[EXOFFI FREELANCE] Always Beside You (Chapter 12)

always-beside-you-poster_2.jpg

Title                       : Always Beside You (Chapter 12)

Author                  : @XOXO_fanK/ @HunWoo27

Main Cast            : Oh Sehun

Luhan

Lee Yoo Ra (OC)

Support Cast      : EXO

Length                  : Chaptered

Rating                   : PG

Genre                   : Fluff, Romance, Sad

Disclaimer           : Story and plot in this fanfic originaly made by me. Sehun is MINE.

Author’s note    : I’ll be waiting for your comment readers because I’m a newbie, write a short message like “author semangat/next thor” better than you leave comment box empty. One comment = One Support for author. Don’t be a plagiator guys. Thank you so much to Art Fantasy (mxlennx) artfantasy1st.wordpresss.com for a good poster 🙂

Annyeong! Maaf untuk lanjutan FF ini terbilang lama, aku sekarang punya sedikit waktu luang untuk menulis FF. bahkan aku memutuskan untuk berhenti spazzing Oppa ku tercinta, Sehun. Aku sekarang smster 7 dibangku kuliah yang menyesakkan, umurku tepat 20tahun, sedang menyusun skripsi, awal sampai pertengahan tahun depan ku berniat untuk merampungkan studiku, jadi…….. agak sulit untuk memberi waktu untuk menulis FF. maaf untuk reader yang aku kecewakan karena aku tidak bisa cepat2 melanjutkan FFku ini. Tolong tetap menanti kelanjutan FFku. *flying kiss*

Happy Reading!!!!!

“Kau memintaku untuk menjadi kekasihmu? Dimana harga dirimu sebagai wanita? Apa kau kira dengan ancamanmu itu aku akan mengikuti kemauanmu? Seperti drama televisi?” Sehun tetap bersikap tenang walaupun kata-kata yang diucapkannya penuh dengan sindiran.

“Sehun, aku hanya ingin memilikimu” Jiyeon mengepalkan tangannya di atas meja “Bisakah kau memandangku sekali saja, dan tinggalkan gadis lumpuh itu! Dia telah merebut segalanya dariku!”

“Kau perlu bercermin dan melihat bagaimana dirimu, kau tidak pernah memiliki apapun tetapi kau mengakui bahwa milik orang lain adalah milikmu, kau makin terlihat menyedihkan” Sehun menatap Jiyeon dengan tatapan iba “Kau seharusnya memperbaiki dirimu, bukan meneror orang yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kemalangan hidupmu”

“Jika kau tidak mau menjadi kekasihku, aku akan tetap menerornya”

“Silahkan saja jika kau memang ingin melakukan hal itu, walaupun aku menjadi kekasihmu, aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, kau akan semakin terluka dan kau akan mencari celah bagaimana menyalahkan dan menaruh dendam pada orang lain, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, karena aku tahu hal itu tidak akan menyelesaikan apapun” Sehun mengambil gelas dan meminum isinya, sepertinya tenggorokannya kering karena terlalu banyak berbicara “Jika kau terus meneror Yoo Ra, terpaksa aku akan melaporkanmu ke orangtua Yoo Ra dan juga ke polisi, dan kau akan kehilangan segalanya jika itu terjadi, kariermu akan berantakan Ji Yeon” Sehun beranjak dari tempat duduknya “Sebaiknya kau pikirkan dulu akibat dari tindakanmu sebelum kau melakukan sesuatu”

Jiyeon menatap punggung Sehun yang keluar dari tempat pertemuan mereka, Jiyeon menangis dan mengepalkan tangannya, menahan kekesalan yang ada dalam lubuk hatinya.

Sehun mengendarai mobilnya kesal, kesal karena Jiyeon dan kesal karena Yoo Ra terlalu lemah di hadapan Jiyeon. Sehun tidak habis pikir, kenapa Yoo Ra hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun bahwa ia diperlakukan buruk oleh orang lain.

***

Doo Ri menyeret tangan Sehun keluar dari kelas sambil melambaikan tangannya kepada Yoo Ra yang masih duduk di bangkunya.

“Kau tidak akan ikut ke cafetaria? Sudah berapa hari kau menyia-nyiakan makanan cafeteria.” Na Ra memandang temannya sedih.

“Ayolah Yoo Ra” Chanyeol menarik lengan Yoo Ra “Baekhyun, Doo Ri, dan Sehun sudah pergi ke cafetaria. Kenapa kau tidak ingin makan bersama kami?”

“Bukan seperti itu, hanya saja……” Yoo Ra menundukkan kepalanya.

“Kau bisa bercerita pada kami” Chanyeol kini menepuk pundak Yoo Ra.

Na Ra menatap Chanyeol memberi isyarat untuk meninggalkan mereka berdua, Chanyeol segera mengerti tanda dari Na Ra.

“Berhentilah seperti ini Yoo Ra, kau akan membuat pertemanan kita menjadi canggung jika kau seperti ini. Kau tidak mungkin terus menghindari Sehun” Na Ra duduk dihadapan Yoo Ra.

“Maafkan aku Na Ra tapi aku sudah berjanji untuk menghindari Sehun”

“Kau berjanji pada Jiyeon?” Na Ra menghembuskan nafasnya kasar seolah tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya sekarang.

“Bukan, aku berjanji pada Sehun untuk menghindarinya” Yoo Ra mengangkat kepalanya menatap Na Ra yang terpaku karena perkataan Yoo Ra “Dan ia menagih janjiku itu, untuk tidak merepotkannya”

“Yoo Ra, apa kau sudah mengatakan soal perasaanmu? Apa yang kau katakan pada Sehun? Yoo Ra, kenapa kau seperti ini? Kau bukan Yoo Ra yang ku kenal”

“Tanpa mengatakannya aku sudah tau kalau ia tidak menyukaiku” Yoo Ra tertunduk lemah “Dia sudah membantuku, malam kemarin Jiyeon tidak mengirimiku pesan terror lagi, sepertinya Sehun sudah menepati janjinya, sekarang giliranku”

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu?”

“Lusa aku akan pindah dari rumahnya, aku akan terbiasa tanpanya, seiring berjalannya waktu perasaanku akan berubah” Yoo Ra menghembuskan nafasnya dan tersenyum pilu pada Na Ra.

***

Sehun berjalan cepat menuju kelasnya, ia meninggalkan ponselnya di dalam tas. Sehun seketika berhenti ketika ia hampir melewati jendela terbuka di kelasnya. Ia mendengar percakapan dua orang gadis yang dikenalnya.

“Tanpa mengatakannya aku sudah tau kalau ia tidak menyukaiku” Sehun mengerutkan dahinya dan terus mendengar dengan seksama “Dia sudah membantuku, malam kemarin Jiyeon tidak mengirimiku pesan terror lagi, sepertinya Sehun sudah menepati janjinya, sekarang giliranku”

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu?”

“Lusa aku akan pindah dari rumahnya, aku akan terbiasa tanpanya, seiring berjalannya waktu perasaanku akan berubah” Sehun mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan tempat itu, ia kembali ke cafetaria.

***

Yoo Ra membulatkan matanya ketika mendapat pesan dari Luhan, malam ini Luhan ada operasi dan mungkin akan pulang ralut malam atau bahkan ia tidak dapat pulang. Seketika jantung Yoo Ra berdebar sangat cepat, bagaimana nasibnya? Pagi tadi orangtua Sehun berangkat ke Bangkok untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka dan sekarang Luhan harus lembur? Bagaimana caranya ia tinggal bersama dengan Sehun, hanya berdua? Malam ini siapa yang harus membuat makan malam? Mana mungkin Yoo Ra meminta bantuan Sehun. Begitu banyak hal yang melintas di pikiran Yoo Ra dan hal itu membuatnya pusing.

Yoo Ra memutuskan untuk menghubungi restoran yang memiliki jasa pengiriman, akan kacau jika ia berusaha memasak dengan keadaannya.

Jam di dinding sudah hampir menunjukkan pukul 18.30, Yoo Ra duduk di atas kursi rodanya di ruang tengah sambil menonton televisi dan menunggu pesanannya datang. Sehun keluar dari kamarnya, tubuh Yoo Ra menegang seketika.

“Aku memesan dua porsi ayam dan sup, sebentar lagi mungkin akan sampai” Yoo Ra memberanikan diri bicara dengan Sehun. Sehun menatap Yoo Ra sedetik lalu kembali berjalan melewati Yoo Ra.

Tak lama pesanan Yoo Ra sampai, Sehun dan Yoo Ra makan malam dalam diam. Yoo Ra makan dengan wajah tertunduk, ia tidak dapat memandang wajah Sehun karena ia takut goyah dengan tekatnya yang akan mencoba mengubah perasaannya terhadap Sehun.

Sehun makan tanpa mengalihkan tatapannya dari Yoo Ra, Yoo Ra yang ternyata menyukainya, Yoo Ra yang ternyata menyimpan perasaan untuknya dan entah kenapa hatinya merasa lega mengetahui kenyataan itu.

“Aku akan mencuci piring” Yoo Ra mengangkat kepalanya dan Sehun segera mengalihkan pandangannya dari Yoo Ra.

“Baiklah, gomawo” Sehun mendorong piringnya dan segera beranjak dari meja makan.

***

Yoo Ra menaruh piring terakhir yang ia bersihkan ke dalam rak setelah mencuci piring dengan kesulitannya. Ia hendak memutarkan kursi rodanya, tiba-tiba lampu di dalam rumah itu mati dan semua ruangan seketika gelap gulita. Yoo Ra berteriak karena terkejut dan sedikit ketakutan karena ia mengingat kejadian dimana ia dikunci di laboratorium hingga larut malam.

Sehun yang mendengar teriakan Yoo Ra dari arah dapur langsung terbagun, padahal baru saja ia merenggangkan tubuhnya di atas ranjang. Sehun menyalakan senter dari ponselnya dan mendekati Yoo Ra yang ketakutan “Jangan takut, aku disini”. Sehun mendorong kursi roda Yoo Ra masuk ke dalam kamar Yoo Ra.

“Kau ingin tidur?” Sehun bertanya pada Yoo Ra.

Ne” Jawab Yoo Ra singkat, Sehun menaruh ponselnya di atas nakas untuk memberikan mereka sedikit penerangan lalu membantu Yoo Ra berpindah dari kursi rodanya, Yoo Ra tersandung penyangga kaki kursi rodanya sehingga membuat ia kehilangan keseimbangan dan mendorong Sehun, mereka berdua terbaring di atas ranjang dengan Sehun berada di bawah Yoo Ra.

Sehun menatap wajah Yoo Ra yang cantik walau dengan penerangan seadanya, ada sesuatu yang bergejolak dalam hatinya, ia mengabsen setiap sudut wajah Yoo Ra dengan tatapannya dan berhenti pada bibir Yoo Ra yang ranum. Sehun menelan air liurnya mencoba membangun pertahanan tetapi hasratnya sangat kuat, tangannya yang memegang pinggul Yoo Ra, ia lingkarkan sehingga sekarang ia memeluk Yoo Ra.

Yoo Ra terkejut dengan aksi Sehun yang memeluknya dan Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Yoo Ra, dalam hitungan detik bibir Sehun sudah menempel pada bibir Yoo Ra. Yoo Ra membelalakkan matanya karena sikap Sehun membuat otaknya berhenti berfikir, rasanya seperti ribuan kupu-kupu terbang di hadapannya. Yoo Ra belum membalas ciuman Sehun, tangan kanan Sehun berpindah ke leher Yoo Ra mendorong tengkuk Yoo Ra agar ciuman mereka semakin dalam.

Yoo Ra sudah tak kuasa, ia membalas ciuman Sehun dan memejamkan matanya namun baru saja lima detik ia membalas ciuman Sehun, ia kehabisan nafas. Yoo Ra terlalu lama berfikir sehingga ia sudah kehabisan nafas ketika ia mulai membalas padahal Sehun sudah menikmati ciuman itu hampir satu menit. Sehun melepaskan ciumannya karena tangan Yoo Ra mulai mendorong dadanya.

Yoo Ra berusaha untuk menggeser badannya agar tidak menindih Sehun. Sehun membantu dengan memegang kembali pinggang Yoo Ra dan memindahkannya ke ranjang. Yoo Ra hanya terdiam ketika ia berhasil berbaring di ranjang, Sehun juga berbaring di sampingnya, mereka berdua tenggelam dalam sepi.

Yoo Ra melirik Sehun dari ujung matanya mencoba memastikan apa Sehun tertidur, Sehun menyadari bahwa Yoo Ra sedang mencoba mencuri untuk menatapnya, Sehun memiringkan badannya memandang Yoo Ra “Biarkan aku untuk egois malam ini, hanya malam ini”, Yoo Ra ikut memiringkan badannya sehingga mereka berdua kini berhadapan, Yoo Ra menatap Sehun dalam lalu mengangkat tangannya membelai wajah Sehun. Entah sejak kapan Yoo Ra memiliki perasaan pada Sehun, entah sejak kapan Sehun memenuhi sebagian hatinya, ia tahu akhir-akhir ini ia terluka karena sikap Sehun tetapi perasaan Yoo Ra masih tetap sama dan ia ingin menghentikan waktu, ia ingin terus bersama Sehun dengan sikapnya yang seperti ini, sikapnya yang lembut dan hangat.

Sehun menggeser tubuhnya sehingga sangat dekat dengan Yoo Ra “Tidurlah” Sehun membawa Yoo Ra dalam pelukannya.

***

Yoo Ra membuka matanya perlahan, ia merasa sangat hangat pagi ini, ia berada dalam dekapan seseorang. Yoo Ra berusaha lepas dari dekapan Sehun dan ingin melihat wajah Sehun yang tertidur tetapi Sehun terlalu erat memeluk Yoo Ra dan mendekap Yoo Ra di dadanya.

“Sehun, irona” Yoo Ra mengguncang tubuh Sehun pelan, Sehun terbangun sambil mengeratkan pelukkannya “Sehun, irona! Aku kehabisan nafas”

“Sebentar lagi” Sehun menjawab dengan suara parau.

“Jika Luhan Oppa melihat kita seperti ini, kita dalam masalah”

“Biarkan dia melihat kita seperti ini” Sehun menyela “Bukankah besok kau akan pindah?”

Ne” Yoo Ra memeluk Sehun kembali ketika ia mengingat bahwa ia tidak akan lagi tinggal bersama Sehun.

“Yoo Ra, aku hanya akan mengatakan ini sekali, kau harus dengarkan baik-baik, ne?” Sehun masih memejamkan matanya.

emm, katakanlah aku mendengarnya”

“Maafkan aku yang lebih dulu mencuri ciumanmu dan baru mengatakan hal ini, sepertinya aku mulai menyukaimu Lee Yoo Ra”

Yoo Ra tersenyum dan terus mengeratkan pelukannya pada Sehun, Yoo Ra membenamkan wajahnya di dada Sehun agar Sehun tidak dapat melihat rona merah di wajahnya, Yoo Ra sangat bahagia ketika Sehun mengatakan ia mulai menyukai Yoo Ra, Yoo Ra tidak menyangka perasaannya terbalas.

“Jika hari ini ada seseorang yang bertanya apa kau memiliki kekasih, apa jawabanmu?” Sehun bertanya kepada Yoo Ra karena Yoo Ra tidak meresponi ungkapan perasaannya.

“Maksudmu?” Yoo Ra melonggarkan pelukannya dan menggeser badannya sehingga ia dapat memandang wajah Sehun.

Sehun menyentil pelan kening Yoo Ra “Kau harus menjawab bahwa kau sudah mempunyai kekasih, kau ingat itu”

“Kenapa aku harus mengatakan itu?” Yoo Ra bingung dengan sikap Sehun pagi ini. Sehun tidak menjawab pertanyaan Yoo Ra lalu mendekatkan wajahnya pada Yoo Ra, ia mencium bibir Yoo Ra perlahan. Yoo Ra menutup matanya dan membalas ciuman Sehun tetapi tak lama Sehun menghentikan ciumannya.

“Kau pikirkan sendiri kenapa kau harus mengatakan hal itu” Sehun duduk di ranjang “Bangunlah, akan terjadi masalah jika kita ketahuan hyung dalam keadaan seperti ini”

“Bukankah beberapa waktu yang lalu kau bilang biarkan saja Luhan Oppa melihat kita seperti ini?”

“Ah, apa kau benar-benar mengharapkan hyung melihat kita seperti ini?” Sehun menggoda Yoo Ra dengan mengunci tangan Yoo Ra di ranjang dengan wajah yang saling memandang dengan jarak yang sangat dekat.

“Bu, bukan seperti itu” Yoo Ra tergagap karena perlakuan Sehun.

“Berhentilah untuk memikirkan pandangan hyung terhadapmu, mulai sekarang pikirkanlah kekasihmu” Sehun mengecup kening Yoo Ra singkat lalu beranjak dari ranjang dan membantu Yoo Ra berpindah ke kursi rodanya.

“Cepat mandi, aku akan buatkan roti untuk sarapan” Sehun segera menghilang dari balik pintu kamar Yoo Ra.

***

Sehun menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya menjauh dari kediaman mereka “Kapan Oppa-mu akan datang menjemputmu?” Sehun bertanya pada Yoo Ra.

“Besok pagi”

“Aku tidak keberatan menjemputmu setiap hari untuk pergi ke sekolah” Sehun memandang Yoo Ra sebentar.

“Kenapa kau jadi seperti ini? Min Seok Oppa akan mengantarku ke sekolah kau tidak perlu khawatir” Yoo Ra tersenyum geli melihat sikap Sehun, Sehun menjadi pribadi yang aneh sejak tadi pagi, ia menjadi sosok yang banyak bicara.

“Tidak apa-apa aku hanya khawatir, baiklah kalau begitu jadi bagianku hanya mengantarmu pulang?”

“Kalau itu sepertinya itu memang akan menjadi tugasmu” Yoo Ra tertawa diakhir kalimatnya “Omong-omong soal tadi pagi……”

“Apa?” Sehun memfokuskan pandangannya pada jalanan.

“Soal hubungan kita, kau bilang kau mulai menyukaiku dan kau bilang kalau sekarang aku menjadi kekasihmu, kenapa kau tidak menanyakan perasaanku terhadapmu?”

“Kau tidak mau menjadi kekasihku?” Sehun bertanya dengan dingin.

“Bu- bu- bukan seperti itu” Yoo Ra menatap Sehun, baru saja ia bersikap manis sekarang ia sudah kembali menjadi Sehun yang dingin “Bagaimana kalau aku tidak menyukaimu?”

“Apakah begitu?”

Yoo Ra menggeleng lemah lalu tersenyum tipis “Kalau begitu, kalau kau sudah mulai menyukaiku teruslah berusaha agar kau benar-benar menyukaiku, Sehun”

“Itu tergantung padamu” Sehun melirik Yoo Ra “Kau yang harus membuatku semakin dalam menyukaimu”

“Baiklah, aku akan berusaha” Yoo Ra tersenyum simpul pada Sehun.

***

Sehun berhenti mendorong kursi roda Yoo Ra ketika sebuah bola basket menggelinding dan menghalangi kursi roda Yoo Ra.

“Hai Yoo Ra!” Jong Dae menyapa Yoo Ra sambil mengambil bola basketnya.

“Hai Jong Dae” Yoo Ra tersenyum pada Jong Dae.

“Kau tampak sangat cerah hari ini, beberapa hari yang lalu aku jarang melihatmu”

“Hahaha begitukah?”

Jong Dae mengangguk dua kali lalu tersenyum lebar “Nanti siang sepertinya mengasyikkan jika kau mau makan siang bersamaku”

“Kau bisa bergabung bersama kami” Sehun menyela sebelum Yoo Ra menjawab.

Jong Dae tertawa paksa, ia melihat tatapan dingin Sehun “Aku hanya bercanda” Jong Dae menepuk pundak Sehun lalu berlari ke arah lapangan “Bye bye! Yoo Ra!”. Yoo Ra memutar kepalanya memandang Sehun ngeri, sepertinya ia memiliki kekasih yang posesif.

Sehun kembali mendorong kursi roda Yoo Ra hingga masuk ke dalam kelas, mata Na Ra berbinar ketika melihat Sehun datang bersama Yoo Ra.

“Wow! Segar sekali udara pagi ini” Na Ra menunjukkan deretan gigi putihnya kepada Yoo Ra dan Sehun.

“Yang lain belum datang?” Yoo Ra melirik bangku Chanyeol dan Baekhyun yang masih kosong.

“Mereka menonton bola bersama tadi malam, sudah ku pastikan mereka akan terlambat” Na Ra memasang wajah masam.

Daebak! Mereka menonton bola bersama? Padahal kemarin malam di daerah rumah kami aliran listrik mati” Yoo Ra menoleh ke arah bangku Doo Ri, tasnya tergeletak di meja namun Yoo Ra tidak melihat gadis itu “Kemana Doo Ri?”

“Toilet” Na Ra menjawab singkat masih dengan wajah berbinarnya.

“Hai Sehun!” Doo Ri tiba-tiba sudah ada di ambang pintu kelas, Yoo Ra dan Na Ra terkejut menatap Doo Ri, hari ini ia tampak berbeda, ia menggunakan bandana di kepalanya dan menggunakan make up tipis di wajahnya.

“Wah, wah, wah kau ke toilet untuk berdandan?” Na Ra menatap Doo Ri tanpa berkedip.

“Kau sedang jatuh cinta?” Yoo Ra bertanya sambil tersenyum.

Doo Ri melunturkan senyumnya ketika Sehun hanya memandangnya sekilas ketika ia memanggil nama Sehun.

“Tidak, aku hanya ingin lebih memerhatikan penampilanku” Doo Ri kembali mencoba tersenyum.

“Kau cantik!” Yoo Ra memuji Doo Ri.

“Benarkah? Gomawo Yoo Ra-ya”

***

“Senang sekali melihatmu kembali seperti dulu” Baekhyun menaruh nampannya di atas meja “Ini sudah sangat lama sejak terakhir kau mengunjungi cafetaria

Mianhae, atas sikapku kemarin. Aku punya sedikit masalah yang sulit untuk ku ceritakan” Yoo Ra tersenyum tipis.

“Kau sudah menyelesaikan masalahmu?” Doo Ri memasukkan sauce ke dalam makanannya.

Emm, sepertinya begitu” Yoo Ra dan Sehun saling memandang.

“Syukurlah” Chanyeol merasa lega melihat Yoo Ra sudah menyelesaikan masalahnya dan berhenti bertingkah seperti mayat hidup.

Mereka saling berbincang satu sama lain membicarakan hal-hal ringan sambil menikmati makan siang mereka, Sehun sesekali mencuri pandang pada Yoo Ra yang tertawa lepas dan Sehun tersenyum tipis melihat tawa Yoo Ra yang lama tak dilihatnya. Doo Ri tak melepaskan pandangannya dari Sehun, ia terus mengamati gerak-gerik Sehun.

Doo Ri memandang Sehun aneh ketika dengan sigap ia membantu Yoo Ra mendorong kursi rodanya, Sehun tidak pernah sesigap itu jika bersama kami, Baekhyun yang selalu melakukan hal itu.

Apa Sehun menyukai Yoo Ra? Batin Doo Ri.

***

Sehun dan Yoo Ra terkejut melihat Luhan sedang berkutat di dapur “Apa yang oppa lakukan?” Yoo Ra bertanya pada Luhan yang sibuk memotong sayuran.

“Memasak” Luhan tersenyum “Semalam aku tidak pulang, apa kalian makan dengan baik? Sehun memberimu makan?”

Yoo Ra memandang Sehun sedikit meledek “Kami memesan sesuatu semalam” Yoo Ra memutar kursi rodanya mendekati Luhan, Sehun bersandar pada meja bar memerhatikan gerak-gerik dua orang di hadapannya.

“Ku dengar semalam aliran listrik mati, kau baik-baik saja?” Luhan memandang Yoo Ra, Yoo Ra mengangguk dan tersenyum pada Luhan “Semalam aku tidak bisa pulang, mianhae. Jadi hari ini aku tidak bekerja, aku akan memasak makan malam untuk kalian”

Sehun menatap malas hyung­-nya lalu beranjak pergi ke kamarnya. Sehun membiarkan Luhan menggoda kekasihnya. Membiarkan Yoo Ra menikmati perbincangannya dengan hyung yang jelas pernah singgah di hatinya.

 

Kau lihat angin, bunga, burung, dan langit kini sedang berpihak padaku – Lee Yoo Ra

TO BE CONTINUED…..

 

45 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Always Beside You (Chapter 12)”

  1. ” jk hari ini ada yg menanyakanmu apa kau memiliki kekasih, apa jawabanmu? ”
    Aaaaaakkggg kkkk
    Sepertinya jadian yg seperti ini lebih greget kkkk

    Lanjut lanjut kebut semalam bacanya

  2. Kok gw senyum”sendiri yaah baca chap ini apalagi pas yoora sama sehun tidur berdua terus sehun mengutarakan perasaannya gemes sam mereka berdua,,emang bisa yaah ini author bikin feel nya dapet banget

  3. Ahh.. Senengnya akhirnaya sehun jadian juga sama yoora..
    Dan moga doori ga akan bersikap kaya jiyeon yya…
    Ijin baca next chap

  4. masalah jiyeon udh selesai sekarang masalah doo ri yg mulai curiga sama hubungan sehun-yoora memangnya kenapa sihh hadeuhhh satu masalah selesai datang masalah baru, tapi gpp karna justru itu banyak masalah malah bikin menarik cerita 🙂

  5. Wkwk mamam tu jiyeon ditolak mentah”kan sm sehun*ketawa evil:v
    Btw akhir nya jadian juga sehun dan yoora😊😊

  6. akhirnyaaaaaaaa… sehun jadian ama yoora!!! gue bahagia banget.. #efek baper berlebihan.. wuih baru pacaran udah ciuman… 3 kali lagi.. ckck sehun agak mesum.. keep writing author!!

  7. Jadian juga toh akhirnya,, gw ngebayangin adegan mrk yg di kamar ☺️☺️ Anju bgt 😝😝 Jiyeonnya nyampah bett,, hus.. hus.. hus.. Jiyeonnya nongkrong di agencynya aja sonoo
    Btw, fast updates and keep writing thorrr 😆😆 lav ya

  8. KEREN!! ceritanya bagus bgt 😉 apalagi cast nya bias kedua aku seudah Chanyeol (Sehun). kenapa gadibikin drama aja ya? padahal ini ff bagus loh, sayang kalo ga di dramain :^D fighting lanjut chapternya!!

  9. Wah.. akhirnya next chap-nya diposting juga,, udh lumayan lamu aku nungguinnya..
    Klo gitu ditunggu next chapternya kak.
    Hwaiting! 😊😊

  10. Ciee senengnya.. bahagia deh ngelihat yoo ra bahagia.. tapi juga kasihan.. pasti nanti doo ri patah hati.. ceritanya keren thor!! Seruu!! Ditunggu banget next chapnya thor.. kekeke ^^

  11. Daebakkk sehunnnn!! Beri pelajaran ma jieyonn hahahah… so sweett bgt dahh ahhh akhir nya jadian jg 😉 fightingg authorrr bikin sehun cinta mati ma yoo ra ya *ngarepp bgt sihh.. Semangat author!!

  12. Aaaaah sialaaaaaan
    Baca kiss scene bikin merindiiiiing auuh padahal kan itu masih biasa aja ya buat yg biasa baca….tapi aku nggaaak aaaah siaaaal deg-degan padahal udah beberapa menit berlalu tetep aja efeknya masih
    Tapi akhirnya yaa…sehun sama yoora bersatu wakakakakakak hihihi

  13. wah akhirnya lanjut lagi…..
    wah wah wah, sepertinya bakalan ada penghalang lg nih, doori suka sehun, padahal sehun dan yoori udah pacaran. dan yoori yg kelewat baik pasti bakalan ngalah lagi….

  14. Akhirnya mereka jadian juga… aish tapi kenapa Doori juga suka sama Sehun… Doori ama Baekhyun aja… males ngeliat konflik 2 sahabat cuma gara” namja :3

  15. AUTHOOORRRRR AKHIRNYA DI CHAPTER 12 INI SEHUN JADIAN!! sehun nembaknya ga berkelas bgt :”( tpiii kok sehun jadi agak mesum sih 3x nyium Yoo Ra. untung Yoo Ra pindah rumah, bahaya nih sehun sama Yoo Ra yg pacaran satu rumah..
    tapi suka romantisss..
    keep writing, jebal! jangan brhenti ditengah jalan FFnya.

    1. iaa udah bingung, ceritanya mau gimana. aku bkin mereka jadian aja, readernya kmrn pada kesel krn Sehun dingin bgt katanya 😛 wah ku jadi merasa bersalah krn lupa edit rating, harusnya ratingnya PG 17, Atau NC? terlalu mendadak ya adegan ciumannya? sehun ga mesum kook ngkk :”(

  16. ditunggu lanjutannya yah? 🙂 tapi jangan lama2 lagi yah keburu lupa entar sama jalan ceritanya 😀 yoo ra-sehun akhirnya menjadi kekasih juga yah senangnya

    1. wah kamu first comment kekeke. ku baru cek trnyata FFku sudah di posting. minggu depan ya lanjutannya, ternyata jari2 ini brgerak lancar bgt sampe2 sechapter udah 5000words dan ku bagi 2. FF ini udah ditulis sampe chapter 14. chapter 13nya ga akan lama. minggu depan ku janji.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s