[Kai Birthday Project] On The Snow – Selviakim

on-the-snow

On The Snow

Selviakim Storyline

Kim Jongin and Choi Ah Ran (OC’s)

Angst, Hurt, and Sad.

Poster: AquerraPoster Channel (Thank you dek ❤ )

“Di salju putih ini, aku mengingatmu.”

Italic mean flashback

***

Kim Jongin. Seorang laki-laki yang sedang berjalan di kota Seoul hanya berjalan kaki di tengah musim dingin itu. Dia berjalan sendirian di tengah ramai nya Seoul. Mengabaikan orang-orang di sana. Dan juga mengabaikan angin dingin yang ada di sana. Jongin, hanya menggunakan syal dan juga jaket. Sepertinya, tubuh nya tidak merasa dingin karena angin musim dingin di Seoul.

Hingga pada akhirnya, dia berhenti di taman kota. Dan duduk di salah satu bangku kosong di sana. Melihat pemandangan langit malam yang indah di Seoul. Dimana banyak bintang yang bertaburan di sana. Namun di saat itu juga, dia mengingat potongan masa lalu dia bersama seorang gadis yang dulunya merupakan kekasihnya.

***

“Mengapa kau menyukai salju, Ah ran?” Tanya Jongin kepada Ah ran yang merupakan kekasihnya itu, sedang bermain salju.

“Karena, salju hanya muncul pada musim dingin” jawab Ah Ran sambil melempar bola salju kepada Jongin. “Hahaha…” langsung saja, Ah Ran berlari sambil tertawa meledek ke arah Jongin. Jongin yang sedikit tak menerima, dia membalas Ah Ran sambil tertawa meledek.

***

“Ah Ran, janganlah marah” rayu Jongin kepada Ah Ran yang tengah marah kepadanya. “Mianhae. Aku tidak sengaja membuang skripsi kuliah mu. Dan juga aku tidak tau jika itu adalah skripsi kuliah mu, yang harus segera dikumpulkan” sambung Jongin.

“Kau kan tau Jongin, jika menulis skripsi itu aku rela tidak tidur!” ucap Ah Ran marah kepadanya.

“Lalu apa yang harus ku lakukan?” Tanya Jongin kemudian, karena merasa bersalah.

“Katakanlah pada dosen, jika aku tidak dapat mengumpulkan tugas karenamu, Jongin” jawab Ah Ran.

“Tapi ‘kan, kita beda jurusan” ucap Jongin sambil menatap Ah Ran dengan bingung.

“Tidak peduli kita beda jurusan, kau harus bertanggung jawab Jongin” ucap Ah Ran lalu meninggalkan kelas.

***

“Apa kau senang, Choi Ah Ran?” Tanya Jongin kepada Ah Ran yang tengah makan makanan siang nya.

“Hmmm… waeyo?” Tanya Ah Ran yang masih makan makanannya itu.

“Tidak apa-apa” ucap Jongin sambil memakan makanannya lagi. Namun, “Huaaaaa, aku harus di hukum 1 minggu mengerjakan tugas dari dosen killer itu” sambungnya sambil menatap Ah Ran dengan tatapan sedihnya sedangkan Ah Ran hanya tertawa terbahak-bahak akibatnya.

“Yak! Kim Jongin, kau terlihat menyedihkan” ucap Ah Ran. Sedangkan Jongin hanya menggerutu kesal. “Lagipula, aku senang memiliki kekasih yang bertanggung jawab” sambung Ah Ran kemudian yang berhasil membuat Jongin tersenyum bangga.

***

“Ini sudah hampir satu tahun kita berpisah, namun mengapa aku tidak dapat melupakanmu?” Ucap Jongin di taman kota itu kepada angin. Dia membuang nafasnya pelan.

Ingatan lain, berhasil memasuki pikirannya.

***

“Jongin-ah” ucap Ah Ran pelan kepada Jongin. Mereka tengah menikmati pemandangan di sungai Han.

“Wae? Tidak biasanya kau memanggilku dengan sebutan ‘Jongin-ah’ Ah Ran-ah?” Tanya Jongin sambil menatap Ah Ran.

“Bagaimana jika aku tidak ada di sisimu?” Tanya Ah Ran kepada Jongin yang berhasil membuat Jongin mengerutkan keningnya.

“Mengapa kau menanyakan hal seperti itu?”

“Apakah kau akan baik-baik saja?”

“Ah Ran-ah…”

“Apakah kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dariku?” Pertanyaan kali ini berhasil membuat Ah Ran menangis dan membuat Jongin terkejut. Jongin ingin memeluk Ah Ran. Namun Ah Ran menepisnya.

“Apakah kau, dapat melupakanku?” Tanya Ah Ran kali ini yang berhasil membuat Jongin diam seribu bahasa seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

“Bisakah kau mengatakan apa yang sedang terjadi, Ah Ran-ah?” Tanya Jongin kali ini  dengan tatapan khawatir kepada Ah Ran.

“A-aku… aku akan segera menikah dengan orang lain, Jongin-ah.”

***

“Kau bahkan hampir menangis ketika melihatku datang di pernikahanmu, Ah Ran-ah” ucap Jongin kepada angin sambil menatap langit Seoul. “Ku rasa kau sudah mencintai laki-laki mu sekarang” sambung Jongin sambil tersenyum pahit. “Lalu bagaimana dengan diriku yang tidak dapat melupakanmu?” Tanya Jongin kepada dirinya sendiri.

“Aku tidak dapat melupakanmu, Ah Ran-ah. Karena, setiap kali aku melihat salju. Aku selalu mengingatmu yang dulu bersamaku.”

-fin.

 

3 tanggapan untuk “[Kai Birthday Project] On The Snow – Selviakim”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s