[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Different Relationship [VERSION 2] – ECCEDENVY

image

Vy‘s Storyline

Starring Park Chan Yeol with Min Yong Woo

Featuring Kim Jong Dae with Do Arin and Min Yoon Gi with Do Kyung Soo Slight!Kim Min Seok with Do Kyungrin

Just A FanFic to dedicated Chanyeol‘s Birthday. Story pure from my mind, dont bash Vy guys! This just a FanFic! Dont plagiat or copy-paste without my permissions!

And Thanks Kimiham for the poster!

VERSION 1

“Noonaaa~” Chanyeol merengek. Ia ingin mengajak Yongwoo berkencan. Tapi gadis itu menolak. Dengan alasan, ia banyak pasien.

“Sebentar saja. Aku sudah tidak bisa bertemu denganmu lagi sampai bulan depan! Noona tau aku akan ke Paris akhir minggu ini. Ayolah, hanya makan siang bersama doang tidak bisa?” Tanya Chanyeol. Ia benar benar diambang butuh kasih sayang(?). Karena memang ia harus pergi ke peragaan busana di Paris nanti. Selama sebulan ia di sana. Sebagai designer yang merancang busana untuk peragaan busana tersebut, ia harus ikut serta ke sana.

“Tidak Channie, pekerjaanku banyak. Dan kenapa juga kalau kau pergi ke paris? Bukan masalahkukan?” Yongwoo bersikap acuh. Tidak seperti dirinya biasanya.

“Ya Sudah, kalau begitu nanti di Paris aku akan mencari wanita seksi yang mau pakai pakai-hmmpt!” Mata bulat Chanyeol makin bulat. Pasalnya, Yongwoo menciumnya tiba tiba. Beruntung mereka sekarang berada di ruangan Yongwoo.

“Yongwoo-ya~ aku butuh kau seb- ups.. Maaf!” Arin, sahabat Yongwoo, menerobos masuk ruangan sahabatnya yang memang tidak dikunci. Dan Yongwoo merutuk dalam hatinya.

“ARIN!” Yongwoo terpekik. Ia malu bukan main.

“Mianhaeyo Unnie~” Arin mulai memanggilnya dengan ‘unnie’ berarti ada niat tersembunyi di sana.

“Keluar kau!” Yongwoo memerah malu.

“Hai Noona!” Chanyeol dengan bodohnya malah menyapa Arin.

“Hai Chan! Lanjutkan pergulatan kalian!” Arin tersenyum menyebalkan. Gadis itu melesat pergi setelahnya.

“Wow, aku tidak tau Noona seagresif tadi.” Sahut Chanyeol setelah Arin menghilang.

“Diam kau! Pergi saja sana!” Yongwoo mengusir Chanyeol.

“Noona, ayolah! Minum kopi saja kalau tidak. Aku mau menghabiskan waktuku sebentar saja denganmu!” Chanyeol merengek.

“Hah, baiklah! Hanya minum kopi! Tidak lebih!” Yongwoo berucap tegas. Chanyeol mengangguk semangat.

“Ayo!” Ajak Chanyeol menarik tangan Yongwoo.

“Iya, tunggu! Jangan cepat cepat!” Yongwoo memprotes kesal.

.
.
.

“Caramel macchiato.” Chanyeol menyebutkan pesanannya.

“Green tea.”

“Kau meminum green tea terus. Kenapa kau begitu suka minuman pahit itu?” Tanya Chanyeol.

“Entahlah, aku memang menyukainya sejak kecil.” Yongwoo mengangkat kedua bahunya acuh.

“Tapi itu kan pahit! Pantas saja-” Chanyeol berhenti saat melihat tatapan tajam Yongwoo.

“Apa? Kau mau berkata apa?!” Yongwoo memotong kesal.

“Tidak.” Aku mau berkata kau sangat galak. Lanjut Chanyeol membatin.

“Ya sudah, jangan membuat moodku jelek, sudah bagus kutemani kau sekarang.” Marah Yongwoo.

“Arasseoyo, Noona.” Jawab pelan Chanyeol.

.
.
.

Yongwoo menyesal setelah berkata ia tidak peduli dengan Chanyeol yang akan pergi ke Paris. Dan tidak mau menhabiskan waktu dengan Chanyeol. Dan sekarang, ia sudah seperti seonggok mayat hidup yang malah menakuti pasien pasiennya. Pergi pagi pagi seperti mayat, pulang seperti mayat. Arin sebagai yang terdekat dengan Yongwoo berusaha menghibur wanita yang lebih tua satu tahun dengannya itu.

“Yongwoo-yah~~” Seperti sekarang, Arin dengan susah payah mencoba membuat mayat hidup ini terlihat setidkanya seperti manusia. Memang dirinya dan saudara kembarnya, Kyungrin tidak pernah yang namanya memanggil Yongwoo dengan sebutan ‘Unnie’, karena memang mereka menganggap umur tidak perlu di pikirkan dalam persahabatan mereka. Dan, memang mereka hampir tidak pernah yang namanya memanggil Yongwoo dengan sebutan ‘Unnie’. Tapi terkadang orang orang suka salah mengenali Yongwoo sebagai adik kedua anak kembar itu. Dikarenakan tubuh mungilnya.

“Apa? Aku ingin pulang sekarang. Kau ingin ikut?” Tanya Yongwoo. Suaranya terdengar serak.

“Bukan itu!!!” Arin kesal sendiri. Memang pasangan Yongwoo – Chanyeol ini tidak pernah peka sama sekali. Pantas saja mereka bertengkar terus.

“Lalu apa? Aku ingin pulang.” Yongwoo melepaskan jas dokternya. Ia mengambil mantelnya. Memang sekarang sudah masuk musim dingin. Dan salju pertama baru saja turun kemarin. Di luar pasti dingin sekali. Ah, bagaimana ya keadaan Chanyeol di- kan! Dia memikirkan Chanyeol.

“Hah.. Aku harus apa? Chanyeol tidak bisa kutelpon sama sekali! Ia hanya melepon sekali kemarin! Dan setelahnya ia tidak pernah menjawab pesan dan panggilanku lagi! Apa dia marah?” Yongwoo frustasi.

“Ck! Kau juga sih! Kenapa waktu itu kau sok sibuk segala! Jadinya begini!” Arin mulai menyalahkan Yongwoo.

“Heuuuuu!!! Kau menambah bebanku saja!!” Yongwoo menangis. Ia juga menyesal. Apalagi ia tidak mengantar Chanyeol ke bandara.

“Ok, maafkan aku! Mau kutelpon Kyungrin dan kita melepas lelah bersama?” Tanya Arin. Yah, sekali dua kali seharusnya mereka berkumpul bersama.

“Ya sudah!” Yongwoo masih dengan wajah sedihnya. Pasalnya ia begitu merindukan dobinya dan raksasanya itu dengan menyebalkan tidak menjawab pesan dan panggilannya sama sekali.

“Baiklah! Tunggu!” Arin mendial nomor kembarannya. Mendengar nada sambung di sana dan…

“Yeoboseyo? Oppa! Aku sedang menelpon! Berhenti menjahiliku!” Suara Kyungrin terdengar di sana. Sepertinya ia sedang bersama kekasihnya, Minseok.

“Kau sedang apa?” Tanya Arin bingung. Alisnya terangkat satu.

“Tidak! Aku hanya sedang berkencan saja.” Kyungrin membalas.

“Ooh, baiklah. Aku hanya ingin mengajakmu menghibur zombie yang ditinggal dobinya pergi. Mau ikut tidak?” Tanya Arin.

“Hmm, entahlah! Aku tapi sedang berkencan. Akan aku usahakan! Kubilang berhenti menjahiliku! Kkkkk… Berhenti!” Sahut Kyungrin setengah terkikik. Entah apa yang dilakukannya.

“Kau sedang apa sih?” Tanya Arin penasaran.

“Hanya mencoba alat pembersih wajah yang baru saja dibeli Minseok Oppa.” Kyungrin menjawab. Masih sambil terkikik kecil.

“Lalu kenapa kau mengikik begitu?” Tanya Arin.

“Tidak! Hanya aneh saja alat ini. Geli saat bersentuhan dengan kulit.” Sahut Kyungrin.

“Ya sudah terserah kau! Datang ya! Seperti biasa, apartement zombie kita. Jangan lupa bawa kudapan!” Dan,

PIP

Arin segera memutus sambungan itu sebelum Kyungrin mulai protes.

“Ayo!” Arin menarik Yongwoo keluar.

“Ya Tuhan! Dingin sekali!” Sahut Yongwoo mengeratkan mantelnya.

“Kita harus segera sampai apartementmu sebelum beku!” Ucap Arin.

“Iya.” Akhirnya mereka berlari menuju gedung apartement tempat Yongwoo tinggal.

“Hai kalian! Aku sampai lebih dulu.” Di sana, di depan pintu apartement Yongwoo. Sudah berdiri Kyungrin dengan banyak kantung plastik. Yongwoo menekan passcode apartementnya. Ulang tahun Chanyeol. Yongwoo sedikit mengernyit teringat sesuatu. Tapi ia tidak tau apa itu. Ingatan samarnya tentang passcode.

“Mari masuk!!!” Arin dengan seenaknya masuk ke dalam apartement itu. Yongwoo hanya mendengus. Kebiasaan! Pikirnya.

“Bantu aku!!!” Kyungrin memberi sebagian kantong plastik pada Yongwoo dan ikut masuk. Mendahului Yongwoo.

“Dasar tidak sopan!” Desis Yongwoo.

“Mari kita nonton sembari makan kudapan bagaimana?” Tanya Arin.

“Aku malas menonton. Tidak ada yang menarik.” Yongwoo berujar datar.

“Ah iya, wajah Chanyeol kan hanya yang menarik di matamu!” Sahut Kyungrin. Sialan! Pikir Yongwoo.

“Makan kudapan saja? Kau bisa curhat kalau kau tidak mau menonton!” Sahut Arin lagi.

“Ya, lebih baik begitu…” Yongwoo membuka bungkus ddeokbokki. Dengan cepat melahap satu potongan kue beras dengan rasa pedas itu. Ia sebenarnya tidak suka pedas, sedikit apapun ada saus pedas pada makanannya, ia akan langsung mencari air. Tapi biasanya saat ia tidak sengaja memesan sesuatu yang pedas dan tidak bisa memakannya, Chanyeol dengan baik hati akan menukar makanan mereka. Kan! Chanyeol lagi! Chanyeol lagi!

“Jadi ada apa dengan zombie ini?” Tanya Kyungrin.

“Chanyeol meninggalkanku!” Yongwoo pouting.

“Kau yang minta ditinggalkan!” Ujar Arin datar.

“Tapi dia mengacuhkanku!” Ucap Yongwoo.

“Mungkin dia hanya terlalu sibuk. Kau tau bagaimana sulitnya persiapan peragaan busana itu.” Hibur Kyungrin.

“Tapi setidaknya dia membalas satu pesanku!” Yongwoo kesal. Ia mulai berkaca kaca. Sensitifnya kembali.

“Mungkin dia lupa karena terlalu lelah. Lagipula kau juga yang waktu itu bilang tidak peduli padanya.” Ucap Arin.

“Dan juga perbedaan waktu di sana dengan di sini juga menghambat komunikasi kalian!” Tambah Kyungrin. Ia ikut menyomot kue beras tadi.

“Tapi dia pernah mengancamku akan mencari wanita lain saja di sana!” Yongwoo bersikeras menyalahkan Chanyeol.

“Yah, itu hanya gertakan saja aku yakin. Chanyeol tidak akan selingkuh! Lagipula untuk apa dia selingkuh?” Tanya Kyungrin.

“Bisa saja! Lagipula ini sudah musim dingin. Chanyeol biasanya aneh saat musim dingin.” Yongwoo mengilah lagi.

“Apa yang aneh?” Tanya Arin.

“Entahlah, dia biasanya aneh saat akhir november seperti ini.” Ucap Yongwoo. Tapi setelah beberapa detik, ia teringat sesuatu.

“Ulang tahun Chanyeol! Aku belum mengucapkannya!” Yongwoo berdiri sembari mengunyah kue beras.

“Jiah!” Kyungrin dan Arin kompak menepuk kening mereka.

Yongwoo dengan cepat mendial nomor Chanyeol. Tapi seperti dugaan, tidak dijawab oleh lelaki itu. Akhirnya demi dilihat lelaki itu, Yongwoo mengirim foto selfienya di instagram dan menulis ‘Selamat ulang tahun Dobiku sayang~’.

“Selesai!” Yongwoo kemudian duduk kembali drngan wajah sumringah sekarang. Terlampau senang.

“Sudah?” Tanya Arin. Yongwoo mengangguk layaknya anak kecil.

.
.
.

Keesokkannya, Yongwoo bangun dengan wajah berseri. Berbeda sekali dengan dirinya beberapa hari yang lalu. Ia mengecek handphonenya dan menemukan notification.

‘Terimakasih smurfku sayang, aku mencintaimu.’ Chanyeol mengomentari kirimannya. Yongwoo makin sumringah. Ia senang bukan main. Ia lain kali mungkin harus memasang pengingat. Dirinya mudah lupa!

END

Silahkan! Sudah kumasukkin Arin dan Kyungrin. Udh debut deh kak nean dan kak iris. Aku ngebut bikin ini. Makanya gaje! Gajekan? Tapi, terimakasih buat yang udh menuhin kotak comment di ver kemaren, aku terhura(?) Apalah! Udh ya, tungguin ver satu lagi. Besok diupdate!

43 tanggapan untuk “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Different Relationship [VERSION 2] – ECCEDENVY”

  1. AAAAKKKHHHH..
    ADA KYUNGRIN LAGI MAIN KELITIK-KELITIKAN SAMA UMIN AAAAKKKKKKHHHH..
    Biar hanya kami yang tau lagi ngapain yaaa.. /plak
    wkwkwkwkwkkw..

    Bikin kyungrin Umin momen lagi LAGI LAGI LAGI LAGI LAGI!!

    Yongwoo unnie kok bisa lupa ulangtaun pacarnya siih..
    Ee betewe yang doyan banget sama greentea itu akulooohh..

    Wkwkwkwk..

  2. Waks, yongwoo harus pasang alarm tiap tanggal segitu noh, biar kagak lupa! Heran kenapa yongwoo yang paling tua tapi malah paling sering dikira adek? Apa badannya sekecil itu? Chanyeol yang malang, ulangtahun dilupain sama pacar sendiri! Nyahahahah

  3. ANE KOMEN FIRST YA!? YEAH HAHAHA EFEK INSOM YUHUUUYY DOOOHH KELUPAAN TADI, ANE KAN BACA VER 2 DULU BARU ATU, MAKANYA AGA GA NGEH WKWKWKW MAAPKEUN KU NYAMPAH DI FF MOEH~

    1. rintwins udah debut duluan di epepnya yasmin.. sebagai kyungrin, kembaran yang lahir duluan, aku mengucapkan trimakasih kepada mbak yasmin yang sudah mendebutkan kami :v @beepbeepbaby

    2. iyaaaahh..
      udah didebutin duluan..
      buahahahaha..
      gakpapah jadi nti pas kita debutin rintwins secara ofisyel, orangorang udah kenal sama arin-kyungrin.
      /plak

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s