[D.O’s Birthday Project] Bored — Honeybutter26

BeFunky Design

Bored

Presented by Honeybutter26

Kyungsoo x Alessa [Truwita OC’s]

Sad Romance

Vignette

PG+15

https://honeybutter26.wordpress.com/

Summary:

Jika pada akhirnya kamu bosan, benturkan kepalamu hingga hilang ingatan. Lalu cintai aku dari awal. – ‏@Puisi__Cinta

***

Cinta itu abadi, hidup di dalam dua hati yang berbeda namun saling menyatu oleh gelombang degub yang saling bertukar frekuensi. Bohong! Itu bohong! Kyungsoo tahu itu dengan jelas. Bualan atas cinta yang diumbar oleh semua orang hanyalah omong kosong belaka.

Abadi?

Tak ada yang abadi di dunia ini. Fir’aun saja mati. Cinta tak ubahnya bak nyawa manusia yang lama kelamaan bisa mati ataupun seperti makanan kadaluarsa yang bisa mematikanmu. Sesederhana itu. Namun di samping itu, harus ada usaha di antara kedua belah pihak untuk mempertahankannya agar cinta tetap awet meski waktu berusaha menggerogotinya sedikit demi sedikit.

Kyungsoo meringis, di hari yang panas dan terik ini peluhnya berlelehan seperti air terjun niagara. Di hari yang panas dan terik ini, hatinya terbakar hingga jadi abu. Di hari yang terik dan panas ini, Kyungsoo menumpahkan air mata.

Sialan.

Sialan sekali.

Kyungsoo lelaki sejati yang pantang menangis. Tapi lihat sekarang, hanya karena seorang wanita Kyungsoo turun strata.

Okay, ini mungkin terasa berlebihan. Sangat berlebihan. Namun lebih dari semua itu, hal yang membuat Kyungsoo hingga menitikan air mata bahwa seharusnya ia tidak ditinggalkan dalam nelangsa di hari yang harusnya menjadi hari yang sakral untuk mereka berdua. Hari di mana Kyungsoo harusnya melepas kata bujang bersama dengan Alessa namun kekasihnya itu justru lari bersama pria lain.

Seorang pria yang lebih tinggi darinya. Dengan tubuh seksi bak model celana dalam Calvin Klein dan jambul setinggi menara Namsan. Seseorang perayu ulung dengan gombalan yang ia tuangkan dalam lirik lagu. Seseorang bernama Kim Hanbin.

“Sudahlah, Kyungsoo. Mungkin dia memang bukan jodohmu,” kata-kata itu bak angin yang membuat api semakin berkobar alih-alih air. Kalau bukan jodoh kenapa tidak dari dulu saja diberi petunjuk? Batinnya meraung keras.

Alessa, mereka saling mengenal saat umur limabelas. Bertemu di upacara penerimaan murid baru saat jenjang SMA. Klise sekali dan penuh dengan cerita-cerita khas remaja yang malu-malu tapi mau dalam mencari mangsa. Mereka punya kedekatan yang lumayan. Eksistensi Kyungsoo sebagai ketua paduan suara di sekolah mereka membuat ia dan Alessa jadi sering bertemu karena gadis itu adalah salah satu anggota orkestra.

Tidak ada yang spesial hingga mereka lulus kemudian masuk di Universitas yang sama. Hingga pengaruh perbedaan fakultas membuat sesuatu dalam diri masing-masing serasa hampa. Biasanya ada yang bisa disapa saat bertemu di gerbang. Biasanya ada yang bisa dilempari senyum secara percuma saat berpapasan di koridor. Dan sekarang kebiasaan-kebiasaan itu hilang oleh jarak gedung fakultas yang memisahkan mereka.

Lantas di suatu siang yang cerah tanpa riak awan yang menodai birunya langit, Kyungsoo datang ke gedung Fakultas Pendidikan Biologi di mana Alessa berada dengan satu buket mawar merah di tangan. Picisan sekali, juga kampungan. Sambil berlutut, Kyungsoo persembahkan bunga itu untuk si gadis yang sudah ia taksir sejak mereka masih seorang remaja labil.

“Mau tidak jadi kekasihku?” tak ada basa-basi, langsung pada poinnya. Lima menit keterdiaman Alessa bak lima dekade bagi Kyungsoo. Bukan ia malu jika nantinya Alessa menolak, hanya saja ia sangat tak siap untuk menerima penolakan.

“Aku mau.”

Betapa Kyungsoo ingin melompat dari gedung fakultasnya sekarang juga.

***

Tahun-tahun berjalan dengan cepat. Kini mereka sudah sah menjadi seorang dengan gelar sarjana di belakang nama. Kyungsoo tak menunggu waktu untuk segara mencari pekerjaan yang mapan. Karena Kyungsoo harus segera memenuhi targetnya untuk melamar sang terkasih.

Awalnya masih sama, mereka masih sering bertukar kata cinta saat pagi menyapa dan malam memisahkan. Masih ada satu kecup yang ia dapat sebelum Alessa pergi mengajar. Masih ada makan malam dengan gelak tawa seperti suara lonceng gereja. Dan masih ada satu cumbu yang melebur bersama malam yang syahdu.

Namun semua berubah secepat kejapan mata. Kyungsoo bahkan tak menyadarinya. Saat Alessa yang lebih sibuk dengan ponselnya ketimbang memilih duduk di pangkuannya untuk sekedar membunuh bosan dengan sesi cuddling. Kyungsoo sadar seiring waktu yang berjalan pasti akan membawa perubahan. Namun, Kyungsoo juga belum siap dan tak akan pernah siap pada perubahan itu.

Bosan.

Alasan klise. Tapi cinta memang begitu. Cinta tak ubahnya seperti makanan yang mempunyai batas kadaluarsa. Hingga tanpa berpikir panjang, Kyungsoo putuskan untuk segera mengikat Alessa dengan erat. Alasan yang klise pula untuk mempertahankan hubungan.

Pernikahan.

Semuanya benar-benar terlaksana seperti yang Kyungsoo inginkan. Restu orang tua yang pastilah tak bisa membuat Alessa menolak sudah ia dapat. Kyungsoo benar-benar bergerak secepat cahaya. Satu bulan cukup bagi Kyungsoo untuk merampungkan semuanya.

Hingga hari itu tiba. Kyungsoo sudah berdiri di altar dengan tuksedo putih dan pantofel hitam yang mengkilat. Berkali-kali ia mengelus dada, membendung kegugupan yang melanda. Alih-alih mendapati Alessa dengan gaun putihnya yang secantik angsa, Kyungsoo mendapatkan Jongin yang mendobrak pintu gereja dengan keras. Peluh berlelehan dari pelipisnya dan Kyungsoo tau ini bukan hal baik.

“Pengantin wanita melarikan diri!”

BANG!!

Kyungsoo tak dapat berbuat apapun. Sekedar menghirup oksigen pun terasa sulit. Ia kaku. Lidahnya kelu. Dan rasa pahit dari empedu memenuhi indra pengecapnya. Ia hancur.

Semua orang ada di sini untuk menghiburnya namun Kyungsoo sama sekali tidak membutuhkan mereka. Ia hanya butuh Alessa. Ia butuh gadis itu untuk mengembalikan napas dan detak jantungnya.

“Kau mau ke mana?” tanya Sehun saat dengan tiba-tiba Kyungsoo berdiri dengan satu pandangan yang kosong. Tak ada niatan dari Kyungsoo untuk membalas pertanyaan Sehun. Pria itu langsung berlari, meraih kunci motor milik Luhan yang tergeletak begitu saja di atas meja dan melesat membelah jalan raya tanpa memedulikan teriakan kawan sejawat yang memanggilnya.

Putaran roda motor terus membawanya melaju ke suatu tempat. Hingga matanya menemukan satu mobil dengan plat nomor yang ia hapal di luar kepala. Satu seringai menghias wajah. Jika Kyungsoo tidak bisa mendapatkan Alessa, maka tak ada orang lain pula yang bisa memiliki gadis itu.

Semua berjalan cepat dalam hitungan detik. Sesaat setelah Kyungsoo merapatkan diri di depan mobil itu, kemudian Kyungsoo belokkan setirnya tepat saat jarak bagian depan motornya hampir menyentuh bagian belakang sebuah truk kontainer. Naas tentu tak dapat dihindari, mobil itu banting setir ke kiri dan berakhir menabrak trotoar dengan keadaan yang cukup parah.

***

Ia buka matanya perlahan, sedikit demi sedikit membiasakan cahaya yang masuk ke retina. Ada beberapa wajah yang familiar kala pandangan buram itu semakin jelas.

“Ibu,” lirihnya. Ibu bersorak penuh syukur saat mendapati Alessa yang sudah sadar dan memanggilnya. Derai air mata haru tak dapat dihindari lagi.

“Kau sadar, sayang?”

“Aku di mana, Bu?” tanya Alessa kala ruangan ini tampak asing sekali baginya.

“Kau ada di rumah sakit sekarang.”

“Rumah sakit?”

“Ya. Terjadi kecelakaan padamu dan untungnya itu tidak parah. Ya Tuhan, Ibu senang sekali kau selamat, Nak.”

Dipeluknya Alessa dengan erat namun tetap berhati-hati agar tak menyentuh luka Alessa yang masih basah.

“Alessa, kau sudah sadar?”

“Siapa kau?” dia tertegun bukan main saat pertanyaan itu mengalir dari bibir Alessa.

“Aku Hanbin. Kim Hanbin, kekasihmu,” tegasnya. Urat-urat di wajah Hanbin mengencang saat Alessa hanya terdiam dengan pandangan yang tak dapat diselami. Tiba-tiba semua panik saat Alessa meringis sambil memegangi kepalanya yang terbalut perban.

“Kau bukan kekasihku. Kyungsoo … di mana Kyungso?”

“Aku di sini, sayang. Aku di sini.”

Satu suara datang dari arah pintu membuat semua individu menoleh. Kyungsoo melangkah dengan tenang dan senyuman hangat khas dirinya. Kemudian pria itu membawa kepala Alessa ke dalam dekapannya yang hangat.

“Iya, sayang. Ini aku, Kyungsoo. Kekasihmu,” ucap Kyungsoo. Nadannya begitu tenang, tanpa satu irama yang berarti. Namun semua tahu, mata Kyungsoo yang tak bisa lepas menatap Hanbin dengan tajam menunjukkan satu hal yang tidak biasa. Kyungsoo bukan seorang yang bisa diremekan begitu saja.

FIN

Gak tahu ini apaan.. ini awalnya ff bekas yang aku lupa ceritanya begimana dan naasnya belom rampung juga.. jadi aku remake aja..  kalau berantakan dan gak nyambung dan amberegeul ya maapkeun ajahh daku hanya manusia biasa tapi tetep menerima kritik dan saran kok.. buat @truwita ini buat kamu sayaaangg.. ditunggu bobby x hani nya yaaaaaaaaa

7 tanggapan untuk “[D.O’s Birthday Project] Bored — Honeybutter26”

  1. KAK PARAH. MAAPKN TATA YANG BARU SEKARANG KOMENNYA. HUHU😭😭😭
    AKU SYEYEM SAMA MAS KYUNGSU, PSYCONYA MULAI KAAAAN….
    dan hanbin….. sini sini tata peyuk ajah yaah.
    Kak ini gantung sebenernya, ditunggu sequelnya yaa /digantung
    Aku pengen ngomen banyak tapi aku spechless setelah baca akhirnya. Haha
    Hanbin emg perayu ulung, makanya kucinta. Wkwk
    Pas baca ‘biologi’ eike guling2. AAAAAAKKKK
    Makasih banyak kak. Udah baik hati sekali bikinin aku fic kece kayak begini. Aku terharu :”’ sangat. /lebe
    Hani x Bobynya lagi aku rampungin kak. Aku sempet bingung mau dibawa kemana. Hehe
    Sekali lagi makasih banyak, dan many loves buat kak parah cintaku, *lempar Sehun sama Boby*

    Ohiya ijin reblog ya kak ntar kalo aku on pc. Hehe

    1. hahahahha gak apa atuhhh.. kyungzu kan emnag udah dasarnya psyco jadi susah mau bikin ff dia yang mains kembang gula :3
      pokoknya ditunggu itu hani x bobby..
      apaan itu sequel? kenapa pada minta sequel? aku gabisa bikin sequel
      *tangkep sehun sama bobby*
      iya reblog aja.. maacih tataaaa

  2. bayangin wajah kyungsoo ditinggal pengantin wanitanya bikin geli menurutku. kan ekspresi kyungsoo biasanya yg O.O berubah jadi melo gitu. kan jarang banget tuh terjadi :v
    agak absurd sih. kalo ceweknya pergi karena alasan bosan ama kyungsoo trus ama hanbin ko pas udah sadar dari kecelakaan itu kayak terkesan sembuh dari amnesia, nggak ingat hanbinnya
    tapi aku suka ama end nya. kyungsoo kelihatan perjuangin alessa gitu. pria sejati banget XD

    1. hehehe yakan harus dibikin antimainstream.. sekali kali juga satan macam kyungsoo dibuat merana walau ujungnya tetep aja setan hahahah

      iya emang aku sendiri juga ngerasa alurnya kecepetan, tapi itu semua demi terselamatkannya jalan cerita hahaha.. jadi si alessa itu cuma amnesia di memori jangka pendeknya dia gitu makanya lupa sama hanbin tapi gak lupa sama kyungsoo..

      bukan pria sejati itu mah.. tapi psikopat hahahah

      makasih yaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s