One and Only – Slice #10 — IRISH’s Story

irish-one-and-only-fixedOne and Only

With EXO’s Byun Baekhyun and Red Velvet’s Kim Yeri

Supported by EXO, TWICE, and SMRookies Members

A sci-fi, fantasy, romance, and life story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.”


Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || [NOW] Chapter 10

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes…

“Karena aku bisa melindungimu lebih baik daripada Humanoid manapun.”

Pendengaranku tidak salah bukan? Mengapa sekarang Baekhyun bicara tentang melindungiku? Bukankah tugasnya adalah melindungi Ownernya? Tapi… Jika Wendy memang bukan Ownernya, lalu kenapa Ia masih berpikir untuk melindungi seseorang?

Karena Ia Humanoid Pelindung? Apa Ia akan mengatakan kalimat itu lagi sebagai alasannya jika aku bertanya? Dan kenapa ucapannya malah membuatku merasa sesak?

Kenapa Ia lagi-lagi mengucapkan kalimat yang membuatku merasa aku akan bertahan hidup lebih lama lagi dikehidupan tak masuk akal ini?

“Baekhyun…”

“Kenapa? Kau mau menanyakan apa alasanku berkata seperti itu? Kau sudah tahu jawabannya bukan?”

Aku tersenyum, dan mengangguk pelan. Ya, tentu aku tahu. Karena Ia adalah Humanoid Pelindung bukan?

“Aku tahu jawabannya. Aku hanya tidak mengerti… Kenapa kau… Ingin melindungiku.”

“Alasannya sama.” ucap Baekhyun.

“Tapi Wendy juga butuh perlindunganmu.” ucapku.

Baekhyun menggeleng.

“Aku tahu Wendy lebih cerdas dari manusia manapun. Ia lebih berani melawan apapun. Ia bahkan berani menantang Sentry jika terdesak.” ucap Baekhyun.

Lalu…

“Apa kau melindungiku karena aku lemah?”

Baekhyun menyernyit.

“Aku tidak pernah menilaimu lemah. Seorang yang lemah tak akan bisa bertahan sepuluh tahun dari kejaran Humanoid Pemburu.”

“Lalu… Kenapa?”

“Karena aku ingin melindungimu, itu saja.”

Benarkah? Hanya satu kalimat itu yang menjadi alasannya? Bagaimana bisa? Maksudku… Ini tidak masuk akal.

“Baekhyun… Terima kasih…”

“Untuk apa?” Baekhyun menyernyit menatapku.

Aku tersenyum tulus.

“Karena ingin melindungiku. Setelah keluargaku hancur… tak pernah ada seorangpun yang melindungiku. Tapi kau selalu berkata kau akan melindungiku… Aku sangat bahagia. Aku sangat senang.

“Terkadang aku merasa tak ingin semua ini berakhir, aku senang setiap kali kau berkata kau akan melindungiku. Aku… sangat senang karena kau akan melindungiku.”

Baekhyun terdiam beberapa lama.

“Tanda vitalmu tidak stabil lagi.” ucap Baekhyun akhirnya membuatku tertawa pelan, Ia pasti tak memahami perasaan haru yang sekarang kurasakan karena ucapannya.

“Jika kau melindungiku, bagaimana dengan Wendy?”

“Ia adalah salah satu alasan aku dibuang oleh Ownerku.”

“Kau masih merasa sakit hati?”

“Tidak, tentu tidak. Wendy sudah tumbuh besar, dan sifatnya masih tidak berubah. Lagipula, Ia sudah terbiasa hidup tanpa Humanoid, walaupun tak menjadi Outsider.”

“Aku tidak mengerti kenapa Ia membenci Outsider.” gumamku pelan.

“Karena Ia menjadi Outsider selama bertahun-tahun setelah kematian Ownerku.” ucap Baekhyun.

“Jadi dia juga Outsider?”

Baekhyun mengangguk.

“Ya, dia berucap kasar seperti itu karena Ia takut ditinggalkan lagi. Sama sepertimu, Ia ditinggalkan oleh semua orang. Hanya saja, kurasa kau lebih bisa menjaga dirimu tetap stabil.”

Aku tersentak. Benar. Wendy dan aku sama-sama ditinggalkan, sama-sama sendirian. Kami juga harus bertahan hidup dari—

“Tapi bukankah Ia masih terdaftar sebagai Ownermu?”

“Memang. Dia tidak dikejar oleh Humanoid Pemburu. Tapi semua orang pasti curiga padanya karena Ia tak pernah bersama Humanoid.”

Ah… Jadi…

“Kau lebih bisa bertahan hidup.” ucap Baekhyun.

Bertahan hidup? Kenapa semua ucapan yang keluar dari mulutnya terdengar sangat kaku… Ketidak stabilan, lalu sekarang, Ia katakan aku lebih bisa bertahan hidup.

“Baekhyun, kau tahu istilahmu tentang bertahan hidup terdengar sangat aneh.”

“Benarkah?”

Aku mengangguk.

“Ya, tidak bisakah kau menyebutnya sebagai… Hmm… Melawan Humanoid Pemburu?” kataku membuat Baekhyun tertawa.

“Kau tidak melawan, kau hanya berlari dari mereka.”

Aku memutar bola mataku pelan.

“Oh ayolah, memangnya manusia mana yang bisa melawan mereka.”

Aku terkesiap saat tiba-tiba saja Baekhyun menarik bahuku, saat aku sadari, seseorang baru saja akan menabrakku jika Baekhyun tidak menarikku.

“Perhatikan jalanmu Yeri.” ucap Baekhyun sembari melepaskan lengannya dari bahuku, tolong, siapapun, hentikan jantungku.

“Kau terkejut?” tanya Baekhyun.

“Apa?”

“Karena hampir tertabrak. Kau terkejut?” ulangnya.

Aku tidak terkejut karena seseorang hampir menabrakku. Aku bahkan tidak sadar saat seseorang itu hampir menabrakku. Yang membuat jantungku terpompa tak karuan adalah tindakannya. Maksudku, argh! Tangannya yang ada di bahuku.

“Humanoid itu… kau menyukainya?”

Kali ini ucapan Dahyun terngiang dipendengaranku. Dengan segera aku menggeleng kuat-kuat.

“Yeri?”

“Ya?” aku menatap Baekhyun.

“Kau bersikap aneh,” ucapnya.

“Maaf, aku hanya… terkejut karena seseorang hampir menabrakku.” ucapku akhirnya membuat Baekhyun mengangguk-angguk.

“Haruskah aku terus memegangimu agar kau tidak lengah?” Baekhyun bergerak meraih bahuku lagi, tapi aku segera menahannya.

“Tidak Baekhyun, tidak perlu, aku akan lebih hati-hati.” ucapku.

“Baiklah. Oh, itu dia.” Baekhyun menatap ke satu arah, dan kusadari kami sedari tadi berjalan mengikuti alur yang sama menuju ke rumah lamanya.

“Museum?” ucapku terkejut.

“Sudah kukatakan ada yang harus kutunjukkan padamu disana bukan?” ucap Baekhyun, Ia menarik lenganku, dan membawaku melangkah sedikit lebih cepat.

Kami sekarang berdiri didepan gedung menjulang tak terawat itu, dan aku tak bisa menahan diriku untuk tidak mendesah kagum karena tempat ini.

“Ayo kita masuk.” ucap Baekhyun.

Aku mengangguk antusias, dan segera melangkah mengikutinya. Kegelapan segera menyambut kami, tapi Baekhyun kembali mengeluarkan lighter dari dalam ransel yang ada ditangannya, menerangi seisi ruangan tempat kami berdiri.

Kebanyakan barang-barang antik yang ada didalam Museum ini sudah hancur. Dan ruangan ini juga terasa pengap. Sangat pengap.

“Ah, Yeri, kau harus melihat Mademoiselle Louvie.” ucap Baekhyun sambil menarikku lebih jauh ke dalam gedung ini.

Kami terhenti didepan sebuah lukisan. Tapi aku menyernyit. Aku hanya melihat kanvas kosong berwarna kelabu tua. Tapi samar, kurasa aku bisa melihat punggung seorang wanita, dengan pakaian bernada kelabu, sedikit lebih terang dibanding warna kelabu lainnya disana.

Hanya gambar punggung yang kutemukan.

“Ini lukisannya?” tanyaku.

“Ya. Mademoiselle Louvie, yang lebih sering disebut Unseen Woman. Kalau kau tahu sejarahnya kau pasti mengerti mengapa lukisannya hanya terlihat seperti ini bukan?” tanya Baekhyun

“Aku hanya sempat mendengar tentangnya. Tidak membaca banyak.” ucapku.

“Dia manusia pertama yang sadar bahwa keberadaan Humanoid hanya akan membuat manusia saling melupakan. Dia berusaha sekuat tenaga mengumpulkan manusia-manusia lain yang tak ingin tergiur pada tawaran Humanoid.

“Bagiku, Unseen Woman ini sepertimu, Yeri-ah…” ucap Baekhyun.

“Sepertiku?”

“Ia Outsider pertama. Dia orang pertama yang dikejar-kejar dan diburu Sentry karena perlawanannya. Itulah mengapa saat Ia mati—karena alasan yang tidak diketahui—kau tahu Ia menghilang begitu saja dan semua orang hanya mendengar kabar bahwa Ia mati, bukan?

“Orang-orang membuatkan lukisan ini sebagai penghormatan. Museum ini awalnya bernama Là Grooviė tapi karena adanya lukisan ini, orang-orang mulai menyebutnya Museum Louvie.”

“Aku tidak mengerti…” ucapku pelan mendengar penjelasan panjang Baekhyun.

“Tentang apa?” tanya Baekhyun.

“Kenapa lukisannya hanya seperti ini?”

“Dia Unseen Woman, ingat? Tak ada yang tahu dengan pasti seperti apa wajahnya, atau caranya memperjuangkan kemandirian manusia. Ia hanya diketahui sebagai Louvie. Seorang wanita. Karena dia juga, Sentry akhirnya menetapkan Pembersihan.”

“Benarkah?” aku terkejut.

Baekhyun mengangguk.

“Kau harus bangga menjadi Outsider. Karena kau menjadi penerus Mademoiselle Louvie. Memperjuangkan kehidupan manusia.”

Aku tersenyum tanpa sadar. Dan menatap lukisan didepanku.

“Jadi lukisan ini yang tadi mau kau tunjukkan padaku?”

Baekhyun lagi-lagi mengangguk.

“Ini adalah motivasi untukmu. Kau tak perlu malu menjadi Outsider. Kau tak perlu merasa kau tidak pantas ada di dunia. Karena dalam pandanganku… Semua Outsider sangatlah kuat.” ucapnya.

“Terima kasih…” ucapku tulus.

Baekhyun tersenyum, dan kembali menggenggam jemariku.

“Ayo, masih banyak lukisan yang harus kau lihat.” ucapnya sambil membawaku lebih jauh lagi ke dalam museum.

Lighter mulai redup, dan aku lagi-lagi merasa khawatir pada keadaan disekitarku.

“Baekhyun, aku tidak tahu lighter bisa redup.” ucapku.

“Memang tidak, ayo.” Baekhyun kembali membawaku melangkah.

Aku tersentak saat tiba-tiba saja lighter kami mati. Aku sontak mengeratkan genggamanku pada Baekhyun. Apa yang terja—

NGIIIINGG!!

Aku terkesiap saat mendengar suara mengilukan yang menusuk telingaku.

“Baek—”

“Tunggu Yeri, diamlah.” ucap Baekhyun, aku terkejut saat Ia memegangi seluruh mantel yang kukenakan, tanpa seizinku tentu saja.

Ia bahkan membolak-balik tubuhku, dan menyibak rambutku.

“Benar dugaanku.”

Baekhyun mengarahkan tangannya, dan dari jemarinya keluar cahaya kecil. Cukup terang untuk membuatku bisa melihat sekitarku.

Aku menatap Baekhyun saat ditangannya ada benda serupa kancing kecil dengan tali pengait berkilap yang Ia tarik dari rambutku.

Tapi aku masih mendengar dengingan lain yang sama kerasnya.

“Yeri, cari benda seperti ini dipakaianku.” ucap Baekhyun.

Di pakaian Baekhyun? Apa itu artinya aku harus menyentuhnya? Ugh. Tidak. Jantung bodoh. Jangan memberontak lagi.

Dengan cepat aku bergerak menelusuri setiap lipatan di jaket yang Ia kenakan, dan menemukan benda itu menyelip di kerah jaket Baekhyun.

“Apa ini?” tanyaku pada Baekhyun saat kedua benda itu masih mengeluarkan bunyi berdenging tajam.

“Sudah kuduga ada yang salah pada mereka berdua.”

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Wendy, dan Humanoid bernama Dahyun itu. Apa salah seorang dari mereka menyentuh rambutmu?” tanya Baekhyun.

Aku menyernyit, berusaha mengingat.

“Dahyun memelukku saat kita dirumah Ownermu.” ucapku kemudian.

“Dan Wendy memelukku.” kata Baekhyun, “Ada yang salah dengan mereka berdua. Sial. Aku sudah menduganya. Aku tidak mungkin bisa menemukan Wendy semudah itu.” Ia melanjutkan.

“Apa yang sedang kau bicarakan, Baekhyun?”

“Momo dan yang lainnya mungkin ada dalam bahaya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Tapi kita tidak boleh kembali ke mobil sekarang.”

“K-Kenapa tidak?”

“Kau ingat tujuan perjalanan kita bukan?”

Aku mengangguk.

“Marseille, lalu Barcelona, dan London. Ah, bukankah Momo juga bilang Ia ingin menemukan Ownernya di Edinburgh?”

Baekhyun tersenyum.

“Kita harus melakukan perjalanan itu berdua.”

“Apa?”

“Mereka dalam bahaya Yeri, aku tak bisa membawa mereka semua keluar, atau meninggalkan Wendy dan Dahyun sendirian disana. Yeoja itu, Nayeon, aku yakin Ia juga salah satu dari mereka.

“Aku tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi pada mereka sekarang. Tapi jika kita kembali dan berusaha menyelamatkan mereka, perjalanan ini akan percuma Yeri.”

“Tapi… bagaimana jika hal buruk terjadi pada mereka?”

“Ingat bahwa Humanoid bisa menghidupkan manusia dari kematian? Jangan khawatir. Kita sudah tahu hal buruk itu sekarang, dan kita tahu tujuan perjalanan kita. Kita juga tahu—oh, tunggu.”

Baekhyun memejamkan matanya, tapi kemudian Ia berdecak.

“Wendy pasti menghapus rekamanku tentang kertas-kertas penelitian itu. Sial. Aku benar-benar terlambat menduganya.”

“Apa kau bicara tentang kertas lusuh yang kita temukan dirumah Ownermu?”

“Ya. Aku sudah memotretnya, tapi Wendy sepertinya mencabut micro-card ku.” Baekhyun meraba tengkuknya sendiri, dan berdecak kesal.

“Benar, dia mengambilnya.”

Aku segera teringat pada kertas-kertas itu, teringat bahwa kami menemukan Dahyun saat kami tengah membaca kertas itu, dan juga—

“Baekhyun,” aku meraba bagian dalam jaketku, ingat bahwa benda itu kumasukkan ke dalam jaketku karena kupikir akan terjadi hal buruk.

“Yeri! Kau benar-benar penyelamat.” Baekhyun mengguncang pelan bahuku, dan tersenyum cerah.

“Aku sengaja membawamu kesini karena tempat ini pasti bisa merusak semua kerja benda elektronik. Penyadap ini contohnya.” ucap Baekhyun sambil membuang penyadap itu.

“Tadinya aku hendak membawamu lebih awal kesini, tapi aku sadar, daripada mencurigai Momo, atau Kyungsoo dan Chaeyoung, Lyon lebih membuatku merasa curiga.” ucap Baekhyun.

“Tapi tadinya kau bicara tentang—”

“Diluar mereka masih bisa mendengar pembicaraan kita. Wendy sangat emosional, dia pasti sangat marah karena ucapan kita tadi. Setidaknya aku tak mengungkapkan rencana ini sedikitpun.

“Dan juga, Yeri, berhentilah mudah percaya pada orang lain.”

Aku terdiam.

“Kau mempercayai Wendy dengan mudah.” balasku.

“Karena dia ada dalam list paling mencurigakan. Tapi Dahyun? Humanoid muda itu, kau menambahkannya dalam list ku.”

“Jadi… Mereka berdua… Berniat buruk?” ucapku menyimpulkan.

Baekhyun mengangguk.

“Seseorang pasti sudah merencanakan ini. Aku tidak tahu seberapa jauh mereka mengetahui tentang kita, tapi mulai sekarang kita harus berhati-hati, dan kita harus punya pembicaraan pribadi lainnya, mengerti?”

Aku mengangguk-angguk.

Sekarang aku memahami apa yang Baekhyun maksud dengan pembicaraan pribadi. Pembicaraan yang hanya aku dan Baekhyun ketahui. Dimana kami bisa menuduh siapapun dan menganalisis siapapun. Dimana kami tak bisa mempercayai siapapun selain saling mempercayai.

“Siap untuk melanjutkan perjalanan ke Marseille?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Perjalanan ini memang terasa lebih melelahkan, tapi aku menyukainya. Nyatanya ransel yang dibawa Baekhyun berisi begitu banyak chip yang jadi kebutuhan kami.

Ia bilang aku tak perlu khawatir karena kami sudah terlihat seperti backpacker sungguhan sekarang. Dan kami bisa menggunakan cerita pertama yang kami latih bersama. Bukankah itu bagus?

Aku memutuskan untuk membawa ransel itu karena penampilan Baekhyun saat membawa ransel sungguh membuatku geli.

Ia mengenakan pakaian serba hitam, dan tampak menakutkan, sungguh lucu membayangkan Ia harus membawa sebuah tas ransel.

Baekhyun juga mengubah rambut pirang panjangku menjadi model berbeda lagi. Ia bilang bahwa rambutku sudah gampang dikenali. Dan aku merasa lebih nyaman melihat pantulan diriku sekarang.

Rambut pirang yang sedikit lebih gelap, dan bergelombang, entah mengapa rambut ini tidak membuatku kembali teringat pada Irene.

Dengan menaiki sebuah Metro kami melanjutkan perjalanan ke Marseille. Baekhyun bilang perjalanan ini akan membutuhkan waktu sekitar dua atau tiga jam.

Dan tak lupa, Ia memaksaku untuk makan—dengan mengubah chip-chip itu menjadi makanan—untuk pertama kalinya aku tidak merasa teknologi ini menggangguku.

Karena aku nyatanya memang lapar.

Baekhyun memang tidak makan sepertiku, tapi aku entah mengapa teringat pada ucapan Dahyun. Aku tak yakin apa Ia berbohong padaku, atau mengatakan yang sebenarnya untuk membuat kebohongannya tak kentara, tapi keberadaan Humanoid selalu saja memberiku pertanyaan.

“Baekhyun, apa kau perlu di charge?” tanyaku membuat Baekhyun yang tadinya serius membaca sebuah buku tebal—yang diperolehnya dari sebuah chip—tertawa cukup keras.

Beruntunglah hanya ada kami berdua di sekat Metro ini, jadi aku tak harus khawatir karena tawanya.

“Kau bercanda Yeri? Aku tak membutuhkan hal aneh seperti itu.”

“Lalu apa yang jadi daya kehidupanmu? Manusia butuh makan… dan tidur. Lalu bagaimana denganmu?”

Baekhyun menutup bukunya, dan menatapku serius.

“Kau benar-benar tidak tahu?” tanyanya

“Ya, apa aku terlihat tahu banyak tentang Humanoid?”

Baekhyun akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Baterai Nuklir. Hanya ledakan Nuclear Cells yang bisa menonaktifkan kami secara permanen.” ucap Baekhyun.

“Benarkah?”

“Apa aku terlihat berbohong?”

Aku menggeleng.

“Seperti fungsi paru-paru manusia yang akan terganggu karena Nuclear Cells, Humanoid akan mengalami kerusakan permanen.”

“Jadi… Seperti kematian?” tanyaku.

“Kurang lebih seperti itu.” ucap Baekhyun membenarkan.

“Ada berapa banyak Nuclear Cells didunia ini?”

“Aku tidak tahu, memangnya kenapa?” tanya Baekhyun.

“Memangnya kenapa? Kau tidak tahu aku sangat takut membayangkan Humanoid mati? Keberadaan kalian seperti keajaiban bagi manusia. Lalu kenapa mereka menciptakan Nuclear Cells itu?” ucapku tak terima.

“Karena mereka tidak tahu.”

“Apa?”

“Mereka tidak tahu jika Humanoid bisa mati karena benda itu.”

Aku terpaku.

“Dan… bagaimana kau bisa tahu?”

“Karena manusia menciptakan kami dengan kemampuan mengakses informasi tanpa batas, aku tahu semua komponen Nuclear Cells, begitu juga dengan Humanoid yang lain.

“Bisa kukatakan… Humanoid sama-sama menghidari Nuclear Cells tanpa sepengetahuan Owner nya.”

“Bukankah itu sudah menunjukkan bahwa kalian bisa berpikir sendiri?” kataku terkejut.

“Benarkah? Bagaimana bisa?” Baekhyun balas bertanya padaku.

“Oh, astaga, Baekhyun, semua Humanoid menjauhi Nuclear Cells karena tahu benda itu bisa membunuh mereka. Seperti manusia yang menjauhi bahaya, kalian juga melakukannya.

“Bukankah itu bukti nyata kalian juga bisa berpikir untuk menyelamatkan diri kalian sendiri dari kematian?”

Baekhyun mengerjap beberapa kali mendengar penuturanku. Tampak tersadar.

“Kau benar… Yeri… Tidakkah sesuatu yang menakutkan sedang terjadi pada kami semua sekarang?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun tampak hanyut dalam pikirannya sendiri sejak menyadari bahwa semua Humanoid ingin bertahan hidup dan menjauh dari bahaya. Sementara aku juga sibuk dalam kebingunganku.

Bagaimana mereka melakukannya? Padahal mereka tidak diprogram untuk bisa melakukannya. Mereka… diprogram sebagai robot.

“Baekhyun,” ucapku akhirnya.

“Ya Yeri?” Baekhyun menoleh ke arahku, Ia tadinya sibuk memperhatikan kegelapan total diluar Metro.

“Apa yang akan kau lakukan setelah semua ini berakhir?”

Baekhyun menyernyit.

“Kau pernah menanyakannya,” ucap Baekhyun.

Aku tertawa pelan.

“Aku tahu, aku hanya ingin tahu apa jawabanmu masih sama.”

“Jawabanku tetap sama. Aku ingin Humanoid hidup bersama juga, seperti manusia.” ucapnya, “apa kau mengkhawatirkanku seperti waktu itu Yeri?” sambungnya.

Aku menggeleng pelan.

“Kau bahkan lebih tahu tentang semua hal daripada aku, kenapa aku harus mengkhawatirkanmu?” ucapku membuat Baekhyun tertawa pelan.

Ia kemudian menarik bahuku.

“Suhu tubuhmu menurun drastis, kemarilah, kau bisa beristirahat.” ucap Baekhyun, perlahan aku merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku.

“Apa yang manusia bisa lakukan tanpa kalian semua…” gumamku sambil memejamkan mata.

Tubuhku sudah berhenti menggigil. Sedari tadi aku memang merasa kedinginan karena suhu di Eropa yang seenaknya berubah. Tapi keberadaan Baekhyun sangat menolongku.

“Kami juga tidak akan ada tanpa manusia, kalian yang menciptakan kami. Kalian yang mengaktifkan kami.”

Aku menatap Baekhyun sejenak, Ia sudah tampak menatap keluar lagi. Diam-diam, aku mulai berpikir tentang keadaan ini.

Manusia membutuhkan Humanoid. Tapi Humanoid diciptakan oleh mereka sendiri. Dan sekarang Humanoid itu bisa berpikir mandiri. Aku mulai memikirkan bagaimana kekacauan yang akan tercipta jika semua Humanoid menjadi seperti Baekhyun.

Jika mereka tidak meninggalkan Ownernya, tentu tak akan menjadi masalah. Tapi bagaimana jika mereka semua menginginkan hal yang sama seperti Baekhyun? Hidup bersama bangsanya yang lain?

Apa yang akan terjadi pada manusia?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku membuka mataku saat mendengar bunyi berdecit pelan masuk ke dalam pendengaranku. Saat aku sadar, aku nyatanya tidur dipangkuan Baekhyun. Aku langsung menatap Baekhyun, sejak kapan aku tertidur?

“Kau bangun? Kita sudah hampir sampai di Marseille.” ucap Baekhyun lembut.

Perlahan aku berusaha bangun, dan menatap sekitarku. Keadaan sepi saat terakhir kali kusadari tadi sudah berubah. Beberapa orang—bersama Humanoid mereka tentunya—tampak ada disekitar kami.

“Sejak kapan keadaannya ramai?” tanyaku pelan.

“Sedari tadi, kurasa satu jam yang lalu.” jawab Baekhyun.

Aku mengusap-usap wajahku, berusaha menghilangkan rasa kantuk yang masih menjalari tubuhku, tapi aku tersadar ada seseorang aneh masuk ke dalam Metro.

Ia masuk sendirian ke dalam Metro, dan itu mengejutkanku.

Aku menatap wajahnya, menunggu saat ketika Ia akan mendongak dan membuatku bisa melihat—ah, lingkaran nano itu…

Ia seorang Humanoid.

“Baek… Ia naik tanpa Ownernya.” bisikku pada Baekhyun.

Aku mengeratkan peganganku pada jaket Baekhyun saat sosok Humanoid aneh itu melangkah ke arahku dan Baekhyun. Bukan efek kepercayaan diri, tapi Ia menatap ke arahku.

“Apa Yeri?” Baekhyun menatapku, tapi saat Ia menatapku, Humanoid itu sudah berdiri tepat disamping tempat duduk kami.

“Apa kursi ini kosong?” tanyanya membuatku menatap Baekhyun.

Baekhyun tampak terkejut.

“Yuta.” gumamnya pelan.

Humanoid—yang aku yakin bernama Yuta itu—menatap sekitar kami, tertawa pelan, dan tanpa bicara apapun duduk di kursi kosong yang ada didepanku dan Baekhyun.

Aku tak mengerti bagaimana Ia bisa dengan begitu santai duduk sementara beberapa Humanoid menatapnya aneh.

Humanoid itu menatapku, dari atas sampai bawah, sampai kemudian Ia tertawa pelan dan menatap Baekhyun.

“Apa kau berasal dari Korea? Wah wah. Marseille akan kedatangan dua orang tamu baru dari Korea.” ucapnya membuat Baekhyun tersenyum samar.

“Apa ada yang salah dengan programmu?” tanya Baekhyun, Ia tampak sangat rileks bicara dengan Humanoid ini, sementara aku mulai merasa takut dan khawatir.

“Ownermu sepertinya takut padaku.” ucapnya.

Baekhyun melirikku, dan menatapnya lagi.

“Apa dia membuatmu takut?” tanya Baekhyun padaku, Ia bergerak memasangkan mantelku, dan merapikan penampilanku.

“Dia tidak bersama Ownernya.” ucapku pelan.

Yuta tertawa lagi.

“Owner? Untuk apa aku punya Owner jika aku bisa hidup sendiri?” ucapnya mengejutkanku.

Ia bahkan tak peduli saat bicara sekeras itu semua Humanoid di sekat ini menatapnya. Humanoid ini pasti mengerti walaupun kami bicara dengan bahasa korea bukan?

Aku tersentak saat Ia mencekal tanganku.

“Jangan menyentuhnya.” aku lebih terkejut saat Baekhyun mendorong bahu Humanoid itu dengan kasar, dan menyentakkannya, dalam satu gerakan cepat Ia menarikku ke dalam cekalannya, dan Baekhyun… melindungiku.

“Oh ayolah, Ownermu tak akan keberatan kalau kau bicara padaku.” katanya pada Baekhyun membuatku mengeratkan cekalanku pada Baekhyun.

“Baekhyun… Dia Humophage…”

Jantungku terpompa kencang saat mulut ini dengan lancang berucap. Humanoid terdekat dari kami segera membawa Ownernya menjauh, dan mereka menatap Yuta siaga.

Beberapa orang pasti sadar pada kata ‘Humophage’ yang sepertinya sudah sangat familiar itu. Bahkan aku tak perlu bicara dalam bahasa Prancis.

“Humophage. Sentry!” ucap salah seorang Humanoid dengan keras.

“Katakan saja pada mereka. Mereka tak pernah bisa menangkapku.” ucapnya dengan bahasa korea, menyahuti Humanoid Prancis itu dengan tenang, Ia seolah sangat terbiasa dengan incaran Sentry.

Yuta kemudian menyanggahkan kedua tangannya dimeja kosong tepat dihadapanku, sementara aku menahan diriku untuk tidak berteriak ketakutan.

“Jangan menyentuhnya!” ucap Baekhyun keras.

Yuta lagi-lagi tertawa.

“Semua Humanoid selalu memuja Owner mereka. Sangat memuakkan.” ucapnya, Ia kemudian menatapku, “mulutmu sangat berbisa nona manis.”

Baekhyun mendorong keras Humanoid itu saat Ia bergerak menyentuhku. Ia bahkan mengarahkan sebuah senjata pada Yuta, mengejutkanku, darimana Ia mendapatkan senjata itu?

Beberapa Humanoid lain melakukan hal sama. Dan dengan ekspresi kaku, Yuta mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.

Tatapan kakunya berubah menjadi sedikit lembut, Ia kemudian memandangku, tersenyum kecil, dan menatap sekitarnya.

“Ada dari kalian yang ingin hidup bebas tanpa Owner?” ucap Yuta keras.

Ia menyentakkan Baekhyun, sebelum mengibaskan lengannya satu kali, membuat sebuah pedang keluar dari lengannya. Aku terkejut bukan main saat Ia mengarahkan sebuah pedang ke arah salah seorang Owner disana.

SRAT!

Aku menjerit tanpa bisa kucegah saat pedang itu berhasil memutuskan kepala seorang manusia disana.

Beberapa orang berteriak dan mengucapkan kata-kata yang tak kumengerti. Tapi Humanoid lain kemudian mulai menyerang Yuta, sementara Baekhyun meraihku ke dalam dekapannya, melindungiku.

Aku gemetar melihat beberapa manusia bersimbah darah karena serangan tunggal Yuta. Sementara Humanoid dari manusia itu berusaha menghidupkan Ownernya kembali, Metro ini masih berjalan seolah tak ada kekacauan terjadi.

Nafasku terhenti saat Yuta kemudian mengarahkan pedang itu ke leherku.

“Yuta! Hentikan!” Baekhyun berucap keras, tapi Yuta malah tersenyum padaku.

“Bukankah Ia benar-benar bersikap seperti Humanoid-mu?” tanyanya sangat pelan membuatku terkesiap.

Bagaimana Ia tahu?!

Dan apa yang Ia lakukan dengan pedang ini dileherku?

“Hentikan! Jangan melukainya!” Baekhyun menyerang Yuta, membuat pedang itu menjauh dari leherku, tapi kemudian Yuta berbalik dan menatap Baekhyun dengan mata menyipit.

“Kau ternyata masih bisa menyerang juga, Grey. Kukira kau selamanya akan menjadi Humanoid Pelindung manusia.”

Apa mereka saling mengenal? Apa mereka punya masalah yang belum diselesaikan? Masa bodoh. Kekacauan benar-benar terjadi sekarang.

Yuta mendapatkan serangan dari beberapa Humanoid itu, sementara Ia berulang kali berusaha menyerang Owner. Seolah nyawa manusia yang Ia lukai tidak berarti, Ia terus melakukannya berulang kali.

Ia bahkan tak jarang berusaha melukaiku, membuat Baekhyun akhirnya ikut menyerangnya, dan terus mencekalku erat.

Keadaan masih sangat kacau saat tiba-tiba saja dua orang berpakaian Sentry lengkap dengan dua Humanoidnya masuk ke dalam Metro.

“Sentry…” lirihku.

Humanoid didepan kami tampaknya juga mendengar ucapanku, Ia berbalik, menatap dua Sentry itu dan kembali memandang kami tenang. Dengan satu gerakan cepat Ia menarik ku terlepas dari Baekhyun.

“Tidak!” teriakku ketakutan.

“Aku tak akan minta pendapat Humanoid mu, tapi kau, nona manis, keberatan untuk berlari bersamaku?”

Yuta menarikku keluar dari pintu belakang Metro, Ia bahkan menggendong tubuhku, seolah bobot tubuhku tidak mempengaruhinya, Ia bisa berlari.

Dan seolah aku adalah barang, Ia melempar tubuhku ke bahunya, membuatku berulang kali menjerit ketakutan karena serangan Humanoid Pemburu yang berusaha melumpuhkannya.

Baekhyun… Baekhyun…

Aku sangat ketakutan saat tak menemukan Baekhyun dimanapun, sementara Yuta terus membawaku berlari sambil tertawa, bukan tawa jahat, tapi… tawanya terdengar seolah keadaan disekitarnya menggelikan.

Heran sekali bagaimana Ia bisa tertawa seperti ini saat nyawaku terancam!

Bukan hanya karenanya, tapi karena Humanoid dan Sentry yang mengejar kami.

Ia membawaku ke sebuah lorong bawah tanah, dimana Humanoid dan Sentry nyatanya tak sanggup mengejarnya dan Ia bebas.

“Lepaskan aku!” teriakku keras

Baekhyun… tolong aku…

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Welcome! SMRookies’s Yuta

Yuta

Cuap-cuap by IRISH

MAAF UCAP-CUAPNYA SUDAH KUHAPUS. MALAS MENUAI PROTESISASI :’)  LAGIAN JUGA MUNGKIN GAK ADA YG PEDULI SAMA CUAP-CUAP. TRIMS.

COMING SOON

WEDNESDAY – 02/12/2015 – 00:00 [IRRESISTIBLE LOVE – SIDE STORY]
SUNDAY – 06/12/2015 – 00:00 [KAJIMA – SLICE #6]
WEDNESDAY – 09/12/2015 – 00:00 [ONE AND ONLY – SLICE #11]

184 tanggapan untuk “One and Only – Slice #10 — IRISH’s Story”

  1. Hah..?! jd wendy & dahyun itu sbnr’ny siapa?? sentry yg menyamar? Tp sentry kan humanoids y, masa bs disguise jd human? tp di dlm gdung museum yg terbengkalai itu knp bs nge-detech alat pnyadap? wah ga jd pk bus pariwisata, Bakery Lover lanjut bduaan aja backpackeran’ny 🙂 gmn nasib sally-mo2, d.o-chaeyoung tuh? ini apa2an si yuta maen penggal2 pala org ja! dah gitu maen bw kabur si yeri dy! baekhyun~a.. palliwa.. >.< save yeri..!!

  2. Hai ka irish. Maaf key ninggalin jejak lagi. Abis key gk nahan mu ngomen ini

    Key cuman ngebayangin yg di metro kepala owner ditebas2, pas humanoidnya nyoba nyelametin tapi sangkin banyaknya kepala, kepala2nya pada ketuker dan mereka bermutasi jadi zombie
    .
    .
    .
    Sekian. /Gak mutu banget /
    Aku yakin ka irish skrg lagi ngomong ” KEMBALIKAN 1 MENIT SAYA YANG BERHARGAAAA ” /brb ambil pedang yuta nebas ke pala key/
    .
    Key-Keziaaditya

  3. wahh dasar yuta, main culikCulik aja, tapi kenapa ya kak rish? Kok aku jadi suka sama karakter yuta.. Hahaha omoo omoo aku jadi crazy nih .. karakter yuta itu pemberani and apa ya? gak bisa aku jelasin kak, tapi aku suka sama karakter yg gk bisa aku jelasin itu..
    *ngomong apa gue???

  4. Keren keren keren ….. Chingu beneran ini ff terkeren yang pernah aku baca ,, keren sumpah 👍👍 itu baekhyunnya gimana? Yuta nya baik kan?

  5. wendy ternyata pny niat buruk ya?? Padahal dia bias ku di RV. T.T Aq dah seneng kalo ternyata Wendy ownernya Baek. Ternyata eh ternyataa… T.T
    Tp Qkagum euy sama imajinasiya Irish, bisa mikir sampai sejauh ini… kayanya doraemon pun bisa diciptakan di generasi humanoid gitu. hehehe….

    Btw, kolom cuap2nya keren tuh.. ha ha ha ha….

  6. Jadi selama ini ada seseorang yg gak beres ngikutin baekhyun dan yeri? Siapa? Momo kah?
    Yuta siapa sih? Mau apa sm yeri. Baekhyun mana? Yeri dibawa kabur yuta, baekhyun cepat selamatkan yeri

  7. Kak Irish😂 Yutanya baong main bawa bawa orang aja (yeri), Kyaaaaa!!!!!! Keep Writing kak Irish!!! Semangat!!! Ngefans deh sama kak Irish!!! Makin seru aja nih ff, projectnya mau berapa chap nih kak?

    1. Baong apaan yak?._. Aduh gatau ini bakal sampe berapa huahahahahha XD duh jangan ngefans sama aku ngefans sama bias aja XD wjwkwkwk thanks yaa

Tinggalkan Balasan ke LiMi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s