[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 6)

poster 2

Tittle : I Live With Satan Soo

Author : evina93

Length : Chapter

Genre : married life, comedy, romance

Rating : 15

Main cast : Shin Mingi (OC), Do kyungsoo (EXO), Kim Seokjin (BTS), Bang Minah (G-Day)

Other cast : EXO member, Han Shinyoung (OC), Xi Luhan

Author’s note : don’t be a silent reader. Ff ini pernah di publish di akun pribadiku

https://kkebsong.wordpress.com/2015/11/14/i-live-with-satan-soo-6/I

I Live With Satan Soo

chapter 6

 

“kau?!” ucap keduanya serempak. Mingi benar-benar kaget dengan keadaan ini. Xi Luhan sang pemilik cafe pun dibuat kaget.

“Ya! Kenapa kau ikut melamar disini!” ujar kyungsoo ketus. Jin sang lawan pun memutar bola matanya.

“bukankah kau sudah bekerja sebagai sopir kenapa kau melamar lagi disini?” tanya balik jin.

“itu bukan urusanmu!”

“ehem” luhan sedikit terbatuk di hadapan keduanyan. “jadi kalian ingin melamar pekerjaan? Baikalah. Aku memang sedang butuh pegawai. Apa kemampuanmu?” tanya luhan pada keduanya.

“aku pernah bekerja di restoran” ujar jin. Luhan hanya mengangguk. “lalu kau?” tanya luhan pada kyungsoo.

Kyungsoo menggaruk tengkuknya lalu tersenyum bodoh “aku belum pernah bekerja” luhan memutar bola matanya “ta . .” “tapi aku bisa memasak” lanjut kyungsoo. Mingi melebarkan bola matanya. “sejak kapan satan soo bisa memasak” pikir mingi.

“hm, baiklah kalian aku terima. Kalian bisa bekerja sekarang ganti baju kalian!” perintah luhan.

“nde sajangnim” ujar keduanya. Mereka berlomba masuk ke ruang karyawan. Bahkan mereka berebut siapa yang membuka pintu terlebih dulu.

“ge, kau bercanda kan?” luhan menggeleng.

“oh, aku bisa gila mulai sekarang” luhan hanya tersenyum simpul dan menepuk kepala mingi. Kemudian ia pergi menuju meja kasir kembali.

Flashback

Seorang ibu melihat kedalam cafe dari jendela mobilnya. Ia tersenyum sesekali memfoto ekspresi seorang pria muda di dalamnya. Kemudian arah kameranya menuju seorang gadis yang sedang bekerja.

“mereka lucu sekali” gumamnya.

Ia segera menutup kaca mobilnya ketika seorang pria keluar dari cafe dengan keadaan sedikit marah dan bingung. Ia hanya melihat apa yang anak itu lakukan.

“hihi dia sudah besar”

Ketika sudah malam dan seseorang sedang mengunci cafe ia berjalan mendekatinya. “maaf” ujarnya. Luhan sang pria hanya mengangguk memberi hormat. ” ada yang bisa saya bantu?” ujar luhan. “apa kau pemilik cafe ini?” tanyanya. “nde” “oh baguslah. Apa kau membutuhkan karyawan di tempatmu?” tanyanya. “nde? Tapi ahaju . .” ujar luhan. “bukan untukku tapi untuk seseorang” ujarnya dengan tersenyum. “maksud anda?” tanya luhan. “perkenalkan saya do yunhee” ujarnya. Ia menjelaskan secara detail. Awalnya luhan sedikit kaget. Tapi setelah mendengar rencana dari seorang ibu dihadapannya atau lebih tepat ibu kyungsoo luhan mengerti bahkan ia setuju sekali. Mingi sudah ia anggap sebagai adiknya. Ia sedikit kesal karna mingi tidak memberi tahu prihal pernikahannya.

“nah tuan xi, apa kau setuju dengan rencana ini?” ujar nyonya do.

“aku sangat setuju ahjuma. Mari kita jalankan rencana ini” ujar luhan dengan penuh senyum.

Flashback end

Luhan masih tersenyum. Ia tidak menyangka bahwa rencana ini akan berjalan walau awalnya ia kaget dengan kedatangan jin.

“ini akan menarik” pikirnya.

***

Kyungsoo dan jin benar-benar terlihat bersaing dalam pekerjaan ini. Mingi yang melihatnya dibuat sangat pusing.

Mingi berjalan ke arah luhan. “ge, kenapa kau menerima mereka? Kau ingin membuatku mati kesal huh?!” luhan hanya terkehkeh mendengar keluhan mingi.

“bukankah suasananya menjadi ramai” luhan menampilkan senyumnya. “aku benci senyummu, membuat orang tidak bisa berkutik” luhan kembali terkehkeh.

“ya! Ini waktunya bekerja apa yang kalian lakukan huh?” ketus kyungsoo.

“kami hanya mengobrol taun pemarah” ujar mingi.

“kau ini genit sekali. Semua pria kau dekati” ujar kyungsoo.

“ya! Aku bukan wanita murahan Do kyungsoo!” marah mingi.

“ya ya, tapi buktinya ada. Kau selingkuh di depan mata suamimu” bisik kyungsoo.

“AKU BENAR-BENAR BENCI DIRIMU DO KYUNGSOO!!” teriak mingi. Mingi meninggalkan tempat itu dengan sedikit menitikan air mata.

Pengunjung yang lain berbisik ke arah kyungsoo sedangkan kyungsoo sendiri dibuat terpaku. Baru kali ini ia melihat air mata mingi.

Jin yang melihat hal itu segera mengejar mingi.

“kau benar-benar tidak memahami wanita kyungsoo-sii” ujar luhan.

Kyungsoo hanya terdiam kaku.

***

“hiks hiks kyung bodoh!aku benci dia!” gumam mingi dalam isak tangisnya.

“mingi-ya” mingi masih menangis. Jin kemudian mendekatinya.

“gwenchana?” tanya jin.

“jin-sii, aku benci dia hiks” ujar mingi dengan sedikit berlinang air mata.

“cup cup, akan ku hajar dia nanti. Jadi berhentilah menangis. Arra?” mingi hanya mengangguk dalam pelukan jin.

Kyungsoo yang melihat kejadian itu sedikit geram. Ia mengepalkan tangannya.

Sepanjang jam kerja mingi benar-benar menjauhi kyungsoo setiap kyungsoo mendekat ia pasti menghindar.

***

Kyungsoo menunggu di depan pintu apartemennya. Ia menendang-nendang udara dengan kakinya.

Ketika mendengar suara langkah ia menengok namun sayang itu bukan seseorang yang di tunggunya melainkan tetangganya. Kyungsoo sedikit memberi salam pada tetangganya.

“sebenarnya kemana gadis itu pergi?” tanyanya pada diri sendiri.

Ya kyungsoo sedang menunggu mingi. Semenjak kejadian tadi siang ia benar-benar dijauhi mingi. Bahkan ketika jam pulang. Mingi pergi lebih dulu dibanding dirinya. Namun ketika ia sampai apartemen ia tidak mendapatkan mingi disana. Jadi ia berakhir di depan pintu apartemennya.

.

.

Mingi benar-benar terlihat sangat lelah. Jin tadi berusaha mengantar mingi pulang namun mingi menolak dengan halus.

Mingi mengusap peluh di keningnya, ketika ia sampai di depan aprtemennya mingi mengerutkan keningnya.

“sedang apa kyungsoo disini?” gumamnya.

“kau menghalangi jalanku” ujar mingi.

Kyungsoo yang semula terduduk dengan kepala menunduk di antara dekapan tangannya tiba-tiba mendongak ketika mendengar suara mingi. Ia tersenyum kemudian berdiri dari duduknya.

“kau sudah pulang” ujarnya. Mingi memutar bola matanya. “seperti yang kau lihat. Sudahlah aku lelah” mingi segera masuk kedalam apartemennya tanpa babibu oa segera menuju kamarnya kemudian menutup pintunya.

“sebenci itukah dia padaku” gumam kyungsoo.

***

Keesokan hari mingi masih menjauhi kyungsoo baik itu di rumah maupun kampus.

“yo, brother” sapa baekhyun. Kyung hanya membalas jabatan tangan baekhyun saja.

“hyung kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” tanya kai.

“ani” ujar kyung. Oh kyung semua orang tahu kau berbohong. Terlihat jelas dari wajahmu yang pucat itu.

“jangan membohongi kami soo” ujar baekhyun.

“siapa yang aku bohongi huh?” ujar kyungsoo.

“sunbae” ujar seseorang.

“ah, shinyoung. Ada apa?” tanya kyungsoo.

“apa kau melihat mingi” tanya shinyoung.

Kyungsoo hanya tersenyum masam. “berangkat dari rumah pun aku tidak melihatnya” gumam kyungsoo.

“huh? Apa maksudmu?” ujar shinyoung dan baekhyun berbarengan.

Shinyoung melihat ke samping kyungsoo. “neo!” ujar shinyoung.

“kau mengenalku?” ujar baekhyun.

“kalian saling kenal?” tanya kyungsoo dan kai pada baelhyun dan shinyoung.

Baekhyun menggeleng berbanding terbalik dengan baekhyun shinyoung dengan cepat mengangguk. ” ia yang menjahiliku ketika aku bertanya dimana fakultas bisnis. Dan ia malah mengarahkanku ke toilet” ujar shinyoung berkoar-koar.

Baekhyun sedikit berpikir “jadi itu kau?” tanya baekhyun.

***

Mingi menjadi lebih dekat dengan jin itu membuat kyungsoo menjadi frustasi. Hal ini disadari oleh luhan.

“kyungsoo-sii kemari” perintah luhan. “kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat” tanya luhan.

“nan gwenchana sajangnim” ujar kyungsoo. “panggil saja aku hyung” ujar luhan. Kyungsoo mengangguk.

“apa mingi masih marah padamu?” tanya luhan. Kyungsoo menghela nafas ” sepertinya begitu.

“apa kau sudah meminta maaf?” tanya luhan lagi. “bahkan untuk berbicara dengannya pun sulit hyung. Dia selalu menghindar dariku” ujar kyungsoo.

“bersabarlah” kyungsoo hanya mengangguk.

“ah hyung ada pelabggan datang, aku tinggal dulu” luhan hanya tersenyum. Kyungsoo pun segera melayani pengunjung cafe yang datang.

Luhan mengeluarkan hp nya.

To : Do ahajuma

Ahajuma sepertinya mereka belum berbaikan. Apa yang harus aku lakukan?

***

Keringat terus saja mengalir dari pelipis kyungsoo. Bukan keringat lelah tapi keringat dingin wajahnya semakin pucat.

“kyungsoo, bisakah kau mengambilkan barang di depan dan bawa masuk kemari” titah luhan. Kyungsoo mengangguk.

Ia segera berjalan menuju depan untuk mengambil barang. Namun belum sempat ia mengbil barang ia sudah terjatuh pingsan.

“KYUNGSOO” teriak luhan. Membuat mingi beralih melihat arah tatapan luhan dan ia benar-benar kaget.

***

“ia hanya butuh istirahat, setelah ia sadar beri dia obat dan biarkan dia istirahat” ujar sang dokter.

“baiklah, terima kasih dokter” ujar nyonya do. Ya kyungsoo sudah berada di apartemennya. Luhan membawanya kemari. Nyonya do benar-benar kaget ketika dia datang. Mingi nampak sangat cemas.

“baiklah, aku tinggal dulu. Semoga dia cepat sembuh” ujar sang dokter. Nyonya do mengantar sang dokter keluar.

Wajah kyungsoo benar-benar pucat keringat masih saja keluar dari pelipisnya. Badannya benar-benar panas.

“ge, kyung akan baik-baik saja kan?” tanya mingi pada luhan. “kita berdoa saja agar ia lekas sembuh” ujar luhan menenangkan.

“mingi-ya, soo tidak akan apa-apa ia hanya butuh istirahat” ujar nyonya do.

“tapi eomma” “sudahlah ia hanya demam karena terlalu lama diluar ketika cuaca sangat dingin” tutur nyonya do.

Mingi jadi merasa bersalah. Ia ingat beberapa hari lalu ia melihat kyungsoo menunggu di luar apartemen tanpa jaket tebalnya ketika cuaca dingin. Tapi mingi malah mengabaikannya. Istri macam apa ia.

” astaga, bagaimana ini? Aku ada rapat” ujar nyonya do.

“eomma bisa pergi ke tempat rapat biar kyung aku yang urus” ujar mingi.

“jeongmal yo?”

“nde”

“baiklah, jika ada apa-apa segera telponku, arra?” perintah nyonya do.

“nde eomma”

“kalau begitu, eomma pergi dulu. Jaga soo baik-baik. Cepat sembuh soo. Eomma pergi dulu mingi. Annyeong” nyonya do pamit dan segera keluar apartemen anaknya.

Mingi duduk di samping ranjang kyungsoo.

“dia akan baik-baik saja” luhan memberi semangat.

“nah mingi, aku harus kembali ke cafe. Kau bisa sendiri kan?” tanya luhan.

“tentu saja” jawab mingi dengan tegas.

“kalau begitu aku pergi dulu. Bye” ujar luhan berpamitan.

“bye ge”

***

Mingi terus saja menjaga kyungsoo. Ia mengganti handuk kompresnya. Mengelap keringatnya.

“mian” gumam kyungsoo dalam tidurnya. Mingi kaget “kyung apa kau sudah sadar?” tanya mingi.

“mian”

“mianhae mingi-ya” gumam kyungsoo terus menerus.

Mingi tertegun. Ia menggenggam tangan kyungsoo. “aku memaafkanmu. Jadi cepatlah sembuh peria menyebalkan”

.

.

Mingi sedang membuatkan bubur untuk kyungsoo.

Di dalam kamar kyungsoo sedikit membuka matanya. Ia membiasakan cahaya yang masuk ke matanya. Setelah matanya terbuka ia melihat sekeliling. Ini kamarnya, ia meraba keningnya ada handuk kompres disana.

Ia mendengar pintu kamarnya akan terbuka.

Kyungsoo pura-pura tidur kembali.

Mingi masuk kedalam kamar kyungsoo dengan membawa bubur. Ia letakan di meja samping tempat tidur kyungsoo.

Mingi menaruh telapak tangannya di kening kyungsoo “sudah turun” ujarnya.

Mingi kembali duduk di samping tempat tidur kyungsoo. “cepatlah sembuh. Aku memaafkanmu. Dan aku akan bersikap lebih baik lagi dan menuruti kata-katamu” mingi menggenggam tangan kyungsoo tanpa melihat wajah kyungsoo.

Sedangkan kyungsoo sedikit tersenyum kemudian “benarkah apa yang kau katakan barusan?” tanya kyungsoo dengan suara pelan.

mingi kaget ia segera melihat kyungsoo. Kyungsoo membuka matanya dan duduk di tempat tidurnya. Kemudian berujar “benarkah yang kau katakan tadi?” tanyanya dengan senyim yang menyebalkan.

“KAU SUDAH SADAR????!!!”

Tbc

 

Absurd, maaf kalo cerita ini aneh.

Terima kasih yang udah baca. maaf kalo ada typo dan terakhir mohon comentnya πŸ˜€

 

 

9 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 6)”

  1. Cerita nya makin seru kak, Daebak, Jjang.
    Aku makin suka, Mingi sama Kyungsoo nya kapan nih adegan romancenya?
    Aku nunggu itu kak, cepet di next ne. Aku gak sabar liat kelanjutannya. Gomawo, Annyeong πŸ™‚

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s