat. Ia bahkan terlonjak kaget.

“T-Tidak. Bukan itu maksudku, aku bicara tentang—”

“Aku sangat tertarik padamu, Na Inryung.”

“Apa?” Inryung menatapku terkejut.

Aku menatapnya, lama. Aku tahu aku tidak seharusnya berdiam jika dia mengingatku, aku seharusnya menghapus lagi ingatannya, tapi di saat ini, saat semuanya baru saja terasa indah bagiku…

“Aku bisa menyukaimu, jadi… kau juga bisa menyukaiku. Kita bisa saling memiliki, dan belajar untuk mencintai satu sama lain.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

 

52 tanggapan untuk “IRRESISTIBLE LOVE – SIDE STORY [LEARN TO LOVE] — IRISH’s Story”

  1. Ga jd2 mo msk ke rmh 😅 ga rela ya, pengen terus ngabisin wkt sm2. Udah ngerasa aneh pas inryung biasa aja pas 찬 manggil nm dy, kan spt’ny mrk blm knalan stlh inryung kembali hdp bbrp bln ni, hm.. jd memory’ny inryung slowly udah blk ya sjak mrk ktmuan lg ☺ syukurlah.. Inryung pasti bs tegar yaklo nanti 찬 udah ngga ada, mgkn inryung bs ktmu anak2ny 찬 klo dilanda malarindu ke 찬.

  2. huuaaa udah banyak aja ini updatean nya.. ga telat kan ya liat kebahagiaan chanyeol yg bentar lagi mau di renggut nyawa? syedih deh 😥
    apa ga ada cara lain biar chanyeol tetep hidup dan semua orang bahagia?
    oke aku mau baca lanjutan nya aja

  3. baru nyadar -_- .. lama banget nungguin kelanjutan nih ff ternya ada tulisan “Fin” kenapa aku ngerasa ngenggatung kak irish :3 dan kenapa baru nyadar sekarang akunya :’) oke ini abaikan.. (y) irish yang terbaik ❤

  4. Astaghfirullah Allahhuakbar Masyaallah romance plus sad bangeeeetttt😭 pkok nya ga bisa di omongin pake kata kata lgi

  5. channyeol mati? kasihan sebenernya 😭😭. aku masih bingun kak kenapa bisa chan mati *MaafkanAkuYangNggaConnectKak. aku kangen ama baekhyun ama baekhee kak XD. semanget terus kak aku tunggu selalu next chap’nya.

  6. Kak iris tega bener bikin pacar w mati😪😪 dd sedih gila kakkkkkkk, sebelsebelsebel😭😭 chanyeolnya so sweet bgt lagi😷😷

  7. iriiiiiisssssshhhh iriiiiisssshhh tanggung jwb!!! gk mau tau pokok tanggung jwb bnrn gk mau tau bikinin cerita ttg chan kalo akhirnya di IL chan mati *yaelaj bahasa gue* pokoknya gk mau tau klo chan disini end setidaknya ada story laen ttg chan apapun genrenya *maksa salah sendiri bikin org baperan huh 😩😩😩😨😨😨

    1. yaudah kalo emg suka bgt bikinchanmati gue minta request bikinin story pu nya chan tp ttp ada sehun di dlmnya? biarin gk mau tau,ato gue bakalan jd siders elu heh? *gk deng joke doang* kekekekek 😂😂😂😃😃😃

  8. Walaupun ini berakhir kematian tp kenala ini bikin mupeng sendiri
    Tapi kasian juga nanti inryungnya jd sedih pas chanyeol pergi
    Tp yang menting mereka udah ngejalanin hal yang manis berdua

    1. Ga tau
      Rasanya sweet aja gitu, iya biar dibalik manis ini ada ending yg sedih, tapi lebih baik gini punya kenangan juga gt inryungnya kalau chan itu bisa juga jadi baik

    2. Aku kan tipenya tipe pasrah *apa coba
      biar sedikit gapapa asal dia tau rasanya bahagia itu gimana,hahahahaha

  9. WHAT THE HELLLLL?!?!?!?!?!??!?!?!?!?!?!??!
    cuap cuap nya mana kak 😀
    Huweeekkkkkkkkkkk plis jgn bikin cy matikkkkk ntar semua reader mewekss kak 😦
    di tunggu kelanjutannya pokoknya

  10. chanyeol mati dipelukan inryung, inryung menangis sampai air matanya habis dan berganti darah, tak sengaja menetes ke mulut chanyeol dan ia hidup kembali. hahaha~ ending ini lagi XD biarin/ kkk~

  11. ebuset aq nangis bacanya haha, berlebihan? ember, klo inget” wktunya Ceye g lama lg T.T
    kasian Inryung huhu jan blang ntr Inryung jd mnjalin hbungan ama anaknya Ceye, pan tmbuhnya Incubus cpet tuh, kali aja kan hahaa
    aduh gmna nih, blm siap khilangan Ceye huhu aplgi gegara Sehun yg ChanBaek shiper forever //kog jd exolution sih 😂//
    oke, Irish aq ska poster” qm haha bnyak bgt yg order poster ya, good job Irish,,
    fighting yaa!! :*

  12. huhuhuuu,,aku suka bnget part chanyeol inryung yg ne,,, makanya aku baca ulang,,Learn to Love,,yg bagi Chanyeol hal yg sangat luar biasa sekaligus miris ,,karna kebahagianya mungkn hny smentara,,tp aku jg sedih buat In ryung,karna org yg disukainya akan pergi,,,tanpa tau bahwa hidupnya dan heekyung harus chanyeol bayar dng nyawanya !!!! hikssssss swerrrrr aku ga relaaaaaa hiksssssssss,,,,,,,
    *Rissh sayang,,bisakah ada chanyeol lain yg hidup sebagai manusia,,/ya reinkarnasi gtu atw kembaran chanyeol,, ayolah buat yg ga mungkin jd mungkin,,,keeeekkee !!
    pertimbangkan ya / buat side story in ryung.
    *****lope lope lope u RishChan***

  13. kak kenapa kau tak mengizinkan chanyeol untuk bahagia sih?? ~baper
    buat dia hidup aja .. gak usah ada yang mati
    heheh
    semangat kak buat next chap
    di tunggu ya..~~

  14. ah kasian si chanyeol :” ..
    lagi mau bahagia sama inryung malah sebentar lagi mati. :”
    pliis kak jangan buat chanyeol mati. :” kasian dia belum bahagia. :3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s