[KRIS BIRTHDAY PROJECT] LIKE A FOOL VER. 1 — IRISH’s Story

irish-like-a-fool-2

EXO Birhtday Project

Kris’s Story

Like A Fool Ver. 1

With EXO’s Wu Yifan and TWICE’s Hirai Momo

Supported by Guess Who?

A slight!mystery, life and psychology story rated by PG-15 in ficlet length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved

WARNING! Cerita ini bisa di baca berkesinambungan dengan Dumb Dumb, bisa juga di baca terpisah (?) karena ceritanya tentang member EXO yang berbeda. Hohoho. Selamat memikirkan misteri dalam fanfict ini!

Previous Series

Lay’s Project – Dumb Dumb Ver.1 // Ver. 2 // Ver. 3 // Ver. 4

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

WU YIFAN VER.

“Tuan Wu Yifan, sudah waktunya minum obat penenang.”

Aku melempar pandang. Seorang gadis, seperti biasanya, selalu datang ke ruanganku. Sungguh membuatku muak. Setiap kali aku tertawa tanpa bisa ku kontrol, orang-orang berpakaian sepertinya pasti selalu datang dan memintaku meminum obat penenang.

Memangnya apa yang salah dengan tertawa? Bukankah tertawa adalah hal yang wajar bagi orang-orang?

TUK.

Gadis itu meletakkan sebuah pil berwarna putih di mejaku, beserta segelas air putih.

“Kau harus minum ini Tuan Wu. Bukankah dua minggu lagi pemeriksaan psikologismu? Bisa jadi kau dinyatakan sembuh dan akhirnya pulang kan?”

Belum sempat aku menjawabnya, perhatianku teralihkan pada suara ketukan di pintu kamarku yang terbuka.

“Perawat Lee. Aku mampir sebentar ke sini.”

“Ah, sebentar Dokter Kyung.” ucapnya seraya merajut langkah mendekati seorang lelaki berseragam putih serupa dengannya.

Seorang dokter, pastinya. Aku hanya tak pernah melihat wajahnya saja. Mungkin dia dokter baru di sini. Tanpa bisa membendung rasa penasaranku, aku segera memasang pendengaranku pada pembicaraan yang kemungkinan besar akan terjadi di depan ruanganku.

“Kudengar Moyoung sudah di temukan.” dokter itu memulai.

Gadis itu mendesah pelan.

“Benarkah? Aku tidak mendengar kabar apapun dari kepolisian. Ugh. Sungguh mengesalkan. Kenapa dia di temukan saat kasus penculikannya hampir di tutup?”

“Jadi maksudmu kau tidak ingin saudara tirimu di temukan?” tanya dokter itu.

Lagi-lagi Ia mendesah, kali ini di iringi tatapan yang tak bisa kuartikan.

“Memangnya siapa yang suka punya saudara cacat?”

Dokter itu tertawa pelan, dan memasukkan lengannya ke dalam saku jas putih yang Ia kenakan.

“Aku mengerti. Tapi, kau benar-benar tidak mau menemuinya?”

“Tidak. Tunggu saja kepolisian menghubungiku.” ucap gadis itu tegas.

“Oh, apa aku belum bilang kalau yang menemukan saudaramu itu adalah aku?”

Tatapan gadis itu—Ia berdiri menghadapku sementara polisi itu memunggungiku jadi aku bisa melihat jelas wajahnya—membulat.

“Benarkah? Oh, Dok, kau akan membantuku bukan?”

“Menyembuhkannya?” ucap sang dokter, tersirt ada aneh dalam suaranya.

Gadis itu tersenyum simpul, dan mengangguk.

“Kalau begitu aku akan membawamu saat menemuinya.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

2 weeks later.

Mereka bilang aku sudah baik-baik saja. Mereka mengizinkanku pulang beberapa hari lalu, dengan berpesan padaku untuk tidak berbuat aneh.

Lagipula memangnya perbuatan aneh apa yang akan kuperbuat? Selama ini aku juga tidak gila seperti yang mereka katakan. Well, aku memang ‘sedikit’ terlalu merasa tertarik pada hal-hal berbau kekerasan, dan pembunuhan.

Tapi itu bukan berarti aku gila dan pantas untuk di taruh di rumah sakit jiwa bukan?

Ah, mengingat masa memalukan itu sungguh membuatku merasa bodoh.

Aku baru saja menikmati pergantian hari dari terang menjadi petang saat tatapanku menangkap seorang gadis berambut pirang mencolok yang berdiri kebingungan di tengah trotoar.

Sungguh, ekspresi bingungnya menunjukkan bagaimana Ia seolah tengah kehilangan seseorang. Dan entah mengapa aku tak bisa berdiam melihatnya seperti itu.

Aku segera melangkah, menghampirinya, siapa tahu aku bisa menolong.

“Kau baik-baik saja, nona?” tanyaku.

Ia menatap dengan raut ketakutan.

“Aku… lupa.”

“Lupa?” ulangku dengan bingung.

Ia masih menatapku dengan ekspresi yang sama.

“Aku lupa jalan pulang.”

Aku segera terkesiap. Ah, sial, kupikir apa hal yang Ia lupakan.

“Ah, dimana alamatmu? Aku bisa menunjukkan jalan pulang.” ucapku menawarkan bantuan.

Ia menatap diam sejenak, tapi kemudian tangannya bergerak membuka tas yang tersampir di bahunya. Tak lama, tangannya kembali bergerak, kali ini terulur ke arahku.

Gangwon-do, 117-39. Hirai Momo. 010-929-499-38

“Namamu Momo?” tanyaku sejurus kemudian.

Ia menyernyit, tapi kemudian mengangguk sekilas.

“Y-Ya.” jawabnya.

Aku segera mengukir sebuah senyum. Mungkin Ia khawatir aku bukan orang baik, sampai-sampai menatap sangat khawatir seperti itu.

“Apa kau baru di Seoul?” tanyaku lagi.

Ia menjawab dengan anggukan.

“Namaku Wu Yifan,” ujarku mengulurkan tangan, sejenak, Ia menatap khawatir, tapi kemudian Ia meraih uluran tanganku, tersenyum ragu.

“Aku akan mengantarmu pulang, jangan khawatir, Momo-ssi.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

HIRAI MOMO VER.

Awalnya, aku khawatir pemuda bernama Wu Yifan ini akan berbuat buruk padaku. Tapi ternyata Ia benar-benar baik.

Ia bilang Gangwon-do tidaklah jauh dari tempatku tersesat tadi, jadi kami berjalan kaki menyusuri trotoar yang berusaha kuingat—agar aku tak tersesat lagi—menuju rumahku.

“Kalau aku boleh tahu, dari mana asalmu?” tanyanya setelah kami sama-sama terdiam beberapa lama.

“Jepang,” jawabku hati-hati, kemudian menatapnya, “bagaimana denganmu? Namamu juga tidak seperti nama orang Korea.” sambungku.

Yifan tertawa pelan.

“Ya, aku berasal dari China. Tapi sejak sekolah menengah aku menetap di sini.”

“Ah, begitu rupanya. Pantas saja kau sudah tahu banyak tentang Seoul.” imbuhku.

“Tentu saja. Aku sudah tahu banyak tempat bagus di—”

“Momo!”

Ucapan Yifan terhenti saat seseorang memanggilku cukup keras. Suara bass nya sangatlah kukenali.

“Chan!” ucapku hampir terpekik.

Rasanya tadi aku sungguh ingin menangis saat lupa jalan pulang ke rumah Chan, tapi mendengar suaranya seperti ini sudah membuatku merasa sangat lega.

Dengan langkah panjang Chan berjalan ke arahku dan Yifan, menghentikan langkahnya di hadapanku sementara tatapannya menilik curiga pada Yifan.

“Ah, Chan, ini Yifan, dia mengantarku pulang karena aku lupa jalan pulang.” terangku.

Chan bisa jadi sangat pemarah karena hal sepele.

“Ayo kita pulang.” ujar Chan mengabaikan penjelasanku, Ia menarik lenganku, membawaku segera melangkah pergi.

Kusempatkan diri melempar pandang ke arah Yifan saat langkahku sudah berada di bawah tarikan lengan Chan.

“Sampai bertemu, Yifan-ssi!” ujarku sambil melambai.

“Ya, sampai bertemu!” balasnya.

Aku kemudian berbalik, berusaha menjajari langkah Chan.

“Chan? Kau marah?” tanyaku.

Chan bergeming. Membuatku segera memeluk lengannya.

“Ayolah, dia hanya mengantarku pulang.” ucapku dengan nada kekanak-kanakkan yang biasa meluluhkan hati Chan.

“Ya, ya. Tidak apa. Aku hanya kesal padamu.”

“Eh? Kenapa?”

“Sudah hampir tiga tahun kita tinggal di sini tapi kau masih sering lupa jalan pulang ke rumah kita, huh?”

                           ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

WU YIFAN VER.

Seperti seorang yang bodoh, entah mengapa bayangan gadis berambut pirang itu terus menggema di pikiranku. Sungguh. Sudah hampir satu bulan berlalu sejak aku bertemu dengannya, dan seringkali aku menghabiskan waktu di sekitar jalan tempat Ia dulu tersesat.

Sore ini, aku kembali berdiri diam di tepi jalan sementara tatapanku berkeliling. Apa Momo tidak akan tersesat lagi kali ini? Dia bilang dia baru di Seoul bukan?

Ah!

Sepertinya dewi fortuna sedang baik padaku. Karena mataku segera menangkap keberadaannya. Benar-benar Momo. Rambut pirangnya sangatlah mencolok. Dan keadaannya sama persis seperti saat itu.

Ia berdiri dengan tatapan bingung di tengah-tengah keramaian.

Segera, aku melangkah menghampirinya.

“Apa kau tersesat lagi?” tanyaku sembari mengumbar senyum di hadapannya.

Ia menatapku, awalnya dengan tatapan takutnya, tapi melihatku tersenyum, kurva yang sama juga terbentuk di wajahnya.

“Ya, aku tersesat. Umm, lebih tepatnya, aku lupa jalan pulang… lagi.” ujarnya sambil tersenyum kecut.

“Mau ku antarkan pulang?” tawarku segera.

“Kau tidak keberatan?” tanyanya memastikan.

“Ikutlah denganku. Aku membawa mobil, jadi aku akan mengantarmu pulang, Momo-ssi.” ujarku segera, tak ingin membuang waktu.

Sepasang mata Momo membulat. Ia kemudian membuka mulut.

“Umm, bagaimana kau tahu namaku?”

Fin.

Cuap Cuap by IRISH:

Ada yang gak paham? Iya lah dulu juga Dumb Dumb Ver. 1 gak bisa di pahami (?) Jadi tunggu aja ver. 2 dari cerita ini hohoho~~

74 tanggapan untuk “[KRIS BIRTHDAY PROJECT] LIKE A FOOL VER. 1 — IRISH’s Story”

  1. Hi Irish, this is my 1st time bc ff bwtn kamu. Sblm’ny sk bc komen2 kocak kamu di ff2ny Len.
    Ya, suster Lee seems suspicious.
    Wkt dr. Kyung prtm muncul ku ga ngeh klo tu d.o, khwtr klo d.o jd dktr di RSJ pasien2ny bukan jd sembuh back to normal tp malah bakal jd psyco ky dy di drakor I remember u :p
    Tp wkt Chan prtm muncul, I knew dy Chanyeol 🙂
    Hm.. Momo ky pasien alzheimer & klo bner bgitu hrs’ny Chan siaga 24 jam bwt Momo. Genre mystery ky gini seru, bikin nebak2 tp susah, spt trus2an di kecoh gitu.
    & penjelasan ttg Kris yg pny ketertarikan khusus sm hal2 berbau kekerasan & pembunuhan ada’ny di dumb dumb 4? Msh panjang nih perjalanan ku..

    1. Halooo XD salam kenal ya Nindy, thanks banget udah nyasar di cerita astral gak bermutu buatanku ini XD wkwkwkwkwk
      suster Lee emang kelakuannya mencurigakan padahal Kyungsoo lebih mencurigakan ya XD wkwkwkwkkwkwk
      iyeepp, sebenernya ini continued gitu XD wkwkwkwkw

  2. aku harus bersyukur ada yang lebih parah dari aku… ternyata sifat pelupaku masih mnding dari pada momo… dia bahkan udah tiga tahun di seoul sekali lagi, biar greget TIGA TAUN AZTAGAH MASA LUPA MELULU
    mana habisnya pas ketemu yipan dia lupa namanya
    gak tau kenapa aku ngakak bayangin yipan cengo pas momo bilang ‘lu sapa sih’ gitu haha/dibuang
    baru sempet baca sekarang kakaaa… ini aja curi curi wktu wkwk
    cuss ke yag keduaaaa

    1. Emangnya dirimu pelupa nid?.______. Nid khaaoola/?._. AHAYDE XD KAMU BELUM CURI SAMA SEKALI DISINI XD WKWK
      Wkwkwkwkwkwk XD yipan cengo dlm keadaan gundul…… Thanks nid udh nyempetin baca ;*

    2. aku kok bacanya koala/plak
      iya kak, bener deh -_- aku kurang bisa konsen, harus minum aqua/dor!
      NGAKAK AZTAGAH, YIPAN CENGO, GUNDUL LAGI, KINCLONG LAGI AZTAGAH
      muah balik kakaaaaa ❤

    3. BOLEH SIH KALO KAMU BERPIKIR DIRI KAMU KOALA NID XD wkwkwkwkwk XD
      anzer iya rambut ipan udah tumbuh aje, kek D.O. yang dadakan putih lagi-___- maunya apa coba mereka itu

    4. IYA KAK, GAK PAPA, AKU KADANG BISA BERUBAH JADI KOALA SEWAKTU WAKTU
      gak tau kak, mungkin yipan pakek obat penumbuh rambut .-. dio pakek pemutih wkwk

  3. mengingat dumb dumb ver 1 irene-lay, kayanya untuk yang satu ini masih bakal salah perkiraan deh XD
    yang jelas yang kutangkap disini tuh Momo ada masalah sama ingatannya, dan itu Yi Fan-nya masih punya masalah kejiwaan ngga/?

  4. Aahhhhhhhh chingu authorrr/? ceritanya keren… daebak !! Meskipun agak membingungkan.. tapi seru’-‘.. Izin baca chap 2 yeth chingu author.. fighting !!!^^

  5. kaka irishh,,,,, momo punya kelainan apa kok dia bisa lupa kalo yifan udah tau namanya sejak pertemuan pertama mereka? beri selpa penjelasan :3 bakal di buat chapter? yeyyy!!!!!!!!!!! aku dengan senang hati bakal menunggu eaeaeaea.
    keep write ya ka irishhhh muwahhh :*

    1. Selpaaaaaaaaaaa😂😂😂😂😂 duh momo baik2 aja kok/? Semuanya baik2 aja/? Kenapa semua berpikir ff ini mencurigakan😂😂😂😂 nanti kujelaskan di ver. 2 nya😂😂😂😂😂😂😂 DUH SELPA TRNYATA KAMU MENINGGALKAN JEJAK😂😂😂😂😂

  6. Aaaaakkkhhh.. Irriiseeeuu..
    Liat si Chan sama si Kyung di sini bawaannya aku pengen spoiler..
    TAHAN TAHAN TAHAN TAHAN !!

    Entah kenapa si Momo lupa begitu bikin aku mikirnya dia kena alzheimer atau amnesia anterograde bukanya mental disorder wkwkwkwkw..

    Kenapa aku curiga sama si perawat Lee itu?
    Diakah nanti pairingnya Kyungsoo?
    Atau pairingnya Chanyeol?

    Aaaaakkkk..
    Ayo cepet release ver 2 nya..
    CEPET CEPET CEPET CEPET
    *dimana-mana maksa

    1. Huahahahahahaha chan sama kyung nya ketauan nih siapaaa? /ceritanya pura2 polos/ XD aduh duh tebak aja seseorang wanita bermarga Lee XD ehem enaknya sama siapa ya hahaahhahaha ga usah spoiler ah kak anne tunggu aja nanti malem XD ternyata bisa jadi juga ya walaupun ff nya sempet hancur krn chan XD

    2. Itumah aku udah dapet spoiler kalo Kyung sama Chan nya..
      Aku menantikan bener ulangtahun Chan wkwkwkw..

      Aku gak apal sama idol cewek, jadi gatau siapa aja cewek yg marganya Lee wkwkwkw..

      Bisa laaahhh..
      kalo iriseu pasti bisaaaaa..
      Aaaah di rumah lemot pulaaa..
      Kalo ga kebuka aku baru bisa baca sisanya hari senin nih hueeeee..
      Nanti kalo aku penasaran aku minta fotoin pokoknya,, jadi senin tinggal komen..
      *pembaca tak tahu diri*

      Nanti malam aku juga ngelanjutin cerita jungle nya wkwkwk..

    3. Huahahahahahahahaha iya itu kyungcu sama canyol😂😂😂😂 /udah kasih spoiler/ ah masa gataaauuu/?😂😂😂😂😂 duh iya kak anne kan libur yaaa hmm ver 2 sama 3 ga baca deehh
      Foto? Ya ampun iya tapi komennya live juga ga nih?😂😂
      OH IYA! YANG CHAP 3 KAK!😂😂

Tinggalkan Balasan ke heyitsbii Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s