[Kris’s Birthday Project] Wanna Die With Me?

tissakkamjong

Wanna Die With Me?

Oneshot story by tissakkamjong

Main cast by Wu Yi Fan a.k.a Kris and Yoo Jeong Yeon a.k.a Joengyeon

Supported cast by Minatozaki Sana a.k.a Sana

A bad romance, thriller, crime and a little bit of fantasy story

WARNING RATED PG 17+

[Disclaimer] Ff ini merupakan ff murni dari otak author tanpa campurtangan lain, oleh karena itu dimohon untuk tidak copypaste. Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tokoh, alur, tempat, cast milik agensi bukan milik author.

[Warning] Disini akan banyak sekali kata-kata kasar dan tindakan yang melenceng, dimohon untuk tidak ditiru. Sekali lagi ini hanya ff, bukan cerita asli, bukan juga fakta, dimohon untuk tidak memikirkan yang ‘tidak-tidak’.

Poster by Kimiham

“Goodbye Jeongyeon, selamat menempuh hidup barumu dialam sana.” Dia menatap perutku dengan tajam, mengangkat tinggi-tinggi pisau yang dipegangnya dan menusuk perut bagian kiriku.

OoO

 

JEONGYEON POV

 

“Maaf Jeongyeon, aku harus memutuskan hubungan kita. Aku tidak cinta padamu, tidak seperti yang kau bayangkan. Maaf.” Aku menatap kepergian Kris dengan sendu, apa yang dia katakan? Apa maksudnya tidak mencintaiku? Jelas-jelas hubungan ini dia yang memulainya.

 

“Tidak Kris, aku cinta padamu, kumohon jangan tinggalkan aku.”Aku mulai menitikkan air mataku, berharap Kris akan luluh hatinya. “Apa ada wanita lain dihatimu? Apa kau lebih mencintai wanita barumu daripada aku?” Aku bersuara dengan parau.

 

“Ya, memang ada wanita baru dihatiku dan aku lebih cinta dia, dan kuluruskan, aku tidak pernah cinta padamu.” Kulayangkan tanganku untuk menamparnya, berani-beraninya dia berkata seperti itu padaku—tapi sayangnya tanganku ditahan oleh Kris, dan tiba-tiba saja dia langsung memutar tanganku kebelakang.

 

“Aw! Kris, lepaskan!” Aku berteriak sekencang mungkin, lupa kalau ruangan ini kedap suara. Kris tidak mendengarkan perkataanku, dia memutarkan tanganku lebih kencang kebelakang—kretek. Tanganku dilepasnya, tanganku sudah lunglai, aku tahu tanganku patah, dan dia malah mendorong tubuhku kebelakang hingga aku jatuh—brukkk.

 

Kris berjalan mendekatiku, hingga aku mundur beberapa langkah kebelakang. Apa yang akan dilakukannya? Kris tidak pernah sekasar ini, Kris yang kukenal bukanlah seperti ini. Aku yakin ini bukan Kris.

 

Aku melihatnya mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Pisau? Dia ingin apakan aku? “Tidak Kris, tidak, jangan Kris, JANGAAAANNNN.” Aku berteriak dengan kencang, takut diapa-apakan dengan pisau tajam yang digenggamnya itu. Kris gila, dia sudah berani melakukannya.

 

“Goodbye Jeongyeon, selamat menempuh hidup barumu dialam sana.” Kris mencondongkan badannya kebadanku, mendekati wajahnya pada wajahku, lalu dia menatapku dari dekat dan mencium bibirku dengan sekilas. Aku menatapnya dengan sedih, setan apa yang sedang merasukinya ini. Dia menatap bagian bawah tubuhku, perut? Dia menatap perutku dengan tajam, mengangkat tinggi-tinggi pisau yang dipegangnya dan menusuk perut bagian kiriku.

 

“AAAAAAHHHHHHHHH!” Aku berteriak dengan sangat kencang, menatap pisau itu menancap diperutku, darah mengalir sangat banyak keluar dari perutku, membanjiri lantai ruangan ini. Aku menangis sejadi-jadinya dan berteriak sejadi-jadinya juga. Kris menarik pisau itu kebawah, menampakkan isi perutku yang mulai terlihat. Dia menarik pisau itu keluar.

 

“Kris hentikan kumohon.” Aku menangis dan berteriak padanya, darah yang sudah mengotori seragamku ini sangat amatlah perih. Bukannya merasa kasihan, dia melayangkan lagi pisaunya, menusuk perutku, bagian kanan.

 

“AAAAAAAAAHHHHHHHHHH KRISSSSSS HENTIKAAAAANNNNNN!” Aku memegang perutku dengan sangat amat perih, darah sudah mengalir dengan sangat banyak, Kris menatapku dengan benci yang bercampur kesenangan. Entah apa salahku, aku tak tahu, tega-teganya dia melakukan ini. Kris, aku baru ingat, bahwa dia setengah psikopat.

 

“Hahahahaha.” Kudengar suara Kris tertawa seperti setan, dia tertawa dengan sangat kencang, lalu dia menarik pisau yang menancap perutku,  dan melemparkan pisau itu kewajahku, lalu pergi, dan setelah itu semuanya langsung gelap.

 

Aku menatap langit-langit, memutar memori saat aku mati, dan lelaki brengsek itulah penyebabnya. Kris. Lelaki yang sudah membunuhku tanpa sebab, tapi aku masih saja mencintainya. Aku masih ingin tinggal bersamanya, kalau bisa selamanya.

 

Aku mengacak-acak rambutku dengan kesal, menghembuskan nafas dengan kasar. Memikirkan bagaimana caranya membalas semua perlakuan Kris saat aku masih hidup—ah tidak, saat aku didetik-detik akan mati.

 

“Jeongyeon.” Pintu kamarku terbuka, menampakkan Bunda Krystal yang sedang memegang cermin, cermin ajaib? Untuk apa bunda membawanya kesini?

 

“Ya bun? Ada apa?” Aku berdiri dari kasurku, untuk menghampirinya. “Sudah duduk disitu saja.” Ucap bunda, beliau berjalan mendekatiku, aku pun duduk kembali. Bunda duduk disebelahku, dia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Antara senang dan bahagia, mungkin?

 

“Selamat, hari ini adalah hari ke-100 sejak kematianmu.” Ucap bunda dengan semangat, apanya yang perlu di’selamat’kan? Memangnya se’spesial’ itukan orang mati? Toh, kalau sudah 100 hari aku mati, aku juga tidak akan hidup lagi bukan?

 

“Kenapa harus diberi selamat bun? Memangnya ada yang spesial? Memangnya ada untungnya jika kematianku sudah menginjak 100 hari?” Aku bertanya dengan bingung, sungguh aneh.

 

“Tentu saja.” Jawab bunda, dia memberikan cermin ajaib ketanganku, aku menerimanya dengan heran. Kutatap cermin emas ini, bentuknya yang bulat dengan ukiran dipinggirnya ini sungguh sangat tidak menarik. Seperti cermin kuno.

 

“Jika kematianmu sudah menginjak 100 hari, maka kau bisa bergentayangan didunia sana, dan kau juga bisa merasuki tubuh manusia diluar sana.” Jawab bunda dengan jelas, aku tercengang mendengarnya, apakah itu benar? Merasuki tubuh manusia? Sungguh menarik, berarti aku bisa merasuki tubuh Kris dong?

 

“Kecuali manusia yang berjenis kelamin berbeda denganmu.” Bunda menjawab dengan cepat, seakan-akan menjawab apa yang sedang kupikirkan, apa bunda ini bisa membaca pikiranku? Bahkan aku saja belum mengucapkan apa-apa. “Kenapa memangnya bun?”

 

“Ya karena, jika kau merasuki tubuh manusia yang berbeda jenis kelaminnya denganmu, memangnya kau bisa menggerakkan anggota tubuhnya yang jelas-jelas sangat beda dari anggota tubuhmu? Lagipula, jika kau nekat merasuki tubuhnya, kau bisa kesakitan hingga beberapa bulan.” Aku hanya memanggut-manggut saja, angan-anganku untuk merasuki tubuh Kris hilang sudah, sudah dipastikan aku tidak bisa memasuki lelaki brengsek itu.

 

“Dan cermin itu, kau bisa menggunakannya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh manusia diluar sana, tinggal saja kau ucapkan nama orang itu sebanyak tiga kali, maka bayangan manusia yang kau ucapkan itu bisa muncul lewat cermin itu.” Aku menatapi cermin aneh ini sambil mendengarkan jawaban dari bunda, ternyata itu keajaiban cermin kuno ini. Tampilannya saja yang jelek, tapi fungsinya sangat menakjubkan.

 

“Yasudah, bunda keluar dulu ya.” Bunda berdiri lalu mengusap rambutku dengan lembut, aku mengangguk dengan cepat.

 

“Terima kasih bun.”

 

Pintu kamar sudah tertutup kembali, tinggal aku sendiri, menatap cermin ini.

 

“Wu Yi Fan, Wu Yi Fan, Wu Yi Fan.” Aku mencoba menyebut nama lengkap Kris sebanyak tiga kali, tiba-tiba saja kaca cermin ini berubah menjadi abu-abu, dan banyak sekali seperti kapas-kapas putih berterbangan dikaca ini, tak lama setelahnya, kaca ini berubah menjadi hitam dan perlahan-lahan menampakkan seorang lelaki yang sedang duduk menonton tv, sendirian.

 

“Ah ini pasti kamarnya, aku sangat ingat.” Aku bergumam sendiri sambil terus memandangi cermin ini, Kris sedang menonton tv sambil memegang makanan ringan, perlahan rinduku padanya mulai muncul.

 

“Kris, makananmu sudah jadi.” Suara siapa itu? Suara wanita? Wanita siapa itu? Apa itu wanita yang sudah menggantikan posisiku dihati Kris?

 

Kris beranjak dari sofanya, berjalan menuju dapur, menghampiri seorang wanita berambut panjang yang sedang menata meja makannya. “Wah, terima kasih, Sana. Kau sangat baik.” Kris menyebut nama wanita itu, Sana? Jadi itulah wanita yang berhasil merebut Kris dariku?

 

Kris mengecup ujung kepala wanita itu, wanita itu tersenyum dengan bahagianya. Shit, aku tidak suka melihat ini. Aku benci melihat penampakan menjijikan ini. Aku tidak suka! Seketika saja peganganku pada cermin ini mengeras.

 

“Ah! Aku tidak butuh cermin ini, cermin kuno, cermin brengsek, cermin tidak berguna. Aku butuh Kris, aku butuh laki itu!” Aku melempar cermin ini keujung sudut kamarku, kuremas rambutku dengan kencang. Memikirkan bagaimana caranya agar Kris kembali bersamaku, tidak dengan wanita itu. Aku terus memikirkan caranya, meskipun dengan cara kriminal. Tidak peduli bagaimana ruginya nanti, tidak peduli bagaimana kasarnya aku padanya nanti, tidak peduli bagaimana sakitnya dia nanti. Aku harus melakukannya. Aku tetap harus melakukannya. Ya dengan cara yang kriminal, agar Kris kembali padaku. Selamanya.

 

OoO

 

AUTHOR POV

 

“Sudah selesai makanmu?” Tanya Sana pada Kris yang sedang meneguk air dingin, ditatapnya piring Kris yang sudah kosong itu.

 

“Sudah.” Jawab Kris sambil memegangi perutnya. “Kenyang sekali, terlalu banyak yang kau masak sepertinya, perutku seperti mau meledak.” Sana pun tertawa mendengar jawaban lucu dari Kris itu.

 

“Tak apa, biar kau gemuk.” Kata Sana sambil tertawa, lalu ia berdiri, membereskan piring bekas makan mereka. “Aku ingin mencuci piring dulu ya, kau kembali menonton tv lagi saja sana, nanti aku menyusul.” Kris pun mengangguk dan berjalan kekamarnya lagi, melanjutkan tontonannya tadi. Film horror yang sedang ditontonnya terpaksa harus dia tinggalkan sebentar untuk makan.

 

“Ah nikmatnya, habis makan, lalu tidur-tiduran sambil menonton film.” Gumam Kris, dia menghempaskan badannya kekasur, mengambil remot tv disebelah bantalnya dan menyalakan tv nya kembali, melanjutkan film horror yang tadi belum sempat ia selesaikan.

 

“Jangan bunuh aku.  Jangan.” Ucap Jessie sambil berjalan mundur, menghindar dari Jason. Jason menusuk Jessie dibagian dadanya menggunakan pisau tajamnya, Jason menarik dan menusuknya lagi berulang-ulang hingga Jessie tak berdaya.

 

“Dasar wanita bodoh, bukannya lari dari Jason malah mundur, sudah pasti Jason bisa membunuhnyalah. Sama bodohnya seperti Jeongyeon, ah apa Sana sama bodohnya dengan Jeongyeon ya? Apa aku harus mencoba melakukannya pada Sana juga? Hahahaha.” Gumam Kris dengan mata yang masih terpaku pada tv nya—sambil tertawa sendiri. Ia sangat suka film horror itu, dia selalu membayangkan bahwa Jessie adalah wanita sasarannya sedangkan Jason adalah dirinya sendiri.

 

Kris membayangkan bagaimana jika tindakan yang ia lakukan pada Jeongyeon dulu, dia lakukan juga pada Sana. Pasti Sana akan sangat cantik jika mati berdarah-darah seperti itu—menurut Kris, manusia setengah psikopat itu. Wanita bisa ia bilang cantik, apabila dalam keadaan mati berdarah-darah. Itulah hasrat Kris, membuat kekasihnya menjadi cantik—dengan cara membunuhnya, lalu mengoyaknya dengan puas.

 

Prangggggg

 

“Aaaaaaaaaaaaahh!” Kris langsung menoleh kearah dapur dengan kesal, karena mendengar suara piring pecah yang diikuti suara teriakan Sana. Suaranya itu sangat menganggu waktu berharganya, waktu yang harus dia habiskan dengan menonton film penuh darah.

 

Kris pun melanjutkan filmya lagi—dan mengabaikan suara Sana yang berteriak tadi. Filmnya lebih berharga daripada Sana, toh habis film ini selesai juga pasti Sana akan mati, karena dia akan menjadi sasaran kedua bagi Kris.

 

Sana, wanita itu, biasanya akan mengomel sendiri jika melakukan suatu kesalahan, dia akan memarahi dirinya sendiri jika melakukan kesalahan, dan biasanya dia juga akan teriak-teriak marah tidak jelas karena kecerobohannya. Namun kali ini berbeda, tidak ada suara ocehan yang keluar dari mulut Sana, yang ada hanya heningan saja.

 

“Sana?! Kau baik-baik saja?!” Teriak Kris dengan kencang, malas sekali rasanya harus berjalan kedapur—mengecek keadaan Sana. Sudah untung Kris bertanya keadaan Sana—karena biasanya ia tidak mau melakukan itu, tidak penting—menurutnya.

 

Tidak ada jawaban.

 

Hening.

 

“Dasar anak itu, aneh, seharusnya dia menjadi ‘cantik’ semalam, agar tidak menganggu kegiatanku ini. Ck.” Decak Kris, merasa sedikit aneh karena Sana tidak menjawab pertanyaannya, biasanya dia akan sangat bawel karena Kris tidak menghampirinya atau membantunya, namun kali ini? Tidak ada jawaban apa-apa dari Sana. Kris pun melanjutkan kegiatannya, tidak menghiraukan Sana lagi.

 

“Aaaaaahh, s…s…aaa….saaa….k…k….iii…ki….t…t….. sakit.” Teriak Sana untuk kedua kalinya, Kris langsung saja beranjak dari kasurnya dengan kesal, wanita itu sangat menganggu kegiatannya, mau tidak mau Kris harus berdiri—mematikan terlebih dahulu tvnya, lalu menghampiri Sana didapur.

 

“Sana?! Kau baik-baik saja? Kenap—“ Tanya Kris sambil memegang pundak Sana, lalu membalikkan badannya menghadap Kris. “Astaga! Kau baik-baik saja? Kenapa matamu memerah?” Tanya Kris dengan heran dan terkejut, dia menatap mata Sana yang sangat merah itu, lalu memegang kening Sana dengan hati-hati.

 

“Kau sangat panas Sana, apa kau sakit?” Tanya Kris, tangannya tetap memegang kening Sana. Tanpa menjawab apapun, Sana langsung meraih tangan Kris yang berada dikeningnya itu, dan menariknya dengan kencang kebawah, hingga Kris terjatuh.

 

“Ah! Kau kenapa Sana?!” Tanya Kris dengan nada tinggi sambil berusaha bangun dari jatuhnya—menatap Sana dengan tajam, bagaimana mungkin ada wanita yang berani memperlakukan Kris seperti ini. Sana menatap balik Kris dengan tajam, dan menggerutu.

 

“K….ka….kau….” Sana menggerutu dengan kencang, lalu berjongkok menghampiri Kris yang masih terduduk dibawah.

 

“Sana kau kenapa? Jawab aku!” Teriak Kris dengan kencang, lalu mendorong pundak Sana kebelakang, ia mulai berjalan mundur dengan susah payah saat Sana perlahan-lahan maju menghampiri badan Kris—lalu mentok ketembok, punggung Kris sudah sampai tembok dapur, ia tidak dapat mundur lagi. Langsung saja, Kris berdiri dan berlari kekamarnya, bertujuan untuk menghindar dari Sana—tapi terlambat, Sana sudah lebih dahulu memegang lengan kanan Kris, Kris langsung menatap Sana dengan tidak suka, dan mencoba melepaskan genggaman Sana.

 

“Lepaskan aku! Lepaskan aku, Sana!” Kris berusaha melepaskan genggaman Sana yang keras itu—tapi sayang, kekuatan Sana ternyata lebih besar dari Kris, dia mendorong Kris ke meja makan hingga jidatnya terbentur ujung meja makan dan mulai mengeluarkan darah.

 

“Sana! Kau gila! Kau stress! Pergi dariku!” Kris memegang jidatnya lalu berdiri dan mengambil pisau dari meja makan, ditodongkannya pisau itu kewajah Sana—berusaha agar Sana takut, tapi bukannya takut, Sana malah memegang tangan Kris—yang ada pisaunya itu, dan memutarnya kebelakang.

 

“Aku bukan Sana, aku Jeongyeon, kau ingat aku kan?” Jawab Sana dengan suara yang beda, suaranya lebih berat, lebih keras, sudah dipastikan ini bukan suara Sana, ini bukan Sana, seperti ucapannya tadi, ini Jeongyeon, ya ini Jeongyeon. Sana—Jeongyeon memutar lagi tangan Kris dengan kencang, hingga pisau yang dipegang Kris diarahkannya kearah perut Kris sendiri—berniat untuk menusukannya.

 

“Jangan lakukan itu Jeongyeon! Jangan! Pergi kau! JANGAAAAAAAAAAAN!” Teriak Kris dengan kencang, seperti teriakan Jeongyeon saat Kris bunuh waktu itu. Tanpa memperdulikan teriakan Kris, Sana mendorong tangan Kris, hingga pisau itu menancap diperut Kris, tepat dibagian kiri, seperti dulu.

 

“AAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!” Teriak Kris dengan kencang, ia menarik pisau itu sendiri dari perutnya, lalu mendorong Sana, berusaha membalas tindakan Sana tadi. Kris langsung mencekik leher Sana dengan kencang hingga matanya sudah sangat merah, Kris menempelkan pisau itu dileher Sana, berusaha menusuk dibagian urat lehernya agar ia langsung mati—tapi sayang, Sana menghindar dengan cepat saat Kris ingin menusuk dibagian lehernya.

 

Sana melepaskan cekikan Kris itu, ia membalikan badannya, mengobrak-abrik dapur milik Kris hingga semua benda berjatuhan. Hingga akhirnya ia menemukan pisau yang lebih tajam, lalu berbalik badan lagi, dan mendekati Kris. Sana memegang kerah baju Kris dengan kuat, dan ia menggesekkan ujung pisau itu dileher Kris, hingga urat Kris menegang.

 

Jlebbb

 

Sana menusuk perut Kris kedua kalinya—kali ini dibagian kanan, menariknya kebawah dan mengoyaknya, sama seperti yang dilakukan Kris pada Jeongyeon dulu. “Hentikan brengsek, wanita gila, hentikan!” Kris pun terjatuh dengan lunglai dilantai, perutnya sudah tidak berbentuk lagi akibat oyakan Sana. Sana menghampiri Kris yang sudah tiduran dilantai, lalu ia duduk diatas perutnya Kris yang berdarah itu—serta sudah muncul beberapa organ perutnya—seperti usus, tak peduli teriakan kencang yang ditimbulkan Kris, akibat sakit yang tak bisa ditahannya itu.

 

Wanna die with me?” Ucap Sana, lalu ia memunculkan smirknya dan menusukkan pisau itu kedada Kris, menariknya, menusuknya lagi, menariknya, lalu menusuknya lagi, hingga wajah Kris sudah tidak berdaya. Dan akhirnya pisau itu ia tancapkan untuk terakhir kalinya ditulang rusuk Kris.

 

“Aku sangat mencintaimu Kris, aku harus selalu bersamamu selamanya, maka dari itu aku harus membunuhmu.” Ucap Sana dengan suara beratnya, ia mendekati wajah Kris, lalu mengecup bibirnya dengan sekilas, seperti dulu.

 

“Aku tidak mencintaimu, aku benci kau, benci daripada apapun, argh. Shit. Wanita gila.” Jawab Kris dengan suara yang sudah sangat lemah, Sana pun tertawa dengan kencangnya—ah tidak, Jeongyeon tertawa dengan kencang menggunakan badan Sana itu.

 

Dia tertawa dengan sangat kencang, lalu mencium bibir Kris untuk kedua kalinya, mengambil pisau yang tertancap dirusuk Kris tadi kembali, dan menusukannya di dada dan perut Kris berkali-kali hingga ia puas. Dia oyak semua anggota badan Kris, dia keluarkan semua organ tubuhnya hingga tangannya sudah sangat penuh dilumuri darah.

 

“Kau sangat tampan, welcome in my world, baby.” Ucap Sana sambil menatapi badan Kris yang sudah tak berbentuk itu, ia menatap mata Kris yang sudah tertutup dengan puas. Sangat amat puas. Puas akan balasannya yang akhirnya tercapai.

 

Tidak peduli rasa benci Kris pada Jengyeon yang pasti akan semakin besar, Jeongyeon sudah sangat amat puas hingga tidak memikirkan itu lagi. Kini dia sudah bisa hidup bersama Kris, dia sudah bisa hidup bahagia dengan Kris, dia sudah bisa tinggal bersama Kris, tinggal berdua dialam sana, tanpa ada wanita lain yang menganggunya. Selamanya.

 

END

tissakkamjong note: Pertama, author mau ngucapin saengil chukkae hamnida Wu Yi Fan a.k.a Kris ex-EXO! Gaenak bgt kayaknya ya pake ‘ex’ di kata2 EXO nya? /baper/ hahaha semoga Kris makin sukses solonya, makin bahagia juga.

Ya sambil merayakannya, author bikin sebuat oneshot ff bergenre thriller buat kalian, sebelumnya author belum pernah bikin ff bergenre ini, jadi bisa dibilang ini my first thriller ff, trs karena baca ff seniornya author, Kak Irish, haha author jadi sedikit terinspirasi. Makasih juga buat Kak Ham yg udah bikinin aku poster sebagus ini.

So jadi inilah ff author, sorry banget banyak kata kasar dan tindakan kasar, karena emang genrenya gini, udah ditulis juga diatas ‘warning rated 17+’ jadi jangan komen2 lagi ttg ‘thor kok kasar bangetsih’ emang ceritanya gini guys. Sorry juga kalo bbrp cast diatas dijadikan adegan yang tdk2, karena ya emg ginilah imajinasi author haha.

So, makasih banget udah baca, jangan lupa like+komen kritik dan saran kalian+share, gomawo!!^^ /bow/

27 tanggapan untuk “[Kris’s Birthday Project] Wanna Die With Me?”

  1. Ehem..
    Pisau nancep cabut lagi. Pisau nancep cabut lagi. Pisau nancep cabut lagi. Pisau nancep cabut lagi. Pisau nancep cabut lagi.
    Akkkhhhh….. Darah. Usus keluar….. Akkkhhh…

    Aku hanya bisa komen ini KEREN dan SADIS BANGET.
    Huaaaaahhhh

    Semangat buat tisu nulis ff yang lain ya. Jangan bunuh”an! Eh terserah kamu sih.

  2. TISSAAAAAAAAAAAAA TIS TIS TISSAAAAAAAAAA ITU KENAPA DUA DUANYA JADI SAIKO GITU AZTAGAAAAH
    aku seneng ff berakhir dengan dua duanya mati wkwk etapi nanti sana yang dikira bunh kan ya .-. mari selamatkan sana/gak
    aku agak agak gak kuat baca yang tusuk tusukan, aku gak tegaan hiks/dibuang
    tapi emang kris kurang ajar sih, cantik jika berdarah-darah… mas mas bisa gak tipe idelanya dirubah?

  3. Ya allah~~~ aku nyasar disini x_x padahal udah tertera jelas2 17+, aku nekat baca xD

    Si kris psiko nya parah ><

    Trus si Sana gmana? Apa dia entar di tangkap karna *tubuh nya* melakukan pembunuhan??? Kan kasian T^T ini bukan salah nya dia T^T /abaikan

    Btw keren ff nya kak~~~
    Laen kali aku pen juga bikin ff thriller, tapi rasanya rada anu *rada anu apasih chan?*

    Keep writing kak~~~ :-*

  4. KATISSAAAAA,,,, yaampun serem banget ini,,, thril nya kerasa bangettt…. jadi Kris itu semacam psycopath yang nyari2 cewek buat dipercantik dengan cara dibunuh bgitu?? ihh,, Jeongyeon juga ga ada bedanya dehh,, sama2 psycopath,,,, itu cuman gara2 cinta Jeongyeon yang berubah jadi obesi. bener ga ka tissa?? ini tebakan selpa aja kok wkwkwkk…. keren banget sumpahh… dua jempol buat ka tissa deh

  5. hahai Tissa~~
    sungguh ini fanfic cadasss abezzzz kan yaa dari kamu :””)
    setelah baca ficmu yang sad2an terus soalnya *dibuang ke laut*
    tapi ini serius cadass abezzzzz :””)
    ajarin aku bikin secadas ini dong :””)

    keep writing Tissa~~ ^^

  6. Wihhhhhhhh…… kurang sadis nih kak /plak/ /canda/ sering sering feh bikin FF yang kayak gini. Seru bacanya hehehehehehehe…. Aku suka aku suka /psikopatnya mulai muncul/ kabar kabar ya kalo buat FF beginian insyaallah dibaca hehehehe Keep writing Kak Tiss *(^^)*

  7. Omona omona omona tissaaaa..

    Kau hanya seorang gadis manis yang collab membuat FF genre sad bersama diriku..
    Setelah kita berpisah ternyata kau jadi seperti ini?
    jeng jeng jeng jeeeeng..
    *pake backsound musik sinetron yang paling alay*

    Aku bacanya merindiiiinnnggggg…
    gakkuku ngebayangin organ-organnya keluar semuaaaa TT____TT

    Tapi ya ujungnya happy kok kan mereka barengan lagi di dunia sana.. #eh
    Keep Writing tisaaaaaa!!

    1. aku menganga melihat perubahanmu wkwkwkwk..

      sementara kemarin berpelukan di namsan tower sambil pasang gembok, sekarang bunuh bunuhan wkwkwkw..

      ini tetep happy ending kok namanya..
      #PikiranPsikopat

      Samasama tissaaa..
      Semangat teroooossss..

  8. Kenapa harus ada diriku tissa?😂😂😂 ff ku mah apa atuh
    TAPI SERIUS AKU GA NYANGKA TRNYATA SEREM YA BACA FF THRILLER KAMVRET /TOBAT BIKIN THRILLER/ DAN GIMANA BISA SANA SEIMUT ITU DIBUAT BEGINDANG WKWKWKWK
    AHAHAHAHA aku bahagia keriseu dibunuh /kemudian masuk rsj/ ini bagus!!!! Serius!!!!!! Daebak thor (?) Aku suka!! Dan aku lebih suka karena jd komengtator pertama XD keep writing tissaaaa!! Bikin thriller lagi yaaa!

    1. karena dirimu seniorku kak:D SANA GAIMUT SANA JAHAT HAHAHA ITUKAN JEONGYEON YANG JAHAT BUKAN SANA HAHAHA. KEMUDIAN MASUK RSJ DAN JADILAH FF INI PENERUS FF DUMB DUMB(?)HAHAHAHA hihi makasiiiiii!!fightingggggg!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s