TRIANGLE (Chapter 8) [bonus chapter+new FMV]

tissakkamjong

 

TRIANGLE

tissakkamjong

Chaptered

Romance, School Life, Drama

13+

Irene (Red Velvet), Kris (ex-EXO), Sehun (EXO)

Ff ini murni dari otak author. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, alur, tema, waktu karena ketidaksengajaan. Ini murni dari otak author, dimohon untuk tidak copypaste. [Warning typo(s)].

Poster by Aerriblue

FMV by Alfath11

HAPPY READING

[ Chapter 1 2 3 4 5 6 7 8 ]

OoO

Chapter 8 (bonus chap & flashback ver. & short ver. +new FMV)

 

IRENE POV

 

“Apa aku sudah romantis seperti mereka? Jadi pilih aku, ya?” Kai membisikkan kata-kata itu tepat ditelingaku. Sungguh rumit. Semakin rumit, ketika bayang-bayang itu muncul lagi dikepalaku—setelah berbulan-bulan tidak muncul, bayang-bayang yang sangat aku benci, bayang-bayang yang selalu membuatku takut dan trauma.

 

Flashback on

 

Kang Seul Gi.

 

Kim Ye Rim.

 

Jung Soo Jung.

 

Ketiga teman dekatku itu, harus pindah sekolah, karena Kai—ah tidak, fansnya Kai, sasaeng fans lebih tepatnya.

 

Kim Jong In, dulu sangat terkenal saat SMP. Menjadi dancer andalan sekolahku bukanlah hal yang biasa, selalu dipuji guru, dan seluruh siswa maupun siswi disekolahku. Sayangnya, keahliannya Kai itu membuat beberapa dari mereka terjerumus kedalam kategori sasaeng fans. Mereka selalu menyerang siapa saja yang berani mendekati Kai. Termasuk teman dekatku, Seulgi, Yeri, dan Krystal.

 

Seulgi, Yeri, dan Krystal. Mereka harus pindah sekolah karena hal yang tidak diinginkan—menimpa mereka. Bullying yang dilakukan oleh sasaeng fansnya Kai—membuat mereka tak tahan, dan harus pindah. Mengurung mereka dikamar mandi yang gelap dan bau, melemparkan mereka sampah, cuka, telur, dan hal yang amis lainnya—pada tubuh mereka, menyewa preman andalan—hanya untuk membuat lebam ditubuh mereka. Dan pada akhirnya, mereka tak tahan dan harus pindah.

 

Bedanya, Seulgi pindah saat kelas satu, Yeri saat kelas dua, dan Krystal saat kelas tiga. Aku termasuk beruntung, karena tidak terlalu dekat dengan Kai, tidak seperti mereka, jadi bisa dipastikan bahwa kejadian itu takkan menimpaku. Tapi, tetap saja kesedihan melandaku sangat lama waktu itu, ditinggalkan teman dekat—sangat menyedihkan bukan?

 

Tidak sampai situ saja, aku mulai merasa ada yang aneh saat duduk dikelas tiga. Krystal pindah saat pertengahan semester dua, sehingga dia tidak bisa ikut ujian kelulusan bersamaku, karena dia harus pindah. Tinggalah hanya aku dan Kai saja yang dekat, ketiga temanku sudah tidak lagi bersama kami.

 

Pulang bersama Kai, belajar bersama Kai, mengerjakan tugas bersama Kai—menjadi kegiatanku yang cukup sering kulakukan sejak mereka pindah. Awalnya aku tidak merasakan apa-apa, hingga pada saat ujian kelulusan selesai, aku baru sadar, aku suka pada Kai.

 

Kai, namja yang menyebalkan karena tingkah lakunya yang konyol itu mampu membuatku suka padanya. Sebenarnya tidak masalah jika aku suka padanya, hanya saja aku takut sasaeng fansnya mengetahui ini, dan memburuku. Aku sangat trauma akan bullying, karena dulu saat aku kecil—aku pernah dibully juga dan waktu itu aku didorong dari luncuran tinggi dan kepalaku bocor. Hingga sekarang aku sangat benci bullying, dan ternyata itu kejadian itu menimpa teman-teman terdekatku—membuat traumaku semakin bertambah tiap harinya jika aku mengingatnya.

 

Aku mau Kai tau perasaanku yang sebenarnya, tapi aku tidak mau dibully. Aku tidak mau seperti ketiga temanku—jatuh sakit parah, hanya karena sasaeng fansnya. Aku tidak mau itu. Hingga aku tak tau lagi harus bagaimana menyatakannya, dan pada saat kelulusan tiba, sebuah ide terlintas dikepalaku.

 

“Kim Jong In. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini, aku tidak mau seperti ketiga temanku, aku tidak mau kejadian yang menimpa mereka—menimpaku juga. Tapi aku tidak bisa juga kalau tidak mengatakan hal ini. K…k…a…kai…-y….ya… Sarang………..hae.”

 

Aku menyatakan cintaku pada Kai saat acara kelulusan selesai, diruang kelas yang sepi—ruangan yang kuyakin pasti tidak ada orang yang dapat melihat kita. Tanpa Kai menjawab apa-apa, aku langsung berbalik dan berlari keluar. Hatiku sudah lega, biar saja Kai tidak menjawab pernyataanku, biar saja Kai tidak membalas cintaku, yang penting aku sudah menyatakannya.

 

Dan sekarang aku harus bilang pada eomma-appa bahwa aku harus melanjutkan SMA yang jauh dari sini, yang bisa membuatku tidak bertemu Kai lagi, yang bisa membuat traumaku sedikit hilang dan tentunya yang bisa membuatku melupakan hal-hal buruk yang pernah kualami disini.

 

Flashback off

 

“Maaf aku tidak bisa menerimamu, Kai-ya.” Kai melepaskan pelukanku dengan penuh tanda tanya. Wajahnya menatapku dengan tatapan—kecewa, heran, sedih, bingung—entahlah. Aku menatapnya balik, bingung, aku sungguh bingung. Aku tidak mau yang dulu-dulu terulang, aku takut, terlalu takut. Tapi, aku juga tidak bisa menolaknya sebenarnya, aku juga jatuh cinta padanya.

 

“K…kenapa?” Kai bertanya, aku hanya bisa menunduk saja, menyembunyikan wajah takut dan sedihku. “Ya! Kenapa?! Jawab aku! JAWAB!” Kai menggoyang-goyangkan pundakku dengan kencang. “JA—“

 

“AKU TAKUT KAI-YA.” Aku mengangkat kepalaku dengan kencang dan berteriak didepan wajahnya, kuseka air mataku dengan cepat. Dia perlahan menurunkan tangannya dari pundakku.

 

Hening.

 

Diantara kami tidak ada yang bicara, aku hanya bisa diam, begitu juga dengan Kai.

 

Jebal…” Hanya kata itu yang bisa kudengar dari mulut Kai, dia meraih tanganku, dan menggenggamnya dengan erat.

 

“Aku takut yang dulu terulang. Aku tidak mau seperti teman dekatku dulu, apalagi sekarang kau semakin famous, bahkan orang-orang diluar sana juga tau kau. Bagaimana kalau mereka jahat padaku? Fansmu tidaklah sedikit seperti dulu, sekarang sudah banyak Kai-ya! Banyak! Kau tau kan aku pernah trauma? Tau kan? Kenapa kau melakukan ini? Kenapa hah? Kau membuat traumaku semakin bertambah!” Aku mencoba menjelaskan semuanya semampuku, aku hanya bisa mengungkapkannya sedikit, padahal ada lebih banyak hal yang ingin kusampaikan padanya.

 

“Ah… A…ku aku tau, aku tau itu, aku tau kau trauma, aku tau kau takut, tapi kau tidak bisa seperti ini terus, kau harus melawannya. Aku janji aku akan melindungimu, ne?” Aku terlalu takut, aku ragu. Aku takut ia tak bisa menepati janjinya, bagaimana jika nanti semua orang tau? Bagaimana jika nanti semua orang akan menggangguku?

 

“Jangan sampai semua orang tahu, kajja.”

 

“Maksudmu?” Tanya Kai dengan heran, aku menghembuskan nafasku.

 

“Jangan sampai ada yang tahu kalau kita sepasang kekasih.” Kulihat wajahnya yang mulai berseri-seri.

 

“Jadi? Kau menerimaku? Jinjja?” Aku mengangguk dengan perlahan—lalu menunduk, menyembunyikan wajahku yang sedikit mulai memerah.

 

“YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!” Kai berteriak dengan sangat kencang, aku hanya bisa menggaruk pipiku dengan asal—senyumku mulai mengembang melihat tingkahnya yang sangat gembira seperti ini. Dia memegang kedua pipiku—dengan kedua tangannya, lalu menatapku dengan gembira.

 

Saranghae Bae Joo Hyeon.” Dia berkata dengan gembiranya—lalu menarikku kedalam pelukannya.

 

Nado saranghae Kai-ya, semoga saja tidak ada masalah setelah ini, semoga hubungan kami bertahan lama, meski kami harus menutup-nutupinya, karena traumaku yang tak kunjung reda—dan malahan bertambah.

 

END

 

tissakkamjong’s note: Hai guys! Akhirnya ketemu lagi di ff triangle ini hehe. Sekian lama sekian 2mingguan, author gak update2 karena emg lagi banyak bgt tugas dan skrg br sempet update lg. Jadi ya ini bonus chapter nya, sorry banget pendek yak arena emg niatnya disini cuman ngejelasin gmn Kai diterima pas dulu, dan nyeritain bbrp hal penyebab mereka harus pacaran secara diem2an. Utk chap ini ada new FMVnya, jgn lupa diliat, jgn lupa juga buat like&komen di FMVnya, jangan jd silent viewers ya hahaha^^ 

 

Okay, makasih banget buat para readers yg udah baca&komen dari awal hingga akhir, tanpa komen2 kalian mungkin author males ngelanjutinnya haha makasih juga buat Alfath11 yg setia banget bikinin FMV buat ff aku ini, sampai ketemu lagi di ff chapter/oneshot author selanjutnya! Bye /bow/

15 tanggapan untuk “TRIANGLE (Chapter 8) [bonus chapter+new FMV]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s