[EXOFFI FREELANCE] Story Behind The Autumn

PhotoGrid_1451190792027.jpg

Story Behind the Autumn

Author : Shelysi

Cast :

Kai (EXO), Krystal (F(X))

Genre :

frienship, family, slight romance

Rating : G

Lenght : Vignette

Recomended song :

April – Dream Candy

 

Disclaimer : cerita ini sepenuhnya hasil karya aku dan sudah pernah di publish di wattpad pribadi https://www.wattpad.com/user/Shelysi.

 

Author Notes : please give me ur comment and like. Dont be silent readers!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Tak ada yang tahu kapan cinta akan datang. Dan ketika cinta datang, siapa sangka dia adalah seorang sahabat.”

 

Tak banyak hal yang hal yang dilakukan oleh Krystal saat musim gugur. Ia hanya membantu ibunya berbelanja bahan-bahan kue, disamping menjalani kegiatannya. Keluarganya baru saja menyewa sebuah toko di kawasan New York. Itu sebabnya Krystal belakangan ini harus rela absen dari latihan drama musikalnya di Broadway, sementara untuk kuliahnya di Juiliard sejauh ini tak ada masalah.

Krystal sama sekali tak merasa terbebani melakukan hal ini demi keluarga terutama ibunya, ia malah sangat senang daoat meringankan beban orang tuanya.

Sore ini Krystal baru pulang dari berbelanja. Ia memarkir mobilnya tepat di depan rumah. Setelah turun dari mobilnya, ia langsung menuju bagasi mobil untuk mengambil beberapa kantong belanjaannya.

Ia segera masuk ke dalam rumah setelah tangannya dipenuhi oleh kantong belanja. Beberapa menit kemudian ia kembali keluar dari rumah untuk mengambil sisa kantong-kantong belanja yang masih tertinggal di  bagasi.

Krystal sadar bahwa sedari tadi ia diperhatikan oleh seorang laki-laki yang sedang duduk di teras rumahnya. Lelaki itu hanya melihat dari jauh tanpa ada niatan untuk membantunya yang susah payah membawa kantong-kantong belanja yang cukup berat.

Sebelum Krystal mengambil sisa barangnya di bagasi. Ia menatap balik laki-laki itu sambil berkacak pinggang.

 

“Hei, Tuan Kim! Sampai kapan kau bermalas-malasan seperti itu? Apa kau tak lihat ada seorang gadis yang membutuhkan pertolongan?” Kesal Krystal.

 

Lelaki itu terkekeh, “Untuk apa aku membantu? Toh sebentar lagi kau akan selesai.” Celetuknya.

 

Krystal mendengus, “cepatlah Kai!” Paksanya.

 

Kai tergelak, “Baiklah, Nona Jung.” Lelaki itu pun mengalah.

Karena Krystal memaksanya, ia pun bangkit kemudian beranjak dari tempat duduknya.

 

“Yey!” Teriak Krystal senang.

 

“Aku heran kenapa semua gadis suka sekali berbelanja. Apa mereka tidak tau kalau ini hanya akan merepotkan orang-orang disekitarnya.” Ledek Kai secara tidak langsung pada Krystal, sesaat setelah ia berada dihadapan gadis itu.

 

Krystal memutar bola matanya malas, “sudah tutup mulutmu dan bawa ini.” Suruhnya sembari memberikan setengah dari sisa kantong belanjaan di bagasi pada Kai.

Kai pun menerima kantong belanjaan tersebut. Ia sedikit mengernyit setelah menerima kantong-kantong tersebut.

“Untuk apa kau meminta bantuanku? Kantong-kantong ini tidak berat, kau ini menyusahkan saja.” Celetuk Kai-lagi-.

 

Krystal mendesis sembari meniup poninya, “sudah kubilang tutup mulutmu.” Ucap Krystal setelah mengangkat semua barang dibagasi dan menutupnya kembali.

 

“Hei, Nona Jung.” Panggil Kai setelah gadis itu sudah meninggalkan dirinya yang masih berada di depan rumah Krystal.

Sebelum memutuskan untuk mengikuti langkah Krystal, Kai tersenyum. Tidak. Dia terkekeh. Tingkah Krystal tadi sangat menggemaskan seperti anak kecil, membuatnya selalu ingin tersenyum.

 

 

 

-oo0oo-

 

 

 

“Ibu, belanjaanya aku taruh di atas meja makan.”

Sesuai dengan ucapannya, Krystal pun menaruh kantong-kantong belanjaan tadi diatas meja makan. Ia sedikit mengelap dahinya yang mengeluarkan keringat. Sungguh hari yang melelahkan. Batin Krystal.

 

“Eoh?”

 

Krystal sedikit terkejut saat melihat Kai sudah berada dihadapannya. Ia lantas membantu Kai menaruh sisa barangnya di atas meja makan.

 

“Terimakasih.” Ucap Krystal kemudian.

 

“Tidak masalah, selama aku masih bisa membantu.”

 

“Eoh? Kai? Kau ada disini rupanya.”

 

Nyonya Jung tiba-tiba muncul dan ia begitu terkejut melihat Kai yang sudah berada di dalam rumahnya. Sebelumnya Nyonya Jung memang tengah sibuk membersihkan ruang tamu, setelah mendengar suara Krystal tadi, Nyonya Jung segera menuju ke dapur menghampiri Krystal.

 

Kai tersenyum sembari membungkuk hormat pada Nyonya Jung, “iya bibi.”

 

“Baiklah kalau begitu. Krystal ajak Kai beristirahat dulu sementara ibu akan membuat pie apel dan minum untuk kalian berdua.” Ucap Nyonya Jung.

 

“Yeyy!”

 

Mendengar ucapan ibunya, Krystal langsung bersemangat. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh Krystal, yaitu mencicipi pie apel buatan ibunya yang super lezat.

Namun, berbeda dengan Kai. Lelaki itu merasa tidak enak jika menyusahkan Nyonya Jung, walau ia dan keluarganya sudah mengenal wanita paruh baya itu sejak lama.

 

“Tidak usah bibi. Lagi pula aku hanya membantu mengangkat beberapa barang saja. Aku sama sekali tidak ingin menyusahkan bibi.” Tolak Kai halus.

 

Krystal berdecak, “sudahlah Kai. Aku yakin jika kau sudah mencoba pie buatan ibuku, kau akan ketagihan. Sekarang ayo kita tunggu ibu memasak pienya, aku ingin menunjukkan mu sesuatu.” Krystal lalu menarik tangan Kai agar lelaki itu mengikuti langkahnya.

“Ibu aku ada di halaman belakang.” Lanjut gadis itu lagi.

 

Nyonya Jung tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu. Krystal sudah beranjak dewasa namun tingkahnya masih seperti anak kecil, ini yang membuat semua orang yang mengenal dia merasa gemas.

Tentang Kai, Nyonya Jung benar-benar bisa mempercayai lelaki itu. Dia adalah sosok yang baik dan selalu membuat anak bungsunya tersenyum. Bahkan bila suatu hari nanti Kai dan Krystal menjadi sepasang kekasih,  ia akan menjadi orang yang paling bahagia. Tapi kejadian itu tidak benar-benar terjadi, pasalnya hubungan anaknya dengan Kai hanya sebatas sahabat, tidak lebih.

Nyonya Jung mengangkat bahunya kemudian ia beranjak dan mulai mepersiapkan bahan-bahan pie dan minuman.

 

 

 

-oo0oo-

 

 

 

“Kenapa harus kesini? Disini sangat dingin, tahu. Ini kan musim gugur.” Rutuk Kai pada gadis yang sedang menarik tangannya.

 

Krystal menghentikan langkahnya dan melepas genggaman tangannya pada Kai. Ia lantas membalikkan tubuhnya, “ayolah Kai, disini sangat indah dan menyenangkan.”

 

“Disini dingin. Lebih baik kita masuk dan duduk di ruang tamu sambil melihat pemandangan.” Saran Kai.

 

“Tidak Kai, kau sudah menggunakan jaket, bukan? Jadi tidak akan kedinginan.”

 

Kai memutar bola matanya, ia tak ingin berdebat lagi dengan sahabatnya ini. Walau sebenarnya ia tak menyukai suasana dingin. “Baiklah, karena kau yang memintanya.” Akhirnya Kai mengalah –lagi-

 

Krystal tersenyum, lalu kembali ia menarik tangan Kai. “Ayo, kita duduk disana.” Gadis itu menunjuk ke arah bangku kosong yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri sebelum akhirnya mereka beranjak.

“Aku biasanya sering bersantai disini sambil menikmati teh dan membaca novel di sore hari.” Terang Krystal tentang kebiasaanya setelah ia dan Kai duduk.

 

“Oh.. begitukah?”

 

“Hm.” Krystal mengangguk semangat, “makanya aku mengajakmu kesini, supaya kau tahu seberapa indahnya tempat ini di musim gugur. Ini merupakan tempat favoritku selain di kamar.”

 

Kai tertawa pelan. Ia sangat tahu kebiasaan Krystal yang selalu berada di dalam kamar. Gadis itu termasuk orang yang sangat malas untuk keluar rumah jika bukan karena tuntutan.

 

“Bukankah ini indah?” Tanya Krystal. Kali ini ia fokus memperhatikan beberapa daun kering tertiup angin musim gugur.

 

“Hm.” Kai hanya membalas gumaman. Ia juga sama seperti Krystal.

 

Tiupan udara musim gugur mulai berhembus sedikit kencang, banyak dedaunan kuning beterbangan dan jatuh di halaman rumah Krystal, walau kelihatan sedikit berantakan, setidaknya mereka dapat memanjakan mata dengan menikmati musim gugur. Musim gugur adalah musim yang paling indah, dimana semua orang dapat melihat semua objek berwarna jingga. Tidak ada kata yang bisa terucap setelah musim gugur tiba selain hanya menikmatinya.

Mereka terdiam. Tak ada yang mau membuka suara setelah menikmati dedaunan kuning yang gugur. Tanpa sadar ternyata Krystal menyunggingkan senyumnya sedari tadi. Ia tak tahu jika Kai saat ini sudah menoleh dan menatapnya kagum. Belum pernah ia melihat Krystal tersenyum semanis itu sebelumnya.

 

‘Dia begitu manis saat tersenyum.’ Batin Kai.

 

Kai berdeham. Beberapa detik kemudian ia mengeluarkan suaranya agar memecah suasana hening.

 

“Apa besok kau ada latihan?”

 

Krystal menoleh dan menatap Kai. “Hm.. setelah pulang kuliah aku akan ke Broadway.”

 

“Kapan kau punya waktu luang?” entah mengapa pertanyaan itu secara refleks keluar dari mulut Kai.

 

“Hm..” Krystal nampak berpikir, “sepertinya hari sabtu. Memangnya kenapa?” Tanya Krystal heran.

 

‘Ah.. sial kenapa aku harus bertanya tadi.’ Umpat Kai pada kebodohannya dalam bertanya tadi.

 

“A-aku…” Lelaki itu bingung harus mengatakan apa.

 

“Apa? Ada apa? Bicaralah yang jelas, Kai.” Krystal mulai penasaran.

 

Kai mengalihkan pandangannya dari Krystal, kemudian ia menghela napasnya. Sebisa mungkin ia menetralkan detak jantungnya. Jujur saja sebenarnya hatinya belum siap jika harus jujur pada gadis dihadapannya ini.

 

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan.” Akhirnya kalimat itu meluncur dari mulut Kai setelah lama berdebat dengan perasaannya.

 

“Oh, tentu saja. Di hari sabtu nanti kita akan jalan-jalan.” Krystal mengangguk sembari menunjukkan senyum manis diwajahnya.

Kai sangat senang. Ia tak dapat menyembunyikan senyumnya.

“Baiklah, kalau begitu. Hari sabtu.” Kai menjulurkan tangannya ke arah Krystal,  “deal?”

Awalnya Krystal tak mengerti mengapa Kai menjulurkan tangan padanya. Tapi setelah mendengar kata terakhir yang diucapkan Kai, ia langsung membalas uluran tangan lelaki itu dan mulai berjabat.  “Deal.” Ucapnya diakhir.

 

Mereka berdua tersenyum lebar.

 

 

Dibawah langit Kota New York di musim gugur, Krystal dan Kai sedikit demi sedikit mulai menghapus persahabatan diantara mereka. Tak ada yang tahu tentang isi hati kedua anak manusia ini. Tanpa sadar sebenarnya mereka sejak lama sudah saling menyukai, tapi tidak ada yang berani jujur takut-takut jika persahabatan itu akan rusak hanya karean salah satu berkata jujur. Mereka memilih menyimpan perasaan itu secara pribadi dan tidak membiarkan orang lain tahu. Walau diselingi perdebatan kecil, namun jarak diantara dua remaja ini tidak pernah luntur. Masalah apapun selalu mereka hadapi bersama. Saling mengisi satu sama lain, itulah yang menyebabkan hubungan mereka dapat bertahan sampai sekarang, walau statusnya hanya sebagai sahabat.

Tanpa mereka sadari, ternyata Nyonya Jung mengintip dari balik pintu kaca ruang tamu. Wanita paruh baya itu tak henti-hentinya mengulum senyum saat melihat Krystal tertawa bahagia bersama Kai. Tak ada yang dapat membuatnya bahagia selain melihat anaknya bahagia. Dengan Krystal menunjukkan senyumnya sudah membuat Nyonya Jung bahagia.

Setelah cukup lama memandangi kedua remaja itu, kini Nyonya Jung beranjak dari tempatnya menuju ke dapur untuk mengecek pienya.

 

 

-oo Fin oo-

Hai~ aku balik nih bawa cerita kaistal wkwkwk. Cerita absurd ini aku iseng buatnya pas dengerin lagu April – Dream Candy terus inget bulan itu musim gugur *curcol*

Aku saranin coba sambil baca ceritanya dengerin juga lagunya wkwkwk siapa tau feelnya dapet.

Satu lagi, cerita ini udah aku buatin sequelnya. Yang mau baca silahkan mampir ke wattpad aku ya.

Yaudah segitu aja, semoga kalian suka

Btw HAPPY NEW YEAR, GUYS!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Story Behind The Autumn”

  1. Waaah kaaak… Ini kerren… Oia, itu Kai ama Krystal gitu aja??? Ada sequel? OKKK KUBACA YA KAAK…^^

    OIA, FIGHTING BUAT KARYA FF KAKA YG LAIN^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s