Write n Smile

irish-write-and-smile

Write n Smile

vignette // teen // romance – friendship

Byun Baekhyun – Kim Joonmyeon – Lee Yoobi – Park Boyoung

anneandreas

.

.

Thanks for cute poster I R I S H

PicsArt_1450411772675

cooltext154935548700284

.

“Jadi jam berapa pesawatnya tiba?”

Terdengar suara seorang laki-laki memecahkan keheningan. Dua orang lain yang sedang bersama dengan dirinya lantas mengalihkan atensinya pada si sumber suara. “Menurut jadwal, seharusnya sepuluh menit lagi.” sahut salah seorang di antaranya.

Aaah, aku sudah tidak sabar bertemu Yoobi noona!” sahut laki-laki itu lagi sambil melompat-lompat.

Aktivitas kekanakan yang dilakukan laki-laki berusia dua puluh empat tahun itu pun memancing seringai dari orang di sampingnya. “Bisakah kau tidak bertingkah seperti itu, Baekhyun?”

 

Sebuah pernyataan tegas tersebut mampu membuat laki-laki yang dipanggil Baekhyun itu menghentikan aktivitasnya, lalu melengkungkan sebuah senyum yang terlihat sempurna. “Araso, Boyoung noona!”

 

“Apakah baik-baik saja jika kami ikut menjemput Yoobi noona seperti ini?”

Kali ini atensi Baekhyun dan gadis yang baru saja dipanggil dengan nama Boyoung itu teralih pada suara satu laki-laki lain yang sejak tadi sudah bersama mereka namun belum mengucapkan sepatah kata pun. “Baik-baik saja. Memangnya kenapa? Lagipula kalian juga teman kecilnya. Aku yakin Yoobi pasti senang melihat kalian.” jawab Boyoung.

“Tentu saja, Joonmyeon hyung! Mengapa kau tidak percaya diri begitu?” sahut Baekhyun.

Joonmyeon tersenyum, walaupun matanya masih memancarkan tatapan kosong. “Ara. Aku hanya terlalu memikirkan permintaan tolongku pada kalian.”

 

“Yoobi noona! Kami di sini!” jerit Baekhyun tiba-tiba sambil melambaikan tangan dengan semangat ke arah pintu kedatangan di dalam bandara.

“Baekhyun-ah!” sahut seseorang gadis yang dipanggil Yoobi sambil balas melambaikan tangan riang.

 

Baekhyun berlari dan segera merebut koper kecil yang diseret Yoobi, “Bagaimana perjalanmu? Sudah berapa tahun lamanya sejak kau meninggalkan Korea? Apa kau tidak pernah merindukan kami sama sekali? Aku bahkan sempat melupakan wajah dan suaramu, kau tahu?”

“Kau bisa menanyakan pertanyaan itu satu per satu, Baek. Jika kau bertanya seperti itu aku bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.” jawab Yoobi sambil terkekeh pelan.

 

“Yoobi-ya. Bogoshipeo!” sela Boyoung setelah kedua orang itu sampai di depan mereka.

Nado bogoshipeo, Boyoung-ah!” jawab Yoobi lalu menghambur ke pelukan karibnya itu.

 

Beberapa menit kemudian mereka bertiga masih hanyut dalam obrolan sampai akhirnya Yoobi mengalihkan atensinya pada satu laki-laki, “Joonmyeon-ah, kenapa kau diam saja?”

Sejenak ekpresi terkejut nampak jelas di wajah Joonmyeon akibat panggilan mendadak itu, hingga beberapa sekon kemudian ia berhasil menggantikannya dengan senyum dan sebuah gelengan ringan.

 

***

 

“Yoobi-ya, kita kekurangan garam. Ah, padahal sebentar lagi masakannya matang. Bagaimana ini?” suara panik Boyoung terdengar dari dapur.

“Bagaimana? Apa sebaiknya aku berlari ke minimarket di depan apartemen, Boyoung-ah?” jawab Yoobi.

Aniya. Ah, maafkan aku merepotkanmu. Padahal kau tamu di apartemenku. Eottokae..” kata Boyoung lagi.

“Tidak apa-apa. Aku kan bukan tamu.” jawab Yoobi sambil tertawa.

 

“Ah! Aku baru ingat! Bagaimana jika kau ke apartemen sebelah? Mungkin Baekhyun dan Joonmyeon punya garam.” sahut Boyoung tiba-tiba.

“Baiklah kalau begitu, aku ke sebelah sebentar.” jawab Yoobi.

 

Yoobi keluar dari pintu apartemen Boyoung dan mengetuk pintu apartemen yang ada di seberang. “Nugu?” suara seseorang dari dalam apartemen.

“Baekhyun-ah? Ini Yoobi noona, Boyoung butuh garam karena kami sedang memasak.”

 

Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan Baekhyun mempersilahkan Yoobi masuk.

“Dimana Joonmyeon?” tanya Yoobi.

“Dia baru saja pergi. Ehee, noona kau merindukannya, ya?” jawab Baekhyun.

“Begitulah. Dia tidak banyak bicara sejak aku datang.” sahut Yoobi.

“Nah. Ini garamnya, noona.” kata Baekhyun sambil memberikan sebungkus garam.

“Ah! Terimakasih Baekhyun-ah. Aku pulang dulu. Nanti jika sudah matang, aku akan memanggil kalian untuk makan bersama.”

Araso noona, masak yang enak, ya.”

 

Yoobi keluar dari apartemen Baekhyun dan Joonmyeon sambil membawa sebungkus garam, lantas ia masuk kembali ke dalam apartemen Boyoung dengan senyum mengulum di wajah, “Boyoung-ah. Aku dapat garamnya!”

 

Cklek.

Yoobi terpaku karena tiba-tiba apartemen Boyoung gelap gulita, sepertinya listrik padam. Ia baru hendak meraba dinding saat ia menyadari ada sebuah jalur berbentuk tanda panah yang bersinar di lantai.

“Wah, keren sekali apartemen sahabatku ini, bahkan ia menempelkan stiker-stiker panah menyala dalam gelap di lantai apartemennya. Sungguh berguna saat mati lampu seperti ini.” gumam Yoobi dalam hati sambil terkekeh.

 

Yoobi mengikuti tanda panah di lantai yang ia sadari mengarah ke dapur dan berjalan dengan tenang ke sana. “Boyoung-ah?” panggil Yoobi saat tanda panah berhenti di depan dapur.

 

Cklek.

Yoobi mengerjapkan matanya berkali-kali saat cahaya lampu yang kembali menyala menyeruak di depan matanya dan mulutnya spontan menganga saat melihat Boyoung tidak ada di sana, tapi Joonmyeon yang sedang berdiri sambil memegang sebuah kertas bertulisan di depan dadanya.

Dua puluh tahun kulalui untuk mampu menulis kalimat ini lagi.

 

Perlahan semu merah muda nampak di kedua pipi Yoobi, dan ia semakin tidak bisa menyembunyikan semu kemerahan itu ketika melihat kertas lain yang dikeluarkan Joonmyeon dan kini sudah diletakkan di depan dadanya,

Yoobi Noona Saranghae

 

“Joonmyeon-ah…”

“Satu lagi, namun kali ini aku akan mengatakannya secara lisan. Dengar baik-baik noona, mulai sekarang izinkan aku memanggilmu hanya dengan ‘kamu’, tanpa sebutan ‘noona’ lagi. Jadilah milikku, Yoobi-ah.” sela Joonmyeon.

 

Yoobi tidak menjawab pernyataan tiba-tiba dari laki-laki yang berusia setahun lebih muda dari dirinya itu, ia hanya berdiri sambil berusaha menemukan detak jantungnya yang sempat menghilang. Namun akhirnya sebuah senyum mengulum di bibir Yoobi, senyum tanpa kalimat jawaban, senyum yang meyakinkan Joonmyeon bahwa ia telah mendapatkan hati gadis itu.

 

Beberapa sekon kemudian berlalu hingga akhirnya terdengar suara dari balik tembok.

Aish, sampai kapan kalian mau pandang-pandangan seperti itu? Aku dan Baekhyun lelah berdiri di balik tembok seperti ini.”

“Bolehkah kami keluar sekarang?”

 

“Kalian sudah boleh keluar.” jawab Joonmyeon sambil tertawa.

“Baekhyun, sejak kapan kau ada di sini? Bukankah tadi kau ada di apartemenmu?” tanya Yoobi terkejut melihat Baekhyun masuk ke dapur dari ruang tengah.

 

“Aku masuk tidak lama setelah lampu padam, noona. Kau pikir siapa yang bertugas mematikan sekering apartemen?” jawab Baekhyun disambut tawa yang lainnya.

“Ah, ternyata kalian memang sudah merencanakannya.” sahut Yoobi sambil mengangguk-angguk.

 

“Jadi, kalian berpacaran sekarang? Aku tidak mendengar jawabanmu, Yoobi-ah. Kau menerima bocah ini atau tidak?” tanya Boyoung.

“Aku bukan bocah lagi, noona!” sela Joonmyeon yang disambut tawa oleh Boyoung.

“Aku sudah menjawabnya, kok. Iya kan, Joonmyeon-ah?” jawab Yoobi.

“Tentu saja, Yoobi-ah.” sahut Joonmyeon sambil merangkul pundak Yoobi.

 

“Kapan?” tanya Boyoung dan Baekhyun bersamaan.

“Kali ini biar hanya kami yang tau.” jawab Joonmyeon yang disambut tawa bersama Yoobi, menyisakan Boyoung dan Baekhyun yang saling melempar pandang kebingungan.

 

***

 

Dua puluh tahun yang lalu

 

Joonmyeon kecil berusia lima tahun sedang merasa senang karena ia baru mendapatkan sekotak pensil warna dari ibu, lengkap dengan buku gambarnya. Karena hadiah baru itu, Joonmyeon banyak menghabiskan waktunya untuk menulis dan menggambar, ia bahkan terlihat begitu serius mengerjakan sesuatu di atas buku gambarnya.

 

Ketika hari beranjak sore, Joonmyeon kecil yang masih duduk di ruang tengah rumahnya tersenyum dan merobek halaman teratas buku gambarnya, lantas ia berlari ke halaman dan melempar pandangnya ke kanan dan kiri, terlihat seperti mencari seseorang.

 

“Yoobi noona!” panggil Joonmyeon dengan nyaring, membuat anak perempuan yang merasa terpanggil itu menoleh ke arahnya.

 

Joonmyeon berlari tergesa-gesa dan menyerahkan kertas yang ia bawa dari dalam rumah ke hadapan gadis kecil yang ia panggil Yoobi itu.

“Joonmyeon-ah, kalau kau ingin menyatakan perasaanmu, kau harus belajar menulis hangeul dengan benar dulu. Tulisan ‘Yoobi noona saranghae‘ ini salah. Araso?” jawab Yoobi setelah membaca kertas yang disodorkan Joonmyeon.

 

Pipi Joonmyeon kecil bersemu malu, bagaimana tidak? Ia pikir ia sudah romantis dan akan segera berpacaran dengan Yoobi noona, namun Yoobi noona malah mengajarkannya bahwa hangeul yang ia tulis salah.

“Aku akan belajar lagi, lalu menyatakan perasaanku lagi pada noona.” kata Joonmyeon lesu.

Yoobi tersenyum.

“Mengapa noona tidak menjawab? Mengapa noona hanya tersenyum?” tanya Joonmyeon.

“Kalau aku tidak menjawab dan hanya tersenyum, berarti aku setuju.” jawab Yoobi.

 

Joonmyeon mengangguk lalu tersenyum mantap. Dua hal yang ia ingat sejak sore itu. Pertama, ia harus belajar hangeul dengan tekun. Kedua, Jika Yoobi noona hanya tersenyum saat menjawab sesuatu, berarti ia setuju!

 

cooltext154748458134506.

Author’s Note:

A special fanfic for my IG geng (?) Indy..

Maapkeun kalo asburd, gak fluff sampe bikin pengen muntah pelangi :3

Dan maapkeun ini fanfic lama banget aku releasenya, padahal selesainya uda dari kapan hari.. TT___TT

Semoga kamu sukak dengan ke-absurd-an ini :p

Yang punya IG suka baca meme, kalo pernah liat akun meme @baekhyunkajja , Indy ini ownernya.. Dipolow yaa..

Semoga kita bertiga, kamu – Arum [@chanyeoliee_exo] – aku [@exospirit91] tetep berheboh ria, dan awet di dunia per-fanbase-an dan per-meme-an Indonesia. //padahal-aku-lagi-hiatus-plak//

Buat semua readernim-silent readernim-other authornim-all staffnim (apasih?) yang udah baca, makasih yaaa.. Lebih-lebih buat yang sempet-sempetin ngeklik like dan komen, nomu nomu makasih yaaa~

Sampe jumpa di karya absurd aku yang lainnya!

 

 

9 tanggapan untuk “Write n Smile”

  1. btw a/n nya so sweet bangett ♡♡
    semoga kita selalu jaya
    kita tidak takut negara api
    merdeka!!!
    xD
    junmen*
    *= (aamiin ala suhostan)
    :3

  2. unnie ottokeeee jongmal jinja my hearteu dugun dugun jedess dorr kretek kretek /abaikan kealayan ini/ xD
    ini cute banget, aku senyum2 sendiri dari awal-akhir sampe dikatain nih sama adekku :v
    suho ngelamar eh nembaknya kayak yg dia omongin pas v app pas natal itu huaaaa kayak film love actually/? huaaaa
    fav bgt “…mulai sekarang izinkan aku memanggilmu hanya dengan ‘kamu’, tanpa sebutan ‘noona’ lagi. Jadilah milikku…”
    /matek/
    :”v

    1. itu hearteu nya pegal linu apa gimana kok ampe kretek kretek bunyinya?
      wkwkwkw..

      kupikir ini absurd banget..
      komedinya gak dapet, romance juga gak dapet.. :/
      aku belom nonton V appsnya, cuma kmren banyak liat screenshootannya kan, lalu aku langsung yang “WIHIIIH SUHO KENAPA SOK KAYA WRITE N SMILE NULIS NULIS GITUUU”
      kenapa eventnya pas sekalii? padahal ini udah kelar dari sebelum kyungsoo ulangtauun.. cuma aku ngepost kyungsoo duluan karena lagi projek birthdaay..
      hihihihih..

      soswit ya si suho, tumben.. buakakaka..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s