[KAI BIRTHDAY PROJECT] FOR YOU VER. 2 — IRISH’s Story

irish-kai-bday-for-you

EXO Birhtday Project

Kai’s Story

For You Ver. 2

With EXO’s Kim Jongin and Lovelyz’s Lee Mijoo

A psychology, mystery story rated by T in ficlet length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


Now I’ll be the one holding your hand.”


██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Previous Birthday Series

Lay’s Project – Dumb Dumb Ver.1 // Ver. 2 // Ver. 3 // Ver. 4 || Wu Yifan’s Project – Like A Fool Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || Chanyeol’s Project – Dream Candy Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || D.O.’s Project – Sing For You Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || Kai’s Project – For You Ver. 1

.

.

.

LEE MIJOO VER.

Jongin memintaku melakukannya lagi.

Kali ini, ia menginginkanku membunuh teman satu kelasnya di universitas dengan alasn jika orang itu sudah membuatnya kesal. Sungguh, aku tidak mengerti bagaimana Jongin bisa begitu tempramental. Ia bahkan tak segan-segan memukulku jika aku tidak menuruti kemauannya.

Aku tahu… aku sudah berhutang padanya. Tapi semua rasa sakit yang kuterima darinya bagiku tidak sepadan. Memangnya siapa yang mau tinggal dengan seorang yang terus memukul dan mencaci makimu?

Mungkin, ini akibat yang kudapatkan karena telah membohonginya, dulu. Aku tahu aku telah membunuh adikku sendiri, Jinsol, dan berucap pada Jongin bahwa adikku bunuh diri.

Dulu, cerita itu membuat Jongin memberikan simpatinya padaku. Aku tidak menyangka jika Jongin mencari tahu kematian adikku. Dan saat ia tahu Jinsol mati karena pembunuhan… Jongin menganggapku seorang pembohong.

Ia terus memukulku, meluapkan kemarahannya padaku. Tak jarang, mengikatku di ruangan gelap yang disebutnya ruang ‘penyiksaan’ dan tak memberiku makan, atau minum selama dua hari.

Aku tahu Jongin dendam pada kedua orang tuanya. Ia pernah mabuk dan lantas menangis tersedu-sedu mengenai kematian seorang yang dicintainya karena ulah kedua orang tuanya dan lantas membuatnya membunuh kedua orang tuanya.

Aku sempat berpikir jika aku juga akan mati karena Jongin. Tapi aku tahu aku lebih kuat darinya. Aku tahu… suatu hari ia akan merasakan sakit yang sama sepertiku.

Jadi, satu-satunya hal yang bisa kulakukan setelah melakukan tugas ‘membunuh’ yang di berikan Jongin dibawah rencana dan cara yang telah ia berikan, hanyalah bersembunyi di kamar, menghindari kemarahannya jika ia mabuk, menghindari pukulan darinya.

Seperti saat ini, ketika ia mabuk dan tak bisa mengendalikan emosinya, aku hanya bisa menggulung diri di sudut ruangan yang selama ini kutempati sebagai sebuah kamar, memeluk satu-satunya barang yang kubawa dalam pelarianku dari rumah sakit dulu.

Tas ranselku.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KIM JONGIN VER.

Ceroboh. Ia terlalu ceroboh.

Ia tak pernah melakukannya dan selalu meninggalkan jejak dimana-mana. Aku sungguh ingin menghabisi gadis itu jika saja aku tak ingat sidik jarinya lah yang bertanggung jawab atas semua kematian orang-orang yang kubenci selama setahun ini.

“Lee Mijoo! Buka pintunya!”

Aku menggedor pintu kamarnya dengan kasar. Lagi-lagi ia berusaha bersembunyi dariku. Aku hanya memintanya secara ‘tidak sengaja’ menyenggol salah seorang orang yang kubenci, hingga rencanaku selanjutnya—bajingan itu akan kehilangan keseimbangan dan berusaha berpegangan pada seseorang tapi tak berhasil karena Mijoo lah sosok yang berusaha dipegangnya hingga ia terjungkal jatuh dari lantai tiga universitas dan mati.

Tapi aku tahu Lee Mijoo telah meninggalkan jejak di sana. Kenapa? Tentu saja karena bajingan itu sempat menyebut namaku sebelum ia tak sadarkan diri!

“Buka pintunya sebelum aku kehabisan kesabaranku!” teriakku penuh amarah.

Tak tahan lagi dengan tindakan bodohnya, aku mendobrak paksa pintu tua rapuh yang menjadi pembatasku dengannya.

Tentu saja, dengan emosiku, pintu itu bisa terbuka. Dan sekarang aku melihat jelas bagaimana gadis itu, Lee Mijoo, duduk melipat diri di sudut ruangan, menangis, dengan memeluk tas ransel yang dibawanya sejak pertama kali bertemu denganku.

“Apa yang kau katakan padanya?” ujarku, menguntai langkah mendekati Mijoo yang beringsut menjauh.

Dengan kasar aku menarik rambut panjangnya hingga ia menjerit dan terpaksa menurutiku yang menariknya berdiri.

“Apa yang sudah kau katakan padanya?!” teriakku penuh kemarahan. Tak lantas menyahut apapun, ia malah mempererat cekalannya pada tas yang ada dipelukannya.

Muak, aku akhirnya menghempaskan tubuh Mijoo ke lantai, membuat kepalanya terbentur ujung meja dan akhirnya berdarah. Ia terus terisak sementara ia beringsut menjauhiku, dengan tak sabar, aku merebut tas ransel itu dari tangannya.

“Kenapa kau selalu memegang benda sialan ini huh?!”

“Tidak! Kembalikan padaku!” ia berusaha memberikan perlawanan, dengan kasar aku menendang tubuhnya, menahannya dengan kakiku, menginjak perutnya hingga ia menjerit kesakitan.

“Hentikan! Sakit! Lepaskan aku!”

“Katakan padaku, apa yang sudah kau ucapkan pada bajingan itu?” aku menatapnya tajam, berharap dengan ancaman seperti ini ia akan buka suara.

“Aku tak mengatakan apapun! Berikan benda itu padaku!” teriaknya, lengan Mijoo dengan menyedihkan berusaha menggapai ransel yang tergantung di lenganku.

“Memangnya benda sialan apa yang ada di dalam sini huh?!” ujarku keras, dengan kasar membuka risleting tas ransel itu dan—

Ugh. Sial. Bau busuk apa ini?!

“Tidak! Jangan menyentuhnya barang sedikit pun!”

Aku menarik benda gelap dari dalam ransel itu. Nafasku tercekat saat bau busuk semakin masuk dalam penciumanku, bau busuk yang sebenarnya sangat familiar tapi entah mengapa mengejutkanku.

Tatapanku membulat menyadari di tanganku sekarang terdapat rambut panjang seseorang. Dan aku tahu bau busuk yang tercium berasal dari kulit kepalanya yang sudah dikuliti. Aku sangat mengenal hal seperti ini.

“Letakkan! Kim Jongin! Kau bisa merusaknya!” lagi-lagi Mijoo berteriak.

Aku menatapnya nanar. “Rambut siapa ini? Aku tak pernah memerintahmu untuk menguliti kepala siapapun!”

Mijoo tertawa kasar, hampir-hampir terdengar meledek dalam pendengaranku. Ia kemudian memandangku dengan sebuah seringai di wajahnya.

“Rambut Kim Jiyeon tentu saja. Kau tidak mengenalinya? Bukankah kalian tinggal bersama? Kau sangat lucu, Kim Jongin.”

FIN.

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Seperti biasa, ver. 2 selalu gajelas (semua versi sebenernya gajelas Rish-iya suka-suka aku aja sih) tapi sebenernya penuh dengan clue :v entah apa ada yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di ver. 3, tapi yang jelas, aku cukup bangga karena berhasil bikin fanfict se-complicated ini dan melibatkan member EXO yang semuanya kuubah jadi gangguan jiwa.

P.S: maaf banget buat fanfict yang gajelas di ulang tahun Kai-Soo ini. Sejujurnya fanfict ini sudah selesai dalam versi abnormal (penuh typo, gajelas, dan bener2 ancur) sejak ulang tahun Chanyeol kemarin. Dan minggu ini cuma sempet edit-edit dikit doang karena kondisi yang gak fit—kurang tidur, kurang makan, kurang kuota, kurang ajar /gak deng—dan serius, aku jadi merasa bersalah karena harus mempublish fanfict sejelek ini… Gomenasai~

53 tanggapan untuk “[KAI BIRTHDAY PROJECT] FOR YOU VER. 2 — IRISH’s Story”

  1. Mian, baru komen disini, soalnya akulagi baca semua ceritanya ini dari awal. Ceritanya bagus2, aku suka. Sebenernya agak serem juga kalo meteka semua dibikin gangguan jiwa, tapi kok bisa ya dibuat berhubungan gitu cerita setelahnya sama cerita sebelumnya? Ah, pokoknya bener2 daebak, sekali lagi mian karena baru ninggalin jejak disini
    Fighting 😊
    Btw, One and Only belum lanjut ya part selanjutnya?
    Mian tanya disini juaga 😂

  2. Tadi aku ngga ada jaringan (bacanya off) dan langsung baca sampai ver.3
    Jadinya lupa mau comment apa._.
    Pikiranku udah terpusat sama ver.3
    Aku langsung ke sana aja deh ya mau meninggalkan jejak XD

  3. Aku udah komen dengan penuh jiwa excited di yg ketiga..
    Tapi pas tdi baca ini dan di dalem ransel itu isinya rambut jiyeon aku jdi makin yakin seyakin yakinnya kalo kyung ga mati.. Makanya aku langsung lanjut ke chap 3 untuk memastikan..
    Dan benar saja. Hah!!

    Ah aku baru inget skrg malah…
    Si jongin mati yg bunuh mijoo kali ya? Gegara kyung bilang suruh bales semua pukulan yg dia dapetin dulu 😂😂😂😂😂

    1. buahaahahahahahhahah XD kok bisa sih yakin kyung ga mati? harusnya aku bikin thriller ya ver. 1 nya biar greget biar percaya kalo badan kyung dimutilasi XD wkwkwkwkwkwkwk

    2. kyung mati itu aku tetep gakyakin dia mau diapain..
      karena kuyakin sekali kyung ini kunciii, dan kunci gak bakal mati di tengah..
      yg bikin aku gak bisa berteori ya karena aku ga paham penyakit2 kejiwaan itu, tapi kuyakinlah kamu pasti gugling buat nyari penyaki2 aneh itu wkwkwkwk..

  4. Kak IRISH aku baru sempet baca lanjutannya Dream Candy 😥
    Tapi menurutku masih sama kok kak 😀
    Yang ini cepet dilanjut ya kak 😀

    *tapi kalo boleh jujur, aku emang agak menyesal di Sing For You nya D.O. Atau mungkin karna ceritanya langsung nyambung di versi ini ya jadi masih belum selesai 😀

    Maaf ya kak malah komen jelek

    1. Buahahahah XD santai ajaahh aku orangnya santai kok XD gak memaksa harus segera baca XD wkwkwkwkk thanks banget udah nyempetin baca XD
      gapapaaa, ya ampun aku udah seneng banget kamu ninggal komenn XD

  5. kaii kejemm -.-
    tpi yodalah yaa meningat yg sebelum”nya lebih kejem hehehe xD
    bau”nya mijoo masih pen plesbek ama kyungg duhh pake nyimpen rambut jiyeon segala ahh ciee/??
    kak, mijoo uda terlalu lama idup jadi jan biarkan jongjong out’in diaa hohoo..

    aku tungguu kelanjutannya kakk 😌😌

  6. yoon baca ini sebelum tidur, berharap jawabannya muncul di mimpi XD yoon kira tadi dalem tasnya itu mayat jinsol, eh ternyata punya jiyeon, so, apakah kyungsoo beneran mati? trus ngapain mijoo repot2 nguliti jiyeon? mau bikin soto kikil kepala ya kak? kkk~

    1. XD buahahahahaha jawabannya keluar gak? ketemu? XD wkwkwkwkw kalo ga ketemu sini aku bantu nyari XD wkwkwkwkwkw YA TUHAN NGAKAK, KIKIL KEPALA BUSETDAH YOON XD

  7. Kai bener bener spyco abiZ!! bikin mijoo kurang makan,kurang tidur bahkan kurang ajar,,ma jiyeon,,uadah mati tp masi di ambil rambutnya pula,,/// hahaaaaa,,/cuap cuap irish kayanya lbh menarik/….
    **secara naluri mijoo masi mikirin Kyung ya,dia sempet aj,ngambil rambutnya jiyeon sesuai permintaan Kyungsoo,,bukti mijoo berharap ketemu lagi ma kyungsoo,.
    soo d tunggu akhir dr KaiSoo nya Rishh!!

  8. UDAH BACA VER 1 NYA. KU GABERANI KOMEN. KARENA UDAH TERLALU BABADES AOWKKOAKOAWKOOA:v

    FRESH FROM MACHINE BANGET KAK STORYTELLNYA. KU CINTA KAK IRISH!!😘😘😘😘

    1. KAMU UDAH BACA? CIYUS? INI DRAMA2 ALA INDONESIA GITULOH CERITANYA BUAHAHA ORANG JAHATNYA BERTEBARAN DIMANA MANA DAN GA ADA ORANG BAIK SAMA SEKALEEHH XD wkwkwkwkwk

  9. Kak rish, kok aku jd ngerasa kyk KDRT yaa?? :v itu si mijoo nyimpem kulit kepala jiyeon buat “kenang2an” buat nginget kyungsoo gt? Kok suvenirny serem amat sih –” aku tunggu kelanjutanny y kak irish ^^ semangat!!!

Tinggalkan Balasan ke Violin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s