[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 7)

1226ebb9-718f-4909-9b3d-e4b53e6804d8

Tittle : I Live With Satan Soo

Author : evina93

Length : Chapter

Genre : married life, comedy, romance

Rating : 15

Main cast : Shin Mingi (OC), Do kyungsoo (EXO), Kim Seokjin (BTS), Bang Minah (G-Day)

Other cast : EXO member, Han Shinyoung (OC), Xi Luhan

Author’s note : don’t be a silent reader.

I Live With Satan Soo

chapter 7

“KAU SUDAH SADAR????”

Kyungsoo hanya menampilkan senyum evilnya. “Seperti yang kau lihat” ujarnya.

“Kalau begitu aku kembali ke kamarku” mingi beranjak dari sana namun belum sempat ia

melangkah pergelangan tangannya di tahan kyungsoo.

“wae?” tanya mingi. Oh salahkan jantungnya yang berdetak semakin tak terkendali. ‘semoga

kyungsoo tak mendengarnya’ ujar mingi dalam hati.

“Aku tagih ucapanmu tadi” jelas kyungsoo. Genggaman tangannya masih belum terlepas.

Mingi mengerejepkan matanya, kepalanya sedikt dimiringkan “Perkataanku yang mana?”

tanyanya.

“Ck, dia pura-pura lupa atau apa” gerutu kyungsoo. “Ucapanmu soal memaafkanku dan

menuruti semua perkataanku” jelas kyungsoo dengan wajah sedikit memberenggut.

“oh soal itu” hanya itu respon dari mingi.

“Ck, bagaimana?” tanya kyungsoo.

“itu . . itu” lidah mingi tiba-tiba menjadi kelu.

“Call, diam berarti setuju” kyungsoo memamerkan senyumannya.

“Ya! Tidak bisa begitu” tolak mingi.

“Lalala aku tidak peduli. kau sudah menyetujuinya” kyungsoo bersiul-siul.

“heol, terserah kau. Aku ingin istirahat” mingi kembali akan melangkah namun kyungsoo segera

menariknya.

“kyaaaa” mingi terjatuh disamping kyungsoo, yang bersalah hanya tersenyum bodoh.

“tetaplah disini, arra” kemudian kyungsoo memeluk mingi. Mungkin wajah mingi sudah

semerah tomat sekarang. “Lepaskan aku” mingi berusaha keluar dari kungkungan kyungsoo.

“ssssttt diamlah, aku masih demam” ujar kyungsoo. Ia semakin merapatkan pelukannya.

“hey, apa kau juga terkena demam? Wajahmu memerah” ujar kyungsoo. “diamlah” mingi

menundukan kepalanya agar tidak bertatapan dengan kyungsoo. Dibalik itu semua kyungsoo

tersenyum bahagia. Baru kali ini lagi ia merasakan detak jantungnya bekerja 2x lipat.

***

Mentari sudah menampakan sinarnya. Seorang ibu berjalan dengan riang menuju salah satu pintu

apartemen.

“Soo, mingi. Eomma datang” ia memasuki apartemen. “sepi sekali. Apa mereka masih tidur?”

tanyanya pada diri sendiri. Nyonya do meletakan tas tangannya kemudian berjalan menuju

kamar anaknya.

“Omo!” ia terlihat sedikit kaget, namun sedetik kemudian ia mengeluarkan hand phonenya dan

memfoto apa yang dilihatnya. Ia membagikannya pada semua teman kyungsoo, luhan dan

shinyoung. Dari mana nyonya do mengetahui shinyoung? Oh itu hanya dia dan shinyoung yang

tahu.

‘Bukankah mereka terlihat serasi?’

Kemudian nyonya do membagikan hasil jepretannya.

***

“Byur” Sehun menyemburkan air yang diminumnya di depan kai.

“Ya! Oh se, kau ini jorok sekali” bentak kai.

“Mian jong, tapi kau harus lihat ini” sehun menyodorkan hand phone yang di genggamnya ke

hadapan kai.

“Memang apa yang kau lihat, jangan bilang itu . .”

“Ya! Hentikan pikiran byuntaemu itu” bentak sehun.

“Aku kan belum selesai bicara, mana?” kai melihat hand phone sehun. Matanya melotot.

“debak! Kyungsoo hyung sudah menjadi pria” teriak kai.

“Ya! Memangnya selama ini kyungsoo bukan pria?” tanya baekhyun yang baru saja tiba.

“Kau harus lihat ini hyung” kai memperlihatkan handphone sehun.

“heol, kyungsoo sudah dewasa” itulah komentar-komentar mereka.

“Ya! Apa kalian sudah lihat?!” ujar shinyoung.

“ kami sudah melihatnya!” ujar mereka serempak.

***

“ Eomma kenapa senyum-senyum terus sejak tadi?” Kyungsoo menyipitkan matanya

memandang penuh curiga pada ibunya.

“Tidak apa-apa. Itu hanya pikiranmu saja. Eomma kan memang selalu ceria” mingi menyetujui

hal itu.

“Tapi keceriaanmu itu lain dari biasanya” kyungsoo masih mencurigai ibunya.

“Hahaha benarkah?” nyonya do tertawa canggung.

“Sudahlah kyung, hari ini aku tidak ada jadwal kuliah jadi aku akan langsung bekerja. Annyeong

eomma. Annyeong kyung” mingi mengambil tas dan mantelnya lalu keluar.

“Ya!” teriak kyungsoo.

“wae?” mingi menyembulkan kepalanya dari balik pintu.

“Aku ikut!” Kyungsoo menghampiri mingi.

“BIG NO! kau masih belum sembuh” Kyungsoo memutar bola matanya.

“Aku sudah sembuh” Mingi kembali masuk, ia meletakan telapak tangannya di dahi kyungsoo.

“Kau masih demam, jadi diamlah di rumah dan beristirahat arra?” perintah mingi.

“Tapi . .” “Tidak ada kata tapi, Aku pergi dulu” belum mencampai 2 langkah kyungsoo kembali

menahan mingi.

“Apalagi?” mingi mulai jengkel.

“Jangan tanggapi pengunjung pria” perintah kyungsoo

“hm”

“Jangan terlalu dekat dengan pria menyebalkan itu”

“Maksudmu jin”

“Siapapun dia, kau tidak boleh dekat dengannya”

“aku tidak menjamin”

“Ya! Hh . . jangan terlalu dekat juga dengan luhan hyung”

“hey dia sudah seperti kakak kandungku!”

“Aku bilang jangan terlalu dekat bukan berarti tidak boleh”

“Hh . . baiklah. Aku pergi” tapi kyungsoo masih belum melepaskannya.

Greb

Mata mingi tiba-tiba melebar. “k-kyung apa yang kau lakukan?” jantung mingi serasa sedang

maraton sekarang.

“Diamlah hanya sebentar” “Tapi eomma melihat kita”

“Aku tidak peduli”

“Kyung”

“Baiklah-baiklah” kyungsoo melepaskan pelukannya. “jangan pulang terlalu malam. Arrachi?”

Mingi hanya mengangguk. “A-aku pergi dulu”.

“Nde, hati-hati” kyungsoo melambaikan tangannya dengan tersenyum senang. Sedangkan mingi

dengan cepat lari keluar.

Setelah mingi tidak terlihat lagi. Kyungsoo segera masuk ia mendapati eomannya dengan mata

berbinar. “Kalian benar-benar imut” ujar nyonya do.

“Ck”

***

Sepanjang hari kyungsoo benar-benar merasa bosan. Setelah eommanya pergi datanglah teman-

temannya. Mereka bilang ingin menjenguknya namun pada kenyataan hanya membuat kerusakan

dan kegaduhan di apartemnnya.

Sekitar pukul 8 malam teman-temannya baru keluar.

“Kami akan datang lagi besok” ujar baekhyun.

“Tidak perlu” ketus kyungsoo.

“ey, hyung kita kan menemanimu” bela kai.

“Kalian hanya membuat apartemenku menjadi kapal pecah”

Mereka semua hanya tertawa canggung.

“Kalau begitu kami pulang dulu” pamit jongdae.

.

.

Setelah teman-temannya pulang kyungsoo benar-benar sendiri. Ia melihat jam. Pukul 8.30

malam. “Apa dia sedang banyak pekerjaan” gumamnya.

Ting tong

“apa itu dia, kenapa tidak langsung masuk saja sih”

Ting tong

“Ya! Kenapa tidak langsung masuk saja sih” kyungsoo membuka pintu apartemennya.

“Neo” kyungsoo benar-benar dibuat syok.

tbc

14 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 7)”

  1. halo aku orang baru disini tapi udah baca chapter sebelumnya. cerita bagus, siapa yang diliat kyung ?????????/ cepetan dong penasaran nih.

  2. Ya Allah, setelah sekian lama aku menunggu akhirnya di next juga. Tambah seru aja nih, Kyungsoo nya lagi mencari kesempatan dalam kesempitan dah. Terus itu siapa yang datang ? Penasaran dah, cepet dinext ya tapi jangan lama-lama kayak waktu itu kalau bisa mah.

  3. Udah lama aku nunggu…. aku suka banget… tapi kok pendek banget thor :(( tapi nggak apa yang penting lanjut… oh ya itu siapa ya yang ngetuk pintu? Jangan2 mantan kyungsoo… ommo.. janagn sampe buat sinyoung cemburu … tapi kalo cemburu makin seru sih…. ditunggu lanjutannya ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s