#1 Eodum and Jinsil : Violin [By missoei892]

PicsArt_1447498393198

a ficlet series presented by

©missoei892

First Part of Eodum and Jinsil

Staring Chanyeol of EXO

Disclaimer : FF ini murni hasil imajinasi author. Jika ada kesamaan nama, tempat, atau hal lainnya, hanya semata-mata karena ketidaksengajaan. Cast selain OC adalah milik Tuhan, Keluarga, dan Agensinya.

Like dan Comment jangan lupa

Hargai hasil jerih payah setiap author

Ia tidak akan mati. Tidak akan pernah, dan tidak akan bisa. Viola akan kembali dan membuatmu membayar semuanya.

“Hentikan, kubilang hentikan!”

Percuma. Suara itu tetap terngiang di kepalaku. Suara biola itu terdengar merdu, tetapi ada sebuah cerita pilu yang tertimbun dibaliknya, menunggu untuk digali dan diangkat kembali. Richard Park hanya bisa menelan semua kenyataan itu. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia terlanjur membangunkan Viola, dan ia harus menanggung resikonya.

“Pernahkah kau tahu Richard? Pernahkah kau tahu ada seorang gadis bernama Viola yang sangat menginginkanmu? Aku hanyalah upik abu dalam kerajaan emasmu, tetapi aku punya hati yang lebih indah dari semua emasmu. Tangan Midas bisa mengubah apapun menjadi emas, tetapi ingat, tangan Midaslah yang telah mencelakakan putri Midas itu sendiri.”

©missoei892-Violin

Chanyeol menggendong tas biolanya. Hari ini adalah konser tunggal pertamanya. Jantungnya berdegub kencang pertanda bahwa dirinya sangat gugup sekarang. Sebuah tangan lembut membelai pucuk kepalanya. Pemilik tangan itu juga membisikkan kata-kata sederhana yang dapat menyejukkan hati seorang Park Chanyeol dalam hitungan menit. Kim Kyung Hee, nama wanita itu.

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja.”

Hanya itu dan ajaibnya semua rasa gugup yang telah membebani hati seorang Park Chanyeol ikut terbang dengan udara. Ia menengguk salivanya berat sambil menyunggingkan seulas senyum kecil. Kyung Hee pun ikut tersenyum meneduhkan. Ia tetap berkata semua akan baik-baik saja hingga berulang kali untuk menenangkan hati namjachingunya itu.

Lima menit menjelang konser tunggalnya, Chanyeol pun segera mengambil posisinya dan mulai bersiap. Kyung Hee juga telah bersiap di depan sebuah Grand Piano berwarna putih untuk mengiringi permainan biola kekasihnya itu. Konser pun dimulai. Alunan piano dan biola nan indah mampu menyihir seluruh penonton dalam aula tersebut. Konser tersebut berlangsung sekitar satu jam dan ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dan standing ovation dari seluruh penonton. Chanyeol dan Kyung Hee membungkukkan badan mereka berkali-kali sebagai tanda hormat dan ucapan terima kasih. Konser pun berakhir dan mereka pun beranjak pulang dan beristirahat.

Chanyeol tak henti-hentinya tersenyum. Sepanjang perjalanan ia hanya menatap bahagia sebuah biola tua yang ada di pangkuannya. Biola ini sudah berusia 25 tahun, tetapi suara yang dihasilkan lebih jernih daripada biola-biola yang ia temui sekarang. Setiap kali ia memainkan biola ini, selalu ada rasa bahagia yang tidak dapat ia utarakan. Biola inilah yang membuatnya sukses seperti sekarang. Biola tua ini, yang ia ketahui adalah milik seorang wanita bernama Viola.

©missoei892-Violin

“Tepat hari ini adalah peringatan 25 tahun kematiannya. Seorang pemuda telah berhasil membangunkan sang dewi. Tidak ada kata ampun yang tersisa. Sang dewi hanya ingin darah, darah dari seseorang yang telah menyakitinya semasa hidupnya.”

Chanyeol tiba di rumahnya limabelas menit lebih cepat dari perkirannya. Ia pun segera menggendong tas biolanya dan masuk ke kamarnya hingga kemudia terlelap dalam hitungan menit. Ia sangat lelah hari ini.

Tap tap tap

Terdengar sebuah suara langkah kaki yang diikuti oleh alunan biola yang indah. Indah tetapi menyayat hati. Nada-nadanya begitu memilukan, hingga setiap orang yang mendengarnya sangat ingin mengiris urat nadinya sendiri. Lagu itu, Fur Elise adalah lagu yang telah dinobatkan sebagai salah satu lagu tersedih di dunia, dan sepasang tangan tengah memainkan lagu tersebut dengan begitu memilukan. Tangan itu, milik seorang wanita. Ia memakai pakaian ala bangsawan Eropa abad ke-18. Ia memakai sebuah topi besar yang menutupi hamper seluruh wajahnya. Gaunnya berwarna merah maroon, dan sebuah seringai tengah ia sunggingkan.

“Terjebak dalam tubuh semanis ini? Oh Richard-ku memang selalu bernasib baik.”

“Ri…chard?”

Chanyeol terbangun, dan betapa terkejutnya ia melihat wanita bercadar tersebut tengah menatapnya lekat-lekat seakan ingin memakannya saat itu juga.

“Kau kira aku akan memakanmu?”

“Kalau tidak, apa yang kau inginkan?”

“Hanya sedikit darahmu.”

“Sama saja.”

“Tidak, karena aku hanya meminum, bukan memakan.”

“Sama saja kau menginginkanku.”

“Bukan kau, tetapi roh yang bersemayam dalam tubuhmu.”

“Sama saja itu aku!”

“Sudah kukatakan bukan! AKU INGIN RICHARD! BERIKAN RICHARD PADAKU ATAU KAU AKAN MATI!”

“Tapi aku tidak tahu siapa itu Richard!”

“Makanya, biarkan aku meminum darahmu manis.”

“Tidak akan!”

“Kau telah menguji kesabarnku! Kau habis sekarang nak!”

Beberapa saat setelah itu, tubuh Chanyeol sudah tidak bernyawa lagi. Darahnya telah habis. Yang tersisa sekarang hanyalah mayatnya yang mongering. Kamarnya telah menjadi saksi bisu dari kematian Park Chanyeol. Seorang remaja berbakat yang telah menyelesaikan konser tunggal pertamanya. Pemuda ini harus mati karena dendam seorang wanita bernama Viola. Yah, biola miliknya adalah biola milik wanita itu dan sekarang jiwanya tengah terkurung di dalam biola itu bersama Viola.

-Fin-

Hai hai! Author balik dengan ff horror yang alur cerita belibet haha…

Jadi intinya di Chanyeol itu reinkarnasinya si Richard Park dan Viola itu punya dendam kesumat/? sama si Richard park itu. Jadi ini semacam pembalasan dendam.

Oh iya, ff author yang 6B mau dipending dulu, soalnya sepi peminat.

Oke sekian cingcong dari author.

Byebye….

3 tanggapan untuk “#1 Eodum and Jinsil : Violin [By missoei892]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s