Help Me (Chapter 1)

Help Me cover

Help Me

WWW

Chapter 1 |Brothership, Fluff | PG 15

Maincast Byun Baekhyun EXO

cast All member EXO

TOLONG! Baekhyun sedang berpetualang sendiri!


  CRINGGGGG

“WUAAAAAAAAAAAAAAA”

Teriakan kencang Suho hampir mengalahkan angin laut yang menerpanya. Ia menyambut paparan sinar matahari di pantai ini dengan posisi seperti mau memeluk raja siang itu. Ia tidak peduli akan jadi hitam nantinya, yang penting saat ini ia meluapkan semua kelelahan akan jadwal manggung yang padat.

Begitu juga para membernya, hanya saja dengan cara yang berbeda. Luhan, Xiumin dan Chanyeol bermain bola di atas pasir, disaksikan duo maknae yang sedang pijet-pijetan. Di sebelah mereka, terkuburlah sesosok Lay dalam pasir, hanya kepala dan telapak kakinya saja yang muncul. Kaisoo couple sedang mesra-mesraan di atas batu karang sambil mendendangkan lagu “Kemesraan Ini” dengan konsep pecah suara (suaranya Kai yang bikin pecah suasana XD). Nun jauh dari batu karang tempat Kaisoo singgah, 92 line ChenBaek yang baru beli kamera polaroid sedang foto-foto ria dengan gaya sejenaka mungkin. Maka dari itu Kris tidak mau dekat-dekat dengan mereka karena ia ingin foto dengan gaya so(k) cool. Lalu di update di instagram.

Mereka benar-benar menikmati aktivitas masing-masing. Bahkan saking asyiknya, si Chanyeol sampai menendang bola dengan power yang tinggi. Hingga melambung jauh dan mendarat ke dalam hutan.

Aigo… jauh sekali.” eluh Chanyeol namun ia harus bertanggungjawab akan hal itu. Kaki panjangnya mengantarkannya lari ke dalam hutan.

“Yeolli, kau mau kemana?!” teriak Baekhyun yang tak sengaja melihat sahabat karibnnya ke hutan sendirian. Rasa kesetiakawanannya pun memilih untuk ikut Chanyeol dan meninggalkan Chen sendirian.

Sampailah langkah imut Baekhyun di bibir hutan. Sejauh matanya memandang hutan, ia tidak menemukan sesosok manusia pun. Hanya remang-remang yang tersisa, memunculkan kekhawatirannya pada Chanyeol.

“Yeolli!!!” Baekhyun harap teriakannya segera direspon Chanyeol, untung-untung jika langsung memunculkan wujudnya.

Namun hanya kicauan burung dan desisan ular yang merespon.

“Yeolli! Kau dimana?!!” Baekhyun masih belum menyerah. Sampai yang injak bukan lagi pasir, melainkan rerumputan  hijau yang lembab, menandakan kalau ia sudah berada dalam kawasan hutan. Baru disitulah otaknya terkonek kalau lebih baik meminta tolong semua member saja untuk mencari Chanyeol.

            Ia balikan tubuh mungilnya untuk lari menuju semua member. Sekaligus mengusir ketakutannya akan atmosfer mengerikan hutan itu. Karena saking takutnya dan tidak berhati-hati, kakinya sampai tersandung akar pohon, kira-kira sebesar kaki kudanil.

BRUAK!!

            ARGH!!

Tubuh Baekhyun terjungkal hebat ke depan dan mendarat tengkurap di tanah, serasa sanggup memecahkan seluruh tulang Baekhyun. Dalam keadaan itu, Baekhyun tidak langsung pingsan. Ingin berteriak, tapi hal lain terjadi. Tanah yang ia hinggapi tiba-tiba bergetar hebat seperti gempa. Dan…

BLSHH

Belum sampai mengatakan apa-apa, tanah yang ia hinggapi amblas seketika.

AAAAAA

Baekhyun terjatuh bebas mengikuti alur tanah yang amblas. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk menghirup udarapun rasanya tak sanggup. Kegelapan di bawah terus menariknya seperti magnet, sekaligus menjauhkan Baekhyun dari keselamatan.

“YA TUHAN, TOLONG AKU…”

BLSHHHH

Tubuh mungil Baekhyun terdampar lemah dalam kegelapan.

KRIKKRIK KRIKKRIK

Jari-jemari lentik putih mulus terlihat mulai bergerak, menandakan pemiliknya sudah mulai sadar. Memang benar, selain jari jemari bergerak, kepala yang tadinya mencium tanah mulai bergerak pula.

Butuh beberapa detik untuk sadar mengandalkan penglihatan, Baekhyun langsung terbangun cepat. Memposisikan dirinya terduduk.

HAH?!

            Ia memeriksa keadaan tubuhnya. Utuh dan tidak nyeri sedikitpun. Ia lanjutkan dengan keadaan sekeliling yang malah menambah bingung. Yang ia dapati: sebuah hutan tadi siang sedang mengepungnya bersama rembulan yang menerangi penglihatannya. Padahal ia ingat betul tadi dirinya ikut amblas dengan tanah gempa. Harusnya ia terkubur dan mati. Apakah ini kehidupan Baekhyun yang kedua?

“Kamera?” anehnya lagi, kenapa tiba-tiba ada kamera polaroid berkalung di tubuhnya? Dan juga…

“Ransel?!” Baekhyun coba goyang-goyangkan  ransel di punggungnya. Terasa berisi.

Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?

Apa mungkin gempa dan amblasnya tanah tadi hanya mimpi dan sekarang Baekhyun sudah bangun?

Tapi… kamera dan ransel ini darimana? Yang Baekhyun tahu, dia tadi tidak membawa apa-apa saat mencari Chanyeol.

Pikiran-pikiran aneh muncul di otak Baekhyun, terkait dengan horornya suasana di  hutan ini.

GRKSGRSK

WAAAAAAAAAAAAA” suara gemerisik rumput melonjakan Baekhyun hingga lari terbirit-birit.

“Suara apa itu?!”  kaget seorang pemuda yang tengah duduk-duduk bersandar di sebuah gua. Gara-gara suara Baekhyun, ia jadi batal masuk ke alam mimpi.

“Koesnim, bangun! Ayo kita periksa suara apa itu!” pria itu tadi langsung membangunkan rekannya dan mereka berdua pun mencari sumber suara.

WUAAAAAAAAAAAAA” Baekhyun tetap bersuara sampai akhirnya ia bertemu dengan dua orang pria berpakaian rompi tanpa dalaman dan celana pendek selutut.

HUAAAAAA!!!” mereka bertiga  sama-sama kaget ketika hampir bertabrakan.

SIAPA KAU?!” tanya rekan Koesnim pada Baekhyun. Tanpa diperintah, Koesnim mendekatkan obor ke Baekhyun agar tahu wajah Baekhyun.

“Xiumin Hyung?!” pekik Baekhyun gembira. Belum merespon, Koesnim yang dikira Xiumin itu langsung dipeluk Baekhyun. Hampir saja menjatuhkan obor Koesnim. “AAAA akhirnya aku bisa selamat!”

“Hey apa yang kau lakukan?!” suara cempreng itu melepaskan pelukan Baekhyun. Baekhyun kenal dengan suara itu. Ia arahkan tangan Koesnim yang membawa obor ke wajah pemilik suara itu. Sampai si pemilik suara harus mundur beberapa langkah menghindari hal gila Baekhyun.

“Chen?! AAAAA

“HEI HEI APA YANG KAU LAKUKAN?!! AKU BUKAN CHEN!” sekarang gantian Nehc -pria yang disangka Chen- yang harus menerima pelukan erat Baekhyun.

AAAAA untung saja kalian ada disini! sekarang bawa aku pulaaaaaang! Disini sangat menakutkan!” Baekhyun menggoncang-goncangkan tubuh Nehc.

“Koesnim, tolong jauhkan dia dariku! Kita bawa dia ke sel tahanan segeraaaaa!!!”

Mendengar itu, Baekhyun melepas pelukannya. “Hah? Apa kau bilang? Sel tahanan? Maksudmu?”

Baekhyun pun tersadar kalau kedua pria di depannya ini sedang berpakaian aneh. Seperti prajurit.

Keterpakuan Baekhyun itu memberi kesempatan Koesnnim untuk mengikat tangan Baekhyun.

HEI! HEI! HENTIKAN!” Baekhyun memberontak.

“Tidak usah banyak bicara! Sekarang kau ikut kami! Besok kau akan kuserahkan ke paduka bos!”  pinta Nehc kemudian menyeret Baekhyun ke sel tahanan yang tidak jauh dari tempat mereka berada.

 

 

Akhirnya, penderitaan Koesnim dan Nehc akan berontakan Baekhyun usai sudah. Mereka sudah sampai di sel tahanan dalam goa, tinggal mendorong Baekhyun masuk ke dalamnya. Lagi-lagi tubuh Baekhyun harus terjungkal ke depan. Hanya saja ia terjungkal di tempat yang remang-remang, hanya bersinarkan satu buah obor, di dalam goa yang horor.

BRUAKKK!!!

“Aduh… HEI KELUARKAN AKU DARI SINI!!!” teriak Baekhyun menggema. Koesmin dan Nehc tidak menghiraukan dan langsung pergi.

“KAU TEGA YA DENGAN TEMAN SENDIRI?! MASA AKU HARUS TIDUR DI TEMPAT SEPERTI INI! HOY CHEN! XIUMIN HYUNG!!! CEPAT LEPASKAN AKU! “

Baekhyun tidak menyerah, ia terus menggoncangkan jeruji itu dengan lengan, sampai akhinya sebuah suara kakek-kakek menghentikannya.

“Jangan berisik~”

JENGJENG!

“Su-su-su-suara si-siapa i-itu?” tanya Baekhyun ketakutan. Bulu kuduknya berdiri karena mengingatkannya dengan suara Hantu Kakek Pacul di bioskop. Tidak segera dijawab, Baekhyun semakin penasaran. Ia gigiti tali yang mengikat tangannya supaya tangannya bebas dan bisa mengambil senter di ranselnya.

CK

HUAAAAAAA!!” Baekhyun berteriak histeris. Sebuah tangan tiba-tiba saja mencengkram tanganya tanpa tahu siapa pelakunya. Tangan itu tidak mau lepas sampai suatu hal ‘horor’ yang lain terjadi.

JSS!!

Sebuah api tiba-tiba menyala. Seperti keluar dari korek api.

WUAAAAA AMPUN HANTUUUUUUU!!! JANGAN GANGGU AKU, AKU TIDAK MAU MATIIIIIIIIII!!! HUAAAAA SIAPA SAJA TOLONG AKUUUUUU!!!!”

Tangan yang tadi mencengkram Baekhyun sudah hilang. Menyisakan kedua tangan Baekhyun yang sudah bisa terpisah. Disusul kemudian cahaya api tadi semakin terang dan menampakan sebuah wujud seorang kakek-kakek berjenggot putih.

HUAAAAAAA

“Ssst… aku bilang jangan berisik~ Cucuku sedang tidur~”

Baekhyun langsung mengambil senter di ranselnya.

TING!!

Sekarang giliran cahaya 5 watt yang menerangi sel tahanan ini. Menerangi semua sudut ruangan termasuk seorang kakek-kakek, seorang pria dan seorang wanita yang ternyata menjadi kawan sejeruji Baekhyun. Mereka bertiga sedang duduk bersimpuh  ‘menyambut’ Baekhyun.

“D.O?! Tao?!” tunjuk Baekhyun pada kedua orang selain kakek-kakek tadi. Mereka hanya merespon bingung, seperti tidak mengerti apa yang Baekhyun katakan.

“Kenapa kalian juga ada disini?! dan… Hei Tao, kenapa kau berpakaian seperti wanita? D.O, kenapa pakaianmu aneh sekali? ”

“Pakaianmu itu yang aneh! Kau ini siapa?! Beraninya menyebut nama pangeran dan putri dengan nama yang salah! Kau belum pernah merasakan cubitanku ya? kau–” kakek-kakek itu tadi hampir menyerang Baekhyun. Untung saja D.O menghentikan.

“Sudah kek, mungkin dia bukan rakyat kita.” Titah D.O dengan sabar. “Perkenalkan, namaku Pangeran Mata Bulat.” Pangeran Mata Bulat segera mengulurkan tangannya.

“Hah? Pangeran Mata Bulat? HUAKAKAKAKAAK!!!” Baekhyun geli mendengar nama itu.

Heeee dasar anak kurang ajar! Beraninya kau menertawai nama pangeran? Itu nama pemberian Raja. Itu nama terbaik seantero negeri.  Sini kau! “ kakek-kakek tadi mencubiti paha Baekhyun karena tidak terima cucunya ditertawakan. Terjadilah aksi pemberontakan Baekhyun terhadap sang kakek.

“AAAMPUN! AMPUN!”

Hmhmhm…” sang putri yang wajahnya mirip Tao tertawa anggun melihat kelakuan kakeknya dan Baekhyun. Tawa itu sangat lembut, tapi mampu menghentikan aksi Baekhyun dan si kakek.

Baekhyun terkesima kaget melihat Tao tertawa. Menurutnya sangat aneh karena biasanya Tao kalau tertawa selalu ngakak gak karuan.

“Kenapa? Kau tertarik dengan cucuku?” tanya si kakek.

“Hah? Tidak!”

“Ngomong-ngomong, kau berasal darimana? Pakaianmu aneh sekali.” tanya polos Pangeran Mata Bulat.

“ Hah? Aku berasal dari sini, dari negeri ini.”

“Jangan bohong kau! Mana ada rakyat kami yang memakai celana compang-camping seperti itu? rambut kami semua berwarna hitam, tidak berwarna tahi sepertimu!” ceplos sang kakek.

“Warna tahi kau bilang?! Hei, ini style jaman sekarang broooo. Termasuk juga celana compang-camping ini.”

“Jaman sekarang?” si kakek merengut tidak setuju..

“Justru pakaian kalian lah yang aneh dan yang ingin kupertanyakan. Ah! Bukan kau saja yang aneh, tapi juga dua prajurit tadi! Kau tahu, dandanan kalian mirip jaman-jaman kerajaan. “

“Memang ini jaman kerajaan. Ayahku seorang raja, dan sebentar lagi aku akan mewarisi tahtanya.” Jelas pangeran dengan masih terkesan polos.

“Tapi kenapa kalian ada disini? bukankah tempat kalian di istana?”

“Ceritanya panjang.” tiba-tiba saja sang kakek berdiri dan bersandar di jeruji besi, supaya terkesan dramatis.  Kemudian ia memandang langit-langit goa, mengumpulkan nafas untuk mendongeng.

“Kerajaan kami adalah kerajaan terkaya di wilayah ini.” kakek memulai cerita. Berasa lagit-lagit goa disana mulai mempelihatkan gambar yang didongengkan sang kakek. Baekhyun pun merasakan hal itu.

“Itu terjadi sejak anakku yang memegang kekuasaan. Ia pandai sekali mengatur keuangan tanpa menyengsarakan rakyatnya. Kekayaan kerajaan kamipun berlimpah dan membuat kerajaan kami terkenal. Hingga sebuah rencana jahat menyerang kami.”

DENGDREDENG

 

TBC

 

Hai, minggu ini aku membawakan FF lama yang aku buat di pertengahan 2015 tapi belum sempat di posting disini ^^
semoga aja ceritanya masih bisa dibilang fresh dan seru buat pembaca. FF ini terinspirasi dari EXO Showtime eps.9 yang pokoknya mereka lagi ngecamp di pantai *aduh, jadi pingin ke pantai XD*
oke, semoga FF ini bisa jadi hiburan ditengah kesibukan sekolah dan pekerjaan kalian 😀

12 tanggapan untuk “Help Me (Chapter 1)”

  1. Ngakak abis baca nya :v
    bacon oppa teriak” mulu iihhh :v
    penasaran banget lanjutan nya …

    Keep writtiiiing and fighting ^^

  2. hahaahuhuuuhihiii,,lucu,,pas part kaisoo lagi nyanyi kemesraan ini,,ma pangeran bermata bulat,,hahaaaa emg lucu y Baek,,,
    next next

Tinggalkan Balasan ke 96looney Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s