[EXOFFI LINE@] Because Changed (Part 3)

1450338280854.jpg

ID Line : @nqt6042y or click http://line.me/ti/p/%40nqt6042y

•Title: Because Changed
•Cast:
– Jung Haneul
-Oh Se Hun
-Kim Jong In
-Kang Minzy
•Genre: School life,Sad,Romance
•Author: khankji
•Warning: Typo(s)
—————–
[Because Changed – Part 3]
Haneul POV

Keadaan kelas sangat ricuh. Seosangnin belum juga masuk ke dalam kelas kami,tiba-tiba kepala sekolah datang dan langsung berdiri di depan kelas. Aku melirik ke arah Jongin sekilas. Melihat wajahnya yang terlihat datar.

“Annyeonghaseyo, hari ini Lee seosangnim tidak masuk karena Ada urusan yang sangat mendadak. Terima kasih” Ucap kepala sekolah lalu beranjak pergi. Suasana kelas tambah ricuh. Namun sedetik kemudian kepala sekolah itu berhenti melangkah yang membuat kelas kami menjadi diam kembali.

“Eo,Jung Haneul,kemarilah. Ada yang ingin saya bicarakan” Ucapnya. Ada apa? Mengapa jantungku seperti ingin copot? Apakah aku melakukan kesalahan?

Aku melirik Jongin sekilas,ia hanya menunjukkan smirk nakalnya. Apa ini ada hubungannya dengan Jongin?

—–

“Duduklah…” Ucap pak kepala sekolah ketika aku sampai di ruangannya. “Aku ingin meminta bantuanmu,Haneul-ah.” Lanjut pak kepala sekolah yang membuat aku gugup. Aku hanya menunggunya untuk lanjut berbicara.

“Kau tahu bukan,kau adalah murid terpintar di angkatan tahun ini?” Aku yang mendengarnya hanya mengangguk.

“Aku tahu benar bagaimana sifat Kai. Ia sama sekali tak bersemangat sekolah semenjak eommanya meninggal. Ia menjadi pria yang nakal dan pemalas dan sekarang saya tak mau jika Kai tidak lulus. Oleh karena itu saya ingin meminta tolong dengan sangat supaya kau mau menjadi guru privat Kai..” Kalimat-kalimat itu membuat tubuhku lemas. Alasan mengapa Jongin menjadi pemalas,dan juga permintaan kepala sekolah untukku menjadi guru Kai.

“T-tapi bukanlah lebih baik Kai mendatangkan guru private saja? M-maksudku bukan yang sebaya dengannya..” Kim seosangnim melihatku dengan tatapan memohon dan seakan kecewa dengan jawabanku. Aku terus berfikir,sudah cukup aku menjadi gila hanya karena duduk bersebelahan dengan Jongin! Apakah aku harus menjadi guru privatnya juga?

“Haneul-ah,saya benar-benar tak tahu lagi harus bagaimana dengan sifat Kai. Saya hanya bisa bergantung kepadamu..” Ucap kepala sekolah dengan masih belum menghilangkan raut wajah kecewanya. Aku benar-benar merasa kasihan dengan ayahnya Jongin ini. Akupun mengangguk dan berkata,”Baiklah,saya akan berusaha untuk menjadi guru privat dan akan merubah perilaku Jongin,” Senyum Kim seosangnim mengembang,akupun ikut tersenyum dengan ramah.

“Baiklah,kau bisa mulai hari ini setelah pulang sekolah di kelas. Terimakasih.” Mataku membulat. Sore ini? Astaga Kim Jongin!

—–

Aku menuju kelas dengan perasaan campur aduk. Guru privat. Haruskah aku menjadi guru privat untuk seorang Kim Jongin? Tidak. Aku pasti salah. Mengapa aku mengangguk dan berkata ‘Baiklah’ kepada Kim seosangnim? Astaga Jung Haneul! Neo paboya! Menjadi guru privat berarti tidak banyak waktu yang kau punya untuk berkencan dengan Sehun! Ah! Michigettda!

Aku membuka pintu kelas dengan sangat kasar sehingga satu kelas nampak kaget.

‘Ya ya! Apa apaan kau Jung Haneul! Mengagetkan saja!’
‘Ya,Haneul-ah! Bisakah kau membuka pintu dengan perlahan?’

Aku benar-benar tidak menghiraukan ocehan tak jelas dari teman-teman kelasku. Mataku hanya menatap tajam Jongin yang sedang melihatku. Dengan perasaan kesal, aku menghampirinya.

“Ikut aku,” Ucapku sambil menarik tangan Jongin keluar kelas. Tak perduli tatapan-tatapan aneh dari seisi ruangan kelasku.

“Haneul-ah! Apa yang ingin kau lakukan dengan Kai?” Teriak Sehun.

—–

Aku membawa Jongin ke atap sekolah melewati tangga gudang yang hanya diketahui oleh beberapa murid saja. Aku masih belum melepaskan tanganku dari tangan Jongin. Sesampainya disana ia baru membuka mulutnya. “Ada yang ingin kau katakan? Mengapa kau membawaku kesini?”

“Apa maksud dari semua ini,Kim Jongin? Apakah kau sudah tahu tentang hal ini? Lalu mengapa kau tak menolaknya? Kau bisa mencari guru privat lain, Kim Jongin!” Aku menatapnya tajam. Seakan meminta penjelasan lebih darinya.

“YA! Bisakah kau lebih tenang? Kau benar-benar sangat berisik! Kau bertanya mengapa aku tak menolaknya? Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku akan memberikanmu hadiah karena kau sudah menjadi fangirlku? Bukankah ini hadiah yang sangat menakjubkan? Kau bisa berduaan denganku setiap hari! Kau benar-benar lucky fan-ku,Jung Haneul,” Ucapnya sambil menunjukkan smirk nakalnya.

“Kim Jongin! Dengarkan aku! Aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk menjadi guru privatmu! Dan satu lagi! Aku bukan fangirlmu! Jangan pernah berfikir aku adalah fangirlmu! Tidak akan!” Ucapku lalu beranjak pergi. Namun langkahku terhenti saat tangan Jongin membalikkan badanku lalu menarikku ke dalam pelukannya.

Aku memberontak dengan kasar,namun aku berhenti karena suaranya,”Bantu aku… Aku ingin berubah… Bantulah aku untuk menjadi pria yang baik.. Tolonglah..”

Aku terdiam merasakan pelukan hangatnya dan juga suara lembutnya. Tidak… Suara ini…. Mengapa suaranya seperti suara keputus asaan?. Jongin-ah,tolong jangan bersikap seperti ini.

Aku ragu. Apakah aku harus membalas pelukannya? Tidak. Kau ini adalah pacar Sehun. Kau tak boleh memeluk pria lain selain Sehun,Haneul-ah. Tapi entah mengapa tanganku bergerak membalas pelukannya yang membuat tangannya semakin erat mendekapku.

“Aku akan membantumu,Jongin-ah. Aku janji..” Ucapku lembut.

“Terima kasih. Terima kasih,Jung Haneul.” Ucapnya sambil membelai rambutku.

Aku merasakan sentuhan tangannya yang membuatku seperti tersengat aliran listrik. Oh tidak. Perasaan apa ini?

—–

Tepat jam dua lewat lima belas menit,bel sekolah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas. Kecuali aku,Jongin,Sehun,dan Minzy. Sehun yang melihatku tak bergerak sedikitpun dari mejaku memanggilku.”Haneul-ah,kau tak pulang?”

Aku menengok ke arahnya. Apa aku memberitahunya saja? “Tidak. Mulai sekarang dia akan menjadi guru privatku.” Suara Kim Jongin menjawab pertanyaan Sehun.

Sehun dan Minzy tak mengerti.”Guru privat apa? Haneul-ah,mengapa kau tak memberitahuku?” Tanya Minzy.

“N-ne.. Aku menjadi guru privatnya. Mian,aku belum sempat memberi tahu kalian.” Ucapku gugup.

“Tak apa. Aku akan menjemputmu jam empat nanti.” Jawab Sehun.

“YA YA! Apa-apaan kau? Aku akan yang mengantarnya pulang,”
Astaga Jongin berulah lagi….

“Hei! Apa maksudmu? Haneul adalah pacarku,jadi aku yang Harus mengantarnya pulang!” Sehun terlihat menahan amarahnya. Aku tak mau terjadi keributan,”Sehun-ah,pergilah. Aku akan pulang sendiri nanti.”

“Sehun-ah. Haneul bukan anak kecil lagi. Ia bisa pulang sendiri. Bukankah kau ingin menemaniku nanti sore? Mengapa kau bilang ingin menjemput Haneul?” Ucap Minzy.

Sontak aku dan Jongin menengok berbarengan ke arah Sehun. Mengapa Minzy berkata seperti itu? Apa ia tak memikirkan perasaanku jika ia mengatakan hal seperti itu? Aku melihat Sehun yang sedang menatap Minzy tajam seolah tak mau rahasianya terbongkar.

“Mianhae..” Ucap Minzy dengan suara yang sangat perlahan namun kamu Masih bisa mendengarnya.

“Sehun-ah,Minzy-ah. Sebaliknya kalian pergi. Aku ingin belajar dengan Jongin dan kami tak bisa di ganggu. Mianhae,sebaiknya kalian pergi sekarang.” Ucapku sembari duduk di salahsatu kursi dan pura-pura membuka buku. Aku melihat Sehun yang tampak kesal lalu pergi meninggalkan kelas yang disusul dengan Minzy. Aku menghembuskan nafasku lega.

“Aku kan sudah mengatakan kau harus menjauhi Sehun dengan Minzy. Kau lihat apa yang baru saja Minzy katakan? Ia seperti tak menghargaimu.”

“Mwo?! Aku sudah bilang apa yang kau pikirkan tidak akan pernah terjadi,Kim Jongin. Jadi diamlah.” Jawabku menahan emosi. Keheningan terjadi hampir lima menit. Jongin masih setia pada posisi berdirinya yang menghadap ke arah jendela. Mau tak mau aku membuka suara,”Hei,seharusnya kau tak berbicara seperti itu dengan Sehun.”

“Waeyo? Aku memang ingin mengantarmu pulang. Kau mau kan?” Jawabnya sembari duduk dihadapanku,”Aku menolaknya. Aku bisa pulang sendiri,Kim Jongin.” Ucapanku membuat wajah dewasanya itu cemberut layaknya anak kecil yang tidak diberi permen. Benar-benar menggemaskan.

“Padahal aku hanya ingin mengantarmu pulang,hanya itu yang dapat kulakukan untuk mengucapkan terimakasih karena kau sudah membantuku.” Ucapnya yang belum menghilangkan wajah cemberutnya.

Akupun tertawa geli dan mencubit kedua pipinya dengan gemas,”Tak usah seperti itu,aku hanya ingin melihat kau berubah.” Ucapku sambil tersenyum dengan lembut. Aku tak tahu mengapa aku menjadi seperti ini terhadap Jongin. Mungkin benar,aku sudah benar-benar gila sekarang.

“Tetap saja aku ingin mengantarmu pulang!” Ucapnya. Dia terlihat kesal,namun pipinya memerah.

“Baiklah kalau begitu,aku akan pulang bersamamu.” Ucapku lagi.

Wajahnya seketika berubah menjadi semangat,”Benarkah?” Tanyanya . Lalu aku menjawab dengan anggukan pasti.

“Jadi,manakah pelajaran yang menurutmu paling sulit?” Tanyaku.

“Kimia. Aku membencinya.” Jawabnya. Aku hanya tertawa kecil mendengarnya.

“Tetapi entah mengapa aku semangat belajar kimia hari ini,” Lanjutnya. Sontak aku melihat ke arah Jongin dan mendapatkannya sedang tersenyum ke arahku. Senyum yang sangat manis sampai aku tak bisa bernafas. Dadaku bergemuruh. Mengapa hanya dengan melihat senyumnya saja aku seperti ini? Andwae,Haneul-ah! Andwae!

“And everytime he looks at me,I swear I can’t breath”

TBC

9 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] Because Changed (Part 3)”

  1. woahh minzy jahat nusuk haneul dari belakang dasar sahabat macam apa itu ihhhh gemezz sama minzy dasar pho ahh lanjut eonn
    …..daebakk story nya next ya…

  2. Woaa ada tanda2 kalo haneul mulai ada rasa nih sama kai.. minzy juga kayaknya mulai deketin sehun dibelakang haneul nih.. jadi makin seru ceritanya!! Ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s