One and Only – SLICE #9 — IRISH’s Story

irish-one-and-only-fixedOne and Only

With EXO’s Byun Baekhyun and Red Velvet’s Kim Yeri

Supported by EXO, TWICE, and SMRookies Members

A sci-fi, fantasy, romance, and life story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.”


Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || [NOW] Chapter 9

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes…

“Kalian keberatan untuk menaiki truk? Ada sebuah pabrik truk modifikasi di Marseille. Bagian belakangnya sangat besar dan luas untuk bisa membawa barang-barang dan juga orang.” lagi-lagi Wendy berucap.

Tentu saja, Ia mengenal Eropa, dalam pandangan dan pendapatku.

Kenapa aku harus merasa setidaknyaman ini?

“Yeri? Kau baik-baik saja?” tanya Momo membuyarkan lamunanku.

Aku menjawabnya dengan anggukan pelan, “Aku baik-baik saja.”

Sementara Momo melemparkan senyum yang untuk pertama kalinya tidak kumengerti.

“Jangan tersinggung karena aku tidak menyebutmu, aku sudah memberitahu Sally ada seorang Humanoid yang kukenal di Marseille. Dia tak akan keberatan untuk berpura-pura menjadi Humanoid-mu.

“Aku sudah tahu kita akan pergi ke Marseille, karena tempat itu satu-satunya jalur aman untuk melintasi Eropa tanpa Pembersihan.” ucap Momo.

Ucapannya mengingatkanku bahwa Sally tadi tidak menyebut namaku. Apa itu karena Ia sudah mendapatkan informasi ini dari Momo?

“Terima kasih…” ucapku tulus.

Momo mengangguk dan tersenyum.

“Jangan terlalu memikirkan kedatangan Owner-nya, aku juga tidak begitu menyukai manusia itu.” komentar Momo sambil menatap ke arah Wendy yang sekarang duduk di balik kemudi, sementara Baekhyun ada disebelahnya.

“Kau bisa tidak suka pada manusia?” godaku membuat Momo tertawa pelan.

“Aku tahu dia membuatmu merasa tidak nyaman. Karena kau menyelamatkanku dan membuatku bisa merasa sebebas ini, rasanya tidak pantas jika aku tidak sependapat denganmu.”

Benarkah? Padahal tadinya aku sudah berpikir mereka semua melupakan keberadaanku. Aku berpikir mereka akan meninggalkanku.

“Tenang saja, jika dia membuatmu kesal, katakan saja padaku.” tambah Momo sambil mengulurkan tangannya padaku.

Aku tak bisa membohongi diriku sendiri dan menganggap Humanoid-humanoid ini tak melihat segalanya. Mereka melihatnya dengan jelas, hanya saja mereka menyimpannya untuk diri sendiri.

Aku meraih tangan Momo, dan tersenyum padanya.

“Aku sudah berpikir akan meninggalkan mobil ini saat kita sampai di Marseille.” ucapku akhirnya membuat Momo terbelalak.

“Kau gila? Walaupun tidak ada Pembersihan, Marseille adalah kota yang sangat ramai karena Humanoid Pemburu.”

“Benarkah?”

Momo mengangguk.

“Itulah mengapa hampir tak ada Outsider disana.”

Karena Humanoid Pemburu berkeliaran dimana-mana? Ah… Untunglah Momo bicara padaku tentang hal ini. Jika tidak hidupku mungkin berakhir untuk kedua kalinya di Marseille.

“Terima kasih…” ucapku membuat Momo menyernyit.

“Untuk apa?”

“Semuanya, karena membatalkan keinginanku untuk…” aku menggeleng-geleng pelan, “tidak, lupakan saja,” sambungku membuat Momo malah menatapku semakin penuh tanda tanya.

“Kau jadi aneh Yeri, apa ini karena dia?” tanya Momo sambil menatap ke arah Wendy, dan aku segera menggeleng.

Bukan karena Wendy, tapi Baekhyun.

Ingin sekali aku mengucapkan kalimat itu, tapi aku tahu kalimatku hanya akan memperburuk keadaan disini. Baekhyun tampak begitu senang menemukan Owner-nya, dan aku seharusnya ikut merasa senang bukan?

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Wendy, biarkan aku menggantikanmu.”

Aku tersadar dari lamunanku saat Baekhyun berucap. Entah mengapa mendengar suaranya membuat jantungku berdegup kencang, tanpa alasan, aku hanya merasa aman saat mendengar suaranya.

Ah, bukankah aku tak seharusnya berpikir seperti itu sekarang?

Aku memperhatikan dua orang yang sekarang tengah bergantian menyetir. Wendy berpindah duduk ke sebelah Baekhyun, sibuk mengutak-atik electric map dihadapannya.

“Seharusnya dari depan sana kita bisa menemukan belokan kecil, melewati Museum Louvie.” ucap Wendy.

Museum itu yang tadi aku dan Baekhyun bicarakan.

“Kau baik-baik saja?” aku tersadar saat tiba-tiba saja Kyungsoo bicara padaku, sementara di sebelahnya, Chaeyeong, menatapku dengan tatapan khawatir.

“Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?” tanyaku.

“Tanda vitalmu tidak stabil.” ujarnya.

“Ah…” aku hanya bergumam pelan, aku kembali melemparkan pandangan ke bagian depan mobil, dan aku sedikit tersentak saat mendapati Wendy tengah menatapku, tanpa ekspresi, sebelum Ia kembali bicara pada Baekhyun.

“Apa yang membuatmu kembali ke Lyon?” tanyanya.

“Aku hanya mengira bisa menemukan sesuatu di rumah Greek.”

“Lalu? Apa kau menemukan sesuatu di laboratorium tua Dad?”

“Ya, beberapa penelitian Greek, dan proyeknya yang sudah dibatalkan.”

“Proyek? Yang mana?”

HmP-I.”

“Ah, proyek itu. Kukira Dad sudah sangat lama melupakan proyek itu, kau menemukan data-datanya?” tanya Wendy.

“Ya, sudah kuprotret dan ada dalam micro-card ku.”

“Kau sudah menganalisisnya?” tanya Wendy lagi, Ia tampak sangat senang mendengar hal yang Baekhyun temukan, aku tahu ia senang, nada bicaranya sangat jelas menunjukkan rasa senangnya.

“Belum, akan ku analisis sesegera mungkin. Tapi Wendy, apa kau terus tinggal dirumah lama?” Baekhyun kini bertanya dengan penuh nada khawatir.

“Hmm, ya, tak ada tempat lain yang bisa kutuju. Lagipula, aku tak punya siapapun di Lyon.” ujarnya.

“Lalu… Humanoid itu, bagaimana kau menemukannya?” apa Baekhyun bicara soal Dahyun?

Tatapanku tanpa sadar tertuju pada Dahyun, aku terkesiap saat Dahyun nyatanya tengah menatapku, entah sejak kapan, tapi segera kualihkan pandanganku, menatap jalanan diluar, berpura-pura tak peduli padahal aku masih mendengarkan pembicaraan dua orang itu.

“Dia Humophage, dan Senty memburunya. Bukankah lebih baik jika aku melindunginya?” ucap Wendy membuat Baekhyun tertawa pelan.

“Dulu kau tidak pernah berucap seperti ini.”

“Benarkah? Memangnya seperti apa aku dulu?”

“Kau selalu saja bertengkar dengan Sara, dan berdebat tentang menonaktifkanku.” ucap Baekhyun.

Wendy tidak menyahut. Tapi Baekhyun kembali bicara.

“Aku tidak mengatakannya untuk membuatmu merasa bersalah Wendy. Pengucilanku bukanlah salahmu.”

“Tidak. Aku tidak merasa seperti itu. Aku… merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkanmu dari keegoisan saudaraku. Padahal keegoisannya juga yang membuatnya dibenci oleh Dad.”

Saudaranya? Mereka tengah bicara tentang Sara bukan? Aku tak lagi mendengarkan pembicaraan mereka karena kami tak lagi sempat bicara banyak. Jalan yang kami lalui mulai berubah seperti jalur off-road dan Baekhyun harus dengan ekstra hati-hati saat mengendarainya.

Sekarang, aku tak lagi melihat jalanan kosong, melainkan hamparan hutan kering disepanjang jalan ini. Musim dingin seolah membekukannya.

Sekitar dua jam mengemudi, Baekhyun bertukar duduk dengan Momo. Kami semua mulai sama-sama saling membisu, seolah tak ada bahan pembicaraan.

“Wendy, ayo ke belakang.” Baekhyun mengulurkan tangannya pada Wendy, membantu Wendy pindah dari kursi depan ke ruangan kosong mobil dibelakang.

Heran sekali kenapa dari banyak tempat yang ada disini Wendy memilih duduk memunggungiku yang berpura-pura tidur. Aku tahu Baekhyun tahu aku tidak tidur, tapi Wendy manusia, Ia tak bisa mengetahui tanda vitalku, tak bisa membedakan saat ketika aku benar-benar tertidur atau berpura-pura.

“Kau tahu Grey, aku benar-benar minta maaf atas kejadian terakhir kali.”

“Kejadian yang mana?” Baekhyun berucap.

“Kau tahu… Saat Sara mengutak-atik programmu dan mengubahmu menjadi kepemilikannya. Aku tahu Sara tidak menyukai Humanoid, Ia membenci semua Humanoid, tapi aku benar-benar tidak tahu Ia akan nekad membuat Dad menonaktifkanmu.”

Kurasa beberapa hari lalu Baekhyun bilang bahwa Ia di nonaktifkan karena keluarganya sudah berkumpul.

“Kurasa Greek dan Sara tidak salah. Keluarga kalian sudah berkumpul, sangat wajar bagi Sara yang menjadi Outsider selama tiga tahun jadi begitu membenci manusia.”

Wendy tertawa pelan.

“Ia masih sangat kecil saat itu, tapi Dad percaya Sara sangat jenius. Aku sangat iri padanya.”

“Kenapa?”

“Tentu saja karena Dad selalu meminta pendapatnya. Dia bahkan bisa membuat Dad mengucilkan Humanoid lain yang bersamamu saat itu.” ucap Wendy.

“Ah, Johnny?” ucap Baekhyun.

Johnny? Jadi selain Baekhyun, ada Humanoid lain dirumah mereka?

“Ya…” kudengar Wendy menghembuskan nafas panjang, “Aku sangat rindu Johnny, dia sudah bersamaku sejak pertama kali aku dikeluarkan dari rumah.”

“Itu karena Nicole tidak tahan berada dirumah.”

“Aku tahu… Apa kau ingat Grey?”

“Tentang apa Wendy?”

“Sara… Aku bahkan masih ingat bagaimana Ia menangis dan berteriak betapa Ia membencimu saat pertama kali kau diaktifkan. Dia juga jadi orang yang membuatmu dinonaktifkan.” ucap Wendy.

“Aku ingat, tentu saja aku ingat. Tapi kau tahu Wendy? Bagiku Sara… Tetap seperti gadis berusia 10 tahun yang memberiku kenangan terakhir paling berkesan.” ucap Baekhyun.

Aku menyernyit. Sepuluh ta—oh tunggu, saat kami berada di Yanke layar aneh itu mengatakan usia Sara adalah tujuh belas tahun. Apa itu artinya Sara seusiaan denganku?

“Kenangan berkesan?” Wendy berucap bingung.

“Ya, Ia seolah menyumpahiku dihari terakhir aku diaktifkan.”

Beberapa lama tercipta keheningan.

“Memangnya apa yang Ia ucapkan?” tanya Wendy pelan

Baekhyun terdiam beberapa lama, dan Wendy tidak tampak bicara lagi untuk mendesaknya.

“Ia bilang saat terbangun aku akan mengalami hal yang tak akan kulupakan bahkan ketika chip-ku hancur, atau ketika aku diprogram ulang.”

Aku membuka mataku saat tak lagi mendengar pembicaraan mereka. Saat aku membuka mata, aku mendapati Wendy tengah tertidur dipangkuan Baekhyun, sementara Baekhyun tersenyum sambil mengusap rambut pirangnya.

Pemandangan semacam itu entah mengapa kembali membuatku merasa sesak. Aneh. Sangat aneh bagiku. Tapi perubahan tanda vitalku seolah menyadarkan Baekhyun bahwa aku masih terjaga.

Ia mendongak, dan tatapannya segera bertemu denganku. Menatap sepasang logam nano mengkilap yang berputar halus itu entah mengapa tak lagi membuatku merasa tenang sekarang.

Aku mengalihkan pandanganku, tak ingin memandangnya walaupun aku tahu Ia masih menatapku. Aku mengawasinya dari sudut mataku.

Tidak, jantung bodoh, berhenti bersikap tidak sopan. Berhentilah menjadi overact ketika aku melihat Humanoid itu. Ia akan mempertanyakan keanehan pada—

“Kau baik-baik saja Yeri?”

Benar bukan? Ia akan mempertanyakannya. Ugh.

Aku bergeming, dan memejamkan mataku. Aku ingin tertidur. Sungguh ingin tertidur.

“Yeri?”

“Aku hanya bermimpi buruk,” ucapku cepat.

“Kau berbohong,” kudengar Baekhyun bergumam pelan, aku kembali membuka mataku, dan tatapanku kembali tertuju pada tangannya yang—ugh, kenapa aku bahkan tak bisa mengalihkan pandanganku darinya?

“Aku tidak berbohong.”

“Tanda vitalmu sudah tidak stabil sedari tadi. Apa yang terjadi padamu? Scanning ku menunjukkan bahwa tak ada yang salah pada organ tubuhmu. Semuanya fungsional.”

Memang tak ada yang salah pada organ tubuhku karena perasaanku lah yang sedang bermasalah. Dan juga, hey—

“Kenapa kau melakukan scan tanpa seizinku?” ucapku tak terima.

“Aku tak perlu izin untuk melakukannya. Aku selalu melakukannya pada siapapun yang punya keadaan mengkhawatirkan.”

Jadi Ia menggolongkan keadaanku sekarang sebagai keadaan mengkhawatirkan?

“Aku hanya merasa terluka,” ucapku akhirnya.

Memangnya Ia akan mengerti?

“Tapi tubuhmu tidak terluka.”

Ugh, sudah kukatakan Ia tak akan memahaminya. Ia tak pernah paham apa yang terjadi pada manusia.

“Nah, kau sudah tahu aku baik-baik saja.”

“Tapi ada apa dengan tanda vitalmu? Kau juga bilang bahwa kau terluka.” ucap Baekhyun membuatku memejamkan mataku sejenak, sebelum aku akhirnya menatap Baekhyun lagi dengan sangat tidak sabar.

“Seseorang bisa saja terluka walaupun tubuh mereka tidak terluka.”

Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum Ia akhirnya menyernyit, dan menatapku bingung.

“Aku tidak mengerti. Kenapa manusia selalu menganalisis dengan cara yang aneh dan tak bisa dilogika…” gumamnya tampak berdebat dengan dirinya sendiri.

Apa Ia tidak bisa mendeskripsikan makna kata ‘terluka’ yang baru saja kukatakan? Oh sungguh. Sampai kapanpun Ia juga tak akan bisa mendeskripsikannya karena Ia tak bisa merasakannya.

“Apa yang membuatmu terluka?” tanya Baekhyun akhirnya.

“Karena aku terus bermimpi buruk.”

“Benarkah?”

“Ya, mimpi buruk bisa membuat manusia terluka.”

“Tapi banyak manusia yang sering mengatakan bahwa mereka lebih senang terus tertidur daripada harus bangun dan menghadapi kenyataan.”

Aku menyernyit.

“Dimana kau belajar istilah itu?” tanyaku.

“Sara…” gumamnya pelan.

“Begitukah? Kurasa Ia benar juga. Jika aku punya mimpi indah, aku akan memilih terus tertidur daripada menghadapi dunia sekacau ini.”

Baekhyun mengerjap cepat.

“Jangan bicara hal seperti itu.”

“Memangnya kenapa?”

“Kau tidak tahu bagaimana keadaan manusia yang tidak bisa terbangun dari tidurnya? Kau tidak sedang berkeinginan menjadi seperti mereka bukan?”

“Tidak, ya, tidak, tapi kurasa ya, sedikit banyak.”

“Yeri,” ucapnya dengan nada tak senang.

“Kuakui memang terus tertidur tanpa harus peduli tentang apapun tentang dunia ini, membiarkan orang lain menjalani duniamu tanpa dirimu sendiri memikirkan atau mengingat apapun, keadaan seperti itu pasti sangat menyenangkan.” ucapku pelan.

“Itu menakutkan.”

“Kau tak bisa merasa takut,” ucapku mencibir.

“Bagi manusia lain itu pasti menakutkan,” ucap Baekhyun.

Aku tertawa pelan.

“Tidak juga, lagipula keadaan semacam itu tak akan terjadi pada manusia. Mereka tidak harus peduli pada dunia tanpa harus tertidur tanpa terbangun. Bangsamu sudah mengambil alih semua yang manusia pedulikan.” ucapku.

Baekhyun diam, tapi Ia terus menatapku.

“Ada apa?” tanyaku saat Ia tak kunjung mengalihkan pandangannya.

“Tanda vitalmu terus tidak stabil, Yeri, kurasa kau butuh pengobatan.”

Aku mengalihkan pandanganku.

“Lupakan saja, aku baik-baik saja.”

Aku berbalik memunggunginya, kali ini benar-benar mengabaikannya. Apa Ia akan terus berpikir perubahan tanda vital seseorang berarti sesuatu yang buruk? Atau mereka memang diprogram seperti itu?

Tapi Baekhyun tidak punya program bukan? Ia sudah berpikir mandiri. Bukankah seharusnya Ia bisa menganalisa hal semacam itu?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Lihat apa yang kutemukan.”

Pagi ini sangat riuh karena Wendy berhasil menemukan frekuensi yang tepat untuk membajak sumber informasi. Dari sebuah chip kecil yang didapatkannya entah darimana, Ia membuat mobil ini penuh dengan celotehan orang-orang yang ada disekitar kami.

Yang ada diluar mobil tentu saja.

“Benda ini bisa melacak suara hingga lebih dari lima mil, hebat bukan?” ucapnya antusias disambut keberisikan yang sama dari Momo, Sally, dan tidak lupa, Baekhyun.

Hanya Kyungsoo dan Chaeyeong yang tampak acuh tak acuh pada perjalanan ini tapi tetap ikut andil dalam memberi pendapat.

Kurasa mereka tak begitu ambil pusing dengan apa yang orang lain lakukan jika itu tidak membahayakan nyawanya.

Aku melirik benda kecil yang dipasangnya di bagian kaca depan mobil, seperti kancing kecil berwarna hitam yang mempunyai perekat, suara Wendy diluar mobil segera terdengar dari sebuah speaker kecil di dalam mobil.

“Dengan ini kita bisa mendengar apa yang orang bicarakan saat mereka melihat kita. Kita bisa menghindari bahaya dari jarak lima mil.” terangnya.

“Hanya Sentry yang menggunakan ini, mereka memakainya untuk melacak keberadaan Humanoid Pemburunya. Sentry selalu punya teknologi yang canggih.”

Ia sekarang sudah ada didalam mobil.

“Sentry?” ucapku tanpa sadar.

Wendy menatapku.

“Ya, kenapa?” sahutnya dengan nada ketus yang kentara dalam pendengaranku, tapi apa Ia baru saja bilang bahwa teknologi itu digunakan oleh Sentry?

“Jika hanya Sentry yang menggunakannya darimana kau dapat benda itu?” tanyaku membuat Wendy dihadiahi tatapan yang sama oleh Sally.

“Ya Wendy, kurasa mendapatkan benda ini dari Sentry tak akan mudah bukan?” ucap Sally, Sally sangat bisa bicara memojokkan seseorang seperti ini.

“Ah… Itu…” Wendy menatap Baekhyun, seolah meminta perlindungannya, tapi Baekhyun nyatanya menatapnya dengan sama bertanya-tanyanya.

“Apa mungkin kau mengenal mereka?” ucapku membuat Wendy menghadiahiku dengan tatapan tajamnya.

“Kau bercanda? Kau pikir mengenal Sentry semudah kau menemukan Humanoid Pemburu saat Pembersihan?” sindirnya.

Ia menyindirku, aku tahu itu, entah kenapa yang lain tidak—oh, hanya ada tiga orang Outsider disini.

“Lalu kau mencurinya, Wendy?” tanya Baekhyun.

“Tentu tidak Grey, aku tak pernah menodai catatan hukumku.”

Oh, menodai… Ia pandai menjadi puitis dalam hal ini.

“Itu adalah milikku.” perhatianku teralihkan saat Dahyun berucap.

“Apa?” Baekhyun kini menatapnya.

“Penyadap itu milikku. Servicer ku memasangnya, dan Wendy menemukan benda itu ada padaku.”

Aku menyernyit. Jika benar ada pada Dahyun… Lalu…

“Bagaimana dengan speaker itu?” tanyaku.

“Aku membuatnya dari speaker tak terpakai dirumah Wendy.” ucap Dahyun lagi, kenapa Ia baru berucap sekarang?

“Tapi—”

“Bisa kita melanjutkan perjalanannya dan berhenti memperdebatkan hal sepele ini?” potong Wendy membuatku menatapnya.

Kenapa Ia selalu bicara dengan cara yang membuatku merasa Ia bersikap berbeda padaku? Sally mengangkat bahunya, dan melangkah ke bagian depan mobil, sementara Wendy melangkah ke arahku.

“Aku tahu kau tidak suka perjalanan seperti ini, kalau kau mau, aku bisa menurunkanmu di Marseille sehingga kau bisa jadi Outsider lagi seperti yang kau harapkan.”

Mulutku terbuka untuk berucap, tapi tatapanku bertemu dengan Baekhyun, membuat semua kalimat yang sudah siap untuk meluncur dari dalam mulutku kini kutelan lagi.

Aku mengabaikan ucapan Wendy, walaupun rasa sesak itu kembali melandaku. Untuk entah ke sekian kalinya, Ia bersikap seperti ini padaku, hanya padaku.

“Dan juga, Grey adalah Humanoid ku, jangan pernah bermimpi Ia akan jadi Humanoidmu, Yeri.” Ia menekankan namaku, dan menekankan setiap kata dalam kalimatnya.

“Aku tak pernah menginginkan hal semacam itu.” ucapku akhirnya.

“Benarkah? Lalu kenapa kau masih ikut dalam perjalanan ini?”

“Itu karena—”

“Yeri.”

Aku tersentak saat Baekhyun menyebut namaku, tidak, aku tersentak karena Ia akhirnya ikut bicara.

Saat aku tersadar, Baekhyun nyatanya tengah melemparkan pandangannya ke arahku, dengan tatapan khas miliknya yang tak bisa kuartikan.

Aku ingin, sangat ingin mengabaikannya, tapi aku tak pernah bisa melakukan hal seperti itu, tidak hanya pada Baekhyun, tapi bahkan pada Wendy.

“Kenapa?” ucapku akhirnya setelah terdiam cukup lama.

“Hentikan mobilnya sebentar, Momo.” ucap Baekhyun membuatku menyernyit, apa yang sekarang sedang Ia rencanakan?

Baekhyun berdiri, dan bergerak mengambil mantel wool merah muda yang sudah kutaruh begitu saja diatas bahu kursi kecil yang kemarin kupakai untuk duduk dibelakang Baekhyun.

“Aku akan membawa Yeri berjalan-jalan sebentar, Wendy.” ucapnya mengejutkanku, berjalan-jalan? Disaat segenting ini?

“Grey? Kita diburu oleh waktu,” kata Wendy terdengar tidak setuju, apa Ia tidak suka karena Humanoid nya akan pergi bersamaku?

“Dia benar Baekhyun, kita dikejar waktu.” ucap Kyungsoo membenarkan, kurasa tak hanya Wendy satu-satunya orang yang tidak setuju.

“Kalian bisa melanjutkan perjalanan, aku dan Yeri akan menyusul.” ucap Baekhyun, dan tanpa seizinku Ia memasang mantel itu dibahuku, menarik lenganku untuk mengikutinya.

“Grey!” kali ini Wendy berucap keras.

Baekhyun menatap yeoja itu sejenak, dan meninggalkanku untuk mendatanginya. Baekhyun mengusap puncak kepala yeoja itu, dan tersenyum menenangkannya.

“Aku akan baik-baik saja Wendy,”

“Kau membelanya karena Ia berdebat denganku?” tanya Wendy.

“Tidak, tentu saja aku tidak membelanya.”

Hatiku mencelos mendengar ucapan Baekhyun. Lagipula apa yang kuharapkan? Bahwa Ia membelaku? Jangan bercanda Yeri.

“Kalau begitu jangan tinggalkan mobil ini.”

“Ada yang harus kami bicarakan,” ucap Baekhyun.

“Bicarakan saja disini, apa yang begitu penting untuk dibicarakan dengan seorang Outsider?” ucap Wendy membuatku menatapnya.

“Apa Outsider begitu buruk dimatamu?” aku baru saja akan mengutarakan pikiranku saat Sally mendahuluiku.

Wendy bungkam. Heran sekali bagaimana Ia bisa tahu ucapan-ucapan yang dapat menyakiti orang lain padahal Ia sendiri bungkam saat seseorang berucap tegas padanya.

“Jangan bicara seperti itu Wendy, aku tak akan bisa menemukanmu jika tanpa bantuannya.” aku sedikit merasa senang saat Baekhyun bicara seperti itu.

Sejenak, aku merasa dirinya yang baru kukenal kembali, tapi hanya sebentar, karena aku sadar Ia berucap seperti itu untuk menenangkan Wendy, Owner-nya.

“Baekhyun-ah…” aku akhirnya berucap.

Aku memang merasa tak nyaman karena kekesalan Wendy, tapi aku lebih merasa tak nyaman saat keputusan Baekhyun yang menyangkut diriku membuat keadaan menjadi canggung seperti ini.

“Jangan memanggilnya Baekhyun. Namanya Grey!” ucap Wendy tajam padaku, ucapannya untuk kesekian kalinya membuatku bungkam.

“Wendy,” kali ini Baekhyun berucap dengan nada tegas, “jaga bicaramu, aku tidak mau kau membuatnya terluka karena ucapanmu.”

Aku terpana. Sungguh. Ucapan Baekhyun barusan…

“Grey… Kenapa kau jadi seperti ini? Untuk apa kau peduli? Kau tadi bilang bahwa kau tak membelanya.” ucap Wendy dengan nada tak percaya.

“Kukatakan aku tidak membelanya, tapi aku juga tidak membelamu. Aku tak mau ada orang yang merasa tidak nyaman karena perjalanan ini.

“Jangan biarkan dirimu terus berada dalam ketidak stabilan.” ucap Baekhyun sedikit membuatku geli, Ia masih menggunakan istilah itu.

“Apa? Grey! Kau tahu apa yang membuat keadaan tidak nyaman disini?” tanya Wendy sambil menarik lengan Baekhyun yang ada dipergelangan tanganku.

“Wendy.” Baekhyun kembali berucap.

“Gadis ini! Dialah yang membuatku tidak nyaman!”

Wendy menunjukku, oh sungguh, ada apa dengannya? Apa yang begitu salah padaku? Kenapa ia bersikap seperti ini?

“Memangnya apa yang sudah kulakukan padamu?” ucapku.

“Kau masih bertanya? Tentu saja karena sejak pertama kali melihatku kau sudah melihatku dengan tatapan tidak senang. Apa kau tidak suka padaku? Sikap terang-teranganmu sungguh membuat tidak nyaman.”

Mulutku terbuka untuk bicara, tapi tak ada kata yang sanggup keluar. Apa aku bersikap begitu padanya? Tidak. Aku tak pernah bersikap seperti itu.

Aku hanya… ah, ya, aku memang merasa kesal padanya. Tapi bukan berarti aku tidak suka padanya.

Tapi… tuduhannya sungguh tak bisa kuterima.

“Lalu aku harus bersikap seperti apa? Apa kau sangat berharap semua orang menyukaimu?” ucapku akhirnya.

“Apa?!”

“Kita manusia… Bukan Humanoid. Emosi dan ekspresi sudah jadi hal wajar bagi kita. Kenapa kau begitu mempermasalahkan ekspresi seseorang?” tanyaku.

“Yeri, cukup…” kali ini Baekhyun berucap.

Aku melepaskan mantel yang tersampir dibahuku, dan segera melangkah menjauh dari pintu, tapi Baekhyun menahanku.

“Lepaskan aku…” ucapku pelan.

Mengabaikanku, Baekhyun mengambil mantel itu lagi, dan meraih sebuah ransel hitam dari atas meja.

“Grey! Lepaskan dia!”

“Tidak Wendy.” ucap Baekhyun mengejutkanku, Ia membantah Wendy, Ia membantah Ownernya.

“Grey, ada apa denganmu!?” tanya Wendy dengan nada tinggi.

“Kau sudah keterlaluan kali ini.”

Tak menunggu ucapan apapun dari Wendy, Ia menarikku keluar dari mobil, bersamanya, Ia bahkan mengabaikan panggilan Wendy.

“Kenapa? Apa kau mau bilang bahwa aku memaksakan egoku lagi?” ucapku sambil menatap Baekhyun.

Ia tampak terkesiap.

“Tidak, aku tidak ingin berkata seperti itu.”

“Tapi kau berkata seperti itu kemarin.”

“Benarkah?”

Pertanyaan Baekhyun membuatku menatapnya dalam diam.

“Lupakan saja,” kataku akhirnya.

Baekhyun bergerak memasang mantelku, tapi aku menahan lengannya.

“Sudahlah Baekhyun, lebih baik kita lanjutkan perjalanan saja.” ucapku sambil mengusap air mata yang membasahi pipiku.

Sejak kapan air mata ini terjatuh tanpa seizinku?

“Kau menangis?” tanya Baekhyun mendengar suaraku yang bergetar.

“Tidak.” ucapku lirih.

Tanpa kuduga Baekhyun menarik daguku, tatapannya berubah saat nyatanya ucapannya benar, aku memang menangis.

Ya. Aku menangis karena alasan yang aku sendiri tidak bisa mengerti.

Baekhyun mengusap pipiku, membuatku tak lagi sanggup menahan air mataku yang berjatuhan begitu saja dengan bodohnya.

“Bagaimana mungkin aku membiarkan kita melanjutkan perjalanan saat kau masih terluka seperti ini?”

Ia tahu? Ia tahu aku terluka?

“Aku baik-baik saja…”

Baekhyun menarik daguku, dan menggeleng pelan.

“Kalau kau masih menangis itu artinya kau masih terluka.” ucapnya.

Aku begitu terkejut bagaimana Ia sekarang menganalisis kata-kata ‘terluka’ itu. Apa karena ucapanku tadi? Entahlah.

Dan kenapa Ia bersikap aneh seperti ini? Membawaku keluar dengan tiba-tiba dari dalam mobil…

“Apa kau membawaku keluar hanya untuk mengatakan ini?” tanyaku.

“Tentu saja tidak. Kau kira aku membawamu turun tanpa tujuan?”

Aku menggeleng.

“Lalu apa?” tanyaku.

“Kau akan merasa lebih baik jika membagi lukamu dengan seseorang.”

Aku semakin merasa bingung. Semakin lama aku semakin tak bisa membedakannya dengan manusia. Ia… mulai bicara dengan cara yang sama seperti kami.

“Memangnya sejak kapan kau bisa membedakan seseorang yang terluka dan tidak? Lagipula… Tubuhku tidak terluka.”

Baekhyun menarik lenganku, menggenggam lembut jemariku sebelum Ia akhirnya membimbing langkahku.

Jantungku mulai melompat tidak karuan saat Ia bersikap seperti ini. Tidak. Kumohon tidak. Ia akan merasa aneh jika tanda vitalku berubah.

“Manusia itu aneh.”

“Kenapa?” aku menyernyit.

“Seperti yang kau katakan kemarin. Mereka memang tidak terluka secara fisik. Tapi tanda vital mereka berubah tidak stabil. Ekspresi mereka juga menunjukkan ekspresi sakit yang sama. Dan mereka terus mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.

“Bukankah itu artinya kau terluka walaupun tubuhmu tidak terluka?” Baekhyun menatapku, dan ucapannya membuatku mengalihkan pandangan.

“Kau mengulang kalimatku.”

“Karena kau menganalisisnya seperti itu.”

Aku mendengus pelan. Apa Ia juga akan menyindirku karena perubahan tanda vitalku saat Ia menggenggam tanganku? Ugh.

Ingin sekali aku menarik tanganku terlepas dari genggamannya, tapi kenapa tangan bodoh ini seolah membeku dalam genggamannya?

“Apa ucapan Wendy membuatmu sakit hati?” tanyanya membuatku terkesiap.

Kembali teringat pada Wendy sanggup membuat dadaku merasa sesak. Ia sudah mengatakan banyak hal menyakitkan sejak kami pertama bertemu.

Dan Ia jelas merasa tak nyaman karenaku. Sial. Lagipula kenapa juga aku harus membuatnya merasa nyaman? Aku yang sudah lebih dulu ada diperjalanan ini bukan? Walaupun… aku memang tak sewajarnya bersikap seperti itu padanya.

“Aku tidak sakit hati.” ucapku setelah terdiam cukup lama.

“Kau manusia, kau bisa sakit hati.” katanya membuatku tertawa pelan walaupun aku masih tidak bisa menghentikan tangisku.

“Sekarang kau tertawa. Kau baik-baik saja Yeri-ah?”

Bagaimana aku tidak merasa geli ketika Ia membalik ucapan yang pernah kukatakan padanya saat aku menuduhnya sakit hati?

Sungguh, Ia ingat semua kalimat yang pernah kuucapkan padanya.

“Aku baik-baik saja, itulah mengapa aku tertawa walaupun aku menangis.”

Baekhyun tertawa pelan.

“Sungguh aneh…” ucapnya.

“Apa yang aneh?” tanyaku.

“Perasaan dan emosi manusia, yang pernah kau deskripsikan… Aku benar-benar tidak bisa memahaminya.”

“Kenapa?” aku menyernyit, bukankah Ia punya kemampuan analisis yang luar biasa? Bagaimana mungkin Ia tak memahami manusia?

“Karena kalian bisa merasa senang dan sedih diwaktu yang sama. Kalian bisa membenci dan menyukai seseorang diwaktu yang sama. Kalian bisa berbohong dan mengucapkan hal yang benar disatu waktu yang sama… Sungguh aneh.” terangnya.

Aku menghembuskan nafas panjang.

“Begitulah manusia… Tidak bisa dipahami.”

“Kau juga manusia, dan aku sama sekali tidak bisa memahamimu.” katanya, kali ini aku yang menatapnya.

“Kenapa tidak?” tanyaku.

“Kau bicara padaku… Lalu detik selanjutkan kau mengabaikanku. Tapi kemudian aku tahu kau memandang ke arahku… Kau berjalan bersamaku tapi menganggapku tak ada.

“Saat aku mengajakmu untuk ke rumah lama Owner ku, aku tahu kau enggan ikut… Tapi aku tak mengerti kenapa kau setuju untuk ikut.”

Aku tersentak.

Bagaimana mungkin Ia bisa mengetahui hal-hal yang tak kuucapkan? Apa Ia sekarang punya kemampuan lain seperti membaca pikiran?

“Kau mengetahui pikiranku?” ucapku tanpa sadar.

Baekhyun menyernyit.

“Aku tidak punya kemampuan supranatural.” sanggahnya.

“Lalu bagaimana kau… bisa mengetahui semua itu?”

Baekhyun tersenyum.

“Tentu saja karena ekspresimu jelas menunjukkan kau tidak ingin ikut.”

“Ah…” aku akhirnya bergumam pelan, tentu saja, Ia punya kemampuan analisis yang luar biasa bukan? Nyatanya Ia sudah menggunakan kemampuannya.

“Terima kasih…”

Aku menatapnya.

“Untuk?”

“Kau masih bisa bersikap tidak keberatan walaupun kau sendiri merasa tidak suka melakukannya. Kau bahkan menemaniku, aku sangat menghargainya. Walaupun tetap saja, ekspresimu tak bisa berbohong.”

Apa ekspresiku begitu menunjukkan emosi yang kurasakan?

“Kau ingin pergi ke Museum Louvie, tapi kau menolak karena alasan yang tak kumengerti. Hanya karena mereka menunggu kita? Kurasa tak akan ada manusia yang mau melepaskan keinginannya hanya karena hal seperti itu.

“Kau juga marah karena aku bersikap mengacuhkanmu, tapi kau terus diam dan membiarkanku bersikap seperti itu. Kau marah karena Sally tidak menyebut namamu… Tapi kau masih diam.

“Kau bahkan terluka karena ucapan Wendy, tapi tak membalas ucapannya dan tetap diam. Apa semua emosimu kau simpan dalam diam, Yeri-ah?” Baekhyun kini kembali menatapku.

“A-Aku tidak—”

“Kau bahkan bicara pada Momo bahwa kau ingin meninggalkan kami semua di Marseille. Tidakkah kau tahu terkejutnya aku saat mendengarnya?” sambungnya membuatku terkesiap.

“Bagaimana kau tahu semua itu?” tanyaku.

“Yeri-ah… Aku seorang robot, aku mendengar semuanya lebih jelas, aku menganalisis semuanya dengan lebih rinci.”

“Ah…” lagi-lagi aku hanya sanggup bergumam.

“Lalu… alasanmu menangis, apa itu karena kau sudah tak bisa menahan emosimu lagi?” tanyanya kujawab dengan gelengan pelan.

“Aku tidak tahu kenapa aku menangis.” ucapku.

“Apa?”

“Aneh bukan?” kataku sambil menatapnya.

“Aku tidak mengerti. Kau selalu membuatku harus banyak menganalisis karena sikapmu, Yeri-ah.”

Aku terdiam mendengar ucapannya.

“Lalu kenapa kau mengatakan semua ini padaku?” tanyaku.

Sangat aneh ketika semuanya sudah terjadi dan Baekhyun tiba-tiba saja membahasnya. Terutama karena Ia membawaku keluar dari mobil untuk membicarakan hal ini.

Sangat aneh.

“Pembicaraan terakhir kita dimobil… Aku tahu kau sangat takut ucapan Irene akan jadi kenyataan. Kau bahkan memintaku mencarikan Humanoid untukmu karena kau berpikir aku akan meninggalkanmu setelah bertemu Ownerku.

“Kau bilang kau ingin punya seorang Humanoid agar hidupmu tak lagi menyedihkan. Tapi aku tahu kau hanya takut ditinggalkan. Kau tidak ingin kembali sendirian. Bukankah begitu?”

Aku menatap Baekhyun. Apa Ia menganalisis semua sikapku? Sementara aku sama sekali tidak sadar ketika Ia sudah melakukannya?

Aku bahkan tak pernah mengungkapkannya pada siapapun. Kenapa… Kenapa Ia bisa mengungkapkan semuanya dengan rinci?

“Lalu… Apa hubungannya dengan pembicaraan ini? Kita bisa bicara didalam mobil, tak akan ada yang berbeda.”

Baekhyun tersenyum.

“Aku tak ingin kau merasa tidak nyaman karena semua orang mendengar pembicaraan ini. Sudah kukatakan kita perlu bicara secara pribadi bukan?” tanyanya membuatku menyernyit.

“Kau mengatakannya beberapa hari yang lalu, saat kita berdebat tentang membawa serta Chaeyeong dan Kyungsoo.” ucapku.

“Benar. Dan kita tak pernah bicara dengan pribadi. Semua orang mendengarkannya.”

“Tidak juga… Kurasa tadi kita sempat bicara berdua saja.”

“Benarkah?”

“Saat aku membahas tentang—”

“Momo mendengarnya. Ia tahu kau ingin seorang Humanoid.”

“Benarkah?” kali ini aku yang mengulang pertanyaan Baekhyun, sementara Ia menatapku, dan menghembuskan nafas panjang.

“Aku merasa aneh saat kau bicara tentang Humanoid.”

“Memangnya kenapa?” tanyaku bingung.

“Karena kau membuatku berada dalam posisi yang membingungkan.”

“Memangnya apa yang sudah kulakukan?” ucapku semakin tak mengerti.

Baekhyun memandangku tak percaya.

“Kau tidak sadar? Ucapanmu membuatku harus memutuskan dengan benar tentang siapa yang harus mendapatkan Humanoid.”

“Maksudmu?”

“Siapa yang lebih pantas mendapat Humanoid baru, Wendy… atau kau.” jantungku kembali terpompa karena ucapannya.

“Wendy? Tapi Wendy Ownermu.”

“Siapa yang mengatakannya?”

“Kyungsoo. Dan kau juga membenarkannya.” ucapku.

“Dia bukan Ownerku.”

“Tapi bukankah dia adalah—”

“Saat aku di non-aktifkan, Ownerku memang memindahkan kepemilikanku pada Wendy, tapi aturan Servicer, jika ada seorang Humanoid tidak di upgrade Owner nya selama lebih dari tiga tahun, maka hak kepemilikannya akan dicabut.

“Aku tak punya Owner sekarang, Yeri-ah. Dan juga, aku tidak mau membayangkan kau punya seorang Humanoid asing yang tidak bisa kupercaya.”

Aku menyernyit, “Kenapa?” tanyaku.

Baekhyun menggenggam erat jemariku, untuk ke sekian kalinya membuat jantungku berdegup tidak karuan karena tindakannya.

“Karena aku bisa melindungimu lebih baik daripada Humanoid manapun.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Cuap-cuap by IRISH:

Oke, pertama, tolong jangan jenuh karena Irish selalu menyisakan cuap-cuap di akhir fanfict .___. ini semata-mata karena kolom komentar saja gak cukup buat aku mengenal kalian. HIKS. Padahal kan aku pengen kenal sama kalian semua /kemudian mewek bombay/ /ditendang/ OKE, JADI SERIUS SEKARANG, sebenernya gak ada rencana sama sekali buat mengganti poster (lagi) karena menurut pemikiranku ganti poster itu tiap 5 chapter aja ._. biar kalian gak pada jenuh gitu liat posternya itu-itu aja. Tapi kali ini di chapter 9 aku udah ganti. Kenapa? Karena ada yang pernah nanya ‘seperti apa visualisasi Baekhyun sebenernya di sini?‘ oke, memang membingungkan ngebayangin Baekhyun jadi robot, ya. DAN AKU JUGA SAMA BINGUNGNYA. Jadi setelah bertapa selama 40 hari 40 malem (ceritanya lebay) aku mendapatkan inspirasi tentang visualisasi Baekhyun! That nano-logam on his eyes! (kemudian digampar karena bahasa inggris yang ancur) jujur, seperti di poster inilah penggambaranku tentang dia, GAK BEREKSPRESI, jelasnya.

Dan karena aku baik (ceritanya pamer) aku rajin membuat chapter nya isinya panjaaangg (karena jujur sebenernya kemampuan mengetikku per chapter itu gak sampe 4000 words T.T) kebetulan juga karena ide nya lancar. HEHE. SYUKURLAH.

DAN KABAR GEMBIRANYA, karena aku anak rajin yang rajin berdoa, pengerjaan fanfict ini kan dari sebelum TWICE debut kan, ya. UNTUNGNYA mereka debut pas fanfict ini on going, jadi kalian bisa searching profile mereka biar lebih bisa memvisualisasikan. DAN SM ROOKIES sendiri tahun depan debut! YEAY! IRISH MEMBUAT MEREKA DEBUT /kemudian ditendang ke rawa-rawa/

Tapi mohon sabar ya, karena cerita ini sebenernya banyak adventure nya, jadi member EXO dan TWICE juga SM Rookies yang lain masuknya nyicil-nyicil /elah/ di fanfict ini~~~ alurnya sendiri? Tau teaser EXODUS kan? Fanfict ini akan berjalan-jalan ke negara itu ^^

HAMPIR KELUPAAN! Karena imej Baekhyun yang terhancurkan di Irresistible Love, aku jadi merasa bersalah u,u karena di chapter 8 kemarin Baekhyun jahat juga ke Yeri u,u maap ya, bawaannya pas bikin chapter kemarin pengen membully si Baekhyun. Tapi Baek baik kok. NAMANYA AJA BIAS. Dia baik, hiks. Jangan marahin Baek, marahin authornya aja /ceritanya melas/ DAN YA AMPUN akhirnya Irish bisa ngebuatin quotes buat fanfict ini! Sungguh author yang menyedihkan T–T

SEKIAN CUAP-CUAP KALI INI, THANKYOU~~~~~ /KEMUDIAN TINGGAL SALAM PELUK CIUM/

COMING SOON!

SUNDAY – 22/11/2015 – 00:00 [IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #10]
WEDNESDAY – 25/11/2015 – 00:00 [KAJIMA – SLICE #5]
SUNDAY – 29/11/2015 – 00:00 [One And Only – SLICE #10]

168 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #9 — IRISH’s Story”

  1. whuaaa eon kenapa sih pinter banget?
    aku baca langsung dari awal ampe slice 9 ini hari ini aja. tapi emosi aku di ff yang ini tuh udah kebolakbalik berapa kali????! ntar aku bete gegara baeknya milih ketemu wendy, tambah badmood lagi si baek ngabain yeri
    tapi di slice ini baek sweet nya ampe diabetes gitu
    aaaakh sumpah eon kereeeeen !!
    ini benerankan ya slice 10 nya jam 00:00???
    gaksabaaaar :3

  2. Ya ampun dek.. gue disemutin nih nunggu kelanjutannyaa.. gak sabar bgt -_- haha
    Sampe bolak balik buka irish story yg ini.. hueee
    Niat mau comment di slice 10 nnti tp gak sabar comment ajalah di sini. Biar lo cpetan update :p
    Sumpah tiap hari gue jd kepoin si baekhyun dek gegara ff lo nih. Gua jd suka bgt karakter dia di ff yg lo buat aaaaaaa walopun aslinya tu orang gesrek abis, ngebayangin dia jd cool kalem begini aja gua udh bahagia bgt /loh?
    Sambil nunggu updatean ff ini sm IL, boleh kali kasi saran ke gue ff yg lain macem lo gini tapi.. fantasy, terus bahasanya, alurnya, yaa sebelas 12 lah sama ff yg lo buat. Tp main castnya kai chanyeol ato baekhyun. Kyungsoo jg boleh. Ato lo punya blog pribadi gitu dek? Gue baca sini lhaa… ya? Ya? Mumuah :*

    1. Huahahahaha XD sabar kaaakk aku harus banyak2 baca referensi krn ff ini;3; hueeee maap ya kak apdet nya lama kayak nunggu ayam betelur ;_; aku boleh bangga dong baek jd banyak yg kepoin krn ff ku XD huehehehehe
      Main cast mereka?._. Aku perlu ubek2 dulu krn aku juga skrg jarang baca ff kak ._. Aaahh jangan main ke blogku kak isinya awut2an XD ff nya absurd semua disanaa~

    1. 10 ribu dapet 3? Kayak obralan jajan aja yaa e.e wkwkwkwkwk gapapa kok santai ajaa{} aku udh ngehargain usaha kamu buat komen walau di bbrp chap aja{} thanks yaaaa

  3. kakaaaak yang sukaa ng-irish cabekyun ~
    *abaikan kalimat diatas*
    aku baru komen T~T ._.v
    baek ini robot tapi dibikin bisa labil/? kenapa dia baik2in wendy padahal bukan ownernya? terus balik ke yeri *nanya mulu*
    dari awal yoon mikir juga sih kalo dalem homecar gamungkin dong sama kak irish castnya baik semua. pasti ada penghianat diantara mereka. hayo ngaku~ dulu aku pikir si momo tapi udah nggak soalnya momo baik sama yeri kkk dan yang menunjukkan tanda2 patut dicurigai itu si WENDY sama dahyun. entah kenapa jadi kesel aja sama mereka.
    tapi entahlah semua tergantung *mati dong* serah kak irish deh buat kelanjutannya, keep writing ^^ fighting kakaak

    1. Ngiris cabekyun😂😂😂😂😂 sumpah ini bikin ngakak banget wkwkwkwkwkwk gapapa laah asal komen aku udh berterima kasih banget😂😂😂
      Yuhuuu baek kan gak sepenuhnya robot lagi/? Cuma dia masih ga nyadar aja ya wkwkwkwkwk iya dooooong apa jadinya cerita kalo isinya cast nya baik semua XD wkwkwk wendy kasian jd tersangka utama nih XD
      Tergantung aku? Okelah aku bikin semakin menggantung2 XD thanks komennya yaaaa

    2. hehe abis ngeselin bikin terluka tapi gaada lukanya :3
      yoon gasabar nunggu kai muncul, aah~ pagi2 gini udah bayangin punya humanoid kek kai enak kali ya XD kkk~
      iyadeh kurangin muatan homecar itu daripada mereka pake foodtruck *gak ding* tapi jangan bunuh semua castnya dengan cara digantung semua, cukup reader aja yg digantungin sama disebarin virus tbc xD

    3. Huahahaha XD oh yaaa aku agak bersyukur ga ada yg protes eyd krn bahasa nya baek kan ga eyd/? :’) kasian robot masa ngomongnya bisa gaul kan nanti aneh ya/? /jd curcol/ XD aaahh kaaaii kai abis dari marseille sama barcelona loh! XD dan aaahh masih ada banyak masalah sebelum mereka ketemu kai /spoiler ini/ XD
      Foodtruck? Ya ampun aku ga pernah mikir sampe kesana! XD yoonmiiiiii pemikiran kamu luas banget XD wkwkwkwkwkwk engga kok palingan aku bikin dibunuh sentry /eaaaaa XD

    4. iyaya ._. yoon juga baru sadar. mungkin sentry bikin humanoid itu ada chips selain bahasa asing juga ada kamus bahasa banmal sama gaul ._.v
      kai muncul pas tinggal enaknya doang/? nanti mereka ketemu kai di hotel yg lampunya redup kkk XD
      itu spontanitas aja kak .-. luasan juga punya kak irish bisa buat humanoid, succubus, vpgn *apalah itu*, banyak deh~
      sentrynya ada yg member exo gak kak/? spoiler~ spoiler~ ^^)~

    5. Yoon XD jangan bikin ngakak pagi2 deeh wkwkwkwkwkwkwk humanoid ini udah komplit banget loh,gak sekaku robot biasanya XD hahahahaha
      YA TUHAN IYA KETEMU DI HOTEL LAIT SABER YA XD WKWKWKWK
      Humanoid itu inspirasi dari robot2 buatan jepang XD wkwkwkwk biar terkesan beneran ada jd aku pake humanoid XD wkwkwk
      Ada dooooongg XD serius ada XD nanti hmm mulai chap berapa ya itu mulai pov nya baekhyun XD kan dr chap 1 pov yeri terus XD

    6. syukurlah minggu2 gini bisa ngakak XD kalo udah senin bawaan pusing kkk
      uwooh iya kek yg restaurant di jepang yg pegawainya humanoid itu sama alat prakteknya dokter gigi juga, kalo berdasarkan fakta gini cerita bisa jadi feelnya lebih real ya kak ^^ /halah yoon banyak bacot/
      uhuu jadi gasabar nunggu the next slice~
      thanks komennya ^^ *ini ff siapa coba* /dilempar sandal kak irish/

    7. XD iya aku bangun tidur ketawa mulu sampe skrg wkwkwk /tanda2 gangguan jiwa/
      Bener!! Duh jangan2 nanti ada beneran ya model2 baek .__. Siapa tauu iris udah ramalin dari ff /eaea XD wkwkwk sabar yaaa XD duh aku ga suka lempar2 kok sukanya bagi2 misteri /eaaaa

  4. Bekyuuunnn ? Eh sumpah itu bekyun ? Bh yg cabe nya setengah mati ? Bilang kayak gitu ke cewek ? SOMEONE PLS TELL ME WHERE I CAN FIND A BOY LIKE HIM. GIVE IT TO ME PLSSS. Jaman gini cari cowo bilang kek gitu ke cewek rasanya impossible banget. Yaampuuunnn… pasti ntar malem gua gabisa tidur bayangin omongan bh :v

    1. 😂😂😂😂😂😂😂😂😂 apa ada yang aneh saat cabekyun berubah menli? Wkwkwkwkwk aduh ini baekhyun versi robooooot loh emang mau?😂😂😂😂😂😂😂 ada ya robot aja bisa so sweet kok manusia engga/?😂😂😂 bayangin aja udah/? Akupun kalo mau bobo bayangin si baek😂 thanks komennyaaa lama ga keliatan kamu btw~😂😂😂

  5. Uuuahh keren sumpah mbak😁 (gpp kan panggil mbak😳aku orang jawa yang gabisa bajasa jawa*curhat ciee) btw aku ketemu ff ini pas baca forgotten, jadi aku reader baru ffnya mbak irish😄 salam kenal mbak irish. Bytheway aku suka banget sama apapun yang berbau fantasy.. haha jadi curhat lagi😂😅

    1. Sama2 orang jawa nya😂😂😂😂😂 ya ampun forgotten! Proyek ff paling tragis/?😂😂😂😂 aduh thanks banget udh nyempetin baca ff ku yaaa~ pdhl fantasy sci-fi semua rata2😂😂 thankseeuuuu~😘

  6. Kyaaa!!! Kak irish iya gpp update nya lama tapi 1 chapter nya panjang~ di sini momo rambut nya warna apa kak? Kkkk~ aduh wendy nyebelin juga ya.. kaya nya itu dahyun bohong buat nolongin wendy biar ga di curigain ckck paling dahyun cmn anggep itu bales budi karena wendy nolongin dia dari sentry

    1. XD hahahaha iya nih krn update nya agak lama aku jadi bikin panjaang XD biar sekalian gitu wkwk XD Momo sebenernya disini rambutnya warna gelap kek pas masih di Sixteen XD tp gapapa sih terserah ngebayanginnya gimana XD huahahaha XD tebak aja deh Dahyun itu gimana XD

  7. Akhirnya Baekhyun udah kembali ngga nyebelin><
    kirain wendy memang owner-nya Baekhyun, ternyata bukan, kalo gitu sih Baekhyun harus milih Yeri buat jadi owner-nya
    Kayanya Yeri harus ekstra sabar di chapter ini, apalagi emosinya ngga stabil kan
    penasaran banget nih, ditunggu lanjutannya 😀

    btw, quote-nya sukses bikin senyum-senyum! XD

    1. Huahahaha iya si wendy nyebelin /lah/ XD wkwk aduh kata2 gak stabil mirip bahasa kaku nya si baek nih hohoho penasaran? Tunggu next chap nya ya^^ thanks komennyaa aduh duh quotes nya aneh atau gimana wkwkwk

  8. Unni satu lagi, visualisasi baekhyun aku suka yg era2 overdose, rambutnya item. Itu dia kan cakep bgt, kadang imut kadang cakep gak ketulungan

    1. SERIUS AKU SUKA DIA SEJAK DISANA JUGA/? krn sebelumnya bias aku si sehun ._. Tp ide cerita ini aku dapetin sejak luat teaser exodus nya baekhyun jd gatau kenapa bayanganku dia kayak di sana ._.

  9. Alhamdulillah fanfic nya nongol juga, fanfic ini yg plng aku tunggu dr author soalnya critany beda dr yg lain
    Alhamdulillah jg, baekhyun trnyt gk pny owner
    Itu perhatian baek ke yeri bikin melting, sweet bgt
    Tp ya, apa pmbicaraan mereka gk di denger sama yg di mobil ? Kan mereka udh pny chip yg bisa deteksi suara dr jarak jauh td ?
    Wahh, brarti perjalanan mereka msh pnjng bingin ya thor
    Pokoknya keep writing deh,fighting !!!

    1. Huahahaha XD ceritanya agak antimainstream karena aneh ya/? u,u duh iya nih dia ga punya owner XD wkwkwk padahal robot ya tp bisa so sweet gitu si baek wkwkwk yuhuuu kan pembicaraan mereka td bagian so sweet nya aja tuh yg di denger, pas mrk tau kl wendy jahat itu kan udh ada di area yg bisa ngerusak peralatan listrik jd ga kedengeran ^^ thanks komennya yaa

  10. Aku baru baca chptr ini huhu u.u
    And cuap cuap dari ka irish bkin aku bahagia(?) lagi, yang sebelum nya dari terkepurukan karena kalimat “to be continued”
    NEXXT KAK, I’M ALWAYS MENUNGGU FF NIEH~ Tengkyu<3

    1. Huahahahaha telat dikit gapapa asal masih baca/?^^ duh serius cuap2 itu gabisa lepas dari tiap chapter T~T krn emg banyaaak banget yg pengen aku omongin ke readers tp apa daya dunia membentengi kita /apasih/ u,u thanks banget komennya, thanks juga krn mau nunggu~~

  11. Irish unnie, sumpah ini cerita bagus banget
    Cuma aku emg gak bisa nulis panjang panjang, gak ada kata2 yang bagus kyknya wkwkwk
    But, its freaking deabakkk super goooddddddd deh
    Thana for this awesome fanfiction♥♥♥

    1. Hueheheheeh XD thanks bangeett aku ga nyangka kl bakal ada lumayan yg suka sama cerita ini (mengingat genre nya sih) tp serius ini masih abal2 banget dibandingin autor2 lain yg udah senior T~T thanks komennya btw^^

  12. Eonni.. aku udh brusaha ngrti,baca yg prolog, chapter 1 trus lompat ksni.
    tp ttep aja gak ngrti ma ff ini 😀 Eonni keren.. bayangan fantasynya, aku bhkan msh gk ngrti. hehee.. Baekhyun robot? brarti Baek gk pux hati dan perasaan. Dong mreka gak bsa hdup brsma eon, oc nya kan manusia.. hadeuh.. maapkan aku yg msh gk ngrti eon. heheheeee : D

  13. Omooonaaaa. . . Dalam sekejap sikap baekhyun membuatku melayang 😰hehehe
    Gak bisakah percakapan yungsoo ditambah porsinya? Haha
    Fighting irish 😉

  14. AAAAA GILAAAAAAAK dugeun dugeun bacanya ya ampuunnnnnnnn… aaah so sweet atulah, jadi ngiri, mau juga :” /maklum kak jomblo/ . akhirnya post juga setelah ditunggu-tunggu. makin asik kak ceritanya. ih baekhyun maahh aah bikin meleleh ga nahan /? lanjut yaaaaa kaaaaaaaaaaaaak update nya yang cepett /wah maksa/ wkwkwk, ya pokoknya wajib lanjut lah,, hehehe :v

    1. XD huahahaha banyak yg kena kata-kata romantisnya baek disini ya wkwk syukurlah kalo ada yang nunggu XD kukirain ga ada yang nunggu XD wkwk thanks komennya, tunggu next chap dariku XD

  15. Akhirnya yg ditunggu” dateng juga kak wkwkwk.. ramenyaaaaa ahhhh.. baekhyun aku kira kamu sudah lupa sama yeri hiks hiks hiks… kak baek baek bakal suka ga sih sama yeri?? Ngebayangin robot sama manusia pacaran atau saling suka ga kebayang deh wkwkwk.. ka iris daebakkk. Debes buat ka irish.. next chap jangan lama lama kak terus lebih panjang sepanjanggggggggggggnyaaaaaaas /maaplebay/ hehehe.. keep writing!!FIGHTING!!!

    1. Huahahahaha XD aduh aku terharu ada yang nunggu ff ini XD wkwkwk baek gak lupa kok/? Baek kan peka/? Walaupun dia robot XD hohoho aduh duh akupun gabisa bayangin jadinya gimana XD hmm XD lebih panjang? Doakan saja inspirasiku lancar jaya ya XD wkwkwkwkwkthanks komennyaa

  16. Wendy kyknya minta jitak nih nyebelin banget, berasa jd aku yg sakit hati dan masih ga bisa bayangin ekspresi baek datar meskipun sikapnya sweet bgt aaaah jantung aku lompatlompaaaat

    1. Huahahahahahahahaha aku ketawa serius krn kamu gabisa bayangin muka baek datar! Kita sehati! Aku juga gabisa bayangin dia begitu XD wkwkwkwk tp akhir2 ini bisa sih efek kebanyakan ngeliatin foto photoshootnya XD thanks komennyaa, (ps: awas siap2 kejut jantung lagi) XD

  17. alang songong nya wendy itu kak -,-
    baek bukan owner dia aja, ngapain pula mau sombong? aaakkkkk kagak rela kalo ntar baek sama wendy, tapi pingin tau juga gimana reaksi baek kalo ntar yeri sama kai 😀 kekeke~~ nggak papa lah yeri sama kai, tapi ending nya sama baek^^
    ini waktu nunggu update nya lama amet sih-,,- sampe ngiler nunggu nya
    jgn lama2 kak, kalo lama boleh tapi harussssssssssssssss panjang cerita nya oke fighting kak irishs

    1. Huahahahaha XD iya bener! Kenapa wendy songong ya? (Lah kenapa tanya ke reader, rish) awalnya aku ga berniat bikin wendy begitu ._. Tp apa daya tangan mengetik dan membuat wendy jadi gitu XD hahahahahaha kai perlu di save the best for last nih sepertinya XD thanks komennya yaa

  18. Maafkan aku yang ga komen dichap sebelumnya,baca ini juga sekaligus. Setiap nge check notif yang aku liat cuman updatean ‘One and Only’ ugh. Rasanya sedih saat updatenya lama,tapi gapapa. Aku akan menunggu bahkan 1000 tahun lamanya. Ditunggu nextnya!
    FIGHTING!!♡

    1. Huehehehe XD maaf juga krn ff ini update nya lamaa kek nunggu ayam bertelur /lah/ tapi serius aku sll berusaha bikin tiap chap nya makin ngegemesin /kemudian di tendang/ jd tolong ttp tunggu next nya ya :’) thanks banget udh nyempetin baca dan komenn

  19. Haiii Kak Irish….Readers Bru/Nga Tau Deh Klo Prnah Coment Di Chapter Seblmnya#Maaf Ya…..Tpi Bnran Q Dah Bca Dri Chap 1Loh Tpi Nga Smpat Coment Mngknnya Bru Coment Di Chapter Ni skali Lgi Maaf Yah Kak Irish….Tpi Tnang Nnti Di Next Chapter Q Bkln Coment Trusss Deh Janji……
    Back To Story……
    Akhhhh Q Bnr”Greget Ma Tngkahnya Baekhyun…..Co Cwet Bngt….Bkin Meleh…..Si Wendy Bkin Ksel Aj Pngen Gue Bjek”…….

    Next Chapter Yah Kak Jan Lma”Hwitinggggg

    1. Hai illaa :’3 aduh aku juga agak pikun nih /maklum anak absurd jd pelupa/ kamu udh pernah atau belum XD yg jelas thanks banget udh nyempetin komen di chapter inii XD
      Aduh duh baek robot ya padahal tp bisa so sweet XD thanks komennya yaa XD

  20. Huwaaaaaaa baek so sweeeet amaaat,😱😱
    Robot aja bisa sweet & perhatian gini.hahahaahaha aigooo😆
    Seneng karna wendy bukan ownernya baek,
    .hahaha, jadi bisa dibalekin ke yeri kan
    Trus si baek nya pun lebih pengen jd humanoidnya yeri
    Cieeeeeeee😚, greget jdinya
    Wendy nya ditendang aja ckck #peace ✌
    Wkwkwkwkwk makin keren ni Rish. .😉 .
    Next chap nya yaaauu, .😊
    Keep writing iriiisshh. . 😍

  21. Huwaaaaaaa baek so sweeeet amaaat,😱😱
    Robot aja bisa sweet gini.hahahaahaha aigooo😆
    Seneng karna wendy bukan ownernya baek.hahaha, jadi bisa dibalekin ke yeri kan
    Trus si baek nya pun lebih pengen jd humanoidnya yeri
    Cieeeeeeee😚
    Wkwkwkwkwk makin keren ni Rish. .😉 .
    Next chap nya yaaauu, .😊
    Keep writing iriiisshh. . 😍

    1. Huahahahahaah baek robot tp so sweet yaa XD hohoho aduh duh robot aja bisa apalagi manusia XD wkwkwkwk pada seneng nih kalo wendy ga jd ownernya baek kek nya ya XD aduuhh thankyouuu~ tunggu ya next chap darikuuu

  22. yaamvun kaaakk , tambah gregeeetttt ceritanyaaa, ngeliat wataknya wendy rasa pen ngejambak rambutnya/gaa senangnyaa baekhyun ternyata peka yerinyaa sakit hati e.e tambahin lagi kak moment sweetnya yeri sm baekhyun biar makin nganu/gg wkk xD maapkan diriku terlalu banyak oceh:3 pokoknyaa kak irish terbaik xD next chapnya ditunggu kak :v Fighting yaaa

    1. Ya ampun greget nya sampe pen jambak wendy ya ampun XD wkwkwkwkwk tambahin? Okeeehh ntar next chap aku tambahin kok XD hohoho~ gapapa komen mu membuatku bahagia /eaaa XD thanks yaa

  23. kak irish >.< wendy songong ya allah :v pdhal si baek bukan ownernya hahahah *tawa setan
    pas akhir liat baekhyun sama yeri kyakkkk *histeris *pingsan

    *bangun* kai blm muncul dichap ini hiks *nangis pelangi

    semangat & aku tunggu next chap ya kk :*

  24. hehee,,,chobits m ff ne jln crita nya beda ko,, mgkn benang merahnya ya kisah cintanya,,, chobits mengedapankan ikatan perasaan manusia itu sndr dng chobits,,sepert humanoid yg slalu ada untuk ownernya,,chobits pun begitu,perbedaannya jelas., ff Rissh kan ada unsur petualangan plus fight nya, silakan searc d google nanti/youtube jg bisa ada filmnya ko,,,kisahnya menarik n sweet,,,,tokoh anime nya jg kyeopta!!!
    tp sungguh ff Rish lbh buat ku penasaran,,,,,jd d tunggu slice 10 nya!!!

    1. Aahh aku jd penasaran abisnya aku emg bener2 addicted sama cerita2 kek gini XD iyaaa punya ku lebih ke petualangannya keknya ya XD romance nya cuma jd bumbu2 pemanis aja XD wkwkwkwk aduhh aku bakalan download chobits nanti :’3 abis nya jd kepo berat sih XD thanks yaa XD tunggu next chap darikuu

  25. Hai kak Irish Fiuhhhhh akhirnya yg d tunggu2 … Zaza jd berkarat smpek lumutan .. ffnya makin keren zaza kasih sepuluh jempol #ambil jempol tetangga#di gampar pkek sendal gegara gak bilang# ceritanya susah d tebak jd mkin seru dan bikin geregetan .. Di tunggu next chapnya kak Irish ..

  26. haii rishh,,jng bosen ma org tak d kenal ini ya,, g kerjaan jd main mulu dsini,,ngubek ngubek rumah org trus seenaknya menikmati karyanya,,jeongmal mianhe(sok korea gtu),,,hehee
    baca karyamu yg satu ini aku inget film animasi jepang karya clamp,,judulnya chobits,,mgkin karna kisah cintanya,,manusia yg mencintai robot,,!! seperti judul ff ini,one and only,chobits pun d program untuk menemukan “seseorang yg hanya untuknya”/sepert humanoid dng ownernya/. banyak adegan antara chii dng hideki(org yg udah menghidupkan chii),yg membuat iri,,mereka sweet abis,,sekaligus sedih,,karna perasaan takut hideki akan kehilangan chii.,,cerita detailnya aku sedikit lupa,!!hehe,,intinya aku teringat chobits aj,,pas baca ff ini,,,karna kisah cintanya mirip bnget! ya klo sempet searc d mbah goole soal chobits karya clamp,,(klo lum tau,n klo sempet c )
    yoweys tolong catet namaku d daftar readers baru one and only nya ya Rishhh yg kyeopta!!!

    1. Alohaaaaaaa XD gapapa kok aku gak keberatan sama sekali kalo mu sering2 main XD wkwkwkw
      Aduh ._. Aku yang bener2 buta masalah anime ini sampe melongo pas kamu jelasin tentang cerita chobits ._. Serius film animasi jepang yg aku tau cuma naruto/? ._.
      Tp konsepnya di aku sebenernya humanoid-owner itu agak2 mirip sama majikan-pembantu (tapi bahasa keren dan kegiatannya juga lebih canggih) dan one and only jd jadi judulnya ini aku angkat dr pov yeri yg bagi dia baekhyun itu ‘one and only’ nya, satu2nya humanoid yg bagi dia eperiting gitu/?😂😂😂😂😂
      Okeh! Masukan kamu aku catet, nanti2 aku baca chobits (setelah aku end in one and only krn aku gamau alur ceritaku kepengaruh sama chobits, biar one and only ini orisinil pemikiranku gitu XD) soalnya keknya keren! XD huehehehe dan thanks juga udah mau jd readersku, readers ff ini XD

  27. Aduh baekhyun koq so sweet bnget sih ???,
    Pake pegangan tangan lagi . seneng banget deh denger kalo baekhyun itu bukan humanoidnya wendy soalnya nyebelin banget sih anaknya .
    Dan lucu banget kalo ngmng .

  28. HALOO IRISH, reader baru disinii! dan aku mau ninggalin jejak di last chapt yg aku baca ini aja karna komen di 9 chapt sekaligus bikin bingung(?) dan akuuu bener2 suka cerita ini. (kecuali ttg cast ceweknya yeri, makanya aku bayanginnya nggak yeri) dan chapt 1-9 semuanya mampu ngebawa aku ngerasain semua suasana di ff ini mulai dari dagdigdugnya pas berduaan sama baek, takutnya waktu ngebayangin irene di mimpi buruk, sampe ikut nangis mulai dari ada wendy (like bener2 nangis). alurnya yg nggak gampang ketebak pake bgt-_- bikin curiga diantara orang2 di dalem mobil itu ada pengkhianat or something like that). udah pokoknya ini masuk list ff terpaling ditunggu! segitu dulu ya thooor

    1. Halohaaa XD thanks banget udah ngebut baca ff ini dari chap 1 sampe sini XD wkwkwkwk duhh syukurlah kalo bisa ngebayangin cast nya jd cewe lain XD hohoho ikutan dag dig dug gegara si robot ini ya XD hahahahaha aduh kenapa sampe nangis XD aahh wendyyyy~~ XD aku seneng membuat orang2 berpikir di ff ku(?) Thanks banget komennyaaa{}

  29. yeeeeeeeeeeyyy …!!!
    kirain bekhyun benar benar ngga peduli lagi ama yeri >,< uaaaahhh :v
    kirain baekhyun udah mau sama aku aja *heh ?* eh salah sama wendy . i love you kak ceritamu makin hari makin … * ngga perlu di jelasin *
    cukup komen aku , PLISS ABAIKAN KOMEN KU KAK YANG GAK JELASSS , gemetar waktu nulis komen soalnya tdk tau mau blg apa , LANJUT kak next chapter di tunggu ~ :*

  30. Yaa ampunn eonni , kirain baek bkal blikk sma wendy .. Dch deg2an bngdd nichh klo baek sma wendy . Hehehe
    eonni sllu bkin critany mngesankan 😀 . App lgi baekyeri moment .. Uuuuu so sweet

    . Next chapny sslu d.nnti2 . Ocee! Fighting eonni :*

  31. baek? sehat? haha
    my lovely baekhyun😘😘 ternyata diem” merhatiin aah so sweet. jdi humanoid yeri ajalaaah
    aku gemes gemes gemes😂😂
    wendy mencurigakan dh yg bagian nemu chip itu trus knp daehyun ngebelain?
    btw, daehyun disini male or female ya? aku bingung hehe
    oh ya trus ngebayangin visualisasi baek dgn mata logamnya emg susah hehe aku malah terbayang dia pake softlens wkwkwk

    1. Baek sehat kok syukurnya sehat XD baek ngegemesin kan ya ya ya? XD wkwkwkwkwk dahyun~~ namanya dahyun kak~~ XD dia female :3 huehehe makanya aku update lagi posternya XD moga2 ga bingung lagi memvisualisasikan baek XD thanks komennyaa

    2. woah dibunuh *gigitsepatu*
      kayaknya cerita masi bener bener panjang ya. ketemu suho ama sehun aja blm XD
      aseeek daaaah

    3. XD ah aku kan bagi2 spoiler wkwkwk XD hmm abis ini ke marseille sama barcelona, setelah dari sana keknya perjalanannya lebih pendek2 kok XD wkwk cuma di dua tempat itu banyak cobaannya XD

  32. Irish hobi bngt yaa, buat TBC pas aku lg semngt2nya baca, sekarang aku jd penasaran sm tanggpn yeri setelah apa yg diucapin sm sibaekhyun, aku ngerasa kyk si baek lg ngungkapin perasaannya sm yeri, tp emng sih dia cmn robot, tp kata terkhrnya “bisa melindungimu lbh bail dr humanoid manapun” it sweet bngt 😘

    1. YEAH hahaha XD aku emang suka bikin TBC di bagian genting biar pada nunggu lanjutannya /kemudian ditendang/ XD baek so sweet kaann XD walaupun robot dia bisa so sweet kok XD thanks komennyaa

  33. cie baekhyun udah sadar dari kekhilafannya… baekhyun peka banget sama yeri….
    dan sumpah pengen cakar-cakar ntu wendi,tajam banget kata-katany
    cepet update lg ya irish…. hahaaha keep fighting

  34. Maaf kak… 😭
    Aku baru komen di chapter ini…
    Ak tahu ak sangat berdosa disini..
    Ceritanya bikin melted, Dan rasanya emosi deh liat Wendy (padahal bias sendiri 😝)
    Tetep semangat kak! Aku janji chapter selanjutnya aku gg bakal jadi silent reader lagi.. 😄

    1. XD huahahahhaa akhirnya muncul juga (?) thanks banget udah komen yaa XD aduh duh wendy juga bias XD semua member red velvet jadi biasku wkwk XD thanks bangeet udah gak jadi silent readers :3

  35. Etjieeee…. baekhyun ucapannya itu loh menyentuh hati banget hahaha.. Wendy beneran deh… ngeselin !! kalau saja aku ada di situ.. aku bakalan buang wendy di marseille #jahatyeth biarin :v . Kak irishhhh… kapan kai muncul ?? lama banget BangKai munculnya.. Ini ke Maerseille dulu ya kak.. berarti ketemu suho dulu donk ?? cepet ke london ya kak hehehe .. keep writing and fighting kak irishhhh^^

    1. wkwkwkw… Perasaan di chapter sebelumnya ada Nayeon bukan ?? Kemana Nayeonnya ka irish ?? Kok gak muncul hehe 😀

    2. Huehehe iya ada nayeon, tp krn cast nya banyak (banget) jujur aku bener2 harus berbagi ke semua supported cast, dan krn aku fokusin ceritanya ke main cast jd supported ya bener2 jd supported^^ kalo semua supported cast aku kasih banyak percakapan bisa2 main cast nya yang ga dapet ._.

  36. Syukurlah, Baek udah peduli lagi. Chapter sebelumny ikutan kesel juga gegara nyuekin yeri. Hahah.
    Next, irish! Makin greget ceritanya. Si wendy nyebelin ya ampun haha.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s