We — Honeybutter26

0B3wZQR9Dj96Ya3pQSGJPYU5DdjQ

 

We

 Author : Honeybutter26

Cast : Lu Han | Min Seok

Length :  < 1000 wc

Genre : Friendship, AU

Rate : PG 15

Summary:

Teman bukan selalu orang yang dapat mengertimu, tapi teman juga seorang yang dapat melengkapi segala kekuranganmu.

***

 

Lu Han dan Min Seok hanyalah sepasang sejoli dengan gender yang sama yang berada dalam sebuah hubungan. Jangan berpikir jika mereka adalah pasangan gay yang kontroversial di unversitas mereka. Bagi Lu Han sendiri, terlalu menggelikan jika ia dan Min Seok dipasangkan sebagai sepasang kekasih.

“Demi Tuhan, sebenarnya apa yang mereka pikirkan?” Lu Han menggeram, mengusak tatanan rambutnya dengan kasar. Kepalanya pening setelah selesai menyelesaikan mata kuliah psikologi yang sangat berkebalikan dengan dirinya itu. Belum lagi suasana yang riuh menambah pening pada kepala Lu Han. Dan bisikan-bisikan aneh yang selalu bersedia mampir di telinganya setiap dirinya dan Min Seok menginjakan kaki disini membuat kepala Lu Han jadi ingin meledak saja rasanya.

 

“Mereka pikir kita adalah sepasang gay,” Mata Lu Han membulat sementara Min Seok tetap memakan menu makan siangnya dalam ketenangan. Seakan hal yang baru dikatakannya hanyalah angin yang kebetulan lewat saja.

 

“Apa mereka gila?Gay—?” Lu Han memekik dan membuat hampir seisi cafetaria memperhatikan mereka.

 

“—Aku?” Menunjuk dirinya.

 

“—Dan kau? Hahaha bagaimana mungkin?” Lu Han tertawa keras namun terdengar sumbang dan aneh bagi yang mendengarnya.

 

Well, tapi itulah yang mereka pikirkan tentang kita berdua,” Min Seok mengangguk beberapa kali kemudian kembali menyuapkan burger dengan ukuran jumbo kedalam mulutnya.

 

Mulut Luhan menganga tak percaya. “Ini gila Min Seok. Ini benar-benar gila,” Min Seok menjawab dengan gumaman karena mulutnya masih penuh dengan burger yang baru saja dikunyahnya.

 

“—Astaga Min Seok! Bisakah kau makan dengan benar? Mulutmu itu—kau benar-benar tidak tertolong,” Gerutu Lu Han sambil mengambil beberapa lembar tissue lalu mengusapkannya pada mulut Min Seok yang belpotan oleh mayonaise.

 

Min Seok masih belum peduli. Ia tetap melanjutkan makannya dan membuat Lu Han terus menggerutu karena lagi-lagi ia membuat daerah sekitar mulutnya belepotan.

 

Bagi Lu Han, tak ada yang lebih menyebalkan dari seorang Min Seok yang tengah makan. Lu Han harus menjadi manusia dengan panjang usus diatas normal untuk menghadapi Min Seok si tukang makan.

 

“Kau lihat? Karena ulahmu barusan mereka benar-benar berpikir jika kita adalah pasangan gay terfenomenal tahun ini,”  Akhirnya Min Seok berujar sembari membersihkan sisa mayonaise yang masing hinggap disudut bibirnya.

 

What the hell are you talking about?”

 

Min Seok menggerakkan kepalanya memutar dan menyapu seluruh pandangan cafetaria yang sepenunya tertuju pada mereka berdua. Lu Han mengikutinya dan mata serupa mata rusa miliknya kembali membulat.

 

Oh My God! Hey, What the hell are you thinking about me and him, huh?” Bentakkan Lu Han menggema memenuhi seluruh cafetaria dan membuat semua orang disana berhenti melayangkan tatapan aneh padanya.

 

“Aku bisa gila, Min Seok. Hey, Min Seok kau mau kemana? Min Seok—”

 

Min Seok memilih untuk mengabaikan Lu Han. Pria dengan tubuh kecil itu tetap melanjutkan langkahnya. Mengabaikan Lu Han yang terus menyerukan namanya.

 

***

 

“Berhenti memandingiku seperti itu. Kau membuat mereka semakin yakin kalau kita memang pasangan gay,”

 

Lu Han hampir saja tersedak ludahnya sendiri mendengar penuturan dari Min Seok. “Hey, aku masih mencintai bokong sexy milik Purple,” Sanggah Lu Han.

 

“Jangan macam-macam pada aset milik Naga Wu itu kalau kau masih ingin hidup,”

 

“Ah, kau benar. Semoga naga itu tidak disini,” Lu Han menyapukan pandangannya kesegala arah berharap Kris memang sedang tidak berada disana. Bergidik ngeri karena membayangkan amukan naga yang mungkin didapatinya nanti.

 

“Min Seok,” Interupsi Lu Han membuat Min Seok mengalihkan atensinya pada buku konseling yang tengah dibacanya sedari tadi.

 

“Menurutmu mengapa mereka menganggap kita gay? Demi Tuhan, Min Seok. Aku tak pernah mengerti jalan pikiran mereka. Mana ada calon Psikolog yang mempunyai orientasi menyimpang? Yang benar saja,”

 

Min Seok menutup bukunya. Kemudian memberikan seluruh atensinya pada Lu Han. “Karena kita berbeda, mungkin?” ujar Min Seok sedikit ragu.

 

“Berbeda? Maksudmu?” Lu Han tak mengerti. Dahinya berkerut dan alisnya terangkat tinggi-tinggi karena bingung.

 

Min Seok mengangguk kecil. “Mungkin karena kita berbeda, semua orang menganggap kedekatan kita sampai seperti itu,” Lu Han masih memperhatikan Min Seok. Sedikit demi sedikit mencoba mencerna inti dari kalimat yang diucapkan Min Seok.

 

“Karena kita punya banyak perbedaan dibanding kesamaan, maka kita seperti sepasang kekasih yang saling melengkapi. Sifat, karakter, dan hal yang kita sukai jelas-jelas bertolak belakang. Tapi justru itulah yang membuat kita dekat dan saling melengkapi satu sama lain,” Min Seok tersenyum usai mengulas hipotesanya pada Lu Han.

 

Pria rusa asal China itu termenung sejenak. “Kau benar, bung. Dan itu sebabnya pula aku mau jadi temanmu. Yeah, we are friends,” Lu Han merangkulkan lengannya pada bahu Min Seok. Keduanya mengulas senyum cerah.

 

Min Seok benar. Mereka memang memiliki banyak persamaan. Tapi yang lebih menyatukan mereka adalah perbedaan yang mengantarai keduanya.

 

Min Seok dan Lu Han sama-sama menyukai sepak bola. Tapi Lu Han mengidolakan Manchester United dan Min Seok lebih memilih Barcelona sebagai favoritnya. Min Seok suka Bakpao dan Lu Han selalu protes ketika Min Seok terlalu banyak mengkonsumsi itu. Kebalikannya, Min Seok pun akan selalu menggerutu tiap kali Lu Han membelanjakan hampir separuh uang bulanannya untuk membeli bergelas-gelas Buble Tea.

 

Mereka berdua bertolak belakang. Min Seok itu kalem dan Lu Han sebenarnya seorang Playboy brengsek yang tersamar oleh wajah kekanakannya. Min Seok itu tenang sedangkan Lu Han itu ribut. Dia akan selalu meributkan hal apapun secara berlebihan. Min Seok lebih realistis sedang Lu Han itu sangat dramatis.

 

Mereka bagaikan hitam dan putih. Yin dan Yang. Mereka bertolak belakang namun tak akan lengkap jika salah satu diantara mereka tidak ada. Mungkin lebih tepanya mereka seperti campuran kopi susu. Meski enak jika disajikan sendiri, tapi terasa lebih mantap jika disajikan bersama.

 

Itulah mereka. Mereka hanya dua orang manusia yang dipertemukan oleh takdir Tuhan dan dihubungkan lewat satu jalinan bernama ‘Teman’. Teman bukan selalu orang yang dapat mengertimu, tapi teman juga seorang yang dapat melengkapi segala kekuranganmu.

 

FIN 

6 tanggapan untuk “We — Honeybutter26”

  1. setuju,,klo mereka deket bukan brati mereka gay,,, kadang geli klo ngomong soal coople ,,, baekyeol,, kaisoo,,chansoo,,yg lbh parah lg hanhun,,, bnyak to yg ngomongin klo mereka to coople /bisa jd mereka to emg deket sbg sahabat kan!!!

    1. iyaps emang bener banget.. ya sewajarnya ajalah.. okay boleh ngeship-in mereka sebagai pairing tapi ya jangan dibawa sampai ke real life juga.. kasihan kan idolnya.. udah sering dikatain banci ehh malah jadi ditambah dikatain homo.. btw makasih sudah baca dan komen…

  2. pas baca summary nya, aku terharu
    astaga, bener juga kata2mu thor. Baca FF ini jadi inget sahabatku.
    persis banget sama karakter yg disini. aku kalem, dia ribut, aku kayak Minseok nya, dia kayak LUhan nya , kkkk #lhakokmalahcurhat
    SUKA BANGET SAMA GENRENYA!! JJANG!!

    1. hehehe itulah yang namanya temen.. gak perlu yang muluk-muluk punya temen pinter ato pemes.. yang penting bisa diajak menggila bareng itu udah lebih dari cukup..

      makasih komennya yaaa 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s