[EXOFFI FREELANCE] Memories Of Winter Love (Chapter 1)

mowl

Tittle : Memories Of Winter Love (Chapter 1)

Author : Allea^^

Cast :

Oh Sehun – EXO
Han Seulhyun – OC

Other Cast :

Xi Luhan – Ex EXO
Park Nuri – OC
Han Seulmi – OC
Oh Sena – OC

Genre : Romance, Friendship, Family,

PG : 15

Length : Chapter

Credit Poster by blaxxjae @ IFA

Disclaimer : Semua cast yang ada disini bukan milikku kecuali Luhan.. hehe.. cerita yang ada disini real berasal dari imajinasiku yang tingkat tinggi. Kalau ada kesamaan cerita, mianhae L, cerita ini cuma jadi penghibur aja, jadi kalau ada yang sakit hati karna cerita ini, juga Mianhae T_T /nangis berlian/ \he?\ oke lupakan.. hehe lagi pengen buat ff castnya Sehun, lagi bosen buat ff luhan /kok malah curcol sih?/ \oke maafkan aku\ langsung aja ya..

Happy Reading, Don’t be Plagiators 😉 jangan lupa comment ya!

Give you Kiss and Hug!! Let’s Make a Fantastic Party!! – From Allea o_O

~[]{}||***||{}[]~

Seulhyun POV

Apakah kau pernah membayangkan, kau berada di tempat yang indah dimusim dingin, butiran salju turun ikut menambahi keindahan, dan juga kau bersama kekasihmu. Tentu banyak orang yang pernah membayangkan hal sederhana itu, termasuk aku.

Sekarang aku juga melakukan hal yang sama seperti yang kubayangkan tadi, aku berada di taman yang kuanggap indah, musim dingin dan juga turun salju. Namun hanya satu yang tidak ada, tidak ada kekasihku. Mungkin ini tidak terwujud sempurna yang kubayangkan tadi, tapi setidaknya sebagian terwujud kan?.

Aku suka berimajinasi dan kau tau apa yang kuimajinasikan sekarang?, kekasihku datang dengan tatapan dan senyum hangatnya. Dan juga memelukku hangat mengusir dingin. Saat ini aku duduk di taman tempat aku pertama kali bertemu kekasihku. Aku hanya tersenyum sambil mengingat kenangan yang banyak kubuat dengannya.

#Flashback

“Aish kenapa ini susah sekali sih?” ucapku sambil melihat layar laptop yang berisi tugas kuliah, aku tak berhenti memaki tugas ini dan tentu memaki dosenku juga. Hingga adikku mulai terganggu.

“Seulhyun Eonnie berhentilah memaki-maki, kau menggangguku.. Aish daripada Eonnie terus mengoceh tak jelas, sini kubantu” Ucap Seulmi meremehkanku.

“Memang kau bisa? Aku saja kesusahan, apalagi kau yang masih SMA. Kau tidak akan mengerti pelajaran macam apa ini!.”

“Lihat saja Eonnie mungkin otak cerdasku dapat membantu”

Ya memang terkadang adikku ini membantu. Otak cerdasnya semakin terasah ketika ia masuk SMA faforit di Seoul. Aku di Seoul tinggal hanya dengan adikku, orang tuaku jauh di Busan. Awalnya aku di Seoul tinggal sendiri, tapi karena anak tengil ini masuk SMA Seoul jadi aku tinggal berdua dengannya.

Kulihat Seulmi sedang menatap layar laptopku dengan serius, ia membaca tugas yang sedang kukerjakan. Dia terlihat bepikir, entah mengapa aku berharap dia membantuku.

“Bagaimana kau bisa tidak?” ucapku gelisah.

“Kurasa….” aku menunggunya melanjutkan kalimatnya dengan serius.

“Aku tidak bisa Eonnie.. hehehe” Seulmi menatapku dengan cengar-cengir dan meninggalkanku masuk ke kamarnya. Ingin sekali aku mendorongnya ke Sungai Han. Huft.. ya inilah mengapa aku pernah memohon pada Eommaku agar Seulmi tidak disekolahkan di Seoul bersamaku. Karena dia sering mengerjaiku! Dan bukannya membantuku.

Aish sudahlah memikirkannya semakin membuatku stress. Sekarang aku tidak bisa bepikir bagaimana cara menyelesaikan tugas keramat ini. Aku memutuskan untuk pergi keluar, mungkin otakku yang buntu dapat berkerja kembali. Aku mengambil jaket tebal mengingat sekarang sudah mulai musim salju.

“Seulmi! Eonnie keluar sebentar!” ucapku berteriak sambil menutup pintu.

“Jangan lupa oleh-oleh Eonni!” Seulmi menjawabku berteriak.

Aku menghiraukannya, dan langsung berjalan-jalan tak tau mau kemana. Aku terus berjalan, hingga akhirnya aku menemukan Cafe yang bernama “The Sun and The Moon” ternyata berjarak beberapa gang dari rumah. Aku langsung masuk dan memesan kopi americano. Dan setelah aku mendapatkan kopiku, aku langsung berjalan ke depan Cafe itu yang ternyata adalah taman.

Wow.. pemilik Cafenya pintar sekali memilih tempat Cafenya. Ini pemandangan yang bagus. Aku duduk disalah satu bangku taman dan meminum kopiku sambil melihat salju yang mulai turun. Ini adalah salju pertama, aku senang sekali melihatnya.

Tiba-tiba aku mendengar suara musik yang kukenal. Aku mendengarkannya, ini lagu EXO – Don’t Go, lagu kesukaanku. Aku mencari sumber suara itu, dan melihat ada namja yang memainkan gitarnya dan bernyanyi lagu itu. Banyak anak kecil duduk didepannya sambil bertepuk tangan mengiringi namja itu bernyanyi. Aku memperhatikannya, ia sangat terampil memainkan gitarnya, dan suaranya juga lumayan merdu. Secara tidak sengaja aku menikmati lagunya, apalagi saat salju pertama turun.

Aku melihat wajahnya, tampan, kulitnya putih dan senyumnya yang manis ia perlihatkan pada anak-anak itu. Tak terasa lagu yang ia bawakan sudah selesai, anak-anak itu langsung memintanya lagi untuk bernyanyi.

“Oppa nyanyikan lagi!!”teriak salah satu anak perempuan. Dan langsung anak lainnya juga ikut berteriak mengucapkan hal yang sama.

“Lagi, lagi, lagi!” anak-anak itu semakin bersemangat. Aku hanya tersenyum saja melihat namja itu kewalahan menuruti permintaan mereka. Mungkin namja itu sudah beberapa kali menyanyikan lagu.

Tanpa sengaja namja itu melihat kearahku, aku terkejut dan menahan malu karena dia tahu aku memperhatikannya. Namja itu berdiri dan menghampiriku. Eotteoke? Apa yang harus kulalukan? Terlambat sudah apa yang harus aku lakukan, namja itu sudah berdiri dihadapanku.

“Kau mau bernyanyi denganku?” itulah kalimat pertamanya padaku. Aku membelalakkan mataku dan merasa blank. Aku yang blank langsung ditariknya menuju ke anak-anak itu. Tangannya hangat dan entah mengapa jantungku bedegup kencang, belum pernah aku segugup ini. Aku melihat anak-anak itu, mereka tersenyum padaku, dan aku hanya membalasnya tersenyum tipis.

“Bagaimana kalau kita bernyanyi EXO – Lucky? Kau mau?” ucapnya setelah aku duduk disampingnya.

“Terserah” ucapku pasrah dan malu. ia memetik gitarnya dan mengawali bernyanyi. Aku sangat menikmati suaranya, dan ikut bernyanyi. aku lumayan hafal dengan lagu ini.

Tak terasa lagu yang kunyanyikan bersama namja itu sudah selesai, seperti tadi anak kecil itu langsung meminta dinyanyikan lagi.

“Hei anak-anak ini sudah sore, kalian harus pulang” namja itu berucap halus pada mereka.

“Shireoyeo!! Aku masih ingin mendengar Hyung dan Noona bernyanyi” Salah satu anak laki-laki menjawab.

“Bagaimana kalau kalian dimarahi Eomma kalian? Kalian mau dimarahi ha?”

“Kan kami tadi sudah izin bermain dengan Oppa, jadi kami tidak akan dimarahi. Jadi sekarang Oppa dan Eonnie menyanyi lagi.” Pintar sekali anak perempuan itu menjawab. Eommanya pasti memberikan makanan sehat dan vitamin. Aku melihat namja itu, ia seperti berpikir bagaimana cara agar anak-anak itu pulang.

“Begini saja,jika kalian pulang sekarang, aku bejanji akan bernyanyi untuk kalian disini jam 4 sore besok?” ucapku memberi solusi

“Benarkah Noona?”

“Ya tentu saja”

“Kau juga Oppa? Kau berjanji?” namja itu berpikir lagi.

“Baiklah, aku berjanji” ucapnya

“Yeayy.. aku pulang dulu Oppa/Hyung , Eonnie/Noona kutunggu besok!” mereka langsung berlari pulang sambil tertawa. Dan sekarang hanya tinggal aku dan namja itu berdua.

“Kau membuat rencana tanpa sepertujuanku” dia tidak mau terima.

“Setidaknya itu berhasil membuat mereka mau pulang kerumah. Tadi kau juga menyuruhku menyanyi padahal aku belum menjawab mau atau tidak.” Aku menjawabnya tak mau kalah.

“Kalau begitu kenapa kau tadi bernyanyi denganku jika kau belum menjawab?” tanyanya.

“Kalau begitu kenapa kau tadi berjanji pada mereka jika kau belum setuju?” aku pintar memutarbalikan kata-katanya. hehe

“Baiklah-baiklah kita impas. Aku belum tau namamu. Siapa namamu?” dia mulai menanyakan namaku.

“Han Seulhyun, panggil saja Seulhyun. Kalau kau?” aku balik bertanya.

“Oh Sehun, panggil Sehun. Umurmu berapa?” akhirnya aku tahu siapa namanya hehe.

“Aku 20 tahun, kau?”

“22 tahun, jadi lebih tua aku ya.. hehe.. kau sudah kuliah?”

“Ne, aku sudah kuliah, hampir 2 tahun, sekarang kau kuliah?”

“Ehm, awal tahun ke-3 di Seoul National University jurusan administrasi”

“Di Seoul National University? Aku juga disana.. jurusan administrasi juga.. wah ini sebuah kebetulan!” ucapku antusias, sebuah kebetulan kan..

“Bagaimana rasanya di tahun ke-2? Mudah?”

“ Sebagian mudah, sebagian juga sulit. Tapi aku masih bisa mengikutinya. Haha khusus pelajaran dosen Park jangan ditanya.. sulitnya setengah mati” ucapku besulut-sulut mengingat tugas di laptopku tadi.

“Haha bersabarlah, memang pelajaran dosen Park itu sulit.. semangatlah, kau pasti bisa melewatinya” Ucapnya menyemangatiku. Aku tersenyum lebar padanya.

“Aku ingin libur, otakku rasanya tidak berfungsi” Aku mengeluh padanya.

“Ini akhir Oktober.. Tunggulah sampai Desember.. libur musim dingin” Ya aku tahu itu tapi rasanya menunggu Desember tahun ini seperti satu abad.

“Aku rindu bulan April!” aku sedikit berteriak

“Ada apa dengan bulan April?” tanyanya

“Ulang tahunku, 11 April.. biasanya bulan April adalah bulan yang penuh keberentungan bagiku”

“Ulang tahunmu 11 April?.. Ya!! Ini sebuah kebetulan lagi.. ulang tahunku 12 April” dia kelihatan bersemangat mendengar ulang tahunku 11 April, aku sedikit terkejut mendengarnya.

“Ya.. dunia ini memang penuh kebetulan” ucap sok bijak.. hehe..

Sekarang jam berapa? Aku langsung melihat jam tangan yang ada tanganku.. jam 5 sore. Aku jadi teringat dengan adikku yang ada dirumah. Pasti dia akan meneriakiku saat aku sudah pulang.

“Oh iya aku harus pulang, adikku dirumahsendirian. Dia pasti memarahiku jika aku pulang sedikit malam. Sampai jumpa!!” ucapku dan berjalan pergi meninggalkannya.

“Seulhyun-ssi… jangan lupa besok kita harus menyanyi untuk mereka oke!!” Dia mengingatkanku sambil berteriak.

“Ne.. Araseo.. sampai jumpa besok jam 4 sore.. Sehun-ssi” Aku melambaikan tanganku padanya, dan berjalan pulang.

~[]{}||***||{}[]~

Hari ini aku ada dikampusku, mata kuliah sore. Ini pelajarannya dosen Kim, aku sedikit santai dengan pelajaran ini karena pelajaran ini mudah. Wah masih setengah jam lagi pelajaran ini selesai. Aku mengingat kejadian kemarin sore. Sehun bernyanyi dan memainkan gitarnya, anak-anak itu ingin dinyanyikan lagi, aku yang ketahuan meperhatikan, dan Sehun memegang tanganku. Entah mengapa aku masih merasakan kehangatan tangannya, belum pernah aku dipegang oleh tangan sehangat itu, bahkan tangan Appaku tidak sehangat itu.

Hei.. sudahlah Han Seulhyun jangan berimajinasi yang tidak-tidak. Perhatikan saja dosen Kim. Tapi kenapa aku terus teringat Sehun? Senyumnya benar-benar manis, tatapannya yang hangat, dia menyemangatiku. Aish sudahlah jangan pikirkan Sehun. Sekarang jam berapa, oh hampir jam 4 pelajaran ini akan selesai. Aku mengetikan pelajaran terakhir yang ada dipapan.

Tinggal beberapa menit lagi pelajaran ini selesai. Dan akhirnya Dosen Kim segera menutup pelajarannya. Para mahasiswa lainnya segera membereskan mejanya, dan berjalan pergi.

“Seulhyun-ah aku pulang dulu ya” ucap teman ku Lee Injung.. dia adalah teman pertama saat pertama masuk kuliah, dia teman yang sangat baik.

“Araseo, hati-hati Injung-ah” aku melambaikan tanganku padanya, dan dia berjalan pergi.

Aku melihat folder document dan melihat file, untuk memastikan apakah pelajaran dosen Kim tadi sudahku simpan atau belum. Syukurlah aku sudah menyimpannnya. Aku melihat folder yang lainnya, itu tugas Dosen Park. Apa yang harus aku lakukan dengan tugas ini? Aku benar-benar kesulitan mengerjakannya. Aku rasa aku akan mendapat nilai jelek dengan tugas ini.

Sekarang jam berapa? Oh jam 4 lebih sepuluh menit. Jam 4 lebih sepuluh menit!? Aish aku ada janji bersama Sehun jam 4.. aish bagaimana bisa aku melupakannya. Aku langsung mematikan laptopku dan memasukannya ditasku. Aku sedikit berlari ke luar gerbang. Kenapa tidak ada bus yang lewat?

Oh itu ada taksi aku langsung menyetop dan masuk ke taksi. Aku memberitaukan alamat rumahku dan supir taksi itu langsung mengangguk mengerti.

Jjebal, kumohon disana belum ada anak-anak. Aku benar-benar terhanyut dengan pikiranku yang terus melayang pada keadaan yang ada ditaman.. apakah mereka sudah datang, aku takut jika mereka kecewa, apalagi aku yang membuat janji pada mereka.

Akhirnya aku sampai, aku langsung membayar taksi dan mengucapkan terimakasih. Aku berlari menuju taman itu, kenapa taman itu sangat jauh dari sini? Setelah aku sampai, disana hanya ada Sehun, sedang duduk dan memegang gitarnya. Aku sedikit berlari menghampirinya.

“Apa aku telat?, kau menungguku dari tadi?” ucapku terengah-engah akibat berlari tadi.

“Tidak, mereka belum datang. Ya aku menunggumu dari tadi” ucapnya sambil tersenyum padaku.

“Joseonghaeyo, aku tadi ada mata kuliah sore” jawabku seadanya, aku masih terenga-engah mengucapkan kalimatku.

“Kau habis berlari? Duduklah dan minum ini” Dia menyuruhku duduk dan memberikan air putih. Aku langsung meminum air itu. Rasa hausku hilang seketika.

“Kamsahamnida” aku mengembalikan minumannya tadi.

Tiba-tiba dia mengusap dahiku dengan sapu tangannya. Omo apa yang dia lakukan? Aku melihatnya mengusap dahiku dengan lembut, bahkan sangat lembut. Deg, oh jantungku ada apa denganmu?

“Apa kau habis lomba marathon?,kau mengeluarkan banyak keringat” Ucapnya masih mengusap dahi, pipi dan daguku.

Aku melihat wajahnya, benar-benar wajah yang sangat menyenangkan, pantas anak-anak itu menyukainya. Matanya, matanya selalu memancarkan kehangatan. Kenapa rasa khawatirku hilang?

Sehun melihatku, kami saling bertukar pandang untuk beberapa lama. Aku menatap lurus kearah matanya. Mencoba apa yang dia pikirkan. Aku mulai merasa terhanyut, dan sepertinya waktu berhenti. Aku hanya menatap matanya, matanya sangat indah.

Apa yang kupikirkan? Akhirnya aku tersadar dari apa yang kulamunkan tadi. Sehun juga sama denganku, dia tersadar dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Aku bergeser mundur sedikit, mengingat jarak kami lumayan dekat. Kami sedikit canggung, dan tentu keheningan mulai muncul.

“Kau bisa membersihkan keringatmu sendiri kan? Ini pakai saputanganku” Akhirnya dia memecahkan keheningan tadi.

“Ne, aku bisa sendiri” jawabku menerima saputangannya.

“Oh itu mereka datang” Ucapnya berseru melihat para anak kecil itu berlarian menghampiri kami. Aku melihat mereka benar-benar bersemangat. Dan janagn lupa senyum cerah mereka, menghiasi wajah kecil mereka.

“Annyeonghaseyo Sehun Oppa dan…” Salah satu anak perempuan itu mencoba menyapaku tapi dia tidak tau siapa namaku.

“Seulhyun” aku menyebutkan namaku dan tersenyum padanya.

“Annyeonghaseyo Seulhyun Eonnie” Dia menyapaku.

“Hyung mau menyanyi lagu apa?” seorang anak laki-laki bertanya pada Sehun.

“Ehm, biar kubicarakan dengan Seulhyun” Dia menghadap kearahku.

“Kau mau menyanyi lagu apa?”

“Ehm aku sekarang suka lagu EXO-Baby, kau tahu?” Aku mengusulkan lagu.

“Ya aku tahu. Adikku sering memutar lagu itu saat dirumah. Baiklah mari kita bernyanyi.”

Dia langsung memetik gitarnya, dan sama seperti kemarin. Sehun yang memulai bernyanyi dulu. Aku benar-benar suka suaranya. Suaranya sangat menenangkan, bisa-bisa anak-anak ini tertidur.

Dan akupun juga memulai bernyanyi. Aku suka lagu ini, liriknya yang mudah dihafal dan juga lagunya sangat menyenangkan. Anak-anak itu bertepuk tangan mengiringi nyanyian kami, dan bahkan mereka menggerakkan kepala pertanda mereka menikmati lagu ini. Lagu yang kami bawa pun akhirnya selesai, dan mereka bertepuk tangan.

“Aku ingin melihat Noona menyanyi sendiri.. Noona mau?” Anak laki-laki meminta padaku.

“Baiklah.. aku akan menyanyi sendiri” ucapku pada mereka.

“Kau menyanyi lagu apa, biar aku yang mengiringimu” Sehun Bertanya padaku dan aku mulai memikirkan lagu apa yang akan kunyanyikan.

“Aah Kim Shin Ah – The Coalition, kau tahu lagu itu?” akhirnya tau lagu apa yang akan kunyanyikan.

“Kim Shin Ah? Oh ya aku tahu. Aku duluan ya” Ucapnya dan memetik gitarnya. Aku hanya tersenyum saja melihatnya semangat mengiringiku. Aku memulai lagu itu, dan sedikit menikmati nyanyianku sendiri.

Belum pernah aku, bernyanyi seperti ini. Yang sering aku lakukan hanya mendengarkan lagu sambil belajar. Karena aku tak punya waktu untuk seperti ini. Anak-anak itu terdiam dan melihat lurus kearahku. Mereka melihatku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. Apakah mereka menyukainya atau tidak. Itu yang kupikirkan. Ya aku berharap mereka menyukainya. Dan sekarang aku berkonsentrasi menyelesaikan lagi ini.

Akhirnya aku mengakhiri lagu ini. Dan kau tahu anak-anak itu bertepuk tangan dengan meriah.

“Wah suaranya Eonnie Sangat bagus.. kenapa Eonnie tak jadi penyanyi saja” Anak perempuan itu sangat antusias.

“Aku tidak ingin jadi penyanyi, lagian suaraku tidak bagus” Aku menanggapinya.

“Suaramu bagus” Sehun menambahi.

“Baiklah kalau begitu, aku ingin bermain sepakbola.. kalian ikut?” Seorang anak laki-laki mengajak teman-temannya dengan semangat.

“Kajjja!!” para anak lainnya ikut bersemangat. Dan mereka langsung berlari kearah dalam taman. Disana ada halaman yang cukup luas untuk dibuat bermain sepakbola.

“Hyung dan Noona tidak mau ikut?” anak laki-laki yang berada dikbelakang bertanya.

“Tidak, kami hanya akan melihat kalian bermain. pergilah” Sehun mengucapakan kalimat itu sangat lembut. Dan juga senyum hangatnya yang tak pernah ketingggalan. Dan sekarang hanya tinggal aku berdua dengannya.

“Sekarang tanggal berapa?” ucapku agar tidak hening diantara kami.

“23 Oktober, kau ada acara?” Sehun menjawabku.

“Tidak, aku hanya bertanya saja sekarang tanggal berapa.” Balasku padanya.

Jadi tanggal 23 ya. Omo, kalau begitu dua hari lagi tanggal 25.. aish eotteoke? Tugas Dosen Park belum selesai. Bahkan belum ada setengahnya. Aish tamat sudah kau Seulhyun.

Aku menunduk lesu, berkhayal aku tidak bisa mengerjakan tugas keramat itu, lalu aku dimarahi dosen Park karena belum selesai, dan aku mendapat nilai jelek. Apa yang akan aku katakan pada Eomma dan Appa nanti. Aku sedikit menggelengkan kepala dan mengacak rambutku.

“Kau ada masalah? Malhaebwa, mungkin aku bisa membantumu”

“Ahh aku punya tugas dari Dosen Park, dan aku tidak bisa mengerjakannya. Dan tanggal 25 harus sudah dikumpulakan. Aku pasti mendapat nilai jelek” ucapku tak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Hey jangan seperti itu, kau pasti bisa. Sini kubantu, kau membawa tugasnya?” oh terimakasih Tuhan, kau sudah berbaik hati mengirimkan orang yang mau membantuku.

Aku membuka tasku dan mengeluarkan laptopku. Setelah laptopku menyala, aku langsung membuka filenya dan menunjukannnya pada Sehun. Sehun mebaca tugasku, dan dia mulai bepikir. Dan mengetikan beberapa kata sebentar. Oh aku lupa kalau dia seniorku, jadi kupikir, dia bisa membantuku.

Dia mulai mengetikan beberapa kata lagi, dan aku memberhentikannya. Karena aku yang punya tugas ini. Jadi kupikir aku saja yang mengetik.

“Sehun-ssi, aku saja yang akan mengetiknya.” Aku langsung mengambil alih laptopku. Aku mulai mengetikan apa yang dia katakan. Sesekali dia membenarkan apa yang kutulis jika salah. Sehun benar-benar teman belajar yang menyenangkan. Terkadang dia bercanda disela-sela kami mengerjakan tugas ini. Dan akhirnya hanya setengah lagi yang harus dikerjakan.

Tiba-tiba adikku menelpon, aku mengangkatnya dan meminta izin pada Sehun. Dan diberikan anggukan olehnya. Aku bergeser sedikit jauh dari Sehun.

“Yeobeoseyo? Wae Seulmi-ya?” Ucapku setelah mengangkat telpon.

“Eonnie! Neo eodiya? Sekarang jam setengah 6.. cepatlah pulang” dia berteriak hingga aku harus menjauhkan telpon dari telingaku.

“Sebentar, aku sedang mengerjakan tugasku.. aku akan pulang sebentar lagi.” Aish anak ini apa dia tak mengerti, aku sedang mendapat bantuan mengerjakan tugas keramat ini.

“Ahh Eonnie, aku sendirian dirumah. Aku tak suka sendirian, museowoyo. Pulanglah sekarang.” Dia mulai lagi, menunjukan rasa takutnya.

“Arraseo, tunggu aku dirumah.” aku mengalah, aku tak bisa melihatnya ketakutan dirumah.

“Ne.. hati-hati Eonnie” ucapnya sebelum menutup telpon.

“Ehm” balasku dan aku langsung menutup telpon. Setelah itu aku kembali ke Sehun yang masih serius dengan tugasku.

“Joseonghaeyo, tadi adikku menelpon… keuge Sehun-ssi, aku harus pulang. Adikku takut sendirian dirumah. Tapi tugas baru selesai setengah. Apa yang harus aku lakuakan?” Aku sedikit kecewa, sebenarnya aku ingin menyelesaikan bersamanya, tapi adikku yang menjadi masalahnya.

“Bagaimana kalau aku besok ke rumahmu. Beri tau aku alamatmu, aku akan datang kerumahmu besok” dia berbaik hati mau membantuku.

“Tapi aku ada kelas sore.. jadi aku bisanya hanya pagi atau siang” tidak mungkin kan kalau malam Sehun datang kerumahku.

“Aku juga ada kelas sore, jadi aku akan datang sekitar jam 10 pagi. Oke”

“Ne, kamsahamnida” Ucapku padanya, dan memberi tau alamatku. Aku memasukan laptopku, dan bersiap pulang.

“Oh rumahmu ada di perumahan ini? Oh ya aku belum punya nomor telponmu, boleh aku minta?”

“Ne.. aku di komplek A no 17.. igeoyo” ucapku dan menyerahkan smartphoneku. Setelah beberapa saat, ia mengembalikan smartphoneku. tak lama aku mendapat panggilan dari nomor yang tak kukenal.

“Itu nomorku, jangan lupa disimpan oke” Dia tersenyum padaku.

“Ne, kalau begitu, aku pulang dulu.. sampai jumpa Sehun-ssi” Ucapku dan melambaikan tanganku padanya. Dia juga membalas lamabaian tanganku. Dan aku berjalan kerumah.

~[]{}||***||{}[]~

“Eonnie, kau tak berangkat kuliah?” Seulmi menyapaku ketika ia mau berangkat sekolah.

“Aku dikelas sore” ucapku singkat, aku sedang badmood dan sedikit pusing kepala, aku bangun kesiangan akibat aku berusaha mengerjakan tugasku tadi malam.

“Wah kelihatannya Eonnie, badmood sekali. Kau ada masalah?”

“Ya, aku punya, tugasku yang sangat keramat belum selesai, dan besok harus dikumpulkan.”

“Poor uri Eonnie.. Eonnie aku akan pulang sore, aku ada ekstrakulikuler.. na kanda!” ucapnya sedikit bercanda. Dan berjalan keluar rumah.

“Kau sudah sarapan!?” aku berteriak padanya.

“Aku akan sarapan disekolah… Eonnie sedang badmood, aku tak ingin merepotkan” wow tak biasanya dia seperti itu. ‘aku tak ingin merepotkan’ dapat kalimat itu darimana dia?. Itu kalimat langka yang Seulmi ucapkan.

Ini jam 7, apa yang akan aku lakukan? Mencoba mengerjakan tugas itu lagi? Oh tidak, tidak kepalaku hampir pecah. Lalu apa? Menonton TV? Wah itu pilihan yang baik. Aku jarang menonton TV. Aku menyiapkan camilan dan jus yang ada di kulkas.

Aku menyalakan TV, dan aku mulai menikmati film kartun yang tayang. Aku menonton Tv sambil memakan camilan hingga aku tak terasa kalau camilanku sudah habis. Dan aku mulai mencari-cari camilan yang lainnya. Aku menemukannya dilemari, itu semua milik Seulmi. tidak apakan kalau aku makan camilannya? Lagian dia membeli camilan itu dengan uangku. Mianhae Seulmi-ya. Aku sedang kelaparan camilan. Haha

Kegiatanku begitu terus hanya menonton TV, makan camilan, tertawa hingga jam setengah 10. Oh katanya Sehun akan datang ke rumah jam 10 ya. Jadi aku harus membersihkan rumahku sebentar. Di sela-sela aku sibuk membersihkan rumah, aku mendapat telpon dari Sehun.

“Yeoboseyo?” ucapku menjawabnya.

“Eo Seulhyun-ssi, aku ada didepan rumahmu” benarkah? Aku langsung mengintip dari jendela. Wah di benar-benar ada disana. Aku langsung membuka pintu, dan menyuruhnya masuk. “Masuklah Sehun-ssi, maaf sedikit berantakan” ucapku dengan senyum cerah.

“Gwaenchanayo, rumahku bahkan lebih berantakan dari ini. Baiklah mana tugasmu? Aku sedang ingin mengerjakan tugas seorang junior” Dia mengatakan itu terdengar sangat menyenangkan. Baru 2 hari aku mengenalnya, dan sudah sedekat ini, itu hebat.

“Ah sebentar, akan ku ambil” aku langsung berlari kekamar dan mengambil laptop.

“Sehun-ssi, kau ingin minum apa?”

“Terserah kau saja” ucapnya dan mulai terfokus dengan laptopku.

Sedangkan aku kedapur membuat jus jambu, dan mengambil camilan Seulmi. Mianhae Seulmi-ya aku mengambil camilanmu lagi. Setelah aku kembali keruang tamu, kulihat Sehun mulai mengetikan kata-kata. Dan aku langsung mengambil alihnya. Aku yang akan mengetik. Haha aku paling suka jika disuruh mengetik.

Aku dan Sehun terus mengerjakan tugas ini hingga waktu menunjukan sekitar jam 1 siang. Dan akhirnya tugasku yang sangat kucintai ini akhirnya selesai. Aku harus segera merayakan hal ini dengan Seulmi nanti malam.

“Akhirnya selesai juga tugasmu, Seulhyun-ssi”

“Ne, kamshamnida Sehun-ssi, kau banyak membantuku. Kau lapar?, mau kubuatkan makanan?” ucapku menawarinya sebagai ungkapan terimakasihku.

“Ya aku sedikit lapar, kalau begitu buatkan aku makanan”

“Tunggu sebentar” aku langsung pergi ke dapur dan membuat makanan yang menurutku mudah. Nasi goreng. Haha itu makanan andalanku yang paling cepat kubuat.

Setelah beberapa menit aku berkutik di dapur, nasi gorengku sudah jadi. Aku membawa 2 piring nasi goreng dan 2 jus jeruk.

“Ini, aku tidak tau bagaimana rasanya.. hehe” aku memberinya sepiring nasi goreng dan sehun langsung mencicipinya.

“Ini enak, kau pintar membuatnya” Sehun langsung memakannya, begitu juga denganku. Setelah makan. Kami hanya bediam diri. Berkutat dengan pikiran masing-masing.

“Ahh, aku harus pergi ke kampus, kelas sore” ucapku padanya.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita berangkat bersama? Kampus kita kan sama” dia menawariku.

“Baiklah, tunggu sebentar aku akan ganti baju.” Aku berlari kekamarku, dan berganti baju. Setelah aku siap aku berangkat dengannya. Aku meletakan kunci rumah di pot bunga, Seulmi akan tahu dimana kuncinya jika aku belum pulang.

Kami menaiki bus, karena jarak rumah kami yang lumayan dekat dengan kampus. Didalam bus, seperti biasa selalu ada keheningan diantara kami. Dan keheningan itu sangat terasa hingga di kampus. aku turun dan melambaikan tangan padanya dan berjalan ke kelasku.

Dan aku bertemu dengan Dosen Jung. Dosen dengan pelajaran yang sulit juga, tapi tidak sesulit pelajaran Dosen Park. Dan aku harus mengikuti pelajarannya selama 2 jam. Aku mengetik apa yang di ajarkan Dosen Jung. Tapi entah mengapa pikiranku terkadang ke Sehun. Dia benar-benar pria yang baik.

1 jam pelajaran sudah selesai, dan aku masih mengetik apa yang dia katakan. Ya begitulah seterusnya. Dan kegiatanku mengetik sering terganggu akibat aku selalu mengingat Sehun. Oh ada apa denganku? aku tidak boleh seperti ini, aku tidak ingin nilai ku jelek.

Akhirnya pelajaran ini selesai juga, dan seperti biasa, aku selalu pulang terakhir. Karena aku suka melihat keadaan kelas yang kosong. Setelah aku berdiam diri beberapa saat. Aku keluar kelas, dan aku melihat Sehun berdiri didepan kelas. Apa yang dia lakukan? Menungguku?. Aku melihat kearahnya. Dia tersenyum cerah kearahku, dan kubalas hal yang sama. Aku menghampirinya.

“Aku menunggumu, ayo kita pulang bersama” ucapnya setelah aku sampai didepannya.

“Ne, ayo kita pulang” aku menyetujui ajakannya, dan dia tersenyum padaku lagi.

Sehun menggandeng tanganku, dan kami berjalan bersama pulang kerumah. Oh Tuhan Tangannya.

.

.

‘Aku tak ingin melepaskan tangan ini’ – Han Seulhyun

 

TBC ^^

Maaf ya kalau ceritanya agak gaje. FFnya dari sudut pandang Seulhyun. hehe semoga kalian menikmatinya. Dan jangan lupa Comment ya! Dan typo selalu berkobar dimana-mana.

Hahah ^^ see you next time.

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Memories Of Winter Love (Chapter 1)”

  1. jadi disini Seulhyun digambarkan mirip jesica jung ya?
    emmm kalau menurutku sih ceritanya bagus, tapi kurang greget terlalu monoton, coba diselipkan sedikit humor atau apalah pasti lebih baik *maaf kalau aku terkesan sok tau.
    ditunggu chapter selanjutnya
    fighting………

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s