Chanyeol’s Diary [Part 1]

req-seyofx1

Main cast:

Park Chanyeol as himself| Choi Sulli as Choi Haneul

Support cast:

Bae Suzy as Jung Min Young | Choi Minho as Gary Park | Krystal Jung as Kimmy |

Irene Bae as Son Da Hee | Kim Jongin as Jang Young Jae | Tiffany Hwang as Min Joo Hyun | Nam Joo Hyuk as Nam Seung Hyun | Suho as Kim Jung Yu

And many more

Poster by LAYKIM gomawo~~

Genre:

Sad | Romance | Drama | Family | Friendship

Author Note: halo haloo~~~ setelah sekian lama gak bikin FF sad (Its Okay its Love) , akhirnya aku kesampean juga bikin ff sad lagi kkk:’) Baru kali ini juga aku bikin cast cowok jadi peran utama dan point of view, biasanya mah cast utamanya cewe wkwk. Oke langsung aja jangan lupa like dan comment, dan maaf banget kalo ff nya jelek karena aku belum pro bgt:”) enjoy~~

29 September 2013

 

Dear Diary

 

Aku meletakkan kardus-kardus berisi barang-barang milikku dengan asal. Aku duduk diatas sofa dan melihat dari jendela mobil pengangkut barang-barang yang sudah pergi. Akhirnya, aku kembali lagi ke kota kecil ini. Kota yang menjadi saksi bisu kenangan-kenangan yang menghiasi hidupku semasa SMA, yaitu Incheon, atau yang lebih tepatnya sebuah kota kecil di Incheon.

Semua berawal dari keluargaku yang pindah kesini. Karena kami berniat untuk meninggalkan Seoul dan menikmati hidup di kota kecil, aku dan teman-temanku pergi ke sekolah dengan menaikki sepeda. Disini aku menemukan keluarga keduaku, disini juga aku mengerti arti persahabatan dan hidup bersama, aku juga menyadari bahwa kebahagiaan tidak harus dengan memiliki gadget, dan terakhir aku merasakan indahnya jatuh cinta untuk pertama kalinya disini.

Aku teringat dulu ada 2 orang perempuan yang menyukaiku, yaitu Mari dan Kimmy. keduanya sama-sama satu sekolah denganku namun beda kelas. Setiap pagi kami selalu ke sekolah bersama, dan dengan anak-anak sebaya yang bersekolah di sekolah yang lain juga. Perasaan mereka terhadapku terungkap saat teman-temanku bermain Truth or Dare di taman kota dalam acara pesta barberque disana, sayangnya saat itu aku tidak ikut karena sibuk belajar

Sahabatku pun diam-diam pulang dan pergi kerumahku untuk menceritakan kejadian itu. Diantara Mari dan Kimmy, aku menyukai Kimmy. Dan tepat 2 hari setelah sahabatku jadian dengan Gary Park, aku jadian dengan Kimmy.Sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaan Kimmy. Setelah lulus SMA, keluargaku pindah ke Seoul dan sialnya handphoneku rusak sehingga aku lost contact dengan sahabatku dan teman-temanku di Incheon, termasuk Kimmy.

Aku sudah lulus kuliah sekarang, jadi aku memutuskan untuk tinggal sendiri. Awalnya aku ingin mengontrak rumah di Seoul,tetapi karena keadaan ekonomiku akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di rumahku yang berada di kota ini. Rumahku paling besar diantara rumah-rumah lainnya di kota ini.

“Hey.” Panggil Min Young

“Hey Min Young, terima kasih sudah memberikan kunci rumah ini kepadaku.” Kataku

“Well, tidak masalah. Tetapi kamu yakin ingin bersembunyi dulu? Kamu tahu kan adat istiadat di kota ini jika ada orang baru, semua orang akan berkumpul di taman kota dan orang baru akan memperkenalkan dirinya disana.” Tanya Min Young

Aku mengangguk, “aku ingin sahabatku yang pertama mengenaliku. Setelah itu baru aku akan melakukan itu.” Jawabku

Min Young melengos, “heung terserah. Ngomong-ngomong makanan apa yang kamu makan di Seoul? Tubuhmu terlihat lebih berisi dan kekar. Berbeda dengan waktu kamu masih SMA dulu, kurus dan pendek.”

Aku tertawa mendengar pertanyaan Min Young, “setelah kuliah aku kerja part time jadi penjaga gym. Dan iseng-iseng aku juga ikutan nge gym dan makan-makanan bernutrisi disana, itulah mengapa aku menjadi seperti ini.”

“I see. Baiklah, mari aku bantu kamu beres-beres rumah.”

Min Young adalah staff administrasi kota ini sekarang, dia adalah anak perempuan dari walikota, dia dulu satu sekolah denganku. Aku mendapat nomornya dari yellow pages, dan dia histeris ketika tahu bahwa yang menelponnya adalah aku.

Setelah selesai, Min Young memberiku hadiah sebagai housewarming dan memberiku rantang berisi makanan. Saat aku membuka rantangnya, ternyata makanan yang ia berikan adalah ja jang myun, dumpling, nasi, kimchi jjigae, dan pork cutlet (donkasseu).

“Pork cutlet yang itu buatan Haneul, kamu merindukan pork cutletnya bukan?”

Aku mengangguk, “gomawo.”

“ya ya ya. Aku pergi dulu ya.”

Choi Haneul, itulah sahabatku sejak tahun pertama di SMA, dan juga tetanggaku dulu. Dia adalah sahabat dan orang pertama yang aku kenal saat pertama kali datang ke kota. Dia pandai memasak, memiliki kulit putih dan terkenal dengan eye smile-nya. Aku sering memintanya untuk membuat pork cutlet karena pork cutlet buatannya sangat enak, kadang aku suka tukeran bekal dengannya di sekolah. Ia memang terlihat ceria, suka tertawa, dan suka menghibur orang-orang yang sedih, namun pada kenyataannya dia adalah orang yang paling sedih. Ia hidup dengan keluarga broken home, ayah dan ibunya sering bertengkar atau bahkan saling memukul dan melukai satu sama lain. Haneul sering pergi kerumahku malam-malam ketika ayah dan ibunya bertengkar, dan kadang suka menangis di kasurku.

Sampai akhirnya saat prom sekolah, Gary Park menyatakan perasaan kepadanya. Baginya, kejadian itu adalah hal yang membahagiakan dalam hidupnya. Ia pun berpacaran dengan Gary, tetapi hubungannya dengan Gary tidak merusak hubungan persahabatanku dengan Haneul. Terkadang Haneul suka membatalkan kencan dengan Gary, lalu memilih untuk movie marathon denganku, atau kadang hanya bercerita denganku.

Sayangnya, Gary selalu membuatnya menangis. Gary memang romantis dan selalu membuat Haneul ‘nge-fly’, tetapi Gary egois dan cepat bosan sehingga ia meninggalkan Haneul begitu saja.

Bodohnya, setelah aku pindah rumah aku lost contact dengan Haneul. Aku tidak tahu kabarnya lagi. Aku merindukannya, sangat merindukannya

Tunggu, kenapa dia bisa membuat pork cutlet dan pork cutlet itu teruntuk penghuni baru disini? Apa itu berarti dia tahu keberadaanku? Tetapi pertanyaanku itu terjawab lewat memo kecil yang terselip di rantang

 

P.S. aku memberitahu Haneul kalau ada orang baru disini, dan orang baru itu adalah orang yang berarti baginya. Aku hanya memberitahu dia doang kok

-JMY

 

Sudah kuduga bahwa Min Young akan memberitahu Haneul. Ah sudahlah, setidaknya aku bisa menyantap pork cutlet yang aku rindukan ini. Aku menyimpan rantang makanan di kulkas dan mengambil kotak rantang yang berisi pork cutlet. Setelah itu, aku mengambil nasi di kotak makan besar yang satunya lagi dan memotong pork cutlet lalu menyantapnya dengan nasi

Jinja, pork cutlet ini enak sekali. Sangat sangat enak

Setelah makan aku mencuci piring dan menonton TV. Aku mengganti channel TV terus menerus karena bosan, aku ingin jalan-jalan tapi malas. Ah, apa aku jalan-jalan saja? Hitung-hitung menelusuri kota ini setelah 3 tahun berkembang. Siapa tahu ada perkembangan di kota ini. Aku bangkit dari sofa dan memakai jaket kesayanganku, lalu mengikat tali sepatu kemudian mengunci pintu dan keluar rumah

Aku menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Udara di kota ini masih sama dengan yang dulu, bersih dan segar, tetapi juga hangat. Rumahku dan rumah Haneul berjarak 2 block dari rumahku, lalu di sebrang dulu ada keluarga Kang, da tidak jauh dari sini ada rumah Min Young, Joo Hyun, dan Young Jae

Aku berhenti di depan Coffee Shop bernama ‘Aimee Coffee’. Coffee Shop ini milik ibu dari temanku, Da Hee. Sama seperti kota ini, Coffee Shop ini tidak berubah sama sekali. Mungkin yang berbeda adalah Coffee Shop ini tidak seramai dulu saat aku mengajak Kimmy kencan disini, atau mengerjakan PR bersama Haneul, Young Jae, dan Da Hee.

“Annyeong haseo, ada yang bisa dibantu?” Tanya Seung Ja, adik dari Da Hee

“nde, aku ingin pesan ice Americano.” Jawabku

“arraseo, pesanan akan segera datang. Totalnya 3 won.”

Aku mengambil dompet yang kusimpan di saku jaket, Seung Ja terus menatapku. Aku pun menyadari Seung Ja yang menatapku, lalu Seung Ja menoleh kearah lain setelah tahu bahwa aku sadar atas perbuatannya

“mianhaeyo, aku merasa kalau aku pernah kenal dan bertemu anda. Karena itulah aku terus menatap anda.” Seung Ja meminta maaf sambil memberikanku kembalian dan kwitansi

“aniya, gwenchana. Tidak apa-apa kok.” Jawabku

“Atas nama siapa ya tuan?” Tanya Seung Ja yang membuka tutup spidol untuk menuliskan namaku di gelas kopi

“Park Chanyeol.” Jawabku

Jawabanku itu membuat ekspresi wajah Seung Ja berubah, “omona, Chanyeol oppa?! Kamu kembali kesini?! Ya! Eonnie! Seung Hyun oppa! Chanyeol oppa disini!” pekik Seung Ja setelah memberikan Americano kepadaku

“maldo andwae!!” pekik Da Haee dan Seung Hyun yang beranjak dari tempatnya lalu berlari dan memelukku erat

“Kemana saja kamu selama ini? Dan lihat? Kamu berotot sekarang, tidak kurus lagi!!” pekik Da Hee

“Aigoo, jinja! Kamu harus menceritakan semua ini! Dan ohiya, aku yang traktir kopinya.” Kata Seunghyun

Aku menceritakan semua hal ke Seunghyun dan Da Hee, mulai dari awal aku pindah ke Seoul sampai orangtuaku yang kekurangan biaya sehingga memintaku untuk pindah ke rumah lama untuk mengurangi biaya.

“Aku turut sedih mendengarnya, tapi aku senang bisa melihatmu lagi disini. Salah satu dari keluarga di kota ini kembali.” Kata Da Hee

“Ya! Son Da Hee! Jangan lebay gitu dong.” Keluh Seunghyun, aku tertawa

“ngomong-ngomong, Young Jae dan Joo Hyun masih pacaran?” tanyaku

“Aniyo, mereka sepertinya sudah putus soalnya jarang keliatan berdua, gatau juga sih.” Jawab Da Hee

“Lalu bagaimana denganmu? Apa kamu dan Seunghyun sudah pacaran?” godaku

Pipi Da Hee dan Seunghyun merah merona, “Ya! Jangan seperti itu!” respon Seunghyun, aku tertawa melihat reaksi mereka

“Aku harap kalian cepat-cepat pacaran. Oh iya, boleh gak aku tahu tentang keadaan Haneul?” tanyaku

Da Hee menghela napas, “dia sempat nge-down banget setelah putus sama Gary, ditambah lagi kamu yang tiba-tiba menghilang gitu aja. Setiap dia keluar rumah matanya selalu bengkak, atau enggak wajahnya pucat pasi dan ada bekas luka di wajah. Dia selalu langganan request lagu galau di radio, dia juga yang kadang bikin mood anak-anak jadi galau saat kumpul di taman. Dia kadang suka menyendiri, aku memang bukan eonni-nya, tapi aku selalu berusaha untuk menenangkannya.”

Aku terdiam, aku merasa bersalah karena aku pergi begitu aja tanpa memberikannya kabar

“Lalu, bagaimana dengan orangtuanya?”

Da Hee dan Seunghyun terdiam, “ayah dan ibunya memutuskan untuk bercerai. Hak asuh jatuh ke tangan ibunya, tapi Haneul menolak untuk tinggal bersama ibunya karena trauma. Akhirnya ia hanya tinggal sendiri disini. Untungnya, dia sudah bekerja. Terkadang dia mengambil side job sebagai suster bayi dirumah sakit.” Jelas Da Hee

“Aku merasa bersalah meninggalkan dia disini. Ini semua salahku.” Aku mencoba untuk menahan air mataku

Seunghyun menepuk dan mengusap pundakku “aniya, ini bukan salahmu. Menurutku, kamu cepatlah bertemu Haneul, dia pasti senang melihatmu kembali.” Kata Seunghyun

“kamu yakin? Aku takut Haneul justru marah kepadaku.” Kataku putus asa

“Sepertinya tidak, Haneul pasti senang jika melihatmu disini. Dia pasti akan merasa senang karena orang yang dekat dan selalu menyemangatinya hadir lagi ketika ia benar-benar butuh seseorang yang bisa menguatkannya.” Da Hee berusaha meyakinkanku

Aku tersenyum kecil, “aku harap begitu. Terima kasih Da Hee.”

Aku pamit pulang ke Seunghyun dan Da Hee, lalu Da Hee memberiku uang dan makanan untuk dibawa pulang. Aku sangat berterima kasih kepada Da Hee.

Setelah itu, aku berjalan menuju mini market untuk membeli peralatan mandi dan alat cukur, Penjaga toko itu ternyata masih ahjumma yang aku kenal sejak dahulu. Setelah berbincang sebentar aku keluar dari mini market.

Aku teringat pesan Da Hee kalau hari ini Haneul lembur di rumah sakit sehingga kemungkinan besar hari ini dia tidak pulang kerumah. Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan kerajinan tangan untuk Haneul dan memberikannya besok.

Ohya diary, aku menulis diary ini setelah aku berjam-jam membuat kerajinan untuk Haneul hahaha. Jam sudah menunjukkan jam 23.30, aku berharap semoga besok aku menemuinya dan dia menyukai hadiah ini. Doakan aku ya

Selamat malam, sleep well.

 

 

8 tanggapan untuk “Chanyeol’s Diary [Part 1]”

  1. haloo~ siapa authornya? boleh kenalan dong ehehehe. soalnya judul fanficnya lucu >_<

    anyway sedikit masukan ya, penggunaan bahasa asing dicetak miring yaa~~ tapi kalo ga juga gapapa sih.

    selebihnya it's okay that's love udah bagooosssss

    keep write yaa ❤

    1. ihihi maaf ya kalo komennya sok :””
      Narin ga maksud sok senpay kok :””
      Narin cuma pengen belajar bareng sama yang lain :”””

      Maapkeun yha

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s