Mr. Posessive [Chapter 2]

 

httpsexofanfictionindonesia_files_wordpress_com2015094rkvzgu2-_f-_-korean-ulzzang-girls-1

Tittle : Mr. Possesive
Author : sangyoo15
Cast : Park Chanyeol, Song Jaeri, Kim Joon Myeon
Genre : Romance, Fluff
Rating : PG-15
Length : Chaptered
Disclaimer : FF ini punya author, dilarang copas tanpa seijin author ‘3’

Summary : Chanyeol benar-benar lelaki pencemburu, dan Possesive. Sedikit saja wanitanya dekat dengan temannya, dia akan marah. Dan menyuruh bawahannya mengikuti Jaeri.
Apakah Chanyeol akan berubah?
Dan akankah Jaeri sanggup menghadapi pria yang sangat kekanakan

———–Chapter 2———

Chanyeol baru menelfon jam 9 malam.  Saat Jaeri sudah lama sampai dirumah.
Sebenarnya itu memang yang sudah ditunggu Jaeri.
Chanyeol menanyakan apakah dia sudah sampai rumah dengan paman Lee.
Tentu saja Jaeri menjawab iya, karna jika tidak bukan hanya dia yang akan mendapat masalah. Paman Lee juga akan terkena amukan Chanyeol.
Chanyeol memutuskan panggilannya saat Jaeri sudah dipastikan telah sampai dirumah dengan selamat.

Sementara Chanyeol melihat wanita yang sedang tertidur disampingnya.
Setelah memastikan wanita itu telah tertidur nyenyak, Chanyeol segera beranjak dari tempat tidur.
Mengambil jaket dan kunci mobilnya, lalu keluar dari apartemen itu.
Pulang tentu saja, dia harus tidur karna rasanya sudah sangat lelah. Dia segera menjalankan mobilnya menuju kediamannya.
¬_¬_¬_¬
“Chanyeol hari ini aku libur”
Jaeri duduk dihadapan Chanyeol setelah menaruh secangkir kopi dimeja.
Chanyeol datang kerumahnya pagi-pagi untuk mengantar Jaeri kerja, dan ternyata Jaeri tidak bekerja.

“Kenapa?” Chanyeol meminum sedikit kopi yang Jaeri suguhkan.

“Tidak apa-apa. Presdir memberikanku libur karna menurutnya aku sudah terlalu banyak bekerja, dan aku butuh libur. Jadi aku terima saja, lagipula aku juga ingin pergi nanti sore”
Jaeri mengangkat bahunya acuh.
Lumayan juga menurut Jaeri dapat libur satu hari, karna dia bisa beristirahat sejenak.

“Perhatian sekali ya atasanmu itu”
Chanyeol menatap curiga kearah Jaeri.
Seakan Jaeri adalah pencuri yang harus diselidiki.

“Chan, jangan mulai” Jaeri memutar bola matanya malas.
Chanyeol mulai lagi bertingkah seperti ini, benar-benar kekanakan menurutnya.
Jika sedang seperti ini, Jaeri tidak percaya usia Chanyeol sudah menginjak angka 22, bahkan menuju 23.
Berbeda sekali ketika Jaeri melihat Chanyeol saat ditempat kerja.
Terlihat sangat dewasa, berbanding terbalik saat bersama Jaeri.

“Baiklah-baiklah aku percaya padamu. Lalu kemana kau akan pergi?”
Chanyeol kembali menatap wanita dihadapannya itu dengan lembut.
Jaeri tersenyum singkat mendengar ucapan Chanyeol.

“Aku akan datang ke pesta pernikahan temanku di Busan” Ucap Jaeri.
Awas saja jika Chanyeol melarangnya, ia akan tetap datang. Karna itu pesta pernikahan teman baiknya saat SHS, Mina.

“Baiklah, tapi aku antar. Kau tau kan? Busan itu jauh sayang, kau pasti akan lelah jika menggunakan bus. Dan aku tidak mau itu terjadi, jadi aku antar.
Jam berapa kau pergi?”
Chanyeol menatap kekasihnya yang sedang memajukan bibir bawahnya.
Chanyeol tidak peduli jika Jaeri marah padanya, yang terpenting baginya adalah Jaeri aman.

“Chanyeol, aku sudah berjanji untuk berangkat bersama pada temanku yang lain, bagaimana bisa aku membatalkan janjiku? Izinkan aku pergi sendiri ya?”
Jaeri menatap Chanyeol dengan wajah paling menyedihkan yang ia punya. Serta menampilkan puppy eyes andalannya.
Biasanya Chanyeol akan luluh jika melihat Jaeri seperti kucing yang ingin diberi ikan.

“Tidak. Aku antar, atau tidak sama sekali.”

“Hah kau ini! Baiklah jam 3 sore.”
Jaeri meninggalkan tempat duduknya dan berjalan menuju kamar dengan menghentak-hentakan kakinya kesal.
Chanyeol benar-benar menyebalkan!
Jaeri menutup kasar pintu kamarnya dan segera menghubungi temannya untuk meminta maaf karna ia harus pergi dengan Chanyeol.
Sangat tidak menyenangkan sebenarnya membatalkan janji yang telah dibuat.
Tapi mau bagaimana lagi jika sudah seperti ini.

Sementara Jaeri masih dalam acara marahnya pada Chanyeol, Chanyeol segera mendekati pintu kamar Jaeri dan mengetuk pelan pintunya.

“Baiklah. Aku pulang, aku tidak akan melarangmu lagi” ucap Chanyeol setelah ketukan pintu terakhirnya.
Sudah lama Chanyeol berdiri didepan pintu, meminta Jaeri keluar.
Jaeri tak kunjung membukakan pintu, membuat Chanyeol jengah dan berbicara begitu.

“Tidak!” Pintu kamar Jaeri terbuka begitu saja menampilkan wajah cantik Jaeri yang menatap Chanyeol kesal.
Menatap tak rela kearah Chanyeol.
Seharusnya Chanyeol tidak tega dan akhirnya menuruti Jaeri, bukan berbalik marah padanya.

“Sudahlah aku akan pergi” Chanyeol membalikkan badannya seraya berjalan menuju pintu rumah Jaeri.

“Enak saja kau! Aku sudah membatalkan janjiku dengan temanku dan sekarang kau mau pergi begitu saja? Tidak akan kubiarkan!” Jaeri sudah memeluk punggung lebar Chanyeol dari belakang.
Memeluk Chanyeol erat seakan Chanyeol tidak boleh lepas darinya.
Chanyeol tidak pernah berbicara seperti tadi pada Jaeri, dan tadi adalah pertama kalinya.
Dan itu membuat Jaeri sedikit takut Chanyeol serius dengan ucapannya.
Jaeri memang terkadang kesal dengan Chanyeol yang sangat posesif, tapi bukan berarti Jaeri ingin Chanyeol berubah menjadi tidak peduli padanya.

Chanyeol membalikkan badannya menghadap Jaeri, memegang kedua bahu Jaeri erat.
Menatap mata kekasihnya dalam.
“Kau tau kan? Aku tidak akan pernah pergi darimu. Ingat itu, aku akan datang jam 3. Tetapi aku tidak ikut masuk kedalam, aku pergi”
Chanyeol mengecup singkat kening Jaeri lembut. Lalu membuka pintu rumah Jaeri, dan berjalan memasuki mobil mewahnya.
Chanyeol memang sedikit kesal pada Jaeri, jadi daripada mereka bertengkar lebih baik Chanyeol pergi.
Jaeri menatap kepergian Chanyeol dengan sedikit tak rela. Bagaimana mungkin Chanyeol hanya mengantarnya saja, dan menunggu diluar?
¬_¬_¬_¬
Jaeri tampak cantik dengan balutan dress berwarna pink yang sangat cocok dengan kulit putihnya. Rambut hitamnya yang sedikit ikal dibiarkan tergerai indah dan ditata rapi diatas bahunya.
Dengan make up tipis yang sangat natural, Jaeri keluar dari pintu rumahnya.
Melihat mobil Chanyeol sudah ada didepan rumahnya, terlihat lelaki dengan tinggi diatas rata-rata sedang bersandar dimobilnya. Chanyeol terlihat sangat santai, dengan celana jeans hitam dan kaos putih polosnya.
Sepertinya memang benar ucapannya tadi pagi, dia tidak ingin ikut masuk kedalam pesta pernikahan teman Jaeri.

“Chanyeol, kenapa kau pakai baju seperti itu?” Jaeri menanyakan hal yang sebenarnya sudah dia ketahui jawabannya.

“Bukankah aku sudah bilang? Aku tidak masuk, hanya mengantarmu. Kau tau kan aku seperti apa? Aku tidak ingin melihatmu bersama teman-teman lelakimu. Apalagi pasti ada Oh Sehun, mantan kekasihmu itu”
Sindiran Chanyeol terngengar.
Ingat Jaeri pernah bercerita tentang mantan kekasihnya saat di SHS menelfon, dan yang memegang ponsel Jaeri saat itu adalah Chanyeol? Nah itu adalah Oh Sehun yang dimaksud Chanyeol.
Jaeri tidak menyangka Chanyeol masih saja ingat kejadian itu.

Jaeri segera memasuki mobil Chanyeol saat melihat kekasihnya sudah memasuki mobilnya.
Chanyeol sama sekali tidak memuji penampilannya, dan itu benar-benar menyebalkan. Padahal dia sudah berusaha tampil secantik mungkin.

Disepanjang perjalanan, Chanyeol hanya diam dan fokus pada jalanan didepannya.
Jaeri benar-benar merasa tak dianggap saat ini. Jika memang tidak ingin datang, lebih baik mengizinkan Jaeri pergi sendiri bukan?
Melihat Chanyeol sama sekali tak menganggapnya ada, Jaeri segera mengalihkan pandangannya kearah jendela. Ternyata melihat pemandangan lebih indah daripada melihat wajah datar Chanyeol.
Perjalanan terasa sangat membosankan, apalagi Busan cukup jauh. Sama sekali tidak menyenangkan melihat Chanyeol seperti ini.
Biasanya Chanyeol akan menggunakan satu tangannya untuk menggenggam tangan kecil Jaeri, atau sekedar mengusap kepala Jaeri lembut.
Bukan seperti ini.

Jaeri menghela nafas lega setelah sudah sampai ditempat tujuan.
Setidaknya dia tidak melihat wajah menyebalkan Chanyeol lebih lama lagi.

“Chan ayo turun” Jaeri memeluk lengan Chanyeol.
Saat ini mereka masih didalam mobil, dan Jaeri belum mau turun jika Chanyeol tidak ikut.

“Tidak sayang” Chanyeol tetap berusaha lembut pada Jaeri, walaupun dia tetap tidak ingin masuk kedalam.

“Ayolah Chan” Jaeri menarik tangan Chanyeol, tetap berusaha membujuk Chanyeol untuk ikut bersamanya.

“Sudah kubilang tidak!”

DEG

Jaeri cukup terkejut mendengar bentakan Chanyeol.
Jaeri segera melepaskan pelukannya dilengan Chanyeol, dan segera turun dari mobil kekasihnya itu tanpa mengucapkan apapun.
Entahlah, dia hanya sedikit sakit.
Selama ini Chanyeol selalu mengalah padanya yang terkadang egois, mungkin memang ini batas Chanyeol.
Sebenarnya Jaeri hanya tidak ingin Chanyeol menunggu diparkiran.
Apa menurut kalian Jaeri akan tenang, jika dia sedang bersenang-senang dengan temannya didalam. Sementara Chanyeol sedang menunggu Jaeri, bosan pastinya.
Jaeri hanya tidak ingin Chanyeol mati bosan karena menunggunya.
Jaeri melangkahkan kakinya pelan  memasuki gedung tempat pesta pernikahan temannya berlangsung.

Chanyeol menghela nafas frustasi saat melihat Jaeri turun dari mobilnya dengan menundukkan kepalanya.
“Arghh sial!”
Chanyeol sebenarnya sama sekali tidak berniat membentak Jaeri, dia hanya terlalu kesal.
Chanyeol sudah bilang tidak akan masuk, tetapi Jaeri memaksa.
Chanyeol menyandarkan kepalanya di kursi mobilnya, dan memejamkan matanya sejenak.
Sementara dilain tempat, Jaeri sama sekali tidak tenang didalam.
Jaeri bahkan tidak sempat makan atau mengobrol dengan teman-temannya.
Hanya memberi selamat pada Mina, dan berfoto beberapa kali. Lalu Jaeri segera
meminta maaf pada Mina karena ia tidak bisa lama, dan kembali berjalan menuju parkiran menemui Chanyeol.
Jaeri sama sekali tidak tenang, dia takut Chanyeol terlalu lama menunggu.
Jaeri segera memasuki mobil Chanyeol.
Chanyeol membuka matanya saat merasakan kehadiran Jaeri.

“Kau sudah selesai?” Tanya Chanyeol seraya menegakkan tubuhnya.

“Sudah” Jaeri mengalihkan pandangannya kearah jendela. Jaeri takut Chanyeol akan marah lagi padanya.

“Maafkan aku” Chanyeol memegang tangan Jaeri, mengusapnya pelan.
Dia sungguh menyesal telah membentak Jaeri. Karna dia tau, Jaeri tidak pernah diperlakukan kasar oleh siapapun.

“Tidak apa-apa Chan, ayo pulang” Jaeri tersenyum singkat kearah Chanyeol.

Chanyeol balas tersenyum dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan Busan menuju Seoul.
Jam sudah menunjukan angka 9 malam saat mereka sampai di Seoul, dan Jaeri masih saja ingin berjalan-jalan.
Chanyeol bisa saja menurutinya, tapi dia sungguh tidak enak hati pada orang tua Jaeri. Karena memang sudah malam.
Tetapi Jaeri masih saja keras kepala dan ingin jalan-jalan.

“Chanyeol, kubilang berhenti”
Chanyeol menghentikan mobilnya didekat rumah Jaeri. Jaeri turun dari mobil Chanyeol.
Bukannya berjalan menuju rumahnya, kekasihnya itu malah berjalan berbalik arah lain.

“Song Jaeri, tidak lucu. Dengarkan aku, bagaimana jika kau bertemu orang jahat?” Chanyeol segera keluar dari mobilnya.

“Sudah kubilang aku ingin jalan-jalan. Jangan ikuti aku” Jaeri mempercepat langkahnya saat Chanyeol semakin mendekat.
Tidak taukah Chanyeol jika Jaeri ingin jalan-jalan karena masih ingin berlama-lama dengannya? Chanyeol memang bukan lelaki yang peka.

“Kau ini, baiklah kau mau kemana?” Chanyeol dengan mudah menyamakan langkah Jaeri karena kaki panjangnya.

“Aku tidak mau kemanapun, hanya ingin jalan-jalan. Kau tidak mau, yasudah aku bisa pergi sendiri” Jaeri mengangkat bahunya acuh, masih melanjutkan langkahnya.

“Bagaimana mungkin aku hanya berputar-putar mengelilingi jalanan? Itu sangat tidak penting Jaeri-ya”

“Biarkan saja, aku memang tidak penting” Jaeri masih tetap melanjutkan langkahnya dengan menghentak-hentakan kakinya kesal.

“Baiklah kita beli bubble tea saja”
Chanyeol dengan seenaknya menggendong Jaeri, dan memasukannya kedalam mobil.
Tidak peduli Jaeri yang berteriak meminta turun, Chanyeol tertawa senang melihat kekasihnya meronta seraya memukuli badannya.

¬_¬_¬_¬

Chanyeol tersenyum singkat melihat kekasihnya tampak senang saat meminum bubble tea favoritnya.
Sudah lama Chanyeol dan Jaeri tidak datang ke kedai ini, karena mereka berdua sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi mereka jarang menghabiskan waktu bersama.
Chanyeol merasa sangat senang tentu saja, karna seharian ini dia menghabiskan waktunya dengan Jaeri.
Walaupun banyak sekali kejadian tidak menyenangkan, tapi semuanya terasa hilang saat melihat wajah Jaeri yang tersenyum senang.

“Sudah puas?”
Chanyeol bertanya saat Jaeri sudah selesai meminum bubble tea keduanya.

Jaeri mengangguk-anggukan kepalanya semangat, seraya mengusap perutnya yang terasa penuh.
Chanyeol tertawa pelan melihat tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan menurutnya.

“Baiklah ayo pulang” Chanyeol menarik tangan Jaeri memasuki mobilnya dan menuju rumah Jaeri.

Chanyeol masuk kedalam rumah Jaeri dan langsung berhadapan dengan orang tua Jaeri. Sangat tidak sopan tentu saja, ketika  membawa wanita sampai malam tetapi tidak meminta maaf pada orang tuanya.
Orang tua Jaeri memang sudah cukup dekat dengan Chanyeol, terutama ibu Jaeri.
Karena ayah Jaeri jarang berada dirumah, jadi Chanyeol lebih sering bertemu dengan ibu Jaeri.

“Paman, maaf membawa Jaeri terlalu lama. Kami tadi mampir sebentar ke kedai bubble tea diujung jalan” Chanyeol membungkukan badannya kearah Tuan Song, ayah Jaeri.

“Tidak apa-apa, terimakasih Chanyeol telah mengantar Jaeri pulang dengan selamat” Tuan Song tersenyum hangat kearah Chanyeol.

“Ya, sepertinya sudah malam. Aku harus pulang paman”
Chanyeol meninggalkan rumah Jaeri setelah berpamitan dengan kedua orang tua Jaeri.
Dan setelah mengucapkan selamat tidur pada Jaeri tentu saja.
Chanyeol juga tidak ingin terlalu lama dirumah Jaeri, karena Jaeri kelihatan lelah dan butuh tidur.

Chanyeol mengeluarkan ponselnya saat sudah sampai dirumahnya.
Membuka kotak pesan, ada satu pesan masuk.

From : Princess

Kau pasti sedang bersenang-senang kan oppa? Apa kau sudah pulang?
Tidak sempat datang ke apartement? Baiklah tidak apa-apa oppa. Jika kau sudah tidak sibuk dengannya, kau boleh temui aku. Selamat malam~

TBC..

Udah chapter 2 \^^/
Full ChanRi moment :v
Kependekan ngga? ¬_¬
Next chapter aku gatau kapan, tunggu aja ya /emang ada yang nunggu?

see you next chapter~

15 tanggapan untuk “Mr. Posessive [Chapter 2]”

  1. chanyeol skrg kok brubah… ud gak trlalu merhatiin jaeri. n mlah uda bentak jaeri. chanyeol sbnernya knpa? ap hbgannya sma cwek it

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s