[DELIGHT SEQUEL] Loved – Part 1

loved

Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Kim Jongin, Kang Seulgi, Kim Joomyeon (Suho)

Additional Cast: Wendy Son
Rate : Teen, PG-13
Genre : romance, travelling, drama

Poster by HRA kamsahamnida~

Author note: haloo, Setelah banyak yang minta FF DELIGHT untuk dibuatkan sequel, maka aku bikin sequelnya nih! Dan sekarang yang diceritain adalah kisah Jongin setelah merelakan Yoo Rae untuk Kyungsoo! Wah, gimana tuh ceritanya, langsung aja yuk cuss baca~ jangan lupa like dan commentnya ya<3

Seorang perempuan berwajah oriental berjalan keluar dari gate bandara Paris Charles de Gaulle dengan tas ransel yang terlihat cukup penuh dan koper besarnya yang berwarna kuning. Berbekal peta, handphone, uang tunai, atm, power bank, dan snacks perempuan bernama Seulgi ini nekad pergi ke Paris untuk menemui tunangannya yang sudah lama ia rindukan.

Ia dan tunangannya sudah menjalin hubungan selama satu tahun karena perjodohan keluarga mereka. Tetapi, sudah 5 bulan lamanya tunangan Seulgi berada di Paris untuk mengurusi perusahaan ayahnya, karena itulah Seulgi berencana membuat kejutan untuk tunangannya itu

“Ya! Kang Seulgi!” pekik Wendy saat Wendy menelpon Seulgi lewat aplikasi LINE

“wae? Aku kan kangen banget sama Suho, jadi ya aku ke Paris.” Bela Seulgi

“pergi sendiri? Emang kamu tau tempat wisata di Paris apa aja? Apa kamu tau kamu tidur dimana? Apa kamu tau makanan disana apa aja?!” Tanya Wendy

“bawel banget sih, Wen-_- Tenang aja, aku bukan anak kecil. Pokoknya aku kerjasama sama mamanya Suho, makanya aku dapet tiket ke Paris dan nginep di hotel bintang lima Suho selama 2 minggu!” jelasku

“huh, aku kan khawatir sama kamu! Yaudah deh, have a fun trip, jangan lupa foto-foto di Paris dan fotoin tempat wisata disana buat tugas!”

“nde!!” Seulgi menutup telpon dari sahabatnya itu. Ia membuka notes di handphonenya dan membaca alamat hotel milik keluarga Suho, saat melihat taksi ia pun langsung memberhentikan taksi itu. Ia pun memasukan kopernya dibantu dengan supir taksi dan masuk ke taksi

Seulgi melihat pemandangan Paris dari jendela taksi. Paris, adalah kota yang sangat ingin dikunjungi Seulgi. Selain karena tempatnya yang romantis, Paris juga banyak sekali tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi, seperti museum Lovre, Taman bunga matahari, dan lain-lain

“aigoo, pasti akan menyenangkan jika menghabiskan waktu bersama Suho oppa di Lovre. Apalagi disana ada lukisan monalisa.” Guman Seulgi

Akhirnya, Seulgi sampai di hotel milik Suho. Saat keluar dari taksi, ia pun disambut oleh para karyawan hotel dan dengan sigap mereka langsung membantu Seulgi untuk mengambil barang-barangnya yang terdapat di bagasi taksi

“Bonjour Seulgi! Selamat datang, bienvenue!” Mama Suho menghampiri Seulgi dan memeluk Seulgi sebentar

“pasti kamu capek ya karena lamanya perjalanan dari Korea ke Prancis ini.” Mama Suho merangkul Seulgi sambil memberikan Seulgi welcome drink, yaitu avocado smoothie

“ya begitulah tante, aku berangkat dari pagi-pagi banget dan sampai disini udah sore banget hahahha.” Jawab Seulgi

“Aigoo, kalau begitu istirahatlah. Besok kamu bisa berjalan-jalan melihat indahnya kota Paris lalu malamnya dinner dengan Suho.” Kata mama Suho

“kenapa harus malam, tante? Kenapa gak besok siang atau nanti malam?” Tanya Seulgi heran

“hem soal itu. Yah, kamu tahu kan Suho lagi sibuk-sibuknya di Paris dan menurut informasi dari sekretaris perusahaan, besok malam jadwal Suho kosong jadi bisa menyempatkan diri untuk bersamamu besok. Dan, tenang saja aku yang akan mendekor candle light dinner kalian besok kkkk.” Kata Mama Suho

“Jinja?? Kamsahamnida!” pekik Seulgi senang.

 

Seulgi P.O.V

 

Setelah merapikan koper beserta isinya, aku pun berbaring di kasur berukuran king size yang super empuk ini. Kata mama Suho, kamar yang aku tempati sekarang adalah kamar VVIP class, wuih!

Aku mengambil handphone dan mencari kontak Gikwang Oppa di LINE. Lalu aku menghubunginya

“yeoboseyo?”

“Gikwang oppa~”

“ah nde, Seulgi. Kamu sudah sampai di Paris? Bagaimana keadaan kamu?” Tanya Gikwang

“hmm begitulah, aku capek dan mungkin sekarang rada jetlag.” Jawabku

“Aigoo, kalau begitu tidurlah. Kamu butuh istirahat, dan ohiya aku sarankan kamu mencicipi baguette. Roti baguette adalah roti khas Prancis yang tidak akan dilewatkan oleh turis.” Saran Gikwang

“hmm araseo, aku mau tidur dulu ya oppa. Jalja~”

“nde, selamat menikmati liburanmu disana.”

Aku pun menutup percakapannya dengan Gikwang dan menutup mata untuk memulai tidur.

 

Aku membuka mata dan terbangun dari tidurku. Aku mendorong selimutku sehingga dengan mudah aku beranjak dari tempat tidur. Aku menghirup dan melepas udara perlahan, hmm pagi pertama di Paris. Udara disini cukup berbeda dengan Seoul. Aku memakai sandal hotel dan membuka gordyn sehingga cahaya masuk ke kamarku.

“selamat pagi, Paris.” Gumanku

Aku menyisir dan mengikat cepol rambutku. Setelah mandi dan memakai baju, aku berniat untuk berjalan-jalan mengelilingi Paris sesuai dengan panduan yang aku dapat dari Google. Itung-itung untuk menunggu hingga waktu malam nanti, dan melihat-lihat kota Paris

Tetapi sebelumnya, aku sarapan terlebih dahulu di ruang makan yang ada di hotel. Aku berjalan menuruni tangga dan memasuki restoran hotel, aku sempat kaget karena tidak menemukan daging, telur, pancakes, ataupun keju. Karena biasanya aku sering menemui keempat hal itu untuk menu sarapan di hotel-hotel internasional

Aku pun bertanya ke pelayan hotel, ternyata mereka lebih suka makan roti dan pastry ketimbang nasi ataupun kentang dan pancakes. Bahkan porsi sarapan mereka pun sangat sedikit, berbeda dengan English breakfast ataupun American Breakfast.

Aku memutuskan untuk menikmati cream puffs, sereal, dan café au lait (kopi susu berukuran besar). Mungkin terlihat aneh untuk orang-orang Prancis melihatku menyantap sarapan dengan porsi yang banyak bagi mereka, tapi bagiku porsi ini masih sedikit

“Bonjour Seulgi!” sapa mama Suho, terlihat dibelakangnya ada 2 asisten yang sedang memperbaiki syal yang dipakai mama Suho

“annyeong ahjumma.” Sapaku

“Bagaimana? Sarapannya enak tidak?” Tanya beliau

Aku mengangguk, “nde, ini enak sekali! Sayang sih porsinya tidak sebesar porsi sarapan di Korea, hahahha.” Jawabku

“I see~ porsi makanan Prancis memang sedikit-sedikit, makanya wajar saja kalau orang Prancis badannya kurus-kurus hahahha. Ohiya, abis ini kamu mau jalan-jalan ya? Perlu mobil?” tawar mama Suho

Aku menggeleng pelan, “tidak usah tante, aku ingin jalan saja. Aku ingin menelusuri Paris, kalau naik mobil takutnya nanti gak ada feel-nya.” Tolakku

Mama Suho ber-oh-oh, “Baiklah aku mengerti, ngomong-ngomong ini untukmu dan selamat bersenang-senang. Bye~”

Mama Suho memberiku amplop dan berjalan meninggalkanku

Saat beliau sudah jauh dariku, aku membuka isi amplop tersebut, dan ternyata amplop itu berisi uang euro dengan jumlah yang banyak. Wow, bahkan gaji part time-ku selama setahun tidak setara dengan nominal uang yang diberikan mama Suho.

Setelah menghabiskan sarapan, aku berjalan keluar dari hotel sembari membenarkan beanie merah yang sedang aku pakai. Terlihat suasana Paris yang cukup padat di pagi hari, banyak orang-orang berlalu-lalang di sepanjang jalan, ada juga yang menjual prodak-prodak tas bermerek dari Paris di pinggir jalan dan dijual secara Cuma-Cuma (wow, disini saja tas ber-merk dijual Cuma-Cuma, betul-betul pemandangan yang tidak biasa!)

Aku juga melihat beberapa orang yang jogging di sepanjang zebra cross dan beberapa dari mereka ada yang berjalan menuju taman di menara Eiffel untuk jogging. Aku membuka iPhone milikku dan mengecek to do list yang aku buat di memo, hmmm Aku mengunjungi menara Eiffel saat malam hari nanti, tapi sepertinya aku ke taman Eiffel saja untuk foto-foto pemandangan disana dan itung-itung lari kecil untuk berolahraga.

Aku menyiapkan kamera SLR yang aku simpan di tas selempang dan memasang lensa Fish Eye untuk hasil foto yang lebih baik nanti. Sampai di taman Eiffel, aku memotret pemandangan Eiffel di pagi hari, aku juga memotret orang-orang yang sedang jogging atau piknik disana.

Ohiya, disana terdapat larangan untuk melewati bagian bawah menara Eiffel, aku tidak tahu mengapa, yang jelas larangan itu merupakan adat di Paris. Karena itulah, terdapat petugas keamanan yang menjaga di sisi kiri dan kanan Eiffel yang juga bertugas untuk mengingatkan turis tentang hal itu.

Ketika aku memotret, aku merasa ada yang mengikutiku. Aku pun berjalan cepat meninggalkan taman Eiffel, tetapi aku justru merasa orang yang mengikutiku mempercepat langkahnya, dan tiba-tiba saja 2 orang bertubuh kekar merampok tasku

“Help me! Help!!!”

Sialnya aku tidak bisa berbahasa Prancis, sangat langka menemukan orang Prancis berbahasa Inggris apalagi Korea, Aku pun berlari mengejar perampok itu. Lalu aku melihat seseorang yang menghentikan joggingnya dan menghalangi 2 perampok itu sehingga perampok itu berhenti. Aku langsung berlari menghampiri orang itu.

Orang itu memiliki wajah oriental Korea, aku sepertinya pernah melihatnya namun aku lupa dimana. Orang itu berbicara dalam bahasa Prancis, 2 perampok itu mengerti tetapi mereka tetap tidak mau mengembalikan tasku, malahan mereka menjatuhkan tas milikku dan bersiap untuk berkelahi

Aku ingin mengambil tasku tetapi aku takut, “hey, what are you doing?!” tanyaku

“Gwenchana, tetaplah disitu.” Kata orang itu dengan bahasa Korea

Aku mengangguk dan menuruti permintaan orang itu. Salah satu dari perampok itu menyerang orang Korea itu, tetapi dia berhasil menghindar dan memukul tepat di perut perampok itu dengan keras, perampok yang lain pun melayangkan pukulannya ke wajah orang Korea itu dan berhasil kena

“aw, ini sakit.”

Orang Korea itu langsung menendang perampok yang berhasil memukulnya, dan saat perampok yang ia pukul berdiri, ia langsung meninjunya lagi sehingga perampok itu terkapar. Dan tiba-tiba perampok yang lain menyerangnya, tetapi ia berhasil memelintir tangan perampok itu dan membanting tubuh perampok itu.

Dengan santai ia mengambil tas milikku dan 2 perampok itu kabur, “ini tas milikmu, mademoiselle” Kata orang itu

“k-kamsahamnida, berkat dirimu aku mendapat tasku lagi. Hey, sepertinya aku pernah melihatmu…..Jongin?!” pekikku

Jongin tersenyum, “welcome to Paris, Seulgi.” Jongin langsung memelukku

Jongin adalah teman SMA-ku, aku memang tidak terlalu dekat dengannya karena kita beda kelas. Aku bisa kenal dengannya karena saat itu aku mengikuti kelas dance beberapa kali. Kata Wendy, Jongin adalah salah satu agent yang paling diandalkan SK-Ahn selain Kyungsoo, dan Yoo Rae. Jongin memilikki banyak senjata di tubuhnya seperti peluru, bom, laser, misil, dan sebagainya, seperti Iron Man. Uhm.. sebenarnya itu dirahasiakan tapi aku terlanjur memberitahunya.

“Hey, long time no see. Kamu kuliah disini?” tanyaku

Jongin mengangguk, “yep, aku mengambil jurusan performing art disini. Ohiya, bagaimana kabarmu? Dan bagaimana keadaan Korea?” Jongin berbalik Tanya

“well, aku baik-baik saja dan Korea juga baik-baik saja, apalagi ditambah misi-misi rahasia yang dilakukan agent-agent SK-AHN termasuk Wendy dan Kyungsoo-Yoo Rae. Korea benar-benar aman dan tentram.”

“Wow, senang mendengarnya. Ngomong-ngomong kita bicarakan ini di café aja gimana?” tawar Jongin

Aku mengangguk setuju dan mengikuti Jongin yang menunjukkan arah café rekomendasinya, kata Jongin di café itu kopi dan baguette nya enak. Aku memesan kopi dan crossaint, sedangkan Jongin memesan black tea dan cupcakes

“Aku tidak menyangka kamu kuliah disini, aku kira kamu kuliah di Korea tapi menghilang karena menjalankan misi.” Aku memulai pembicaraan

Jongin terkekeh, “aniya, aku sempat iseng ikut ujian beasiswa dan penampilan bakat untuk kuliah performing art di Paris. Dan untungnya aku dapat beasiswa walaupun tidak full, makanya itu sekarang aku ingin fokus kuliah dulu.” Jelas Jongin

“hmmm I see, kamu disini tinggal sama siapa?” Tanyaku

“Aku tinggal dengan tanteku di apartment, ohiya kamu ngapain ke Paris? Berlibur ya?” Jongin berbalik menanyakanku

“Bisa juga sih, tapi aku juga kesini karena aku ingin bertemu tunanganku.”

“maksudmu, Suho?”

Aku menatap Jongin bingung, “bagaimana kamu bisa tahu kalau dia tunanganku?”

 

7 tanggapan untuk “[DELIGHT SEQUEL] Loved – Part 1”

  1. sorry author bahasa prancisnya Nona bukan Monsieur tp mademoiselle.. disitu masa jong in bilang sama seulgi “ini tasmu Monsieur?” Monsieur = Mr
    suho kok belum kluar dsini? trus jong in kok kliatannya kenal? ada apa ya ?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s