Abnormality – The Beginning – Chapter 1

abnormality tissakkamjong

Abnormality

“Memangnya hanya psikopat yang boleh melukai orang lain?”

Chaptered // School life, psycho and hurt-comfort // PG 17

Kim Jongin as Jongin // Jung Saeun as Saeun (OC) // Kim Junmyeon as Junmyeon // Byun Baekhyun as Baekhyun // Hirai Momo as Momo // Bae Joohyeon as Joohyeon // And many others that you can find it by yourself

 [Disclaimer] All cast is belong to God, all plot and story belong to me.

©tissakamjong

Poster ©I R I S H

pembatas abnormality tissakkamjong

 [[ Now Playing : Cassie – Me & U ]]

Abnormality – Beginning – Chapter 1

 

SAEUN POV

 

Aku membasuh wajahku agar terlihat lebih fresh, kupoleskan sedikit lipbalm dibibirku, tak lupa juga kusemprotkan parfum rasa stroberi kebeberapa bagian tubuhku. Aku meraih ranselku, lalu berjalan keluar dari kamar mandi ini.

 

Wha!” Aku terkejut ketika mendapati seorang laki-laki berkulit putih dengan rambut hitamnya yang sedikit berantakan. Aku mengusap-usap dadaku, kuyakin sebentar lagi jantungku pasti akan berdegup dengan kencang.

 

“Kau Jung Saeun? Aish lama sekali kau didalam, kajja, ikut denganku, kuantar kau kekelas barumu.” Ucap laki-laki itu, aku hanya bisa diam saja ditempat, keringatku mulai keluar ketika aku menatapnya, dan jantungku mulai berdetak lebih cepat dari biasanya.

 

“Ya kenapa diam saja? Ayo cep―ah aku paham, kau pasti kaget ya melihatku yang tidak kau kenal ini, tapi sudah mengajakmu kekelas?” Tanya laki-laki itu, aku hanya bisa menelan ludahku, wajahku sudah penuh dengan keringat.

 

Annyeonghaseyo Jung Saeun-ssi, Byun Baekhyun imnida, panggil aku Baekhyun. Tadi, Kang ssaem menyuruhku menjemputmu disini. Aku ketua kelas dikelas barumu, kelas 1-3.” Aku menyipitkan mataku, membaca nametag yang terkait rapi diblazer coklatnya. Aku menunduk lalu menyeka keringatku yang sudah memenuhi wajahku.

 

“Nah sekarang kita kekelas. Kajja ikuti aku.” Baekhyun sudah berbalik badan, tapi aku masih saja diam ditempat. Kelas? Ruangan yang penuh dengan orang-orang?

 

“Ya! Kenapa diam saja? Ppali.” Baekhyun membalikkan badannya lagi seraya mengomel, ia meraih tanganku.

 

“YAAAAAA LEPASKAN AKU!” Aku berteriak ketika jarinya menyentuh pergelangan tanganku, Baekhyun menarik tangannya lagi dengan kikuk. Aku bisa merasakan wajahku yang memerah ini―karena sentuhannya yang membuatku terkejut.

 

“Ah mian, aku tidak tau kalau kau akan semarah ini. Mianhae, jeongmal mianhae.” Baekhyun membungkukkan badannya berkali-kali, kuseka keringatku lagi untuk kedua kalinya.

 

“Kau jalan duluan.” Aku menitah Baekhyun, lalu ia berjalan duluan menuju kelas―dan aku mengikutinya dari belakang.

 

pembatas abnormality tissakkamjong

 

Nah, ini kelas barumu, sebenarnya baru juga sih untuk kami semua, karena ini kan masih tahun pertama kami sekolah disini. Tapi, karena kau masuk dihari kedua jadi kurasa kau lebih baru disini.” Baekhyun tersenyum dengan lebar, lalu ia menggaruk tengkuknya. Aku hanya bisa menatap dinding disebelahnya, aku terlalu takut untuk menatap wajahnya.

 

“Aku masuk dulu ya, kau tunggu disini saja. Jika nanti kupanggil, kau baru boleh masuk.” Baekhyun membuka pintu kelas ini, lalu masuk kedalam. Aku bersender dipintu kelas ini, baru saja hari pertama sekolah tapi kenapa lelah sekali ya? Apa karena gangguanku ini?

 

“Ya anak baru, silahkan masuk.” Aku terperangah ketika mendengar suara Baekhyun memanggilku dari dalam. Aku menggigit bibir bawahku dengan resah, kupegang gagang pintu ini dan memutarnya.

 

Aku masuk kedalam kelas ini perlahan-lahan―dengan kepala yang tertunduk.

 

“Perkenalkan dirimu.” Aku bisa mendengar suara Baekhyun meskipun aku sedang tidak menatapnya. Aku mencoba mengangkat kepalaku, menatap semua orang yang ada disini.

 

1…

 

2…

 

5…

 

10…

 

20…

 

Keringatku mengucur lebih deras ketika tahu ada sekitar 20 orang didalam sini sedang menatapku. Nafasku tak beraturan, kepalaku tiba-tiba terasa sangat pusing, kuseka keringatku berkali-kali, aku membalikkan badanku lalu lari dari kelas ini. Aku tidak kuat harus dihadapkan dengan hal semacam ini, rasanya aku―rasanya aku ingin mati.

 

Ya Jung Saeun!” Aku mendengar teriakan Baekhyun, tapi aku tidak memperdulikannya, aku terus berlari hingga sampai dilapangan sekolah ini.

 

“Jung Saeun? Kenapa kau ada disini?” Aku menoleh ketika ada yang memanggilku, seorang wanita dengan kemeja biru dongkernya itu menatap mataku begitu dalam. Tanpa menjawab pertanyaannya, aku melanjutkan lariku, tidak peduli dia siapa, yang penting sekarang aku harus mencari tempat yang sepi untuk menetralkan suasanaku saat ini.

 

Aku menengok kanan kiri ketika kupastikan tidak ada orang dibelakang sekolah ini. Kukeluarkan ponsel dari kantung blazerku. Aku mencari nama Junmyeon oppa didaftar kontak.

 

Tuuut… tuuut…

 

Yeoboseyo?”

 

“Ah!”

 

Ne Eun-ah? Gwaenchana?”

 

“A… ani. A… aku sangat tidak baik sekarang. A… aku tidak mau sekolah, a… aku tidak mau, aku mau pulang sekarang. Kumohon datanglah kesini sekarang, aku… aku takut. A… aku tidak mau sekolah.” Aku menyeka air mataku yang sudah berjatuhan, aku mencoba mengatur nafasku dengan baik.

 

“Kau kenapa Eun-ah? Apa ada yang menganggumu disana? Ara ara, oppa akan membatalkan beberapa meeting oppa hari ini, oppa akan segera kesana.”

 

Ne, ppali. Aku takut.”

 

Ne chagiya. Oppa siap-siap dulu.”

 

Oppa sudah mematikan panggilanku, aku mengusap mataku sekali lagi, kumasukkan ponselku kedalam tas. Kutekuk lututku perlahan, aku memeluk kedua lututku lalu menenggelamkan wajahku disana. Sekarang aku harus kemana? Jarak kantor oppa kesini kurang lebih 5km, membutuhkan cukup banyak waktu.

 

“Jadi, kenapa kau tidak mau sekolah?” Aku mengangkat kepalaku dan mendongak keatas, aku buru-buru berdiri ketika mengetahui ada seorang laki-laki berkulit agak coklat dengan rambutnya yang juga hitam.

 

Ya nuguya? Jangan dekat-dekat denganku.” Aku mundur beberapa langkah darinya, laki-laki itu menatapku dengan heran.

 

Hahaha kau lucu sekali. Sebentar lagi kelas akan dimulai, kami dari tadi sibuk mencarimu tau.” Kami? Yang dia maksud ‘kami’ itu siapa? Apakah teman sekelasku? Aish mana mungkin. Apa hanya dia dan… mmm… Baekhyun mungkin?

 

“Aku sakit. Aku tidak bisa mengikuti pelajaran hari ini.” Meski jantungku berdetak dengan sangat cepat, tapi kuusahakan berbicara dengannya.

 

Jinjja? Kudengar tadi kau sendiri yang tidak mau sekolah. Pintar sekali kau mencari alasan.” Laki-laki itu mendekatiku, aku mengambil langkah mundur dengan hati-hati.

 

“Kumohon jangan dekati aku. Jebal…” Aku menggigit bibir bawahku dengan resah, tak lupa dengan keringatku yang selalu keluar ini.

 

Brakkk

 

Aw!” Aku membersihkan tanganku yang mulai berdarah, sial, kenapa mesti ada batu disini sih?

 

Ya gwaenchana?” Laki-laki itu tampak kaget melihatku jatuh, dia langsung menghampiriku yang sedang tersungkur ini.

 

YA SUDAH KUBILANG JANGAN DEKATI AKU.” Aku berteriak didepan wajahnya, aku berusaha berdiri sendiri meskipun susah. Aku mulai berjalan meninggalkannya, terakhir kulihat wajahnya menatapku dengan kebingungan.

 

Aku terus berjalan dengan susah payah, oppa dimana sih? Kenapa dia lama sekali. Air mataku turun lagi, aku buru-buru menyekanya sebelum ada orang yang melihat. Aku mulai merutuki diriku sendiri, kenapa sih aku harus hidup dengan gangguan seperti ini?

 

“Eun-ah? Gwaenchana?” Aku menoleh ketika ada suara yang memanggilku.

 

“Junmyeon oppa!” Aku berlari mendekati Junmyeon oppa yang mukanya sudah sangat cemas.

 

“Lihat tanganmu! Kenapa bisa berdarah begitu? Dan―ah lihat matamu, merah sekali, sudah berapa kali kau menangis? Bajumu juga berantakan sekali─YA KAU PANAS EUN-AH.” Junmyeon oppa menempelkan telapak tangannya didahiku. Aku hanya bisa diam saja. Aku tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Aku sudah lelah berbicara dari tadi.

 

Kajja kuantar kau kekelasmu.” Junmyeon oppa mengusap-usap kepalaku.

 

“Kelas? Aku ingin pulang oppa.” Aku masih tidak mengerti kenapa oppa masih tetap memaksaku sekolah, padahal keadaanku saja sudah berantakan seperti ini.

 

Ani, kau harus sekolah Eun-ah.”

 

“Aku tidak mau!” Aku menjauhkan tangan oppa dari kepalaku.

 

Ya kau harus sekolah, dengarkan aku, kau harus se… ko… lah.” Oppa mengeja kata sekolah dengan perlahan, aku geram jika oppa sudah memaksaku seperti ini. Aku meraba-raba kantungku, mencari benda yang bisa membuat oppa berhenti memaksaku sekolah untuk saat ini―karena biasanya dengan benda ini oppa akan mengalah.

 

Ya! Jangan lakukan itu disekolah Eun-ah.” Ucap Junmyeon oppa dengan wajah yang cemas saat aku mengeluarkan silet kecil dari kantung blazerku, dari suaranya terdengar sekali bahwa ia sangat khawatir, aku mengarahkan silet itu ketangan oppa dengan cepat.

 

Sreeeetttt

 

Ya Jung Saeun!” Tindakanku terhenti ketika ada seseorang yang memanggilku.

 

To be continued…

 

pembatas abnormality tissakkamjong

tissakkamjong note:

Hai gaizzz! Sebelumnya aku mau ngucapin―HAPPY NEW YEAR YEAAYYY―/telat bgt/ semoga tahun ini lebih baik dari sebelum2nya dan semoga kita semua selalu merasa happy!

Jadi, ini ff chapter kedua aku, semoga kalian suka ya dengan genre, cast, dan alur ceritanya, mungkin untuk skrg belum keliatan ceritanya kyk gimana, cmn semoga aja kedepannya kalian makin suka, makanya selalu baca ff ini yaa!

So, jangan lupa untuk like dan komen, biasakan selalu komen di ff aku ya, karena aku pgn tahu reaksi kalian itu gimana, dan kalian sangat dibolehkan untuk memberiku kritik dan saran, tentu dgn bahasa yg sopan yaaa hehe, ok don’t be a silent reader gaizzzz! /hug/ /kiss/

42 tanggapan untuk “Abnormality – The Beginning – Chapter 1”

    1. bener gakyaaahaha tunggu ajayaaa minggu ini aku akan post chap 2 ^^
      makasihyaaa sudah baca&komen<3

  1. Kok kelakuan Saeun aneh gitu? Saeun sakit kayak nya. Tapi suka kok kak cerita nya, seru-seru.. apalagi ada Baekhyun, wkwk :v
    Keepwriting kak!! ditunggu nextchap nya.

  2. Woaa ceritanya menarik.. dia gangguan apa ya? Kok kayak ketakutan sama orang asing gitu terus nyakitin gitu? jadi penasaran nih.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

  3. Saya masih bingung thor ini jalan ceritanya apa, seperti yg author katakan belum kelihatan tapi tetep penasaran keep wait and keep read thor bikin kepo.

  4. wow.. phobia Saeun apaan kak..kok pke bawa2 silet segala.. tpi keren bgt nih ceritanya… di tunggu next chap nya kak..fighting!

  5. Ada apa dgn si saeun itu???
    Apa dia punya trauma msa lalu??
    Bkin pnsaran,, lnjut thor ke chap brkutny,,,,,,,,hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s