[Chanyeol Birthday Project] Trapped

trapped.jpg

-Trapped-

Park Chanyeol / OC

Vignette / AU / Comfort / Hurt / Romance / Sad / PG15

a present by l18hee

 

I own the plot

~HAPPY BIRTHDAY CHANYEOL~

-RnR Please-

Aku punya hati, Chanyeol membolak-balikkannya.

Dan dengan wajah bodoh berlakon seolah tak ada apa-apa.

Embun di Minggu pagi mulai muncul. Meninggalkan jendela kaca memburam di tengah hati temaram. Yang aku suka dari musim dingin adalah matahari tak terlalu bersinar cerah. Seakan tersenyum lembut, menemaniku dalam sendu. Udara serendah ini tak sedikit pun memunculkan keinginanku meraih cangkir untuk menyedu susu atau sejenis itu.

Percuma saja. Mungkin badanku bisa menghangat, tapi tidak dengan hatiku.

Aku, si gadis musim panas menjelma perlahan menjadi gadis musim dingin. Bukan, aku bukan gadis introvet. Bukan pula gadis galak penuh tempramen. Ragaku, sikapku tak berubah, masih tetap pribadi yang cukup ceria. Yang berubah hanya hatiku. Hatiku sedingin suhu musim ini. Tak lagi secerah mentari di musim panas.

Tak mungkin aku bisa melepas setiap lapisan ingatan yang telah begitu sempurna melekat dalam benak. Celah ingatanku akan sosoknya masih saja menganga. Layaknya sebuah proyeksi film tua yang entah kapan berangsur pudar.

Biar aku tunjukkan. Potret sosok dengan deret gigi cemerlang berbingkai kayu bercat hitam di dinding itulah sosoknya. Dia, Park Chanyeol.

Bisa kurasakan senyum simpul bertengger di wajahku. Katakan aku bodoh karena terus saja mencintainya hingga detik ini.

Kami─maksudku aku dan Chanyeol, tak pernah sekali pun berada dalam sebuah hubungan pasti. Memang sebuah kata ‘aku mencintaimu’ tak pernah terucap dari belah bibir kami. Memang aku sering mengizinkannya menggandeng tanganku kala pulang bersama. Saling berutakar canda dan melempar ejek berujung tawa. Semuanya. Bahkan aku diam saja ketika bibirnya menyentuh milikku. Tenggelam dalam untai nada candu. Chanyeol selalu berhasil membuatku membatu dengan gemuruh kecang di dada. Senyumnya tak pernah terpaksa. Suaranya jenaka. Membuatku terus bergumam mencintainya.

Chanyeol benar-benar mempunyai segala hal yang masuk dalam tipe lelaki idaman. Kecuali satu hal.

Ketidakpuasan.

Dia berhasil membuatku candu akan segala bentuk perlakuan lembut seorang lelaki. Satu hal yang belum aku tahu waktu itu adalah Chanyeol benar-benar lelaki. Dan lelaki adalah tipikal makhluk yang terkadang begitu sulit mengenggam hanya satu tangan. Jadi Chanyeol mulai menggengam tangan lain selain tanganku.

Awalnya aku begitu terpukul. Aku menangis, berteriak kesetanan, membanting barang pecah belah pajangan rumah, layaknya insan dengan rongga penuh kebodohan. Seharusnya aku meminta kepastian. Bukan hanya menunggunya mengucap kata pasti.

Menyadari betapa luka itu semakin dalam, jarakku dengannya mulai tercipta. Aku mulai berpikir untuk tak menatap seinchi pun paras wajahnya. Nyatanya semua tekadku musnah. Chanyeol yang berdiri di depan pintu apartemen bersimbah keringat dan nafas terengah terlalu mengejutkanku.

Dan dengan sebuah, ‘Sebut aku gila karena begitu merindukanmu,’ untuk kedua kalinya aku jatuh dalam pesonanya. Jatuh dalam pelukan hangatnya. Jatuh dalam sapuan lembut bibirnya. Aku terlanjur menutup mata dan menulikan telinga terhadap segala kelakuan Chanyeol sebelum itu.

Mata Chanyeol begitu tajam nan meyakinkan. Menyedot seluruh keraguan. Menarikku masuk kembali dalam genggaman tangannya. Aku tak peduli, atau mungkin mencoba tak peduli akan bagaimana sebelumnya aku jatuh terluka. Senyum Chanyeol terlanjur menghapus semua. Mengganti semua memori kelam dengan coretan warna.

Seperti dulu, dia menggenggam erat tanganku. Mengacak surai hitamku. Mengecup singkat pipiku. Membisikkan untai kata penenang dalam nyenyak tidurku. Dia sepenuhnya untukku. Benar-benar milikku hingga kejadian yang sama seolah datang untuk mengejek kebahagiaanku.

Untuk yang kedua kali, Chanyeol melepas genggaman tanganku untuk menggenggam tangan lain. Untuk yang kedua kali pula aku terpuruk. Kali ini rongga kebodohan yang kupunya semakin menganga. Begitu mudahnya Chanyeol datang lagi, begitu mudahnya dia pergi.

Sumpahku untuk tak lagi mau meladeni segala hal tentang Chanyeol terlanjur terucap. Aku tak lagi ingin melihatnya. Walau aku tahu bagiamana tersiksanya raga dan hati ini. Aku terlalu terluka untuk mengakui eksistensinya di dunia. Tak pernah sedikit pun aku bercerita tentang bagaimana hubungan seorang gadis sepertiku yang pernah bersanding di samping lelaki jangkung bernama Chanyeol.

Biar kututup segala kisah klasik di mana Chanyeol masih melihatku dengan tatap penuh cinta. Biar kuhapus segala rasa yang melekat kuat dalam jiwa. Biar kutanggalkan jubah bertuliskan tahta cintanya. Bagaimanapun aku berkaca-kaca kala melihatnya menggandeng tangan gadis lain yang lebih sempurna, aku harus tetap kuat. Betapa aku ingin tak melihatnya hingga akhir nanti.

Semua hampir berjalan kembali normal, aku kembali sibuk dengan gunungan tugas serta beberapa hal lain. Semuanya benar-benar terasa normal kembali, jika saja dering telpon kala malam telah mencapai puncaknya di penghujung musim panas itu terpecah. Kutinggalkan novel tebalku di nakas meja hanya untuk mengeryit heran membaca deret nama terkutuk yang tertera.

Park Chanyeol memanggil…

Aku tahu seharusnya sebelum mengenyahkan segala tentang Chanyeol paling tidak dimulai dari menghapus nomornya dari ponselku. Dan aku tahu, seharusnya aku tak pernah menggeser tombol hijau di layar ponsel dengan tangan bergetar. Seolah ingin menunjukkan betapa aku sudah mampu berdiri tanpa uluran tangannya. Nyatanya berbeda.

“Selamat ulang tahun. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu.”

Aku tercekat. Terlalu gemetar karena merindukan suara itu.

“Buka pintu apartemenmu, hadiahmu di sana.”

Aku melemparkan ponsel dan berlari meninggalkan kamar. Berharap penuh jika tak ada hal di luar sana yang dapat membuatku ternganga. Seakan menjawab doa setengah hatiku, di depan pintu tak ada apa pun. Aku tahu seharusnya bukan raut kecewa yang kupasang. Langkahku melewati batas pintu. Menoleh ke setiap sudut lorong apartemen yang benar-benar kosong.

Hampir saja aku ditelan kecewa jika manik ini tak menemukan sebuah kalung yang tergantung begitu saja di pintu bagian depan. Membuat hatiku mencelos. Menggoreskan garis lembut air mata di pipi.

Tuhan… tolong aku.

Aku begitu terluka di atas harapan bahagia.

.

.

.

“Mari berhenti melakukan ‘pergi dan kembali sesuka hati’, Park Chanyeol.” Sekian detik yang lalu aku sudah melewatkan acara sapa-menyapa dengan sopan yang seharusnya terjadi di antara dua insan yang sekian lama tak bersua.

“Aku tahu kaumarah. Tapi coba dengarkan aku,” tarikan napas panjang ia tunjukkan sebelum kembali membuka mulut, “Aku tak tahu bagaimana bisa aku tetap kembali padamu walau ada banyak gadis yang menarik hatiku.” Sentuhan lembut di tangan bukanlah hal yang seharusnya aku terima dengan gemetar. Genggaman itu mengerat seiring dengan tatapan tajam penuh makna yang selalu aku temukan dalam pancarannya.

“Kau seperti rumahku. Kemana pun aku pergi, pada akhirnya aku akan melangkah ke arahmu.” Satu langkah dan Chanyeol tepat berdiri di hadapanku, membuat aku harus mengangkat kepala lebih tinggi untuk menatap parasnya. Yang aku benci dari menatap mata Park Chanyeol adalah iris legam itu yang seakan memaksaku diam tak bergerak. Menarik jiwaku keluar untuk terperangkap dalam dirinya dengan penuh rasa rela.

Suaranya rendah, berat, dan penuh keyakinan, “Aku begitu mencintaimu. Aku membutuhkanmu di sisiku. Untuk menggenggam tanganku, menguatkanku, tersenyum padaku.”

“Aku membutuhkan gadis sepertimu. Tolong abaikan bagaimana sikap menjengkelkanku. Karena kautahu sendiri jika dengan siapa pun aku nantinya, tak akan berlangsung lama. Aku hanya akan kembali padamu walau bagaimana.”

“Jadi jangan berhenti memandangku. Jangan sekali pun kau bersumpah tak ingin melihatku lagi. Jangan menjatuhkan air matamu karenaku. Aku terlalu sakit untuk melihatmu menangis. Aku terlalu terluka membiarkanmu berusaha melupakanku. Tak ada yang lebih menyakitkan ketimbang melihatmu tak lagi mau menatap mataku.”

“Kau begitu rapuh, berpeganglah padaku. Pada lelaki berengsek yang tak pernah bisa berhenti kembali padamu.”

Ada buncahan kuat emosi yang meletup dalam tubuhku. Tak sedikit pun aku mencoba membuka suara sejak tadi. Membiarkan dia mengucapkan deret kata terpanjang tentang perasaannya selama ini yang tak pernah kutahu. Belenggu kuat menekan dadaku. Menjadikan sesak menyambah, merembet begitu saja di setiap aliran darah.

“Park Chanyeol. Kau benar-benar berengsek.”

Aku diam dalam peluknya.

Aku diam dalam sapuan bibirnya.

Aku diam karena terlalu terluka untuk menolak uluran tangan lelaki yang kucinta.

.

.

.

.

.

Kembali ke Minggu pagi penuh embun senduku. Suhu dingin masih saja mendominasi. Apalagi disuguh foto penuh mesra seperti yang terpampang di layar ponsel seperti ini.

Bukan foto baru. Ini sudah diambil dua bulan lalu, omong-omong. Foto Chanyeol dengan primadona kampus berambut ombre yang begitu terlihat anggun. Sungguh sempurna. Ditambah Chanyeol yang seakan sengaja menghilang tanpa kabar sejak lama. Kabarnya pasangan itu sedang sibuk berlibur di tempat super romantis yang entah apa namanya.

Kuputuskan untuk beranjak dari duduk. Sepertinya ide membuat coklat hangat tak terlalu buruk. Setidaknya tubuhku tak menggingil dingin.

Langkahku baru saja tercipta sekian meter ketika suara pintu di buka terdengar. Dan seriring dengan pintu yang tertutup sosok itu datang.

“Aku pulang sayang.”

Park Chanyeol-ku kembali.

Dia selalu kembali.

Dan akan terus kembali.

Biarlah aku menikmati tautan lembutnya saat ini. Melepas segala jenis rindu dan sakit hati. Menanggalkan segala prasangka buruk yang menghampiri. Mengobati ruam luka tak kentara ini.

Aku bagaikan rumah dengan Chanyeol sebagai pemiliknya.

Yang perlu aku lakukan hanya menunggunya kembali pulang untuk membasuh semua rasa menyedihkan. Aku akan tetap menjadi rumah. Seberapa sakit pun itu, aku tak apa. Asal Chanyeol pemiliknya, aku tak pernah masalah. Sepenuhnya aku dipenuhi kebodohan. Sepenuhnya pula aku bahagia dengan kebodohan yang tercipta.

Kebodohanku adalah mencintainya.

Mencintai lelaki pemilik sayap yang bisa hinggap di mana saja.

Perkenalkan ini aku. Si bodoh yang rela mencintai seorang Park Chanyeol dengan begitu konyol.

.

.

.

Kukatakan padamu, daripada menjadi rumah sepertiku, lebih baik cari pemilik yang lain.

Karena kau tak akan tahu, betapa sakitnya menjadi rumah dengan pilar penyangga terapuh sepanjang masa akibat cinta.

.

.

.

Dari aku yang tak pernah bisa keluar dari pesonanya.

fin!

SUMPAH ADUH AKU GAK TAU INI APA ADUH

Di tengah tes semesteran dengan kurang ajarnya aku ngetik beginian demi Mas Chanyeol tersayang *uhuk* Harusnya sebagai bias nomer dua setelah Sehun, aku bikin si Chan ini hepi hepi gitu ya wkwk Tapi gak tau kenapa malah pingin bikin sad. Failed lagi bhaks xD

Ada yang tahu maksud fic ini? Hmm sedikit sulit mungkin karna aku nulisnya belepotan wkwk Aku cuma ngegambarin betapa seorang cewe yang udah terlanjur cinta begitu sulit buat lepas sepenuhnya dari cowo yang bener-bener dia cinta. Cewe, kalau udah sekali sayang sulit hilangnya. Makannya aku kasih judul trapped. Ngegambarin gimana cewe yang udah terlanjur terperangkap. Ngegambarin gimana keluar dari perangkap nggak semudah bayangannya.

Gak tega kalok liat orang yang terlanjur cinta kek si ‘aku’ di fic ini. Semua hal bodoh udah gak kesaring. Nyesek liatnya :’’( Tapi, yah, kek semua yang orang bilang, namanya juga cinta…

Dan aku ngelantur kemana mana bhaks xD

Udah ah cuap cuap gaje kelamaan. Jadi…

~HAPPY BIRTHDAY PARK CHANYEOL~

Cinta pertamaku di ekso kamu mas/dibuang

Laff laff buat Chanyeol, laff laff buat yang baca dan mau curcol dikit di kolom komentar ❤ ❤ ❤

. nida

41 tanggapan untuk “[Chanyeol Birthday Project] Trapped”

  1. Huweeeeeeeee~~~~~~~~~~~~
    Kak nid~~~~~~~~~~ T^T
    Chanyeol ketjam T^T hikseu T^T

    Suami aku nggak gitu orang nya /seketika di gebukin masa/

    ‘Aku’ nggak tolol tolol amat sih,
    setidak nya dia tau Chanyeol ganteng, makannya nggak bisa ‘lepas’ dari Chanyeol 😀 😀 😀

    Belajar yang rajin ya kak~ :3

    Keep Writing~

    1. chanyeol kubikin rese abis di sini wkwk mencerminkan betapa kurangajarnya cowo gak berpendirian dan mau seenaknya (njir baper binggo anjeeer)
      haha nha itu deh, si ‘aku’ paling gak bisa melek sama pesonanya chanyeol yang tumpeh tumpeh wkwk
      yoiyoooiii makasih cantik ({})

  2. PLIS APA INI KA NID JELASIN COBA JELASIN SAMA AKUHH….. INI TEMEN RASA PACAR OMEGAT GITU KAH???? KENAPA NGGAK TEMEN RASA GREEN TEA *eh sumpah nyesek banget ya kayaknya jadi si aku tenang bukan aku *eh apa ini* rata rata deskripsi dan aku suka itu ‘-‘/ dan si aku ini semacem HTS-an gitu kan ama ceye :v ‘aku’nya pea bangetsumpahbegobanget, siceyenyabrengsek*eh kok gregetan sendiri jadinya
    udah ah ini komen macam apa :v pokoknya mah pibesdey abang nya lucia yang mencampakan aku dan ngegantungin runa *capsnya keinjek tomcat :v baca nya bacanya aduh aku bingung mau bilang apa><

    1. TEMEN RASA PACAR LEBIH NYESS DARI TEMEN RASA GRINTI MA WAKAKA
      haha sengaja sih, kalok pakek sudut pandang orang ketiga aku lebih suka minim dialog, lebih bia buat bayanginnya, biar nyess banget/gak
      iyaaap betol, mereka hts tingkat parah, dan chan emang berengsek disini/dibuang
      anjer runa dibawa bawa aku malah yang baper sial wkwk

  3. PLIS APA INI KA NID JELASIN COBA JELASIN SAMA AKUHH….. INI TEMEN RASA PACAR OMEGAT GITU KAH???? KENAPA NGGAK TEMEN RASA GREEN TEA*eh *capsnya keinjek tomcat :v baca nya bacanya aduh aku bingung mau bilang apa><

  4. DUHHHH KANG MAS CAHYONO GAK DISINI GAK DISANA KERJAANNYA PEHAPEIN ANAK PERAWAN!!! NIDA INI MAKSUDNYA TEMEN RASA PACAR GITU?? AMPUUUUNNN NELANGSA NIAN AKU INI… MAS CAHYO AWAS AJA KAMU KALO PULANG KERUMAH DEDEK MASUKIN KAMU KE MESIN CUCI.. AWAS!!!

    Aku suka rangkaian kalimat kamu nid.. ngalir gitu jadi bacanya enak.. mendayu dayu apalagi diiringin sama suara junaedi… hampir colaps aku gara gara dua ini…

    1. KAKFARAH MAU KULEMPARIN BOBBY GAK/dibuang
      haha iyaa temen rasa pacar :’ rasanya kuat lagi :’
      kakfarah horror ih bawa bawa mesih cuci bhaks xD
      haha suara junaedi perlu dicagar alamin biar awet di telinga kak/loh?

    2. LEMPAR NID LEMBAR BIAR KUTANGKAP BOBBYNYAAAA AAAAKKKK
      temen rasa pacar emang yang paling aseekk aseekk joss nyess nyess nyesss saampe ke sendi/?
      hani sebel sama mas, soalnya si mas emang suka pehape kemana mana.. awas aja awas hani masukin mas park ke mesin cuci beneran sekalian hani keringin disana
      jangan nanti ceyon marah.. nanti ceyon selingkuh sama segi terus junaedi kebaperan dan bunuhdiri/plak

  5. Adudududu….. kak nida engkaulah seonggok makhluk yang membuat raga dan jiwa ini terkoyak dan bergetar saat membaca untaian kata mendayu darimu yang tak bisa kuenyahkan dari segala ruang di hatiku /ini apaan/ Kak nid sumpah aku udah tobat nistain Chanyeol di FF sekarang giliran di kau yang menistakan abang tersayang ini hua…..

    1. be tobat be tobat/plak itu yang nulis chanyeol be, bener deh
      haha ini gak sengaja be, karna hati lagi semrawut aja malah jadi beginian wkwk
      laff laff bebe

    2. Malah inget laginya Mitha deh kak! Kamu berbohong akupun percaya! Kamu lukai aku tak peduli~ coba kau fikir dimana ada cinta seperti ini~ Kau dengan yang lain ku tetap setia~ tak usah tanya kenapa aku cuma punya hati~

  6. oalah,,,’aku’ emg dh fix ya g bisa lepas dr mas cahyo,,,miris ya!!! “aku” bagaikan rumah untuk chanyeol,,tp apa g kepikiran apa,,rumah memang tempat umtuk pulang,,tak peduli chanyeol singgah d hotel atw penginapan manapun,,tp jika chanyeol pnya “rumah” yg lain bagaimana to jeng!!heheee .
    “tp ini sungguh ‘puitis,,manis,miris sekaligus tragis’ nasib”aku”!
    dr semuanya,,satu kata****kerennnn***!

    1. nah itu.. makanya si ‘aku’ nganggep dirinya rumah karena yakin banget chan bakal balik ke dia kek apa yang udah dijanjiin. tauk deh pas keluar rumah main kemana wkwk pingin nge begal cowok beginian :v
      hehe makasih makasih makasih pokoknya laff laff ❤

  7. Kaknid maaaaaaf aku nggak baca sampe akhir. Aku baper duluan. Bapernya maksimal pula. Nggak tau kenapa, rasanya itu kayak aku ada di cerita. Aku berasa jadi ‘aku’.

    Itu typo atau gimana ya kak? Kalo nggak salah tadi itu ada 2 biji typonya. Yang kuinget cuma ‘melampar ejek berujung tawa’. Maksudnya melempar, kan?

    1. lissss kenapa baper aduh padahal aku yang bikin juga baper banget mana hati lagi semrawut/plak
      iyaaa ada typonyaa haha makasih lis nanti aku benerin xD mumumu udah lompat ke sini ❤

    2. Kak aku ngutip kalimatmu ya? Yang itunah, duh lupa aku. Kalo nggak salah yang, “Yang berubah hanya hatiku”
      Kayaknya sih yang itu.

      Nggak tau kenapa, aku jatuh cinta sama kalimat sederhanamu. /apasih/

  8. Nid..
    Nid..
    Nid..
    Nid..
    Nid..

    Katanya kamu sibuk..
    katanya kamu nyaris gak sempet bikin fic buat ulangtahun yeol..
    KENAPA BISA SEKEREN INIIIIIIIIIII…
    INI KEREEEEENNNN
    SUMPPPPAAAAAAAAAHHHH
    DASAR TOLOL KAMU SI AKU!!!!
    TOLONG TAHAN AKU! AKU INGIN GAMPAR CHANYEOL!!!
    CHANYEOL KAU LAKI_LAKI BJDFSJKGBJSNSFGBNOBFB!!
    DUH KEPSLOK JEBOL.

    *tarik napas*
    *hembuskan*
    Jadi ini Chanyeol selingkuh dua kali ceritanya?
    Eh tiga ya jadinya sama yang terakhir?
    Sama yang rambutnya ombre?
    *liat cermin* /rambutku lagi ombre nih/ *liat ke iriseu* /rambut iriseu juga lagi ombre/ jangan-jangan Chanyeol selingkuh sama kami? /gak /plak
    Hhhhh~
    Aku kenal sama seseorang di dunia nyata, dia gitu, tolol, udah diselingkuhin eh mau balik lagi cuma karena si cowok minta maaf. Eh udah gitu tololnya diselingkuhin lagi, dan dimaafin lagi. Tolol kan?
    Untungnya itu cewek tolol ga setolol si “aku”..
    Kalo dia sih endingnya tendang-tendangan dikolong meja mie ayam..
    GAK USAH KETAWA NID! HAHAHAHAHHAHAHAHA

    Kenapa aku banyak mengumpat di komentar ini?
    Wkwkwkwkwkkw..

    1. CIYEH KAKNEAN KEPSLOK KYAAAAAA XD XD XD
      aku bikinnya pas lagi baper banget ditambah hati semrawut jadinya gaje binggo gini aduh..
      sebenernya ini gakbisa dibilang selingkuh kak, karna…..mereka sama sekali gak pernah jadian. sama sekali. jadi mereka pada dasarnya gak ada hubungan apa apa yang nyebapin chan sah sah aja mau pacaran sama siapa. tapi chan tetep akhirnya dateng ke ‘aku’… berengsek banget yak/plak
      BUKAN KYAAA BUKAN gadis ombre itu bukanlah kalian…. itu aku/gak
      DEMI APA YA KAK AKU NGAKAK ADUH KEINGET MIE AYAM ADUH KAKAK AZTAGAH NGAKAK BANGET AAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK tadinya kukira kakak cerita apa…. ternyata….. uhuk
      pas komen ‘GAK USAH KETAWA NID! HAHAHAHAHHAHAHAHA’ aku ngakak aduh malah makin ngakak karna inget yang dulu/plak

      karena e karena kakak mengerti keadaan si aku :”’ temenku lagi pada diposisi si aku kak, kadang bingung mau ngomongin tapi yah, ah sudahlah…

    2. iyah akuh kepslok abis aku tau banget rasanya jadi si “aku”..

      cuma dia lebih nelangsa karena emang gakpernah dibikin jelas ya hubungannya..

      itu juga kamvr*t, orang di dunia nyata yang kukenal juga gitu, sayang-sayangan iya, ditembak gakpernah, ilang gak ada kabar, orang udah move on eh sms nanya kabar, kan kamvr*t..
      /kok lebih mirip curhat ya wkwkwk/

      hahahahaaaa..
      temenmu lagi ada di posisi si “aku”?
      Suruh ajak cowo itu ke kantin mie ayam aja nid..
      HAHAHAHAHHAHAHA

    3. nah kan nah kan emang banyak cowo kamvret bertebaran di muka bumi wkwk dan sialnya banyak cewe yang tetep ketipu wkwk
      curhat terselubung kakak aku sudah mengerti/dibuang
      adaaaaaa!!! duaaa!! kyaaaa!!
      DEMI APA MIE AYAM HAHAHA nunggu kita buka warung aja kak, biar laris gitu loooh

  9. Walahhh….
    Aq bingung ini mesti hepi ato sad…hehehehe…
    Hmmm..kasian sebetulnya but that is love? I dont know…
    Tp emang park chanyeol brengsek…ups…wkwkwkw..banyak hati wanita di dunia yg udah dia obrak abrik..dlm artian yg sebenernya…hahahahah
    Park dobi dg senyum lebarnya..suka…hehehe

    1. hmm, mungkin bagi chan ini hepi, bagi si ‘aku’ ini dilema/plak
      nah itu… cinta kadang rumit
      hahahaha iyaaaaaaaaaaa chan mah berengsek banget gantengnya mana senyum terus kan jadi meleleh/plak

  10. Akkkkhhhhh…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Aku suka…
    Tapi aku kgak suka sikap chan. Kenapa dia begitu? Huaaahhh…
    Pan Aku kasihan.

    Nidulll aku suka gaya tulisan kamu. Gmna cara nulis begituan. Nidul nidul nidul gudul pacul. aakkhhhh /plak

    Ciye nida lagi semesteran. Semangat ye.. Jangan lupa belajar. Chanyeolnya buat aku aja. Sehun? Ntar kupinjem ya… hihihihi

    Buat nida lagi semangat nulis terus ya. Kutunggu cerita yang lain. Hamjong couple udah kuganti ya. Jadi Mijong. Mimi jongin.
    Bikinin bikinin bikinin /bhaks 😀

    1. huweeee adim huweeee aku baper banget bikin beginian huweee/plak
      apadeh ham.. ini mah cem upil doang dibanding tulisan author laen wkwk
      adim minta dibacok nih ya keknya :v manggil nidul terus
      hehe iyaaap mangats kook kakaaaaaa
      gaboleh direbut kakaaaa bolhnya pinjem ajah, tetep dikembaliin loh, jan lupa bayar :v
      eciyeeeeh udah ganti nama ciyeeeh haha iya kapan-kapan ya ham, kalok aku senggang xD kutunggu sehun-runa dilapakmu :v

  11. Omayygat omaygat sakid aned😢 ish chanyeolnya mah rese😂 kalo aku digituin mah tendang aja chanyeolnya /ditendang balik\ bahasanya bagus banget kaknid, sukaa💕 aku lagi belajar bikin ff bahasanya yang gimana2 gituu~ /lo?\ /malah curhat\ /kode lo\ 😋 hehe bagus kaknid semangatt💪🏻

    1. rese banget banget banget sayangnya si ‘aku’ masih mau aja sama dia hiks
      padahal aku bikinnya pakek hati semrawut hiks dan agak gak pede pas post ini hehe
      weeeh mangats yaaa aku juga lagi belajar biar nulisnya makin bagus cem senpainim yang udah bertebaran di luar sana, yuk belajar sama sama xD

    2. hmm ini emang kejadian yang banyak dialamin sama seseorang ran.. temenku banyak loh yang kek gini, tapi tetep semangat yah, buang aja tuh cowo ke laut/plak

  12. ep ep nida eonni yang ini adalah ep ep pertama yang aku baca saat ultah abang ke 8 abang ceyee.. jadi selamiit.. huhu. duh tu efef nyesek amat yak. btw, aku kurang ngerti eeung.. jadi akhirnya ceye ama ‘aku’ ? atau gimna? maafkan aku eonn yang tak mengerti maksud ep ep mu~~ ngerti siih kalo si ‘aku’ itu ibarat rumah. baguuuuusssss~~~ tapi jelasin lagi yaah. cuap cuap. habeeede abang ke delapaaan!!!

    1. yossssshhh makasih sayang muah laff laff hoho ini emang agak ambigu dan rumit berhubung aku ngetiknya juga pakek hati yang lagi semrawut wkwk
      ini akhirnya chan balik sama si ‘aku’ kok
      kek semacam keulang lagi dan lagi hubungan mereka. chan pergi, chan kembali, dan si’aku’ selalu mau mau aja digituin sama chan wkwk
      yeesssshhhh pibesday buat abangnya lucia xD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s