CODE NAME LIV – Slice #2 — IRISH’s Story

irish-code-name-liv

Code Name LIV

With EXO’s Byun Baekhyun as B/B-54, EXO’s Oh Sehun as O’Child

And

OC’s Liv (known as LIV/54 viral’s code)

A sci-fi, family, slight!crime story rated by PG-16 in mini-chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


 

Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.


Previous Chapter

Chapter 1: Black Area and O’Child || [NOW] Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Index:

Anti-viral: anti virus.
Antidote: command yang dibuat para player untuk membuat cyber-viral kebal terhadap anti-viral dan bisa beradaptasi sesuai dengan keadaan dalam sistem yang memiliki anti-viral.
Attribute: file/command/program.
Black area: bagian dari internet dimana ada kemungkinan tetap terhubung ke internet tanpa terdeteksi.
Cyberviral: virus komputer.
Command: sebuah perintah yang diberikan dari susunan angka dan huruf untuk menjalankan sebuah file/program.
Command-history: riwayat penggunaan sebuah program/file yang biasanya akan muncul secara detil jika diakses menggunakan command tertentu.
Ether-net: internet.
IP adress: alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang memanfaatkan Internet Protocol dalam bentuk susunan angka biner.
IP transmitter: code command yang dikirim dalam bentuk angka biner dan bertujuan untuk mengirim IP adress penerima pada pengirim IP transmitter.
Player: hacker.
Quarantine: sebuah keadaan dalam anti-viral dimana cyber-viral terkurung dan dalam jangka waktu tertentu akan secara otomatis menjadi non aktif.
Walker: pengguna internet.
Wipe-off system: sebuah program yang dibentuk untuk menghapus semua command-history pada file/program dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pelacakan dengan menggunakan program/command apapun.

.

.

.

In Liv’s Eyes…

Malam perlahan berubah menjadi dini hari. Memang, aku tak melihatnya. Tak juga tahu apa makna sebenarnya dari perubahan waktu dan keadaan yang ada di bumi. Tapi aku bisa mengaksesnya. Beberapa gambar, video, dan file-file di ether-net yang berhubungan dengan malam dan dini hari.

Setidaknya ingatan B membuatku tahu semua itu. Ia telah membagi kejeniusannya padaku, hingga aku tahu semua kata, semua rasa, dan semua keindahan yang sebenarnya tak bisa kurasakan.

Tapi aku tahu satu hal, aku tak seharusnya ada.

Memiliki kemampuan untuk mengakses informasi apapun yang terunggah secara online membuatku juga tahu jika cyber-viral tidak seharusnya hidup. Bahwa aku seharusnya hanyalah sebuah sistem dan susunan biner yang menjalankan command untuk menjadi perusak.

Perusak.

Ya. Cyber-viral secara keseluruhan adalah perusak. Dan dulu, kurasa aku tak pernah ambil pusing dengan semua ini. Tak peduli, karena aku menjalankan pemikiran B. Tapi kenapa denganku sekarang?

Ah, masa bodoh, Liv. Kau hanya perlu melakukan apa yang B command-kan padamu dan menyelesaikannya dengan cepat.

B biasa terbangun saat jam menunjukkan angka tiga, lalu ia akan sibuk dengan komputernya, tak memikirkan makan, atau yang lain. Ia terlalu sibuk dengan semua sistem yang dikuasainya dengan mudah.

Dan mengingat semalam ia telah melakukan upgrade—tunggu. Apa mungkin… keanehan yang terjadi padaku sekarang adalah akibat dari upgrade itu? Apa B melakukannya?

Apa ia… melakukan upgrade padaku hingga aku sekarang bisa membedakan mana hal yang salah dan mana yang benar untuk kulakukan?

Ugh, aku sungguh ingin melihat ekspresi B sekarang. Aku ingin mendengar apa yang ia ucapkan, atau apa yang ia lakukan. Tapi semalam—untuk pertama kalinya—ia men-shut down komputer kesayangannya.

B tak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.

Dan sungguh aneh bagiku.

Ah, sekarang apa yang harus kulakukan? Aku bahkan tak tahu apa diriku bisa masuk menyusup jaringan online Europol sendirian. Haruskah aku berjalan-jalan sebentar?

Ya, kurasa ya. Aku butuh berjalan-jalan. Di saat seperti ini aku ingin melihat grafik keuangan perusahaan, maupun situs-situs online yang di jalankan walker.

Tak butuh dua sekon, aku sudah mengudara, dan seperti biasa, grafik-grafik yang sama menyambutku. Beberapa breaking news, dan acara-acara online dini hari.

Tak ada player yang online saat ini, membuatku sedikit merasa aman karena tak harus merasa waspada pada keadaan di sekitarku. Meski diam-diam, aku tergelitik untuk masuk ke dalam black area milik O’Child lagi.

Apa ia online?

Ugh, tidak Liv. Kau seharusnya berkeliaran di sekitar Europol sekarang. Dan bukannya bermain di black area player lain.

Tak tahan dengan hal monoton yang sedang mengudara, aku akhirnya lagi-lagi melintasi jaringan ether-net dan masuk ke dalam black area milik O’Child. Jalan masuk menuju internal prosesornya terbuka, artinya, aku bisa mengakses komputernya—yang kemungkinan besar tidak di shut down.

Lekas, aku mengikatkan diri di keyboard, monitor, dan speaker juga computer-cam miliknya. Pemandangan yang segera menyambutku adalah ruangan kosong, dengan nyala lampu jingga redup.

Mungkin ia juga tengah tidur, seperti B.

Aku heran, mengapa aku bisa merasa bosan, padahal biasanya aku betah saja berdiam selama menunggui B tidur. Tapi sekarang aku bahkan tak bisa berdiam hanya dengan melihat apa yang ada.

Penasaran pada O’Child, aku akhirnya menjelajahi computernya. Melompat dari local disk ke local disk lain, masuk di tiap folder, mengintip hidden attribute di dalam computernya, membaca command tiap file unik di dalamnya.

Ia tidak seperti B.

Maksudku, B sangat kompleks dan sulit di tebak. Pernah, sekali, aku mencoba menjelajahi personal computer milik B, tapi tiap sekatnya terpassword, dan butuh beberapa sekon bagiku untuk membolak-balik kode biner dan command file nya sebelum aku berhasil mengintip.

Tapi O’Child membiarkan semua filenya terbuka. Bahkan ia tak menaruh password di sistem log on personal computernya.

Apa ia tidak khawatir serangan cyber-viral lain yang mungkin masuk ke komputernya?

“Liv? Kaukah itu?” aku sedikit terkejut ketika mendengar suara seseorang. Sedikit serak, dan kusadari suaranya masih menyimpan kantuk.

“Ah, apa aku membangunkanmu?” tanyaku, mengedarkan pandang dari cakupan terbatas computer-cam miliknya, sementara kutangkap lengan seseorang terjulur dari sedikit bagian tempat tidur yang terekam camera, bergerak menarik tali mungil di sisi lampu yang ada di atas meja.

Cahaya jingga yang lebih terang segera mendominasi ruangan, sementara kudengar suara nafas teratur seseorang, dan beberapa gemeresak kecil sampai aku melihat kaki menjulur turun dari tempat tidur.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya—masih dengan suara mengantuk yang sama—padaku, menyadarkanku jika ia pasti melihat semua foldernya yang terbuka karena ulahku.

“Ah, maaf. Aku hanya bosan.” ujarku, segera menutup setiap file yang sudah kubuka dan menghapus history command-nya.

O’Child, agaknya terbangun karena cahaya dari layar monitor, dan kini ia melangkah ke arahku—ke arah computernya—dengan wajah mengantuk.

“Apa B-54 memintamu untuk mencari tahu apa yang ada di dalam PC-ku?” tanyanya, duduk di kursi tepat di depan layar monitor, menatap dengan wajah mengantuknya sementara kedua tangannya kini mengusap wajah, seolah berusaha menghilangkan kantuk.

“Tidak, sungguh. Dia tidak memintaku melakukan apapun. Maksudku, ia bahkan tidak tahu aku ada di jaringanmu.”

“Benarkah?” O’Child mengintip dari sela jarinya, lantas menjauhkan tangannya dan tersenyum ke arah monitor.

“Berarti rancanganku berhasil.” ujarnya segera membuatku menaruh curiga.

“Rancangan?” ulangku.

Ia mengangguk. “Ya, wipe-off system. Aku merancangnya supaya tak ada cyber-viral buatanku yang bisa dilacak. Umm, maaf sebelumnya Liv, system itu ada padamu dan—”

“Apa kau memang merencanakannya?” potongku terkejut.

Tatapan O’Child membulat. “Tidak. Aku tidak merencanakannya. System itu menempel padamu saat kau masuk dalam internal prosesorku. Maksudku, tak ada cyber-viral yang pernah masuk dalam systemku. Dan file-mu, ah, maksudku, kau, kau punya biner yang sama dengan system sebuah PC. Jadi mungkin… PC-ku mengenalimu sebagai bagian darinya.”

Aku terdiam sebentar.

“Lalu apa efek rancanganmu padaku?”

Ia menggeleng pelan. “Tidak ada. Wipe-off system hanya sebuah command sejenis dengan IP transmitter. Hanya saja, IP transmitter mengirimkan IP adress seseorang, kalau wipe-off ku, menghapus jejak file apapun yang keluar dari systemku.”

Tanpa sadar aku menghembuskan nafas panjang. Lega. Tapi ekspresi O’Child kembali membuatku bertanya-tanya.

“Lalu kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu?”

“Tidak ada,” ia lagi-lagi menggeleng, “hanya saja, bicara denganmu membuatku merasa seperti sedang bicara dengan seseorang di jarak jauh. Seseorang Liv, bukan sesuatu.”

“Itu karena program yang ada padaku adalah pemikiran penciptaku.” tukasku, merasa tak nyaman karena ia mengumpamakanku sebagai manusia dibandingkan cyber-viral.

“Aku tahu,” ia mengiyakan, “tapi memangnya kau tidak senang? Dianggap seperti seorang manusia.”

“Tidak.” jawabku langsung, “aku hanya sebuah cyber-viral. Yang bisa musnah kapan saja karena quarantine dari anti-viral.” sambungku cepat.

“Oh yang benar saja Liv, B-54 tidak mungkin membuatmu tanpa antidote quarantine.” ujarnya sambil tertawa pelan, menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, meninggalkanku dengan pemikiranku sendiri.

“Aku memang tidak punya antidote quarantine.” ujarku kali ini membuat O’Child menatap terkejut.

“Apa? Kau bukan cyber-viral tanpa antidote? Jangan bercanda, hampir semua cyber-viral punya antidote, Liv. Terutama untukmu, yang tergolong dalam cyber-viral unik, dia tidak mungkin membiarkanmu berkeliaran tanpa antidote.”

Benarkah? Benarkah seperti itu? B tak pernah bicara apapun tentang antidote padaku. Ia bahkan tak pernah membuat command antidote. Apa ucapan O’Child benar? Aku adalah cyber-viral tanpa antidote?

Lalu… apa itu juga artinya… B tak peduli bahkan jika aku ter-quarantine?

“Liv? Apa yang kau pikirkan?” aku tersadar saat O’Child bertanya.

“Kurasa… B memang tidak membuatku memiliki command antidote.”

“Benarkah?” O’Child mendekatkan kursinya ke meja, “apa aku boleh melihat command-mu?” tanyanya segera membuatku terkejut.

“Tidak! Melihat command-ku sama saja dengan kau ingin menelanjangiku bulat-bulat.” tolakku tegas.

Herannya, O’Child malah tertawa karena ucapanku. Memangnya apa yang lucu?

“Liv, oh, astaga. Kau sendiri yang bilang kau hanya cyber-viral. Kenapa kau harus menggunakan kata telanjang yang membuatku terlihat seperti seorang pervert?” tanyanya menyadarkanku jika aku telah mengucapkan hal yang terlalu manusiawi.

“Maaf, aku hanya… aku hanya—”

“Kau tidak bisa percaya padaku. Tidak masalah. Aku mengerti itu. Kau wanita, dan aku tahu wanita punya perasaan sensitif yang harus dijaga.”

Untuk kedua kalinya aku terperangah karena ucapan O’Child.

“Kenapa kau bicara seolah aku sama sepertimu?” tanyaku akhirnya.

O’Child mengusap pelipisnya sebentar, lantas ia berucap. “Karena aku tahu, B-54 menciptakanmu untuk menjadi temannya. Itulah mengapa ia membuatmu seperti ini, Liv. Kukira aku satu-satunya player penyendiri, ternyata dia juga sama sepertiku. Tak punya teman, tak punya siapa-siapa.”

“Bedanya, ia punya kau, sebagai temannya, yang sudah ia ciptakan entah berapa waktu lamanya. Sedangkan aku tak punya siapapun.”

Aku terdiam sesaat.

“Kau benar, B memang kesepian. Dia selalu hidup sendirian.”

O’Child mengangkat bahunya. “Aku juga begitu, Liv. Aku terkurung di ruangan ini, sudah kukatakan padamu bukan?”

Untuk kedua kalinya aku menghela nafas panjang. “Ada banyak player yang kesepian di luar sana. Aries, Stockholmer, Dipendenta, mereka juga sendirian. Aku juga sendirian. Karena cyber-viral lain tidak sama sepertiku, setiap kali aku mengudara, aku selalu sendirian. Tapi aku begitu takut jika B ingin menon-aktifkanku.”

Tercipta keheningan beberapa saat.

“Kurasa… kesendirian lah yang mengubah kami mencari monster seperti ini, Liv. Kami tak punya banyak orang di sekitar kami yang menemani. Sementara ada berjuta walker yang bisa kami jadikan percobaan atas semua cyber-viral buatan kami.”

“Beberapa diantaranya, mendapatkan perhatian publik karena serangan online mereka. Bahkan beberapa lainnya menjadi panutan bagi player lain. Di dunia cyber, kami punya banyak orang untuk dikenal, tapi pada kenyataannya kami tetap sendirian.”

“Bukankah semua player seperti itu?”

Aku ingin sekali mengangguk, seperti yang B lakukan saat ia menyetujui ucapanku. Tapi yang bisa kulakukan hanya menggumam sebagai tanda persetujuan.

Hacking, bukan sebuah tindakan kriminal. Tapi hanya pelarian dari kesendirian.” aku terdiam saat O’Child berucap.

Player, memiliki kemampuan dan kejeniusan yang tak bisa diterima orang disekitarnya, hingga sebagian dari mereka mungkin berjulukan freak, atau sejenisnya, tanpa ada orang-orang yang mempedulikan bagaimana perasaan kosong dan sepi mereka.”

“Ya, aku tahu mungkin beberapa kelompok menjadi player demi kesenangan dan keuntungan finansial semata. Mungkin mereka terlihah psycho. Mungkin kami semua juga terlihat seperti kriminal karena tindakan yang kami lakukan.”

“Tapi apa mereka pernah mencoba melihat apa yang kami lakukan dari segi positif?” O’Child lagi-lagi menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.

“Saat terjadi korslet pada sistem online kereta bawah tanah, mereka membutuhkan player untuk meretas sistem dan memperbaikinya. Saat serangan DoS terjadi, mereka membutuhkan player untuk menyeimbangkan sistem online finansial.”

O’Child berhenti sejenak untuk memandang ke arah monitor, sekedar memastikan jika aku masih mendengarnya, mungkin.

“Jika kau bukan sebuah sistem, dan bukan jajaran biner juga command, jika kau sama seperti kami, apa kau juga akan menganggap kami kriminal, Liv?” tanyanya mengejutkanku.

Bagaimana mungkin ia memintaku untuk berandai-andai sementara aku tak bisa melakukannya? Bagaimana ia memintaku memilih sementara pikiranku memiliki konsep yang sama seperti B—yang juga seorang player?

“Aku… tak bisa memikirkannya.” ucapku akhirnya.

Tersungging senyum kecil di wajah O’Child.

“Ya, benar. Kau punya pemikiran yang sama persis seperti B-54. Bagaimanapun aku menganggapmu sebagai sesuatu yang hidup, kau adalah benda mati juga, Liv. Bodohnya aku tidak menyadari itu.”

Terdiam, aku sungguh merasa tak nyaman kala ia menyebutku seperti itu. Maksudku, ya, aku memang benda mati, tidak perlulah ia memperjelasnya dan membuatku merasa setidak nyaman ini.

“Ngomong-ngomong, Liv.”

“Ya?”

“Apa yang kau lakukan di sini saat semua orang bahkan belum terbangun?”

“Ah…” aku terdiam sebentar. Hampir lupa jika aku menyelinap masuk ke sistemnya saat pagi buta. “aku… bosan.” sambungku pelan.

“Bosan? Kau?” ulangnya.

“Hmm…” aku menggumam pelan, “B men-shut down computernya. Dan aku tak tahan berada dalam kebutaan.” ujarku.

“Apa dia mencampakkanmu?”

Mencampakkanku? B?

“Tidak.” sahutku cepat.

“Apa dia memintamu melakukan attack?” tanyanya membuatku sedikit terkejut. Beruntunglah ia tak bisa melihat ekspresiku karena aku jadi satu-satunya yang bisa melihatnya.

“Tidak.” ujarku lagi.

O’Child mengangguk-angguk. “Baguslah. Kukira ia ingin meninggalkanmu sendirian sampai ia harus men-shut down PC-nya.”

“Apa maksudmu?” kali ini aku penasaran karena ucapannya.

Ia menatapku—monitor—sejenak. “Saat pemilik cyber-viral men-shut down PC-nya. Kau tidak tahu apa artinya? Cyber-viral itu akan terabaikan begitu saja di sistem online, tanpa command, tanpa—”

“Tapi aku tak punya command. Aku bisa berpikir sendiri.” potongku, merasa tak nyaman dengan kemungkinan bahwa B telah meninggalkanku di sistem online sendirian.

Ia mengangkat bahu. “Tapi kau juga tak punya tempat perlindungan, dan tempat kembali. Seperti… pengusiran. Saat player men-shut down PC-nya. Ia mengusir semua attribute yang dibuatnya dengan command. Bagaimanapun, ia menciptakanmu dari susunan command bukan?”

“Kau yakin ia tidak membuangmu, Liv?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Cuap-cuap by IRISH:

Yuhu~ susah payah dengan mencari di Google Oppa tentang semua seluk beluk dan tetek-bengek per-hacker-an. Akhirnya kuselesaikan juga chapter ini. Oh iya, sebelumnya, aku berencana buat bikin fanfict ini jadi twoshot aja. Tapi entah kenapa di otakku malah terpikir hal-hal aneh lainnya dan akhirnya kuputuskan kalau fanfict ini bakal jadi minichapter saja. BUAHAHAHA. Semoga aja ceritanya bisa berkembang dengan baik.

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

81 tanggapan untuk “CODE NAME LIV – Slice #2 — IRISH’s Story”

  1. Sebenernya B itu nyiptain Liv cuma buat nyerang Europol? Tanpa antidote quarantine? Apa B punya rencana lain dengan nyiptain Liv tanpa antidote? Dan O’Child baik atau jahat? Terus kenapa dia dikurung? FF mu bikin otak muter, berasa ngerjain matematika kak Irish😄

  2. O’child itu baik ga sih??
    Apa dia punya niat jahat ke liv?
    Penasaran kaaakk
    Unik juga sih kalau benda mati bisa ngomong sama ngerasain:3
    Trus byunbaek itu nyiptain liv cuma buat bales dendam??
    Agak gatega juga sih sama liv :3

  3. ah..O’child ..O’child itu tuh sbnerny baik ngk sih..dan si B…B..apa yg sdng dia lakuin..Liv itu kok kesany polos yak..ahh greget sama Liv yang lgu..

  4. Setelah nonton film Who Am I jd tervisualisasi lbh jelas lg, para player/hacker yg di dunia nyata ‘no one’ tp di dumay mrk popular!! Iyah, stigma hacker tu konotasi’ny lngsng yg jht2 gt, pdhl si2 baik’ny jg ada, spt yg Irish jabarin itu /jd inget kasus Wikileaks/ Saya jg amazed sm kepinteran para player itu 🙂 pa lg yg ganteng2 sngt cem HunBaek ^ ^ Kebayang jelas jg yg scene Sehun br bangun tdr ^.^ saya sih ga su’udzon sm Baek yg nge-shutdown PCnya, pasti/I think Baek ga spt dugaan Sehun–mo nyampakin Liv. Liv ga usah kpengaruh sm dugaan Sehun itu ya 🙂 wlw di 1st chap Baek rada ‘ketus’ gt ke Liv tp tu mgkn krn Baek ‘tertekan/almost frustasi’ pengen scptny nemuin pembunuh adiknya. Mgkn Baek nge-shutdown PCnya krn lg prepare ‘amunisi’ bwt Liv nyusup ke Europol. Penasaran bgt knp Sehun-ku smp diisolasi gt 😦 Sehun bukan tahanan Europol kan?! Saya lanjut ber’selancar’ di ether-net aja dah ya.. /ky Liv gitu/ 😀

    1. XD iya juga kak, sebenernya Baek itu cuma bocah galau yang terjebak dalam hutan rimba tiada akhir XD wkwkwkwkwkwkw kan itu ceritanya amunisinya itu diaktifin sama seorang osehun akhirnya XD

  5. Penasaran ama.sehun yg terkurung
    Apa dia jd suruhan seseorang ya
    Dan seperti halnya si liv, aq jg gabisa nebak maksud dan apa rencana dan alasan si B
    Sungguh bikin penasaran
    Si liv jg jdnya bingung sendiri

  6. Heran deh sama mbak Irish😑 khayalannya luas banget😅 terus idenya tuh abstrak bin ajaib tapi keren bin swag😐 /jadi meluas juga.. wkwk keren keren😂😁👍👍

  7. Liv udah galau gitu tuh, B ngga kaya yang O’Child bilang kan???? ._.
    Makin keren aja di chap 2 ini:3
    Tapi sekali lagi. Karena aku ngga begitu ngerti tentang IT–komputer–, kalo baca masih suka mikir dulu ‘ini apa ya?’ wkwk maklum deh. Tapi setelah tau ini jadi minichapter aku yakin bakal terbiasa nanti bacanya XD
    Kkkk fighting kak><

    1. XD buahahahahha B jahat, O’child nya baik XD wkwkwkw kesian Liv jadi labil kek remaja XD buahahahahaha XD gapapa nanti-nanti juga terbiasa loh serius XD

  8. Kok aku ngerasa Liv jadi manusia ya… kasian Livnya kalo ketangkep europol gimana?
    Aku lebih suka liv-ochild dari pada liv-b, kesannya si b itu kejem gitu, dengan teganya nyuruh liv masuk ke europol, dan katanya ga pake anti.. antidote?? Ya itulah..

    Dann… dann
    Dan aku bingung mau komen apalagi, karena aku udah gatau mau ngetik apa*?? –abaikan
    Huaa pokonya ini keren, beneran.. bingung sebenernya kak irish ini dapet ide darimana sampe bisa bikin ff kayak gini??

    Yasudahh kutunggu chapter 3 nya, keep writing~

  9. kenapa aku mau nagis? kenapa aku ngerasa jadi Liv? apalah aku ini -_-
    momen sama baek nya nggak ada -3- sama sehun semua, dan sehun malah manas2 sin gitu, napa hun? mau ngambil alih Liv supaya mau jadi temen kamu gitu? ah syudahlah
    aku pingin nangis gegara omongan sehun yg bilang klo baek mencakpakkan Liv, syedih weh syedih…
    berharap Liv bisa jadi manusia trus gampar baek karena udah seenaknya aja ngeshutdown pc nya, ah apalah gk sesuai logika aku lama2..
    keren bangettttttttt…. IRISH.. fighting..!!! moga chapter selanjutnya lebih jelas lagi statusnya/? apasih, haha
    cuma berharap klo setelah semua yg balas dendam baekhyun, Liv tetep ada, just my wish…

    1. kenapa nangis…… aku ga bermaksud bikin kamu nangis XD wkwkwkwkwkwk ADOH IYA, SEHUN BIKIN LIV LABIL NIH. kan kasian, Liv kan cewe dia sensitip… Sehun kejam…… XD wkwkwkwkwkwk aduh mending di shutdown loh daripada file nya Liv di delete sama Baekhyun XD BUAHAHAHAHAHA XD
      thanks yaaaa XD aduh aku terharu sekali ada yang mau baca cerita abnormal ini XD wkwkwkwkwkwkkw

  10. Hahaha kak irish galau, gak masalah buatku kalau ini di chaoter, karna aku suka ceritanya, meaki gak ada sisi manusianya. Tp ejtah kenapa aku ngerasa ada romance antara perbincangan live sama b atau luve sama o child, pokokmya aku suka.
    Fighting kak irish ♥♥

    1. IYAA AKU GALAU SEKALI karena ff ini entah kenapa ideku menggila kemana mana gak karuan huhu XD wkwkwkwkwkwkwk ADOH mereka ini harus kubagi rata perchap biar dapet bagian sama Liv semua XD

  11. Kak rish ini sumpah demi apa pun kenapa kerjaanny bikin aku penasaran sih:”) aku merasa dipermainkan *halah* ini aku jd makin penasaran y tuhan kak rish, tlg cepet dilanjutin kak, tanggung jawab nih. Ditunggu yaaa kak rish ^^

    1. Aku ini berbakat bikin pensaran tapi ga berbakat buat bikin cerita yang romens romens diabetes…………….ceritaku rata2 abnormal semuah…. XD wkwkwkwk okeehh lagi dalam proses kok ini XD

  12. “Kau yakin B tidak membuangmu, Liv?” Oh damn Ochild kmvrt. Kok aku malah mangkel sama Ochild ya disamping si B .-.
    Omongan dia hampir semua bener ples masuk akal dn itu bikin Liv jadi serasa.. entah harus bagaimana. Mana yg benar dn mna yg salah, apa yg harusnya Liv lakuin dn apa yg gaharus dia lakuin. Ohmy pikiran Liv ruwet bgt wkwkkw.
    Okeh. Serius semakin kesini semakin dibuat mikir–disamping ada kata” baru yg gak cukup sekali baca lgsg inget, akhirnya aku bolak balik ngedrag ke atas buat mastiin kejelasan kata itu. Huhu. Eh enggak ding sekali doang, lupa sama artinya antidote. Hehehe
    Chapter ini merupakan sesi “CURHAT” Liv galau with O’child. LOL. XD
    Tp, apa bener Liv cyber-viral tanpa antidote? Tp.. kalo diinget lagi, B nyiptain liv dgn akses tanpa batas, yg pasti bakal banyak anti-viral yg ditemuin pas dia lagi muter” kn, nah gmn kalo dia di quarantine? Tapi.. apa B senekat itu?
    Kok jd sedih.. AADB–ada apa dgn B? kesannya B cuman nganggep Liv sbg tameng, dn seolah Liv hanya semacam cyber-viral–ya emg sih waks–tp kesannya beda aja pas pov nya si B sama pov nya si ochild mengenai Liv .-. hih gemes kudu berpihak ke sapa hahaha
    Tp gegara sesi curhat sama si Ochild, Liv jadi makin galau kaan. Si Liv jd mikir sebenernya B nganggep dia apa? Apakah hanya cyber-viral dmn nanti kalo dia berhasil dapetin apa yg dia mau Liv bakal dibuang gt aja, mngkn, ato kalo misal ada sesuatu yg terjadi sama Liv dia g bakal selametin Liv? Toh B bs bikin cyber-viral baru yg mgkn lebih” unik dn pinter dr Liv? Apa Liv bakal di non aktifin? Keinget tujuan awal si B di chap kmrn.. sprti nya B akn dgn mudah nya melakukan semua itu. Begitukah?
    Apa B-29 sejahat itu..?
    Btw ada typo noh wkwk tumben
    Ahahay jd mini chap~ sukak deh dankee!! yopp ganbatte neeee! ~^^~

    1. PERTAMA, AKU BARU TAU KAMU SEKARANG SUKA BILANG DAMN JUGA. HIKZ. KAMU BERUBAH. KAMU ZUDAH DEWAZA VOLDY. KEDUA, UNTUNG UNAME MU VOLDY BUKANNYA SNAPE. KAN NYESEK YA.
      OKEH BACK TO THE TOPIC.
      BUAHAHAHAHHA iya emang ini chapter berbaper-baper ria sama Oseh yang baru bangun wkwkwkwk aku suka sekali ngebayangin muka Oseh baru bangun ini /smirk/ XD wkwkwkwkwkwk Liv harus gimanahh, Liv galau, Liv seharusnya di delete permanently aja XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      BUAHAHAHAHHAHAA (2) aku bahagia sekali, karena sebenernya saat bikin kata2 itupun aku berjuang keras, serius .___. Itu susah loh aku kudu inget semua kata-kata itu dengan otakku yang pas-pasan. Hiks sekali. Antidote itu kuambil dari antidote virus asli (penyakit mematikan) kan nyesek XD
      AHAA~ hanya B yang tau seperti apa command pembuatan Liv sebenernya. Dia kan Cuma bilang Liv itu tanpa batas, bukan berarti gabisa di tangkep. Beda loh batas sama penangkapan XD wkwkwkwkwkwkwkwk NANTI DI QUARANTINE PAKE ANTI VIRUS. AYO INSTAL SMADAP DEMI MENJARING LIV!
      AADB TEMENNYA KBBI INI? AKU SUKA! AKU LEBIH SUKA KBBI………….
      Pada dasarnya Oseh sama Cabekyon berbeda…………jadi pemikiran mereka tentang Liv pun berbeda ._____. BEGINDANG LOH. Aku gamau jawab semua pertanyaan dari yang ‘si liv jd mikir sebenernya B nganggep dia apa? Bla bla bla sampe apa b-29 sejahat itu’ BUAHAHAHA KENAPA? KARENA JAWABANNYA SEMUA RAHASIAAHH. DARIPADA AKU JAWAB RAHASIA SATU-SATU SAMPE SEGITU BANYAK MENDING BEGINDANG.
      KUSUKA MISTERI. KUSUKA BIKIN ORANG-ORANG PUSING WKWKWKWKKWK XD
      Typo eodi? .___. KAMU SIH GAK NGEBETAIN FF KU LAGI. KAN SEDIH. TYPO DIMANA-MANA. KUSEDIH. HIKZ. NGEBETAIN SENDIRI ITU GA ASIK KARENA AKU UDAH TAU ISI CERITANYA DAN UJUNG-UJUNGNYA AKU MEMBACA MEMINDAI. AKHIRNYA TYPONYA TERLEWATI GITU AJA.
      OKEH, SEKIAN BALASAN DARIKU DITENGAH NGANTUKNYA MATA XD WKWKWKWKWKWKWKKW TUNGGU CHAP 3 NYA!! SEMOGA KAMU JADI NGESHIP LIV-B DARIPADA LIV-O’CHILD. BUAKAKAKAKAKAKAKKA.

  13. hooooioo…chapter ne,, dominan antara LIV ma O child ya,,sepertinya LiV,,mulai menyukai O child/penasaran!,,tp lbh penasaran Alasan d balig terisolasinya O Child,dr dunia luar!!!
    klo soal B,,yg nhebiarin LiV sendiri,,ya bs jd bentuk kekecewaan B,pd LiV,,!! sebenernya apa ketekaitan B,LIV,ma O Child,selain black area yg bisa d singgahi LiV,apa O CHild ada hubunganya dng pembunuhan kluarga B,????????????????????????????????

    1. XD buahahahah iya kujadiin chapter juga, gatahan kemarin abis cari2 referensi kok dapet ide lumayan wkwkwkk XD ebuzed mikirnya jauh amat sampe O’Child terlibat dipembunuhan XD kesian sehun dijadiin kambing item disini XD padahal dia cuma hacker nyasar doang yang menyediakan tempat persembunyian buat Liv XD wkwkwkwkwkkw thanks banget loh tapi XD

  14. Huaaaaa akhirnya udah ada chapter 2 nyaaaa ❤❤ Seneng banget pas nama Liv muncul di TL huehehe

    Aku gak tau musti bilang apa, tapi setiap selesai baca ff ini aku berasa pingin jadi programmer :3 Ditambah lagi liat karakter O’child di sini bikin melted bangeeeet ❤

    Ahh semoga cepet dilanjuttt ❤ Fighting , kak Irish 💪

    1. XD buahahahah ada yang baca Liv aja aku udah suka sekaleehh XD hepi banget XD
      wkwkwkwkwkwkw aku aja gabisa menjadi programmer walaupun aku bikin ff begini, kan sedih ya :’ tapi jujur aja mereka ini kereenn (hacker maksudku) mereka keren sekaleehh kuterpukau sama mereka jadi kubikin ff ini XD wkwkwkwkwkwk O’child aka OSehun ini berbakat buat bikin melted ya XD wkwk thanks banget udah bacaa {}

    1. temenku juga bilang gitu XD kan istri plankton waktu masih muda jadi kalkulator, pas udah tua jadi komputer XD tp liv ini file sih, dia bukan komputer XD

  15. Ohohohoooooo. . . O’Child bisa aja bilang Liv dicampakan si Liv jadi gak tenang kan
    kurasa B menshutdown komputernya karena commandnya buat Liv masuk ke Europol mungkin dia rada sedih gimana gitu karna setelah melakukan attack Liv bakal ngilang. . .
    jadi gak sabar buat nunggu lanjutannyaaa. . misterius dan bikin akuuu kebayang gimana yaah seandainya Liv bisa berubah jadi manusia. . kkkk pastinya gak mungkin ya kecuali B nyiptain robot dengan kemampuan kek manusia kek dia ciptain Liv. . .

    Aku gak bisa bilang apa-apa keculai SEMANGAT buat nulis Chapter selanjutnyaaaa dan yang pasti serruuuuuuu!!!!!

    keep writing Irish!!!!!

    1. Buahahahahahha XD bener juga ya, command dia kan supaya Liv masuk ke Europol nyelesein tugasnya dulu XD wkwkwkkwkwkwk duh aku ini ga bayangin dia berubah jd manusia sama sekali loh XD wkwkwkwkwk thanks banget komennyaa XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s