[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] DREAM CANDY VER. 2 — IRISH’s Story

irish-dream-candy-2
EXO Birhtday Project

Chanyeol’s Story

Dream Candy Ver. 1

With EXO’s Park Chanyeol and APRIL’s Lee Jinsol

Supported by no one at this version

A slight!fluff, psychology, slight!mystery, and thriller story rated by R in vignette length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Memangnya, cinta tak boleh terpaut usia?”


Previous Series

Lay’s Project – Dumb Dumb Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 // Ver. 4 || Wu Yifan’s ProjectLike A Fool Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3  || Chanyeol’s Project – Dream Candy Ver. 1

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

PARK CHANYEOL VER.

Few Days Later…

Aku menatap batu nisan di hadapanku. Sementara beberapa orang berpakaian serba hitam sekarang berdiri mengelilingi tempat ini. Suara tangis tak henti masuk dalam pendengaranku sejak tadi, sementara sisanya… hanya satu nama yang ada dalam pikiranku.

Lee Jinsol.

Nama yang ada di batu nisan di hadapanku. Berjarak dua orang dariku, kakak perempuan gadis itu, Lee Mijoo, terus meraung dengan mengucapkan kalimat yang menyesakkanku.

“…Siapa… Siapa yang tega melakukan hal sekeji ini pada saudaraku… Jinsol bahkan tak bisa tidur tenang karena tubuhnya tidak dimakamkan dengan utuh…”

Ah, ya. Ucapannya mengingatkanku bahwa beberapa hari lalu, tubuh Jinsol di temukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya, dengan kepala terpenggal.

Dan karena Mijoo tak ingin menunggu terlalu lama untuk pemakaman adiknya, Ia memilih memakamkan adiknya… tanpa tubuh yang lengkap. Polisi juga tidak menemukan petunjuk apapun tentang kematian Jinsol.

“Sudahlah Mijoo, kau harus merelakan kepergian adikmu… Kita harus pulang sekarang…” perhatianku terusik saat mendengar kalimat itu.

Ya, memang. Mijoo harus merelakannya bagaimanapun. Kulihat Mijoo melangkah mendekati batu nisan adiknya, meletakkan sebuah foto berukuran cukup besar di atas makam gadis itu dan—

Ugh…” aku mengerang pelan saat kepalaku terasa begitu pening.

“Kau membunuhnya… Kau sudah membunuh Lee Jinsol…”

Sial. Kenapa kepalaku terasa sangat sakit sekarang? Kuabaikan rasa sakit di kepalaku, sementara orang-orang mulai beranjak pergi. Segera, aku menyusul langkah Mijoo—karena kami menaiki mobil yang sama.

“Kau membunuh Lee Jinsol… Park Chanyeol.”

Sedikit tertatih, aku berusaha berfokus pada jalan setapak di hadapanku, walaupun bayangan-bayangan samar mulai silih-berganti di dalam pikiranku.

“Kau adalah pembunuh Lee Jinsol…”

Gwenchana? Chanyeol-ah?” kudengar suara Mijoo di dekatku.

Sementara nafasku terasa sesak, satu ingatan kini memenuhi benakku. Aku… Aku…

“Mijoo… Aku…” aku memejamkan mataku, berusaha membuang bayangan yang ada di benakku tapi aku tak mampu.

“Ada apa Chanyeol?” kembali kudengar suara Mijoo yang serak karena terlalu banyak menangis, menangisi adiknya.

Aku memejamkan mataku, teringat pada kejadian beberapa hari lalu yang sungguh melekat dalam pikiranku.

Kejadian… di hari kematian Jinsol…

Tidak ada kata lain selain sempurna yang bisa kuutarakan untuk menggambarkan seorang Lee Jinsol. Membayangkan tubuh mungilnya akan begitu menyenangkan ketika berada dalam pelukanku, dan sepasang lengan nya pasti akan pas untuk ada dalam genggamanku.

Tapi sore ini, aku cukup tersentak mendapati seorang sudah lebih dulu datang ke rumahnya. Diam-diam dadaku bergemuruh, rahangku terkatup, saat melihat Jinsol tertawa lepas bersama dengannya. Sial.

“Jinsol!” aku berucap cukup keras, membuat atensi Jinsol dan seseorang itu—entah siapa aku tidak mengenali wajahnya—sekarang terarah padaku.

“Aku pulang dulu, Jinsol-ah.” pamit sosok itu.

Arraseo, hati-hati di jalan, ssaem.” Jinsol melambai di sertai dengan senyum ramah yang kembali membuatku menegang.

Bagaimana bisa Ia tersenyum seperti itu pada orang lain?

Ahjussi,” Jinsol tiba-tiba berucap padaku.

“Oh, Jinsol-ah?” sahutku setengah kesal.

“Kenapa berdiri di sana terus? Ayo masuk, ahjussi.” ajaknya seraya berusaha meraih lenganku tapi segera kutepis.

Aku masih sangat kesal karena pemandangan yang kulihat tadi!

Tapi tanpa bereaksi apapun, Jinsol akhirnya masuk ke dalam rumahnya, sementara aku menatap sekitarku, memastikan tak ada siapapun di sana.

“Kenapa ahjussi diam saja?” tanya Jinsol saat kami sudah sama-sama di dalam.

“Siapa laki-laki tadi?” tanyaku.

Jinsol menatap sejenak, “Dia guru les privatku,” jawab Jinsol.

“Dimana Mijoo?” tanyaku lagi di jawabnya dengan angkatan bahu acuh, “Eonni pergi keluar dengan Kyungsoo ahjussi sejak pagi tadi, kurasa ada pekerjaan tambahan di rumah sakit,” terangnya sambil mengambil botol berisi juice dari dalam kulkas.

“Lalu… kau hanya berdua saja dengan gurumu itu?” tanyaku makin tak sabar.

Jinsol duduk di hadapanku, dan menatap bingung, “Ya, kami selalu belajar privat seperti itu. Memangnya kenapa?” tanyanya seolah tak mengerti.

Aku menatapnya dengan tatapan membulat, “Kau bilang kenapa? Bagaimana jika Ia berbuat hal buruk padamu?” cecarku.

Jinsol terdiam sesaat, “Ssaem itu baik, dia tidak mungkin berbuat jahat,” bantahnya membuatku semakin kesal.

“Lee Jinsol! Kau harus menjaga dirimu!” ucapku cukup keras membuat Jinsol terkejut.

“K-Kenapa ahjussi berteriak padaku?” tanyanya.

“Tentu saja karena aku cemburu.”

“M-Mwo?” Ia mengerutkan alisnya tak mengerti.

“Kau itu… seperti sebuah mimpi bagiku, Jinsol-ah. Mimpi yang sangat indah, dan manis. Hingga aku tidak ingin terbangun dari mimpi itu. Dan kau juga seperti permen, karena kau sangat manis dan membuatku selalu senang.

“Kau tidak tahu bagaimana cemburunya aku jika melihatmu dengan laki-laki lain?”

Jinsol terpaku sesaat, “A-Ahjussi… menyukaiku?” tanyanya membuatku frustasi.

“Ya. Lee Jinsol, aku menyukaimu!”

“T-Tapi ahjussi…”

Aku menatapnya dalam diam, otak bodohku telah terlalu lumpuh untuk bisa mengontrol perasaanku. Masa bodoh dengan sebutan pedofil, masa bodoh dengan semua umpatan yang mungkin kudapatkan karena perasaanku pada gadis yang jauh lebih muda dariku ini.

“A-Ahjussi… Aku… Aku minta maaf…” lirihnya membuatku menyernyit.

“Kenapa? Kenapa kau meminta maaf?” tanyaku.

“Aku…” Ia menatapku takut-takut, “aku hanya kagum saja pada ahjussi. Aku… Aku tidak mau berpacaran dengan ahjussi. Aku tidak mau diledek teman-temanku karena berpacaran dengan seorang ahjussi. Mianhae…”

Detik itu juga kurasakan jantungku seolah berhenti berdetak. Sementara dadaku sesak. Ucapannya begitu membuatku kesal sekarang!

Aku menarik lengan Jinsol untuk berdiri, “Kau malu karena aku menyukaimu?” tanyaku membuatnya menatapku dengan sepasang mata berkaca-kaca.

“A-Ahjussi…”

Tanpa pikir panjang, aku menarik Jinsol ke bagian dalam rumahnya, memaksanya masuk ke dalam kamar mandi, satu-satunya tempat kedap suara yang kuketahui ada di rumahnya, memojokkannya di sana.

“Kenapa? Apa aku terlalu memalukan huh?” tanyaku

Jinsol tak lantas menyahut, dan hanya terisak, aku baru saja akan berbuat lembut padanya ketika Ia mencoba berlari dariku. Refleks, kutarik lengannya cukup keras, membuat Jinsol terpeleset dan tubuhnya jatuh menghantam lantai.

Akh!”

Aku membalikkan tubuh Jinsol, tertawa kasar saat kusadari bibirnya terluka, “Jangan berusaha lari dariku, Jinsol-ah.” ucapku.

SRAT!

Aku terpejam sejenak saat Ia mencakar lenganku,“Kau jahat ahjussi! Kau jahat!” teriaknya cukup keras.

PLAK!

Aku menampar wajahnya, menariknya paksa untuk berdiri, sebelum akhirnya kupaksa Ia masuk ke dalam bathtub yang terisi air setengahnya. Ku desak kepala Jinsol untuk tenggelam di dalam air, sementara Ia terus meronta dariku.

Saat aku tak lagi mendapatkan perlawanan, aku menariknya keluar, sementara Ia terbatuk-batuk dengan menyedihkan. Aku mengalihkan sejenak tanganku darinya, tapi saat itu juga Ia berusaha berlari lagi dariku.

“Tolong!” Ia berteriak cukup keras, tapi tentu saja tak akan berguna di tempat kedap suara seperti ini.

Tidak Jinsol. Tidak semudah itu.

Aku menariknya, menyeret rambut panjang Jinsol dan memojokkannya di dinding kamar mandi. Kulepaskan jaketku dan kugunakan untuk mengikat sepasang lengannya. Heran juga kenapa Ia tidak melawan. Atau berteriak kesakitan.

Aku kemudian memandang jari-jari mungil Jinsol. Jari putihnya tampak begitu menggemaskan. Kuingat lagi jika jari ini sekarang pasti tak ingin kugenggam, dan aku benar-benar merasa marah.

Aku memaksa Jinsol untuk duduk, dan kupaksa telapak tangannya untuk menempel di lantai, sementara aku berdiri dan—

KRAK!

Sungguh, begitu menyenangkan merasakan jemari Jinsol bergemeretak patah di bawah kakiku.

Akh!!”

KRAK! KRAK!

Kembali, kuulangi tindakanku, sampai aku tak lagi melihat jemari putihnya karena jemari-jemari itu sudah hancur dan berdarah-darah. Sungguh menggemaskan.

“Sakit? Jinsol-ah?” tanyaku padanya, memastikan jika permainan menyenangkanku tak akan mengganggunya.

Ahjussi…”

“Ah, kau terlalu cerewet Jinsol-ah.” ucapku

Aku lantas mendorong Jinsol, dan mencekal kedua rahangnya, mendongakkannya. Aku menggerakkan pisauku di lehernya, menciptakan garis-garis panjang di lingkar lehernya sementara Ia tak bisa bergerak karena tersudut.

Senyum tanpa sadar kembali muncul saat aku melihat darah mengalir keluar dari garis-garis yang kuciptakan. Darah segar mengalir keluar, membasahi dress putih yang Ia kenakan. Sementara sudah kuciptakan lubang menganga di lehernya yang dulunya mulus.

Mendengar tangisannya, aku mengatupkan rahang Jinsol, dan mendekatkan wajahku padanya. Dia masih saja berisik.

“Jinsol-ah, dulu aku pernah memukuli Eonni tirimu, sekarang aku bisa mencobanya padamu bukan? Kau terlalu cerewet dan suka menolakku, Jinsol-ah, sama persis sepertinya.”

Tak menunggu jawaban Jinsol, aku menggerakkan pisauku di pipinya, menusukkannya cukup dalam hingga pisauku tertahan oleh deretan giginya yang terkatup.

Aku menarik pisauku dengan kasar.

SRAT!

Oh… Terlalu berlebihan Park Chanyeol. Sekarang telinganya juga ikut robek.

“Ck ck, maaf Jinsol-ah, telinga mu ikut robek. Kurasa bagian kanan wajahmu bisa kujadikan percobaan kedua.” ujarku sembari memiringkan wajah Jinsol.

Jeritannya tertahan karena tangan kiriku menahan kuat rahangnya.

SRAT! SRAT!

Kali ini dua gerakan ringan membuatku merobek sempurna wajahnya. Aku terkekeh. Kali ini wajah Jinsol terlihat sungguh menggelikan.

“Sungguh, seharusnya kau jangan menolakku, Jinsol-ah. Tapi tidak apa. Sekarang kau terlihat semakin menggemaskan.”

“A-Ahjussi…”

Aku menyernyit.

Kenapa Jinsol masih bisa bicara dengan normal? Aku mencengkram wajah Jinsol, satu tanganku berada di dagunya, sedangkan tangan satunya ada di bagian atas wajahnya.

KRAK!

Dengan satu gerakan, aku mengarahkan kedua tanganku ke arah berlawanan. Sekarang rahang Jinsol terayun-ayun, tak lagi bersatu dengan wajahnya. Tentu saja, tulang rahangnya sudah kupatahkan.

Dan benar saja, Ia tak lagi bicara.

Lagi-lagi aku berdecak kesal. Kenapa Jinsol terpejam? Bukankah tadi Ia menatapku dengan tatapan berkaca-kacanya yang menantang?

Aku bergerak membuka kelopak matanya, tapi Ia lagi-lagi terpejam. Dengan kesal, aku menggunakan pisauku, merobek kedua kelopak mata Jinsol sehingga kini sepasang bola matanya terbelalak memandangku.

“Ah… Jinsolku… Kau memang terlihat sempurna.”

“Chanyeol!” aku tersadar dari ingatan itu kala Mijoo mengguncang bahuku, aku menatap Mijoo, sekarang aku ingat, aku ingat semuanya…

“Mijoo… Aku membunuhnya… Aku membunuh adikmu.”

Fin.

.

.

Ada yang bisa memahami apa yang terjadi pada Chanyeol-Jinsol? :v clue nya sudah cukup ‘jelas’ ada di ver. 1 dan di sini juga ada kok :v (kalau diperhatikan) dan jawaban jelasnya akan ada di ver. 3 dan yang jelas apa yang terjadi akan berhubungn dengan sesuatu berbau psikologi. HUAHAHA. Maaf ya jadi thriller lagi, kangen sama thriller karena fanfict thriller cuma bisa debut pas member EXO ulang tahun nih. LOOL. /nari tor tor/

127 tanggapan untuk “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] DREAM CANDY VER. 2 — IRISH’s Story”

  1. HUAAAAAAAAAA!!!!! /NANGIS KEJER/
    NGERI BANGET NGEBAYANGINNYA KAKRISH IHH…
    CHANYEOOOOOOLLLLLLL HEUU HEUUU….. HIKS T___T
    DO. emang asdfghjkl banget udah ngebuat Chanyeol jadi punya bayangan kaya gini!! Ishh,,, Do sama Mijoo Jaaaaaaaaatt :(. wkwkwk

    1. KAMU SALAH BESAR udah bermain ke sini XD ini versi penuh thriller loh wkkwwkwkwk XD lempar aja chanyeol udah biar jadi mangsanya kyungsoo

  2. Aduh duh… Kaaaakkkk!!!! Si cunyulnya jahat😂 tapi ntah kenapa cerita ff ini berbeda dari yang lain… kak Irish anak siapa sih bakat banget bikin cerita kaya gini,< bagus nih alur ceritanya…. Keep Writing kak!!! Semangat!!! Makin makin makin ngefans deh sama kak Irish!!!

    1. Ya allah aku merasa berdosa karena udah bikin chanyeol abnormal sekali wkwkwkwkwkwkw XD bakat buat bikin ff abnormal ini huahahahahha XD thanks yaaa

  3. Kenapa, kenapa, kenapa😂
    Lagi sakit begini ngebaca ff thriller. Kaga tau masuk apa engga sama otak. Niat nyari referensi malah masuk ke alur cerita.
    Dan GILA!!!! Chanyeol-ku keren banget!>< wkwkw. Meskipun dia psychopath, pedofil tapi gila ini pembawaannya keren pisan euy, sumpah demi nama aku :v
    Feeling mah pengen baca ff Kak Irish yang lain. Kak Irish, ajarkan aku untuk mencintai dia #eh, ajarkan aku untuk menulis ff seperti ini dengan jelas dan pembawaanya dapet!😆😆😆

    1. Lah hayoloh XD jangan dibacaaaaa stop aja pas bagian thriller nya atau di skip XD wkwkwkwk aku aja ga baca lagi bagian thriller nya huahahahahha
      Demi nama baekhyun boleh gak? :’ 3wkwkwkwk jangan dibaca, ff ku absurd semua~~😂😂😂😂
      Akumah apaaa cuma manusia absurd yang pikirannya absurd, mau ngajarin kek apa coba😂😂😂

    2. Arum baca sampe akhir loh beneran. Mendetail banget malah pas Chanyeol ngebunuh OC nya. Siapa namanya ihlupa masyaAllah ahha:(
      Emmm, pengennya demi nama aku aja deh kak :v haha. Ah suka gitu author pro mah da, di bilang bagus malah di kata absurd:( jangan merendah deh 😀
      Gapapa ngajarin hal absurd juga yang penting ajarin arum kek beginiannnn😆😆😆

    3. Jinsol? XD wkwkwkwk aduh rum diri ini terinspirasi film horor bagian ituu XD
      Ya allah pro apaaa diriku mah apa aku masih abal2 begini dikata pro😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ya ampun ruumm aku jadi terhuray loh😂😂

    4. Iya nah itu jinsol😁😁😁
      Tapi Kak, serius itu keren banget omg, diksinya dapet, gimana caranya merangkai kata gitu ih ajarin plzzzz wkwkwk
      Medium master atuh sok ai gamau di bilang pro mah Kak:( haha. Tapi beneran ih keren atulah, arum harus muji apalagi biar Kak Irish percaya, astagfirullah😂😂😂
      Sampe kakak nangis-nangis juga gapapa kok😄😄

    5. Aduh mak aku ini malah baru belajar diksi loh rum😂😂😂😂😂😂😂😂 mungkin bagian thriller emg aku bersemangat jadi kalimat2nya bisa kurangkai😂😂😂
      Aku sama aja ah sama dirimu, kita sama kita tak berbeda /konser/😂😂😂
      Ya allah udah biar adil kita kembaran rum😂😂😂😂
      Yaudah kunangis mayan kali aja dikasih bonus baekhyun/?😂😂

    6. Ah masa kak baru belajar? Huhu keren begitu:((
      Bersemnagat tapi ga mau review balik karena ngeri. Kakak ada-ada aja haha 😀
      Iya kak, kita sama-sama manusia kok *bow*
      Okey kita kembaran. Eh engga bisa ah, kembaran yang lebih mahir Kak Irish pokonya wkwkwk:v
      Baekhyunnya punya Chanyeol, kak. Gimana atuh?:( huahhaha

    7. XD iya bener aku baru2 belajar sama yg udh senvainim XD wkwkwkwk iyaaaaaa buset serius aku abis bikin thriller pasti ga kubaca lagi karena ngeri hahahahaha /aneh ya?._./
      Udah rum terima aja kita ini sejenis sespesies/? XD wkwkwk wah aku mencium aroma fujo ini

    8. Yaudah apa yang udah kakak terima dari senvainim ajari padaku kowakowkoakowa ;v
      Kenapa kak? Ngeri? Tapi di bikin? Aku ga paham sama Kak Irish haha.
      Okey kak, kita satu spesies beda tingkatan wkwkkw.
      Sedikit fujo, gapapa kan kak? :’v

    9. Gapapa sesat juga kok yang penting arum bisa diksi:’) wokakwowakokawo:v *maksa.
      Kalau suka jangan ngeri kak:( *apalahh
      Jadi kakak mah orangnya kadang-kadang an ya:( kadang gitu kadang gini, kadang ngeri kadang engga, kadang fujo kadang engga?/=))):v

    10. Diksi aja aku belajar dari zenvainim2 disini rum XD wkwkwkwk iya kadang seminggu fujo seminggu lagi suka crack pair, seminggu kemudian ku pair bias sama akuh XD wkwkwkwkw

    11. Yaudah arum harus minta ajarin ke mereka juga sama ke Kak Irish wkwkwk:v
      Crack pair th apa atulah?:(((( wkwkkw

    12. Oh iyaa, maafin 😦 arum mau rombak wp soalnya jadi di protek dulu. Yaudah gapapa, nanti kalau udah di open viewers arum kasih tau Kak Irish deh ya^^

  4. ciyus kak beneran aku gak baca serius pas bagian jinsol di siksa, aku gak pernah tega baca adegan kekerasan padahal suka mukulin orang yang lewat di jalan/plak
    agak aneh juga sih rasanya waktu jinsol nolak, kukira dia juga suka sama chan kek yang di ending part satu, tebakanku salah haha
    aku terlalu merinding buat baca serius part chanyeol yang nyiksa jinsol hiks, tega bener chan huweeeee

    1. Gapapa akupun ga baca part itu ga kena beta jd gatau ada typo apa engga😂😂😂😂 aku aja takut bacanya wkwkwkwkwkwk masa sih jinsol nolak? Yakiiiinn/? Wkwkwkwkwkwkk

  5. Chanyeol komplit banget. Udah pedofil,psikopat lagi. Klop banget. Jadi setiapa anak2 yg nolak cy bakalan dibunuh. Tau gitu gua gajadi berdoa biar chanyeol pedofil. Eh kak, emang saudara tirinya jinsol sapa ?

    1. Aku ? Haha… ya mau lahhh sapa juga yg gamau sama cogan. Tapi sayang dia otaknya aneh gituu… bisa2 kalo udah nikah, trs aku ternyata mandul ato pokoknya gak cocoklah sama mak bapak nya trs ntar mertua ku bisikin cy kata2 yg nggak2. Jadinya aku diceraiin sama cy,pdhl aslinya dia gamau ceraiin aku-_- btw aku apaan sih, umur masih 14 aja udah ngomongi nikah2. Unas aja masih klimpungan malah bayangin nikah ma cy

    2. Huahahahahahha cogaaaaannn XD ya ampun emak mertuanya begitu amat berasa hipnotis ceye, udah kamu pelet aja kalo nanti udah nikah jadi ga mempan XD wkwkwkwk

    3. Hahahaahha XD biasalahhh, mertua ma menantu itu rasanya kayak seolah” menantu itu punya salah besar di kehidupan sebelumnya, makanya pas kawin rasanya gaada yg bener gituu… oekhh, langsung capcus dukun pelet. Sekalian semua memb exo gua peletin, mayan dapet 12 cowok ganteng (dan sakit jiwa)

    4. Waakkkssss XD iyayaaa… kita ini apaannn.. blm punya mertua aja udah sering gosipin mereka. Apalagi pas udah kawiiinnn XD yaa kalo yg dikawinin cogan selusin yaa mau aja kaakkk XD tapi ribet juga yakk

  6. Hai kak Irish …
    Hueeeee itu sadis banget …
    Zaza merinding ….. Zaza sebenarnya paling takut sama yg kayak gitu tapi tingkat penasaran zaza tinggi … Jadi bacanya sambil gigit jari *ceritanya curhat* ….. Zaza gak tahan ni minta izin pengen nangis hiks hiks ;( Jari zaza sakit kekerasan gigitnya …. Sudah dulu deh komen zaza yg aneh ini …. mau lanjut meratapi jarinya yg sakit dulu … Bye bye kak ir… Di tunggu ffnya yg lain … SEMANGAT SEMANGAT

  7. wawwww..pas baca part awal aj dh jederrr,,ko jinsol mati terbunuh pula,,apalagi ne??!!!makin penasaran clue yg kamu bilang itu Rishh,n ini rangkaian kata yg ku anggap sbg clue,,’sudahlah mijoo,kau harus merelakan kepergian adikmu,,,kita harus plng skrng,,perhatianku terusik saat mendengar kalimat itu…ini hny tebakn ku aj,,!!klo ku telisik kebelakang,motif pembunuhanya,krn adiknya tertabrak oleh mijoo dan chanyeol,,jd besar kemungkinan pelaku pembunuhan jinsol adalah ‘dia’/duh bakal syok ne klo ne biasku/…
    dan ingatan peristiwa pembunuhan yg chanyeol alami,,itu kmungkinan karn CHan jg mengidap penyakit yg sama dng Wu yifan,,dan yg mengetahui secara pasti kondisi mereka pastilah org yg menangani penyakit mereka,,dng begitu bisa dng mudah pelaku memanfaatkan bahkan mempengaruhi pikiran chanyeol,,dng mengsugestikan bahwa dialah pembunuh jinsol!!
    ”’duh klo gini jd inget detektif conan,,atw sheerlock holmes! harus memecahkan misteri pembunuhan!
    klo semua tebakanku salah ya maklumin aj ya Rish!hanya tebakanku sj. tp beneran sadisss abis lho Rishh…!!!

    1. Aku ini bener-bener suka kalo ada yang menebak-nebak XD aku seneng bacanya sekaligus greget juga XD huahahahhaha XD pengaruh yg bikin abal ya jd ff nya abal juga XD duh jawabannya ada di ver. 3 nanti aja baca XD thanks banget loh spekulasinya XD itung-itung berlatih jadi detektif XD kali aja berguna /eh XD thanks bangeett

  8. Anjir/
    Naas banget matinye*
    Keinspirasi dari ngetik tengah malem ye(?)
    Makanya nulis ff beginian/?
    *
    *
    Si HONGKONG jadi pembunuhh~
    Ngeri sendiri punya bias pembunuh *brrrr*
    Bodo amat dah-,-
    Lanjut ajee…


    Keep write!
    Fighting!

  9. kalo masalah kerennya mah gakusah diomongin lah..
    aku pens dari jaman dumbdumbdumbdumb sudah pasti cerita kamu keren banget..

    tapi, lebih dari segalanya..
    IRISEU KAMU KEJAAAAAAMMMMMM!!!!
    kan kamu tau aku gakbisa baca yang beginian hueeeeeeeee….
    aku gakbisa baca penyiksaan hueeeeeeeee….
    mual iriseuuuuuu…
    hhhuuuueeeeeeeeeee….

    Aku mo baca ulang tapi aku gak sanggup buat baca ini lagi..
    tapi entah kenapa sejak pertama si chanyeol pening dan ada suara dipikirannya “Kau yang membunuhnya” itu aku langsung ngerasa bukan chanyeol yang bunuh jinsol.

    aku punya bukti yang bisa menguatkan niiihhhh kenapa kupikir itu bukan yeol.
    sebagai pensnya dumbdumbdumbdumb, aku belajar banyak juga dari like a fool.
    adekku kejam banget sih sumpaaaahhhh..
    gimana kalo kita bahas nya di line aja nih?
    nti spoiler lagi kalo ternyata betul,, kalo ternyata salah biar aku gak malu..
    HAHAHAHAHHAHAHAHAAA..

    tapi ya iriseu.. tolong..
    jangan buat yang penyiksaannya kentara banget kaya ginii..
    aku mual beneran hueeeee…
    maapkan kembar jenjerjenjer mu ini yang lemah banget sama genre beginiaaaaannn..

    1. Aku bikinnya tengah malem jd greget efek seremnya XD wakakakakak KAK NNE AKU SUKA THRILLER KRN AKU BISA DEBUTIN THRILLER CUMA DI SINI XD wkwkwkwk
      Baca lagi dooonggg/? Biar banyak misterinya kejawab XD wkwkwkwkwk
      AMASA BUKAN CHANYEOL? XD masa bukan dia -_- ka nne mah semua dituduh XD wkwkwkwk APA SALAH D.O DI LIKE A FOOL? WKWKWK XD
      ENGGA KOK KAN EMG RATA2 VER 2 YG KEZAM KAK XD wkwkwkwk
      Kali2 aja besok kak nne bikin thriller juga XD IYAAA KAK SELAMAT MENEBAK DI LINE XD

    2. tidaaaaaakkkk..
      aku gakmau baca ver dua lagi hueeeeee…
      ini terlalu disiksaaaa..

      aku kan masih sedih ternyata aku punya adik yang sudah mati, kyungmi. /plak
      eh disini aku lihat ada anak kecil lain yang mati disiksa hueeeee..

      bukan.. bukan chanyeol.
      aku yakin seyakin yakin nya!!!!!
      ntar kita bahas di line..
      aku gakmau tertipu kepolosan kamuuu..
      aku sudah banyak belajar dari kalimat “Aku bukan agustus kak..”
      TERNYATA!!!!
      aku tak akan tertipu lagiiii..
      HAHAHHAHAHHAAAAAAAA

    3. Ka nne harus tabah menjalani semua ini/? XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      Untung kugapake ulzzang kid :’v hayoloh wkwkwkwkwkwkwkwk
      Ku salah apa/? XD teori doooooonggg teoriiiiiii XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s