UN-CONTROLLABLE [CHAPTER6]

dj1rngb71

Kim jongin with EXOOT12

and other

you can play Adelle – HELLO

ingat kan aku untuk mati , berjanjilah.


Tanganku bertumpu pada punggung tangan Xiluhan , memejamkan mata , menyebut beberapa mantra super yang tertulis dibuku . beberapa saudaraku muali menjauh saat cahaya putih terang keluar dari tanganku , dibuku ini bilang bahwa aku bisa mengembalikan yang hilang jika aku menggunakan Telepathy . mata luhan terbelak saat badanku terlempar beberapa langakh dari tempat awalku  , tubuh terbanting di lantai kayu rumah . tanganku berdarah , tak berhenti . mereka sigap mengambil kotak p3k , membalut luka entah keberapa kali melukai tubuhku . luka besar seukuran telapak tangan selalu muncul ketika aku gagal .

“kau harus beristirahat , jong . masih banyak waktu . kau bisa mencobanya besok”

tangan baekhyung melingkar dipinggangku ,membopong tubuhku keatas kasur . aku merintih saat bekas bekas luka yang belum sembuh menyentuh kasur lembut dibawahku . baekhyun menggigit bibirnya sendiri , kebiasaannya ketika takut .

mereka mengeliling ku disekitar kasurku , berbisik -bisik .

“apa yang mau kalian katakan ?”  telinga ku sudah tak tahan mendengar mereka menyebut namaku dan kata menyerah saja.

“aku juga ingin appa dan eomma kembali , jongin . tapi aku tak mau kejadian tadi terjadi lagi “

“aku yang salah , aku terlalu lemah dan bodoh”

mata mereka tertunduk kebawah , menatap lantai kamar tidurku . mungkin sudah beberapa hari kamar tidurku kembali seperti kamar tidur manusia selayaknya , dengan barng barang tertata rapi . menyenangkan tapi menjijikan .

“kau tidak salah “ tuan lee berjalan memasuki kamarku , mendekati ku , mencium keningku .

“selamat datang , ayah . apa kabar?”

“seharusnya aku yang bertanya . aku baik . bagaimana dengan mu ?”

aku tertawa

“aku sangat baik “

“kau tidak seharusnya memaksakan diri ”

aku tertawa lagi

“aku berjanji , aku akan membawa appa dan eomma “

mereka mulai memeluk tubuh besar Tuan lee , memeluknya erat . beberapa mengeluarkan 2-3 tetes air mata . memang tidak terlalu mudah mencoba hal – hal yang sebelumnya belum pernah kita coba .

“masih ada beberapa cara , yah. aku akan mencobanya “


 

Tadi malam Tuan lee memutuskan untuk menginap dirumah , menyuruh ajudannya pulang . mereka menyambut kehadiran tuan lee dengan gembira , beberapa bahkan smapai menangis karena tertawa , lelucon Tuan lee memang yang terbaik

aku memilih untuk berkutat dengan buku kucel didepanku ini , masih berusaha berpikir jernih dengan beberapa cara normal yang tersisa . aku menggigit bibir ketika luka besar ditubuh merintih kesakitan , tanganku mencoba untuk menahannya .

aku merindukan mereka .

“ada yang bisa aku bantu ?”

tuan lee sudah berhasil keluar dari lelucon panjang miliknya , memilih duduk disampingku .

“hahaha . tidak ada tuan . aku masih sedikit bingung , cara cara normal yang dari kemarin aku lakukan terlihat tidak ada kemajuan “

aku menunjuk 2 cara normal yang tersisa .

“aku akan memanggil mereka . kau mau mereka membantu kan?”

aku menghela nafas diselingin anggukan

mereka dengan cepat berjalan mendekati kamarku setelah Tuan lee baru saja teriak memanggil nama mereka satu-satu tidak lupa dengan kata tolong diawal . agar mereka terlihat lebih buru-buru dan panik , katanya

entah cara yang keberapa, caranya . aku harus menyiapkan lubang besar dihalaman , memasukkan 4 kekuatan? teleportation , telepathy , flight , time

mereka mulai membantuku , membuat lubang besar di halaman belakang . saat selasai , aku , wuyifan , luhan dan tao hyung masuk kedalamnya . kami harus mengucapkan mantra , lagi ? shit.

dibuku ini mereka menyuruh ketiga saudaraku merangkulku ? apaapaan .

aku mengatakan mantra dengan lancang sambil memejamkan mata . mulai terilhat lingkaran putih didalam pandanganku , aku mencoba berjalan dengan setengah sadar memasuki lubang putih tersebut . aku menyentuhnya, sengatan listrik menjalar hebat menyusuri tubuhku . tubuhku terbanting , masih di bawah alam sadar . aku mencoba memasukinya lagi , tubuku mulai mengeluarkan luka besar seperti kemarin , meski perlahan tapi sakit . aku manahan rasa sakit sengatan listrik yang merasuk hebat dalam tubuhku .

tubuhku terbanting hebat menimpa mereka semua , aku merintih kesakitan . tubuhku memberontak , mereka menahan tanganku untuk mencoba memukul siapa pun yang ada dihadapanku . tuan lee menampar pipiku keras . mataku mulai tertutup perlahan , beberapa kalimat terdengar samar-samar .

“bawa dia ke kamar , segera! “

Balutan perban mulai membalut beberapa bagian tubuhku , lebih banyak dari yang kemarin , aku merasakan aliran darahku mengalir lebih kencang , otot otot tubuhku mengencang , bahkan aku belum sanggup mengucapkan satu kata pun

“kau baik-baik saja jongin , percaya padaku “

 


 

 

ini hari ke 10 setelah kejadian kemarin itu , perban perbanku mulai dilepas. tuan lee tak pernah meninggalkan rumah . dirinya tak pernah absen menemani ku . membantuku berbicara dengan lancar .

“kau tidak boleh melakukannya lagi , ayah tidak mau kehilanganmu “

“masih ada satu cara lagi , ayah . ini cara terakhir . setelah itu aku menyerah . aku berjanji . “

malam ini aku memutuskan untuk melakukan cara yang terakhir  , dibuku ini tertulis bahwa kau harus  mengumpulkan 12 kekuatan abadi? , menyalurkan kekuatan itu kepada seorang teleportasi yang akan mengambil kembali sesuatu? 12 kekuatan abadi ? listrik? tanah ? atau kekuatan seorang siluman naga , atau apa ?

ah , telepathy , flight , time , water , light , flame , earth , lighting , healing , wind , ice , teleport . ‘

bukannya berarti aku harus mengumpulkan 13 kekuatan  .

“kau butuh satu kekuatan lagi ? aish , bahkan kau melupakan aku “

“aku tak ingin kau membantu , ayah . ini beresiko .”

“kau kira aku begitu rentan untuk melakukan hal seperti ini , aku lebih berpengalaman dari pada kau “

“tidak”

“terserah , aku akan tetap membantu “

aku membuka ruangan besar di pojokan rumah , katanya itu ruangan spiritual , mungkin aku bisa mencobanya

mereka sudah siap dengan kekuatannya masing masing , dengan terpaksa aku membolehkan Tuan lee ikut serta

tangan kita saling terpaut , ini cara terakhir. entah berhasil atau tidak . aku sudah berjanji kan , akan bunuh diri saat aku gagal dengan cara yang terakhir

aku mulai mengucap mantra , dengan lantang pastinya . kami semua saling memejamkan mata , ini tidak sesakit biasanya . bahkan tidak sakit . hanya butuh kekuatan maksimal dari tubuh kami saja . aku mengucapkan mantra .

tidak , aku mendengar ada yang menyautku , bahkan mengucapkan mantra lebih kencang, dengan suara rintihan yang lebih keras daripada yang aku rasakan dari kemarin , terdengar sangat sakit . mataku mencoba membuka perlahan , aku melihat Tuan lee berdiri ditengah lingkaran kami . tangan mengepal kebawah , tubuhnya seperti tersengat , aku berteriak kencang , mencoba melepas genggaman tanganku , tapi gagal . mereka bahkan sudah terlihat tidak sadar . aku berteriak lebih keras , memanggil namanya berkali kali . aku menangis , tubuh tuan lee mulai terlihat samar , tapi aku masih bisa melihatnya tersenyum padaku .

“AYAH!”

Tubuh tuan lee menghilang . kami semua terlempar kesembarang arah . tubuh bercahaya kami perlahan redup . aku merangunng tak karuan .

AGHH!

mereka mulai mendekatiku , ikut menangis,  memukul dinding atau menendang apapun dihadappannya .

5 jam sudah berlalu , kami masih berteriak tak karuan ,memangis atau apalah

cahaya putih mulai muncul dihadapanku . appa dan eomma keluar dengan perlahan dengan mata tertutup tubuhnya pucat pasi ,

tunggu , ada satu orang lagi yang perlahan keluar . tuan lee ? 

aku tersenyum simpul , memeluk tubuh tuan lee . mereka mulai memeluk appa dan eomma . aku menangis memeluknya , aku berpikir akan kehilangannya .

tunggu , ini bukan tuan lee . tubuhnya terlihat lebih tua, matanya redup , sangat mirip .

ini bukan tuan lee , aku menangis untuk kesekian kalinya . tanganku memukul dinding dinding disamping . mata appa , eomma dan ayah tuan lee perlahan terbuka . appa dan eomma tersenyum sumringah , memeluk kami satu persatu . sebut saja tuan lee ke2 mulai terlihat bingung .

“siapa kamu?”

aku berlari memeluknya .

“aku cucumu , aku anak tuan lee “

“cucuku? benarkah ? dimana dia ? aku seperti melihatnya tadi”

“tuan mau beristirat? aku akan antar kan kau kekamar . ikuti aku ” 

dia mengangguk lemas.

appa dan eomma menangis tak karuan . mereka bilang bingung apa yang telah terjadi , mereka bilang baru saja tidur dan melihat anak anaknya tumbuh besar . appa berjalan memelukku

“appa kira kau akan benar benar menghilangkan kami , kau harus jelaskan kepada kami apa yang terjadi . janji?”

aku membalas pelukannya .

“haha , aku janji “

“aku merindukanmu , appa”

bersambung

hey guyss , hey chinguu . apa kabar ?

tadi sih sempet mau jadiin ini chapter terakhir , ternyata ide berjalan tanpa macet . jadi deh mau buat chapter ke 7 ., itu yang terakhir guys . 

jangan lupa coment , likenya

jangan lupa liat chapter sebelumnya . 

salangek chingu-yaaa

 

4 tanggapan untuk “UN-CONTROLLABLE [CHAPTER6]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s