[EXOFFI FREELANCE] This is Love? (Chapter 3)

IMG_20160102_145647 (1).jpg

Title       : This is Love Chapter 3

Author  : Teori Maori

Genre   : Romance Comedy

Length  : Chaptered

Rating   : PG-15

Main Cast            :Lee Hana (OC)

Oh Sehun

Additional cast: EXO-K

Xi Luhan (EX EXO-M)

Etc.

Disclaimer           :Seluruh jalan cerita FF ini murni pemikiran author dan dilarang keras meng-copy sebagian atau seluruh cerita dalam ff ini. Ini cerita tergila yang pernah author tulis. Semoga kalian suka 😀

Aku pun bersama Nara pergi ke toilet dan Mikici ke kelas bersama Yeri. Selama perjalanan ke toilet aku menutupi wajahku dengan tangan kananku dan naasnya aku menabrak seorang namja yang tak lain adalah seorang yang sangat kukenal.

“Mian, aku tak se …. Xi Luhan?” Sontak aku mengerjap-ngerjapkan mataku mendapati namja yang sudah lama tak kutemui.

“Hana-ah kau kenapa?” Tanya Luhan yang melihat wajahku yang berantakan

“Hana tidak apa-apa. Ayo Hana kita masih ada urusan lain!” Nara pun menarik pergelangan tanganku secara paksa meninggalkan Luhan yang terus memandanginya.

Luhan Pov

Aku terburu-buru mencari ruangan kepala sekolah karena aku masih memiliki acara penting lainnya jadi aku tak mau membuang-buang waktuku. Aku tak sengaja menabrak seorang yeoja yang sedari tadi menutupi wajahnya dengan telapak tangan kanannya. Aku memang sempat menduga mengenali yeoja itu. Benar saja ketika yeoja itu menyingkirkan telapak tangan kanannya dari wajah tirus itu, aku sangat mengenali hazel cokelat, hidung mancung, dan bibir pink chery blossom milik Lee Hana. Meski wajahnya penuh make-up yang luntur bagiku ia tetap bidadari yang cantik.

Author PoV

Suasana di kantin tengah ramai dipadati para murid yang ingin mengisi perutnya berbeda dengan seorang namja berkulitan, ia tak menyentuh makanannya sedari tadi. Entah apa yang dipikirkannya sehingga membuat namja ini kehilangan nafsu makannya. Biasanya ia tak akan melewatkan traktiran dari temannya yang memiliki kulit yang jauh berbeda dengannya. Kulit putih bersih tanpa noda.

“Kai-ah kenapa kau tidak makan?” Tanya Baekhyun

“Padahal Oh Sehun sudah berbaik hati mentraktirmu.” Timpal Chaenyol

“Apakah kau baru putus dari Nami?” Tanya D.O

Kai masih tidak menjawab.

“Oh Sehun, apakah kalian bertengkar?” ujar Suho panik

Ani, mungkin dia masih memikirkan Hana.”Terang Sehun

“Maksudmu?” ucap D.O tak percaya jika seorang Playboy seperti Kai bisa melewatkan makan siangnya  hanya karena seorang yeoja apalagi yeoja itu Hana yang notabene-nya sangat menyebalkan

“Kai, kau tak punya perasaan dengan Hana kan? Selidik Suho sambil mencengkram bahu Kai

“Kau ini apa-apaan sih, Hyung!” ujar Kai meninggikan suaranya

“Kau tidak ada hubungan dengan Hana, kan? Dia bukan targetmu selanjutnya kan?”

Hyung, kau salah paham!“

Kai pun meceritakan kronologi kejadian tadi di kelas.

“Beraninya, Ahn Jun Myeon mengucapkan kata kasar pada yeoja-ku!” geram Suho yang tak menyadari ada kesalahan pada ucapannya

“Sejak kapan Hana menjadi yeoja-mu, Hyung!” ujar Baekhyun dengan penekanan kata pada kata “yeoja-mu”

“Maksudku pada fansku. Maaf aku salah menyebut!”

“Sebenarnya kau menyukai Hana atau tidak, Hyung?” Tanya Kai

“Tentu saja tidak!” elak Suho dengan perasaan yang tak menentu di hatinya

“Kalau kau tidak menyukainya. Jangan memberi Hana harapan lagi! Berhentilah mempermainkannya, Hyung!” Maki Chaenyol yang kemudian pergi meninggalkan mereka

….

Tiga hari sudah hari yang paling menyialkan bagi Hana berlalu. Kini hari yang sangat ia tunggu-tunggu telah tiba. Apalagi, kalau bukan menonton film First Love bersama Suho sang pangeran pujaan hatinya. Ia pun menggunakan pakaian bewarna merah darah seperti lipstick yang mempoles bibir mungilnya. Surai cokelatnya ia gelung. Itulah fashion Lee Hana yang suka menggunakan make-up tebal mencolok dengan penampilan seperti itu ia terlihat lebih tua dari umurnya tetapi tetap cantik.

Ia pun mengambil tas selempangnya sebelum meninggalkan kamarnya. Saat ia menuruni anak tangga ia melihat Sehun di lantai bawah terlihat mencari-cari sesuatu.

“Albino, kau sedang apa?” Tanya Hana

“Kau melihat kunci motorku?”

Hana pun mengambil kunci motor milik Oh Sehun dari saku mantelnya.

“Ini!”

“Kenapa bisa ada padamu?”

`               “Tadi, aku menemukannya di depan pintu apartemen. Kurasa itu milikmu makanya kusimpan.”

“Ohh.”

“Kau mau kemana Oh Sehun kenapa rapi sekali?”

“Bertemu teman.”

“Kau melewati halte tidak?”

Sehun hanya mengangguk mengiyakan.

“Aku bolehkan menebeng. Aku kan sudah menemukan kunci motormu.” Bujuk Hana dengan mengeluarkan jurus andalannya apalagi kalau bukan puppy eyes-nya

“Baiklah.”

Sepanjang perjalanan hanya deru suara motor sport milik Oh Sehun tiada percakapan diantara mereka. Setelah sampai di halte pun Hana mengucapkan terima kasih pada Oh Sehun walau tak ditangapi oleh Oh Sehun. Hana pun langsung menaiki bus setelah ia menunggu lima menit.

Sesampainya di bioskop ia langsung menekan nomor di ponselnya berulang kali untuk menghubungi Suho tapi ia tak juga mendapati jawaban dari ponselnya. Hingga tiga puluh menit sudah berlalu kegiatan yang Hana lakukan. Film pun segera diputar sepuluh menit lagi. Ia pun memutuskan untuk menonton sendiri.

Sehun Pov

Untungnya aku tak terlambat menjemput Shin Nayoung setelah lama mencari kunci motorku tadi. Kini aku dan Nayoung sudah sampai di bioskop. Entahlah, kenapa hatiku begitu senang didekatnya. Aku belum pernah merasakan perasaan ini. Sebenarnya, aku masih bingung kenapa aku menerima ajakan yeoja ini tadi.

Saat aku sampai ke sekolah lebih tepatnya tempat parkir motorku, aku melihat Nayoung sedang melepas helmnya. Kuhampiri dia.

                Flashback

“Nayoung, kau sudah sembuh?” tanyaku

                “Seperti yang kau lihat.” Jawabnya ketus

                “Maaf, aku tak bisa menjengukmu.” Setelah mengucapkan itu aku ingin pergi meninggalkannya tapi sebuah tangan mungil mencengeram tangan kananku yang membuat langkahku terhenti.

                “Aku tak suka berutang budi!”

                “Lalu?”

                “Kudengar kau menyukai film action?”

                Aku hanya mengangguk membenarkan.

                “Nanti film The Young Mafia akan diputar pertama kali di bioskop.”

                “Lalu?”

                “Sebagai ucapan terima kasih aku akan mengajakmu menonton.”

                “Aku tak suka membuang waktuku.”

                “Sudah kuduga.”

                “Akan kuusahakan.”

                Nanti Jam setengah 4 kita bertemu di taman kota.”

                Flashback Off

“Nayoung, apa kau ingin membeli minum? Aku haus setelah memakan popcorn.

Ne.”

“Bagaimana kalau kita membeli bubble tea di café seberang sana!”

“Baiklah.”

Author Pov

Terlihat seorang gadis yang terus mengerutu di sepanjang jalan. Akhirnya, gadis itu berhenti didepan Café. Matanya membulat tak percaya melihat Suho merangkul seorang yeoja memasuki café. Ia pun berencana mengikuti mereka. Hana pun duduk di bangku paling ujung dengan menutupi wajahnya menggunakan buku menu ia mendengar percakapan Suho dan yeoja itu.

“Suho oppa, terima kasih telah menemaniku hari ini.” Ujar yeoja itu

“Apa yang tidak untuk Kim Arinku tersayang!”

Oppa, kau janjikan ingin membelikanku kalung itu.”

Ne, aku akan membelikannya sebagai hadiah ulang tahunmu.”

Hana yang mendengar percakapan itu pun tak kuasa lagi membendung air mata yang sejak tadi ia tahan. Ia pun berlari keluar dan tak sengaja menabrak seorang pria. Berulang kali ia membungkuk ke arah pria itu. Ia yang sedari tadi tak melihat wajah pria itu karena terus menunduk mencoba melihat wajah namja itu. Sontak ia memeluk pria itu karena masih kalut dengan pikirannya ia tak memperdulikan apa yang akan dilakukan pria itu.

“Lee Hana.” Ujar yeoja yang berada di samping namja itu

Hana pun yang merasa disebut namanya, mencoba menengok ke arah yeoja di samping namja itu tanpa melepaskan pelukannya.

“Shin Nabyoung!” ucap Hana yang terkejut karena kehadiran yeoja itu. Ia pun melepaskan pelukannya dari namja itu

“Maaf, aku tak tahu kalau kalian sedang berkencan.” Sekali lagi ia membungkuk lalu berlari meninggalkan mereka

“Ada apa dengan yeoja itu?” ucap Sehun pelan tapi masih terdengar oleh Nayoung

“Mungkin patah hati. Oh Sehun kita pulang saja. Aku masih ada urusan.” Ucap Nayoung

Mereka pun tak jadi membeli bubble tea.

Di apartemen Hana terus terisak sudah banyak tisu yang ia buang di kamarnya setelah setengah jam ia menangis. Tiba-tiba saja ada cokelat berbentuk hati jatuh mengenai kepalanya. Ia pun mengambil cokelat itu dan mencari-mencari pelaku yang telah melempar cokelat ke arahnya.  Ia pun mendapati Oh Sehun tengah berdiri di depan ranjangnya sambil melipat tangannya di depan dada.

“Ya Tuhan, kau menghancurkan ruangan ini.” Cela Sehun

“Kau tak tahu rasanya patah hati.” Jawab Hana dengan suara parau

Ne, makanya jangan mencintai jika takut sakit hati.” Jelas Sehun yang sudah duduk di samping Hana

“Bukannya takut tapi aku memang sakit hati melihat orang yang kucintai bersama yeoja lain.”

“Sudahlah jangan menangis. Kau sangat buruk sekali jika menangis.”

“Maaf dan terima kasih.”

“Untuk apa?”

“Maaf karena menganggu kencanmu dengan Nabyoung dan terima kasih untuk cokelatnya.”

“Namanya Nayoung bukan Nabyoung. Aku tak berkencan dengannya.”

“Lalu disebut apa namja dan yeoja pergi berdua menghabiskan waktu bersama?”

“Tergantung sebab mereka pergi bersama. Lalu disebut apa jika yeoja dan namja berduaan di dalam kamar?”

“Mana aku tahu. Kata eomma-ku yeoja dan namja itu tidak boleh satu kamar kalau mereka belum menikah.”

Wae?”

“Karena ditakutkan hal-hal buruk terjadi. Maka, namja dan yeoja tidak boleh berduaan di kamar. Survei membuktikan yeoja dan namja yang berduaan di kamar itu pasti melakukan … “ Hana pun membisikkan kata terahkirnya di telinga Oh Sehun

“Sekarang kita berdua di kamar. Lalu, apakah kita melakukannya?”

Hana mengelengkan kepalanya. Lalu ia tampak berpikir dan bayangan-bayangan buruk merasuki otaknya.

“Hei, kau kan namja. Kau tak seharusnya di kamarku!” teriak Hana

“Kau ingin membuatku tuli. Biasanya, kau juga suka masuk ke kamarku mengendap-endap seperti maling!” bela Oh Sehun

“Tapi, tetap saja kau tak boleh di kamarku!” balas Hana

“Tenang saja aku tak suka wanita!”

Hana pun yang tak mengerti maksud ucapan Oh Sehun. Menganggap kalau Oh Sehun itu benar-benar gay.

“Jadi, berita itu benar kau itu gay!”

“Susah bicara dengan orang sepertimu.” Sehun pun pergi meninggalkan Hana

….

Marley Senior High School kembali diguncang berita yang sangat menghebohkan. Banyak murid yang membicarakan akan ada siswa pindahan dari London yang dikabarkan mirip dengan Oh Sehun. Bukan wajahnya yang sama atau sifat tapi dari segi ketampanan, kepintaran, keahlian, dan tentunya kekayaan. Marley akan kedatangan pangeran sekolah baru.

“Kau sudah mendengar berita belum Hana. Kalau sekolah kedatangan murid baru.” Ucap Miciki

“Yang kutahu dia memiliki banyak kesamaan dengan Oh Sehun.” Sambung Nara

“Benarkah?” Tanya Hana heran

“Iya. Dia pewaris kerajaan fashion “Rose” perusahaan terbesar di China, tampan, jenius, ahli disegala bidang. Tapi, sifat mereka berbeda. Jika, Oh Sehun dingin dan tertutup. Namja itu murah senyum dan mudah bergaul. Ada yang mengatakan Sehun dan namja itu musuh bebuyutan dan ada pula yang mengatakan mereka bersahabat.” Terang Yeri

“Kenapa kau bisa tahu lebih banyak dariku?” protes Nara

“Karena aku fans Oh Sehun jadi aku harus tahu semua tentangnya.”

“Siapa nama namja itu?” Tanya Miciki

“Tidak tahu. Sampai sekarang belum ada yang tahu kecuali Sehun dan Kai atau anak EXO.”

“Xi Luhan!“

Author’s Note

Terima kasih yang sudah meninggalkan jejaknya. Btw, yuk yang mau kenal lebih dekat sama Calla ig : @jelinaan (promosi ff, buku, dll) Twitter: @LukeeZamh FB: Jelina An . Hana itu salah satu pengidap lethologica makanya ia sering lupa nama seseorang dan emang sifatnya kekanak-kanakan. Tapi, nantinya Hana bisa kok nginget namanya Sehun karena sebuah peristiwa. Sebenarnya, FF ini sudah Calla buat sampai selesai di buku tapi masalah lanjut atau nggaknya ff ini untuk di publish tergantung pada antusias para Lily. Jika, berjodoh kita berjumpa kembali 😀

tbc

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] This is Love? (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s