[Vignette] Apology — Honeybutter26

ssdsdsd

 

Apology

A present from Honeybutter26

Luhan x Marry

Vignette

 Sad Romance

PG-15

Soundtrack : iKON – Apology

https://honeybutter26.wordpress.com

“Kau selalu menungguku di tempat yang sama, tapi aku sudah pergi. Aku sudah pergi.”

 

***

 

Malam datang lagi, menyelimuti bumi dengan selimut hitam di langit. Bintang menabur kerlip. Namun hati ini masih sepi. Rumah ini masih kosong didekap hening. Dia yang dulu pulang untuk menghangatkan malam kini tak lagi pernah kembali.

Walau begitu Marry masih setia menanti untuk Luhan kembali. Ia akan terus berada disini, hingga Luhan lelah bermain dan memilih untuk mengistirahatkan diri di kamar mereka yang kini sepi.

Pukul dua malam, Marry melirik pada hidangan makan malam yang sengaja ia persiapkan untuk Luhan. Sama seperti malam sebelumnya, di mana Luhan tidak pulang dan membiarkan hidangan makan malam mereka disantap angin.

Setitik air mata jatuh di pipi, Marry bukannya tidak lelah. Ia lelah, sungguh. Berjuang sendiri itu rasanya sakit. Bertambah sakit kala orang yang kau perjuangkan tak pernah melakukan hal yang sama. Tapi Marry bisa apa? Cinta membuatnya buta pada rasa sakit yang mendekapnya erat. Perasaannya bisa saja beku, namun ketika memoar indah antara dirinya dan Luhan terputar kembali dalam benak, perasaan hangat itu kembali.

Luhan.

Marry lelah seperti ini. Punggungnya sudah lelah duduk hingga waktu menunjuk pada subuh. Kali ini pun Marry harus kembali menelan pahit, Luhan lagi-lagi tidak kembali. Dulu, dulu sekali saat cinta masih berkobar dan menyala terang di hati masing-masing, Luhan akan memberinya satu peluk sehangat selimut beludru dan satu senyum yang seterang mentari. Memarahinya kala ia menunggu pria itu hingga larut dan berakhir tidur di sofa ruang tamu. Luhan selalu mengatakan perihal kesehatan jasmaninya jikalau ia tidur dalam posisi meringkuk seperti itu.

Namun kini semua berubah, hangat telah terkikis oleh udara seiring berjalannya waktu. Cinta yang berkobar kini mulai redup, atau mungkin telah padam sepenuhnya.

Marry tahu saat Luhan berkata ia pergi dengan temannya, Luhan tak melakukannya. Saat Luhan berkata berada di kantor, pria itu ada di tempat lainnya. Saat keringat yang berlelehan di dahi Luhan kala terik menguapkannya, Marry tahu itu bukan hasil kerasnya Luhan bekerja. Itu sisa cumbu Luhan dengan kekasihnya yang lain.

Namun Marry tepis semua kenyataan itu dan lebih memilih sisi positifnya menari-nari dalam benak. Bahwa Luhan sungguhan pergi bersama temannya, bahwa Luhan sungguhan bekerja keras untuk masa depan mereka. Bahwa Luhan hanya dan masih miliknya seorang.

Biarlah, biarlah Marry menanggung semua perasaan luka ini sendirian. Karena Marry percaya, kebahagiaan akan datang pada waktunya.

***

Marry begitu bahagia sampai tak sanggup menyembunyikan binar kebahagiaan itu dari wajahnya. Ini pukul delapan dan Luhan sudah sampai di rumah. Sembari bersenandung ia siapkan hidangan spesial untuk sang terkasih. Luhan sedang mandi, ngomong-ngomong.

Makan malam berlangsung hening. Tapi ini tak mengapa, Luhan ada di sini saja sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduannya pada pria itu, memuaskan adiksinya yang sempat menjerit sakit.

“Marry.”

“Ya?” Marry menoleh pada Luhan, tangannya yang hendak memotong daging berhenti hanya untuk memberikan seluruh atensinya pada Luhan.

“Aku ingin kita bicara setelah ini.”

Entah mengapa Marry merasa takut sekarang. Air muka itu tak sedikit pun menunjukkan tanda bahwa hal yang akan Luhan katakan adalah sesuatu yang baik. Ketakutakn itu semakin mendekapnya erat hingga rasanya Marry tak ingin waktu cepat berlalu. Ia inginkan detik berhenti disini, agar setidaknya ia tak perlu mendengar kata laknat itu keluar dari bibir manis lelakinya.

“Marry, aku ingin kita berakhir.”

Ini sungguh bukan yang Marry harapkan dari kepulangan Luhan. Ia mengharapkan satu peluk, cium atau mungkin satu cumbu yang menuntaskan segala hasrat rindunya. Kata perpisahan ini tak pernah sekalipun terlintas dalam benak. Ia sungguhan tak menginginkan ini bahkan sampai ke sel terkecil dalam tubuhnya pun tak menginginkan.

“Luhan.”

“Marry, ini jalan yang terbaik untukku, untukmu, untuk.. kita. Kita tidak bisa seperti ini seterusnya, Marry,” kata-kata Luhan bak mesiu yang meledakkan hatinya. Perasaannya hancur lebur.

“Tapi, Luhan. Kau bilang akan mencintaiku sampai akhir. Kau berjanji padaku, Luhan.”

“Marry, bukan ini maksudku. Sungguh. Aku juga.. aku juga berpikir jika kita bisa bersama selamanya. Tapi tidak Marry, perasaan ini sudah tidak ada lagi padamu. Maaf karena melakukan ini padamu, Marry. Maaf.”

“Bajingan gila!”

Luhan pandang Marry dengan satu tatapan penuh rasa menyesal. Ini sungguh bukan inginnya juga. Bertahun menjalani kehidupan cinta bersama nyatanya tak membuat mereka dapat berakhir dalam satu penyatuan yang lebih sakral, alih-alih satu perpisahan. Luhan tak menampik bahwasanya Marry adalah kekasih terindah yang pernah ia miliki. Bahkan saat ini, ketika ia melihat wanita itu menangis dengan satu isakan pilu yang keluar dari bibirnya, Luhan masih dapat merasakan sembilu itu mengiris-iris hatinya.

“Marry, aku sungguh minta maaf. Tapi Marry, dia.. kami.. kami akan menikah. Jadi kita tidak bisa terus seperti ini. Maaf. Maaf. “

Marry masih saja terisak. Cara Luhan meminta maaf padanya justru membuat ia merasakan kepedihan yang luar biasa. Luhan masihlah Luhan yang ia kenal, Luhan masih tetap berlaku lembut padanya walau pria itu telah membuatnya merasakan perasaan yang sebegini sakit.

“Apa yang bisa aku lakukan agar kau mau kembali, Luhan?”

Tapi Marry tak menyerah, bagaimana bisa ia terkalahkan oleh orang ketiga? Sementara dia menjadi yang tersakiti disini, Luhan dan wanita itu akan bahagia dalam satu ikatan sakral hingga mati.

“Marry, kumohon jangan seperti ini.”

“Kau yang jangan seperti ini, Lu? Tahun-tahun yang kita lewati, apa itu semua tak berarti untukmu? Apa semua kenangan itu tak bisa membuatmu memilih untuk tinggal? Katakan apa salahku, apa yang harus aku ubah agar kau bertahan disini?”

Luhan tundukan kepalanya dalam-dalam. Marry dapat melihat bagaimana rahang pria itu mengeras, mungkin karena emosi atau mungkin karena sesuatu yang lain. Entahlah, Marry tak ingin memahami. Yang ia inginkan sekarang hanyalah Luhan yang memilih untuk bertahan disisinya.

“Kau tak bersalah apapun. Kau seorang wanita yang baik, Marry. Aku yang jahat, aku yang jahat karena membuat wanita sebaik dirimu merasa kesakitan seperti sekarang. Tapi aku sungguh tak bisa, aku tidak bisa meninggalkannya. Maaf. Sekali lagi, maaf. Kau harus menemukan seseorang yang lebih baik dariku dan hiduplah bahagia dengannya. Aku pergi.”

“Sialan kau, Luhan!” teriak Marry sejadinya. Hatinya remuk, perasaannya hancur lebur. Luhan telah mengobrak-abirk seluruh kebahagiaannya dengan satu kata yang setajam sembilu dan sepahit empedu. Marry masih tak dapat percaya jika Luhan meninggalkannya dengan keadaan seperti ini. Masih ia ingat dalam benak tentang angan mereka di masadepan sebagai satu pasangan. Janji untuk selalu bersama dan berpegangan tangan hingga usia senja kini telah tiada. Luhan dengan teganya mengkhianati ketulusan hatinya dengan sebuah pengkhiantan yang begitu kejam. Lantas meninggalkan Marry dalam ratapan luka yang begitu perih, sendiri.

FIN

13 tanggapan untuk “[Vignette] Apology — Honeybutter26”

  1. wa wah wah. nyesek hix 😦
    ganteng ganteng kok kamu gitu, mz lulu?
    ngebayangin luhan kok sejahat itu ya? dia mah jahat juga masih ada dikit sisi malaikatnya/? Tapi tetep aja si ceweknya kasian.

  2. mas luuuuuuuuu
    kalo aku jadi tokoh utama ceweknya genrenya pasti akan langsung berubah jadi psychology-crime hahaha, you know what i mean *evil smirk
    aduh kata2mu cantik sekali XD meski idenya mainstream sih, tapi feelnya kenak banget! enaknya mas lu ini diculik aja kali biar gak jadi nikah sama yg sono, sama marry aja.
    anyways, this is great! keep writing!

  3. Demi apa ini menyayat sekali kak parah.

    DOR BOM /nusuk hati/
    FF yang pas bikin aku atit hati. Atit pokoknya atit.

    Aku benci Luhan. Aku benci.
    Kenapa kau tinggalkan marry yang baik hati, suka menunggumu, positif thinking. Apa yang kurang darinya coba?

    Luhan jahat. luhan jahat. jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat jahat

    Syudah. Jempol dah buat kak parah. Semangat terus. Aku mencintaimu kak. ❤

    Aku juga cinta ama tulisan kaka. Puitisnya dapet banget. Kusuka pokoknya. Lope lope 😀 ❤ ❤

  4. KAKAAAAAAAK MEWEK AKU KAK BACANYAAAAAA T_T
    BEUH PARAH PISAN SI LUHAN LAH BENER-BENER!!! AKU KIRA LUHAN KETEMU ORANG KETIGA KARENA MEREKA BERDUA NIKAHNYA DIJODOHIN DAN LUHANNYA EMANG GAK MAU DARI AWAL. APAAN LAH INI AIR SUSU DIBALAS AIR COMBERAN >.<
    BACA INI SAMBIL DENGERIN LAGUNYA K.WILL YANG JUDULNYA DROPPING THE TEARS LANGSUNG MELELEH KAK AIR MATAKU T_T T_T

    1. NUNU KEPSLOKNYA KEINJEK OUGER HAHAHAHAHAH
      cieeee mewek cieeeee /plak/
      luhan emang pantes diumpatin.. umpatin aja luhan sepuas hati nunu hahahaha.. dikasih susu malah ngasih air comberan.. bedanya jauh maaaass.. sakitnya tuh dihidung
      kalau sama apologu ikon malah tambah menyayat hati lagi nu hahahah

      makasih nunuuu

    2. HAHA IYA KAK NIH CERITANYA CAPLOCKS UDAH KEINJEK DARI AWAL DAN AKU MALES PENCETINNYA LAGI AH UDAH NYAMAN :V
      ADUDUH IYA ITU IKON YANG APOLOGY AKU BARU NGEUH MASA WKWK
      MIAN~ MIAN~ NA NA NA NA MIANHE~ *PLAK* MAAPKAN AKU KAK LIRIK KOREA MAH EMANG SUSAH BUAT LIDAH ORANG SUNDA KAYAK AKU :3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s