[EXOFFI FREELANCE] This is Love? (Chapter 2)

IMG_20160102_145647.jpg

Title       : This Is Love Chapter 2

Author  : Teori Maori

Genre   : Romance Comedy, and Other

Length  : Chaptered

Rating   : PG-15 (Bisa bertambah maupun berkurang)

Main Cast            :Lee Hana (OC)

Oh Sehun

Additional cast: EXO-K

Xi Luhan (EX EXO-M)

Etc.

Disclaimer           :Seluruh jalan cerita FF ini murni pemikiran author dan dilarang keras meng-copy sebagian atau seluruh cerita dalam ff ini. Karakter tokoh dari FF ini terinspirasi dari beberapa orang yang pernah ada di hidupku. Mereka adalah orang yang pernah menjadi sahabatku dan orang yang kucintai. Ada juga beberapa sifatku yang dulu melekat pada Nayoung cuek, dingin, & irit ngomong.

Author Pov

Terdengar suara bel dari apartemen Sehun berbunyi nyaring. Hana pun langsung bergegas membuka pintu dan Hana pun sangat kaget karena orang itu datang dengan memasang mimik wajah yang menakutkan.

“Hana-ah, dimana Oh Sehun?” Tanya seorang wanita paruh baya yang telah duduk di sofa berbentuk lingkaran

“Siapa Oh Sehun eomma. Sepertinya tak asing nama itu?”

“Jangan bilang kau lupa lagi nama calon suamimu!”

“Perasaan Hana tak punya namjachingu kenapa bisa punya calon suami, eomma?”

Nyonya Lee sangat ingin menyumpal mulut anak gadisnya yang dari tadi tak kunjung mengerti apa yang ia ucapkan. Kalau saja ia tak menyayangi anaknya pasti sudah dibuang dari dulu.

“Oh Sehun itu tunanganmu.” Lirih Nyonya Lee hampir tak terdengar. Ia sudah lelah dengan Hana yang tak kunjung mengerti.

“Oh Albino, dia sakit eomma dan aku menyuruhnya tidur. Ngomong-ngomong eomma kemari hanya ingin menanyakan Albino dan kenapa tadi eomma memasang ekspresi yang menakutkan ketika aku membuka pintu.”Tanya Hana bertubi- tubi

Nyonya Lee pun mengingat apa tujuannya kemari. Ia kemari pasti ada sebab dan akibat. Di memorinya masih teringat jelas apa yang ia lihat semalam.

Flashback

Di tengah malam yang dingin, terlihat seorang pria tengah berlari sambil menggendong seorang gadis yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit tempat Nyonya Lee bekerja. Ada seseorang yang mengenali pria tadi . Orang itu pun menceritakan pada Nyonya Lee.

                “Dokter Lee, saya melihat seseorang yang mirip dengan tunangan anak Anda mengendong seorang gadis yang tak sadarkan diri.” Ujar Asisten Na dengan hati-hati. Ia sangat mengenal atasannya jika sudah naik pitam pasti sangat mengerikan.

                “Benarkah?” ucap Nyonya Lee dengan mimik wajah yang cemas.

                Asisten Lee hanya mengangguk.

                “Dimana kau melihatnya?” Tiga kata dengan tatapan tajam itu membuat Asisten Na merasa sedikit takut.

                “Sekarang gadis itu dirawat di ruang Peony nomer 32 dan pria itu menunggunya disana.”

                Setibanya di depan ruangan itu Nyonya Lee membelalakan matanya setelah melihat dari balik jendela yang tertutup setengah tirainya. Ternyata benar lelaki itu Oh Sehun.

Flashback End

Eomma, kenapa melamun?”

“Tidak apa-apa. Kau ingat janjimu pada eomma kan. Apapun yang terjadi kau harus menikah dengan Oh Sehun?” ucap Nyonya Lee dengan nada bergetar. Dari matanya terlihat jelas ada kecemasan. Di pikiran dan hatinya tersirat ada ketakutan yang sangat besar jika Hana tidak menikah dengan Oh Sehun.

Ne, eomma.” Hana terpaksa mengiyakan ucapan eomma-nya. Ia masih tak mengerti kenapa eomma-nya ingin sekali menikahkannya dengan Oh Sehun. Setiap ia bertanya akan hal itu eomma-nya hanya mengucapkan “Itu yang terbaik untukmu, tiada lelaki yang sempurna seperti Oh Sehun!” Hana yakin bukan alasan itu yang sebenarnya. Eomma-nya sering menyembunyikan banyak hal termasuk tentang rahasia besar keluarganya sehingga ia tak pernah tahu kehidupan keluarganya bahkan ia belum pernah melihat ayahnya.

“Kalau begitu jangan pernah biarkan Oh Sehun berdekatan dengan gadis lain seperti tadi malam.” Terang Nyonya Lee dengan mata berkaca-kaca

Ne, eomma. Bolehkah Hana bertanya sesuatu?”

“Apa? Katakan saja!” Tanya Nyonya Lee

“Kenapa keluarga Oh Sehun memilih Hana menjadi calon Nyonya Oh selanjutnya?”

“Hanya kau yang pantas dengan Oh Sehun.”

“Kenapa begitu? Hana tidak jenius, tidak cantik, pelupa, ceroboh, kekanak-kanakan dan yang pasti Hana bukan pewaris perusahaan besar seperti Violent Grup yang dimiliki keluarga Oh Sehun. Hana tidak pantas untuk Oh Sehun.” Jelas Hana dengan raut wajah yang sulit diartikan

“Sehun sudah memiliki semuanya. Ia jenius, tampan, kaya raya dan dipuja banyak orang. Tapi, ada satu hal yang ia tak miliki. Itu hanya pada dirimu.”

“Maksud eomma apa?”

“Sehun itu kesepian. Dia membutuhkanmu.”

“Tidak eomma. Ia memiliki banyak teman.”

“Tapi mereka tidak bisa memberikan semua yang Oh Sehun butuhkan. Kau juga sangat membutuhkannya untuk melindungimu.”

“Melindungiku? Aku baik-baik saja eomma.”

Nyonya Lee hanya diam. Ia tahu anaknya sekarang baik-baik saja tapi tidak untuk besok atau suatu hari nanti pasti orang-orang itu akan menemukan Hana.

….

Sehun tengah berjalan di koridor sekolah tak seperti biasanya para siswa menatapnya aneh saat ini tidak seperti hari-hari sebelumnya hanya ada tatapan memuja yang ia dapatkan. Tapi, bukan Oh Sehun jika peduli dengan tatapan-tatapan itu. Ia tetap berjalan dengan santainya.

Belum sempat Oh Sehun duduk di bangkunya, para yeoja mendekatinya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang Oh Sehun tak mengerti.

“Sehun-ssi benarkah kau berkencan dengan Nayoung?”

“Kemana saja kemarin, apakah kalian pergi membolos bersama?”

“Kenapa yeoja seperti Shin Nayoung yang kau sukai?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang terlontar dari mulut yeoja-yeoja pemuja Oh Sehun. Mereka terus saja bertanya tanpa memberi jeda untuk Sehun menjawab pertanyaan mereka. Kai pun yang baru saja masuk ke kelas menyadari kebingungan Oh Sehun. Ia pun mengeret tangan lelaki itu ke tempat yang sepi.

“Ada apa ini, Kai?” Tanya Sehun dengan kening yang mengerut

“Kemarin saat kau tak masuk ada berita bahwa kau berkencan dengan Shin Nayoung.” Jelas Kai

“Benarkah?” ucap Oh Sehun tak percaya

“Jang Nara yang menyebarkan ini menggunakan akun ig Hana itu yang aku tahu dari Suho Hyung.”

“Kenapa Nara melakukan ini?”

“Dia kan infotaiment berjalan. Kau tahukan Nara dan teman-temannya memang aneh.”

Sehun pun menghela napas sejenak.

“Tapi, kenapa kau bisa bersama Nayoung saat itu?”

“Aku tak sengaja melihatnya. Wajahnya sangat pucat sekali. Aku menolongnya.”

“Benarkah? Tak ada alasan lain?” Sehun hanya mengangguk

“Sehun apakah kau tak masuk kemarin karena sakit? Wajahmu pucat saat ini?”

Ne.” jawab Sehun singkat

“Seharusnya kau istirahat saja tak usah masuk.”

“Aku tak apa-apa Kai.”

Kini siswa-siswi kelas XII-A tengah sibuk berperang dengan soal-soal mematikan yang diberikan Kang Songsaenim yang sedang seminar di Hokaido apalagi kalau bukan pelajaran kimia penuh rumus yang mampu meledakkan isi otak. Itu tidak berlaku bagi Oh Sehun karena ia adalah murid terpintar atau bisa dibilang jenius di  Marley Senior High School. Di kelasnya banyak pula yang tak mengerti dengan soal itu meski kelasnya adalah kelas para siswa yang memiliki IQ jauh diatas rata-rata tetap saja mereka kebingungan dalam menjawab soal yang diberikan oleh Kang Songsaenim.

Kang Songsaenim adalah guru termuda dan terjenius di sekolahan ini. Ia lulusan Harvard University dan mendapat gelar S2 saat berusia 20 tahun dengan predikat cumlaude. Sebenarnya, jika Kang Songsaenim mau ia bisa menjadi ilmuwan di Jerman dengan gaji ratusan juta setiap Minggunya. Tapi, karena ia mmemiliki cita-cita seperti ayahnya yang merupakan seorang guru di Jepang. Maka, ia menjadi seorang guru.

“Mikici, kau tahu rumus soal no 23, dan 27?” Tanya Hana dengan seorang yeoja berwajah khas orang Jepang yang duduk di sampingnya.

“Hana-ah, namaku itu Miciki bukan Mikici! Aku tidak tahu coba kau bertanya pada Kai!”

Hana pun memutar tubuhnya ke belakang dan mendapati Kai tengah membaca komik.

“Kai-ah, aku ingin bertanya nomor 23, dan 27!”

Kai pun meletakkan komiknya dan mendongakkan wajahnya yang sebelumnya tengah menunduk.

Ne.” Kai pun menjelaskannya panjang lebar namun gadis dihadapannya tak kunjung mengerti

“Kai-ah, aku tetap saja tak mengerti.”

“Kau Tanya saja pada yang lainya. Bukannya kau lebih pintar dariku.” Sindir Kai

Ne, tapi aku harus bertanya pada siapa?”

Hana pun terus berpikir keras pada siapa ia bertanya. Kai pun yang muak dengan Hana akhirnya pun mengeluarkan suaranya.

“Kau Tanya pada Ahn Jun Myeon saja! Dia satu peringkat diatasmu.”

Hana mengeleng mendengar jawaban Kai. Ia sangat takut dengan Ahn Jun Myeon. Sebenarnya, Ahn Jun Myeon itu hanya seorang kutu buku tapi Hana sangat takut dengannya karena menganggap Ahn Jun Myeon itu penyihir seperti di dongeng yang ia selalu baca.

Wae?”

“Aku takut denganya. Yang lain? Yang lebih pintar darinya.”

Kai pun menunjuk pria yang tengah menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya.

“Baiklah aku akan bertanya pada Ahn Jun Myeon saja, Kai-ah antarkan aku bicara padanya!” rengek Hana

Kai pun meninggalkan bangkunya dan meminta Ahn Jun Myeon untuk mengajari Hana.

“Jun Myeon-ssi bisakah kau membantu Hana!” pinta Kai

Jun Myeon yang tengah asyik berkencan dengan buku tebal yang kusam pun mengalihkan pandangannya ke wajah tampan Kai.

Ne.” jawab Jun Myeon

Jun Myeon pun mengajarkan Hana dengan halus sehingga ia mudah mengerti.

Gomawo, Jun-ssi. “

“Sama-sama.”

“Emh, kenapa kau tadi melihat Kai seperti itu. Jangan-jangan kau menyukainya?” canda Hana

Ne.”

“Kau tak suka yeoja?”

“Semua yeoja sama menyebalkan. Apa lagi yeoja ber-make-up tebal sepertimu. Bukan terlihat cantik tapi malah terlihat sangat tua dan menyeramkan.”

“Beraninya kau bilang seperti itu! Mengacalah kau saja sangat jelek bahkan kau tak punya teman seorang pun. Kau lebih buruk dariku!” hardik Hana yang amarahnya suduh berada dipuncaknya.

“Tetapi, untungnya aku bukan yeoja murahan sepertimu yang tak tau malu mengejar-ngejar Suho yang sudah jelas tak menyukaimu!”

Plakk

Satu tamparan mendarat mulus di pipi tirus milik seorang Ahn Jun Myeon bersama dengan bunyi bel istirahat. Para penghuni kelas XII-A pun tampak terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Mereka lebih memilih melihat adegan saling menghujat yang ditampilkan oleh Jun Myeon dan Hana daripada beristirahat.

Sehun pun terbangun dari tidurnya. Ia pun juga ikut menyaksikan adegan itu dari bangku tempat duduknya. Sementara Kai nampak gelisah saat melihat Hana menangis. Ia pun berdiri dari bangkunya ingin menghampiri Hana dan membawanya pergi dari sini. Ia merasa bersalah karena menyarankan Hana bertanya pelajaran pada Ahn Jun Myeon sehingga terjadilah peristiwa ini. Namun, belum sempat ia mendekati Hana, Han Yeri salah satu sahabat Hana menarik tangan Hana untuk pergi. Mereka berdua pun pergi dari kelas disusul dengan Miciki dan Jang Nara.

“Kai, kau kenapa?” Tanya Sehun saat ia melihat raut wajah Kai yang terlihat dengan jelas sedang cemas

“Aku merasa bersalah dengan Hana.”

“Ohh.”

“Kai, aku sangat lapar tadi pagi aku hanya minum susu.”

“Baiklah, kajja kita ke kantin.”

Hana Pov

Hatiku sangat sakit tatkala namja penyihir itu mengatakan aku yeoja murahan yang tak tahu malu. Apakah aku salah menyukai Suho Oppa? Apakah aku salah jika ingin selalu bersamanya? Aku menyesal bertanya dengannya. Ia sangat jahat. Dia memang kejam seperti penyihir yang ada di dongeng dengan kaca mata burung hantu dan buku tebal kusam yang beberapa bagiannya sobek yang sudah usang dengan mantra-mantra menyakitkan yang keluar dari bibirnya.

“Hana-ah, sudahlah jangan menangis.” Ujar Yeri

“Nanti kau tak cantik lagi.” Timpal Nara

Make-up yang kau pakai sudah luntur.” Sambung Miciki yang mampu membuatku berhenti dari tangisan

“Benarkah?” tanyaku pada Miciki  dengan raut wajah tak percaya

Miciki hanya mengangguk.

“Kalau tak percaya kau lihat saja wajahmu dengan kacaku.” Ujar Miciki mengeluarkan benda keramatnya dari saku almamaternya. Aku pun menyerobot kaca itu dan langsung bercermin.

ANDWAE.” Teriaku histeris

“Lebih baik kau cuci muka!” perintah Nara

“Mikici bisakah kau dan Yeri mengambilkan make-up-ku di kelas dan kau Nara temani aku ke toilet.”

“Baiklah, tapi namaku Miciki bukan Mikici!”

“Maaf.”

Aku pun bersama Nara pergi ke toilet dan Mikici ke kelas bersama Yeri. Selama perjalanan ke toilet aku menutupi wajahku dengan tangan kananku dan naasnya aku menabrak seorang namja yang tak lain adalah seorang yang sangat ku kenal.

Author Note’s

Hai, apa kabar reader-ku yang kece-kece, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian. Kalau kalian cuma komentar “Hadir, Thor!” Author udah seneng banget. Kalau kalian sama sekali nggak komentar, author-kan gak tahu siapa aja yang nunggu kelanjutan FF ini. Kadang ada yang pangil author eonni padahal Author lebih muda . Author mau buat pangilan kesayangan aja. Kalian panggil Author Calla dan Author panggil kalian Lily.  Biar So Sweet. Pasti gak sabarkan nunggu moment Sehun-Hana di chapter 3 udah mulai ada momentnya, kok. Maaf ya, kalau author sering ngecewain kalian. See you 😀

tbc

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] This is Love? (Chapter 2)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s