4 BRAVE AND SCHOOL

Title : 4 Brave and School

Cast : Byun Baekhyun, Shin eunhee, Kim Jongin, Park Chanyeol

Genre : Horror gagal, Mysteri, Little bit Comedy, School Life

Author : Baekludeer

Rating: PG

Lenght : Oneshoot

®baekludeer present

Tap Tap Tap

Suara derap langkah semakin berburu dengan waktu. Nafasnya semakin tersengal, pasokan oksigennya menipis. Ia terus berlari tanpa membiarkan dirinya beristirahat sejenak. Cerita-cerita horror yang tengah menjadi desas-desus di sekolahnya berkembang dan banyak yang mempercayainya. Termasuk dirinya sendiri. Ia melihat arloji ditangannya yang menunjukkan pukul 11.55 yang artinya 5 menit lagi ‘penghuni’ disekolah ini akan berkeliaran mencari mangsa baru.

Hampir membuka pintu gerbang sekolah, ia mendengar tangisan tragis dari halaman sekolah. Ia mengitarkan pandangannya hingga netranya menemukan sesosok gadis berseragam tengah memeluk lututnya seraya menangis. Laki-laki itu berdecak seraya melihat arlojinya sekali lagi. Pukul 11.58 masih tersisa 2 menit lagi, jadi ia berfikir tidak akan ada masalah. Ia menghampiri gadis itu sebentar.

“Hey, kau.” Sapanya dengan sedikit canggung.

Gadis itu berhenti menangis, ia mendongak dengan tatapan kosong.

“Kenapa kau ada disini? Apa kau tidak pulang?.”

Gadis itu menggeleng. “Aku takut.”

Laki-laki itu terkekeh mendengar penuturan gadis itu. “Rupanya kau terjebak dimalam hari disini? Aku pun begitu, kau percaya dengan cerita itu ‘kan?.”

Gadis itu mengangguk. “Aku takut.”

“Tidak perlu takut, ada aku. Bagaimana jika kita pulang.”

Gadis itu mendongak seraya tersenyum. Senyuman yang mengerikan lebih tepatnya. Mulutnya yang tersenyum lebar hingga ke telinga serta matanya yang mengeluarkan cairan berwarna merah. Wajahnya tak berbentuk. Sungguh mengerikan.

Pria itu terbelalak, jam yang melingkar dipergelangannya menunjukkan pukul 12 tepat. Ia memundurkan langkahnya dan berlari mencapai gerbang yang sayangnya pintu itu terkunci dengan sendirinya. Ia menoleh dan mendapati wajah gadis itu tepat di depan wajahnya.

“Kyyyyaaaaaa.”

Teriakan yang menjadi kengerian dimalam hari diiringi dengan suara tawa yang menakutkan.

“Apa? Korban lagi?.” Pekik ketiga manusia yang tergabung dalam geng ‘para pemberani’ yang beranggotakan 4 orang, menggema begitu keras di kantin siang itu.

“Hmm, ya.” Seorang pria berparas imut dengan tubuh mungil yang mengaku dirinya keren dan handal dalam bidang beladiri hanya karena ia pernah ikut hapkido semasa kecil serta ia mampu mengalahkan preman gang kompleksnya. Si keren Byun Baekhyun, begitu ia menyebut dirinya sendiri.

“Ya! Baekhyun, bagaimana kau tahu?.” Seorang gadis bersurai panjang yang mengaku dirinya lebih berani dan gentle ketimbang baekhyun itu terlihat sangat antusias. Shin eunhee, begitulah nama gadis itu dipanggil.

“Aku tidak pernah percaya dengan cerita yang berkembang disekolah ini, termasuk cerita yang baru saja kau ceritakan.” Itu Park Chanyeol, seorang pria jangkung bertelinga lebar yang sering dijuluki dengan ‘dobi’ oleh ketiga teman gilanya. Ia adalah pria yang suka tebar pesona pada gadis-gadis cantik disekolah.

“Tapi, semua itu ada buktinya.” Meletakkan kamera XLR miliknya dan beralih ke teman-temannya. “Aku tadi pagi melihat mayat Nam Dong Woo tergeletak dengan keadaan yang sangat mengenaskan.” Ujar Kim Jongin, seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan kulit eksotis serta ekspresi dingin yang selalu ia tampilkan mampu melelehkan hati para gadis. Juga, jangan lewatkan  kamera yang selalu ia bawa menambah kesan ‘keren’ dimata gadis-gadis disekolahnya. Yup! Fotografi termasuk salah satu yang ia gemari.

Eunhee mengangguk. “Eum, jadi gosip itu benar.” Tangannya ia letakkan di dagu, menggesturkan dirinya tengah berfikir.

“Eiy, tadi saja aku yang mengatakan kau tidak percaya sedangkan si hitam ini yang mengatakannya kau percaya.” Protes baekhyun pada eunhee.

Ya, baekhyun dan eunhee adalah sepasang kekasih yang tidak pernah akur. Ia sangat tidak menyukai kai, karena kai selalu berusaha merebut kekasihnya itu. Kai pernah mengatakan. “Kenapa kau mau dengan si jelek byun ini? Ia sangat lemah, ck! Seharusnya kau jadi kekasihku eunhee.”

Itulah ucapan yang selalu menggerayangi otak baekhyun, maka dari itu ia akan selalu menjaga eunhee dari jongin. Ia tidak akan membiarkan siapapun merebut kekasihnya.

Eunhee memukul kepala Baekhyun. “Ck! Kau mengatakan tanpa bukti sedangkan jongin ia melihatnya sendiri. Apa kau sempat memotretnya?.” Mengalihkan pandangan dari Baekhyun ke Jongin.

Pria itu mengangguk dan mengulurkan kameranya, ia menunjukkan beberapa foto yang terpampang disana. Menunjukkan betapa ngerinya mayat itu.

“Uh, apa yang harus kita lakukan?.” Celetuk Eunhee.

Chanyeol menghela nafas. “Lupakan, jangan bermacam-macam soal ini. Aku tidak ingin mati muda.” Ia bersedekap memandang serius wajah-wajah bodoh menurutnya di hadapan pria jangkung ini.

“Ya! Dobi, untuk apa kita membentuk geng pemberani ini jika anggotanya saja penakut.” Sindir Eunhee yang to the point.

“Benar, aku setuju denganmu eunhee. Ya! Chanyeol, apa kau takut?.” Ujar Baekhyun tak kalah sengit.

Chanyeol mendengus, membuang pandangannya ke arah lain. “Bukan apa-apa, ini menyangkut nyawa.” Ia menatap ketiga manusia di depannya. “Kalian dengar ‘kan siapapun yang masih berada disekolah ini di malam hari ia akan mati.”

Eunhee bangkit, ia menepuk bahu Chanyeol pelan. “Hey, sejak kapan dobi kita ini jadi serius hm?.” Diakhiri dengan kekehan dan tawa para sahabat bodohnya.

Chanyeol mendecih, ia bangkit dan mengejar sahabatnya. Ia merangkul mereka dari belakang. “Sungguh, kalian benar-benar bodoh.”

“Dan kau berteman dengan orang bodoh.” Jawab jongin singkat.

“Itulah masalahnya, sayangnya orang-orang bodoh ini adalah sahabatku.” Ujar Chanyeol dengan mengacak satu persatu rambut sahabatnya.

Baekhyun memberengut seraya merapihkan rambutnya. “Kau mengatai kami bodoh, tapi tidak sadar dirimu sendiri lebih bodoh.”

Tawa mereka pecah, suara tawa yang menggelegar di koridor sekolah yang sudah mulai sepi. Eunhee menghentikan langkahnya, sedikit mengintip kedalam kelas yang gelap dan kosong. Ada siluet seorang gadis yang tengah duduk dengan kepala yang bertumpu pada kedua sikunya. Eunhee mengernyitkan dahi, ia mulai menerka-nerka siapa dan apa yang dilakukan gadis itu. Bukankah ini sudah waktunya pulang? Kenapa ia masih disana? Sederet pertanyaan bersarang  dikepala gadis itu.

Eunhee berjengit, mendapati baekhyun menepuk bahunya. “Kenapa kau berhenti? Ada sesuatu yang kau lihat?.” Mencoba mengintip ke dalam kelas. Kosong. Tidak ada apapun.

Detik itu pula, hawa dingin menyelimuti eunhee. Ia menelan paksa salivanya. “Ti-tidak ada apa-apa, aku tadi hanya salah lihat. Ayo pergi.”

Baekhyun sedikit kebingungan dengan sikap kekasihnya. “Kau terlihat pucat, aku antar kau pulang ya?.” Pertanyaan baekhyun hanya dijawab dengan anggukan singkat.

Sejak ia meninggalkan sekolah, hawa dingin itu masih terasa ditubuhnya. Bukan karena cuaca. Hawa dingin yang berbeda dari biasanya. Ia menghentikan langkahnya dan berhenti di depan sebuah toko baju. Sebuah manekin terpajang anggun di depan toko yang dilindungi kaca. Eunhee memperhatikan lamat-lamat manekin itu, ia merasa tengah diawasi olehnya. Ia merasa manekin itu sangat mirip dengan gadis yang ia lihat dikelas tadi. Walaupun ia tidak melihat secara jelas bentuk wajahnya.

“Ya! Eunhee, kenapa kau terus saja melamun? Ada yang ingin kau ceritakan?.” Baekhyun menyadarkan eunhee dari lamunannya.

Eunhee tersentak, ia melingkarkan tangannya di lengan baekhyun seraya menyandarkan kepalanya dibahu baekhyun. “Baek, aku merasa diperhatikan oleh manekin itu.”

Baekhyun terkekeh menganggap ucapan kekasihnya itu sebuah lelucon. Ia mengacak rambut gadisnya. “Benarkah? Mungkin manekin ini kagum akan kecantikanmu.”

Eunhee memukul pelan bahu baekhyun. “Aku serius, sungguh.”

Baekhyun mengangguk. “Sudahlah mungkin kau lelah, ayo kita pulang.”

4 Brave and School

Pagi hari yang dibuka dengan jeritan dari arah toilet wanita menambah cerita horror disekolah menengah atas itu.

Ke empat geng itu segera menghampiri gadis yang menjerit seraya berlari keluar toilet.

“Hey, tunggu.” Pekik eunhee.

Gadis itu berhenti dan berdiri dengan ketakutan yang menguasai, hal itu dibuktikan dengan kedua kaki yang bergemetar.

“Apa yang terjadi di dalam?.” Tanya eunhee seraya mengeluarkan bolpoin dan note kecil. Ia mulai berlagak bak seorang wartawan.

Gadis itu tergagap, “a-ada mayat di dalam sana.”

Baekhyun memicingkan matanya. “Kau tahu siapa pembunuhnya?.”

Gadis itu menggeleng.

“Apa ada orang lain disana?.” Tanya kai.

Gadis itu menggeleng lagi. Dan kai langsung masuk kedalam untuk melihat mayat di dalam sana.

“Kau tak melihat siapapun sebelumnya?.” Chanyeol mulai tertarik dengan investigasi ini.

Gadis itu menggeleng. “Tidak ada siapapun, saat aku masuk sudah ada mayat itu didalam sana. Mungkin saja, itu ulah hantu sekolah ini.”

Eunhee mengangguk, ia sudah mencatat semua hasil pertanyaan mereka. Tidak lama kemudian kai keluar dari toilet.

“Ku fikir dia dibunuh bukan oleh hantu.” Kai berujar dengan melihat-lihat hasil potretnya.

Eunhee menghampiri. “Apa maksudmu?.”

“Kemari.” Ia menunjuk daun pintu. “Ini pasti rusak dengan paksa. Kita pulang paling akhir, bukankah tidak ada siapapun disini? Dan ketika kita melewati toilet ini, aku masih melihat pintu ini baik-baik saja. Lihatlah ada bekas goresan sepatu disini.” Terang kai.

“Mungkin saja, gadis itu melihat hantu dan ia berusaha pergi dengan mendobrak pintu yang otomatis terkunci ini. Akhirnya pintu itu rusak.” Sanggah Chanyeol.

Kai menghampiri wastafel dan memperhatikannya lekat. “Lihatlah, bercak darah ini. Gadis itu mati disana, didalam ruangan itu, dia tidak mungkin berjalan kesini. Jika ia, mungkin sudah meninggalkan bekas darah dilantai. Lihat, wastafel ini bocor, terdapat tetesan darah dibawahnya. Ku fikir, setelah membunuh gadis itu ia mencuci bekas darah itu disini. Hantu tidak mungkin melakukannya ‘kan?.” Jelas kai dengan rinci.

Mereka mengangguk sepakat. “Alasan yang logis kai, jadi kita harus menyelidiki semua ini.” Kata eunhee.

Mereka kembali ke kelas dan berkumpul di meja mereka.

“Sebenarnya kemarin, aku melihat sesosok gadis berseragam di dalam kelas 1-2 yang kita lewati.” Eunhee berujar lirih.

“Gadis berseragam adalah sosok hantu yang sering diceritakan disekolah ini.” Ujar Baekhyun.

Chanyeol menerawang menatap langit. “Mungkinkah itu hantu? Dia yang membunuh gadis itu kemarin?.”

Kai mendengus, “sudah ku katakan tidak ada hantu. Ku fikir orang-orang lah yang menciptakan karakter hantu itu sendiri. Pembunuh itu bersembunyi dibalik cerita hantu itu. Jadi ia membunuh dengan tidak meninggalkan jejak apapun, agar orang berfikir bahwa itu adalah ulah hantu.” Terang kai.

Eunhee menjentikkan jemarinya. “Sekarang aku mengerti, jadi bayangan-bayangan hantu yang tercipta dan mereka lihat itu hanyalah ilusi. Karena mereka benar-benar percaya adanya hantu itu.” Ia mengangguk dan di setujui oleh yang lainnya.

“Jadi kita harus mulai darimana?.” Tanya Baekhyun tanpa basa basi.

“Kita harus ke sekolah ini malam nanti, pukul 12 tepat. Bagaimana?.” Usul kai. Mereka mengangguk setuju, namun ada sedikit keraguan dalam diri masing-masing.

“Hahaha.” Riuh tawa dari halaman sekolah menarik atensi ke empat manusia itu, mereka beranjak keluar untuk melihat situasi.

Seorang gadis dengan tubuh penuh tepung berjalan menunduk masuk ke kelasnya.

“Siapa dia?.” Tanya Chanyeol.

“Dia adalah gadis kutu buku kelas 2-1, ia sering dibully memang.” Ujar eunhee. “Sudahlah, tidak usah dipedulikan ayo kita lanjutkan diskusi.” Eunhee menambahkan.

4 Brave and School

Chanyeol bergerak gelisah di depan gerbang sekolahnya, jika mereka menipunya maka kai adalah orang yang pertama kali akan dia bunuh. Arloji di pergelangannya menunjukkan pukul 11.58, yang artinya 2 menit lagi hantu itu akan keluar.

Ke tiga manusia muncul dengan mengagetkan Chanyeol, pria itu terdiam membeku. Membuat mereka khawatir.

“Hey, Chanyeol. Kau kenapa? Apa kau melihat hantu?.” Tanya eunhee.

Chanyeol memperhatikan dari ujung kepala sampai kaki. Kaki mereka menapak lantai. Chanyeol tersenyum girang. “Benar, kalian adalah teman-temanku.” Berujar sambil memeluk mereka.

“Tsk! Apa yang kau lakukan!.” Ujar kai seraya berjalan mendahului mereka.

Kai membuka pintu gerbang yang menimbulkan suara deritan yang terdengar mengerikan disaat seperti ini.

Mereka berjalan menyusuri koridor dengan cahaya remang-remang. Dengan bermodalkan lampu senter mereka terus saja berjalan untuk menemukan titik terang masalah disekolah mereka.

Hingga mereka melihat sesosok gadis berseragam tengah berdiri dengan tatapan kosong. Serentak mereka berhenti dan diam membeku ditempat. Oh ayolah, tadi mereka sangat berani.

Kai berdehem, berjalan santai dan mengarahkan senternya ke tempat gadis itu berdiri. Tapi kosong, tidak ada siapapun disana. Mereka kembali berjalan dan tiba-tiba senter mereka mati.

“Sial, aku kehabisan baterai.” Umpat kai.

Baekhyun mendesis, “lalu apa yang harus kita lakukan?.”

“Seharusnya aku tidak ikut saja.” Rutuk Chanyeol pada dirinya sendiri.

“Hey, siapa disana?.” Pekik eunhee.

Mereka serentak berlari melihat siluet gadis disana. Chanyeol tersandung kakinya sendiri, ia bangkit dan menoleh mendapati gadis itu dibelakangnya.

“Aku tidak melihat, aku tidak melihat, sungguh aku tidak melihat.” Ia berujar seraya berlari kencang.

Tiba-tiba ada yang menarik tangannya masuk kedalam toilet pria. Chanyeol meronta, mungkin ini akhir hidupnya. “Sungguh, aku tidak ingin mati seperti ini.”

“Diamlah bodoh.” Kai melepaskan tangan Chanyeol. “Penakut sekali.” Ejek kai.

“Begini, aku akan menggunakan pistolku.” Kai mengeluarkan pistol dari sakunya.

Baekhyun merebut pistol itu. “Bodoh, kau bilang dia manusia. Jika iya dan ia mati, kau bisa berakhir dipenjara.” Baekhyun mengingatkan.

“Begini saja, kita jadikan salah satu diantara kita sebagai umpan untuk memancing kemunculan gadis itu lalu kita bersembunyi dan mengaitkan tali dari ujung ke ujung. Setelah gadis itu melewatinya ia akan jatuh.” Usul eunhee.

Mereka sepakat dan serempak menatap Chanyeol. “Aku?.”

Dan disinilah Chanyeol berakhir, berdiri di depan kelas sambil menunggu kedatangan gadis itu. Ia berjalan dan merasa ada sesuatu yang tidak beres dibelakangnya, ia membalikkan badan. Ia menelan samar salivanya, sesosok gadis penampilan seram itu sudah berdiri dibelakangnya.

“Oh hai, senang ya bertemu denganmu. Aku Park Chanyeol, orang paling populer disekolah ini, gadis-gadis banyak yang terpesona padaku.” Ujar Chanyeol dengan cengiran bodohnya. Ia mundur satu langkah dan mulai berlari, ia merasakan gadis itu juga mengejarnya.

Sampai ia jauh berlari, chanyeol sudah tidak kuat. Nafasnya tersengal, sudah cukup ia berlari.

Bruk

Ia mendengar suara dibelakangnya. Chanyeol menoleh, ia mengernyitkan dahi. Seorang hantu terjatuh, itu lucu sekali.

Ketiga temannya juga keluar dari tempat persembunyiaannya. Mereka menangkap ‘hantu’ sekolah ini.

“Ideku briliant juga.” Ujar eunhee dengan bangga.

“Ini sih bukan hantu.” Gerutu Chanyeol.

“Kita harus melaporkanmu pada pihak sekolah.” Ujar Baekhyun dengan menaikkan dagu gadis itu. Ia terkejut, “bukankah kau si kutu buku itu?.”

“Benar.” Ujar eunhee. “Jadi kau yang membunuh mereka semua, kenapa?.”

“Karena aku muak dengan semuanya, aku selalu dibully. Maka dari itu, aku melampiaskannya dengan membunuh satu persatu orang disekolah ini.” Ujar gadis itu.

Kai mengikat kedua tangan gadis itu dengan tali. “Sekarang kau sudah tidak bisa melakukannya lagi, karena kami telah menangkapmu.”

4 Brave and School

Pagi itu menjadi awal baru bagi sekolah mereka. Dan akhir dari kisah horror yang berkembang. Gadis itu telah ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara. Dan bagaimana dengan mereka berempat?

“Wwaahh kau keren Chanyeol oppa, apa kau tidak takut?.” Ujar gadis-gadis yang mengelilingi Chanyeol.

Chanyeol tersenyum bangga. “Tidak, aku malah menggodanya.”

“Hey, kalian berempat dipanggil kepala sekolah diruangannya.” Ujar ketua OSIS paling baik disekolah ini, Kim Junmyeon.

Di depan pintu kayu berwarna coklat dengan nama yang terpampang di pintu kepala sekolah itu, Kim Jongdae, mereka berdiam diri dengan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Baekhyun meraih tuas pintu dan membukanya. Mereka segera masuk bersamaan.

“Apa ada masalah pak?.” Tanya kai.

Jongdae memutar kursinya dan tersenyum ramah pada mereka semua. “Terimakasih sebelumnya karena kalian telah menyelesaikan masalah ini. Karena jasa kalian, sekolah akan memberi kalian beasiswa.”

“Benarkah? Terimakasih pak.” Ujar mereka serempak dengan membungkuk hormat.

Itulah akhir dari kisah sekolah mereka yang sering digosipkan keangkerannya di penjuru negeri.

Park Chanyeol, saat ini ia tengah dikelilingi para gadis yang mengejarnya. Sedangkan Baekhyun, ia tengah memberikan gadisnya seuntai bunga. Mungkin ia berniat melamarnya.

“Eunhee, aku sungguh mencintaimu.” Ujar Baekhyun dengan mengulurkan seuntai bunga pada eunhee. “Marry me?.”

Eunhee tersipu, ia menundukkan kepalanya. “I love you more baek.”

Dan kai datang mengacaukan semuanya, ia merebut bunga yang berada ditangan baekhyun dan berdiri dihadapan laki-laki mungil itu. “Yes, i do baek.” Ujarnya dengan suara yang dibuat-buat seperti perempuan.

“Ya!.” Baekhyun berteriak, sedangkan kai berlari menjauh dari amukan baekhyun.

Dan mereka berakhir dengan saling mengejar satu sama lain. Kedua laki-laki itu menjadi tontonan lucu semua murid.

Dan ini adalah sebuah kisah 4 sahabat yang pemberani dengan sekolah mereka. Itulah akhir dari kisah horror disekolah mereka dan awal dari kehidupan 4 geng ‘para pemberani’. Bukan hanya nama semata, namun benar-benar dibuktikan dengan kenyataan. Mereka pemberani sesungguhnya.

 

END

A.N : halo semuanya… maafkan atas typo dan alur yang kurang dimengerti -_- awalnya ff ini mau dibuat horror tapi karena aku kurang handal dan jadilan ff yang kurang jelas ini -_- maapkeun kk~

don’t be silent reader beibeeh ^^

mohon kritik dan sarannya yang membangun ^^ lup yu kk/abaikan

16 tanggapan untuk “4 BRAVE AND SCHOOL”

  1. Authorr…
    Ff nya keren banget. Comedy nya dapet , romance nya dapet, horror nya dapet pake banget..
    Tapi alurnya masih kecepetan.
    Tenang aja thir udah bagus kok karya nya .. semangat yaa nulisnya. Ditunggu karya – karya selanjutnya :))

  2. chanyeol laganya pemberani tapi eh ujungnya menciut juga nyalinya. hoho.. bangga ya chanyeol dipuji cewek2 gitu :3 :v
    itu jongin rusuh banget ganggu eunhee ama baekhyun 😀

  3. haduh thor ngakak thor~ tanggung jawab thor! XD
    Hahaha, sumpah aku suka banget sama ceritanya! awalnya serius, komedinya masih dikit. Lha kok pas kebawah, kok malah kuonyol.
    Pas adegan Chanyeol dikira ditarik sama hantu, itu udah kerasa banget horornya, tapi pas ternyata Kai, langsung failed deh horornya :’ ngakak
    terus yang aku paling ngakak di bagian akhir itu kepala sekolahnya. Njir! aku mbayangin Jongdae yang jidatnya lebar itu pake baju pegawai negeri sama pake peci :’
    cuman sayang cerita ini mudah ditebak thor~. aku udah bisa nebak kalo pelakunya adalah siswa yang suka dibully itu. coba kalo author ceritanya lebih dibuat penasaran lagi, makin cucok nih FF tapi untung aja 4 oran itu koplak, jadi gak bosen buat ngelanjutin bacanya.
    tapi untuk keseluruhan (terutama komedinya)…. jempol 12 deh buat FF ini >< *ngasih jempolnya para member EXO*
    oke thor, keep writing XD ditunggu FF cucokmu selanjutnya~

    1. Duuh hahaha ku ketawa baca komenanmu 😂😂 iya nih kayanya aku spesialisasi ff comedy wkwk… iya yg siswa dibully itu ku juga sudah bisa nebak klo itu gampang ditebak wkwk maapkeun ff hasil sks ini. Ku tak sempet pikir panjang -_-
      Kalo castnya chanyeol, baekhyun bawaannya pasti konyol hahaha…

    2. wuih, keren! sks aja udh bisa bikin komedi . teruskan thor! FF genre komedi itu langka

      emang ya kalo 92 Line nya EXO itu gak ada sepinya. *masih keinget Jongdae yg jadi kepala sekolah :’ *

  4. Terus… yang di awal itu beneran hantu apa bukan? ndak mungkin manusia punya senyuman ampe telinga… Hehehe

    Wktu cerita udah ampe tengah, dag dig dug ser duar!!! Deg deg an sendiri. Pikiran jahat udah ada di kepala. Kukira ke empat orang itu berakhir ngenes, dengan mati 😀

    1. Wkwkwk itu yg awal cuma gosip dan ceritanya si cabe baekhyun kkk~
      Awalnya sih pengen ku bikin ngenes, tapi gak berani wkwk pengen bikin yg serem malah ketakutan sendiri bikinnya padahal pengen banget -_- *aneh*

    2. Owhh… begitu… aku kira beneran 😀 *Bacanya gak teliti :v

      Nggak kamu nggak aneh, wajar mah kalo begitu 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s