[EXOFFI FREELANCE] Just a Moment (part 5)

poster jam2

Title: Just A Moment (part 5)

Author: Yuli Wulansari

Cast: ChoiAhrin (OC), Park Chanyeol (EXO)

Genre : sad and romance

Disclaimer : this ff is pure from my imagination. Jadi maaf kalau kurang ‘ngena’ dan terkesan ‘gaje’ hehehe…

Happy reading

 

“Maaf… aku tak bisa menemani fiting gaun untuk pernikahan. Jamnya bertabrakan dengan rapat keputusan hasil tender.” Terdengar suara berat dari loudspeaker sebuah hp di kamar itu.

 

“Hmmm… tak apa. Aku akan ke sana bersama kak Yoora. Dia sudah minta izin untuk hari ini.” Suara itu tentu saja dari Ahrin yang sedang sibuk mengeringkan rambut panjang nan lurusnya.

 

“Baiklah kalau begitu. Setelah rapat aku akan menjemputmu.” Suara dari seberang sana kembali menyahut.

 

“Aku akan langsung pulang diantar kak Yoora. Kau tak perlu lagi menjemputku.”

 

“Kalu begitu tunggu di situ saja. Jangan pulang bersamanya. Ada yang ingin ku tunjukan. Sudah ya aku akan berangkat sekarang.”

 

Sambungan telefon itupun terputus sebelum Ahrin mengiyakan permintaan Chanyeol.

 

∞∞∞

 

Kalian ingat tender yang dibicarakan Suho dan Chanyeol di part 2 ff ini? Chanyeol berhasil memenangkanya dan Suho akhirnya berinvestasi di perusahaan kecil-kecilannya Chanyeol. Perusahaan itupun kini sudah memliki 4 orang pegawai yang membantu Chanyeol.

 

Kini Chanyeol sudah memiliki label sendiri, dan tender yang dibicarakannya dengan Ahrin di telefon tadi adalah tender ke-7nya, di enam tender sebelumnya ia memenangkan empat diantaranya.

 

Sekarang Chanyeol mulai dikenal di kalangan pengusaha properti dan menggunakan jasanya untuk mendesain gedung-gedung apartemen ataupun bangunan lainnya.

 

Usaha yang dirintisnya dari nol itu kini mulai membuahkan hasil yang lumayan besar, setidaknya ia mampu untuk menggaji ke empat orang pegawainya. Dan bisa membeli sebuah apartemen dua kamar di kawasan yang cukup elit. Ya kini Chanyeol tak lagi tinggal di rumah orang tuanya.

 

Karena hal itu juga Chanyeol dengan yakin melamar Ahrin tempo hari.

 

Ahrin? Dia masih kuliah dan bersiap untuk menyusun skripsinya. Beruntung Ahrin menjadi salah satu mahasiswa terbaik sehingga sudah mendapat tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan properti sebagai desainer interior jika hasil sidangnya mendapat hasil yang memuasakan tentunya.

 



 

 

Tirai terbuka dan menampakan sosok seorang wanita dengan gaun putih berlengan panjang transparan gaunnya begitu indah dan terlihat membalut semua bagian tubuhnya kecuali bagian leher jenjangnya nampak begitu elegan dan sangat sopan.

 

Wanita satunya hanya bisa mengangakan mulutnya kagum. Dia seolah kehabisan kata-kata.

 

“Jangan hanya diam saja seperti itu! Bagaimana gaun ini? Apa pas denganku? Tidak terlalu simple kan?”

 

“Huwaaa… itu sangat pas di badanmu. Hmmm aku iri. Kau bahkan sudah menggunakannya saat aku masih belum tahu kapan itu akan terjadi padaku.” Yoora menggembungkan pipinya dan milpat tangannya di bawah dada.

 

“Jangan bicara begitu. Pasti waktunya akan tiba kak…”

 

 

Yoora hanya bisa tersenyum simpul mendengarnya.

 

∞∞∞

 

Kini Ahrinnampak sedang duduk menunggu seseorang di depan butik itu. Siapa lagi yang ditunggunya kalau bukan Chanyeol calon suaminya.

 

Sebelumnya ia sudah di hubungi Chanyeol akan tiba sekitar 15 menit lagi tapi sudah 20 menit dan Chanyeol masih juga belum menampakan dirinya.

 

Samapai di menit ke 30 barulah Chanyeol sampai dengan mengendarai mobilnya dan segera memasuki butik dan mendapati Ahrin yang sedang membolak-balik majalah dengan malas.

 

“Maaf aku terlambat. Tadi…”

 

“Sudahla tak apa. Hanya terlambat 15 menit. Ayo. Kau bilang ingin menunjukan sesuatu. Lebih baik kita segera pergi karena sekarang sudah jam 5 kurang 15 menit.” Ahrin langsung menyela Chanyeol yang tadinya ingin memberi alasah keterlambatannya.

 

Chanyeol tersenyum mengiyakan dan meraih tangan Ahrin lalu menggenggamnya. “Ayo…!” serunya.

 

∞∞∞

 

Tadinya Ahrin sempat heran kenapa mereka lewat jalan tol.

 

Ternyata inilah tempat yang ingin dituju sekaligus yang ingin ditunjukanChanyeol pada Ahrin. Pantai.

 

Mereka melangkahkan kaki ke suatu tempat di pantai itu. Dan kini Ahrin dan Chanyeol sedang berhadapan dengan sebuah dermaga yang tidak begitu panjang, di ujung dermaga itu kini terliahat sang surya mulai menenggelamkan dirinya.

 

Chanyeol menarik tangan Ahrin untuk berjalan di atas dermaga itu. Ahrin hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Chanyeol.

 

 

Kini mereka tampak seperti siluet di antara matahari terbenam.

 

Chanyeol tak melepaskan genggaman tangannya pada Ahrin dan sekarang mereka berdiri berhadapan.

 

“Kau tau kenapa aku mengajakmu ke sini?”

 

Ahrin hanya menggeleng tanpa ekspersi.

 

“Kau masih ingat bagaimana dan dimana aku melamarmu?”

 

 

Kini Ahrin mengangguk sambil tersenyum.

 

“bukankan itu sangat biasa dan tidak romatis sama sekali?”

 

“Aku rasa itu cukup romatis dan di tempat yang sangat indah juga. Jadi tidak bisa jika dibilang biasa.” Akhirnya Ahrin buka suara.

 

“Tidak itu tidak benar sama sekali. maka dari itu aku akan kembali melamarmu. Di sini di tempat ini dan di waktu ini.”

 

 

Chanyeol berlutut dengan sebelah kakinya dengan tangan yang memegang tangan Ahrin.

 

Entahlah tapi Ahrin yang sudah pernah mengalami ini dan sudah tahu arah dan tujuan perbuatan Chanyeol saat ini merasakan jantungnya akan meledak(?) karena saking kuatnya berdetak.

 

“Ahrin-a kau tau? aku sangat mencintaimu. Dan aku ingin kau menjadi pendamping hidupku sampai maut memisahkan kita. Maukah kau menikah denganku?”

 

Ahrinnampak tersenyum geli saat ini. “Apa aku harus menjawabnya saat pernikhan kita akan berlangsung dua minggu lagi? Sudahlah. Ayo bangkit dan hentikan kekonyolan ini Chanyeol-ah.”

 

Chanyeol pasrah mematuhi perintah Ahrin untuk bangkit berdiri. “Kau merusak momen yang akan menjadi momen teromantis yang pernah ada. Kau tahu itu?” Chanyeol kini menatap Ahrin dengan kesal.

 

Ahrin malah tertawa melihat tingkah Chanyeol lalu mencubit pelan pipi Chanyeol.

 

“Jadi bagaimana aku harus memperbaiki momen itu tuan Park?”

 

Chanyeolmenampakan senyum evilnya “dengan cara ini mungkin akan cukup.” Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya membuat Ahrinreflek mundur beberapa langkah namun tangan Chanyeol langsung melingkar di pinggang Ahrin menahannya.

 

Kini jarak diantara keduanya semakin menipis, bahkan ujung hidung keduanya sudah bersentuhan. Chanyeol mulai menutup matanya begitu juga dengan Ahrin, lalu memiringkan kepalanya dan akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir Ahrin. Chanyeol hanya menyentuhkan bibir mereka sebelum akhirnya sedikit menekannya dengan sangat lembut dan perlahan membuat lumatan-lumatan kecil dengan penuh kasih sayang tanpa nafsu sama sekali.

 

Cukup lama bibir mereka saling bertautan di depan matahari yang perlahan tenggelam, tidak, hanya Chanyeol saja yang menautkan bibirnya sementara Ahrin hanya menerimanya tanpa membalas tautan lembut dari Chanyeol.

 

Kini Chanyeol sudah melepaskan ciuman pertama, ya yang pertama antara mereka berdua yang diciptakannya dengan penuh kasih sayang dan penuh kelembutan. Lalu menampakan senyum dan sinar mata yang jelas mengatakan kalau ia sangat bahagia saat ini.

 

“Astaga… aku baru menyadari kalau ternyata orang ini memiliki senyum yang sangat menawan.” Ahrin berujar sambil mengelus pipi Chanyeol dengan telapak tangan kanannya.

 

Ahrin hendak menurunkan tangannya namun tangan Chanyeol segera menahannya membuat tangan Ahrin tetap berada di pipi kiri Chanyeol.

 

“You knowwhat?” kata Chanyeol yang masih memegang tangan Ahrin yang menempel di pipinya itu.

 

“hmmm…?” Ahrin hanya bedehem sambil terus tersenyum

 

“I’msothankfulandveryhappyrightnow.”

 

“I know. Because I feelthesame.”

 

Ahirn berjinjit dan melingkarkan tangannya di leher Chanyeol dan mendekap erat Chanyeol dan tentu Chanyeol membalas mempererat pelukan keduanya.

 

To Be Continued

Ok. Itudulubuat part ini. Gimana? Mengecewakankah?

 

 

 

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Just a Moment (part 5)”

  1. ahh kayanya aku udah baca deh di wattpad kamu,tapi aku ngak bisa gimana cara ngunainnya buat nge’komen itu,ff kamu di wattpad hehehe, bisanya cuma ngekasih tanda bintang aja,kekekekek 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s