I Miss You, Hyung

i miss you hyung tissakkamjong

I Miss You, Hyung

Oh Sehun and Xi Lu Han

Oneshot || Sad, bromance, angst, idol life || PG 13

 

“Beijing, terima kasih, aku sudah bisa bertemu dengan hyungku disini.”

©tissakkamjong

Poster ©google

now playing : Luhan – Promise

(silahkan tekan tanda play untuk mendengarkan)

©tissakkamjong

Aku membuka mataku dengan malas, lalu menguap dan merentangkan tanganku—bak kucing, kukucek mataku dengan perlahan agar bisa melihat dengan lebih jelas. Badanku pegal-pegal sekali pagi ini, padahal semalam aku sudah tidur lumayan cukup lama, tapi tetap saja, badanku rasanya ingin remuk sekali.

 

Entah kenapa tampil di Cina selalu saja membuatku sangat lelah. Meski begitu, aku sangat senang jika tampil di Cina, karena aku selalu berharap kalau aku bisa bertemu dengan hyung yang sangat aku rindukan disini. Luhan hyung. Ya aku sangat rindu sekali dengannya, meskipun sebenarnya sangat mustahil untuk bertemu dengannya.

 

Aku meraba-raba meja disamping kasur hotel ini, berusaha mencari ponselku. Aku selalu menyempatkan waktu untuk menstalk weibo dan instagram Luhan hyung. Melihat berita terbaru baik tentang dirinya cukup memulihkan sedikit rinduku padanya, meski sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengannya. Terkadang aku sedikit iri pada Kris hyung, karena dia sudah pernah bertemu Luhan hyung lagi Februari lalu, sedangkan aku? Untuk menstalk Luhan hyung saja harus mengumpat, agar tidak ketahuan oleh manajer hyung.

 

Aku membuka home instagramku dan menscrollnya kebawah—membosankan sekali karena isinya hanya foto-foto dari profilku sendiri, ya memang aku tidak memfollow siapa-siapa, tapi sebenarnya aku ingin sekali memfollow Luhan hyung, apalagi dia juga memfollowku, tapi aku terlalu takut untuk memfollownya balik.

 

Aku langsung mengetik username 7_luhan_m dikolom search dan membuka profilnya.

 

“Hm hyung mengupload sebuah foto.” Aku membuka salah satu foto yang hyung upload itu.

 

“10 hours ago.” Ah 10 jam yang lalu? Itukan waktu dimana exoluxion Beijing semalam berlangsung. Aku membaca-baca komentar di foto hyung satu-persatu, enak sekali jadi fansnya hyung, bisa berkomentar difoto hyung sesuka hati mereka.

 

Hyung, aku rindu sekali padamu.” Aku memandangi foto yang hyung upload, ingin sekali rasanya menglove foto itu, kalau saja aku bukan idol terkenal, pasti bukan masalah bagiku jika ingin menglove foto hyung. Ya gara-gara aku seorang idol, pasti netizen dan media disana akan gempar jika aku menglove foto hyung.

 

Kututup aplikasi instagram diponselku, aku mengunci ponselku dan melemparnya dengan asal kekasur. Kupejamkan mataku lagi, sekarang aku sudah berada ditempat yang sama dengan hyung. Beijing, apa aku bisa bertemu dengan hyungku disini? Hyung yang sangat kurindukan.

 

Tringgg

 

Aku membuka mataku lagi, kutengok ponselku yang berbunyi, ternyata itu bunyi notifikasi komentar dari exol di instagramku.

 

“Sehun oppa, apa kau tahu jika Luhan oppa menonton konser kalian?”

 

Omo omo omo, aku tidak menyangka Luhan oppa menonton konser EXO.”

 

@oohsehun oppa lihatlah, ini foto Luhan oppa di backstage konser kalian, apakah kalian saling bertemu?”

 

“Kupikir EXO dan member ketiga itu saling reuni sekarang kkk.”

 

Apa ini?

 

Maksudnya ini apa?

 

Aku terus membaca komentar-komentar dari exol di instagramku dengan teliti, tak sedikit exol yang menandaiku di foto Luhan hyung yang hyung upload tadi, dan mengatakan bahwa itu adalah selfie Luhan hyung di backstage. Aku terus membacanya dengan teliti, aku tidak mau tertipu dengan berita semacam ini, mereka hanya berandai-andai saja jika EXO bertemu dengan Luhan hyung, sama seperti andai-andaiku, yang tidak pernah tercapai, dan kuyakin ini pasti hoax.

 

Aku menghentikan kegiatanku ketika aku teringat sesuatu. Sesuatu yang mengganjal saat aku konser semalam, dan kuyakin ini pasti ada kaitannya dengan berita ini, berita Luhan hyung menonton konser EXO.

 

Flashback on

 

“Beijing, put your hands up!” Suho hyung meneriakkan nama Beijing dengan lantang, seketika juga ribuan exol Beijing langsung mengangkat tangannya keatas dan bernyanyi bersama. Semua member berpencar kebagian-bagian stagenya masing-masing. Aku berlari kearah stage bagian kiri bersama Baekhyun hyung, tak lupa kulemparkan senyumku pada ribuan exol didepanku. Dan tiba-tiba…

 

Lariku berhenti ditempat dimana ada bagian seat yang sangat gelap—tanpa pencahayaan sedikitpun. Seat itu terpisah dari seat tempat exol berada, dan seat itu dibatasi oleh pagar hitam khusus. Hanya ada empat bangku disitu, dan terdapat empat orang berambut hitam dan berpakaian serba hitam, kaos hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan lebih anehnya lagi mereka semua lelaki dan tidak histeris seperti exol lainnya. Hanya satu laki-laki ditengah-tengahnya yang sesekali mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti dentuman irama lagu kami yang sedang diputar.

 

Aku berjalan mendekati seat yang gelap itu, untuk lebih tahu siapa mereka, kalau mereka bukanlah orang penting, kenapa harus dipisah? Dan kalau mereka exol, kenapa tidak digabung saja dengan exol lainnya? Aku terus berjalan mendekati seat itu, hingga pada akhirnya—

 

“Sehunnie! Cepat kemari!”

 

—Baekhyun hyung meneriaki namaku, mungkin karena aku yang tidak fokus bernyanyi karena seat gelap itu. Aku langsung menoleh kearah Baekhyun hyung, dan berlari mendekatinya. Meskipun aku masih merasa curiga dan aneh dengan seat gelap itu, tapi aku harus mencoba melupakannya, toh nanti pasti Suho hyung atau member lainnya memberitahuku.

 

Flashback off

 

Kini aku tahu apa yang mengganjal saat konser semalam. Seat gelap itu. Ya seat gelap itu, aku yakin pasti itu seat tempat Luhan hyung menonton kami dan tiga lelaki lainnya itu pasti bodyguardnya Luhan hyung.  Aku mengetik hashtag #exoluxionbeijing dikolom search, lalu muncul beratus-ratus fancam EXO saat konser semalam. Aku terus menscrollnya kebawah hingga aku menemukan sebuah foto yang menarik perhatianku.

 

“Saat konser Beijing berlangsung, terdapat seat yang sangat gelap tanpa pencahayaan dan disitu terdapat empat pria yang berambut hitam dan berpakaian serba hitam. Sehun melihat seat gelap itu dan sesekali melirik kearah sana. Dan seperti exol yang ketahui, Luhan juga baru saja mengupload sebuah foto memakai kaos hitam dan dia mengecat rambutnya menjadi hitam serta diponinya terdapat bekas topi dipakai.”

 

Bukti ini sudah cukup kuat bagiku bahwa pasti Luhan hyung menonton konser kami semalam. Aku sangat yakin dan yakin seratus persen bahwa ini bukan hoax, masalahnya disini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri seat gelap itu dan kuyakin bahwa itu Luhan hyung, ditambah dengan Luhan hyung yang mengupload foto itu, membuat kepercayaanku bahwa Luhan hyung menonton kami semakin kuat.

 

Aku berpikir keras bagaimana membuktikan bahwa artikel ini benar, dan akhrinya kubulatkan tekadku yang sedikit gila untuk mengirim Luhan hyung pesan langsung lewat instagram, yang sebenarnya kutahu bahwa dia pasti tidak akan membalas pesanku.

 

Hyung.”

 

Aku mengirim pesan singkatku dengan sangat gugup, ini pertama kalinya aku menghubunginya lagi setelah dia keluar dari grup. Entah senang, takut, gugup, atau gimana—aku hanya ingin memastikan bahwa ini bukan hoax.

 

Ne?”

 

Balasan dari Luhan hyung muncul dinotif ponselku, aku sungguh kaget, bagaimana mungkin bisa hyung membalas pesanku secepat ini? Apa dia juga rindu padaku dan member lainnya? Apa dia memang sedang membuka instagram juga sepertiku saat ini?

 

“Kau tahu? Aku sekarang berada di Beijing, dan kuharap kita bisa bertemu hyung.”

 

Jariku bergetar saat menulis pesan ini, entah apa yang ada dipikiranku hingga membuatku mengajak hyung bertemu. Padahal sebenarnya tidak semudah itu aku bisa bertemu dengan hyung, aku harus meminta izin kepada manajer hyung terlebih dahulu, aku juga harus berunding dengan member lainnya dulu, tapi aku tidak peduli—aku rindu dengan hyung, aku ingin bertemu hyung.

 

“Aku tahu kalian sedang di Beijing, maaf aku tidak bisa menemuimu.”

 

Deg.

 

Hyung tahu kami sedang di Beijing? Tuhkan kuyakin hyung pasti menonton kami semalam, mana mungkin hyung tau kalau kami sedang di Beijing kalau dia tidak menonton exoluxion semalam? Masaiya hyung merela-relakan waktunya mencari info jadwal kami konser? Ah itu tidak mungkin.

 

“Kumohon hyung, sebelum aku pulang ke Korea besok sore, temui aku di restoran dekat hotelku.”

 

“Tidak semudah itu Hun.”

 

“Aku yang akan mengatasi semuanya hyung, kau hanya tinggal meminta izin sebentar untuk keluar pada manajermu. Nanti kukirimi alamat hotelku, kumohon hyung.”

 

“11.00 a.m, telat lima menit, maka aku pergi.”

 

“Jadi hyung menerima ajakanku?”

 

“:)”

 

Hyung mengirimiku emoticon senyum, kuyakin, hyung pasti rindu padaku juga. Kalau tidak rindu, mana mungkin hyung menerima ajakanku? Hyung, aku pasti tidak akan telat, aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku untuk bertemu denganmu, hyung, yang sangat kurindukan.

 

©tissakkamjong

 

Aku membenarkan letak topi hitamku, takut-takut ada fans atau media yang melihatku disini. Aku harus berhati-hati, apalagi media Cina termasuk salah satu media yang kalau ada berita sedikit, langsung menyebar dengan cepat.

 

Aku menyeruput bubbletea-ku, tak kusangka direstoran ini menyediakan bubbletea. Lumayan menghilangkan rasa rinduku pada bubbletea, ya meskipun bubbletea-nya tidak seenak di Korea. Mataku menelusuri restoran ini, mencoba mencari Luhan hyung, dia tadi bilang jangan sampai telat, tapi dia sendiri yang telat.

 

“Ada apa kau mengajakku kesini?” Aku hampir saja tersedak bubble saat mendengar suara yang sangat khas itu. Meskipun sudah bertahun-tahun tidak bertemu hyung, tapi tentu saja aku masih menghafal suaranya.

 

Aku menoleh, menatap asalnya suara itu. Luhan hyung. Dia sudah berdiri didepanku. Dengan masker hitam, topi hitam, kaus hitam dan—tunggu, kaus itu? Sepertinya aku tidak asing dengan kaus yang hyung kenakan, bukankah itu kaus yang hyung pakai difoto yang dia upload? “Nggg… Duduklah hyung.”

Aku mencoba mengeluarkan suaraku, cukup berat bagiku untuk berbicara dengannya. Hyung akhirnya duduk, dibangku seberang tempatku duduk. “Nggg… Kau mau kupesankan bubbletea, hyung?”

 

“Ya tidak usah banyak basa-basi, Sehun-ah. Cepatlah.” Aku tertegun mendengar jawabannya, kenapa hyung jadi bersikap dingin seperti ini? Apa itu memang yang harus dia lakukan pada rekan lamanya?

 

Hyung membenarkan letak kacamata hitamnya, bibirku kelu, badanku tidak bisa bergerak, aku tidak percaya, namja didepanku ini adalah Luhan hyung. Katakan padaku bahwa ini bukan mimpi, katakan padaku bahwa namja ini memang Luhan hyung asli.

 

“Mmm… ng…” Aku tidak mampu berbicara, kugigit bibir bawahku dengan resah, aku takut mengatakannya. Aku takut hyung marah. Aku takut hyung tidak mau bertemu lagi denganku setelah ini.

 

Hyung… Apa benar…. Semalam kau menonton konser kami?” Aku langsung menunduk setelah menanyakan hal itu, hal yang sangat aku ingin tahu jawabannya, tapi aku juga takut yang menjawabnya akan marah.

 

“Siapa yang mengatakannya?” Aku memberanikan mengangkat kepalaku lagi, meski hyung memakai kacamata hitam, tapi aku bisa melihat dengan jelas bola matanya itu, bola mata yang sudah lama tidak aku tatap.

 

“Artikel.” Aku menjawab dengan ragu, takut-takut hyung marah padaku. Aku meraih bubbletea-ku, lalu memain-mainkannya, mencoba menghilangkan gugupku.

 

“Kau tahu Hunnie?”

 

Deg.

 

Ini pertama kalinya lagi hyung memanggilku ‘hunnie’ setelah hyung keluar dari grup, aku rindu panggilan itu, dan sekarang hyung sudah mewujudkan kerinduanku itu. Aku menatap hyung dengan sedih, kumohon hyung, jawab ‘iya’ jika kau menonton kami semalam.

 

“Semua artikel di media sana belum tentu benar, dan kau sebagai idol, tidak boleh langsung mempercayainya.”

 

“Jadi, hyung tidak menonton kami semalam?” Oh tidak, mataku sudah terasa hangat, kumohong jangan menangis sekarang, aku tidak ingin terlihat lemah di depan hyung.

 

“Kau sudah tahu jawabannya, tapi kenapa kau terus bertanya?” Jawab hyung dengan singkat, lalu dia membersihkan celananya, dan berdiri. “Boleh kupergi sekarang, Hun?”

 

Ya hyung, bahkan kita belum setengah jam bertemu, dan kau sudah ingin pergi. Tak taukah kau ba—“ Kerongkonganku berhenti tiba-tiba, rasanya sulit sekali untuk bicara kalau aku merindukannya. “Baiklah, kau boleh pergi. Terimakasih atas waktumu, hyung.” Hyung berdehem kecil lalu berbalik badan.

 

Aku menghembuskan nafasku, menatap punggung hyung yang perlahan-lahan hilang dibalik pintu restoran ini.

 

©tissakkamjong

 

“Oh Sehun!” Aku menoleh dengan cepat ketika mendengar suara yang tak asing ditelingaku.

 

“Manajer hyung?!” Aku menggigit bibir bawahku dengan cemas dan menunduk.

 

“Bodoh! Artis bodoh! Kemana saja kau hah?! Tidak taukah nanti malam kalian akan exoluxion Beijing hari kedua? Hah?! Seenak-enaknya saja kau pergi berkeliaran. Cepat ganti baju lalu susul mereka diruang latihan. Cepat!” Bentak manajer hyung padaku. “NNe…”

 

Aku berjalan dengan gontai menuju ruang ganti baju. Terkadang aku ingin seperti Luhan hyung, merasakan kebebasan, tidak selalu harus latihan, tidak sibuk, tidak dibentak oleh manajernya. Terkadang aku merasa hina jika selalu dibentak oleh manajer, suka sekali pikiran untuk keluar dari grup melintas diotakku, jika bukan untuk membuat appaeomma bangga tentu sajalah aku sekarang pasti sudah keluar dari grup.

 

“Ya Hun-ah! Ppali! Kemana saja kau? Dari tadi kami mencarimu tau!” Baekhyun hyung menghampiriku saat aku baru saja membuka pintu ruang latihan ini.

 

“Ah ani.” Aku hanya bisa tersenyum getir, mengingat kejadian tadi, tidak mungkin sekali jika aku bercerita pada mereka kalau aku baru saja bertemu Luhan hyung.

 

Ya ya ya! Kajja kita mulai!” Suho hyung memerintah kami semua lalu ia berjalan mendekati speaker dan menyalakannya, aku segera mengambil posisiku dan mulai latihan.

 

OoO

 

Hana dul set… EXO! WE ARE ONE!” Kami menyerukan slogan grup kami dengan penuh semangat, lalu berlari menuju stage. Intro lagu Call Me Baby sudah mulai terdengar, aku segera mengambil posisiku dan mencoba focus menari.

 

Call me baby call me baby
Call me baby call me baby

Eodun miro soge gathyeossdeon oh na
Geu eodum sogeseo
Nal kkaewojun ne moksori deullyeowa
Nal dasi taeeonage hae yeah

 

“Ya Hun-ah! Ini bagianmu!” Baekhyun hyung berbicara setengah berbisik padaku, aku yang sedang tidak fokus langsung terperangah dan langsung berlari kedepan stage karena ini bagianku.

 

“E-X-O LISTEN!” Aku menyanyikan bagianku dengan sedikit kesalahan, dan langsung mundur kebelakang seraya menghembuskan nafas dengan kasar.

 

Oppa gwaenchana.”

 

Hwaiting oppa.”

 

Aku mencoba tersenyum pada beberapa fans didepanku yang meneriakan semangat padaku. Aku terus melanjutkan tarian hingga lagu ini selesai meskipun lumayan banyak kesalahan yang kulakukan.

 

Ppali ke backstage! VCR akan dimulai sebentar lagi.” Aku langsung lari ke backstage mendengar titah dari Suho hyung.

 

Aku menuruni tangga dengan hati-hati, lalu berjalan menuju meja riasku―mengambil sebotol air mineral.

 

“Oh Sehun!” Baru saja aku ingin meneguk air, tiba-tiba manajer hyung memanggilku.

 

Ne?” Kututup lagi botolku, lalu kuletakkan lagi ditempat semula.

 

“Sudah berapa kali kubilang, fokus Sehun, fokus! Dari tadi kulihat kau banyak sekali kesalahan. Apa yang akan dikatakan media diluar sana nanti hah?! Jika sekali lagi kau tidak fokus, akan kubuat kau hiatus sendirian selama lima bulan. Paham?!” Manajer hyung menatapku dengan tatapan benci, aku hanya bisa menunduk dan diam, member lain juga sama sepertiku, mereka juga tidak bisa melawan.

 

Mukaku sudah sangat merah sekarang, entah aku ingin menangis, atau kesal, atau marah, atau kecewa, intinya aku ingin keluar dari sini. Aku tidak mau melanjutkan exoluxion ini. Aku tidak mau.

 

Ya Hun-ah!” Chanyeol hyung menyerukan namaku ketika aku lari dari tempat ini. Tanpa menghiraukan teriakan member lainnya, aku mencoba menemukan jalan keluarnya backstage ini. Aku terus lari kesana-kemari, mencoba menemukan tempat yang sunyi dan sepi agar aku bisa menenangkan diri.

 

Ya nuguya?” Langkahku terhenti ketika melihat pria berpakaian serba hitam sedang mengendap-endap disekitar backstage ini. Dari postur tubuhnya mengingatkanku pada Luhan hyung, tapi mana mungkin ia hadir lagi dihari kedua exoluxion Beijing.

 

Ya! Berhenti!” Pria itu sudah tidak mengendap-endap lagi, bahkan jalannya sudah sedikit lebih cepat dari tadi. Aku tak tau apa yang membuatku begitu penasaran dengannya, tapi kakiku ini terus saja berlari mengejarnya.

 

Ya hajima!” Lariku semakin kencang mengejar pria itu, pria itu terus berlari tak kalah kencangnya denganku. Hingga akhirnya pria itu berhenti didepan sebuah pintu, dia langsung membuka pintu itu lalu masuk dengan cepat.

 

Ya buka! Siapa kau?! Ya! Kulaporkan pada manajer hyung nanti! Ya!” Aku menggedor-gedor pintu putih ini dengan kencang. Aku sungguh penasaran dengan orang itu, aku takut ia orang yang jahat karena pakaiannya yang serba hitam.

 

DO NOT ENTER? Dilarang masuk? Ya! Kalau dilarang masuk kenapa orang tadi masuk kedalam sini?” Aku bergumam sendiri saat membaca tulisan yang terpajang dipintu ini.

 

“BUKAAAA! Atau kudobrak pintu ini!” Aku melanjutkan tindakanku menggedor-gedor pintu ini. Kupegang pegangan pintu ini, lalu aku mencoba mendobrak pintu ini―

 

Ceklek

 

“―YAK KAU PASTI TA―”

 

Ucapanku terpotong ketika melihat siapa pria ini. Tenggorokanku seketika kering, badanku seketika diam tak bisa bergeral. Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang ini.

 

“Lu… Luhan hyung? B… Ba… Bagaimana bisa?” Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku tidak mengerti kenapa hyung ada disini. Kenapa hyung bisa berada ditempat yang seharusnya bukan tempatnya hyung lagi? Apa hyung menonton kami? Apa hyung rindu pada kami?

 

“Pergi sana.” Ucap Luhan hyung dengan singkat, lalu menutup pintu.

 

“Tidak hyung, kau harus jelaskan semuanya.” Aku menahan pintu ini dengan sekuat tenagaku, aku masih tidak paham kenapa hyung bisa ada disini.

 

“Apa yang harus kujelaskan Hun?”

 

“Apa? Menurutmu apa hyung? Kenapa hyung ada disini? Kemarin hyung bilang tidak akan mungkin hyung menonton kami, tapi sekarang?! Hyung berada disini untuk menonton kami kan? Iya kan?” Seribu pertanyaan keluar begitu saja dari mulutku, sungguh aku tidak bisa mengontrol diriku sekarang.

 

“Apa maksudmu ah?”

 

“Kalau bukan untuk menonton kami, kenapa hyung ada disini? Memangnya tempat ini masih menjadi tempatnya hyung? Ah? Aku sungguh tidak menyangka, ternyata selama ini artikel itu tidak bohong, hyunglah yang berbohong. Hyung jawab dengan jujur, hyung rindu dengan kami kan? Iya kan?!”

 

“Cukup! Apasih yang kau katakan tadi hah?! Aku tidak pernah rindu dengan kalian!”

 

“Bahkan hyung berbohong pada diri hyung sendiri, mengatakan bahwa hyung tidak rindu padi kami tapi sebenarnya hyung rindu kami kan? Iya kan?”

 

Hyung pernah berkata padaku dulu.”

 

Aku menarik nafas dalam-dalam.

 

“Serumit apapun masalah kita, usahakan untuk tidak berbohong.”

 

Aku menatap mata hyung dengan sendu.

 

“Tapi kenapa hyung malah berbohong?! Ah?!” Aku menyeka keringat yang mulai turun dipelipisku. Hyung terdiam, begitu pula denganku. Mungkin hyung masih memikirkan kata-kataku tadi.

 

“Dengarkan aku, aku tidak rindu dengan kalian, dan aku tidak berbohong. Paham?!” Hyung menatapku dengan tajam seakan-akan ia sangat membenciku. Mataku sudah sangat hangat, kalau saja didepanku bukanlah hyung, pasti aku sudah menangis sekarang.

 

“Baiklah. Mungkin hyung memang tidak merindukanku, mungkin hyung memang tidak merindukan kami.”

 

“Tapi asal hyung tahu, setiap malam aku selalu memikirkan hyung, bahkan mereka saja masih suka membahas kabar hyung. Aku, dan mereka, merindukankan hyung.” Aku tersenyum getir dan langsung membalikkan badan, air mataku sudah jatuh, kuseka air mataku dengan cepat, tak peduli dengan make up ku yang luntur.

 

“Ah ya satu lagi, hyung, masih menjadi bagian dari kami, selamanya.” Aku menghadap pada hyung lagi, lalu berbalik lagi. Kuhela nafasku, lega sudah rasanya, akhirnya aku bisa mengatakan bahwa aku rindu pada hyung, meski hyung tidak rindu padaku. Dengan cepat kulangkahkan kakiku pergi dari tempat ini.

 

“Hunnie. Aku merindukan kalian, jeongmal mianhae.” Langkahku terhenti ketika mendengar suara hyung lagi. Luhan hyung mengatakan dia rindu pada kami? Sungguh mustahil mendengar hyung berkata seperti itu, tapi aku yakin, kali ini hyung pasti tidak berbohong.

 

Aku langsung membalikkan badanku dengan cepat. Menatap wajah hyung yang tak kalah merahnya dengan wajahku.

 

Hyung!” Seruku dengan suara serak, aku menghampiri hyung, lalu memeluknya dengan erat. Aku rindu hyung, satu-satunya member digrup yang sudah kuanggap seperti kakak kandung sendiri, satu-satunya member yang sangat mengerti keadaaanku dulu. Tapi itu dulu, sekarang ia harus berpisah denganku, ia sekarang sudah tidak bisa satu grup lagi denganku.

 

Meski begitu, semua rasa rinduku sudah terobati sekarang. Beijing, terima kasih, aku sudah bisa bertemu dengan hyungku disini.

 

END

©tissakkamjong

 

tissakkamjong’s note: Sebelumnya, author mau cerita sedikit, kenapa ya author bikin ff kayak gini? Hahaha jadi ceritanya author lagi sortir galeri handphone author, terus nemu foto ini:hunhan tissakkamjong hunhan1 tissakkamjong

Jadi ceritanya itu dulu pernah ada rumor katanya Luhan dateng ke exoluxion Beijing, terus si Sehun katanya jalan ketempat Luhan itu, author sih fifty-fifty ya, setengah percaya setengah enggak, tapi semoga aja iya soalnya jujur author juga kangen sama Luhan hahaha. Jadi dari foto itulah author terinspirasi, apa rumor ini jadiin ff aja ya? Tapi tetep author variasiin lagi, author kembangin lagi, dan jadilah ff nya seperti ini hahaha.

 

So, makasih buat kalian yang udah sempetin waktunya buat baca ff ini, sekali lagi author kasih tau, ff ini bukan cerita nyata ya, meskipun diambil dari rumor, tapi kan yang namanya rumor belum tentu nyata/benar/real, jadi jangan nyebarin kalau ff ini cerita nyata. Oke gaiz, sekali lagi thank u so much /kiss readers satu2/ jangan lupa like, comment, sharenya, kritik dan saran sangat dibutuhkan, don’t be a silent readers, kamsahamnida!^^ /hug/ /kiss/

©tissakkamjong

25 tanggapan untuk “I Miss You, Hyung”

  1. dear author-nim.. ff ini keren banget.. lope-lope duhh baperrrrr T3T kangen banget sama luhan hyung, hunhan moment wk :” keep writing, author! fighting! ^^

  2. Omaigat onaigat aku nangis, aku mewek, aku cry bacanya. All about HunHan brothership emang favoritt. Ini bagus karena buat aku gigit bantal, nangis, dll/? Walau aku nemu sedikit typo/it’s well, karena wajar/ Dan di posternya ada kata2 sehun yanggg akhhh itu buat baper banget T.T

    Aku cmn berharap rumor luhan ntn exoluxion itu bener karena dia kangen sehun/?

    Keep writing ya kak 🙂

  3. Yaa ampuunn HUNHAN i miss you too . . .
    Pengen banget ngeliat EXO utuh lagi yaa walau pun cuma sebentar …
    Nae bogoshipo
    HUNHAN saranghae :-*

  4. emmm…. jadi ngerasa gimana gitu. masalah tidak mungkin mereka bersama lagi? yah tidak ada yang tidak mungkin sih didunia ini, semoga mereka bisa bersama lagi ya setidaknya sebagai teman meskipun bukan sesama group. *maaf ya malah curhat

    1. liat ada imel masuk
      IRISH mengomentari postan anda
      kukira ada komentar apa
      taunya
      begini toh
      HAHAHAHA KU GAADA POSTER KAKRISH JD NGAMBIL DR GUGEL
      segala sesuatu yg ngambil kan kudu dipakein credit kak AHAHAH

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s