IRRESISTIBLE LOVE – Slice #11 — IRISH’s Story

irish-irresistible-love (3)

Irresistible Love

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Song Heekyung

Supported by :

EXO’s Park Chanyeol, OC’s Na Inryung, OC’s Byun Baekhee

A fantasy and romance story rated by PG-17 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


—When love and hate becomes one—


Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Side Story || [NOW] Chapter 11

Preview Chapter 10~

“Kau masih mengatakan alasanku ini bodoh? Aku mengerti. Karena kau tidak merasakan apa yang aku rasakan. Kau tak harus terjebak dalam perasaan bodoh yang membuatmu mencintai seseorang yang fana.

“Tapi aku tahu kau mengerti Chanyeol. Bagaimana rasanya… ketika kau… yang tak akan pernah mati, mencintai seseorang yang pasti mati. Apa kau pikir aku sanggup membayangkan hidup ribuan tahun lagi dengan terus mengingat Song Heekyung?”

Chanyeol menelan kalimat yang akan Ia utarakan tadi. Alih-alih merasa marah pada pemikiran bodoh Baekhyun yang tadi ingin di tertawakannya, Ia malah merasa kasihan.

Karena Ia tahu, perasaan cinta yang dirasakan seorang Byun Baekhyun pada gadis bernama Song Heekyung, tak akan pernah bersatu. Mereka, tak akan pernah bisa bersama.

In Author’s Eyes…

Sebuah akibat telah siap untuk dituai. Oleh Park Chanyeol yang tengah menghadapi kematian. Bukan, ia bukannya marah atau menyesal. Tapi ia merasa beruntung.

Kematian, adalah hal sesungguhnya tak pernah mungkin terjadi pada bangsanya, tapi entah mengapa, Chanyeol merasa senang juga karena dirinya bisa mati. Seperti manusia.

Ah, kata itulah yang sesungguhnya membangkitkan keberanian dan keyakinan Chanyeol untuk menghadapi kematian yang mengejar. Meski Baekhyun tak pernah tahu pengorbanan pemuda itu, ia tak menyesalinya.

Semua orang pasti berubah. Agaknya hal itu tengah terjadi pada Chanyeol. Karena kehadiran seorang manusia yang bahkan tak lagi mengingat eksistensinya.

Kini, dua orang Incubus duduk berhadapan, satu hanyut dalam kerinduan pada gadis yang diam-diam dicinta, satu lagi hanyut dalam hitungan mundur waktu yang merenggut kehidupan.

“Kau tidak ingin menjadi egois?” adalah Park Chanyeol, yang akhirnya membuka pembicaraan setelah bermenit-menit mereka lalui dalam kebisuan.

“Apa kita pernah diizinkan untuk jadi egois?” Baekhyun balas bertanya, dengan nada sarat akan kesakitan samar yang berusaha disembunyikannya. Seolah berharap ia bisa melanggar batas ‘egois’ yang diucap Chanyeol padanya.

Tawa rendah menggema di ruang yang kini kosong itu, sementara pemilik suara tampak berusaha memikirkan sahutan yang tepat untuk pertanyaan yang tadi terlontar.

“Kita selalu egois.” akhirnya ia menyahut juga.

“Benarkah?” Baekhyun melempar pandang, mempertemukan maniknya dengan Chanyeol. Ya, ia melihat jelas luka di sepasang mata Chanyeol, namun tak menemukan alasannya. Begitu pula Chanyeol, yang tak menemukan alasan sesungguhnya yang membuat Baekhyun begitu takut melanggar batas egoisnya.

“Baik kau dan aku, sudah sama-sama pernah melanggarnya, Baek.” tutur Chanyeol, menarik nafas meski tak berguna, sebelum ia melanjutkan, “Aku melanggar sumpah yang pernah kuucapkan, dan kau melanggar peraturan bangsa kita. Bukankah kita sama-sama memberontak?”

Terdiam, Baekhyun tampak tak bisa berpikir dengan jernih. Meski Chanyeol telah mengatakan dengan jelas kesalahan apa yang telah dibuatnya, ia masih tak bisa menerima.

“Lalu perkataanmu, kau menyarankanku untuk melanggar peraturan lagi?” tanyanya segera dijawab Chanyeol dengan anggukan tegas.

“Kau tahu menjadi baik tidak pernah menguntungkan, Baekhyun.” ujarnya berusaha mencairkan suasana mencekam yang sedari tadi tercipta.

Sebuah senyum samar akhirnya muncul di wajah Baekhyun yang sedari tadi muram. “Bagaimana denganmu? Peraturan apa lagi yang akan kau langgar supaya kita impas?” tanyanya membuat Chanyeol terdiam.

Ingin sekali ia mengatakan bahwa ia telah melanggar sebuah peraturan yang paling sakral di kehidupan mereka. Tapi Chanyeol memilih bungkam. Kali ini, bukan karena ia tak ingin Baekhyun tahu tentang pengorbanan yang telah ia berikan. Chanyeol tak ingin dikasihani.

Ia tak ingin Baekhyun memandangnya seolah ia adalah makhluk yang tengah sekarat. Chanyeol hanya ingin menghabiskan waktunya yang tersisa dengan menyendiri, dan pergi dengan tenang tanpa jejak.

Meski ia tahu kepergiannya nanti akan membuat Gaeul menjadi sasaran utama Baekhyun—jika pemuda itu masih mengingatnya—untuk sekarang, cukuplah Chanyeol menghapus semua kebenciannya pada manusia dengan jalan membantu Baekhyun.

Setidaknya, jika ia sudah terjatuh dalam jurang gelap tanpa ujung, jangan sampai Baekhyun mengalami hal yang sama.

“Apa kau akan menemuinya?” Chanyeol bertanya berusaha menghapus kegusaran yang mengganggu pikirannya. Baekhyun akhirnya memberikan persetujuan. “Apa kau ikut?” tanyanya.

Segera, Chanyeol menggeleng. “Kau bisa habiskan waktumu bersama Baekhee dan Heekyung.” ujarnya menolak. “Tapi ia bahkan tidak mengingatku, Chanyeol.” ucapan Baekhyun disahuti Chanyeol dengan sebuah senyum tenang.

“Yoo Gaeul akan membantumu. Temuilah Heekyung, Baekhyun-ah. Tak banyak waktu tersisa jika kau terus membuangnya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Song Heekyung mengeratkan jaketnya, sementara tungkainya melangkah menyusuri jalan—yang lebih sering kosong—menuju rumahnya. Sesekali gadis itu meraih jemarinya, meniup-niupnya berusaha mengurangi dingin yang menyusup, sementara ia menahan dirinya untuk tidak gemetar kedinginan.

Pertama, Heekyung ingin merutuki hal-hal mengesalkan yang menimpanya hari ini. Mulai dari Inryung yang membolos secara tiba-tiba karena konser, lalu dirinya sendiri yang lupa kalau suhu mungkin turun hingga angka minus dan tidak mengenakan baju hangat yang cukup tebal.

Kedua, ia ingin mengeluhkan jauhnya jalan setapak yang harus ia lewati untuk mencapai rumah. Seingatnya, jalan menuju rumah—selain di musim dingin—tak pernah sejauh ini.

Memang ia tak pulang di malam hari, dan tidak ada hal menakutkan yang bisa membuatnya merasa terancam. Tapi justru suhu lingkunganlah yang sekarang mengancamnya, membekukan tubuh gadis itu perlahan-lahan sementara pemiliknya tak mungkin berlari pulang.

Ketiga, ada hal yang tak disadari Heekyung. Bahwa sedari tadi, dua orang terus memperhatikannya lekat. Dan satu diantaranya malah sedari tadi ingin merengkuh Heekyung dalam pelukan.

“Kau tunggu apa lagi?”

“Jika aku muncul sekarang aku akan menakutinya.” Baekhyun, menyahuti Gaeul tanpa menatap gadis itu, fokusnya benar-benar telah berpaku pada Heekyung.

Gaeul tergelak. Entah mengapa Baekhyun terdengar seolah ia tak pernah membuat takut siapa pun. “Memangnya kau tidak membuatnya takut karena kau seorang Incubus?” tanya Gaeul membuatnya mendapatkan sebuah lirikan tajam.

“Aku tak mau menjadi sosok menakutkan di ingatan barunya.”

Gaeul memutar bola mata. “Tidakkah kenangan kalian saja sudah cukup membuatnya menyukaimu?” tanya gadis itu sejurus kemudian.

Baekhyun terdiam sejenak. Memperhatikan sosok yang telah mencapai belokan familiar yang selalu dikenali Baekhyun sebagai tempat pertama kali ia melihat Song Heekyung.

“Jadi kau berencana muncul di kamarnya?” pertanyaan Gaeul membuat alis Baekhyun terangkat. “Apa aku terlihat berencana seperti itu?” lagi-lagi ia balik bertanya.

“Ya.” Gaeul mengangguk mantap. “Kau terlihat seperti itu.” sambungnya dengan nada lebih mantap. Kali ini giliran Baekhyun yang memutar bola mata. “Chanyeol bilang kau akan membantuku mengembalikan ingatan Heekyung.” ujarnya mengingatkan.

Gaeul segera memasang senyum tanpa dosa. “Ciuman.” ujarnya.

“Apa?” ulang Baekhyun tak mengerti.

“Sebuah ciuman akan mengembalikan ingatannya. Seperti Snow White yang terbangun karena ciuman cinta sejati, ingatan juga akan kembali dengan ciuman.”

Sejenak Baekhyun terlongo. “Jangan bercanda. Kau mau bilang padaku bahwa aku harus mencium Song Heekyung untuk membuat ia mengingatku?” tanyanya.

“Yap. Benar sekali. Jadi, sekarang aku bisa tinggalkan kalian berdua ‘kan? Oh, jangan lupa, kalau kau mau membawanya bertemu dengan Baekhee, sebaiknya tunggu waktu yang tepat.” ujar Gaeul. Baekhyun sejenak terdiam, tapi akhirnya ia menghembuskan nafas panjang dan mengangguk. “Aku mengerti. Kau bisa pergi.”

Tak menunggu detik berlalu, sosok Gaeul segera saja lenyap dari tempat itu, meninggalkan Baekhyun seorang diri sementara dilihatnya Heekyung telah sampai di rumah, sosok gadis itu bahkan sudah lenyap.

Baekhyun terdiam sejenak, sampai akhrinya menghembuskan nafas panjang.

“Sebuah ciuman? Melihatnya masih hidup saja sudah membuatku ingin memberikan lebih dari sebuah ciuman.”

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Ketika sang fajar telah beristirahat dan berganti dengan rembulan, Baekhyun memutuskan untuk menunggu sampai lampu jingga kamar Song Heekyung padam. Bukan bermaksud buruk, ia hanya terlalu merindukan gadis itu hingga ia rasa ia tak sanggup untuk segera berhadapan dengannya.

Baekhyun rindu suara gadis itu, senyumnya, ekspresinya saat marah, dan terutama, Baekhyun merindukan jemari Heekyung yang dulu sering bersentuhan dengan jemarinya.

Kala larut tiba, Baekhyun akhirnya memutuskan untuk menyelinap masuk ke dalam kamar gadis itu seperti yang dulu sering ia lakukan.

Deru nafas tenang Heekyung segera menyambutnya, menampar Baekhyun dengan sebuah kenangan menyakitkan yang masih diingatnya dengan jelas, bagaimana gadis itu meregang nyawa di depan matanya. Bagaimana ia berusaha untuk terlihat sebagai makhluk paling buruk dan mengerikan di depan Heekyung tapi nyatanya gadis itu tak sedikit pun menaruh kebencian padanya.

Hati-hati, Baekhyun melangkah mendekati gadis itu, memperhatikan wajah Heekyung yang terlelap. Diberanikannya diri untuk bersimpuh di lantai, menghadap wajah gadis itu, cukup membuat sebuah kurva muncul di wajah Baekhyun yang selama ini seringkali terlihat muram.

Perlahan, pemuda itu menggerakkan jemarinya menyentuh permukaan pipi Heekyung yang sangat ingin direngkuhnya saat ini juga. Tapi seolah ada batasan tak tampak antara dirinya dan Heekyung, Baekhyun tak berani bergerak mewujudkan keinginan kuatnya.

Ia takut akan melukai Heekyung lagi.

Tapi mengingat bahwa keputusannya untuk mengutamakan ego sudah bulat, Baekhyun akhirnya meyakinkan diri untuk mengembalikan ingatan gadis itu, melalui sebuah ciuman.

Lembut, ditariknya dagu Heekyung hingga ia bisa melihat jelas wajah gadis yang dirindukannya itu, untuk kemudian diberikannya sebuah kecupan hangat di bibir, menahan monster dalam dirinya yang ingin memiliki Heekyung seutuhnya.

Ciumannya kali ini penuh dengan penyesalan, dan kerinduan.

“Maafkan aku, Heekyung-ah… Aku sangat mencintaimu.” Baekhyun bergumam saat ia melepaskan pagutan lembutnya dari bibir Heekyung.

Tubuh gadis itu bergerak tidak nyaman sejenak, sebelum Baekhyun benar-benar yakin ciumannya tidak membangunkan gadis itu. Lekas, Baekhyun bangkit dari tempatnya sedari tadi bersimpuh dan akhirnya merajut langkah meninggalkan—

“Baekhyun?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Menurutmu Baekhyun sudah bersama Heekyung sekarang?”

Chanyeol menatap langit kosong di atasnya, sementara di sampingnya, Gaeul duduk memeluk lutut. “Kurasa, ya. Atau tidak.” ujarnya tak yakin.

“Kenapa begitu?” Chanyeol memandang penasaran.

“Ia mungkin masih dibayangi rasa bersalah, atau mungkin, ia tak punya kesempatan untuk bertemu dengan gadis itu berdua saja,” Gaeul menerangkan, “tapi ia juga tidak mungkin berlama-lama membiarkan Heekyung tidak mengingatnya. Jika ia tidak membuat Heekyung ingat dalam waktu dekat, kurasa aku—”

“Tidak, jangan. Biarkan saja Baekhyun menggunakan caranya sendiri.” potong Chanyeol cepat. “Tapi waktumu tidak lama lagi, Park Chanyeol.” ujar Gaeul mengingatkan.

Chanyeol mendesah pelan. “Aku hanya berpesan padamu untuk mempertemukan Heekyung dan Baekhee di hari terakhirku, bukan berarti ia harus mengingatnya.”

“Apa?” alis Gaeul terangkat mendengar ucapan pemuda itu, “Kau bercanda ‘kan? Kau bilang mereka harus mengingat—”

“Aku bilang, kembalikan ingatan mereka. Terserah kapan ingatan itu akan kembali. Karena yang ingin aku lihat di hari terakhir hidupku adalah…” tiba-tiba saja Chanyeol terhenti.

Sejenak ia terdiam. Kematian memburunya, ia tahu itu, dan Gaeul juga tahu. Gaeul bahkan tahu sebenarnya Chanyeol ingin mengucapkan bahwa ia ingin melihat Na Inryung di akhir hidupnya, tapi Gaeul memilih berpura-pura bodoh.

Ia tak ingin menambah luka yang Chanyeol derita sekarang.

“Melihat Song Heekyung dan Byun Baekhee bertemu.” ujar Gaeul akhirnya.

“Ya, benar.” Chanyeol menyetujui.

Gaeul tersenyum muram. “Kau tidak mau melihat Inryung?” tawarnya entah sudah keberapa kali. “Tidak, aku tak ingin membawa lebih banyak kenangan lagi saat aku musnah.”

Kembali bergelut dalam sepi, Chanyeol dan Gaeul lagi-lagi kehabisan bahan pembicaraan. Mereka memang tidak dekat, dan bisa dikatakan jika hubungan mereka hanyalah sebatas saling menguntungkan. Tapi entah mengapa sekarang Gaeul merasa iba pada pemuda ini.

Ia ingat jelas bagaimana Chanyeol dulu menobatkan dirinya sebagai Incubus yang paling membenci manusia, tapi sekarang entah mengapa ia merasa Chanyeol benar-benar menghargai nyawa manusia.

“Sebenarnya, apa yang membuatmu membenci manusia?” akhirnya Gaeul bertanya.

Chanyeol membeku sejenak. Tampak berdebat dengan dirinya sendiri, dan kemudian memandang Gaeul dalam diam. “Karena manusia membenciku, aku juga membenci mereka.” sahutnya tegas, tak mengharapkan pertanyaan lain.

“Lalu kenapa sekarang kau sama sekali tidak terlihat membenci manusia? Karena kau berharap manusia menyukaimu sehingga kau punya alasan untuk menyukai mereka juga?” tanya Gaeul membuat Chanyeol tertohok.

“Ya.” jawab Chanyeol kaku. “Aku dan Baekhyun, sama-sama menolak keberadaan manusia. Tapi kenapa ia bisa mendapatkan kebahagiaan sedangkan aku tidak? Selama ini… aku berpikir seperti itu.”

“Kupikir Song Heekyung sama seperti manusia lainnya yang membenci bangsa kita. Tapi ia berbeda. Kupikir, hanya Baekhyun yang bisa menemukan manusia seperti itu, tapi aku salah. Karena—”

“Na Inryung juga tidak membenci keberadaan kita.” ujar Gaeul memotong.

Lagi-lagi keheningan mendominasi.

“Hidup memang terkadang tidak adil. Beratus tahun aku berada jauh di atas Baekhyun, dengan semua penghargaan dan pujian, tapi dalam dua bulan saja dia sudah membuatku terbuang ke dasar sebuah jurang, bahkan membawaku dalam kematian.”

Gaeul terdiam sejenak. “Sebenarnya, kurasa bukan hidup yang tidak adil, tapi kau yang tidak membiarkan kebahagiaan menghampirimu. Kau membangun sebuah benteng pertahanan untuk menolak semua kemungkinan ‘bahagia’ yang sebenarnya bisa menghampiri, dan akhirnya meruntuhkan benteng itu di saat yang tidak tepat.”

“Jika saja, kau tidak pernah membangun benteng semacam itu, aku yakin keadaannya akan jauh lebih baik dari ini. Kau bahkan tak harus mengorbankan nyawamu. Kau tahu kau terlalu lama mengurung diri di dalam benteng yang kau bangun sendiri, Park Chanyeol.”

Kali ini giliran Chanyeol yang terdiam. “Jadi maksudmu semuanya sudah terlambat bagiku?” tanyanya.

“Tidak, aku tidak pernah berkata begitu. Aku berulang kali memintamu menemui gadis itu. Tapi kau melemparkan benteng itu sebagai jawaban, lalu bagaimana kebahagiaan bisa masuk ke hidupmu jika pintunya selalu tertutup?”

Beberapa sekon lagi-lagi berlalu dalam keheningan.

“Kau mau aku menemui Na Inryung, bukan?”

“Temui dia Park Chanyeol. Belum terlambat untuk mengharap kebahagiaan bahkan jika kematianmu tinggal menunggu detik. Setidaknya, hancurkan benteng keegoisanmu itu. Kau tahu bagi monster tak pernah mati seperti kita, kedatangan cinta sejati itu membutuhkan ratusan tahun bukan?”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Baekhyun?”

Langkah Baekhyun terhenti, seketika tubuhnya membeku kala suara lembut itu memasuki pendengaran tajamnya. Sejenak, pemuda itu bergeming. Tak tahu harus berbuat apa atau harus bereaksi apa, tapi mendengar pergerakan di belakangnya, Baekhyun akhirnya berbalik.

Segera, maniknya bertemu dengan manik gelap milik Heekyung, yang kini menatap dengan penuh makna. Ada kebingungan, kesedihan, kebahagiaan, dan kerinduan yang sarat dalam tatapan itu.

“H-Heekyung—” Baekhyun tak sempat mengakhiri kalimatnya kala tubuh Heekyung sudah menerjangnya, erat, lengan Heekyung melingkar di tubuh pemuda itu, lagi-lagi membuat Baekhyun tak sanggup berkata-kata.

“Apa yang sudah terjadi?” pertanyaan yang terlontar dari bibir Heekyung kini membuat Baekhyun terdiam. Bagaimana ia harus menjelaskan semuanya pada gadis itu?

Bagaimana ia harus menceritakan kembali perihal dirinya yang membiarkan Heekyung meregang nyawa dan kini menderita karena rindu? Baekhyun bahkan tak sanggup untuk sekedar membalas pelukan Heekyung sekarang.

“Baekhee…” atensi Baekhyun beralih saat Heekyung kembali menggumam nama yang sanggup membuatnya ingat pada kenangan mengerikan beberapa bulan silam.

“Kau… mengingatnya?” tanpa sadar Baekhyun bertanya, meski seharusnya ia sudah tahu pasti apa jawaban Heekyung. “Bagaimana aku bisa lupa pada bayi kita, Baekhyun?”

Tak lagi menahan keraguannya, Baekhyun merengkuh tubuh Heekyung, tak kalah erat—meski tak berani terlalu erat karena takut melukai gadis itu—membiarkan degup jantung Heekyung terdengar jelas dalam pendengarannya.

Menghirup manisnya darah Heekyung yang bahkan tak pernah disentuhnya, membangkitkan semua kenangan yang dimilikinya dan membuatnya begitu menggilai dan menginginkan gadis itu.

“Maafkan aku Heekyung-ah. Maafkan aku. Aku sungguh menyesal karena telah membohongimu. Maafkan aku…” pemuda itu bergumam disela pelukannya, sementara Heekyung masih bergeming.

“Apa Baekhee… tumbuh dengan baik?” tanya Heekyung lirih, menyimpan kekecewaan yang terdengar kentara.

“Dia sepertimu, Heekyung-ah. Dia sangat mirip denganmu.” Baekhyun menjelaskan. Mendengarnya, Heekyung mendongak, menatap paras sempurna yang dulu pernah bersama dengannya meski dalam waktu singkat dan dibawah sebuah paksaan.

Heekyung memang mengingat semuanya, termasuk rasa sakit yang ia dapatkan kala ia harus memberikan kesempatan pada bayinya untuk hidup dan menikmati dunia. Ia bahkan mengingat bagaimana pemuda di hadapannya berubah drastis menjadi seorang monster kala itu.

Tapi Heekyung tak bisa memungkiri, ia tak bisa membenci Baekhyun. Meski terpisah waktu dan hanya bangkit karena sebuah kenangan, rasa itu tidak berubah.

“Aku tidak seharusnya melakukan hal bodoh itu. Sekarang aku sadar Heekyung-ah. Meski kita berbeda, meski pada akhirnya kita akan berpisah, aku tak seharusnya menyia-nyiakan waktu yang bisa kuhabiskan bersamamu.”

Tak lantas menyahut, Heekyung malah berjinjit untuk meraih leher pemuda itu, memberikan pemuda itu sebuah ciuman tulus yang sarat akan kerinduan. Bahkan tak ragu membiarkan likuid bening ikut berbaur dalam ciuman mereka.

Bukan ciuman penuh birahi yang memabukkan, tapi sebuah ciuman yang sanggup melebur semua kesakitan dan perbedaan menjadi sebuah kehangatan dan kebahagiaan.

“Aku tak akan meninggalkanmu lagi, Heekyung-ah…” Baekhyun bergumam disela ciumannya, sebelum ia kembali menarik gadis itu dalam rengkuhannya.

Tak ada kebahagiaan yang bisa membuat Baekhyun lebih bahagia lagi selain bertemu dengan gadis yang dicintainya. Dan pengorbanan yang telah direlakan untuk kebahagiaan itu pun tak akan percuma.

Baekhyun tak pernah tahu itu.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Chanyeol seolah menjadi stalker hari ini. Mengekor kemana pun seorang Inryung pergi, mengawasi tiap gerakan, ekspresi, dan ucapan gadis itu dengan sebuah senyum yang sebenarnya sangat jarang muncul di wajahnya.

Memang, Chanyeol tak pernah berniat menghabiskan waktu terakhirnya bersama seorang manusia. Tidak, ia bahkan tak pernah berpikir ia akan mati dalam beberapa ratus tahun ke depan. Tapi mengingat bagaimana gadis itu bisa membuat pemikirannya berubah sejauh ini, Chanyeol tak ingin berdiam.

Pemuda itu terhenti sejenak kala rasa sakit melandanya. Ia tak seharusnya bisa merasa sakit. Dan kini rasa sakit seolah menjadi peringatan baginya. Bahwa waktunya tak akan lama lagi, ia bahkan tak yakin jika ia bisa—

“Hey, kau yang waktu itu ‘kan?”

bicara pada Inryung.

“Iya ‘kan? Ah, kita bertemu di depan toko ini. Kau tidak ingat?” Inryung, gadis yang kini ada di hadapan Chanyeol, lagi-lagi bertanya.

Tidak ingat? Bisakah Chanyeol saja yang menanyakan pertanyaan itu padanya?

“Aku ingat.” Chanyeol akhirnya menemukan suaranya. Sementara gadis di hadapannya tampak enggan mengalihkan pandang darinya.

“Ada apa?” Chanyeol bertanya pada gadis itu. “Ah, tidak. Hanya saja, selain waktu itu, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Chanyeol kini menaruh perhatian kala mendengar pertanyaan gadis itu.

“Memangnya kenapa?” tanyanya.

Inryung memasang senyum manis.

“Rasanya, aku pernah mengenalmu di suatu tempat.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Jemari Baekhyun bertaut erat dengan milik Heekyung. Mereka kini duduk di sofa ruang tengah rumah Heekyung. Seperti yang dulu seringkali terjadi, seisi rumah Heekyung memang sudah terlelap. Hanya tinggal mereka berdua sekarang.

“Apa kau mau ikut, Heekyung-ah?” tiba-tiba saja Baekhyun membuka konversasi.

“Kemana?” Baekhyun menatap Heekyung saat gadis itu bertanya. “Bertemu dengan Baekhee.” ujarnya kali ini membuat Heekyung membalas pandangannya.

“Aku boleh bertemu dengannya?”

Baekhyun menyernyit. “Tentu saja, kau Ibunya.” Heekyung tanpa sadar tersenyum saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut Baekhyun. “Berapa lama aku tidak mengingatmu?” tanyanya.

“Beberapa bulan…” Baekhyun menjawab berupa gumaman. “Dan sudah sebesar apa Baekhee sekarang?” tanya Heekyung lagi.

“Apa kau mau bertemu dengannya?” lagi-lagi Baekhyun bertanya.

Heekyung terdiam sejenak. “Bagaimana jika ia tidak menyukaiku?” diam-diam timbul kekhawatiran di benak Heekyung. “Kenapa ia tidak menyukaimu? Kau Ibunya, Heekyung-ah.”

Heekyung hanya menghela nafas panjang.

“Ia mungkin saja membenciku karena aku melupakannya.”

Untuk kesekian kalinya, Baekhyun menarik gadis itu ke dalam pelukannya. “Dia sepertimu Heekyung-ah. Jika sekarang kau memaafkanku dan tidak membenciku, itu artinya Baekhee juga tidak sedikit pun marah padamu apalagi membencimu.”

Heekyung menatap pemuda itu sejenak.

“Benarkah?” tanyanya segera dijawab dengan anggukan pasti. “Ya, tentu saja. Jadi… kau mau bertemu dengannya?”

Akhirnya, sebuah senyum dan anggukan diberikan Heekyung sebagai persetujuan.

“Kita pergi sekarang, Heekyung-ah?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun terdiam, melihat ekspresi Heekyung yang masih sama persis seperti pertama kalinya gadis itu datang diam-diam membuatnya merasa senang. Heekyung tidak berubah sama sekali.

Perlahan dibimbingnya langkah gadis itu menapakkan kaki masuk ke dalam bangunan megah tempat ia dulu pernah meregang nyawa. Meski ingatan menyakitkan itu masih begitu berbekas di benak Heekyung, ia terbius pada kebahagiaan yang kini menyambutnya.

Baekhyun kini bersamanya. Cukuplah semua ini bagi Heekyung.

“Biasanya, Baekhee bersama dengan Chanyeol. Kau tahu? Mereka sangat dekat.” ujar Baekhyun bercerita. “Terkadang juga Baekhee bersama anak-anak seusiaannya. Walau ia kelihatannya lebih suka berada di kamar.” ia melanjutkan.

“Umm, apa dia…” Heekyung menggantungkan kalimatnya, seolah paham benar apa yang ingin diutarakan oleh gadis itu, Baekhyun cepat-cepat menanggapi. “Ia sedikit berbeda.”

“Berbeda?” ulang Heekyung tak mengerti.

Baekhyun segera tersenyum menenangkan.

“Sudah kukatakan ia mirip denganmu bukan?” Baekhyun kini membuka sebuah pintu bernuansa putih, menyuguhi Heekyung pemandangan baru.

Seorang gadis kecil tengah bersama dengan gadis yang mungkin seusiaan dengannya sekarang, tampak duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan dengan bermain dengan lipatan-lipatan kecil kertas.

Atensi gadis kecil itu segera beralih, pada Baekhyun, dan pada Heekyung yang berdiri mematung tak mengerti. Sejenak, gadis kecil itu terdiam, tapi sekon selanjutnya sebuah senyum kecil terukir di wajahnya.

Eomma?” panggil gadis kecil itu sanggup membuat jantung Heekyung melompat tak karuan.

“B-Baekhee-ah…” lututnya bahkan gemetar, tak sanggup membuat Heekyung melangkah lebih dari beberapa langkah pendek yang berhasil diuntainya.

Gadis kecil itu, Baekhee, segera turun dari sofa, berlari kecil ke arah Heekyung yang masih mematung.

Appa,” Baekhee sejenak memandang Baekhyun, “kita akan tinggal dengan Eomma sekarang?”

“Tunggu, Baekhyun, apa yang sudah kau lakukan?” belum sempat Baekhyun atau pun Heekyung bicara, sebuah suara menginterupsi.

Baekhyun, segera mengalihkan pandangannya, memandang ke arah sumber suara yang tak lain adalah Yoo Gaeul.

“Memangnya apa yang salah dengan mempertemukan mereka berdua?”

Nanar, Gaeul bergerak dalam hitungan detik ke arah pemuda itu, mendesaknya cukup keras hingga membuat Baekhyun harus menghempas tubuh Gaeul.

“Ada apa denganmu?!” ia berucap keras.

“Byun Baekhyun! Tidak tahukah kau jika kau baru saja membunuh Chanyeol!?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Cuap-cuap by IRISH:

YUHUU. Apa kabar semua /dilempar sendal/ okeh, jadi cuap-cuapku singkat aja. Mungkin ada yang sudah baca chapter ini di New Year’s Gift-ku yang kemarin cuma available buat tiga hari /ehem/ tapi gapapa, ga mungkin juga kan tetiba aku post chapter 12, kesian yang gak baca di tiga hari kemarin /ehem lagi/ jadi aku post lagi di sini karena emang dari awal fanfict ini sudah publish di sini.

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

87 tanggapan untuk “IRRESISTIBLE LOVE – Slice #11 — IRISH’s Story”

  1. Hah serius chan bakalan mati?
    Gk ada cara lain apa jgn mati gitu*omo
    Pdhal pengen banget mereka semua bersama huhu harus ada yg mati*menyedihkan ><
    Akhirnya anak dan eomma bertemu juga 😭😭

  2. Duh, ga kbayang semenyesal apa 백, heekyung & baekhee klo tau semua pengorbanan 찬 bwt mrk😢 gmn nasib anak2ny 찬? Bkl dirundung sedih dah kaum immortal cubus ja2ran genjang. Btw, itu 백 udah jd king stlh pny keturunan? Pa kbr suho, d.o, kai, 세훈 & anak2 mrk? 찬 bkl mati di dpn/dlm plukan inryung? Trus memory’ny inryung blk saat itu? Ky yg pas prtm x inryung nmuin bayi 찬 yg di gu2rin & dibuang di pinggir jln dulu itu? Bkl mewek ky apa ya si inryung speninggal 찬 😢

  3. jadi kalau baekhee ketemu heekyung chanyeol bakalan mati gtu? ‘-‘,yaaah chanyeol jangan mati dong,walaupun di chap” awal pengen rasa ngejambak”kin si chanyeol karna karakter nya nyebelin,tapi tetep ngak rela chanyeol harus mati dicerita ini T.T

  4. seneng akhirnya baekhyun sama heekyung balik lagi sama baekhee
    tapi,kasian canyeol hrus mati….

    gamau tau,pokoknya ni ff harus dinext,aku nunggu ya chapter selanjutnya…..

  5. Eh, kenapa tau2 channya udah mau mati
    Ini waktu hidup si chan tinggal berapa hari
    Jd bingung
    Bukannya td disuruh nemuin haekyung ama baekhee sekarang mereka ketemu kenapa chan lngsung mati, bisa langsung mati mendadak gitu ya
    Ahhhh bingung

    Tapi bahagia si haekyung bersama baekhyun lagi ukyaaaa

    Jd campur aduk rasanya

    1. XD buakakakakak udah nasib chan buat mati emang, aku suka bikin dia mati XD dia kena serangan jantung ala death note /ditendang/ XD wkwkw thanks banget yaa

    2. Iya nasibnya sedih banget
      Untung dia di saat2 terakhir ketemu ama pujaan hatinya si inryung *jadi mirip judul lagu ne*

      Sama2 ^^

  6. lanjuiuuttttttttt kak irish, gue sukak bangetttt cahyooii jangan matiiiikkkk gue cinta ame eluuuuuuuuuuuuuuyyu >_< abaikan 😀

  7. AKHIRNYA!!!!!!!!!!!!!!!
    Keren kak.. Maaf telat
    uahh…. Haekyung emang baik skali…
    Aku udh ngebayangin di chap ini haekyung bakal marah trus nanti si baek bakl minta maaf, dan bla bla bla bla

    next chap jangan kelamaan ya 🙂

  8. Ahhhhh nyesek banget T.T pengorbananmu Chanyeol subhannallah demi teman T.T terharu aku Bangggg:D ihhhhh aku malah jdi suka Chanyeol jdi OC nyaa wkwk dia baik banget pengorbanannyaa. ihhhh daaaaa gereget banget sama mrekaaaa

  9. Akhirnya diupdate juga.
    Yehet seneng akhirnya heekyung udah mengingat baekhyun 🙌
    A-apa???? Chanyeol metong??? Andwaeeeeer 😭

  10. Apa gak ada cara buat Baekhyun tetep barengan sama Heekyung ya?
    Mungkin ngerubah Heekyung jadi Succubus?
    Huhuhu.. gak rela aja kalo mereka pisah lagi:””)
    Apa kematiannya Chanyeol gak bisa ditunda?
    Huhuhu.. terlalu banyak ‘Apa’ hmmm,yawdah ditunggu next chap yaaw
    Keep writing^^

  11. alhamdullilah, doaku akhirx terkabul klau kak irish akan update next chapnya IL, ffiiuuhhh..
    Please chanyeolku jgn dimatiin dong kak :'(. Kasian, Bkin keajaiban kek, atau apalah2 yah kak. Lop yuu kak chu :*

    1. XD kamu berdoa demi ff ini update, aku jd ngeri nanti kena karma wkwkwk XD aduhh chanyeooooll~~ kenapa banyak yang cinta sama kamuuuhh kujadi pengen jambak chanyeol XD wkwkwk thanks yaa udah nungguin~~

  12. Kepengen cuap2 dikolom komentar hehehehe walaupun kmrn udah cuap2 di kolom komentar pas gift 3 harinya😍/abaikan/
    Gak pernah bosen ngebaca ff ini berulang2,kak irish doang emang yang kece badaii/siapin tali buat ngiket kak irish biar gak terbang//abaikan/ KAKK IRISH DEMI EYELINER NYA BAEKHYUN PLEASE JANGAN BUAT CHANYEOL MATIII,KASIAN BAEKHYUN NANTI GAK ADA SUAMI NYA/eh/ next kakkk irishhhh

    1. XD kamu ikutan cuap2 juga nih hahahaha XD thanks banget udah nyempetin komen disini juga XD wkwkwkwkwkw DUH KUTERBANG MELAYANG2 nih karena banyak yang suka cerita ini, antara pengen mewek sama pengen jambakin baekhyun jadinya XD wkwwkwkw thanks banget yaa, nanti deh nasib chanyeol kupertimbangkan lagi XD

  13. Pas liat ada Irish’s tiba tiba hati berdebar, apakah ini yang namanya fall in love😍 tapi sebenernya uda baca sih pas new year /nyombong nih ceritanya😅😅 mian mbak😅😄.. lanjut 12 keo mbak😉😚

  14. nunggu lama buat baca ff ini, aku suka bnget ma alur critanya.terharu sma baekhyun,baekhee, heekyung akhirnya mreka ktemu jga, tp syang kebhagian mereka buat chanyeol harus korbanin nyawanya.cukup buat aku nangs ni ff, smangat lnjutnya kakak, dtnggu klanjutannya

  15. Aigoooo. Kak jngan biarkn chanyeol mati yaa . Plisss, chan khn blum mnmukan cnta sejatinya !! Chan hidup kan kak ??

    Jngan lngsung chap 12 donk kak , kan nur bloem baca . Hehehe

    lnjuutt kak ! Jngan lupa one and onlynya kak yaa . Plissss 😀

  16. Iya ihh~ aku sedih banget gk bisa baca waktu kak irish buka new year’s gift T.T mana ff bonusnya kayaknya keren semua T.T

    Dan aku tambah sedih gara gara chanyeol T.T jahat banget kamu kak~ cy sekarat T.T Sedihnyaa~

  17. Senang ? Entah lah . Aku gak bisa ngomong apa2 waktu liat ada Irresistible love slice 11 terpampang paling atas di blog ini . Yang ku pikirkan adalah cepat2 klik contineu reading dan mempersiapkan diri baca lanjutan cerita nya . Dan pada akhir nya aku bahagia pake banget heekyung bisa kembali mengingat baekhyun dan dengan cara yang sangat manis 😀 walaupun aku nunggu chapter ini cukup lama tapi sudah terbayarkan dengan adegan romance baekhyun-heekyung . Tpi itu chanyeol beneran meninggal ? Ohh ayolah jika pada akhirnya chanyeol meninggal kan jadi gak rame -,- . Please lah idupin semua cast nya dan bikin happy ending . Pokok nya intinya aku seneng banget chapter 11 sudah dipost dan Skian aja dahh comment nya udh terlalu panjang ini akibat rasa terlalu bahagia 😀 keep writing Irish !

    1. Aku ikut bahagia kalo ada yang bahagia karena ceritaku XD wkwkwkwkwwkk berhubung cerita ini pada awalnya aku kira bakal jadi abnormal aku jd terharu karena masih ada yang ngikutin XD wkwkwkwkwkw
      btw, soal chanyeol, aku emang bikin dia mati, buahahahahahhaha sengaja, lagian gak semua cerita berakhir bahagia kan? XD wkwkwkwkwk XD thanks bangt udah nyempetin baca dan komen XD

  18. aku ne pelupa,,pas dh mulai baca e baru inget klo dh baca d special gift kemarin,,,heheee,,,
    jd kapan next chapter nya Rishhh,,,,
    nasib chanyeol gmn? trus inryung tau ga kli chanyeol bakal mati!!!??

  19. ya ampun apa yang terjadi pada chanyeol selanjutnya jangan sampai chanyeol mati ia telah mengorbankan dirinya untuk heekyung inryung dan juga baekhee. gak kuat lihatnya nanti kalau tau inryung telah mengingat chanyeol. sedih dan perih pastinya. senang sih baekhee dapat bertemu dengan ibu kandungnya heekyung tapi kalau chanyeol mati gak senang melihatnya . aku ada baca juga yang di new years giftnya .

  20. Hiatus baca ff bbrp minggu, pas blik lagi, kok baek mkin so sweet ya hehehe😊😍

    Tapi kok ceyeeeee sekaraaat mau matiii, . Andweee 😭😭😭😭
    kasihan ceye 😰😫, udah cintanya gak kesampean. . Huwaa 😖 yang sabar ya ceye. Semuanya pasti ada hikmahnya. 👼

    Trus Si baek ma kyung gak bisa bersatu, owalaaa. . Kasihan ceye nya udah ngorbanin dirinya biar heekyung idup lagi demi si baek. #Chanbaekfeel😍

    Fighting Iriiisshhhh. . . Makin seruuuu , blum bisa ketebak akhirnya gmna hehe
    Keep writing 💪💪🏃

    1. XD BUAHAHAHAHAHA baek cucok buat jd so sweet kaaann wkwk ceye harus kuat, inryung harus bisa move on XD wkwkwkwk thanks banget udah nunggu ff absurd ini yaa XD

  21. apaaaa?? jd klo Heekyung uda ktmu Baekhee itu artinya Chanyeol mati?? //gak woles//
    trus gmna sma Inryung? kasian Chan 😥 kasian Inryung 😥
    pdhal bru aj ktmuan tp hrs brpsah lg ;(
    jgn dimatiin Chanyeol nya 😥
    uda lama nih nngguin ff ni, fighting Irish (≧∇≦)/

  22. Keren kak, sayangnya aku gak bisa baca yang New Year’s Gift.. huhuhu… \ditabok sama Baekhee/
    Tp, keren kok kak!! Nan johahanda.. Next slice-nya ditunggu kak ^_^
    Annyeong..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s