[EXOFFI LINE@] Because Changed (Part 4)

1450338280854
ID Line : @nqt6042y or click http://line.me/ti/p/%40nqt6042y

•Title: Because Changed
•Cast:
– Jung Haneul
-Oh Se Hun
-Kim Jong In
-Kang Minzy
•Genre: School life,Sad,Romance
•Author: khankji
•Warning: Typo(s)


—————–
[Because Changed – Part 4]
Author POV

Hari ini adalah tepat dua minggu Haneul menjadi guru privat Jongin. Banyak yang sudah berubah dari Jongin. Mulai pakaiannya yang lebih rapi,sampai nilainya yang di atas rata-rata. Benar. Haneul sudah merubah Jongin seratus delapan puluh derajat. Haneul merasa puas dengan perubahan yang ada di diri Jongin.

Namun,entah mengapa Haneul merasa jarak antara dirinya dan Sehun semakin jauh. Sehun lebih sering terlihat bersama Minzy. Begitu juga Haneul yang lebih sering terlihat bersama Jongin.

Haneul melihat daftar nilai pelajaran kimia kelas XII-2 dengan teliti. Dicarinya nama ‘Kim Jongin’,lalu terlihat angka sembilan disana. Senyuman Haneul mengembang. Ia tak percaya Jongin bisa berubah secepat ini.

Haneul menengok ke arah Jongin yang sedang membaca buku latihan matematika dan fisika yang baru saja ia beli kemarin. Jongin sudah menghilangkan rasa bencinya terhadap kimia. Sekarang Jongin sangat bersemangat belajar kimia. Kau tahu apa yang membuat Haneul terkejut? Tiba-tiba saja Jongin ingin menjadi dokter! Benar-benar seperti anak kecil.

“Bahkan sekarang nilai kimia-ku lebih rendah darimu,Jongin-ah.” Sindir Haneul.

“Hanya kebetulan saja. Tapi… Memang ini yang ku mau! Hahahaha!” Jawab Jongin lalu tertawa sangat keras yang membuat wajah Haneul berubah menjadi kesal.

“Seharusnya dulu aku memberi peraturan. Aku mengajarimu tapi nilaimu tidak boleh melebihiku!”

“Aigoo! Mana bisa seperti itu?! Aku belajar untuk mendapatkan juara di kelas ini! Mana mungkin nilaiku tidak boleh melebihimu?”

“Tentu saja tidak boleh! Aku gurumu! Aku yang harus mendapatkan nilai yang lebih tinggi!”

Lihatlah. Setiap mereka bertemu,pasti ada saja yang membuat mereka bertengkar. Mereka tidak peduli,dimanapun,kapanpun…… Dunia hanya milik mereka berdua. Namun perkelahian mereka tidak akan berlangsung lama. Karena mereka berdua saling membutuhkan. Tidak. Maksudku,Jongin yang membutuhkan Haneul.

—–

“Jongin-ah, bolehkah hari ini kita libur? Aku ada urusan..” Tanya Haneul saat bel pulang berbunyi. Haneul melirik ke arah Sehun yang sedang berjalan keluar dengan Minzy sekilas. Oh ya, Sehun dan Haneul masih berpacaran,namun Sehun sekarang lebih senang menghabiskan waktunya dengan Minzy.

“Urusan? Sehun maksudmu?” Tanya Jongin dengan menunjukkan wajah tak sukanya. Haneul yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Baiklah… Jaga dirimu baik-baik,” Mendengar itu,Haneul langsung mendongakkan kepalanya cepat,lalu tersenyum lebar,”Gomawo Kkamjong!” Ucapnya sambil mencubit pipi Jongin kilat lalu berlari ke arah pintu.

“YA! Kau memanggilku apa tadi?!”

—–

“Sehun-ah!” Panggil Haneul yang terengah-engah karena ia baru saja lari mengejar Sehun yang hampir menaiki motornya bersama Minzy.

“Haneul-ah? Apa yang kau lakukan? Bukannya seharusnya berada di kelas untuk mengajari Kai?” Tanya Sehun.

“Ani,hari ini aku libur. Kajja kita makan bersama! Bukankah kita sudah lama tidak makan bersama?” Ajak Haneul yang dibalas tatapan tajam dari Minzy.

Terlihat Minzy yang tak suka dengan keberadaan Haneul.”Mianhae,Haneul-ah. Tapi aku sudah berjanji kepada Minzy untuk menemaninya membeli buku,” Ucapan Sehun membuat Haneul kesal.

“Bukankah Minzy Sudah dewasa? Ia bisa membeli buku sendiri!”

“Hei! Aku hanya meminta Sehun untuk mengantarkanku ke toko buku! Mengapa kau seperti itu?!” Minzy mulai meledak,namun ia mencoba untuk tetap sabar di hadapan Sehun.

“Hei hei,sudahlah! Mengapa kalian menjadi bertengkar seperti ini? Haneul-ah,aku tahu Minzy bukan anak kecil lagi. Tapi aku sudah janji untuk menemaninya. Kita pergi lain kali saja ne? Annyeong!”

Sehun pergi meninggalkan Haneul yang seakan masih tak percaya jika Sehun lebih memilih pergi bersama Minzy. Kemana Sehun yang selalu membelanya? Kemana Sehun yang selalu mengatakan ‘Chagiya’ kepadanya?

Haneul baru tersadar. Semenjak Sehun dekat dengan Minzy,Sehun tak pernah memanggilnya dengan kata sayang itu lagi. Tidak pernah. Haneul menitikkan air matanya. Bodoh. Seharusnya ia tak berfikiran seperti itu. Minzy adalah sahabat baiknya. Apa yang ada di pikiran Jongin tidak akan pernah terjadi.

They haven’t spoken in a while. Haneul is trying to be okay with that.

Jongin baru saja meninggalkan kelasnya lalu melihat kejadian yang sangat tidak mengenakkan. ‘Bagaimana Sehun bisa bersikap seperti itu terhadap pacarnya sendiri?’ Batin Jongin. Ia melihat Haneul yang sedang menundukkan kepalanya lalu berjalan gontai ke arah pagar sekolah. Ia mengejar Haneul lalu merangkulnya.

“Hei! Kau ingin pulang bersamaku? Ahh! Aku sedang ingin es krim! Temani aku ne? Nanti aku traktir berapapun yang kau mau!”

Haneul diam tak menjawab. Ia juga tak merespon perlakuan Jongin terhadapnya. Biasanya ia selalu melepaskan sentuhan tangan Jongin yang akan membuatnya seperti tersengat aliran listrik. Namun sekarang tidak. Haneul tetap tidak menjawab,sampai akhirnya mereka sampai di halte bus. Haneul duduk disana lalu Jongin berlutut di hadapan Haneul.

“Hei, kau jangan seperti ini. Kau bisa disangka orang gila nanti! Atau bahkan aku yang akan dianggap orang gila karena aku berbicara sendiri!” Jongin berusaha menghibur Haneul,tetapi senyuman Haneul tak muncul sedikitpun.

“Baiklah kalau kau mau diam seperti ini terus! Aku akan menciummu. Kau mau?!” Mendengar itu, Haneul langsung menatap tajam mata Jongin yang dibalas dengan smirk nakal dari Jongin.

“Shirreo! Pergilah!” Haneul terlihat kesal. Jongin hanya tersenyum kecil menatap yeojanya. Apa? Apa yang baru saja ia katakan? Yeojanya? Bukan… Hanya saja… Jongin ingin menganggapnya seperti itu.

“Aku kan sudah bilang aku ingin mentraktirmu es krim! Berapapun yang kau mau!”

“Jinjja?!” Tanya Haneul.

“Ya,tentu saja!”

“Baiklah! Aku ingin tiga kotak es krim vanilla,dua kotak es krim mint,dua kotak es krim stroberi,dua kotak es krim bubble gum,dan satu kotak es krim rainbow,eotte?” Jongin yang mendengarnya hanya bisa diam tak percaya.

“A-apa itu tak terlalu banyak? Apa kau yakin akan menghabiskan semuanya? Maksudku… Jika kau tak menghabiskannya akan sangat sayang sekali es krimnya,”

“Aku pecinta es krim! Sebenarnya hanya makan sepuluh kotak es krim saja tak cukup untukku,bagaimana?”

‘Dasar es krim maniak!’ Batin Jongin.

“Baiklah… Tapi kau tak boleh cemberut seperti tadi ne?” Ucap Jongin yang dibalas anggukan dari Haneul. Sedetik kemudian, bus datang.

Jongin menggenggam tangan Haneul lembut lalu tersenyum kepada Haneul. Pipi Haneul memerah,ia merasakan sengatan itu lagi. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Merasa sangat bersalah dengan Sehun karena ia tak bisa menolak genggaman tangan Jongin. ‘Ini salah..’ Batinnya. Ya,ini memang salah. Tapi Haneul tak bisa menolaknya.

“Di sekolah,hanya kau satu-satunya orang yang memanggilku Jongin. Wae? Biasanya orang-orang akan merasa nyaman dengan memanggilku Kai.” Tanya Jongin saat sudah duduk bersebelahan dengan Haneul di dalam bus.

“Entahlah… Aku sangat suka namamu… Kim-Jong-In.” Ucapnya sambil mengeja kata-kata ‘Kim Jongin’.

“Mmm,Jongin-ah. Saat aku sudah punya anak nanti,bolehkah aku menamai anakku dengan nama Kim Jong In?” Lanjut Haneul sambil melakukan aegyo yang membuat Jongin terkekeh geli. “Wae? Kenapa kau malah tertawa?!” Kesal Haneul sambil merucutkan bibirnya.

“Hei,nona. Mana bisa kau menamai anakmu dengan nama yang sama dengan ayahnya?” Ucap Jongin. Haneul kaget. Benar-benar kaget.

Sadar akan itu Jongin langsung mengalihkan wajahnya ke arah jalanan dan merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia mengatakan hal seperti itu. Haneul mengalihkan wajahnya ke arah penumpang lain. Ia merasakan pipinya sangat panas. Dan satu lagi… Ia tersadar bahwa genggaman tangannya dan Jongin belum terlepas. Ia melihat sekilas jari-jari Jongin yang masih setia menggenggam tangannya. Ia tersenyum kecil,lalu kembali mengalihkan wajahnya ke arah penumpang lain.

“When he take a step closer, I get nervous for some reason,what if this is a hasty decision? But if I go away, I’m afraid I would lose him. What do I do? Should I hold into him?”

TBC

8 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] Because Changed (Part 4)”

  1. wah bener”,aku enggak suka sama sehun apalagi sama minzy.. benci bget sama mereka.. ngomong”,cie jongin sama haneul makin so sweet nih :v next

  2. jadi muak ama minzy dan sehun
    mendingan haneul ama jongin aja tuh lebih cocok juga :3
    gregetan cerita soal ‘main tikung’ kayak gini

  3. Wahh ucapannya kai bakal jadi kenyataan nih.. lama2 sehun sama minzy terus kai sama haneul.. gak apa2 deh cocok2 aja.. ceritanya makin seru thor.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s