[EXOFFIN FREELANCE] Distance (Chapter 7)

PhotoGrid_1441500947458-1.jpg

Tittle/judul fanfic: Distance (Chapter 7)
Author: zoey
Length: Chaptered
Genre: Romance, Entertainer’s life
Rating: PG-14
Main cast : Jui Kim (OC), Kim jongin aka Kai, Wu yi fan aka Kris
Additional Cast: Sungyeol, Exo member, SM trainee (OC)
Disclaimer: FF ini murni muncul dr otak author sendiri ya!! Belum pernah di posting dimanapun…hehe… terinspirasi ketika author lagi kangen bgt sama galaxy fan fan.. T_T.
Author’s note: Ini FF pertama author.. di maklumi ya kalau ada typo sana sini… hehe…Enjoy reading…di tunggu kritik dan saranya….:)

 

“Kai~ya….Go-gomawo” ucap jui ketika kai sudah memegang gagang pintu kamarnya.

“untuk apa?” tanya kai sedikit membalikan tubuhnya masih sambil memegang gagang pintu kamar jui.

“for everything today”

Kai tersenyum kecil menanggapi jawaban jui,membuka pintu kamar jui kemudian melangkahkan kakinya keluar meninggalkan gadis itu seorang diri.

***

Jiteun angae soge

nopeun pado wie

heuritage bichin

my beautiful black pearl

(Ho~ Oh~ my beautiful black pearl yeah)

Gipeun chimmuk soge

seulpeun seonyul wie

huimihage deullin

my beautiful black pearl

(Ho~ hey she’s my beautiful beautiful black pearl)

suara merdu D.O di ujung lagu blackpearl mengakhiri latihan kai xiumin dan sehun.

“Kai sebaiknya kita istirahat dulu” intruksi xiumin kepada kai. Sambil mengelap keringat yang mengucuri wajah dan menuruni lehernya xiumin mengambil posisi duduk bersandar pada dinding ruang latihan meraih sebotol air mineral kemudian meneguknya melewati kerongkongan untuk menghilangkan dahaganya yang sedari tadi ia tahan.

“Hyunggg aku jg mau!” pinta sehun ketika melihat xiumin meneguk air mineral dr botol di tanganya. menyusul xiumin sehun pun ikut duduk bersandar tepat di sisi kiri xiumin. melihat sehun di sebelahnya xiumin menyodorkan botol mineral di tanganya untuk sehun.

“gomawo hyung, whoaaa aku hidup kembali” ucap sehun setelah meneguk air yg di berikan xiumin padanya.

“yaakk kamjjong kau tak mau istirahat? aku tau kau sangat suka menari tapi sebaiknya berikan sedikit kebebasan bagi tubuhmu, tubuhmu juga perlu istirahat.” gerutu sehun pada kai yang terlihat masih mengulangi gerakan tarinya sedari tadi. sudah sekitar 10 jam mereka bertiga berlatih.

kai tetap tak bergeming meski mendengar apa yang sehun katakan.

“yaaakkkk! hyunggg kau lihat kai sangat menyebalkan hari ini” gerutu sehun sekali lagi pada xiumin.

“Kai~ya apa yg sehun katakan benar, istirahatlah dulu eoh?”

ucap xiumin membujuk kai

“aku belum lelah hyung” jawab kai singkat.

“sudah hyung biarkan saja!” sehun pun kesal dan menyerah membujuk kai.

“oh yaa hyung pasangan kita sudah terpilihkan?” tanya sehun pada xiumin mengganti topik pembicaraan

“eoh~ sayangnya tak ada yang sebanding dengan pasangan kai!”

“mwoya~aiisshh harusnya aku memilih jui duluan kenapa ide itu tak muncul di pikiranku” gerutu sehun kesal

“kau kalah cepat kai sudah lama mengincar Jui sebagai pasangan dancenya” jawab xiumin menanggapi sehun

“keudae? Hmmm hyung tapi ini sudah seminggu lebih aku belum melihat Jui berlatih apa dia baik baik saja?”tanya sehun penasaran, terang saja sudah seminggu lebih jui tak menampakan diri dan sehun sama sekali tak tau alasanya

“ahh aku lupa cerita padamu, Jui cidera seminggu yang lalu saat kau tak ada, seharusnya sekarang dia sudah pulih” jawab xiumin mengobati rasa penasaran sehun.

‘jinjja??! Yaa kenapa kalian tidak memberitahuku, aku kan bisa menjenguknya dia pasti kesepian”

“sudahlah lagi pula belum tentu juga dia mau kau jenguk”

“tapi ngomong ngomong kai kau tau darimana jui memiliki potensi dance seperti itu? Tak biasanya kau tertarik dengan kemampuan para trainee.”

tiba tiba saja kai menghentikan latihanya saat mendengar apa yang di tanyakan sehun.

“ehmm geunyang” jawab kai kikuk

“mwo?! geunyang?!” tanya sehun sekali lagi heran dengan jawaban kai.

“eoh” jawab kai mengakhiri pertanyaan sehun dan berjalan keluar ruang latihan.

“yaakkk! kaiii kau mau kemana?? jangan mengabaikankuuu!#@&”

teriak sehun merasa di abaikan melihat kai pergi meninggalkan ruang latihan.

“sudah biarkan saja dia pergi, kau tak lihat dia bertingkah aneh akhir akhir ini? kurasa ada hal yang menganggu pikiranya sebaiknya jangan mengganggunya” sahut xiumin menghentikan teriakan sehun pada kai.

“cihh menurut hyung begitu?!? setahuku dia memang aneh sejak lahir hahahaha” canda sehun menanggapi ucapan xiumin

 

kai terlihat duduk di sebuah bangku kayu di taman dekat gedung SM. ia mengeluarkan sebuah benda dari kantongnya. benda mungil cantik berwarna emas sebuah jepit rambut yang pernah ia temukan di taman, itu adalah saat ketika pertama kalinya ia bertemu jui.

“chaerin” gumam kai membaca tulisan yang terukir pada jepit rambut itu, sekali lagi ia memandangi jepit rambut itu menelusuri setiap sudut dari bentuk jempit rambut itu teliti.

pikiranya mulai melayang kembali ke masa lalu

flash back

“eomma~eomma eodiseo?”

“jongin~a jangan teriak teriak nuna sedang belajar, kalau kau cari eomma dia ada di dapur”

jongin kecil pun berlari menuruni anak tangga rumahnya menuju dapur.

“eomma~”

“jongin~a ada apa? kenapa teriak teriak”

“eomma hari ini ulang tahun chaerin”

“jinja?”

“ne~aku sudah bertanya pada nuna, nuna bilang ulang tahun chaerin seminggu setelah ulangtahunku, ini sudah seminggu sejak ulang tahun ke-5 ku hari ini chaerin menyusulku jadi usiaku dan chaerin sekarang sama sama 5”

“wahh jongin~a kau bahkan tak tau hari ulang tahun eomma, tapi kau selalu ingat kpn chaerin berulang tahun eomma iri pada chaerin,”

“eomma~eomma ayo kita beli kue ulang tahun untuk chaerin”

“tidak perlu eomma sudah membuat kue ulang tahun chaerin, kue tart di lapisi lemon cream, eomma benar kan?”

“ne~ chaerin suka rasa lemon. eomma benar sekali,eomma jjang!^^”

“aigo gomawo sudah memuji eomma”

“aku akan memberikanya pada chaerin sekarang”

“kau mau eomma temani?”

“aniyo aku berani mengantarnya sendiri usiaku kan sudah 5”

“baiklah tapi kau harus hati hati yaa”

“ne eomma”

kai kecil berjalan menuju rumah sebelah membawa kotak cake yang di buat oleh eommanya.

“chaerin pasti senang” gumamnya dalam perjalanan menuju rumah chaerin.

Tap

Langkah jongin kecil terhenti di depan pintu rumah chaerin ia terpaku melihat situasi di rumah itu pandanganya beralih pada seorang gadis seumurannya yang terduduk lemas sambil menangis histeris.

Lagi lagi ia melihat kedua orang tua chaerin bertengkar hebat di depan anak gadis mereka. Tak tinggal diam segera kai menghampiri chaerin meraih tangan gadis kecil itu membawanya berlari menuju taman dekat rumahnya.

Duduk di sebuah bangku taman kai terus memandangi chaerin yang masih terus mengeluarkan air mata.

“hiks~ Jongina kenapa kau hiks~ diam saja?” lama menangis gadis kecil itu menyadari bahwa anak laki laki di sampingnya hanya terdiam dan memandanginya.

“kau sudah selesai menangis? Kalau belum aku akan menunggu sampai kau selesai menangis.” Jawab jongin kecil masih terus memandangi chaerin

“Babo~ kenapa jongin selalu menunggu chaerin selesai menangis? Kenapa tak pernah menghentikan tangisan chaerin?” tanya chaerin heran, benar saja selama ini jongin tak pernah menghentikan tangisan chaerin di setiap pertengkaran orang tua chaerin, jongin selalu terdiam menemani chaerin menangis.

“aku hanya ingin menunggumu selesai menangis” jawab jongin santai

“yaa kalau jongin terus menatap chaerin seperti itu saat chaerin menangis, pipi chaerin nanti jadi merah”

“kalau begitu berhentilah menangis nanti air matamu habis. Aku bawa sesuatu untukmu channn! Ini kue kesukaanmu”

“kue kesukaan chaerin? jinjja?”

“eoh~ibuku membuatkanya untukmu, hari ini umur kita sama^^. kan hari ini ulang tahunmu”

“whoaaa lemon cream, ini untuk chaerin?”

“Eoh~ini kan kue ulang tahunmu. Sekarang berhenti menangis dan habiskan kue ini ”

“Jongina~ gomawo”

“gweanchanha, kalau kau mau aku akan minta ibu membuatkanya untukmu setiap hari^^”

“ani~bukan itu maksud chaerin”

“ani~? Lalu apa? Aku tidak memberimu hadiah selain kue itu?”

“gomawo~ jongin selalu menemani chaerin menangis.”

“Eoh,, Tapi kau harus berjanji! setelah setinggi ibuku nanti kau tak boleh menangis lagi?”

“ehhm keudae yaksseo, asalkan jongin tetap bersama chaerin sampai chaerin dewasa nanti~”

Flashback end

‘chaerin~mungkinkah kau adalah dia? Atau hanya nama mereka saja yang sama? Gumam kai dalam hati memandangi ukiran nama yang tertulis di jepit rambut ini. neo eodisseo?bogoshippeo Chaerin~a..

 

Zoey pov

Sudah seminggu lebih aku menyepi di dorm ‘and i’m so boring now omg kurasa sehari lagi aku tak keluar dorm uban di rambutku akan mulai tumbuh ini benar benar membosankan ‘eotteokhae?? aku benar benar butuh udara segar.Kupikir tak apa kalau keluar hanya untuk jalan jalan Lagi pula kaki ku juga sudah cukup membaik. Ok jui sudah di putuskan kau harus jalan jalan sebentar ‘let’s go!

Sebuah bangunan megah bertuliskan SM entertaiment tampak di hadapanku saat ini ‘Whoaa bukankah niatku tadi hanya ingin berjalan jalan sebentar kenapa malah sampai disini gumamku pada diri sendiri. ‘sebaiknya aku istirahat sebentar di taman.

Sesampainya di taman aku melihat sesosok pria yang ku kenal memakai kaos dan celana serba hitam dan sneaker putih yang menambah aksen sporty dalam penampilanya pria itu duduk sendirian termenung di sebuah bangku ‘eoh! Bukankah itu Kim kai? Apa yang dia lakukan sendirian disini? Isanghae! Hmmm apa sebaiknya kuhampiri saja dia? Ani ani ani hajima jui~ya no micyeoseo dia kim kai untuk apa kau menghampirinya? Lebih baik kau pura pura saja tak melihatnya. Ucapku menyadarkan diri sendiri ‘geunde kurasa aku benar benar mulai gila, kakiku seakan tak mau menuruti logika ku lagi, dengan sendirinya kedua kakiku seakan menuntunmu menuju arah pria itu.

“ehem”

“eoh! Neo? Ke-kenapa ka-kau ada di sini?” kemunculanku yang tiba tiba sontak membuat pria ini terkejut.

“wae? Kenapa aku tak bisa kesini? Bukankah ini taman umum?” jawabku mengurangi rasa kagetnya.

“yaak bukan itu maksudku”

“aku hanya mencari udara segar tak kusangka aku melihatmu duduk sendirian seperti idiot disini” sindirku melihat kim kai yang sedari tadi melamun sendirian disini

“sudahlah aku sedang tak ingin bertengkar!” protes kai atas sindiranku padanya.

“nado~ kalau begitu aku pergi dulu aku hanya ingin basa basi menyapa couple dance ku saja tadi. Lanjutkan kegiatanmu tadi. Anyeong!” pamitku pada kai, aku tak sengaja melihatnya sendirian disini dan yaa niatku memang hanya menyapanya sebentar lalu pergi.

“yaaaak” teriak kai menghentikan langkahku

“mwo?”

“tak bisakah kau duduk disini saja?”

“wae?”

“geunyang anja~”

“shirreo!”

“yaakk!! apa aku menularkan penyakit kenapa kau takut sekali duduk di sampingku??” gerutunya saat aku menolak ajakan untuk duduk di sampingnya.

“ani~ kau hanya terlihat sangat aneh. Tiba tiba menawariku duduk seperti ini. mencurigakan”

Kim kai menghela nafas panjang terlihat seperti kecewa dengan ucapanku.

“Apa kau akan terus bertengkar denganku? Kau senang selalu membuatku kesal? Dwaesseo! Geunyang ka~” ucap kai terdengar putus asa

Tak biasanya aku melihat kim kai seperti ini, matanya terlihat kecewa dan putus asa ‘apa yang terjadi padanya? Apa dia seperti ini karena ucapanku?

Kali ini sedikit ku tekan egoku dan ku putuskan untuk duduk di samping pria ini.

“cihh mwoya? kau bilang kau tak mau duduk disini?!”

“aku berubah pikiran, kurasa berjalan kembali ke dorm sangat melelahkan”

Kai hanya tersenyum tipis mendengar apa yang ku ucapkan.

“bagaimana dengan kakimu?” entah itu basa basi atau tidak kali ini dia menanyakan keadaan kakiku.

“seperti yang kau lihat cukup baik” jawabku ringan

“ kenapa kau tak datang latihan kalau kakimu sudah sembuh?”protes kai begitu tau kakiku baik baik saja, yaa sudah seminggu lebih aku memang tak menapakan kakiku di SM dengan alasan ‘injury

“yaaak cideraku memang sudah sembuh tapi aku masih butuh relax untuk pulih sepenuhnya” jawabanku padanya lebih tepatnya mungkin sedikit terlihat memberi alasan.

“bukankah itu hanya alasanmu saja bilang saja kau memang malas”

“ya terserah apa katamu!”

Sesaat kami terdiam, aku bermain main dengan pikiranku sendiri dan mungkin juga dengan kai. Meski sudah tak secanggung biasanya aku masih tak bisa memulai percakapan normal denganya karena selain bertengkar kami tak pernah sekalipun bertukar pendapat apapun.

“yaak kim kai ngomong ngomong kenapa kau sendirian disini? Kau juga terlihat sedikit frustasi tak seperti biasanya” kuputuskan untuk memulai pembicaraan yaa karena aku tau menunggunya memulai percakapan duluan untuk hari ini sama saja menunggu salju di musim panas ‘imposible

“wae? Kau kaget melihat kim kai yang biasanya sangat cool jadi seperti ini?”

“omg~ tak bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan normal? Jangan mengucapkan hal hal yang tak masuk akal.”

“aku hanya bercanda”

“Wow kau juga tau bagaimana cara bercanda? Ku kira kau hanya tau cara bertengkar”

Sekali lagi kai hanya tersenyum menanggapi ucapanku.

“Aku hanya ingin menenangkan pikiranku” jawab kai

‘wae? Apa terjadi sesuatu?”

“wae? Apa kau khawatir padaku?” ucap kim kai, sepertinya sikap menyebalkanya kembali lagi.

“ani! Aku hanya penasaran saja”

“molla~ hanya saja seperti ada sesuatu yang sedikit mengganjal di pikiranku.” Jawabnya sambil memandang jauh ke satu arah

“hmm bukankah semua orang memang seperti itu? Selalu ada sesuatu hal yang mengganjal di pikiran kita.” Terangku padanya. Menurutku semua orang memang selalu seperti itu ’selalu berhadapan dengan kekhawatiran diri mereka sendiri

“ahh mungkin memang begitu” jawabnya menerima semua ucapanku.

“kai~ya jika aku bertanya apa kau mau menjawabnya dengan jujur? Terus terang saja i really curious about it.”

“mwoga?”

“tentang kris, aku hanya penasaran apa sebenarnya yang kau tau tentang aku dan kris?” ini adalah pertanyaan yang sudah lama ingin kutanyakan padanya, aku telah berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus menagih jawabanya suatu saat dan hari ini kupikir adalah hari yang tepat.

“ahh tentang itu, Seorang gadis yang selalu memandang kris dari jauh hanya itu yang ku tau”

“kau jangan bercanda, ada puluhan gadis di SM yang selalu memandangi kris. Sedangkan aku hanya salah satu dari mereka dan kau bahkan tau aku menyusul kris ke bandara.”

“mungkin kau memang hanya salah satu dari mereka tapi caramu memandang kris jauh berbeda dengan gadis gadis lain.”

“berbeda? Seperti apa?”

“Aku hanya tau itu tulus dan sangat dalam.”

Mendengar apa yang kai katakan justru membuatku semakin penasaran, bagaimana dia bisa tau perasaanku.

“aku jadi curiga, kau pasti stalker?” ucapku meringankan suasana

“yaakk!” teriak kai tak terima atas tuduhanku

“aku hanya bercanda”

“hari dimana kris hyung kembali ke china ketika kau berlari tanpa peduli sekelilingmu saat itu juga aku yakin kau pasti akan menemui kris hyung di bandara dan sepertinya apa yang kupikirkan benar.”

Aku hanya tertawa kecil mendengar penjelasan kai, ketika ku ingat lagi saat itu memang aku menabrak kim kai dan berlari tanpa peduli sekelilingku. Kurasa saat itu aku memang benar benar kacau.

“bukankah ini cukup untuk menjawab rasa penasaranmu?”

“hmm yaa kurasa ini sudah cukup” setidaknya aku tau selama ini kai hanya tau sejauh ini, ini membuatku lega.

“take and give!” ucap kai tiba tiba, arah pandanganya berubah menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan ‘mwoya jigeum?’

“take and give?” jawabku sedikit bingung

“aku sudah menjawab rasa penasaranmu jadi sekarang kau yang harus menjawab pertanyaanku.”

“…………………….”

 

Tbc………………..

2 tanggapan untuk “[EXOFFIN FREELANCE] Distance (Chapter 7)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s