[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Different Relationship [VERSION 1] -ECCEDENVY

image

Vy‘s Storyline

Starring Park Chan Yeol with Min Yong Woo

Featuring Kim Jong Dae with Do Arin and Min Yoon Gi with Do Kyung Soo

Just A FanFic to dedicated Chanyeol‘s Birthday. Story pure from my mind, dont bash Vy guys! This just a FanFic! Dont plagiat or copy-paste without my permissions!

And Thanks Kimiham for the poster!

“Hmm, aku lapar.” Chanyeol bergumam.

“Kau lapar? Mau kubuatkan makanan?” Tanya Yongwoo. Gadis yang menyandang status tunangan Chanyeol ini hendak berdiri.

“TIDAK! JANGAN! Aku sudah tidak lapar!” Pekik Chanyeol. Pasalnya, Yongwoo tidak bisa memasak. Dan sekalinya menyentuh kompor, dapur itu bisa meledak dalam hitungan detik.

“Cih, bilang saja kau tidak suka masakanku.” Yongwoo duduk kembali. Marah pada Chanyeol.

“Bukan begitu noona, aku takut apartementmu kebakaran! Dan, lebih baik kita makan di luar saja. Makan es krim bisa membuat kepalamu dingin mungkin.” Dan berpikir lebih baik. Sambung Chanyeol dalam hati.

“Baiklah, kau mau beli es krim di mana? Supermarket depan?” Tanya Yongwoo. Ia menatap Chanyeol.

“Tidak, kita ke kedai es krim dekat kampus saja.” Ajak Chanyeol. Lelaki itu dengan segera berdiri.

“Tapi itu terlalu lama. Dan jauh!” Yongwoo cemberut.

“Tidak apa apa. Sekalian jalan jalan. Kau harus terkena sinar matahari setidaknya. Kulitmu pucat sekali.” Chanyeol menarik Yongwoo berdiri.

“Baiklah.” Sahut Yongwoo menyerah.

Mereka akhirnya berkeliling sekitar Seoul sembari menuju kampus mereka. Mereka memang sudah bekerja, tetapi kampus menjadi tempat favorite mereka. Apalagi saat berkencan, selain tempatnya yang nyaman, di sana mereka bertemu dan menjadi sepasang kekasih. Tempat dengan banyak kenangan.

“Nah, kita sampai.” Chanyeol melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil. Ia menunggu Yongwoo. Gadis yang lebih tua dua tahun darinya itu turun dari mobil. Chanyeol mengunci mobilnya. Menggandeng Yongwoo dan masuk kedai es krim. Pintu terbuka dan Chanyeol dapat langsung mencium bau manis di seluruh penjuru kedai. Kedai dengan desain nature forest itu juga tidak lupa menampilkan pemandangan yang membuat mata segar. Lantai kayu dan juga air mancur kecil di sudut kedai. Dengan banyak tanaman kecil di pinggir kedai. Meja panjang layaknya bar yang menempel di jendela, membuat para pelanggan dapat menikmati pemandangan luar sembari menikmati makanan dan minuman pencuci mulut.

“Seperti biasa, segar dan manis.” Ujar Chanyeol sesaat setelah dia menghirup udara.

“Ayo kita pesan!” Yongwoo menarik Chanyeol. Gadis itu kelewat senang.

“Pesan apa?” Tanya pelayan. Ia menunjukkan beberapa menu populer dan terbaru dari kedai itu.

“Choconut Ice Cream, dan Green tea. Kau Chanyeol? Kau mau apa?” Yongwoo berpikir sebentar. Ia kemudian menatap Chanyeol dengan tatapan bertanya.

“Milky Banana dan Strawberry milkshake.” Ucap Chanyeol pada pelayan tersebut.

“Tidak! Jangan memesan sesuatu yang ada susunya! Kau tidak boleh minum susu!” Yongwoo mencegah pelayan itu menulis pesanan dan menghitung harganya.

“Kenapa?” Chanyeol mengernyit.

“Tidak boleh! Pesan yang lain!” Suruh Yongwoo. Gadis itu melipat kedua tangannya angkuh. Kesal dengan sikap Chanyeol. Hei, siapa yang harus kesal di sini?

“Tidak, yang tadi saja. Semua berapa?” Chanyeol langsung mengeluarkan dompetnya. Ia dengan cepat membayar saat pelayan itu menyebutnya angkanya.

“Chanyeol!” Marah Yongwoo.

“Kenapa sih noona? Aku ingin makan itu! Kenapa kau melarangku? Kau yang bertanya kan tadi!” Chanyeol menerima kartu pesanannya. Ia menatap Yongwoo kesal.

“Aku tidak bertanya!” Kilah Yongwoo.

“Kau bertanya noona!!” Pekik Chanyeol. Mereka berjalan ke arah kursi yang biasanya mereka duduki saat datang ke kedai itu.

“Aku tidak!”

“Kau iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Sekali tidak tetap tidak!” Tegas Yongwoo.

“Terserah!” Chanyeol berdiri dan berjalan menuju meja pengambilan saat melihat kartu pesanannya menyala.

“Dasar menyebalkan!!” Kesal Yongwoo.

“Dia kenapa sih? Dia yang bertanya. Giliran aku memilih aku dimarahi.” Chanyeol mulai mencurahkan kekesalannya dengan ngedumel. Mengambil pesanan mereka dan kembali ke meja dengan wajah datar.

“Makan dan kira cepat pulang!” Suruh Chanyeol datar. Inilah salah satu kekurangan pasangan ini. Tidak peka satu sama lain. Membuat hubungan mereka yang sebenarnya harmonis, diwarnai banyak pertengakaran tidak penting. Dan akhirnya menganggu pasangan lain smyang harmonis. Lebih dari harmonis, bahagia dan sejahtera.

.
.
.

“…” Yongwoo keluar mobil dengan wajahnya diangkat tinggi tinggi. Mencoba membuat Chanyeol mengerti kalau ia marah pada lelaki itu. Tapi Chanyeol hanya cuek. Ia akhirnya menutup pintu mobil kekasihnya keras keras. Tapi tidak ada protes seperti saat saat sebelumnya. Satu yang gadis itu tau, Chanyeolnya marah.

“Huh!” Yongwoo berbalik dan masuk gedung apartementnya.

.
.
.

“Hah…” Chanyeol menghempaskan tubuhnya di ranjang luasnya. Ia baru saja sampai di apartementnya. Ia sebenarnya kesal saat Yongwoo membanting pintu mobilnya. Hei, biaya perawatannya mahal!

“Dasar menyebalkan! Nenek sihir! Kenapa aku bisa menyukainya?” Chanyeol mendumal lagi. Menikmati sebentar kesunyian tanpa suara berisik kekasihnya. Lalu dengan cepat mengambil handphone dengan hardcase putih miliknya. Menyalakannya, dan terpampanglah wajah kekasihnya yang sedang menatapnya polos. Matanya yang besar terlihat lucu. Tapi dengan cepat ia menggeleng dan menegaskan bahwa ia marah dengan kekasihnya. Ia membuka daftar kontaknya dan mendial nomor sahabat karibnya, Jongdae.

“Tunggu sebentar Arin Noona! Aku sedang menelpon!” Dapat didengar Chanyeol suara cempreng Jongdae terdengat sedikit marah. Dan kekasihnya lelaki itu Arin, salah satu dokter sahabat Yongwoo, nah.. Ia mengingat kembali kekasihnya. Sudah cukup dengan Yongwoo!

“Yo! Chan! Ada apa?” Tanya Jongdae.

“Hai Dae! Bisakah kau datang ke apartementku malam ini?” Tanya Chanyeol. Sedikit berharap sahabatnya mau mendengarkan curahan hatinya lagi kali ini.

“Oh, kau bertengkar lagi?” Jongdae bertanya balik.

“Aku bertanya padamu bodoh!” Kesal Chanyeol.

“Jam berapa? Nah, sekarang jawab!” Seru Jongdae.

“Itu kau bertanya lagi bebek! Jam 8, dan yah kau selalu tau kenapa aku menelponmu!” Jawab Chanyeol enteng.

“Pasangan muda ini ternyata bertengkar, baiklah! Aku datang Chanie Chanie Chan!” Jongdae bersenandung diakhir kalimatnya dan,

PIP

Memutus sambungan.

“Dasar bebek karet!” Kesal Chanyeol saat panggilannya diputus secara sepihak oleh Jongdae. Bahkan sebelum ia bicara kembali.

“Hah, memang apa salahnya dengan susu?” Chanyeol mulai mempertanyakan mengapa Yongwoo melarangnya mengonsumsi susu.

Setelah menunggu sekitar satu setengah jam yang membosankan. Akhirnya Jongdae datang. Dan ia menbawa banyak sekali kaleng bir. Seperti biasa.

“Nah, ini dia bir untuk tiang galau kita.” Jongdae membuka kaleng bir tersebut dan memberikan minuman itu oada Chanyeol. Mereka berbincang di ruang tengah.

“Huh!” Chanyeol hanya mendengus geli dengan panggilan baru dari Jongdae. Tiang galau.

“Jadi?” Tanya Jongdae.

“Yah, kau tau… Ak-”

“Tidak! Aku tidak tau!” Potong Jongdae.

“Aku mau bicara dulu bebek! Dengarkan!” Kesal Chanyeol.

“Iya, baiklah tigal.”

“Tigal?” Chanyeol mengernyit.

“Tiang galau.” Jelas Jongdae.

“Ooh, baiklah, jadi tadi sore.. Aku dan Yongwoo noona mampir di kedai es krim di dekat kampus. Kau tau bukan?” Tanya Chanyeol.

“Hn.” Jawab singkat Jongdae.

“Yah, dan saat itu, Yongwoo noona sudah memesan, dan ia bertanya padaku aku akan memesan apa. Dan aku memesan Milky Banana dan Strawberry Milkshake.” Chanyeol masih bercerita. Sambil sesekali meneguk birnya.

“Lalu?” Tanya Jongdae.

“Dia marah. Bilang aku harus pesan yang lain. Aku tidak boleh pesan itu. Tidak boleh susu.” Chanyeol memajukan bibirnya kesal.

“Dan kau?” Tanya Jongdae.

“Aku tetap memesan itu. Dan sekarang dia marah padaku. Tadi ia juga membanting pintu mobilku!” Kesal Chanyeol.

“Hmm, dari analisisku, dia tidak suka kau mengonsumsi susu.” Singkat Jongdae.

“Aku tau soal itu!!! Tapi kenapa dia melarangku? Aku kan suka susu.” Pout Chanyeol.

“Mungkin dia berpikir kau akan tambah tinggi lagi. Dan dia tidak bertambah tinggi.” Ada nada jenaka dalam kalimat Jongdae.

“Begitukah?” Tanya Chanyeol.

“Tidak, aku bercanda. Lagipula kenapa ia marah hanya karena alasan aneh itu. Kau sidah tidak bertumbuh lagi Chan.” Jongdae tertawa.

“Lalu dia kenapa?” Chanyeol frustasi.

“Entahlah, kau minta maaf saja padanya. Siapa tau dia memberi maaf dan memberi taumu!” Jongdae mengangkat kedua bahunya.

“Tidak! Dia yang salah, aku yang meminta maaf? Tidak adil! Aku tidak mau!” Chanyeol melipat kedua tangannya.

“Yasudah!” Jawab Jongdae pasrah. Dia tidak tau lagi bagaiman mengahadapi pasangan aneh ini. Tiba tiba ia rindu Arin. Padahal ia dan Arin baru saja bertemu setengah jam yang lalu.

.
.
.

Hari hari membosankan dihabiskan Chanyeol dengan bekerja. Ia adalah seorang designer. Dan tugasnya hanya mendesign. Tapi demi apapun! Tidak ada satupun hasil dari designnya yang menurutnya bagus. Tidak ada.

“Aaarghh!! Menyebalkan!” Chanyeol mengacak rambutnya kesal.

“Terima kasih nona Min Yongwoo. Anda menganggu pekerjaan saya!” Chanyeol berkata pada wallpaper ponselnya. Tapi tiba tiba saja sebuah panggilan masuk. Dan Chanyeol reflek menerima panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon. Ia terlalu kaget.

“Channie…” Suara Yongwoo.

“Chan…” Yongwoo merengek.

“Chanyeol…” Yongwoo memelas.

“Apa?” Tanya Chanyeol datar.

“Hmm, bisakah kau ke apartementku? Atau kau mau aku ke apartementmu?” Tanya Yongwoo.

“Ada apa? Kalau tidak penting tidak usah. Aku sedang sibuk.” Chanyeol menunggu Yongwoo menjawab. Tapi gadis mungilnya tak kunjung menjawab.

“Noona? Cepat ada apa?” Tanya Chanyeol.

“Aku mau minta maaf saja.” Yongwoo memelas.

“Untuk?” Tanya Chanyeol.

“Kemarin, di kedai es krim. Aku hanya tidak mau kau mengonsumsi susu dan kalsium lain. Aku takut kau tambah tinggi. Dan orang orang akan menganggap kau kakakku karena kau terlalu tinggi dibanding denganku.” Jelas Yongwoo.

“Hah?!” Chanyeol memasang wajah bodoh. Hei, Jongdae benar. Sahabatnya pintar sekali menebak sesuatu semacam ini. Dia cenayang atau apa?

“Berikan aku maafmu!” Yongwoo makin terdengar memelas.

“Baiklah. Tapi noona jangan marah tidak jelas begitu. Dan mobilku jadi korban.” Kesal Chanyeol.

“Baiklah, terima kasih Channieku~” Yongwoo memutus sambungan.

“Sama sama noona…” Chanyeol tersenyum.

END

JUST WANNA SAY, HAPPY BIRTHDAY PARK DOBI! I LAP U, WALAU MASIH SUKA SAMA MBAK YUNI. OKEH, UNTUK SAHABATKU TERCINTAH TAKO, BACA GAK LU? UDH AH! Jan lupa comment guys~

19 tanggapan untuk “[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Different Relationship [VERSION 1] -ECCEDENVY”

  1. OKEH ADA 3 YANG KU GARIS BAWAHI. BEBEK. TIGAL. DAN SUSU.
    ITU MOMEN NGAKAK KERAS BANGET
    PERTAMA NGAKAK KARENA BAYANGIN JONGDEKU JADI BEBEK AAAHHH GAPAPA BEBEK2 TETEP DEMEN WKWK YANG KEDUA NGAKAK TIGAL ITU BAHASA GAHOOL KOREAH!? OKEH FIKS KUPEKA SAMA PARA TIGAL. KALO KYUNGSOO-CHEN-BAEK-SUHO-XIU GALAU JD APA? PENGAU? PENDEK GALAU? WKWKWKWKWKW LOOOOOOOOL
    DAN YANG KETIGA, SUSU. CHANYEOL-SSI! KAMU DI LARANG MINUM SUSU KRN ITU MEMABUKKAN NANTI KAMU TERBANG KE HONGKONG.
    SEKIAN JEJAK IRISEU ~ /KETJUP MANDJA/

  2. TAKOPA LIAT KOK!!! NYAHAHAHAHAH EMANG CHANYEOL HARUSNYA GAK BOLEH MENGKONSUMSI SUSU LAGI!!! MUNGKIN KELENJAR PTITUARINYA MEMPRODUKSI TERLALU BANYAK HORMON PERTUMBUHAN MAKANYA TU ANAK BONGSOR???? HMMM… BISA JADI… SAYANG SIH YONGWOO PENDEK….

    1. INI NGAKAK SIYAL๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ SAMPE TEMBUS KE PTITUARI, GAK SEKALIAN DI TEMBUSIN OKSITOSIN ATAU HORMON APA LAGI GITU, LUMAYAN KAN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s