Tell Me When It First Snows [Chapter 6]

tell-me-when-it-copy

Tell Me When It First Snows

chaptered // teen // romance // Kim Min Seok (EXO), Reen (OC)

Thanks for this cute poster Ken’s@Hospital Art Design

.

anneandreas

.

PicsArt_1448600142405

.

.

← Previous Chapter          Next Chapter →

How To Get Password Chapter 7

.

.

Reen terus berdiri dalam diam di balik tembok itu dan mendengarkan semua pembicaraan mereka, sampai ia melihat kedua laki-laki itu bangkit dan keluar dari kafe.

Reen sudah mengenal wajah mereka.

Suho dan Luhan.

 

***

 

Reen mengintip sekali lagi dan melihat Xiumin masih tertunduk di kursinya.

Ia membenahi perasaannya, berusaha memasang senyuman ringan dan berjalan ke arah Xiumin.

 

Oppa, wae? Kau melamun?” tanya Reen.

Ne. Sedikit.” jawab Xiumin sambil tersenyum.

 

“Apa yang kau lamunkan?” pancing Reen.

Aniya..” jawab Xiumin singkat.

 

Oppa.. Sebenarnya aku mendengar obrolan kalian..” kata Reen pelan.

Xiumin mengangkat wajahnya dan menatap Reen.

 

“Dan aku memutuskan untuk mempercepat kepulanganku. Aku pikir tidak baik bagi kita untuk berlama-lama ada di sini. Aku sempat terlalu larut dalam mimpi indah ini, dan kurasa sudah waktunya bagi kita untuk kembali hidup dalam kenyataan.”

 

Xiumin masih memandang Reen dalam kebisuan.

 

“Aku akan memesan tiket pesawat malam ini dan pulang besok pagi. Jadi oppa, ketika aku sudah kembali nanti berjanjilah untuk melupakanku, atau minimal kau harus berusaha untuk melupakanku.” lanjut Reen.

 

“Bagaimana bila aku sudah berusaha namun tetap tidak bisa melupakanmu?” tanya Xiumin.

 

“Aku percaya kau pasti bisa. Kau harus bisa.” jawab Reen lantang.

 

Mianhae, Reen..”

Andwae, oppa. Jangan meminta maaf. Kita sudah membahas hal ini berkali-kali. Cukup sampai hari ini kau menjadi Seokie oppa, mulai besok kau akan kembali menjadi Xiumin yang bersinar terang di atas panggung. Araso?”

 

“Aku akan mengantarmu ke bandara besok.” kata Xiumin mengalihkan pembicaraan.

 

Reen menggeleng.

Ani. Aku akan berangkat sendiri. Kau bilang besok ada latihan, jadi kau harus pergi latihan.”

 

“Tapi aku datang menjemputmu, jadi aku harus pergi mengantarmu.” kata Xiumin.

“Tidak perlu, oppa. Aku berjanji akan mengirimimu pesan ketika aku sudah sampai.”

 

“Janji?” tanya Xiumin sambil mengulurkan jari kelingking kanannya.

 

Reen mengaitkan kedua jari kelingking mereka sambil tersenyum.

“Janji…”

 

***

 

Xiumin masuk ke dalam dormnya setelah berpisah dengan Reen di kafe. Sesaat setelah ia masuk ke dalam dorm, ia melihat Suho dan Luhan masih duduk di dalam ruang tengah, keduanya tampak sedang bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Mungkinkah ini berhubungan dengan kejadian yang baru saja terjadi di kafe?

 

“Kalian kenapa?” tanya Xiumin lalu duduk bergabung di sofa ruang tengah, bersama Suho dan Luhan.

 

Aniya, hyung. Kami hanya masih merasa tidak enak padamu.” jawab Suho.

Wae?” tanya Xiumin.

“Kami mengganggu urusan pribadimu.” sahut Luhan.

“Tidak apa. Kalian hanya berniat mengingatkanku, bukan? Kalian bahkan melindungiku dari teguran manajer hyung. Seharusnya aku berterima kasih pada kalian, mengapa kalian justru merasa bersalah padaku?” tutur Xiumin panjang.

 

Sejenak keheningan menyelimuti mereka, hingga akhirnya Suho membuka pembicaraan kembali, “Apa gadis itu tahu tentang kedatangan kami ke kafe? Sebenarnya siapa dia, hyung?”

 

Sebuah simpul berbentuk lengkung tercipta di sudut bibir Xiumin, ia menghela nafas perlahan lalu menjawab, “Dia. Dia gadis yang kutinggalkan demi menjadi diriku yang sekarang. Dia gadis yang pernah… bukan, dia gadis yang masih kucintai. Dia gadis yang merelakan perasaannya sendiri demi melihatku bersinar dan meraih mimpiku. Dia gadis yang kusakiti namun tetap tersenyum padaku.”

 

“Apakah dia orang Korea? Kau tidak pernah membicarakannya pada kami selama trainee.” tanya Luhan.

 

“Bukan. Dia bukan orang Korea. Dia adalah murid pertukaran pelajar di sekolahku dulu. Kami tidak pernah berkomunikasi setelah aku menyakiti dan meninggalkannya di hari kepulangannya. Dan ketika akhirnya dia memaafkanku dan mau menemuiku lagi, aku tetap tidak bisa menjadi laki-laki biasa di sisinya, walaupun hanya untuk beberapa hari.” tutur Xiumin lagi.

 

“Maafkan kami, hyung.” sela Suho.

“Sudah kubilang jangan meminta maaf. Ini resiko yang harus kujalani atas pilihan yang kuambil. Andai saja waktu itu aku mengabaikan telepon dari agensi dan memilih untuk menghampirinya, tentu sekarang aku akan ada di sisinya namun aku tidak akan bertemu kalian dan harus melupakan mimpiku. Tapi aku lebih memilih untuk mengangkat telepon dari agensi dan meninggalkannya, di sinilah aku sekarang, meraih mimpiku bersama kalian. Ini pilihanku dan resikoku. Kalian tidak perlu merasa bersalah.” jawab Xiumin.

 

Lagi-lagi keheningan menyelimuti mereka bertiga sesaat sebelum akhirnya Xiumin melanjutkan ucapannya, “Omong-omong dia melihat kalian berdua di kafe dan mendengar semua pembicaraan kita. Dia berencana mempercepat kepulangannya, jadi dia besok akan pulang.”

 

“Kalau begitu kau harus mengantarnya ke bandara.” jawab Luhan.

Xiumin tersenyum, “Dia tidak mau. Dia berkata bahwa aku tidak boleh meninggalkan latihan.”

“Bukankah kau akan menyesal kalau kali ini pun kau tidak mengantar kepulangannya?” tanya Luhan lagi.

“Tentu saja.” jawab Xiumin.

 

Hyung, sedang apa kalian di sana? Sepertinya perbincangan kalian sangat serius. Kyungsoo hyung dan Chanyeol hyung sudah selesai memasak makan malam. Ayo makan!” terdengar suara dari ruang makan.

Ye’! Sebentar lagi kami akan ke sana.” jawab Xiumin lalu berdiri dari tempatnya duduk.

 

“Ayo! Kai sudah memanggil, makan malam sudah siap. Anggap saja kalian tidak pernah mendengar apa yang kuceritakan tadi.” kata Xiumin pada Luhan dan Suho sambil tertawa lalu berjalan ke dalam ruang makan.

 

***

 

Reen mengarahkan pandangnya ke sekeliling taman kecil depan asrama tempat ia dulu tinggal. Ia memutuskan untuk mampir ke tempat ini setelah berpisah dengan Xiumin di kafe tadi sore. Reen memandang taman yang kini sudah tertutupi salju yang tebal dan mengulang kenangan-kenangan indah yang pernah terjadi di tempat ini, termasuk momen ciuman pertamanya dengan Xiumin.

 

Setelah cukup lama tenggelam dalam lamunan, Reen mengambil handphonenya, membuka aplikasi pemesan tiket pesawat, dan membeli tiket untuk penerbangan pukul sepuluh besok pagi. Reen baru saja berniat pergi ke kedai ddeokpokki langganannya tidak jauh dari asrama ketika handphonenya berdering, panggilan skype dari Xiumin.

“Annyeong! Loh? Kau dimana?” tanya Xiumin sesaat setelah mereka tersambung dalam video call.

“Annyeong oppa. Aku ada di taman depan asramaku dulu, namun sudah akan kembali ke hotel untuk packing pulang.” jawab Reen.

“Mengapa tadi tidak bilang? Kita bisa pergi ke sana bersama dan makan ddeokpokki bersama.” tanya Xiumin.

Aniya. Aku ingin menghabiskan malam terakhirku di sini sendiri. Hmm ralat, berdua dengan kenangan yang ada di kepalaku.” jawab Reen sambil tersenyum cerah.

 

“Bukankah lebih baik menghabiskan malammu denganku? Kenangan yang nyata?” goda Xiumin.

“Apa maksudmu dengan kalimat ‘menghabiskan malammu denganku?’, kalimatmu terdengar ambigu.” jawab Reen sambil tertawa.

 

“Apakah terdengar seperti itu?” tanya Xiumin sambil tertawa.

“Ya, memang terdengar seperti itu Xiumin-ssi.” jawab Reen.

Aniya.. Aniya.. Aniya.. Aku tidak suka kau memanggilku Xiumin. Aku adalah Seokie oppa. Araso?” kata Xiumin dengan nada yang dibuat-buat marah.

 

Reen memasang wajah aegyonya lalu menjawab, “Araso, uri Seokie oppa. Sudah, aku ingin berjalan ke kedai ddeokpokki lalu pulang kembali ke hotel. Kau harus istirahat karena besok kau akan mulai latihan pagi-pagi sekali, kan?”

 

“Baiklah. Jam berapa penerbanganmu besok?” tanya Xiumin lagi.

“Jam sepuluh pagi. Dan ingat kau tidak boleh mengantarku!” ancam Reen.

Araso, aku tidak akan mengantarmu, tapi jangan terkejut jika aku datang ke bandara dengan paspor dan visa di tangan.” jawab Xiumin sambil tersenyum cerah.

 

~ ~ ~ \(^^,)/ TO BE CONTINUE \(^^,)/ ~ ~ ~

Author’s Note:

Akhirnya chapter 6 release juga..

Gak pada nungguin ya? Yaudah~ /plak >.<

Makasih buat para readers yang udah menyempatkan ngetik satu dua kata di kolom komentar,, karena satu komenmu berharga untukku.. hazeeeekk..

Jangan lupa komen di chap ini juga yaaa..

Kamsahamnida.. *bow*

33 tanggapan untuk “Tell Me When It First Snows [Chapter 6]”

  1. Cm bntr doang ya ngdate’ny 😞 resiko ngdate sm mmbr eksoh 😢 umin-reen sm2 dewasa pola pikir’ny /in terms of bijak 😀 bukan yg rated 😋!/ slng penuh perhatian 1 sm lain. Kirain yg interupsi ngajak mkn pas di dorm tu si 막내 trnyt partner in crime’ny.
    Saya ini lho pens ann-rish shipper 😀 sk sm len n nida jg. Umin ga nganter tp 1xan nemenin smp nyampe indo 😁 Pk psswrd ya 마지막 chptr’ny, ok plis giv me d’psswrd ya 😄
    Reen jln2 sndiri di t4 penuh kenangan jd kbayang mv’ny miracles in dec, mengenang masa indah saat msh brsm dg org yg terkasih ❄❄❄

    1. iyah ngedate yg bentar, ketauan manager pulaa..
      iyaaah waktu nulis ini aku lagi demen sama kai soalnya buahahahhaha..
      aku sama iriseu sama nida uda sengklek dari lamaa, kalo sama len aku deket barubaru ini soalnya si len tadinya gapunya sosmed so susah sekaleh buat berkepo ria sama len..
      tapi terakhir ini kami menemukan kalo kami punya kepribadian yg sama wkwkwkwk..

  2. Demi apapun yang ada di bawah tanah dan di atas langit.
    Aku bingung mau komen apa.
    Kuharap happy ending.
    Huaahhhh…
    Happy ending pelis 😥

    Author kumohon happy endinglah…
    Huaahhhhh

    Semangat *tidaksemangat*

  3. ANDWAEEEE… BARU AJA HEBOH GEGARA PERTEMUAN MEREKA, MASA UDAH MAU PULANG LAGI AJA SIH??? WOOIII REEN EMANG INDONESIA-KOREA TUH ONGKOSNYA KAYA BANDUNG-GARUT? KAGAKKKK CUY, MASA KEBERSAMAAN INI MAU DISIA2IN LAGI??? 😥

    IYA BENER TUH KATA LUHAN, KALO UMIN GAK NGANTER REEN, NANTI NYESEL LAGI KAYA DULU!

    TERUS KALIMAT YANG INI —> “Bukankah lebih baik menghabiskan malammu denganku?” SUER KAK ANNE, INI HARUS TERJADI SEBELUM REEN PULANG KE INDO. XD XD XD

    DUH AKU KOMENNYA CAPSLOCK SEMUA! BIARIN HABIS GEREGETAN!

    1. sumpah aku ngakak bagian bandung – garut, lalu bayangin reen sama umin ngomong bahasa sunda BUAAKAKAKKAKAKA..

      ceritanya reen punya perusahaan cetak duit sendiri pake printer, makanya dia buang-buang duit beli tiket mendadak hahahha..

      iya betul kata luhan emang,, betul..
      umin ini loh gakmau nganterin..
      *malah marah sama umin*

      buakakakkakaa..
      kalimatnya membuat pikiran mengarah ke 17+ ya?
      hahahahahah..

      Ini drabble capslock.. hahahahaaa..
      gakpapa tapi akunya sukak bener kalo ada yang kapsloknya jebol di komenan aku,, asal bukan kapslok jebol marah-marah tanpa arah HAHAHHAA..

    2. wkakakakak…
      “pokoknya neng tos teu kiat a.. neng pulang ka garut we lah, da aa mah kitu ka eneng teh.”
      “entong atuh neng, tong ninggalkeun aa deui. aa teh masih cinta sama eneng.”
      bruakakakkak XD

      coba punya pesawat pribadi yah, bisa bulak balik korea bebas hahaha /gak juga des/

      iyaaa kau kan udah 20++ kak, udah boleh lah mikir kesitu 😛

      aku malah berharapnya umin jg ikut ke indo kak hahaha /kejauhan des/

      AKU MARAH2 INI KAK, MARAH2 SAMA UMIN NIH AH..

    3. duh itu bahasa sunda?
      aku merasa gagal sebagai turunan sunda yang gangerti bahasa sunda wkwkwkw..

      sebenernya reen punya sih jet pribadi,, karena reen sesungguhnya anak obama /gak gitu ne/

      betul boleh yaaa udah kita kan udah gedeee :3
      kalo kubikin umin ikut ke indo,, makin makin ada yang ngatain gak masuk akal nanti wkwkwk..

      bhakakaka..
      kemarin ada yang pengen jambak umin,, ada yang geregetean,, kamu juga marah2 sama umin..
      umin maapkan aku bahkakakaka

    4. iya itu bahasa sunda kak.
      kak anne turunan sunda??? waaahhh… teteh kumaha damang? 😀
      wkakakak. kalo anak obama mah siapapun jg ngantri XD
      whahaha…
      duhhh kak anne, pasti gara2 komentar salah satu reader itu ya kak?? cuek aja kali, biarin gak masuk akal jg hehehe 😛
      iyaaa, kak anne jahat nih sama umin, jadi banyak readers yang marah2 wkwkwk XD

    5. iya kakek aku asli sunda tapi aku ga bisa ngomong sunda wkwkwkkw..

      walaupun banyak yg ngantri tapi reen cuma cinta sama umin gimana dong :3

      hooh,, masih sedih kadangan wkwkwkwkw.. cuma yah gakpapa hak dia mo bilang apaaaa..

      iyah kujahat sama umin hahahahaa..

    6. yaaahhh… berarti aku kudu manggilnya teteh dong yah?? hehehe 😀
      tapi uminnya cinta sama aku. gimana dong? /batjok/ XD
      ya udah gpp kak, toh masih banyak yg suka tulisan kak anne 🙂 semangat kakak cantikkkk!!!

    7. buakakakakaka..
      aku gakpernah dipanggil teteh sama siapapun buakakakakaka..

      plak dor dor dor jedeum dhuaaarrr!!
      umin punya akooohhh..
      akoh doaaang.. #SayaFansOverProtektif

      semangat jugaaaakkk adek ippaarr..

    8. wkwkwk… ya udah aku yang manggil teteh hehe XD
      yaaa, bukan salah aku kalo uminnya suka, mungkin aku terlalu memesona (?) /teteh nyapin parang/ XD
      siap kakak ipaaaarrr ❤ ❤

  4. JADI INI YANG DIMAKSUD KEJUTAN? AAAKKKK KUKIRA UDAH END AZTAGAH NAGAH
    GAK PAPA KAK AKU SUKA INI GAK END DULU, BIAR MEREKA GAK BAPER TERUS HAHA/plak
    ini lagi penuh dengan baper baperan deh keknya
    mana rasanya nyess banget reen masih bisa senyum gitu, ah namanya juga cewek :”’)
    terus terus udah ngebatin si umin sama reen pasti mau ada moment lagi dan…. AKHIRNYA MEREKA MAU MENGHABISKAN MALAM BERDUA KYAAA XD XD (jangan berpikir ambigu haha)
    sip pokoknya kak nean sukses buat aku terkejut karna ini belom tamat.. mangats kaka laff laff selaluuuuu ❤ ❤ ❤

    1. kejutaaaaaannnn..
      /gak kaget lagi woy udah dibahas semalem wkwkwk/

      iyah,, reen mah seterong dia tegar.. kaya aku.. wkwkwkw..

      tapi itu kalimatnya ambigu nid.. hahaha..

      maaciihh semangatnyaaaaaaaa..
      laff llaaafff..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s