94 [Chapter 15A : Sharon] – ECCEDENVY

image

Road to England

Vy‘s Story

EXO‘s Kai and Sehun | Red Velvet‘s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC‘s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

 

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

“Ah, maaf menganggu kalian. Aku hanya ingin mengambil barangku.” Sharon masuk. Masih dengan terpincang. Selain melepuh, kakinya juga mengalami lecet.

“Oh, dompetmu ya?” Tanya Michelle. Sharon hanya diam dan mengambil dompetnya.

“Lanjutkan pembicaraan kalian tadi. Maaf menganggu waktu kalian.” Sharon tersenyum paksa pada keduanya. Sehun hanya melihat datar. Ia tidak menyadari keadaan kaki gadisnya. Bolehkah Sharon masih disebut gadisnya?

“See? Dia memang tidak menyukaiku!” Sahut Sehun saat Sharon sudah keluar.

“Memang.”

“Sekarang kau setuj-”

“Dia mencintaimu.” Potong Michelle datar.

“Tidak! Sudah kubilang dia ti-”

“Kau bilang ‘menyukai’ bukan ‘mencintai’.” Sahut Michelle.

“Baiklah, ‘Dia tidak men.cin.ta.i.ku’!” Eja Sehun kesal.

“Mau bukti kalau dia mencintaimu?” Tanya Michelle.

“Bukti apa lagi? Dia sudah berkata dia tidak mencintaiku sejak kita SHS dulu. Itu sudah cukup menurutku.” Sahut Sehun.

“Kita lihat saja. Kau mau tau apa tidak? Dasar tidak peka. Lagipula itu waktu kalian SHS. Sekarang? Siapa yang tau.” Ucap Michelle. Mencoba meyakinkan Sehun.

“Baiklah, bagaimana caranya?” Tanya Sehun. Michelle mendekatkan mulutnya ke telinga Sehun. Membisikkan sebuah rencana.

“Kau yakin?” Tanya Sehun ragu.

“100%”

“Mau kau lakukan kapan?”

“Besok. Paksa Wendy membawamu pulang! Kita antar kepergian Sharon.” Michelle tersenyum senang.

“Aku masih tidak yakin.”

“Belum dicoba hun! Lihat saja besok!” Pekik Michelle kesal. Sulit sekali meyakinkan Oh tidak peka Sehun.

.
.
.

“Gomawo. Cepatlah pulang!” Usir Seulgi.

“Hei! Kau mengusirku! Kita bahkan belum melakukan apapun tadi!” Kesal Jongin cemberut.

“Kau memang mau melakukan apa?” Tanya Seulgi polos.

“Kalau kau mau melakukan apa?” Tanya Jongin menunduk mendekati Seulgi. Suaranya memberat. Menyeringai setan.

“Um, Jongin… Kau mau apa?” Tanya Seulgi waspada.

“Tidak! Baiklah, aku pulang. Tidur yang nyenyak!” Jongin berdiri tegak kembali. Suaranya kembali normal. Ia kemudian melambai pada Seulgi.

“B-baiklah! Hati hati di jalan Jong!” Sahut Seulgi balas melambaikan tangannya. Ia menutup pintu apartementnya setelah di rasa Jongin sudah menghilang.

“Dia sama saja! Selalu!” Kesal Seulgi. Ia mengerucutkan bibirnya sebal. Padahal wajahnya memerah. Ia baru saja berjalan ke arah kamarnya. Tapi panggilan masuk mengehentikkan langkahnya. Dari Jongin. Dengan cepat dijawabnya panggilan itu.

“Apa lagi?” Tanyanya ketus. Padahal ia gugup bukan main. Ada apa denganmu Seulgi? Kenapa kau jadi begini gugup? Hanya Jongin. Batin gadis itu.

“Jangan lupa mimpikan aku ya! Jaljayo bear.” Jongin berkata ceria. Sedangkan Seulgi memerah bukan main. Kenapa dia jadi begini? Seperti anak remaja yang sedang kasmaran saja!

“Jaljayo Jongin-ah….” Sahut Seulgi pelan. Masih memerah.

“Oh iya, besok mau mengantar Sharon kembali ke Inggris?” Tanya Jongin. Seulgi berfikir sebentar.

“Aku ikut!” Sahut Seulgi.

“Ok, selamat tidur bear! Sampai besok!” Akhir Jongin. Kemudian lelaki itu memutus panggilan itu.

“Hah…. Terlalu banyak yang terjadi sejak SHS. Tapi Sehun dan Sharon yang paling parah menurutku.” Seulgi menggumam. Hei, sadarkah kau juga mengalami hal yang sama dengan mereka. Bedanya konflikmu sudah selesai.

“Aaah!!! Aku terlalu banyak berfikir! Lusa aku sudah berkerja lagi!” Pekik Seulgi kesal. Mengetahui masa cutinya sudah habis. Menyebalkan memang.

.
.
.

“Waaaaaahhh!! Stephanie!!”

“Stephanie! Lihat aku!!”

“Stephanie! Jadilah milikku!”

“Stephanie! Ayo kita kawin lari!!” Okay, abaikan yang ini.

Dan masih banyak lagi teriakan yang menyambut tubuh lelah Sharon di bandara. Kacamata hitamnya cukup untuk menyamarkan betapa sembab matanya. Dan jeans panjangnya cukup untuk menutup luka kakinya. Hanya tidak ada yang bisa menutup luka hatinya. Ia sudah membohongi dirinya sejak dulu. Membohongi perasaannya. Membohongi orang orang. Dan ia masih mencoba menyangkal bahwa ia tidak baik baik saja.

Jam Take off nya masih dua setengah jam lagi. Menurutnya ini terlalu cepat. Tapi managernya bilang, ia harus mengurus beberapa hal di dekat bandara. Jadi mereka datang lebih cepat. Dan berakhirlah dia di dalam café bandara. Untuk kedua kalinya ia memesan kopi. Dan ia meminumnya kali ini. Menyesap rasa pahit bercampur panas dari kopi tersebut. Ia sedikit mengernyit saat pertama kali minuman pekat itu menyapa lidahnya. Rasanya asing sekali di lidahnya. Terlalu biasa menyesap latte membuatnya menolak rasa pahit itu. Tapi ia terbiasa sekarang. Layaknya kopi yang pahit. Kisahnya dengan Sehun juga pahit. Sehingga ia mulai meragukan ada yang namanya ‘Happy Ending’.

“Sudah dapat kuduga!” Sharon tersentak. Ia mendongak untuk mengetahui siapa yang datang dan dengan seenak jidatnya duduk di depannya.

“Oh, kau.” Padangan sendunya berubah dingin. Lamunannya langsung buyar saat Jongin, orang tadi duduk di depannya.

“Seharusnya ia sudah sampai! Kemana dia?” Jongin melihat arloji di tangannya.

“Sedang apa kau di sini?” Tanya Sharon. Memutar cangkir kopinya sejenak sebelum meminumnya kembali.

“Mengantarmu.”

“Aku tidak perlu dia-”

“Seulgi!!!” Panggil Jongin sembari melambaikan tangannya. Sharon berbalik. Dan dapat ditangkap matanya, Seulgi berdiri di pintu café.

“Hai Sharon!” Seulgi tersenyum dan duduk di samping Jongin.

“Hai.” Jawab singkat Sharon. Gadis itu mengabaikan sepasang kekasih itu yang mulai berlovey dovey. Tiba tiba teringat ia dan Sehun dulu. Tapi ngomong ngomong soal Sehun, bagaimana keadaan lelaki itu? Sharon dengan cepat menggelengkan kepalanya. Ia berakhir memikirkan lelaki itu lagi.

“Hei, kau meminum kopi?” Tanya Seulgi ketika sadar.

“Hmm.” Singkat padat jelas.

“Kau benar benar berubah Sharon.” Sahut Jongin.

“Tau darimana kau aku berubah? Hanya aku yang dapat menilai diriku berubah atau tidak!” Sharon berucap panjang sekarang. Kalimat panjang pertamanya hari ini.

“Kau baru saja menunjukkan bahwa kau berubah.” Jawab Jongin acuh. Lelaki itu mengeluarkan dompetnya.

“Kau mau minum apa?” Tanya Jongin pada Seulgi. Ia bangkit sembari bertanya.

“Green tea.” Jawab Seulgi singkat. Jongin mengangguk. Tiba tiba Sharon teringat sesuatu. Uang kemarin sudah diberikan Jin pada Jongin belum? Ia seketika berfikir. Mulai menimang nimang apakah dia akan memberitahukan ini pada Jongin atau tidak. Dan keputusannya sudah bulat. Ia akan memberitahukan Jongin. Sebelum kembali ke Inggris. Ia takut tidak ada waktu lagi untuk memberitahukannya.

“Segalas Green tea.” Jongin kembali setelah memesan minuman. Lelaki itu memesan Americano.

“Jongin, ada yang ingin kutanyakan.” Ucap Sharon. Gadis itu memutar mutar cangkir kopinya yang masih mengepul walau sudah lama ia memesan.

“Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Jongin menatap Sharon. Seulgi ikut menatap Sharon. Tapi setelahnya menatap Jongin bingung. Lalu kembali ke Sharon.

“Kau sudah menerima uang dari Jin oppa belum?” Tanya Sharon.

“Jin hyung? Suda- tunggu! Kenapa kau menanyakannya. Dan bagaimana kau tau Jin hyung memberiku uang?” Tanya Jongin.

“Karena aku yang memberi uang itu.” Jawab Sharon.

“Uang?” Tanya Seulgi bingung.

“Kau yang memberinya? Tapi kenap-”

KLING

“Hei kalian!” Wendy datang. Ia dengan cepat mengambil duduk di samping Sharon. Gadis itu tersenyum lebar.

“Hai!” Sapa Michelle. Ia menggandeng Sehun. Membantunya berjalan.

“Sehun? Kau sudah boleh keluar dari rumah sakit?” Tanya Seulgi.

“Iya, terimakasih…” Ucap Sehun pelan sembari tersenyum manis pada Michelle setelah ia menjawab Seulgi. Jongin mengangkat alisnya merasa ada yang mencurigakan diantara kedua temannya.

“Kau kenapa sudah boleh keluar dari rumah sakit?” Tanya Jongin. Masih sedikit khawatir dengan sahabatnya.

“Dia memaksa. Dan begitulah aku di sini. Mengawasinya!” Sahut Wendy. Wajah cerahnya berubah jengkel.

“Kau jangan lupa mengirimi kami kabar.” Ucap Michelle.

“Kalau aku sempat.” Singkat padat jelas.

“Harus sempat!” Paksa Wendy.

“Jadwalku padat Wen,” Balas Sharon. Ia menyesap kembali kopinya.

“Kau minum kopi?” Tanya Michelle.

“Hmm.” Singkat padat jelas.

“Oh iya… Aku mau mengumumkan sesuatu.” Suara Michelle terdengar lagi. Gadis itu manatap Sehun sebentar. Sehun balas menatap.

“Kami resmi menjadi sepasang kekasih.” Ucap Sehun sembari menautkan tangannya dengan Michelle. Ia tersenyum.

Jongin menatap tidak percaya.

Seulgi menganga.

Wendy mengedipkan matanya. Ia sudah tau sebenarnya.

Sharon hanya diam. Satu alisnya terangkat.

Drrrt Drrt

“Halo? Why’d you call me?” Sharon menjawab panggilan ponselnya.

“Just shut up! I will call you later Daniel!” Sharon mengumpat. Ia langsung memutus sambungan telpon itu.

“Siapa itu?” Tanya Seulgi.

“Kakak angkatku di Inggris, dan untuk kalian.. S-selamat.” Sharon agak terbata di akhir kalimatnya.

“E-eoh..” Jawaban pelan Michelle. Tidak menyangka jawaban seperti itu yang diucapkan Sharon.

“Sharon?” Jongin bertanya tidak percaya.

“Ah, aku harus segera check in. Jongin, terakhir. Terima kasih semuanya.” Ucap Sharon sembari berdiri. Ia menyodorkan amplop pada Jongin. Dan segera keluar café setelah melihat managernya berada di luar.

“Ya Tuhan! Sharon!” Jongin dengan cepat mengeluarkan isi amplop yang diberikan Sharon. Ada tiga lembar kertas di dalamnya.

Cek sebesar 30 juta won
Surat keterangan rumah sakit. Yang Jongin sendiri tidak tau untuk apa itu.
Dan Surat dari Sharon.

Jongin membuka surat keterangan rumah sakit terlebih dahulu setelah melihat cek dengan uang yang tidak sedikit.

Kim Jong In dan Sharon Kim dinyatakan memiliki hubungan darah. 89,999999% kecocokan.

Jongin menganga.

Ia dengan terburu buru membuka surat dari Sharon.

Kau kaget bukan? Kita ternyata saudara. Jangan bertanya bagaimana aku bisa mencocokkan DNAmu dengannku. Aku mengambil rambutmu. Mungkin kau tidak ingat. Ibuku pernah bilang sebelum ia meninggal untuk mencari ayahku. Dan aku mencarinya. Menemukan fakta bahwa ada orang lain yang menjadi anak ayahku. Itu kau. Dan yah, kita seayah. Aku tidak suka dimana kau dikucilkan oleh beberapa orang karena kau kekurangan. Jadi, aku akan mengirimu banyak uang. Uang peninggalan ayah. Terimakasih Jongin. Kau mau menjadi saudaraku.

“Sharon saudaraku?” Jongin menatap keempat temannya kosong. Terlalu shock hanya untuk berfikir.

“Aku sebenarnya tau.” Sehun bersuara.

“Kau apa?!” Tanya Jongin.

“Dan aku tidak amnesia. Aku tau. Aku ingat semuanya. Sharon sudah memberitahuku sejak kita mulai berpacaran.” Sehun merasakan denyut nyeri saat mengingat tentang Sharon.

“Sehun kau!” Jongin tersulut. Ia hampir saja meninju Sehun jika tidak ditahan Seulgi dan Wendy. Sudah cukup dengan sandiwara tentang amnesia. Ia sekarang berpacaran dengan Michelle.

“Maafkan aku Jongin…” Sehun tertunduk.

“Kau! Kau orang terdekatku! Dan kau orang yang menusukku. Pepatah benar. ‘Curigailah orang paling dekat denganmu terlebih dahulu’.” Jongin bangkit dan keluar café bandara.

Bersambung…

Eh gila! Plot twist banget yak? Vy gak bisa bikin surat!!!! Jelek banget tuh surat! Chessy! mangap guys /eh? Maap. Ini kan chap spesial sharon. Ok, chap depan kaiseulnya banyak. Yoks aku menunggu comment!

7 tanggapan untuk “94 [Chapter 15A : Sharon] – ECCEDENVY”

  1. Loh hubungan mereka kok jadi tambah ruwet gitu ya? Kasihan sharon beban dipundaknya pasti banyak banget.. jadi sedih bayangin posisinya sharon.. ceritanya makin seruu n menegangkan thor.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

  2. Kak aku kira ffnya gak dilanjut lagi, eh ternyata masih dan aku nunggu banget. Oh ya seru kok cuma kakak hobbynya bikin ff pendek jadi agak greget tiba2 udah selesai aja hehhee
    Lanjut lagi ya kak ♥♥♥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s