Thanks.

95b11396f60be2d234bec61ca9971eb4

Park Chanyeol  with Hanbyul

sad.

setidaknya , memang hanya kau yang membuat aku tertawa , Park chanyeol

you can play song for you by EXO

kalau kebanyakan orang mencintai orang yang banyak tertawa ,tersenyum dengan manisnya , suka sekali membuat lelucon . beda dengan ku , cukup pipinya memerah saja , aku bisa tau bahwa dia sedang bahagia atas leluconku , meski bisa dihitung dengan jari kapan dia membuka mulutnya untuk tertawa. aku tetap sangat mencintainya .

Hanbyul , kau bisa panggil dia byul . aku bertemu dengannya di bis , sudah lama aku hanya menjadi pengamat jauhnya . matanya memang tajam , tapi terkadang mata tajamnya itu berubah ketika mengkhawatirkan aku . entah sejak kapan , dia mulai terbuka denganku . mulai mengajak ku berbicara di bis , meski hanya 2 atau 3 kata . hahaha. tapi itu cukup .

“Park chanyeol !”

aku berbalik menghadapnya , tangannya melingkar didepan dada , matanya tajam menatap mataku . aku menyunggingkan senyum terlebarku. berlari merangkul bahunya , mengecup pipinya .

hari ini dia mengantarku kerumah sakit di tengah kota , ini memang harinya aku memeriksa kesehatanku , aku menderita penyakit ringan , katanya . dokter selalu bilang bahwa metabolisme dalam tubuhku memang lemah  , dia hanya menyuruhku istirahat .

aku memasuki ruangan , tangan hanbyul melambai perlahan kearahku . setelah aku berjalan agak jauh , aku melihatnya dari kaca pintu , wajahnya tertunduk , matanya redup , aku memang tidak tau apa yang terjadi pada tubuhku , tapi yang aku perkirakan bahwa penyakit yang aku derita bukan penyakit ringan .

aku merangkul cepat bahunya ketika keluar ruangan , aku segera membawanya keluar .

bagaimana ? “

“sama seperti kemarin . aku baik baik saja . tubuku memang lemah .”

“istirahat “

“baik , nyonya byul !”


 aku bingung ingin membuat cerita seperti apa . boleh aku percepat ?

hari ini aku terbaring lemas di ranjang rumah sakit , sudah sekitar 2 bulan aku berbaring bosan disini , selang infus tertancap di tangan kananku , beberapa kabel kabel kecil menghiasi dadaku , mereka masih tak memberi tau apa yang terjadi , dengan laptop di atas dadaku yang selalu menyala , meski hanbyul sering kali memarahiku karena ini . tapi aku memang ingin menulis semua, jika tidak , tidak akan ada yang tau tentang aku pria paling lemah , dan hanbyul-ku  itu . Hanbyul tak pernah absen mengunjungiku , hanya sekedar mendengar lelucon ku , entah sejak kapan juga , dia lebih suka tertawa sekarang , kau tau ? ini tawa terindah yang pernah aku dengar , matanya sangat indah saat menyipit , pipinya juga lebih sering memerah sekarang .

“kau banyak tertawa sekarang ?”

pipinya memerah .

“aku menyukainya , banyak banyak lah tertawa “

dia mengangguk ringan .

aku mengecup bibir nya , matanya membelak , pipinya semaki merah . aku tertawa kencang sambil memegangi perut , kepalan tangannya mendarat tepat dibahuku . tanganku dengan cepat menarik lehernya , memeluknya .

aku percepat lagi boleh ?


hai , aku hanbyul . mungkin kau bisa memanggil ku byul , aku tidak tau jika pria bodoh itu selalu menuliskan tentangku di blognya , jangan percaya apa yang dia katakan . pipiku tak semerah itu . aku memang tidak terlalu suka tersenyum . pria bodoh yang selalu menulis di blog ini menitip kan salam .

boleh kah aku bercerita sedikit ?

dia menderita kanker otak , dia selalu tak mau di obati . memang aku menyembunyikan apa yang dia derita , bukan maksudku membuatnya selalu bingung dan terlihat bodoh .

pria bodoh itu sedang tidur , untuk waktu yang cukup lama . kau tau ? . sekarang boleh ku akui . memang hanya dia yang sangat berusaha keras membutku tertawa meski dia memang tau bahwa tersenyum saja aku tidak suka , apalagi tertawa . aku bahkan baru tau selama ini dia menyebar aib ku disini .

Mata hanbyul mungkin bisa menahannya , tapi perasaannya tidak bisa. mungkin ini alasannya memakai tangisan pertamaku untuk seorang pria bodoh , yang paling dicintai .

Maaf atas segala celotehannya .

cahaya layar komputer menyilaukan . aku mengelap sisa sisa air mata . kalau aku bilang bahwa dia menderita kanker otak , mungkin sekarang dia masih bisa membuat lelucon , dia masih bisa tertawa , masih bisa memelukku , masih bisa– , bodoh nya .  jika dia tau apa yang terjadi , aku yakin dia mau sembuh . kenapa kau sebodoh ini ?

Hai Park Chanyeol , aku menyukaimu . aku belum pernah bilang kan ? kau yang selalu menyimpulkannya sendiri . 

Hahaha , terima kasih banyak .

aku mencintaimu .

:3

8 tanggapan untuk “Thanks.”

  1. aku bacanya gk pake lagu sing for you. wew. heol, ini bagus ko walaupun tanpa lagu. ceye ku tercinta meninggal ceritanya?? ha? ha? karena kanker otak? ha? ha?. apa maksudnya akhirnya hanbyul yang lanjutin ngurus blognya karena ceyenya sudah tiada? ha? daebbak! keren wuih~

  2. kok bikin sedih ;’)
    keren keren keren!
    ceritanya simple tapi ngena dihati //uwaaah:”)
    pas banget sama lagunya //elap ingus
    love this author ❤ ((baru pertama baca sih hehe:) peace!))

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s