[Vignette++] Love You Too Ahjussi – By Kimiham

1447241107079

Love You Too Ahjussi

Do Kyungsoo Oh Hami (OC)

Romance (?)

PG-15

Vignette

KIMIHAM

No bash! No plagiat! No repost without permission!

 

LIKE and COMMENT

 

Awas TYPO!!

 

—HAPPY READING—

***

 

“Apa Kyungsoo sudah melamarmu?”

“Apa kau menerima lamaran Kyungsoo?”

“Jika kau mencintainya, kumohon terima Kyungsoo ya?”

“Jangan pernah membuat Kyungsoo kecewa dengan keputusanmu.”

 

Gadis ini yang sedari tadi membayangkan gagasan-gagasan itu menyelinap di benaknya, membuat ia menegang. Semua yang nampak nyata walau hanya sebuah bayangan itu membuat Oh Hami, namanya, semakin tertekan. Lambat laun tanpa Hami sadari, ia mulai menggigit kuku-kuku jarinya sembari tatapan matanya tidak fokus di satu arah yang jelas. Hingga seseorang yang sedang duduk dengan kemudi di kedua tangannya menyadari gelagat aneh Hami yang gelisah di sampingnya.

Hei. Ada apa?” tanya Kyungsoo datar, lelaki yang sedang bersama Hami.

Hami menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan sebelum menjawab pertanyaan Kyungsoo, kemudian ia membuka mulutnya, “Ibumu, paman. Ibumu. Aaaakkh…” suaranya terdengar frustasi.

“Ada apa dengan ibuku?” tanya Kyungsoo pelan, terkesan datar.

“Ibumu memintaku untuk mengiyakan lamaranmu. Tapi…”

 

Chiiit…

 

Tak sampai tiga detik, mobil Kyungsoo berhenti dalam sekejap. Dan Hami terkejut sekaligus bersyukur karena saat ini mereka masih berada di area kompleks rumahnya, jadi jalanan sepi. Apa jadinya jika Kyungsoo menghentikan mobilnya di jalan raya yang padat? Yah, Hami dapat memastikan mobil mereka pasti penyok atau tidak hancur setelah ditabrak oleh mobil lain yang ada di belakang mobil mereka.

“Paman… kau gila. Kenapa berhenti tiba-tiba?” kata Hami dengan ekspresi wajah terkejut sembari mengelus dadanya.

“Kau,” menunjuk Hami sambil melayangkan tatapan menusuk ke manik gadis yang ada di sampingnya ini, lalu ia melanjutkan, “Berhenti memanggilku paman.”

Setelah ancaman yang tidak lagi menakutkan dari Kyungsoo untuk Hami itu, di antara mereka terjadi keheningan cukup lama. Hami yang tetap diam dengan pikiran tentang ucapan bibi Do, sedangkan Kyungsoo terus-menerus memikirkan kata Hami beberapa saat yang lalu yang hampir membuatnya setengah kaget mendengarnya. Ayolah, Kyungsoo belum sekalipun menyatakan cinta apalagi menyatakan sebuah lamaran pada Hami. Dan kenapa bisa ibunya dengan blak-blakan meminta Hami untuk menerimanya? Oohh, Kyungsoo ingin berteriak sekarang juga rasanya, tapi itu tak mungkin.

“Hami-ya,” panggil Kyungsoo pelan, masih diam tidak lekas menjalankan mobilnya.

“Hmmm,” sahut Hami cepat sambil menggerakkan seluruh tubuhnya menghadap Kyungsoo. Lalu ia berinisiatif lebih dulu bertanya cepat sebelum Kyungsoo membuka mulut, “Apa paman sungguhan ingin melamarku? Apa paman menyukaiku? Apakah paman selama tiga tahun lebih memendam perasaan padaku? Paman…”

“Shuut!” Kyungsoo mengangkat jari telunjuk di depan bibir untuk meminta Hami mengatupkan bibirnya. Dan untunglah Hami mau menghentikan pertanyaannya. “Lalu… kau…” Kyungsoo terbatah.

“Bicaralah yang jelas.” Hami semakin menggeserkan tubuhnya lebih dekat ke Kyungsoo. “Lalu aku, kenapa? Apa? Aku kenapa dan apa, paman?”

Kyungsoo mengerjap sesaat, lalu ia sedikit memudurkan tubuhnya. “Lalu kau bagaimana?”

“Aku bagaimana? Apanya yang bagaimana, paman?” Hami benar-benar tidak mengerti maksud pertanyaan lelaki tiga puluh empat tahunan di sampingnya ini.

“Dasar bodoh. Pertanyaan seperti itu kau tidak mengerti? Lupakan saja.”

Seolah mengelak dari keadaan, Kyungsoo segera mungkin menyalakan mesin mobil dan membawanya meluncur santai dengan kecepatan normal di jalanan. Meninggalkan Hami dengan sebuah bongkahan pertanyaan yang jawabannya tidak diketahui dan tidak dimengerti oleh Hami.

“Dasar paman aneh.” gumamnya dan memilih melupakan seperti yang diminta Kyungsoo.

 

***

 

“Kyungsoo,” panggil ibu pelan. “Kyungsoo-ya,” panggil ibu lagi. Kali ini lebih keras. Tetap tidak ada sahutan dari Kyungsoo yang nampak di matanya kosong menatap layar datar di depan mereka.

Seolah menganggap panggilan ibu adalah suara-suara bising dari televisi di hadapannya, Kyungsoo malah memilih bangkit dari sofa yang sudah ia duduki nyaris tiga puluh menitan itu. Lalu ia tanpa pamit mencelos begitu saja melangkah ke arah tangga menuju ke lantai dua di mana ruang tempat tidurnya berada. Namun, belum genap tiga langkah Kyungsoo melangkah, suara ibu kali ini membuatnya berhenti di tengah jalan.

“Kyungsoo, apa anak ibu ini sudah menyatakan keinginannya pada Hami?”

Kyungsoo membalik tubuhnya, lalu ia mengangkat wajahnya mempertemukan wajahnya dengan wajah ibu yang entah sejak kapan sudah ada di depannya.

Kyungsoo tersenyum masam sembari menggelengkan kepala, “Belum.”

Ibu menarik tangannya ke atas dan ia letakkan di kedua bahu Kyungsoo. “Ibu percaya, Kyungsoo sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi,” ibu menarik nafas dan menghembuskannya pelan lalu melanjutkan, “Cepat katakan pada Hami jika Kyungsoo suka dan ingin menikah dengannya.”

“Tapi bu…” ucap Kyungsoo tidak yakin sambil menggeleng.

“Sudahlah. Cepat katakan pada Hami jika Kyungsoo tidak ingin Hami diambil pria lain. Bukankah Hami gadis yang cantik dan manis? Pasti banyak sekali pria yang menyukainya selain Kyungsoo.”

“Tapi bu,” sekali lagi Kyungsoo menggeleng. “Bagaimana jika Kyungsoo seperti dulu lagi dan bisa membuat Hami ketakutan? Pasti ia akan meninggalkanku, seperti dia.”

Tiba-tiba wajah ibu menampakkan kerutan tidak suka dengan kata-kata yang meluncur dari bibir anaknya ini. Lalu ia seolah menyembunyikan kesedihannya, lekas menarik tubuhnya dan tubuh Kyungsoo hingga pelukanlah yang terjadi di antara mereka.

“Ibu yakin. Kyungsoo tidak akan membuat Hami takut. Karena Kyungsoo sangat mencintai Hami dan ingin menikahinya kan? Bukankah Kyungsoo tahun depan sudah berumur tiga puluh lima tahun? Kau harus menikah, anakku. Ibu tidak mau Kyungsoo melajang sampai setua itu.” kata ibu mencoba bergurau di akhir kalimat panjang-lebarnya.

Hmmm… Kyungsoo sudah setua itu.” Kyungsoo menarik tangannya membalas pelukan ibu.

“Ya, Kyungsoo sudah tua. Dan membutuhkan seorang istri.”

 

***

 

Udara malam kali ini terasa menusuk-nusuk hingga sampai ke dalam tulang Hami. Hami lekas menarik jaket berwarna biru mudanya yang saat ini ia kenakan lebih kuat, berharap tubuhnya bisa sedikit terhangatkan. Tidak jarang tangannya yang nakal mengait asal ke lengan kokoh seorang pria. Siapa lagi jika bukan Kyungsoo.

“Hami-ya,” panggil Kyungsoo pelan sembari tetap melangkahkan kakinya beriringan dengan langkah Hami yang lamban. “Hami. Oh Hami,” sebut Kyungsoo sekali lagi lebih keras merasa terabaikan.

Hami mengerjap sesat lalu menatap sisi wajah Kyungsoo. Dia sedikit mendengus kesal sembari memberengut dengan pria yang ia sebut ‘paman’ ini. Selalu seperti ini. Jika ia mengajak Hami untuk berbicara, tak pernah sekalipun Kyungsoo menatap Hami.

“Hami-ya.”

“Apa? Apa? Kenapa paman terus menyebut namaku? Cepat katakan apa mau paman mengajakku keluar malam di hari minggu yang dingin ini? Aku ingin pulang. Aku ingin tidur dengan selimut yang tebal. Aku ingin men…”

 

Chuu~~

 

Detik itu juga bibir kemerahan Hami mengatup rapat setelah mendapat kecupan singkat dari bibir Kyungsoo, pas di sisi kanan bibirnya. Detik itu pula, mata Hami terbelalak lebar sembari mengangkat tangannya menyentuh sudut bibirnya.

“Paman.” gumam Hami sangat pelan.

“Tahun ini usiamu dua puluh dua tahun kan?” tanya Kyungsoo terdengar datar-datar saja. Berbanding dengan Hami yang terlihat kaku dibumbui dengan panas dingin menerjang tubuhnya setelah mendapat kejutan singkat dari Kyungsoo barusan.

Hami mengangguk lalu menarik nafas panjang diam-diam dengan menundukkan kepala dalam, menatapi sepatu flat yang ia kenakan. Lalu Kyungsoo mulai melepas kaitan tangan Hami di lengannya. Kemudian ia merogoh saku jaket dalamnya. Tak butuh waktu yang lama, Kyungsoo mengeluarkan sebuah benda berbentuk persegi kecil berwarna merah. Dan ia mengeluarkan lagi barang kecil yang ada di dalam persegi merah itu. Selanjutnya Kyungsoo menggenggam barang kecilnya.

“Hami… aku… menyukaimu. Aku mau kau menikah denganku.” bukan sebuah pernyataan yang keluar dari bibir Kyungsoo. Namun sebuah nada menuntut agar seseorang yang ada di hadapannya ini lekas menjawab dengan kata ‘iya’.

“Apa?”

Dan, untuk kedua kalinya mata Hami terbelalak lebar. Lututnya juga seketika itu pula lemas dan ingin jatuh, terlalu kaget dengan ucapan Kyungsoo. Untunglah Kyungsoo tahu itu dan menahan lengan Hami agar tidak terjatuh.

“Apa? Apa… aku… tak salah dengar?” Hami terbatah.

Kyungsoo menggeleng. Karena Kyungsoo tidak ingin basa-basi terlalu lama lagi, ia membuka genggaman jemarinya dan terlihatlah sebuah cincin bermata berlian menghias indah di atasnya. Dan selanjutnya tanpa menunggu jawaban Hami, menerima ia atau tidak, Kyungsoo memasukkan cincin itu ke jemari manis Hami. Ketahuilah, Kyungsoo sedikit, sangat sedikit loh ya, menarik ujung bibirnya tanpa diketahui Hami setelah puas dengan cincin yang ia beli tadi sore. Sangat pas dan cantik melekat di jari manis Hami.

“Apa paman sedang melamarku sekarang?” Hami memberanikan diri menatap wajah Kyungsoo dengan alis terangkat sedikit bingung dan tidak percaya.

“Ya,” Kyungsoo menangguk.

“Apa paman sungguhan menyukaiku dan ingin menikah denganku?” lagi-lagi Hami bertanya dengan nada keraguan yang tersirat jelas di dalamnya.

Kyungsoo lagi-lagi menangguk, mengiyakan pertanyaan Hami masih dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

“Sebenarnya, aku juga menyukai paman yang baik ini. Tapi…” Hami menjeda kalimatnya.

Raut wajah Kyungsoo mulai mengeras seolah ia akan mendengar sebuah penolakan telak dari bibir Hami. Bahagialah Kyungsoo karena dugaannya salah. Malah sekarang, ia ingin mengeluarkan tawanya, tapi begitu sulit.

“Paman tidak romantis. Padahal aku dulu bermimpi ingin seseorang melamarku dengan membawa bunga mawar yang sangat banyak. Tapi nyatanya, eeuuhhh… sangat mengecewakan.” Hami memberengut sambil meneliti cincin di jari manisnya.

Tak selang waktu yang lama, Hami secara tiba-tiba menarik resleting jaket Kyungsoo yang tidak ia kaitkan, hingga tubuh Kyungsoo secara sendirinya tertarik dan ia dapat merasakan tubuhnya nyaris menempel dengan tubuh Hami. Jujur, Kyungsoo mulai didera kegugupan mendalam jika begitu dekat dengan Hami, namun dari raut wajahnya tidak tergambar jelas. Ia masih datar-datar saja.

“Bisakah paman menyatakan cinta lagi padaku? Aku ingin mendengarnya.”

Kyungsoo menggeleng tegas, tidak mau menuruti keinginan Hami, masih dengan posisi yang sama, dengan tubuhnya yang nyaris menempel dengan tubuh Hami.

Hami mendesah sembari mendecak kesal menatap dalam manik Kyungsoo yang begitu tajam pula menatap balik Hami. “Haish… paman selalu seperti ini,” gumamnya pelan. Lalu ia menjinjitkan kakinya, tak lama kemudian Hami mendaratkan bibir mungil miliknya di pipi Kyungsoo. “Aku juga mencintaimu paman.” ucapnya lirih sembari mengukir senyum malu-malu.

“Jika satu bulan lagi kita menikah bagaimana?” tawar Kyungsoo blak-blakan dan tanpa basa-basi.

“Apa?” tiba-tiba Hami mendorong tubuh Kyungsoo. Lalu ia membuka bibirnya dengan nada sedikit meninggi, “Aku memang sedikit. Sedikit loh ya… menyukai paman. Tapi kalau menikah secepat ini… aku tidak mau. Aku ingin tetap kuliah. Aku ingin lulus kuliah dulu. Aku ingin merasakan bagaimana bekerja. Aku ingin…”

Kyungsoo memutar bola matanya dengan enggan ketika untuk kesekian kalinya mendengar kalimat panjang-lebar Hami. Karena tidak ingin lama-lama mendengar ocehan gadis yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya ini, ia mempertemukan lagi bibirnya ke bibir Hami. Kali ini Kyungsoo lebih berani dengan menggerakkan bibir atas dan bawahnya di bibir Hami yang mengatup rapat dengan mata yang terbuka lebar. Ekspresi terkejut. Beberapa detik kemudian merasa tidak ada tanggapan positif dari Hami, Kyungsoo menarik bibirnya menjauh dari Hami.

“Kita menikah satu bulan lagi. Tidak ada penolakan.” titah Kyungsoo tidak terbantahkan lagi sedangkan Hami hanya bisa mengangguk pasrah dalam dekapan tangan kokoh Kyungsoo yang entah sejak kapan melingkar di pinggangnya. “Ayo pulang.”

The End

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

FF di atas kan Vignette ++. Nah ini dia ++ nya.

.

.

.

TEASER

Mr. Do’s Family

(After Story Love You Too Ahjussi)

Mr Do's Family2

.

.

.

“Kita sudah menikah.”

“Lalu?”

“Kapan kita berbulan madu?”

“Kenapa tubuh paman di atasku?”

“Berhenti memanggilku paman. Aku suamimu sekarang.”

“Baiklah, oppa? Menyingkir dariku. Aku mengantuk.”

“Akkhhh!”

“Ada apa?”

“Lama tidak bertemu. Aku sangat terkejut, ternyata kau sudah menikah. Monster sepertimu menikah? Itu mengerikan.”

“Apa yang kau lakukan oppa?”

“Hah?”

“Darah. Oh… tidak itu darah. Kenapa darah bisa berada di dalam kamar kita, oppa?”

Oppa… oppa… oppa. Hentikan! Kumohon hentikan!”

“Apa yang kau lakukan pada anakku?”

.

.

.

.

.

.

.

HAMKYUNG kembali. Setelah di beberapa ff orang selingkuh ama suami sendiri. Jongin Jongin Jongin.

SUDAH. SUDAH SUDAH. AAAHHH…

Aku pengen mengoceh bentar nggak papa kan?

Jujur ya, FF dan teaser di atas bakal jadi cerita aku sebelum aku mau hiatus. Aku hiatus itu gara-gara sedih banget sama readers yang tidak menampakkan diri alias siders. Kalo boleh kukasih tahu ya kalian, yang liat FF aku MISCHIEVOUS KISS sama I’M NOT A NIGHT BUTTERFLY bisa menyentuh angka 100 lebih, kadang ada yang sampe nyaris angka 200. Lah kenyataan pahit yang harus kuterima apa? Yang menghargai tulisan aku alias meninggalkan jejak alias lagi komentar, tak sampai separuhnya. Aku sedih banget. Sesedih dari kata banget dan banget. Bukannya aku gila pengen komentar kalian. NGGAK. Aku hanya ingin tahu, seberapa besar ketertarikan kalian ama cerita aku. Dengann kalian bisa meninggalkan jejak sekata, dua kata, tiga kata, atau panjang kata, itu bikin aku seneng banget. Dan rasanya pengen nge-post itu cepet-cepet, kalo liat komentar panjang apalagi ada saran yang membangun buat tulisan aku, makin seneng rasanya.

Ah lelah deh kalo bahas siders itu. Sudah aahhh. Ntar aku ngetiknya makin ngawur. Pada intinya jika FF kali ini banyak siders yang menampakkan diri, aku bakal kembali cepet dari perhiatusan menulis. Jika respon kalian tetap sama dan aku menemukan banyak siders lagi, mungkin hiatusku lebih panjang dari ijin ke kak dell. /maap kak dell/

Hiatusku juga nggak bener-bener hiatus. Aku mau ngelanjutin FF mischievous kiss yang mau tamat ama i’m not a night butterfly yang nyekandat di jalan gara-gara kurangnya motivasi. Huaaahhhh…

AAAAHHHHH SUDAAHHH…

Komentar banyak di ff ini, bakal aku lanjut after story nya. Kalo tak sesuai ama keinginanku dan semakin membuatku sedih, bakal aku berhentiin begitu saja.

Sebulan atau lebih kita bakal bertemu. Dengan comeback aku ama MK, INANB, dan Mr. Do’s Family (ini nggak janji)

Ocehan aku kalo dilihat panjang juga ya? Buahahahahaha…. Maafkan hamham ini yang suka menggerakkan jemari-jemarinya. /plak buahahahaha

Dia gila. /nunjuk ham/ *plak. Buahahahah…

“JADILAH READERS YANG BAIK HATI. KOMENTAR KALIAN ADALAH SEGALANYA UNTUK KAMI. TANPA ADA KALIAN, APA DAYA DIRI KITA INI.”

 

See you, guys ❤

KIMIHAM

 

 

 

 

 

58 tanggapan untuk “[Vignette++] Love You Too Ahjussi – By Kimiham”

  1. Aku baru liat wp ini dan baru tau tentunya, jadi aku belum tau author-authornya aku panggil kakak aja ya wkwkw kak kimiham(?) yakan wkwkkw serius itu bikin pensaran kelanjutanyaaaaa pas mereka udah nikah, sama ceritain dong kak kok mereka bisa ketemu dengan kyungsoo yang sudah ahjussi dan hami yang seorang mahasiswi (?) btw Hami-nya polos banget yaaaa wkwkwk okesip aku tunggu yang Do’s family sipyasipp
    Semangat terus kak Kimiham! ^^

  2. Ini vignette plus-plus? Jadi aku baca yang plus-plus gitu? Aku kirain plus-plus nya cuma lambang biasa aja. Jangan buat D.O jadi plus-plus juga ya, please//maksa//…. Pokoknya great buat author, sudah membuat D.O menjadi tua//eh//

  3. Kyung ajjushi 😀 😀 😀

    Klo hami berpaling dari Kai dan juga kak irish yang berpaling dari baek, aku mau 3in Chanyeol ah~ 😀 /ditimpuk kak irish+kak ham2/

    Btw, kak ham masih open request poster nggak selama hiatus???

    Jan hiatus lama2 kak, sempet ngebayangin kata2 kak ham di grup ‘mau hiatus, mau baca banyak ff’ (kurang lebih gitulah)
    itu tu berasa kayak kak ham mau berkelana di dunia ff gitu 😀 😀 😀

    Tetep semangat kak ham!!! Fighting!!! :-*

  4. Wah keren chingu.. Menarik bgt ceritanya.. Hahaha kyung udh tua. Apa! Beda 12 thn dong?.. Aku suka bgt ceritanya.:-)
    untuk teasernya….


    Jeng
    jeng..
    .
    .
    Bagus, penasaran bgt chingu ham..(eh boleh kan?) . Semangat yaa! Maksud nya kyung monster itu apasih chingu… Trus bunuh anaku.. Apa kyung yg bunuh? Jangan lama2nya ngepostnya.. Aku tunggu .. Semangat..
    .
    .
    Kalau gk semangat oppa kai pergi nanti..huahaha.
    .
    Maaf komenan aneh

    1. Makasih sudah dibilang menarik. Ya beda 12 tahun. hahahaha. Aku nggak ngitung itu selisihnya. ngasal ketik.

      jeng
      jeng

      Ya boleh aja panggil ham. itu emang namaku.
      Nggak mau ngasih tahu. Ntar aja baca di after storynya.
      Ya sabar menunggu ya.

      Ya!! Kai suami aku. Nggak bakal pergi. /plak buahahahaha

      Nggak papa. Aku juga aneh kok.
      Makasih sudah baca dan komen.

  5. Ffnya seru nih. Eonnie ini emang jago dah kalo bikin Fanfiction. Terus berkarya eon, aku akan selalu menunggu karya-karya mu *ahayde’ bahasanya*.
    Kyungsoo oppa jadi om om, haha om om imut nan tamvan. Aku pasti akan rindu denganmu jika engkau hiatus selama 1 bulan, tapi aku bisa apa? Next MK dan Mr. Do’s family secepatnya ne eon, aku udah gak sabar sama lanjutannya. Oke, Gomawo 🙂 hwaiting eon 🙂

    1. Aku belom jago. Aku masih amatir dan perlu baca belajar dan banyak nyari kosakata baru.
      Ya om om pemalu. hihihihi
      Ya mau hiatus. huhuhuhu…
      Ya sabar menunggu ya. melati melati harum. heheh.
      Makasih sudah baca dan komen

  6. Kyungsoo-nya udah jadi paman :3
    Hami lucu deh, kirain bakal nolak, eh taunya dia cuma mau ngeluarin uneg-uneg/? masalah kyungsoo yang ngga romantis XD
    Oh ya, pantes aja kok masih ada misteri disini, mengenai ‘kyungsoo yang udah berubah’ dan ‘monster’ atau semacamnya, ternyata bakal ada after-storynya, seneng deh^^

    Penasaran banget sama lanjutannya 😀

    1. Weh Aihara. Ya masih ada after story nya.
      Kamu termasuk nama reader yang aku hafal yang sering nongol di ff gaje aku.
      Makasih sudah baca dan mau komen.

  7. waaah kyungsoo udh om2 astaga :v
    tapi seruuuuu kok ceritanya 😀 sayasukasayasukaa😍
    keep writing ya thor! hwaiting!! ^^

  8. unni~ yoon baca ini sambil bayangin kyung bilang “hami, sini sama om” wkwkwk ._.v
    lanjootin unn :3 yoon selalu ada kok buat unni :3 buat mischievous kiss nya juga~ yoon bakalan ninggalin jejak kok, kalo perlu jejak kaki kanan sama kaki kiri tangan juga buat bonus ‘3’
    TUHAAN BERI UNNI INI KESABARAN DAN SEMANGAT BIAR LANJUTIN APA YANG SUDAH DIA MULAI TUHAAN~ apapun pilihan unni, mau hiatus apa enggak, minumnya tetep teh botol ~iklan~ 😀 OKEDAH FIGHTING UNNI HAMHAM KEEP WRITING kalo gak nanti kyung aku bawa pulang -,,-v

    1. Buhahahahahhah.. Kyung pan om om pemalu.
      Wah yoon juga reader yang suka nongol di ff aneh aku. Makasih banyak. /peluk yoon/
      Ya sini kusimpen semua jejak yoon. hahaha
      AMIIIIINNN….
      Eh nggak boleh ngiklan.
      Makasih banyak ya udah baca dan mau komen.

  9. Ciye Hamham curhat ciyee..

    Itu harusnya dikasih judul
    CURAHAN HATI PARA AUTHOR
    #azzeeeekkkk

    Kalo kangen sama hamham selama hiatus, PM Line dia aja, dia pengangguran kok, pasti dibales.. /plak

    Ini bagoooosss walaupun aku ikut ngebayangin aku menua karena kyung udah 35 tahun, artinya aku jadi 37 tahun dong :v

    Cuma satu yang pengen ku komplen, kalimat ini
    “Bukankah Hami cantik dan manis?”
    Aku pengen nari tortor bacanya buakakakaka..
    /digamparramerame

    Semangat terus HamHam kuh cuyuuunkk..
    Ada kami yang terus memberimu semangat di sinii..
    yiipppiiyy..
    *ambil pompom*

    Aku kalo komen, emang selalu drabble. Maklumin yaaa.. :3

    1. Ya itu curhatan para auhor.
      Aku bukan pengangguran kk aneh. Aku juga ada kerjaan kalee.
      Ciye kak anne bayangin umur 37 tahun. Gmna perasaan membayangkan jadi 37 tahun? hahahahah tua. /plak
      Bukan kah hami udah cantik dari dolo ya. Pan aku udah bilang di kk.
      Ya makaseh pada semua orang yang udah sayang sama aku. /PELUK SATU-SATU/
      Aku juga sering komen drabble kok. Ada temannya.

    2. Oh, ada kerjaan ya?
      Baiklah aku ralat..
      Hamham ada kerjaan, tapi kalo di line hamham pasti bales kok..
      Hamham baik anaknya, gak gigit :3

      di iya in aja masalah cantik dari dulu. iya.
      kalo ga cantik, masa ganteng? :v

      *peluk balik*

  10. hihiii lucu ya kyung,,dah jd om om,,tp masi malu malu aj,,,,, apapun tentang kyung aku suka,,ea I’m not a night butterfly nya d tunggu lho,,itu kn serru!!! ea jng terlalu sedih ya kimmi,,,wlopun bnyak siders,, toh kadang kita tak perlu bnyak teman yg ga bisa menghargai kita,,jd lbh baik kita d hargai sedikit org tp mereka tulus hati,,drpd bnyak org tp tak tulus hati.!!!

    1. Oh reisya soo peluk kamu ahhhh…
      Aku hafal ama nama kamu di tiap ff aneh aku. Makasih banyak. Peluk lagi ahhhh…<3
      Makasih ya udah baca dan komen.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s